Ditulis oleh abuamincepu di/pada Oktober 13, 2009

Assalamualaikum Warohmatullohi Wabarokatuh,
Sahabat fillah semoga Alloh senantiasa memberikan keberkahan hidup untuk selalu mensucikan dan membersihkan diri, walau memang terkadang terasa berat dan tak henti hentinya musuh kita menyerang dan menakut takuti kita dari berbagai arah : ثُمَّ لآتِيَنَّهُمْ مِنْ بَيْنِ أَيْدِيهِمْ وَمِنْ خَلْفِهِمْ وَعَنْ أَيْمَانِهِمْ وَعَنْ شَمَائِلِهِمْ وَلا تَجِدُ أَكْثَرَهُمْ شَاكِرِينَ قَالَ فَبِمَا أَغْوَيْتَنِي لأَقْعُدَنَّ لَهُمْ صِرَاطَكَ الْمُسْتَقِيمَ
Iblis menjawab: “Karena Engkau telah menghukum saya tersesat, saya benar-benar akan (menghalang-halangi) mereka dari jalan Engkau yang lurus, kemudian saya akan mendatangi mereka dari muka dan dari belakang mereka, dari kanan dan dari kiri mereka. Dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur (taat). Ala’raaf ayat 16-17.
Saudaraku yang dirahmadti Alloh, Didalam tulisan yang sederhana ini, ana mencoba memberikan nasehat kepada diri sendiri dan antum semua tentang beberapa motivasi dan salah satu sebab diantara yang bisa membersihkan jiwa kita, Alhamdulillah kita kita merasa gagah bisa membahas tulisan tentang keutamaan menangis karena Alloh dikala para kaum kafir/munafik menganggap ini sebagai suatu perbuatan kecengengan ataupun lontaran rendah lainya, Perlu kita abaikan perkataan mereka dan perlu kita banggakan diri ini dengan kebiasaan menagis karena Alloh ini, karena simpati mereka bukanlah keselamatan dan ketenangan dan hanya simpati Allohlah inti keamanan, Serta bukan mencari ridlho mereka (kafir) merupakan suatu kebanggaan melainkan suatu kehinaan, karena hanya balasan dan harapan dari Allohlah semua mahluk akan tunduk walaupun mereka tidak menyukai kita. Kalaulah kita mau menggali keterangan keterangan Rasul Salallohualaihiwassalam kita akan meresaka betapa besarnya keutamaan menangis,bersandar,mengeluh hanya kepada Alloh.
Rasul salallohualaihiwassalam bersabda: Dari anas bin Malik ” Ada dua mata yang tidak akan disentuh oleh apai neraka, yaitu mata yang bermalam dan berjaga dijalan Alloh dan mata yang menangis karena takut kepada Alloh ” HR Abu Ya’la dan perawinya Tsiqat).
Saudara yang budiman, Kehidupan ini merupakan ujian dan cobaan buat hamba yang mengaku beriman dan ketentuan baik buruk, suka dan duka, tak akan lepas dari diri ini selama nyawa belum melayang meninggalkan raga ini, maka sudah sangat layak bahwa kita selalu mengimani Rukun Iman yang Keenam Yaitu memandang kebaikan dan keburukan adalah ketetapan dan dua duanya merupakan ujian yang tak mungkin terlewatkan. Dan tak jarang tangisan, kepedihan dan kesedihan selalu datang tampa diundang dan pergi tanpa kita sadari, beginilah seharusnya mata mata yang mengucurkan air mata ini bersikap dan sebaik sikap tentu menagis karena meridlhoi ketentuan dan ketetapanNya, memahami semua milikNya, Meyakini semua akan tunduk patuh dan kembali kepadaNya.
Kemudian disi lain para shahid , para sidik, dan para shalih tak pernah menangis karena kehilangan sesuatu karena kesedihanya dan tak menagis karena kedatangan sesuatu karena keterharuanya, akan tetapi mereka menangis karena bulunya merinding takut akan kekuasaan Alloh, Matanya berkaca kaca karena kagum akan kehebatan kekuatan dan keagungan Alloh yang maha Dasyat, dan sampai sampai mereka bersuara serak karena intensitas ketakutanya kepada Alloh dan ini hanyalah bagiannya hamba yang mau berbuat ihksan karena mereka yang ihksan inilah yang memahami perkenalan Sejati dengan Alloh dan Perkenalan suci karena Alloh dengan para Mahkluk Mahluknya yang semua atas ijin Alloh.
Maka sudah tiba waktunya kita kendorkan segala beban kita, kita lemaskan anggota jasmani kita dan masukanlah Alloh dan RasulNya kedalam dadamu dan merasa senanglah berdua dua an dengan Nya, dan berbicara melalui firman dan Sunnahnya, dan meniru beberapa Asma dan sifatNya (Tauhid Asma Wa Sifat) dan Pakailah busana budi pekerti dan ahlaknya( Assyama’il Al Muhamadiyah) dan beristiqamah dengannya, Sehingga kebahagiaan, semangat, dan ketenangan akan selalu menyertai kita dalam segala keadaan, dalam mengarungi kencangnya gelombang dan arus dunia yang memperdaya.
Dan dengan memasukan Asma AsamaNya kedalam dadamu dan kamu selalu mengaggungkaNya, dan kamu sekarang berhak mendapat ketenangan dan gugurnya kesalahan dan dosamu karena hatimu mulai gemetar mendengar AsmaNya dari lubuk hatimu yang selalu membisikan, sehingga sekarang kamu akan memahami keutamaan bergetarnya hatimu dan mengucurnya air matamu karena Takut kepada Alloh.
“Apabila kulit seorang hamba merinding karena takut kepada Alloh ,maka dosa dosanya akan berguguran sebagaimana daun daun berguguran dari pohon yang kering” HR baihaqi dan Abusy ibnu Syach ibnu hiban).
Semoga Alloh membimbing diri yang hina ini untuk selalu memahami hakikat tangisan mata dan hakikat rintihan hati serta jiwa hanya tertuju karena rasa takut kepada Rab Semesta Alam Alloh Subhanawataa’la. Sehingga keutamaan akan kita dapati dan ketenagan hati akan kita tempati, Amin. Waullohu a’lam Bishawab, Barokallohufiikum
Abu Amina El jawiy , Maraji Kitab Kitab Pembersih Jiwa
Entri ini dituliskan pada Oktober 13, 2009 pada 8.18 dan disimpan dalam Motivasi&Bersih Diri.
Anda bisa mengikuti setiap tanggapan atas artikel ini melalui RSS 2.0 pengumpan.
Anda bisa tinggalkan tanggapan, atau lacak tautan dari situsmu sendiri.
anang berkata
trmksh atas artikelya, terus berkarya, salut buat anda
Wa antum Kadzalik.