وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالإِنسَ إِلاَّ لِيَعْبُدُونِ

“Dan aku tidak menciptakan jin & manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku”

Ahlussunnah Wal Jama’ah, Siapakah Mereka?

Ditulis oleh abuamincepu di/pada Juli 3, 2009

Oleh
Al-Ustadz Dzulqarnain bin Muhammad Sunusi
Mengetahui siapa Ahlus Sunnah Wal Jama’ah adalah perkara yang sangat penting dan salah satu bekal yang harus ada pada setiap muslim yang menghendaki kebenaran sehingga dalam perjalanannya di muka bumi ia berada di atas pijakan yang benar dan jalan yang lurus dalam menyembah Allah Subhanahu wata’ala sesuai dengan tuntunan syariat yang hakiki yang dibawa oleh Rasulullah shalallahu ‘alai wassallam empat belas abad yang lalu.
 Pengenalan akan siapa sebenarnya Ahlus Sunnah Wal Jama’ah telah ditekankan sejak jauh-jauh hari oleh Rasulullah r kepada para sahabatnya ketika beliau berkata kepada mereka :
 افْتَرَقَتِ الْيَهُوْدُ عَلَى إِحْدَى وَسَبْعِيْنَ فِرْقَةً وَافْتَرَقَتِ النَّصَارَى عَلَى ثِنْتَيْنِ وَسَبْعِيْنَ فِرْقَةً وَإِنَّ أُمَّتِيْ سَتَفْتَرِقُ عَلَى ثَلاَثِ وَسَبْعِيْنَ فِرْقَةً كُلُّهَا فِي النَّارِ إِلاَّ وَاحِدَةً وَهِيَ الْجَمَاعَةُ
 
“Telah terpecah orang–orang Yahudi menjadi tujuh puluh satu firqoh (golongan) dan telah terpecah orang-orang Nashoro menjadi tujuh puluh dua firqoh dan sesungguhnya umatku akan terpecah menjadi tujuh puluh tiga firqoh semuanya dalam neraka kecuali satu dan ia adalah Al-Jama’ah”. Hadits shohih dishohihkan oleh oleh Syaikh Al-Albany dalam Dzilalil Jannah dan Syaikh Muqbil dalam Ash-Shohih Al-Musnad Mimma Laisa Fi Ash-Shohihain -rahimahumullahu-.
 Demikianlah umat ini akan terpecah, dan kebenaran sabda beliau telah kita saksikan pada zaman ini yang mana hal tersebut merupakan suatu ketentuan yang telah ditakdirkan oleh Allah I Yang Maha Kuasa dan merupakan kehendak-Nya yang harus terlaksana dan Allah I Maha Mempunyai Hikmah dibelakang hal tersebut.
 Syaikh Sholeh bin Fauzan Al-Fauzan -hafidzahullahu- menjelaskan hikmah terjadinya perpecahan dan perselisihan tersebut dalam kitab Lumhatun ‘Anil Firaq cet. Darus Salaf hal.23-24 beliau berkata : “(Perpecahan dan perselisihan-ed.) merupakan hikmah dari Allah I guna menguji hamba-hambaNya hingga nampaklah siapa yang mencari kebenaran dan siapa yang lebih mementingkan hawa nafsu dan sikap fanatisme.
 
Allah  berfirman :
ألم أَحَسِبَ النَّاسُ أَنْ يُتْرَكُوا أَنْ يَقُوْلُوْا آمَنَّا وَهُمْ لاَ يُفْتَنُون وَلَقَدْ فَتَنَّا الَّذِينَ مِنْ قَبْلِهِمْ فَلَيَعْلَمَنَّ اللَّهُ الَّذِينَ صَدَقُوا وَلَيَعْلَمَنَّ الْكَاذِبِين َ(العنكبوت 1-3) 
 
“Alif laam miim. Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (begitu saja) mengatakan : “Kami telah beriman”, sedang mereka tidak diuji lagi? Sesungguhnya Kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka, maka sungguh Allah Maha Mengetahui orang-orang yang benar dan sungguh Dia Maha Mengetahui orang-orang yang dusta”. (QS. Al-‘Ankabut : 29 / 1-3).
 
Dan Allah  berfirman  :
وَلَوْ شَاءَ رَبُّكَ لَجَعَلَ النَّاسَ أُمَّةً وَاحِدَةً وَلاَ يَزَالُونَ مُخْتَلِفِينَ إِلاَّ مَنْ رَحِمَ رَبُّكَ وَلِذَلِكَ خَلَقَهُمْ وَتَمَّتْ كَلِمَةُ رَبِّكَ لَأَمْلَأَنَّ جَهَنَّمَ مِنَ الْجِنَّةِ وَالنَّاسِ أَجْمَعِينَ  (هود : 118-119)
“Jikalau Tuhanmu menghendaki, tentu Dia menjadikan manusia umat yang satu, tetapi mereka senantiasa berselisih pendapat, kecuali orang-orang yang diberi rahmat oleh Tuhanmu. Dan untuk itulah Allah menciptakan mereka. Kalimat Tuhanmu (keputusan-Nya) telah ditetapkan : “Sesungguhnya Aku akan memenuhi Neraka Jahannam dengan jin dan manusia (yang durhaka) semuanya”. (QS. Hud : 10 / 118-119)
وَلَوْ شَاءَ اللَّهُ لَجَمَعَهُمْ عَلَى الْهُدَى فَلاَ تَكُونَنَّ مِنَ الْجَاهِلِينَ (اللأنعام : 35)
“Dan kalau Allah menghendaki tentu saja Allah menjadikan mereka semua dalam petunjuk, sebab itu janganlah kamu sekali-kali termasuk orang-orang yang jahil”. (QS. Al-‘An’am : 6 / 35).”
 
Dan Allah ’Azza wa Jalla Maha Bijaksana dan Maha Merahmati hambaNya. Jalan kebenaran telah dijelaskan dengan sejelas-jelasnya sebagaimana dalam sabda Rasululullah r :
 
قَدْْ تَرَكْتُكُمْ عَلَى الْمَحَجَّةِ الْبَيْضَاءِ لَيْلِهَا كَنَهَارِهَا لاَ يَزِيْغُ عَنْهَا بَعْدِيْ إِلاَّ هَالِكٌ
 
“Sungguh saya telah meninggalkan kalian di atas petunjuk yang sangat terang malamnya seperti waktu siangnya tidaklah menyimpang darinya setelahku kecuali orang yang binasa”. Hadits Shohih dishohihkan oleh Syaikh Al-Albany dalam Dzilalul Jannah.
 
Dan dalam hadits ‘Abdullah bin Mas’ud -radhiyallahu ‘anhu-  :
 
خَطَّ لَنَا رَسُوْلُ اللهِ  صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَآلِهِ وَسَلَّمَ    يَوْمًا خَطًّا ثُمَّ قَالَ هَذَا سَبِيْلُ اللهِ ثُمَّ خَطَّ خُطُوْطًا عَنْ يَمِيْنِهِ وَعَنْ شِمَالِهِ ثُمَّ قَالَ هَذِهِ سُبُلٌ عَلَى كُلِّ سَبِيْلٍ مِنْهَا شَيْطَانٌ يَدْعُوْ إِلَيْهِ ثُمَّ تَلاَ ] وَأَنَّ هَذَا صِرَاطِيْ مُسْتَقِيْمًا فَاتَّبِعُوْهُ وَلاَ تَتَّبِعُوْا السُّبُلَ فَتَفَرَّقَ بِكُمْ عَنْ سَبِيْلِهِ      [
 
“Pada suatu hari Rasulullah r menggaris di depan kami satu garisan lalu beliau berkata : “Ini adalah jalan Allah”. Kemudian beliau menggaris beberapa garis di sebelah kanan dan kirinya lalu beliau berkata : “Ini adalah jalan-jalan, yang di atas setiap jalan ada syaithon menyeru kepadanya”. Kemudian beliau membaca (ayat) : “Dan sesungguhnya ini adalah jalanKu maka ikutilah jalan itu dan jangan kalian mengikuti jalan-jalan (yang lain) maka kalian akan terpecah dari jalanNya”.
Dikutip Dari:http://an-nashihah.com/index.php?mod=article&cat=Manhaj&article=63

5 Tanggapan ke “Ahlussunnah Wal Jama’ah, Siapakah Mereka?”

  1. roney22 berkata

    tidak ada penjelasan yang detail secara wacana tulisan ente(antum), bentuknya saya nilai terlalu normatif dan tekstual belaka. kalau di Indonesia sudah jelas yaitu Nahdhatul Ulama (NU), bukan karena pengakuan semata mereka, akan tetapi ciri cirinya menunjukkan seperti itu.

    Pengunjung Mas Roniy, Apakah antum minta dijelaskan mana yang kurang detail dan perlu dijelaskan lagi? karena ana menilai pembaca belum memahami penafsiran hadits yang kami usung dalam tulisan ini akan tetapi sudah menetapkan contoh siapa Ahlu Sunnah Duluan.Tafzdol dibaca dengan seksama .

    Ya mas roniy, apakah yang antum maksud dengan ciri-ciri yang ada pada NU adalah tahlilan? atau bancakan 3 Hari, 7hari, Atau 100 hari? atau Mitoni yang sedang hamil 7 bulanan? atau membawa biji bijian yang dikalungkan?Atau Hari Ulang Tahun Nabi?atau mungkin membuat partai dan kelompok?atau mungkin istighosah dengan selingan manakip Syaikh Abdul Qodir Jaelaniy? antum perhatikan perkataan syaikh abdul qodir jaelaniy sendiri dibawah ini bagaimana beliau menuturkan siapa Ahlu Sunnah:

    و قال الشيخ عبد القادر الجيلاني في كتابه “الغُنية” : أما الفرقة الناجية فهي أهل السنة و الجماعة ، و أهل السنة لا اسم لهم إلا اسم واحد و هو أصحاب الحديث.

    Syaikh Abdul Qadir Jailani dalam kitabnya Al-Ghunyah Berkata: ” adapun Golongan Yang Selamat yaitu Ahlus Sunnah wal Jama’ah. Dan Ahlus Sunnah, tidak ada nama lain bagi mereka kecuali satu nama, yaitu Ashhabul Hadits (para ahli hadits).”

    Duhai Mas Roniy semua pengunjung disini Insyalloh juga faham dan bisa menilai apakah ini (( tahlilan? atau bancakan 3 Hari, 7hari, Atau 100 hari? atau Mitoni yang sedang hamil 7 bulanan? atau membawa biji bijian yang dikalungkan?Atau Hari Ulang Tahun Nabi?atau mungkin membuat partai dan kelompok?atau mungkin istighosah dengan selingan manakip Syaikh Abdul Qodir Jaelaniy?)) yang ana tanyakan kepada antum apakah merupakah ciri-ciri ahlu hadits atau ciri ciri mereka yang hanya mengaku ahlu sunnah.

    Mas Namanya Ahlus sunnah itu amalanya sesuai dengan sunnah nabiy dan menjunjung hadits nabiy sholollohualaihi wassalam yang shahih dalam kehidupanya, budi pekertinya, dan semua amalanya disesuaikan dengan apa yang dibawa nabiy sholollohuaam, bukan malah berlainan dengannya bahkan menyelisihinya atau berlawanan dengan sunnahnya, Kalau kita mau jujur insyalloh akan diberikan berkah Oleh Alloh Tabaroka wa ta’ala, Ana sendiri pernah nyantri di Yayasan Ma’arif NU mas selama 3 tahun, jadi kuharap kita semua jujur dengan keadaan yang ada pada kita apakah sesuai dengan sunnah atau tidak.Tafadzol antum perhatikan ciri-ciri ahlu sunnah dibawah ini.

    ~ANA JELASKAN CIRI-CIRI AHLU SUNNAH, MOHON ANTUM PERHATIKAN CIRI-CIRI DENGAN SEKSAMA DAN SAMBIL KITA SEMUA MUHASABAH DIRI :

    1. الفرقة الناجية : هي التي تلتزم منهاج رسول الله صلى الله عليه و سلم في حياته، و منهاج أصحابه من بعده ،

    Golongan Yang Selamat ialah golongan yang setia mengikuti manhaj Rasulullah dalam hidupnya, serta manhaj para sahabat sesudahnya

    و هو القرآن الكريم الذي أنزله الله على رسوله، و بينه لصحابته في أحاديثه الصحيحة ،

    Yaitu Al-Qur’anul Karim yang diturunkan Allah kepada Rasul-Nya, yang beliau jelaskan

    kepada para sahabatnya dalam hadits-hadits shahih

    و أمر المسلمين بالتمسك بهما

    Beliau memerintahkan umat Islam agar berpegang teguh kepa-da keduanya:

    فقال : “تركتُ فيكم شيئين لن تضلوا بعدهما : كتاب الله و سنتي، و لن يتفرقا حتى يردا عليّ الحوض ” (صححه الألباني في الجامع)

    “Aku tinggalkan padamu dua perkara yang kalian tidak akan tersesat

    apabila (berpegang teguh) kepada keduanya, yaitu Kitabullah dan Sunnahku. Tidak akan bercerai-berai sehingga kedua-nya menghantarku ke telaga (Surga).”

    (Di-shahih-kan Al-Albani dalam kitab Shahihul Jami’)

    2. الفرقة الناجية تعود إلى كلام الله و رسوله حين التنازع و الاختلاف عملا بقوله تعالى :

    Golongan Yang Selamat akan kembali (merujuk)kepada Kalamullah dan RasulNya tatkala terjadiperselisihan dan pertentangan di antara mereka, sebagai realisasi dari firman Allah:

    “فإنْ تنازعتُم في شيء فرُدُّوه إلى الله و الرسول إنْ كنتم تؤمنون بالله و اليوم الآخر ، ذلك خير و أحسن تأويلا” (سورة النساء)

    “Kemudian jika kamu berselisih tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al-Quran) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan Hari Kemudian.Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya.

    “(An-Nisaa’: 59)

    و قال تعالى:” فلا و ربك لا يؤمنون حتى يحكموك فيما شجر بينهم ، ثم لا يجدوا في أنفسهم حرجا مما قضيت و يثسلّموا تسليما” (سورة النساء)

    “Maka demi Tuhanmu, mereka (pada hakikatnya) tidak beriman hingga mereka menjadikan kamu hakim dalam perkara yang mereka perselisihkan, kemudian mereka tidak merasa keberatan dalam hati mereka terhadap putusan yang kamu berikan, dan

    mereka menerima dengan sepenuhnya.” (An-Nisaa’: 65)

    3. الفرقة الناجية لا تُقدم كلام أحد على كلام الله و رسوله،عملا بقواه تعالى :

    Golongan Yang Selamat tidak mendahulukan perkataan se-seorang atas Kalamullah dan RasulNya,realisasi dari firman Allah:

    ”يا أيها الذين آمنوا لا تُقدِّموا بين يدَيِ الله و رسولِه ، و اتقوا الله إن الله سميعٌ عليم ” (سورة الحجرات)

    “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mendahului Allah dan RasulNya dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (Al-Hu-jurat:1)

    و قال ابن عباس : أراهم سيهلكون ! أقول : قال النبي صلى الله عليه و سلم ، و يقولون : قال أبو بكر و عمر(رواه أحمد و غيره، و صححه أحمد شاكر)

    “Aku mengira mereka akan binasa. Aku mengatakan, ‘Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda, sedang mereka mengatakan, ‘Abu Bakar dan Umar berkata’.” (HR. Ahmad dan Ibnu ‘Abdil Barr)

    4. الفرقة الناجية تعتبر التوحيد ،

    Golongan Yang Selamat senantiasa menjaga kemurnian tauhid

    و هو إفراد الله بالعبادة كالدعاء و الاستعانة و الاستغاثة وقت الشدة و الرخاء ، و الذبح و النذر ، و التوطل و الحكم بما أنزل الله ، و غير ذلك من أنواع العبادة هو الأساس الذي تبنى عليه الدولة الإسلامية الصحيحة

    Mengesakan Allah dengan beribadah, berdo’a dan memohon per-tolongan –baik dalam masa sulit maupun lapang,menyembelih kurban, bernadzar, tawakkal, berhukum dengan apa yang diturunkan oleh Allah dan berbagai bentuk ibadah lain

    yang semuanya menjadi dasar bagi tegaknya Daulah Islamiyah yang benar

    ، و لا بد من إبعاد الشرك و مظاهره الموجودة في أكثر البلاد الاسلامية، لأنه من مقتضيات التوحيد ،

    Menjauhi dan membasmi berbagai bentuk syirik dengan segala simbol-simbolnya yang banyak ditemui dinegara-negara Islam, sebab hal itu merupakan konsekuensi tauhid

    و لا يمكن النصر لأي جماعة تُهمل التوحيد ، و لا تكافح الشرك بأنواعه، أسوة بالرسل جميعا و برسولنا الكريم صلوات الله و سلامه عليهم أجمعين.

    Dan sungguh, suatu golongan tidak mungkin mencapai kemenangan jika ia meremehkan masalah tauhid, tidak membendung dan memerangi syirik dengan segala bentuknya.

    5. الفرقة الناجية : يحيون سُنن الرسول صلى الله علسه و سلم في عبادتهم و سلوكهم و حياتهم فأصبحوا غرباءبين قومهم ،

    Golongan Yang Selamat senang menghidupkan sunnah-sunnah Rasulullah, baik dalam ibadah, perilaku dan dalam segenap hidupnya Karena itu mereka menjadi orang-orang asing di tengah kaumnya

    كما أخبر عنهم رسول الله صلى الله عليه و سلم بقوله :

    Sebagaimana disabdakan oleh Nabi Shollollohualaihi Wassalam:

    “إن الاسلام بدأ غريبا و سيعود غريبا كما بدأ ، فطوبى للغرباء” (رواه مسلم)

    “Sesungguhnya Islam pada permulaannya adalah asing dan akan kembali menjadi asing seperti pada permulaannya. Maka keuntungan besar bagi orang-orang yang asing.” (HR. Muslim)

    Tambahan : Dalam riwayat lain disebutkan: “Dan keuntungan besar bagi orang-orang yang asing. Yaitu orang-orang yang (tetap) berbuat baik ketika manusia sudah rusak.” (Al-Albani berkata, “Hadits ini diriwayatkan oleh Abu Amr Ad-Dani dengan sanad shahih”)

    6. الفرقة الناجية : لا تتعصب إلا لكلام الله و كلام رسوله المعصوم الذي لا ينطق عن الهوى،

    Golongan Yang Selamat tidak berpegang kecuali kepada Kalamullah dan Kalam RasulNya yang maksum, yang ber-bicara dengan tidak mengikuti hawa nafsu.

    أما غيره من البشر مهما عَلتْ رتبته ، فقد يخطئ لقوله صلى الله عليه و سلم :

    Adapun manusia selainnya, betapapun tinggi derajatnya, terkadang ia melakukan kesalahan, sebagaimana sabda Nabi :

    ” كلّ بني آدم خطاء و خير الخطائين التوابون”

    “Setiap bani Adam (pernah) melakukan kesalahan, dan sebaik baik orang yang melakukan kesalahan adalah mereka yang bertaubat.” (Hadits hasan riwayat

    Imam Ahmad)

    7. الفرقة الناجية : هم أهل الحديث الذين قال رسول الله صلى الله عليه و سلم فيهم : “لا تزال طائفة من أمتي ظاهرين على الحق ، لا يضرهم من خذلهم حتى يأتي أمر الله ” (رواه مسلم)
    Golongan Yang Selamat adalah para ahli hadits.
    Tentang mereka Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda:
    “Senantiasa ada segolongan dari umatku yang memperjuangkan kebenaran, tidak membahayakan mereka orang yang menghinakan mereka sehingga datang keputusan Allah.” (HR. Muslim)
    Sebagaimana Firman Allhu Jalla Wa’la :
    يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا مَنْ يَرْتَدَّ مِنْكُمْ عَنْ دِينِهِ فَسَوْفَ يَأْتِي اللَّهُ بِقَوْمٍ يُحِبُّهُمْ وَيُحِبُّونَهُ أَذِلَّةٍ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ أَعِزَّةٍ عَلَى الْكَافِرِينَ يُجَاهِدُونَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ وَلاَ يَخَافُونَ لَوْمَةَ لاَئِمٍ ذَلِكَ فَضْلُ اللَّهِ يُؤْتِيهِ مَنْ يَشَاءُ وَاللَّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ (المائدة: 54).
    Hai orang-orang yang beriman, barangsiapa di antara kamu yang murtad dari agamanya, maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Allah mencintai mereka dan merekapun mencintaiNya, yang bersikap lemah lembut terhadap orang yang mukmin, yang bersikap keras terhadap orang-orang kafir, yang berjihad dijalan Allah, dan yang tidak takut kepada celaan orang yang suka mencela. Itulah karunia Allah, diberikan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya, dan Allah Maha Luas (pemberian-Nya), lagi Maha Mengetahui.
    و قال الشاعر : أهل الحديث همُ أهل النبيِّ و إنلم يصحبوا نفسه. أنفاسه صَحِبوا
    Seorang penyair berkata, “Ahli hadits itu, mereka ahli (keluarga) Nabi, sekalipun mereka tidak bergaul dengan Nabi, tetapi jiwa/Nafas mereka bergaul dengannya.

    8. الفرقة الناجية : تحترم الأئمة المجتهدين ، ولا تتعصب لواحد منهم
    Golongan Yang Selamat menghormati para imam mujtahidin, tidak fanatik terhadap salah seorang di antara mereka.
    ، بل تأخذ الفقه من القرآن و الأحاديث الصحيحة ، و من أقوالهم جميعا إذا وافق الحديث الصحيح ،
    Tapi Golongan Yang Selamat mengambil fiqh (pemahaman hukum-hukum Islam) dari
    Al-Qur’an dan hadits-hadits yang shahih serta Mengambil pendapat-pendapat imam mujtahidin yang sejalan dengan hadits shahih.
    و هذا موافق لكلامهم ، حيث أوصوا أتباعهم أن يأخذوا بالحديث الصحيح ، و يتركوا كل قول يخالفه.
    Hal ini sesuai dengan wasiat mereka, yang menganjurkan agar para pengikutnya mengambil hadits shahih, dan meninggalkan setiap pendapat yang bertentangan dengannya.

    9. الفرقة الناجية تأمر بالمعروف، و تنهى عن المنكر، فهي تنكر الطُرق المبتدعة و الأحزاب الهدامة التي فرقت الأمة ، و ابتدعت في الدين و ابتعدت عن سنة الرسول صلى الله عليه و سلم و أصحابه .
    Golongan Yang Selamat menyeru kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang mungkar.
    Mereka melarang segala jalan bid’ah dan sekte-sekte yang menghancurkan serta memecah belah umat. Baik bid’ah dalam hal agama maupun dalam menjauhkan dari sunnah Rasul dan para sahabatnya
    10. الفرقة الناجية تدعو المسلمين أن يكونوا من المتمسكين بسنة الرسول صلى الله عليه و سلم و أصحابه
    Golongan Yang Selamat mengajak seluruh umat Islam agar berpegang teguh kepada sunnah Rasul dan para sahabatnya.
    حتى يكتب لهم النصر ، و حتى يدخلوا الجنة بفضل الله و شفاعة رسوله صلى الله عليه و سلم (بإذنه عز و جل).
    Sehingga mereka mendapatkan pertolongan dan masuk Surga atas anugerah Allah dan syafa’at Rasulullah dengan izin Allah.
    11. الفرقة الناجية : تنكر القوانين الوضعية التي هي من وَضع البشر ، لمخالفتها حكم الإسلام
    Golongan Yang Selamat mengingkari peraturan perundang-undangan yang dibuat oleh manusia, Kenapa? karena undang-undang tersebut bertentangan dengan ajaran Islam.
    ، و تدعو إلى تحكيم كتاب الله الذي أنزله الله لسعادة البشر في الدنيا و الآخرة
    Golongan Yang Selamat mengajak
    manusia berhukum kepada Kitabullah yang diturunkan Allah untuk kebahagiaan manusia di dunia dan di akhirat.
    ، و هو أعلم سبحانهو تعالى بما يصلح لهم ، و هو ثابت لا تتبدل أحكامه على مدى الأيام ، و لا يتطور حسب الزمان
    Dan Allah Maha Mengetahui sesuatu yang lebih baik/manfaat bagi mereka. Hukum-hukumNya abadi sepanjang masa, cocok dan relevan bagi penghuni bumi sepanjang zaman.
    ، و إن سبب شقاء العالم عامة و العالم الإسلامي خاصة و ما يلاقيه من متاعب و ذل و هوان – هو تركه الحكم لكتاب الله و سنة رسوله صلى الله عليه و سلم ،)
    Sungguh, sebab kesengsaraan dunia, dan mundurnya khususnya dunia Islam dan yang menimpa mereka dari perkara yang mencapekkan seperti kemrosotan umat, adalah karena mereka meninggalkan hukum-hukum Kitabullah dan sunnah Rasulullah.
    و لا عِزّ للمسلمين إلا بالرجوع إلى تعاليم الإسلام أفرادا و جماعات، و حكومات، عملا بقوله تعالى:
    “إن الله لا يُغيّرُ ما بقوم حتى يُغيّروا ما بأنفسهم” (سورة الرعد
    Umat Islam tidak akan jaya dan mulia kecuali dengan kembali kepada ajaran-ajaran Islam, baik secara pribadi, kelompok maupun secara pemerintahan. Kembali kepada hukum-hukum Kitabullah, sebagai realisasi dari firmanNya:”Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri.” (Ar-Ra’ad: 11)

    12. الفرقة الناجية : تدعو المسلمين جميعا. إلى الجهاد في سبيل الله و هو واجب على كل مسلم . حسب طاقته و استطاعته، و يكون الجهاد بما يلي :
    Golongan Yang Selamat mengajak seluruh umat Islam berjihad di jalan Allah.
    Jihad adalah wajib bagi setiap Muslim sesuai dengan kekuatan dan kemampuannya. Jihad dapat dilakukan dengan:
    1. الجهاد باللسان و القلم : بدعوة المسلمين و غيرهم إلى التمسك بالإسلام الصحيح
    Pertama, jihad dengan lisan dan tulisan: Mengajak umat Islam dan umat lainnya agar berpegang teguh dengan ajaran Islam yang shahih,
    ، و التوحيد الخالي من الشرك الذي انتشر في كثير من البلاد الإسلامية ، و الذي أخبر عنه الرسول صلى الله عليه و سلم بأنه سيقع بين المسلمين فقال :
    Dan Bertauhid yang murni(Kosong) dan bersih dari syirik yang ternyata banyak terdapat di negara-negara Islam. Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam telah memberitakan tentang hal yang akan menimpa umat Islam ini. Beliau bersabda:

    “لا تقوم الساعة حتى تلحق قبائل من أمتي
    بالمشركين ، و حتى تعبد قبائل من أمتي الأوثان” (صحيح رواه أبو داود وورد معناه في مسلم)
    “Hari Kiamat belum akan tiba, sehingga Qobilah – Qobilah dari umatku mengikuti orang-orang musyrik sehingga kelompok-kelompok dari umatku menyembah berhala-berhala.” (Ha-dits shahih , riwayat Abu Daud, hadits yang semakna ada dalam riwayat Muslim)

    2.الجهاد بالمال : و يكون بالإنفاق على نشر الإسلام ، و طبع الكتب الداعية إليه على الوجه الصحيح ، و يكون بتوزيع المال على المؤلفة قلوبهم من ضعفاء المسلمين لتثبيتهم ، و يكون بتصنيع و شراء الأسلحة ، و المعدات للمجاهدين ، و ما يلزمهم من طعام و كساء و غير ذلك .
    Kedua, jihad dengan harta: Menginfakkan harta buat penyebaran dan peluasan ajaran Islam, mencetak Kitab Kitab dakwah ke jalan yang benar, memberikan santunan kepada umat Islam yang masih lemah iman agar tetap memeluk agama Islam, memproduksi dan membeli senjata-senjata dan peralatan perang, memberikan bekal kepada para mujahidin, baik berupa ma-kanan, pakaian atau keperluan lain selain dari itu.
    3. الجهاد بالنفس : و يكون بالقتال و الاشتراك في الكعارك لنصرة الاسلام ، و لتكون كلمة الله هي العليا ، و كلمة الذين كفروا هي السفلى
    Ketiga , jihad dengan jiwa:Bertempur dan ikut berpartisipasi di medan peperangan untuk kemenangan Islam. Agar kalimat Allah ( Laa ilaaha illallah) tetap jaya(tinggi) sedang kalimat orang-orang kafir (syirik) menjadi hina/rendah.
    و قد أشار الرسول الكريم إلى هذه الأنواع فقال : “جاهدوا المشركين بأموالكم و أنفسكم و ألسنتكم ” (صحيح رواه أبو داود)
    Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam Yang Mulia mengisyaratkan dalam sabdanya:
    “Perangilah orang-orang musyrik itu dengan harta, jiwa dan lisanmu.” (HR. Abu Daud, hadits shahih)

    و حكم الجهاد في سبيل الله على أنواع :
    Adapun hukum jihad di jalan Allah adalah:
    1. فرض عين : و يكون ضد العدو المهاجم لبعض بلاد المسلمين كفلسطين التي اغتصبها اليهود المجرمون ، فالمسلمون المستطيعون آثمون حتى يُخرجوا اليهود منها ، و يُعيدوا المسجد الأقصى للمسلمين بما يستطيعون من المال أو النفس .
    Pertama , fardhu ‘ain : Berupa perlawanan terhadap musuh-musuh yang melakukan agresi ke beberapa negara Islam wajib dihalau. Agresor-Agresor Yahudi misalnya, yang merampas tanah umat Islam di Palestina. Umat Islam yang memiliki kemampuan dan kekuatan jika berpangku tangan ikut berdosa, sampai orang-orang Yahudi terkutuk itu enyah dari wilayah Palestina. Mereka harus berupaya mengembalikan Masjidil Aqsha ke pangkuan umat Islam dengan kemampuan yang ada, baik dengan harta maupun jiwa.

    2. فرض كفاية : إذا قام به بعض المسلمين سقط عن الباقين ، و يكون في تبليغ و نقل الدعوة الإسلامية إلى سائر البلاد حتى يحكمها في الإسلام . و من وقف في طريقها قوتل حتى تسير الدعوة في طريقها.
    Kedua, fardhu kifayah: Jika sebagian umat Islam telah ada yang melakukannya maka sebagian yang lain kewajibannya menjadi gugur. Seperti dakwah mengembangkan misi Islam ke negara-negara lain, sehingga berlaku hukum-hukum Islam di segenap penjuru dunia. Barangsiapa menghalangi jalan dakwah ini, ia harus diperangi, sehingga dakwah Islam dapat berjalan lancar.

    Semoga antum diberi kemudahan dalam memahami penjelasan ana sehingga petunjuk beserta kita semua.
    Allohu A’lam Bishowab.
    Abu Amina Alanshariy

  2. aba ditto berkata

    Islam menjadi 73 golongan? Mengapa lebih banyak dari umat Nasrani dan Yahudi. Bagaimana janji Allah bahwa umat-umat pembangkang terdahulu akan dimatikan dan diganti dengan umat yang lebih baik (Bukankah itu umat Muhammad, yg walaupun tidak pernah melihat Rasul tetapi membenarkan bahwa Allah mengutus mereka untuk menyampaikan ajaranNya dan umat Muhammad hidup hingga sekarang?). Mohon diperjelas lagi. Sukron katsir.

    Pak Ditto yang budiman, semua itu sudah ketetapan Alloh tabaroka wa ta’ala bahwa umat ini akan terpercah menjadi sebanyak yang disebutkan.akan tetapi yang 72 kelompok tersebut ada yang kekal dineraka dan ada yang tidak kekal tergantung seberapa prinsip penyimpanganya.Dan ini merupakan ujian bagi umat ini dan sebagaimana umat yang terdahulu meraka berlomba-lomba dalam meniti jalan kebenaran supaya Alloh ta’ala mengetahui siapa yang paling baik amalnya. Sebagaimana firmaNya:

    لِكُلٍّ جَعَلْنَا مِنْكُمْ شِرْعَةً وَمِنْهَاجاً وَلَوْ شَاءَ اللَّهُ لَجَعَلَكُمْ أُمَّةً وَاحِدَةً وَلَكِنْ لِيَبْلُوَكُمْ فِي مَا آتَاكُمْ فَاسْتَبِقُوا الْخَيْرَاتِ إِلَى اللَّهِ مَرْجِعُكُمْ جَمِيعاً فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنتُمْ فِيهِ تَخْتَلِفُونَ
    Untuk tiap-tiap umat diantara kamu[, Kami berikan aturan dan jalan yang terang. Sekiranya Allah menghendaki, niscaya kamu dijadikan-Nya satu umat (saja), tetapi Allah hendak menguji kamu terhadap pemberian-Nya kepadamu, maka berlomba-lombalah berbuat kebajikan. Hanya kepada Allah-lah kembali kamu semuanya, lalu diberitahukan-Nya kepadamu apa yang telah kamu perselisihkan itu,QS Almaidah 48.

    الَّذِي خَلَقَ الْمَوْتَ وَالْحَيَاةَ لِيَبْلُوَكُمْ أَيُّكُمْ أَحْسَنُ عَمَلاً وَهُوَ الْعَزِيزُ الْغَفُورُ (2)
    Yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun, Qs Al Mulk 2

    Pak Ditto.
    ~Pada prinsipnya perpecahan adalah haram dan terlarang sebagaimana firmanya :
    و لا تكونوا من المشركين ، من الذين فرقوا دينهم و كانوا شيعا ، كل حزب بما لديهم فرحون” (سورة الروم)
    “Dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang mempersekutukan
    Allah. Yaitu orang-orang yang memecah belah agama
    mereka dan mereka menjadi beberapa golongan. Tiap-tiap golongan
    merasa bangga dengan apa yang ada pada golongan mereka.”
    (Ar-Ruum: 31-32)

    ~Dan pada prinsipnya persatuan adalah diwajibkan dan dianjurkan sebagaimana firmaNya:
    “و اعتصموا بحبل الله جميعا و لا تفرقوا ” (سورة آل عمران)
    “Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah
    dan janganlah kamu bercerai-berai.” (Ali Imran: 103)

    Sedangkan yang menjadi urgensi dari hadits tersebut adalah menerangkan akan ada satu kelompok yang selamat yaitu al jamaah atau apa-apa yang ada pada Rosul Sholollohualaihi wassalam dan sahabatnya beragama.Dan apabila dijaman para pendahulu tidak ada cara cara beragama kemudian dijaman ini membuat cara cara beragama yang baru maka itu bukan agama.Karena Alloh ta’ala telah menerangkan bahwa jalan beragama Rosul adalah sudah sempurna dan kita dilarang mengikuti jalan jalan lain dalam beragama Islam sebagaimana firma-Nya:

    وَمَنْ يُشَاقِقْ الرَّسُولَ مِنْ بَعْدِ مَا تَبَيَّنَ لَهُ الْهُدَى وَيَتَّبِعْ غَيْرَ سَبِيلِ الْمُؤْمِنِينَ نُوَلِّهِ مَا تَوَلَّى وَنُصْلِهِ جَهَنَّمَ وَسَاءَتْ مَصِيرًا (النساء: 115).
    Dan barangsiapa yang menentang Rasul sesudah jelas kebenaran baginya, dan mengikuti jalan yang bukan jalan orang-orang mukmin, Kami biarkan ia leluasa terhadap kesesatan yang telah dikuasainya itu dan Kami masukkan ia ke dalam Jahannam, dan Jahannam itu seburuk-buruk tempat kembali. (Anisa 115)

    Umat yang terbaik yang dijanjikan dalam nash Alqur’an maupun hadits nabiy sholollohualaihi wassalam meraka adalah ahlu sunnah waljamaah itu sendiri. sebagaimana sabdanya :

    قال صلى الله عليه و سلم : “لا تزال طائفة من أمتي ظاهرين على الحق لا يضرهم من خذلهم حتى يأتي أمر الله” (رواه مسلم)
    “Senantiasa ada sekelompok dari umatku yang memperjuangkan kebenaran, tidak membahayakan mereka orang yang menghinakan mereka, sehingga datang keputusan Allah.” (HR. Muslim)

    dan Firman-Nya:

    يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا مَنْ يَرْتَدَّ مِنْكُمْ عَنْ دِينِهِ فَسَوْفَ يَأْتِي اللَّهُ بِقَوْمٍ يُحِبُّهُمْ وَيُحِبُّونَهُ أَذِلَّةٍ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ أَعِزَّةٍ عَلَى الْكَافِرِينَ يُجَاهِدُونَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ وَلاَ يَخَافُونَ لَوْمَةَ لاَئِمٍ ذَلِكَ فَضْلُ اللَّهِ يُؤْتِيهِ مَنْ يَشَاءُ وَاللَّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ (المائدة: 54).
    Hai orang-orang yang beriman, barangsiapa di antara kamu yang murtad dari agamanya, maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Allah mencintai mereka dan merekapun mencintaiNya, yang bersikap lemah lembut terhadap orang yang mukmin, yang bersikap keras terhadap orang-orang kafir, yang berjihad dijalan Allah, dan yang tidak takut kepada celaan orang yang suka mencela. Itulah karunia Allah, diberikan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya, dan Allah Maha Luas (pemberian-Nya), lagi Maha Mengetahui.

    Allohua’lam bishowab.
    Abu Amina Alanshariy

  3. ishakkhalid berkata

    Semuga Allah memberikan petunjuk dan jalanNya yang benar kepada mereka yang ikhlas dan mengikhlaskan dirinya dalam mencari rahmat Allah Ta’ala.

    Insyalloh.Biaunihi ta’ala.

  4. zacky berkata

    Apakah anda merasa kalau anda sebagai pengikut AHLUSSUNNAH WALJAMAAH….? Sementara pengikut Iman Muhammad Bin Abdul Wahab membidahkan adanya jamaah itu sendiri…? Dan apakah itu divinisi sunah itu menurut hukum fiqh…? Apakah adanya hukum “uruf, ijma” dan qiyaas yang menjadi usus NU itu bisa dikatakan salah bahkan sesat…? Sementara ketiga usus diantara dua usus lainnya juga bersumber dari hadits yang sah…? Dan jika itu dikatakan hanya berlandaskan akal-akalan belaka, apakah tidak lebih akal-akalan lagi para pintar (katanya) yang sudah berani mengatakan salah para Allamah yang sudah jelas mempuni disegala segi (ilmu maupun wira”inya). Benarkah mereka lebih pintar…?
    Mari kita berdoa semoga kita mendapatkan ilmu yang bermamfaat dari Allah SWT. Dan ingatlah bahwa warga NU sangat mempercayai adanya BERKAH atau dalam divinisا arabnya adalah (النماءالخير). Sekian والله أعلم بالصواب واليه المرجع والمأب

    Bismillah. Saudara Zacki Yang Budiman,
    Alloh Ta’ala Berfirman:
    وَذَكِّرْ فَإِنَّ الذِّكْرَى تَنفَعُ الْمُؤْمِنِينَ
    “Dan tetaplah memberi peringatan, karena sesungguhnya peringatan itu bermanfaat bagi orang-orang yang beriman”

    Akan tetapi peringatan dan nasehat yang diberikan hendaklah berdasarkan Kaidah-Kaidah Dakwah Untuk Meneggakkan Kalimat Alloh.
    Yaitu Dengan Berpedoman pada firman-Nya:

    ادْعُ إِلَى سَبِيلِ رَبِّكَ بِالْحِكْمَةِ وَالْمَوْعِظَةِ الْحَسَنَةِ وَجَادِلْهُمْ بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُ إِنَّ رَبَّكَ هُوَ أَعْلَمُ بِمَنْ ضَلَّ عَنْ سَبِيلِهِ وَهُوَ أَعْلَمُ بِالْمُهْتَدِينَ (النحل: 125).
    Serulah (manusia) kepada jalan Rob-mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk.

    قُلْ هَذِهِ سَبِيلِي أَدْعُو إِلَى اللَّهِ عَلَى بَصِيرَةٍ أَنَا وَمَنْ اتَّبَعَنِي وَسُبْحَانَ اللَّهِ وَمَا أَنَا مِنْ الْمُشْرِكِينَ (يوسف: 108).
    Katakanlah: “Inilah jalan (agama) ku, aku dan orang-orang yang mengikutiku mengajak (kamu) kepada Allah dengan hujjah yang nyata, Maha Suci Allah, dan aku tiada termasuk orang-orang yang musyrik”.

    Maka setiap muslim hendaknya berlatih berdiskusi berdasarkan budi pekerti yang luhur serta yang terpenting bermodalkan ILMU serta HUJAH SHAHIH dan tidak hanya sekedar Qilla Wa Qolla (BERITA KATANYA-KATANYA) atau hanya berdasarkan berita KAUM MUNAFIKIN DAN PARA PEMECAH BELAH YANG SUKA MENGADU DOMBA DIANTARA KAUM MUSLIMIN.

    Kita semua harus memahami selain Rosulillah Sholollohualaihi Wassalam TIDAK MA’SUM Artinya Boleh Diambil Perkataanya dan Boleh Ditolak Perkataanya, DIAMBIL PERKATAANYA JIKA SESUAI DAN MENCOCOKI ALQURA’AN/SUNNAH DENGAN PEMAHAMAN PARA SALAFU SHALIH.DAN SEBALIKNYA BOLEH DITOLAK JIKA MENYELISIHI ALQURA’AN/SUNNAH DENGAN PEMAHAMAN PARA SALAFU SHALIH DAN KITA DILARANG MENDAHULUKAN PERKATAAN KELOMPOK ATAU PERORANGAN DARI PERKATAAN NABIY karena nabi pernah bersabda:

    و قال ابن عباس : أراهم سيهلكون ! أقول : قال النبي صلى الله عليه و سلم ، و يقولون : قال أبو بكر و عمر(رواه أحمد و غيره، و صححه أحمد شاكر)
    “Aku mengira mereka akan binasa. Aku mengatakan, ‘Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda, sedang mereka mengatakan, ‘Abu Bakar dan Umar berkata’.” (HR. Ahmad dan Ibnu ‘Abdil Barr)

    DARI KOMENTAR ANTUM DIATAS ANA MENANGGAPI BAHWA:
    1.KETAHUILAH OLEH KITA BERSAMA BAHWA:
    تحترم الأئمة المجتهدين ، ولا تتعصب لواحد منهم
    بل تأخذ الفقه من القرآن و الأحاديث الصحيحة ، و من أقوالهم جميعا إذا وافق الحديث الصحيح ،
    AHLU SUNNAH WALJAMA’AH MEMPUNYAI PRINSIP menghormati para imam mujtahidin, tidak fanatik terhadap salah seorang di antara mereka.
    mengambil fiqh (pemahaman hukum-hukum Islam) dari Al-Qur’an dan hadits-hadits yang shahih serta Mengambil pendapat-pendapat imam mujtahidin yang sejalan dengan hadits shahih.

    Artinya JIKA APA YANG DISERUKAN SYEIKH MUHAMAD BIN ABDUL WAHAB MENCOCOKI ALQUR’AN DAN SUNNAH MAKA WAJIB DIAMBIL DAN JIKA TIDAK MENCOCOKINYA BOLEH DITOLAK.

    MAKA JIKA ANTUM DAN KELOMPOK ANTUM MENGANGGAP KAMI ADALAH PENGIKUT BUTA (TAKLID BUTA) SYEIKH MUHAMMAD BIN ABDUL WAHAB
    MAKA ITU KEKELIRUAN YANG BESAR DAN MERUPAKAN FITNAH YANG DILONTARKAN KAUM JAHIL PEMECAH BELAH UMAT YANG KERJANYA HANYA MENCARI-CARI KESALAHAN KAUM MUSLIMIN.

    MAKA ANA TITIP SARAN KEPADA ANTUM DAN KELOMPOK NAHDIYIN UNTUK BERPALING DARI PENGACAU DARI DALAM ISLAM YAITU PARA MUNAFIKIN DAN PENGACAU DARI LUAR ATAU MISIONARIS YANG SENANG DENGAN PERPECAHAN KAUM MUSLIMIN, YANG MEREKA SENANG MEMBESAR BESARKAN KEJELEKAN KEDUA BELAH PIHAK DENGAN BERMODALKAN PERKATAAN BOHONG DAN DUSTA.

    Mari Kita ketahui bersama bahwa para PENISBAT MANHAJ SALAF, MENGAMBIL PEMAHAMAN DARI IMAM IMAM YANG MULIA TERSEBUT YANG MEREKA MANSYUR DENGAN AKIDAHNYA YANG LURUS MISAL IMAM SYAFI’I,IMAM MALIK,IMAM AHMAD,IMAM BUKHARIY,DAN SEMUA IMAM MUJTAHIDIN YANG DIAKUI MASNYUR KARYA-KARYANYA DIKALANGAN AHLU SUNNAH.

    2.MARI KITA FAHAMI BERSAMA MAKNA AHLU SUNNAH:
    قال صلى الله عليه و سلم : “ألا و إن من قبلكم من أهل الكتاب افترقوا على ثنتين و سبعين ملة ، و إن هذه الملة ستفترق على ثلاثِ و سبعين : ثنتان و سبعون في النار ، وواحدة في الجنة، و هي الجماعة” (رواه أحمد و غيره و حسنه الحافظ)
    “Telah terpecah orang-orang yahudi menjadi tujuhpuluh satu golongan dan terpecah orang nashara menjadi tujuh puluh dua golongan. Dan akan terpecah ummatku menjadi tujuh puluh tiga golongan. Semuanya dalam neraka, kecuali satu golongan. Para sahabat bertanya: Siapakah mereka, wahai Rasulullah? Beliau berkata: Mereka adalah orang yang berdiri diatas apa yang aku dan para sahabatku berdiri diatasnya.” (HR Abu Daud and dishahihkan syaikh Al Albani dalam shohih Sunan Abu Daud 3/115)

    Dan juga beliau besabda dalam hadits yang diriwayatkan oleh Irbadh bin Sariyah radhiyallahu ‘anhu yang menerangkan tentang khuthbah beliau yang padanya beliau berwasiat untuk bertaqwa kepada Allah,
    maka beliau berkata:

    و قال صلى الله عليه و سلم : “أوصيكم بتقوى الله عز و جل و السمع و الطاعة و إن تأمر عليكم عبدٌ حبشيٌ، فإنه من يعش منكم فسيرى اختلافا كثيرا ، فعليكم بسنتي و سنة الخلفاء الراشدين المهديين تمسكوا بها و عضوا عليها بالنواجذ ، و إياكم و محدثات الأمور ، فإن كل محدثة بدعة ، و كل بدعة ضلالة ، و كل ضلالة في النار” (رواه النسائي و الترمذي و قال حديث حسن صحيح)

    Aku wasiatkan kaitan untuk bertaqwa kepada Allah, mendengar dan taat, walau yang memimpin kalian adalah budak dar-i Habsyi.” Kemudian beliau menyuruh untuk berittiba’ kepada sunnahnya dan sunnah para khatifahnya yang rasyid dan mendapat hidayah. Beliau katakan: “Gigitlah dia dengan gigi geraham kalian. Dan hati-hatilah kalian dari perkara-perkara yang baru dalam agama, karena setiap perkara yang baru adalah bid’ah dan setiap kebid’han adalah sesat.” (HR Turmudzi dan dishohihkan syaikh Al Albani datam shohih sunan Turmudzi no.2830).

    DAN ROSUL SHOLOLLOHUALAIHI WASSALAM MENDEFINISIKAN DENGAN RIWAYAT LAINYA:

    و في رواية : “كلهم في النار إلا مله واحدة : ما أنا عليه و أصحابي” رواه الترمذي و حسنه الألباني في صحيح الجامع 5219
    “Semua golongan tersebut tempatnya di Neraka, kecuali satu
    (yaitu) yang aku dan para sahabatku meniti di atasnya.” (HR.
    At-Tirmidzi, dan di-hasan-kan oleh Al-Albani dalam Shahihuljami’ 5219)

    Dan Alloh Ta’ala memuji mereka dengan FirmanNya:

    وَالسَّابِقُونَ الأَوَّلُونَ مِنْ الْمُهَاجِرِينَ وَالأَنصَارِ وَالَّذِينَ اتَّبَعُوهُمْ بِإِحْسَانٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمْ وَرَضُوا عَنْهُ وَأَعَدَّ لَهُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي تَحْتَهَا الأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا أَبَدًا ذَلِكَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ (التوبة: 100).
    “Orang-orang yang terdahulu lagi yang pertama-tama (masuk Islam) dari golongan muhajirin dan anshar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah ridha kepada mereka dan merekapun ridha kepada Allah dan Allah menyediakan bagi mereka surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya selama-lamanya. Mereka kekal di dalamnya. Itulah kemenangan yang besar”.

    DARI DALIL DALI DIATAS PERLU KITA FAHAMI DAN DIRENUNGKAN BERSAMA BAHWA AHLU SUNNAH WALJAMAAH,TIDAK HARUS BERADA DALAM SATU KELOMPOK, BUKAN PARTAI, TIDAK HARUS SATU WARNA BAJU, TIDAK HARUS DALAM SATU WILAYAH (MISAL HANYA SAUDI ARABIA SAJA), TIDAK HARUS DALAM SATU ORGANISASI, TIDAK HARUS DALAM SATU SUKU ATAU WARNA KULIT.

    AKAN TETAPI YANG DIMAKSUD DALAM DALIL DIATAS ADALAH MEREKA YANG BERSUNGGUH-SUNGGUH, MEREKA YANG BERKOMITMENT, MEREKA YANG MENGIKUTI, MEREKA YANG BERPEGANG TEGUH , MEREKA YANG CINTA, MEREKA YANG MENGHIDUP-HIDUPKAN DARI SUNNAH SUNNAH ROSULILLAH SHOLOLLOHUALAIHI WASSALAM DIDALAM KEHIDUPANYA DENGAN BERLANDASKAN HADITS YANG SHAHIH.

    DAN IBNU MAS’UD PERNAH BERKATA BAHWA AHLU SUNNAH ADALAH MEREKA YANG BERADA DALAM KEBENARAN WALAUPUN SENDIRIAN .

    DENGAN DEMIKIAN : TIDAK SETIAP ORANG YANG MENGKLAIM NAHDIYIN ADALAH AHLU SUNNAH,TIDAK SETIAP MUHAMADIYAH ADALAH AHLU SUNNAH, TIDAK SETIAP ORANG YANG MENGAKU SALAFIY ADALAH SEORANG YANG PASTI SALAF, SEMUA ITU DITIMBANG BERDASARKAN, ITIQODNYA, ILMU NYA, AMAL AMALNYA, YANG DIBAWA DIRINYA BENAR MENCOCOKI SUNNAH SUNNAH NABIY TIDAK? JIKA MENCOCOKI MAKA ITU DISEBUT AHLU SUNNAH.

    DAN SEBALIKNYA BAGAIMANA JIKA AKIDAHNYA,ILMUNYA, AMAL-AMALNYA SETIAP DIRI YANG MENGAKU AHLU SUNNAH MENYELISIHI HADITS HADITS NABIY SHOLOLLOHUALAIHI WASSALAM APAKAH PANTAS DIA MENDAPAT GELAR AHLU SUNNAH, PADAHAL AMAL AMALNYA BERLAINAN BAHKAN BERTENTANGAN DENGAN SUNNAH YANG DIPERINTAHKAN ROSUL SHOLOLLOHUALAIHI WASSALAM.

    ADAPUN MEREKA YANG MENGERJAKAN KEBID’AHAN ATAU MENYELISIHI SUNNAH DIKARENAKAN BELUM MENDAPATKAN ILMUNYA ATAU TIDAK SENGAJA MENJALANKANYA MAKA INI TERMAKLUMI.KARENA ALLOH TA’ALA MAHA PEMURAH DAN TIDAK MEMBEBANI SUATU KAUM MELAINKAN SESUAI KESANGGUPANYA.AKAN TETAPI WAJIB BAGI ORANG YANG TERMAKLUMI INI MENGERAHKAN USAHANYA UNTUK MENCARI DENGAN IHKLAS DARI KEKURANGAN KEKURANGANYA.

    INTINYA TIDAK SEMBARANG INDIVIDU ATAU KELOMPOK DI BOLEHKAN UNTUK DI BID’AHKAN DAN TDAK SEMBARANG INDIVIDU BOLEH MEMBID’AHKAN, ATAU MENUDUH DENGAN KATA KATA YANG KEJI, SEMUA HARUS DENGAN PENELITIAN YANG MATANG DENGAN DALIL DALIL YANG JELAS DAN DALIL KENYATAAN YANG DIKETAHUIANYA SEBENANYA.

    SAUDARA ZACKY YANG BUDIMAN, ANA NASEHATKAN UNTUK TIDAK MENGATAKAN BAHWA SYEIKH MUHAMAD BIN ABDUL WAHAB SEMBARANG MEMBID’AHKAN SEMUA INI HARUS COCOK SESUAI DENGAN RUANG DAN WAKTU ATAU HARUS COCOK DENGAN SITUASI DAN KONDISI.

    ANTUM BERKATA BAHWA SYEIKH MUHAMMAD MEMBID’AHKAN “”AHLU SUNNAH WALJAMAAH” INI ADALAH PERKATAAN TANPA ILMU YANG BARU ANA DENGAR, KETAUILAH OLEH KITA SETIAP ULAMA’ HAQ SANGAT BERHATI HATI DENGAN UCAPANYA, UNTUK ITU ANTUM HARUS MENDATANGKAN BUKTI DARI SETIAP UCAPAN YANG DITUDUHKAN.

    DUHAI SAUDARA YANG BUDIMAN, KETAHUILAH OLEH KITA BERSAMA BAHWA KITA SAMA SAMA PUNYA ALQUR’AN KITA SAMA SAMA PUNYA HADITS, KITA MEMPUNYAI MANUSKRIP ASLI KARYA ULAMA SALAFIYAH YANG SHALIH YANG BISA MENJADI HUJAH YANG TERANG ,KENAPA SETIAP MUSLIM TIDAK MAU JUJUR DENGAN DIRINYA SENDIRI UNTUK MERUJUK KEPADA KITAB KITA TERSEBUT.MEREKA LEBIH SENANG MENGAMBIL PERKATAAN NENEK MOYANGNYA, MEREKA LEBIH SUKA DENGAN KEUMUMAN TANPA KEBENARAN.
    MAKA JANGANLAH KITA MENYERUPAI YAHUDI DAN NASHORO YANG MENUDUH TANPA MAU MERUJUK KEMBALI KEPADA ALQURAN DAN SUNNAH

    وَقَالَتْ الْيَهُودُ لَيْسَتْ النَّصَارَى عَلَى شَيْءٍ وَقَالَتْ النَّصَارَى لَيْسَتْ الْيَهُودُ عَلَى شَيْءٍ وَهُمْ يَتْلُونَ الْكِتَابَ كَذَلِكَ قَالَ الَّذِينَ لا يَعْلَمُونَ مِثْلَ قَوْلِهِمْ فَاللَّهُ يَحْكُمُ بَيْنَهُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ فِيمَا كَانُوا فِيهِ يَخْتَلِفُونَ

    Dan orang-orang Yahudi berkata: “Orang-orang Nasrani itu tidak mempunyai suatu pegangan”, dan orang-orang Nasrani berkata: “Orang-orang Yahudi tidak mempunyai sesuatu pegangan,” padahal mereka (sama-sama) membaca Al Kitab. Demikian pula orang-orang yang tidak mengetahui, mengatakan seperti ucapan mereka itu. Maka Allah akan mengadili diantara mereka pada hari Kiamat, tentang apa-apa yang mereka berselisih padanya. QS Albaqoroh 113.

    يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَطِيعُوا اللَّهَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ وَأُوْلِي الأَمْرِ مِنْكُمْ فَإِنْ تَنَازَعْتُمْ فِي شَيْءٍ فَرُدُّوهُ إِلَى اللَّهِ وَالرَّسُولِ إِنْ كُنتُمْ تُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ ذَلِكَ خَيْرٌ وَأَحْسَنُ تَأْوِيلاً
    Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Quran) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya. QS.Anisa 59

    3.SUDAH ANA SEBUTKAN BAHWA SELAIN ROSULILLAH MEMPUNYAI KESALAHAN INI SEBAGIMANA SABDA NABI SHOLOLLOHUALAIHI WASSALAM:

    ” كلّ بني آدم خطاء و خير الخطائين التوابون”
    “Setiap bani Adam (pernah) melakukan kesalahan, dan sebaikbaik orang yang melakukan kesalahan adalah mereka yang bertaubat.” (Hadits hasan riwayat Imam Ahmad)

    Ulama Yang Shalih sebelumnya tidak mungkin bertentangan dengan ulama shalih setelahnya dalam masalah Akidah (Aqidah AHLU SUNNAH WALJAMAAH ) artinya Tulisan atau Perkataan Ulama Yang Sesuai Alquran dan Hadits Dikokohkan, Sedangkan yang tidak Sejalan Dengan Keduanya dikoreksi dan diberi catatan Dalam Syarh Kitab Kitab Karya Mereka.

    INI SEJALAN DENGAN PERKATAAN PARA IMAM ITU SENDIRI:

    MISALNYA prinsip beliau Imam Syafi’i Rahimahulloh dalam memahami Islam telah dinyatakan dalam beberapa penegasan beliau sebagaimana yang diriwayatkan oleh Al-Imam Al-Hafidh Abu Nu’aim Ahmad bin Abdullah Al-Ashfahani rahimahullah dalam kitabnya yang berjudul Hilyatul Auliya’ sebagai berikut:

    Imam Syafi’i Berkata:
    “Bila telah pasti keshahihan satu hadits bahwa itu dari Rasulullah shallallahu `alaihi wa alihi wasallam , maka aku pun berpendapat seperti yang tertera di hadits itu dan aku bermadzhab dengannya dan aku tetap berpendapat dengannya. Dan bila satu hadits itu tidak aku yakini keshahihannya, aku pun tidak berpegang dengannya dalam berpendapat.”

    Juga beliau menyatakan:

    “Setiap aku berpendapat dengan suatu pendapat, dan ternyata pendapatku itu berbeda dengan riwayat shahih dari sabda Nabi shallallahu `alaihi wa alihi wasallam , maka hadits Nabi yang shahih itu lebih utama untuk kamu ikuti dan jangan kalian bertaqlid (yakni ikut membabi buta –pent) kepadaku.” ( Al-Hilyah )

    Juga beliau menegaskan:

    “Apabila engkau dapati ajaran dari Rasulullah shallallahu `alaihi wa alihi wasallam , maka ikutilah ajaran itu dan jangan kalian menoleh kepada pendapat seorang pun.” ( Al-Hilyah )

    Al-Imam Syamsuddin Muhammad bin Ahmad bin Utsman Adz-Dzahabi rahimahullah juga meriwayatkan dalam kitabnya yang berjudul Siar A’lamin Nubala’ jilid 10 hal. 34 pernyataan Al-Imam Asy-Syafi’i rahimahullah sebagai berikut:

    Ar-Rabi’ bin Sulaiman Al-Muradi meriwayatkan: Aku mendengar Asy-Syafi’i menyatakan: “Apabila kalian mendapati dalam kitabku perkara yang berbeda dari Sunnah Rasulillah shallallahu `alaihi wa alihi wasallam (yakni ajarannya), maka hendaknya kalian berpendapat sesuai dengan Sunnah itu, dan tinggalkanlah apa yang aku katakan padanya.”

    Maka dengan berbagai riwayat pernyataan Al-Imam Asy-Syafi’i tersebut, mestinya bila kita konsisten dengan madzhab Syafi’i, kita merujuk kepada sabda Nabi shallallahu `alaihi wa alihi wasallam tentang kenyataan bahwa bid’ah itu semuanya Dholal. Dan kita meninggalkan pendapat Al-Imam Asy-Syafi’i yang menyatakan bahwa bid’ah itu tidaklah semuanya sesat, akan tetapi ada yang sesat dan ada yang hasanah (yakni baik).

    Apalagi Imam Syafi’i dalam berijtihad sehingga melahirkan pendapat yang demikian itu berdalil dengan perkataan Umar bin Khattab dan bukan berdalil dengan Al-Qur’an dan As-Sunnah.

    Sungguh Ahlu Sunnah adalah
    تحترم الأئمة المجتهدين ، ولا تتعصب لواحد منهم
    menghormati para imam mujtahidin, akan tetapi tidak fanatik terhadap salah seorang di antara mereka.

    Oleh karena itu jika kita meninggalkan pendapat seorang Imam karena pendapatnya tidak mencocoki Sunnah Nabi, bukanlah berarti kita mecerca atau menghina Imam tersebut. Akan tetapi kita meninggalkan pendapat beliau dalam satu masalah, adalah karena BIMBINGAN BELIAU juga dalam MENTAATI SUNNAH NABI.

    Kita juga menilai pendapat seorang Imam itu tidak mencocoki Sunnah Nabi, bukan berarti kita menilai bahwa Imam tersebut telah menyimpang dari Sunnah Nabi. Akan tetapi kita menilai demikian karena kita diajari oleh beliau-beliau para Imam itu, bahwa seorang Imam itu tidaklah ma’shum ( tidak terjaga dari kemungkinan lupa dan salah dalam berijtihad memahami Islam) seperti ma’shum nya Nabi Muhammad shallallahu `alaihi wa alihi wasallam . Bahkan Nabi kita mengajari kita bahwa kekeliruan dalam berijtihad itu bukanlah tercela akan tetapi kita dilarang fanatik.

    Oleh Karena itu bila antum konsisten dengan perkataan Imam Syafi’i, tentu seharusnya antum lebih berpegang teguh dengan apa yang menjadi prinsip Imam Asy-Syafi’i rahimahullah sebagaimana pernyataan beliau diatas yaitu untuk kembali kepada Hadits yang shahih. Sekarang ana bawakan hadits shahih tersebut dibawah ini:

    . و قال صلى الله عليه و سلم : “أوصيكم بتقوى الله عز و جل و السمع و الطاعة و إن تأمر عليكم عبدٌ حبشيٌ، فإنه من يعش منكم فسيرى اختلافا كثيرا ، فعليكم بسنتي و سنة الخلفاء الراشدين المهديين تمسكوا بها و عضوا عليها بالنواجذ ، و إياكم و محدثات الأمور ، فإن كل محدثة بدعة ، و كل بدعة ضلالة ، و كل ضلالة في النار” (رواه النسائي و الترمذي و قال حديث حسن صحيح)

    “Aku wasiatkan padamu agar engkau bertakwa kepada Allah, patuh dan ta’at, sekalipun yang memerintahmu seorang budak Habsyi. Sebab barangsiapa hidup (lama) di antara kamu tentu akan menyaksikan perselisihan yang banyak. Karena itu, berpegang teguhlah pada sunnahku dan sunnah khulafa’ur rasyidin yang (mereka itu) mendapat petunjuk. Pegang teguhlah ia sekuat-kuatnya. (Dan hati-hatilah terhadap setiap perkara yang diada-adakan, karena SEMUA PERKARA yang diada-adakan itu adalah bid’ah, sedang SETIAP bid’ah adalah sesat (dan setiap yang sesat tempatnya di dalam Neraka).” (HR. Nasa’i dan At-Tirmi-dzi, Hadits hasan shahih).

    Ana berharap antum mencermati dan memahami hadits diatas dan ana tegaskan lagi bahwa Imam Syafi’i dalam berijtihad sehingga melahirkan pendapat bahwa bid’ah ada dua (sebagaimana pernyataan antum) beliau rahimahulloh berdalil dengan perkataan Umar bin Khattab dan bukan berdalil dengan Al-Qur’an dan As-Sunnah.

    Sehingga merasa perlu ana menyampaikan kepada antum satu riwayat Sebagaimana diatas :
    و قال ابن عباس : أراهم سيهلكون ! أقول : قال النبي صلى الله عليه و سلم ، و يقولون : قال أبو بكر و عمر(رواه أحمد و غيره، و صححه أحمد شاكر)

    Ibnu Abbas berkata:

    “Aku mengira mereka akan binasa. Aku mengatakan, ‘Nabi Shallallahu’alaihi wasallam bersabda, sedang mereka mengatakan, ‘Abu Bakar dan Umar berkata’.” (HR. Ahmad dan Ibnu ‘Abdil Barr)

    Maka mari kita renungi dan fahami lagi hadits-hadits diatas dan artikan dengan Qowaid Bahasa Arob Nahwu Wa Sharf, Jika antum berpihak kepada kebenaran maka insyalloh akan antum temui kebenaranya, akan tetapi jika antum menentang kebenaran maka kepada-Nya kita mengadu.

    Mari kita fahami bahwa Alloh dan Rosul-Nya membuat syariat agama ini sangatlah sempurna maka janganlah kita menambahi atau menguranginya dan jangan pula mendahului-Nya.Alloh jalla wa Ala lebih mengerti kebutuhan kita wahai sahabat maka janganlah kita merasa kurang dengan Agama yang diturunkan-Nya.

    Alloh Berfirman :
    يا أيها الذين آمنوا لا تُقدِّموا بين يدَيِ الله و رسولِه ، و اتقوا الله إن الله سميعٌ عليم ” (سورة الحجرات)
    Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mendahului Allah dan RasulNya dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguh-nya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (Al-Hujurat: 1)

    4. Serta yang terahir marilah kita jujur kepada diri ini, dengan merenungkan larangan Rosul Shollollohualaihi wassalam diatas,
    Dan Dengan Mengacu Perintah RobMU Dengan FirmanNya :

    وَمَا آتَاكُمْ الرَّسُولُ فَخُذُوهُ وَمَا نَهَاكُمْ عَنْهُ فَانْتَهُوا وَاتَّقُوا اللَّهَ
    Apa yang diberikan Rasul kepadamu, maka terimalah. Dan apa yang dilarangnya bagimu, maka tinggalkanlah. Dan bertakwalah kepada Allah. Alhasyr ayat 7.

    Semoga hidayah atas kita semua yang mau mengihlaskan diri ini diatas tali Agama Alloh.Allohua’lam Bishowab.

    Abu Amina Alanshariy

  5. awwalin berkata

    terimakasih artikelnya, semoga bermanfaat

Tinggalkan Balasan

XHTML: Anda dapat gunakan tag ini: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>