Ditulis oleh abuamincepu di/pada April 22, 2009
Oleh : Syaikh Ahmad bin Yahya An Najmi
Salafiy adalah nisbah kepada salaf.
Salaf sendiri artinya adalah para sahabat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan para pengikut mereka (tabi’in) dengan baik dari penghuni tiga kurun yang dimuliakan dan yang setelah mereka, inilah yang disebut dengan salafiy. Bernisbah kepadanya artinya bernisbah kepada apa yang dipegangi oleh para sahabat Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam dan kepada jalan ahlul hadits.
Dan ahlil hadits adalah para pengikut manhaj salafiy yang berjalan di atasnya.
Maka salafiy adalah sebuah aqidah dalam masalah nama-nama Allah dan sifat-sifat-Nya. Juga sebuah aqidah dalam masalah qadr, aqidah dalam masalah sahabat, dan seterusnya. Maka para salaf beriman kepada Allah dan dengan nama-narna-Nya yang indah dan sifat-sifat-Nya yang tinggi yang Allah sendiri sifatkan diri-Nya dengannya dan yang disifatkan oleh Rasul-Nya shallallahu ‘alaihi wa sallam.
Mereka (para salaf) beriman kepadaNya menurut bentuk yang sesuai dengan kemuliaan Allah tanpa melakukan tahrif (merubah kata hingga merubah makna), tamsil (memisalkan Allah dengan makhluk), tasybih (menyerupakan Allah dengan makhluk), ta’thil (meniadakan sifat bagi Allah atau menyatakan Allah tidak memiliki sifat apapun) dan ta’wil (mengartikan dengan salah, seperti misal; tangan Allah diartikan kekuasaan Allah. Ini salah. TanganAllah diartikan juga dengan tangan Allah. Tapi tidak boleh menyerupakannya dengan tangan makhluk-red).
Mereka para salaf juga beriman kepada qadr baiknya dan buruknya. Dan tidak sempurna iman seseorang hingga dia beriman dengan qadr yang Allah taqdirkan atas para hamba-Nya. Allah berfirman: “Sesungguhnya segala sesuatu Kami ciptakan dengan qadrnya” (Al Qamar: 49)
Adapun dalam masalah sahabat, maknanya adalah beriman bahwa para sahabat Rasulullah shallallahu `alaihi wa sallam wajib kita ridho kepada mereka dan meyakini bahwa mereka adalah orang yang adil. Mereka adalah sebaik-baik ummat dan sebaik-baik kurun. Dan meyakini bahwa mereka semua baik. ini berbeda dengan keyakinan syi’ah dan khawarij yang mengkafirkan para sahabat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan tidak menghormati mereka.
Adapun dalam salafiy tidak ada tokoh selain Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah pemimpin kelompok ini dan panutan mereka. Dan juga para sahabat adalah panutan mereka. Dasar hal ini adalah sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam:
و قال صلى الله عليه و سلم : “ألا و إن من قبلكم من أهل الكتاب افترقوا على ثنتين و سبعين ملة ، و إن هذه الملة ستفترق على ثلاثِ و سبعين : ثنتان و سبعون في النار ، وواحدة في الجنة، و هي الجماعة” (رواه أحمد و غيره و حسنه الحافظ)
“Telah terpecah orang-orang yahudi menjadi tujuhpuluh satu golongan dan terpecah orang nashara menjadi tujuh puluh dua golongan. Dan akan terpecah ummatku menjadi tujuh puluh tiga golongan. Semuanya dalam neraka, kecuali satu golongan. Para sahabat bertanya: Siapakah mereka, wahai Rasulullah? Beliau berkata: Mereka adalah orang yang berdiri diatas apa yang aku dan para sahabatku berdiri diatasnya.” (HR Abu Daud and dishahihkan syaikh Al Albani dalam shohih Sunan Abu Daud 3/115)
Dan juga beliau besabda dalam hadits yang diriwayatkan oleh Irbadh bin Sariyah radhiyallahu ‘anhu yang menerangkan tentang khuthbah beliau yang padanya beliau berwasiat untuk bertaqwa kepada Allah,
maka beliau berkata:
و قال صلى الله عليه و سلم : “أوصيكم بتقوى الله عز و جل و السمع و الطاعة و إن تأمر عليكم عبدٌ حبشيٌ، فإنه من يعش منكم فسيرى اختلافا كثيرا ، فعليكم بسنتي و سنة الخلفاء الراشدين المهديين تمسكوا بها و عضوا عليها بالنواجذ ، و إياكم و محدثات الأمور ، فإن كل محدثة بدعة ، و كل بدعة ضلالة ، و كل ضلالة في النار” (رواه النسائي و الترمذي و قال حديث حسن صحيح)
Aku wasiatkan kaitan untuk bertaqwa kepada Allah, mendengar dan taat, walau yang memimpin kalian adalah budak dar-i Habsyi.” Kemudian beliau menyuruh untuk berittiba’ kepada sunnahnya dan sunnah para khatifahnya yang rasyid dan mendapat hidayah. Beliau katakan: “Gigitlah dia dengan gigi geraham kalian. Dan hati-hatilah kalian dari perkara-perkara yang baru dalam agama, karena setiap perkara yang baru adalah bid’ah dan setiap kebid’han adalah sesat.” (HR Turmudzi dan dishohihkan syaikh Al Albani datam shohih sunan Turmudzi no.2830).
Entri ini dituliskan pada April 22, 2009 pada 8.18 dan disimpan dalam Akidah,Manhaj,Tauhid.
Anda bisa mengikuti setiap tanggapan atas artikel ini melalui RSS 2.0 pengumpan.
Anda bisa tinggalkan tanggapan, atau lacak tautan dari situsmu sendiri.
syaikh berkata
Assalamualaikum warahmatulahi wabarokatuh….Saudara-saudara seiman seaqidah….Secara teoritis manhaj salafi adalah manhaj yg paling dekat dgn kebenaran…Secara akhlak mereka istiqomah,….berpegang teguh kpd sunnah Rasululloh sholollohualaihi Wassalam Sunnah khulafa’u rasyidina wa mahdiyina…..Hadiest yg kedudukannya bertingkat-tingkat memerlukan pemahaman yg mendalam utk menjadi sunnah yg muhkam.
Hasil penyaringan keilmuan yg diiringi akhlak yg zuhud serta kepribadian yg wara dalam dalam beribadah ini baik ayat-ayat suci Al-qur’an maupun hadiest-hadiest yg berbagai rupa maka bermuara kepada pengamalan sunnah yg murni,sunnah yg sesungguhnya ,sunnah yg dikehendaki oleh syara’.Kalau kita mau adil dalam menuntut ilmu dan beribadah,maka pendekatan keilmuan yg dibawa dan ajarkan salafi adalah yg terbaik.Marilah saudara-saudara seiman seaqidah kita kembali kepengamalan agama yg murni bebas dari segala sesuatu yg baru dan diada-adakan,kullu bid’ati dholaalah…Assalamualaikum Warohmatulahi wabarokatuh.
Abu Amin Alanshariy Jawab: Waalaikumussalam Warohmatulloh, Tambahan Akhi :Kaum Muslimin Yang Menisbatkan kepada generasi salaf sudah seharusnya berkomitmen dengan apa-apa semua yang dibawa oleh awalul muslimin, penisbatan kepada salaf juga tidak harus berada dalam satu kelompok tertentu dan tidak juga harus dalam satu daerah tertentu atau bendera tertentu, atau pula atribut tertentu, Penisbatan kepada salaf bukan dibatasi siapa mereka “AKAN TETAPI YANG MENYATUKAN MEREKA ADALAH KOMITMEN DIA UNTUK BERPEGANG TEGUH DENGAN APA APA YANG DIBAWA PARA SALAF WALAUPUN DIA SENDIRIAN, JADI HENDAKNYA SETIAP MUSLIM YANG YAKIN AKAN HARI PERTEMUAN HARUS MERENUNGKAN JALAN INI, MENIMBANGNYA DENGAN ARIF DAN JUJUR SERTA MELEPAS BELENGGU KELOMPOK DAN YANG SEJENISNYA, KEMUDIAN UNTUK RUJU’ MENEMPUH JEJAK YANG TERANG SEBAGAIMANA PEMAHAMAN ROSUL SHOLOLLOHUALAIHI WASSALAM DENGAN KETERANGAN PARA SAHABAT,TABI’IN WA TABIU’T TABI’IN SERTA ULAMA YANG MENGIKUTI MEREKA DENGAN BAIK”
DAN KEBALIKANYA! SIAPA SAJA YANG BERTENTANGAN DENGAN PARA AWALUL MUSLIMIN WALAUPUN DIA MENGAKU BERMANHAJ SALAF MAKA SECARA OTOMATIS DIA AKAN TERNODAI PENISBATANYA DAN BISA MENGELUARKAN PENISBATANYA DARI THORIQUL HAQ YANG SATU ATAU MENYIMPANG DARI PARA SALAFU SHALIH, TENTU PENYIMPANGAN INI DALAM MASALAH USHUL DIEN.
Allohua’lam Bishowab
syaikh berkata
BISMILLAHI RAHMANI RAHIIM..Masya Allah akhii..(fulan yang menambahkan dan membantu postingan ana)….Allahu Akbar…kenapa akhii tidak meninggalkan alamat/user name? agar kita bisa bersahabat.Kalau semua salafi seperti akhii.. maka terbebaslah kita dari taklid yang sesungguhnya..Manhajul fikri Salaf itu sesungguhnya metode yang sangat mulia yang menghantarkan kita merdeka dalam berpikir,wara’ dalam memilih,mengambil manfaat akal dan menjinakkannya agar tidak liar dalam mengimani suatu pemahaman,menjadikan dalil shohiha sabagai satu-satu jalan untuk pemenangan pemahaman dan keilmuan untuk bertaqarrub kepada Allah SWT.Sesungguhnya banyak salafi yang sendirian dan terus memerdekakan diri dari siapapun serta memperjuangkan Diin ini dengan pendekatan yang persuasif edukatif.Sesungguhnya taklid itu harus selalu diwaspadai oleh para Salafi,taklid itu bisa samar bisa jelas!!,dan hendaknya juga para salafi lebih mamahami taklid itu secara komprehensif.Gejala taklid ini bisa saja terjadi dilingkungan salafi dan bukan suatu yang mustahil dapat menghinggapi para salafi.Kiranya Allah SWT terus mencucurkan perlindungannya kepada kita,.. para salafi untuk istiqomah memerangi bid’ah yang merupakan sumber dari penyakit-penyakit Agama dan terus memperjuangkan As-Sunnah shohiha sebagai pegangan dan pedoman dalam beribadah walaupun harus menggigit akar pohon..!!.Cukuplah Manhajul Fikri Salaf ini sebagai senjata untuk “memukul KO”para ahlul bid’ah.Dan kita terbebas dari apa yang mereka kerjakan.Jazaakallahu khoiron..Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarokatuh
Allohul Musta’an, Insyalloh Antum Sudah Bersahabat Dengan Kami. Dan Kewajiban Kita Bersama untuk Berta’awun dalam ketakwaan Serta dalam memberantas kemungkaran.Insyalloh Ta’ala.