وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالإِنسَ إِلاَّ لِيَعْبُدُونِ

“Dan aku tidak menciptakan jin & manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku”

Arsip untuk ‘Akidah,Manhaj,Tauhid’ Kategori

Ciri-Ciri Ahlu Sunnah Waljama’ah

Ditulis oleh abuamincepu di/pada Juli 6, 2009

Bismillah,
Pembaca yang budiman,  Islam datang dengan jernih, murni, dan gamblang seiring dengan berjalanya waktu dan berkembangnya jaman, dimulai sesudah zaman ke kholifahan Utsman bin Affan Rodhiallohuanhu, telah terjadi banyak penyimpangan  oleh kelompok -kelompok menyimpang dan menyesatkan,  kelompok-kelompok yang menyimpang tersebut juga mengklaim bahwa mereka membawa Alqur’an dan Sunnah.Dan juga mengaku  sebagai ahlu sunnah wal jama’ah.
Akan tetapi Alloh tabaroka wata’ala telah menurunkan Al furqon dan Al hikmah sebagai pembeda serta menkokohkan hidayah-Nya  pada generasi salafu shalih sebagai pemikul panji-panji agama ini dimana mereka adalah ahlul hadits  wal atsar yang senantiasa memberikan penjelasan-penjelasan kepada umat islam secara umum tentang  penyimpangan-penyimpangan yang dilakukan kelompok – kelompok sempalan tersebut, Merakalah penjaga agama ini dari penambahan atau pengurangan serta penyelewengan kelompok – kelompok menyimpang,   dimana Alloh tabaroka wa ta’ala memuji mereka  salafu shalih dan orang – orang yang mengikuti mereka dengan pujian yang  telah Alloh  ta’ala abadikan  pujian ini didalam Alqur’an Al karim sebagaimana firman-Nya:
وَالسَّابِقُونَ الأَوَّلُونَ مِنْ الْمُهَاجِرِينَ وَالأَنصَارِ وَالَّذِينَ اتَّبَعُوهُمْ بِإِحْسَانٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمْ وَرَضُوا عَنْهُ وَأَعَدَّ لَهُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي تَحْتَهَا الأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا أَبَداً ذَلِكَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ “
Orang-orang yang terdahulu lagi yang pertama-tama (masuk Islam) dari golongan muhajirin dan anshar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah ridha kepada mereka dan merekapun ridha kepada Allah dan Allah menyediakan bagi mereka surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya selama-lamanya. Mereka kekal di dalamnya. Itulah kemenangan yang besar” Qs.Ataubah 100
Pembaca yang budiman, untuk itu kita perlu memberi koreksi kepada diri kita masing-masing  dan membuat timbanganya yang  akurat,  apakah diri kita sudah memenuhi kritirea sebagai orang-orang yang mengikuti mereka (ahlul hadits wal atsar) dengan sebaik-baiknya?, ataukah sekedar pengakuan-pengakuan belaka? yang terkadang pengakuan ini melalaikan kita dari menimbang  diri ini dengan jujur, dan mencocokkan kembali yang  ada pada diri kita, apakah sudah sesuai dengan apa yang ada pada mereka (ahlul hadits wal atsar) dari semua sendi-sendi  kehidupan dan suluk kita.
Pembaca yang budiman, Tak sedikit  pengakuan - pengakuan itu  membuat hati kita lalai ,sehingga  tertutupi fanatisme kelompok,  merasa paling benar sendiri , juga tidak sedikit sering melupakan diri kita dari  cara berdakwah dengan hikmah dan  dakwah dengan nasehat yang  baik diatas keilmiahan apa yang didakwahkan.
Pembaca yang budiman , dibawah penulis kutipkan ciri-ciri Ahlu Sunnah Wal jamaah, dimana ciri-ciri ini harus ditempati bagi setiap muslim agar mereka terhindarkan dari ancaman pedihnya siksa api neraka dan termasuk  kedalam golongan yang diselamatkan, sebagaimana yang disabdakan Rosul sholollohualaihi wassalam dalam  hadits perpecahan ummat:
“ألا و إن من قبلكم من أهل الكتاب افترقوا على ثنتين و سبعين ملة (1) ، و إن هذه الملة (2) ستفترق على ثلاثِ و سبعين : ثنتان و سبعون في النار ، وواحدة في الجنة، و هي الجماعة” (رواه أحمد و غيره و حسنه الحافظ)
“Ketahuilah, sesungguhnya orang-orang sebelum kamu dari ahli kitab telah berpecah belah menjadi tujuh puluh dua golongan.Dan sesungguhnya agama ini (Islam) akan berpecah belah menjadi tujuh puluh tiga golongan, tujuh puluh dua golongan tem-patnya di dalam Neraka dan satu golongan di dalam Surga, yaitu al-jama’ah.” (HR. Ahmad dan yang lain. Al-Hafidh menggolongkannya hadits hasan)
Dan Dalam Riwayat yang lainya “كلهم في النار إلا مله واحدة : ما أنا عليه و أصحابي” رواه الترمذي و حسنه الألباني في صحيح الجامع 5219
“Semua golongan tersebut tempatnya di Neraka, kecuali satu (yaitu) yang aku dan para sahabatku meniti di atasnya.” (HR.At-Tirmidzi, dan di-hasan-kan oleh Al-Albani dalam Shahihul Jami’ 5219)
 Diantara ciri-ciri ahlu sunnah wal jamaah tersebut ialah :
1. الفرقة الناجية : هي التي تلتزم منهاج رسول الله صلى الله عليه و سلم في حياته، و منهاج أصحابه من بعده ،
Golongan Yang Selamat ialah golongan yang setia mengikuti manhaj Rasulullah dalam hidupnya, serta manhaj para sahabat sesudahnya
و هو القرآن الكريم الذي أنزله الله على رسوله، و بينه لصحابته في أحاديثه الصحيحة ،
Yaitu Al-Qur’anul Karim yang diturunkan Allah kepada Rasul-Nya, yang beliau jelaskan
kepada para sahabatnya dalam hadits-hadits shahih
و أمر المسلمين بالتمسك بهما
Beliau memerintahkan umat Islam agar berpegang teguh kepa-da keduanya:
فقال : “تركتُ فيكم شيئين لن تضلوا بعدهما : كتاب الله و سنتي، و لن يتفرقا حتى يردا عليّ الحوض ” (صححه الألباني في الجامع)
“Aku tinggalkan padamu dua perkara yang kalian tidak akan tersesat
apabila (berpegang teguh) kepada keduanya, yaitu Kitabullah dan Sunnahku. Tidak akan bercerai-berai sehingga kedua-nya menghantarku ke telaga (Surga).”
(Di-shahih-kan Al-Albani dalam kitab Shahihul Jami’)
2. الفرقة الناجية تعود إلى كلام الله و رسوله حين التنازع و الاختلاف عملا بقوله تعالى :
Golongan Yang Selamat akan kembali (merujuk)kepada Kalamullah dan RasulNya tatkala terjadiperselisihan dan pertentangan di antara mereka, sebagai realisasi dari firman Allah:
“فإنْ تنازعتُم في شيء فرُدُّوه إلى الله و الرسول إنْ كنتم تؤمنون بالله و اليوم الآخر ، ذلك خير و أحسن تأويلا” (سورة النساء)
“Kemudian jika kamu berselisih tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al-Quran) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan Hari Kemudian.Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya.“ (An-Nisaa’: 59)
و قال تعالى:” فلا و ربك لا يؤمنون حتى يحكموك فيما شجر بينهم ، ثم لا يجدوا في أنفسهم حرجا مما قضيت و يثسلّموا تسليما” (سورة النساء)
“Maka demi Tuhanmu, mereka (pada hakikatnya) tidak beriman hingga mereka menjadikan kamu hakim dalam perkara yang mereka perselisihkan, kemudian mereka tidak merasa keberatan dalam hati mereka terhadap putusan yang kamu berikan, dan mereka menerima dengan sepenuhnya.” (An-Nisaa’: 65)
3. الفرقة الناجية لا تُقدم كلام أحد على كلام الله و رسوله،عملا بقواه تعالى :
Golongan Yang Selamat tidak mendahulukan perkataan se-seorang atas Kalamullah dan RasulNya,realisasi dari firman Allah:
”يا أيها الذين آمنوا لا تُقدِّموا بين يدَيِ الله و رسولِه ، و اتقوا الله إن الله سميعٌ عليم ” (سورة الحجرات)
“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mendahului Allah dan RasulNya dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (Al-Hu-jurat:1)
و قال ابن عباس : أراهم سيهلكون ! أقول : قال النبي صلى الله عليه و سلم ، و يقولون : قال أبو بكر و عمر(رواه أحمد و غيره، و صححه أحمد شاكر)
“Aku mengira mereka akan binasa. Aku mengatakan, ‘Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda, sedang mereka mengatakan, ‘Abu Bakar dan Umar berkata’.” (HR. Ahmad dan Ibnu ‘Abdil Barr)
4. الفرقة الناجية تعتبر التوحيد ،
Golongan Yang Selamat senantiasa menjaga kemurnian tauhid
و هو إفراد الله بالعبادة كالدعاء و الاستعانة و الاستغاثة وقت الشدة و الرخاء ، و الذبح و النذر ، و التوطل و الحكم بما أنزل الله ، و غير ذلك من أنواع العبادة هو الأساس الذي تبنى عليه الدولة الإسلامية الصحيحة
Mengesakan Allah dengan beribadah, berdo’a dan memohon per-tolongan –baik dalam masa sulit maupun lapang,menyembelih kurban, bernadzar, tawakkal, berhukum dengan apa yang diturunkan oleh Allah dan berbagai bentuk ibadah lain , yang semuanya menjadi dasar bagi tegaknya Daulah Islamiyah yang benar
، و لا بد من إبعاد الشرك و مظاهره الموجودة في أكثر البلاد الاسلامية، لأنه من مقتضيات التوحيد ،
Menjauhi dan membasmi berbagai bentuk syirik dengan segala simbol-simbolnya yang banyak ditemui dinegara-negara Islam, sebab hal itu merupakan konsekuensi tauhid
و لا يمكن النصر لأي جماعة تُهمل التوحيد ، و لا تكافح الشرك بأنواعه، أسوة بالرسل جميعا و برسولنا الكريم صلوات الله و سلامه عليهم أجمعين.
Dan sungguh, suatu golongan tidak mungkin mencapai kemenangan jika ia meremehkan masalah tauhid, tidak membendung dan memerangi syirik dengan segala bentuknya.
5. الفرقة الناجية : يحيون سُنن الرسول صلى الله علسه و سلم في عبادتهم و سلوكهم و حياتهم فأصبحوا غرباءبين قومهم ،
Golongan Yang Selamat senang menghidupkan sunnah-sunnah Rasulullah, baik dalam ibadah, perilaku dan dalam segenap hidupnya Karena itu mereka menjadi orang-orang asing di tengah kaumnya
كما أخبر عنهم رسول الله صلى الله عليه و سلم بقوله :
Sebagaimana disabdakan oleh Nabi Shollollohualaihi Wassalam:
“إن الاسلام بدأ غريبا و سيعود غريبا كما بدأ ، فطوبى للغرباء” (رواه مسلم)
“Sesungguhnya Islam pada permulaannya adalah asing dan akan kembali menjadi asing seperti pada permulaannya. Maka keuntungan besar bagi orang-orang yang asing.” (HR. Muslim)
Tambahan : Dalam riwayat lain disebutkan: “Dan keuntungan besar bagi orang-orang yang asing. Yaitu orang-orang yang (tetap) berbuat baik ketika manusia sudah rusak.” (Al-Albani berkata, “Hadits ini diriwayatkan oleh Abu Amr Ad-Dani dengan sanad shahih”)
6. الفرقة الناجية : لا تتعصب إلا لكلام الله و كلام رسوله المعصوم الذي لا ينطق عن الهوى،
Golongan Yang Selamat tidak berpegang kecuali kepada Kalamullah dan Kalam RasulNya yang maksum, yang ber-bicara dengan tidak mengikuti hawa nafsu.
أما غيره من البشر مهما عَلتْ رتبته ، فقد يخطئ لقوله صلى الله عليه و سلم :
Adapun manusia selainnya, betapapun tinggi derajatnya, terkadang ia melakukan kesalahan, sebagaimana sabda Nabi :
” كلّ بني آدم خطاء و خير الخطائين التوابون”
“Setiap bani Adam (pernah) melakukan kesalahan, dan sebaik baik orang yang melakukan kesalahan adalah mereka yang bertaubat.” (Hadits hasan riwayat Imam Ahmad)
7. الفرقة الناجية : هم أهل الحديث الذين قال رسول الله صلى الله عليه و سلم فيهم : “لا تزال طائفة من أمتي ظاهرين على الحق ، لا يضرهم من خذلهم حتى يأتي أمر الله ” (رواه مسلم)
Golongan Yang Selamat adalah para ahli hadits.
Tentang mereka Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda:
“Senantiasa ada segolongan dari umatku yang memperjuangkan kebenaran, tidak membahayakan mereka orang yang menghinakan mereka sehingga datang keputusan Allah.” (HR. Muslim)
Sebagaimana Firman Allhu Jalla Wa’la :
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا مَنْ يَرْتَدَّ مِنْكُمْ عَنْ دِينِهِ فَسَوْفَ يَأْتِي اللَّهُ بِقَوْمٍ يُحِبُّهُمْ وَيُحِبُّونَهُ أَذِلَّةٍ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ أَعِزَّةٍ عَلَى الْكَافِرِينَ يُجَاهِدُونَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ وَلاَ يَخَافُونَ لَوْمَةَ لاَئِمٍ ذَلِكَ فَضْلُ اللَّهِ يُؤْتِيهِ مَنْ يَشَاءُ وَاللَّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ (المائدة: 54).
Hai orang-orang yang beriman, barangsiapa di antara kamu yang murtad dari agamanya, maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Allah mencintai mereka dan merekapun mencintaiNya, yang bersikap lemah lembut terhadap orang yang mukmin, yang bersikap keras terhadap orang-orang kafir, yang berjihad dijalan Allah, dan yang tidak takut kepada celaan orang yang suka mencela. Itulah karunia Allah, diberikan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya, dan Allah Maha Luas (pemberian-Nya), lagi Maha Mengetahui.
و قال الشاعر : أهل الحديث همُ أهل النبيِّ و إنلم يصحبوا نفسه. أنفاسه صَحِبوا
Seorang penyair berkata, “Ahli hadits itu, mereka ahli (keluarga) Nabi, sekalipun mereka tidak bergaul dengan Nabi, tetapi jiwa/Nafas mereka bergaul dengannya.
8. الفرقة الناجية : تحترم الأئمة المجتهدين ، ولا تتعصب لواحد منهم
Golongan Yang Selamat menghormati para imam mujtahidin, tidak fanatik terhadap salah seorang di antara mereka.
، بل تأخذ الفقه من القرآن و الأحاديث الصحيحة ، و من أقوالهم جميعا إذا وافق الحديث الصحيح ،
Tapi Golongan Yang Selamat mengambil fiqh (pemahaman hukum-hukum Islam) dari
Al-Qur’an dan hadits-hadits yang shahih serta Mengambil pendapat-pendapat imam mujtahidin yang sejalan dengan hadits shahih.
و هذا موافق لكلامهم ، حيث أوصوا أتباعهم أن يأخذوا بالحديث الصحيح ، و يتركوا كل قول يخالفه.
Hal ini sesuai dengan wasiat mereka, yang menganjurkan agar para pengikutnya mengambil hadits shahih, dan meninggalkan setiap pendapat yang bertentangan dengannya.
9. الفرقة الناجية تأمر بالمعروف، و تنهى عن المنكر، فهي تنكر الطُرق المبتدعة و الأحزاب الهدامة التي فرقت الأمة ، و ابتدعت في الدين و ابتعدت عن سنة الرسول صلى الله عليه و سلم و أصحابه .
Golongan Yang Selamat menyeru kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang mungkar.
Mereka melarang segala jalan bid’ah dan sekte-sekte yang menghancurkan serta memecah belah umat. Baik bid’ah dalam hal agama maupun dalam menjauhkan dari sunnah Rasul dan para sahabatnya
10. الفرقة الناجية تدعو المسلمين أن يكونوا من المتمسكين بسنة الرسول صلى الله عليه و سلم و أصحابه
Golongan Yang Selamat mengajak seluruh umat Islam agar berpegang teguh kepada sunnah Rasul dan para sahabatnya.
حتى يكتب لهم النصر ، و حتى يدخلوا الجنة بفضل الله و شفاعة رسوله صلى الله عليه و سلم (بإذنه عز و جل).
Sehingga mereka mendapatkan pertolongan dan masuk Surga atas anugerah Allah dan syafa’at Rasulullah dengan izin Allah.
11. الفرقة الناجية : تنكر القوانين الوضعية التي هي من وَضع البشر ، لمخالفتها حكم الإسلام
Golongan Yang Selamat mengingkari peraturan perundang-undangan yang dibuat oleh manusia, Kenapa? karena undang-undang tersebut bertentangan dengan ajaran Islam.
، و تدعو إلى تحكيم كتاب الله الذي أنزله الله لسعادة البشر في الدنيا و الآخرة
Golongan Yang Selamat mengajak
manusia berhukum kepada Kitabullah yang diturunkan Allah untuk kebahagiaan manusia di dunia dan di akhirat.
، و هو أعلم سبحانهو تعالى بما يصلح لهم ، و هو ثابت لا تتبدل أحكامه على مدى الأيام ، و لا يتطور حسب الزمان
Dan Allah Maha Mengetahui sesuatu yang lebih baik/manfaat bagi mereka. Hukum-hukumNya abadi sepanjang masa, cocok dan relevan bagi penghuni bumi sepanjang zaman.
، و إن سبب شقاء العالم عامة و العالم الإسلامي خاصة و ما يلاقيه من متاعب و ذل و هوان – هو تركه الحكم لكتاب الله و سنة رسوله صلى الله عليه و سلم ،)
Sungguh, sebab kesengsaraan dunia, dan mundurnya khususnya dunia Islam dan yang menimpa mereka dari perkara yang mencapekkan seperti kemrosotan umat, adalah karena mereka meninggalkan hukum-hukum Kitabullah dan sunnah Rasulullah.
و لا عِزّ للمسلمين إلا بالرجوع إلى تعاليم الإسلام أفرادا و جماعات، و حكومات، عملا بقوله تعالى:
“إن الله لا يُغيّرُ ما بقوم حتى يُغيّروا ما بأنفسهم” (سورة الرعد
Umat Islam tidak akan jaya dan mulia kecuali dengan kembali kepada ajaran-ajaran Islam, baik secara pribadi, kelompok maupun secara pemerintahan. Kembali kepada hukum-hukum Kitabullah, sebagai realisasi dari firmanNya:”Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri.” (Ar-Ra’ad: 11)
12. الفرقة الناجية : تدعو المسلمين جميعا. إلى الجهاد في سبيل الله و هو واجب على كل مسلم . حسب طاقته و استطاعته، و يكون الجهاد بما يلي :
Golongan Yang Selamat mengajak seluruh umat Islam berjihad di jalan Allah.
Jihad adalah wajib bagi setiap Muslim sesuai dengan kekuatan dan kemampuannya. Jihad dapat dilakukan dengan:
1. الجهاد باللسان و القلم : بدعوة المسلمين و غيرهم إلى التمسك بالإسلام الصحيح
Pertama, jihad dengan lisan dan tulisan: Mengajak umat Islam dan umat lainnya agar berpegang teguh dengan ajaran Islam yang shahih,
، و التوحيد الخالي من الشرك الذي انتشر في كثير من البلاد الإسلامية ، و الذي أخبر عنه الرسول صلى الله عليه و سلم بأنه سيقع بين المسلمين فقال :
Dan Bertauhid yang murni(Kosong) dan bersih dari syirik yang ternyata banyak terdapat di negara-negara Islam. Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam telah memberitakan tentang hal yang akan menimpa umat Islam ini. Beliau bersabda:
“لا تقوم الساعة حتى تلحق قبائل من أمتي
بالمشركين ، و حتى تعبد قبائل من أمتي الأوثان” (صحيح رواه أبو داود وورد معناه في مسلم)
“Hari Kiamat belum akan tiba, sehingga Qobilah – Qobilah dari umatku mengikuti orang-orang musyrik sehingga kelompok-kelompok dari umatku menyembah berhala-berhala.” (Ha-dits shahih , riwayat Abu Daud, hadits yang semakna ada dalam riwayat Muslim)
2.الجهاد بالمال : و يكون بالإنفاق على نشر الإسلام ، و طبع الكتب الداعية إليه على الوجه الصحيح ، و يكون بتوزيع المال على المؤلفة قلوبهم من ضعفاء المسلمين لتثبيتهم ، و يكون بتصنيع و شراء الأسلحة ، و المعدات للمجاهدين ، و ما يلزمهم من طعام و كساء و غير ذلك .
Kedua, jihad dengan harta: Menginfakkan harta buat penyebaran dan peluasan ajaran Islam, mencetak Kitab Kitab dakwah ke jalan yang benar, memberikan santunan kepada umat Islam yang masih lemah iman agar tetap memeluk agama Islam, memproduksi dan membeli senjata-senjata dan peralatan perang, memberikan bekal kepada para mujahidin, baik berupa ma-kanan, pakaian atau keperluan lain selain dari itu.
3. الجهاد بالنفس : و يكون بالقتال و الاشتراك في الكعارك لنصرة الاسلام ، و لتكون كلمة الله هي العليا ، و كلمة الذين كفروا هي السفلى
Ketiga , jihad dengan jiwa:Bertempur dan ikut berpartisipasi di medan peperangan untuk kemenangan Islam. Agar kalimat Allah ( Laa ilaaha illallah) tetap jaya(tinggi) sedang kalimat orang-orang kafir (syirik) menjadi hina/rendah.
و قد أشار الرسول الكريم إلى هذه الأنواع فقال : “جاهدوا المشركين بأموالكم و أنفسكم و ألسنتكم ” (صحيح رواه أبو داود)
Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam Yang Mulia mengisyaratkan dalam sabdanya:
“Perangilah orang-orang musyrik itu dengan harta, jiwa dan lisanmu.” (HR. Abu Daud, hadits shahih)
و حكم الجهاد في سبيل الله على أنواع :
Adapun hukum jihad di jalan Allah adalah:
1. فرض عين : و يكون ضد العدو المهاجم لبعض بلاد المسلمين كفلسطين التي اغتصبها اليهود المجرمون ، فالمسلمون المستطيعون آثمون حتى يُخرجوا اليهود منها ، و يُعيدوا المسجد الأقصى للمسلمين بما يستطيعون من المال أو النفس .
Pertama , fardhu ‘ain : Berupa perlawanan terhadap musuh-musuh yang melakukan agresi ke beberapa negara Islam wajib dihalau. Agresor-Agresor Yahudi misalnya, yang merampas tanah umat Islam di Palestina. Umat Islam yang memiliki kemampuan dan kekuatan jika berpangku tangan ikut berdosa, sampai orang-orang Yahudi terkutuk itu enyah dari wilayah Palestina. Mereka harus berupaya mengembalikan Masjidil Aqsha ke pangkuan umat Islam dengan kemampuan yang ada, baik dengan harta maupun jiwa.
2. فرض كفاية : إذا قام به بعض المسلمين سقط عن الباقين ، و يكون في تبليغ و نقل الدعوة الإسلامية إلى سائر البلاد حتى يحكمها في الإسلام . و من وقف في طريقها قوتل حتى تسير الدعوة في طريقها.
Kedua, fardhu kifayah: Jika sebagian umat Islam telah ada yang melakukannya maka sebagian yang lain kewajibannya menjadi gugur. Seperti dakwah mengembangkan misi Islam ke negara-negara lain, sehingga berlaku hukum-hukum Islam di segenap penjuru dunia. Barangsiapa menghalangi jalan dakwah ini, ia harus diperangi, sehingga dakwah Islam dapat berjalan lancar.
Allohu A’lam Bishowab.
Abu Amina Alanshariy
Dikutip Dari Kitab Alfirqotun An Najiyah Karya  As Syeikh Muhamad bin Zamil Zaenu

Ditulis dalam Akidah,Manhaj,Tauhid | Leave a Comment »

Ahlussunnah Wal Jama’ah, Siapakah Mereka?

Ditulis oleh abuamincepu di/pada Juli 3, 2009

Oleh
Al-Ustadz Dzulqarnain bin Muhammad Sunusi
Mengetahui siapa Ahlus Sunnah Wal Jama’ah adalah perkara yang sangat penting dan salah satu bekal yang harus ada pada setiap muslim yang menghendaki kebenaran sehingga dalam perjalanannya di muka bumi ia berada di atas pijakan yang benar dan jalan yang lurus dalam menyembah Allah Subhanahu wata’ala sesuai dengan tuntunan syariat yang hakiki yang dibawa oleh Rasulullah shalallahu ‘alai wassallam empat belas abad yang lalu.
 Pengenalan akan siapa sebenarnya Ahlus Sunnah Wal Jama’ah telah ditekankan sejak jauh-jauh hari oleh Rasulullah r kepada para sahabatnya ketika beliau berkata kepada mereka :
 افْتَرَقَتِ الْيَهُوْدُ عَلَى إِحْدَى وَسَبْعِيْنَ فِرْقَةً وَافْتَرَقَتِ النَّصَارَى عَلَى ثِنْتَيْنِ وَسَبْعِيْنَ فِرْقَةً وَإِنَّ أُمَّتِيْ سَتَفْتَرِقُ عَلَى ثَلاَثِ وَسَبْعِيْنَ فِرْقَةً كُلُّهَا فِي النَّارِ إِلاَّ وَاحِدَةً وَهِيَ الْجَمَاعَةُ
 
“Telah terpecah orang–orang Yahudi menjadi tujuh puluh satu firqoh (golongan) dan telah terpecah orang-orang Nashoro menjadi tujuh puluh dua firqoh dan sesungguhnya umatku akan terpecah menjadi tujuh puluh tiga firqoh semuanya dalam neraka kecuali satu dan ia adalah Al-Jama’ah”. Hadits shohih dishohihkan oleh oleh Syaikh Al-Albany dalam Dzilalil Jannah dan Syaikh Muqbil dalam Ash-Shohih Al-Musnad Mimma Laisa Fi Ash-Shohihain -rahimahumullahu-.
 Demikianlah umat ini akan terpecah, dan kebenaran sabda beliau telah kita saksikan pada zaman ini yang mana hal tersebut merupakan suatu ketentuan yang telah ditakdirkan oleh Allah I Yang Maha Kuasa dan merupakan kehendak-Nya yang harus terlaksana dan Allah I Maha Mempunyai Hikmah dibelakang hal tersebut.
 Syaikh Sholeh bin Fauzan Al-Fauzan -hafidzahullahu- menjelaskan hikmah terjadinya perpecahan dan perselisihan tersebut dalam kitab Lumhatun ‘Anil Firaq cet. Darus Salaf hal.23-24 beliau berkata : “(Perpecahan dan perselisihan-ed.) merupakan hikmah dari Allah I guna menguji hamba-hambaNya hingga nampaklah siapa yang mencari kebenaran dan siapa yang lebih mementingkan hawa nafsu dan sikap fanatisme.
 
Allah  berfirman :
ألم أَحَسِبَ النَّاسُ أَنْ يُتْرَكُوا أَنْ يَقُوْلُوْا آمَنَّا وَهُمْ لاَ يُفْتَنُون وَلَقَدْ فَتَنَّا الَّذِينَ مِنْ قَبْلِهِمْ فَلَيَعْلَمَنَّ اللَّهُ الَّذِينَ صَدَقُوا وَلَيَعْلَمَنَّ الْكَاذِبِين َ(العنكبوت 1-3) 
 
“Alif laam miim. Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (begitu saja) mengatakan : “Kami telah beriman”, sedang mereka tidak diuji lagi? Sesungguhnya Kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka, maka sungguh Allah Maha Mengetahui orang-orang yang benar dan sungguh Dia Maha Mengetahui orang-orang yang dusta”. (QS. Al-‘Ankabut : 29 / 1-3).
 
Dan Allah  berfirman  :
وَلَوْ شَاءَ رَبُّكَ لَجَعَلَ النَّاسَ أُمَّةً وَاحِدَةً وَلاَ يَزَالُونَ مُخْتَلِفِينَ إِلاَّ مَنْ رَحِمَ رَبُّكَ وَلِذَلِكَ خَلَقَهُمْ وَتَمَّتْ كَلِمَةُ رَبِّكَ لَأَمْلَأَنَّ جَهَنَّمَ مِنَ الْجِنَّةِ وَالنَّاسِ أَجْمَعِينَ  (هود : 118-119)
“Jikalau Tuhanmu menghendaki, tentu Dia menjadikan manusia umat yang satu, tetapi mereka senantiasa berselisih pendapat, kecuali orang-orang yang diberi rahmat oleh Tuhanmu. Dan untuk itulah Allah menciptakan mereka. Kalimat Tuhanmu (keputusan-Nya) telah ditetapkan : “Sesungguhnya Aku akan memenuhi Neraka Jahannam dengan jin dan manusia (yang durhaka) semuanya”. (QS. Hud : 10 / 118-119)
وَلَوْ شَاءَ اللَّهُ لَجَمَعَهُمْ عَلَى الْهُدَى فَلاَ تَكُونَنَّ مِنَ الْجَاهِلِينَ (اللأنعام : 35)
“Dan kalau Allah menghendaki tentu saja Allah menjadikan mereka semua dalam petunjuk, sebab itu janganlah kamu sekali-kali termasuk orang-orang yang jahil”. (QS. Al-‘An’am : 6 / 35).”
 
Dan Allah ’Azza wa Jalla Maha Bijaksana dan Maha Merahmati hambaNya. Jalan kebenaran telah dijelaskan dengan sejelas-jelasnya sebagaimana dalam sabda Rasululullah r :
 
قَدْْ تَرَكْتُكُمْ عَلَى الْمَحَجَّةِ الْبَيْضَاءِ لَيْلِهَا كَنَهَارِهَا لاَ يَزِيْغُ عَنْهَا بَعْدِيْ إِلاَّ هَالِكٌ
 
“Sungguh saya telah meninggalkan kalian di atas petunjuk yang sangat terang malamnya seperti waktu siangnya tidaklah menyimpang darinya setelahku kecuali orang yang binasa”. Hadits Shohih dishohihkan oleh Syaikh Al-Albany dalam Dzilalul Jannah.
 
Dan dalam hadits ‘Abdullah bin Mas’ud -radhiyallahu ‘anhu-  :
 
خَطَّ لَنَا رَسُوْلُ اللهِ  صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَآلِهِ وَسَلَّمَ    يَوْمًا خَطًّا ثُمَّ قَالَ هَذَا سَبِيْلُ اللهِ ثُمَّ خَطَّ خُطُوْطًا عَنْ يَمِيْنِهِ وَعَنْ شِمَالِهِ ثُمَّ قَالَ هَذِهِ سُبُلٌ عَلَى كُلِّ سَبِيْلٍ مِنْهَا شَيْطَانٌ يَدْعُوْ إِلَيْهِ ثُمَّ تَلاَ ] وَأَنَّ هَذَا صِرَاطِيْ مُسْتَقِيْمًا فَاتَّبِعُوْهُ وَلاَ تَتَّبِعُوْا السُّبُلَ فَتَفَرَّقَ بِكُمْ عَنْ سَبِيْلِهِ      [
 
“Pada suatu hari Rasulullah r menggaris di depan kami satu garisan lalu beliau berkata : “Ini adalah jalan Allah”. Kemudian beliau menggaris beberapa garis di sebelah kanan dan kirinya lalu beliau berkata : “Ini adalah jalan-jalan, yang di atas setiap jalan ada syaithon menyeru kepadanya”. Kemudian beliau membaca (ayat) : “Dan sesungguhnya ini adalah jalanKu maka ikutilah jalan itu dan jangan kalian mengikuti jalan-jalan (yang lain) maka kalian akan terpecah dari jalanNya”.
Dikutip Dari:http://an-nashihah.com/index.php?mod=article&cat=Manhaj&article=63

Ditulis dalam Akidah,Manhaj,Tauhid | 5 Komentar »

Apa Itu Salafi Dan Siapakah Tokohnya?

Ditulis oleh abuamincepu di/pada April 22, 2009

Oleh : Syaikh Ahmad bin Yahya An Najmi
Salafiy adalah nisbah kepada salaf.
Salaf sendiri artinya adalah para sahabat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan para pengikut mereka (tabi’in) dengan baik dari penghuni tiga kurun yang dimuliakan dan yang setelah mereka, inilah yang disebut dengan salafiy. Bernisbah kepadanya artinya bernisbah kepada apa yang dipegangi oleh para sahabat Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam dan kepada jalan ahlul hadits.
Dan ahlil hadits adalah para pengikut manhaj salafiy yang berjalan di atasnya.
 Maka salafiy adalah sebuah aqidah dalam masalah nama-nama Allah dan sifat-sifat-Nya. Juga sebuah aqidah dalam masalah qadr, aqidah dalam masalah sahabat, dan seterusnya. Maka para salaf beriman kepada Allah dan dengan nama-narna-Nya yang indah dan sifat-sifat-Nya yang tinggi yang Allah sendiri sifatkan diri-Nya dengannya dan yang disifatkan oleh Rasul-Nya shallallahu ‘alaihi wa sallam.
Mereka (para salaf) beriman kepadaNya menurut bentuk yang sesuai dengan kemuliaan Allah tanpa melakukan tahrif (merubah kata hingga merubah makna), tamsil (memisalkan Allah dengan makhluk), tasybih (menyerupakan Allah dengan makhluk), ta’thil (meniadakan sifat bagi Allah atau menyatakan Allah tidak memiliki sifat apapun) dan ta’wil (mengartikan dengan salah, seperti misal; tangan Allah diartikan kekuasaan Allah. Ini salah. TanganAllah diartikan juga dengan tangan Allah. Tapi tidak boleh menyerupakannya dengan tangan makhluk-red).
Mereka para salaf juga beriman kepada qadr baiknya dan buruknya. Dan tidak sempurna iman seseorang hingga dia beriman dengan qadr yang Allah taqdirkan atas para hamba-Nya. Allah berfirman: “Sesungguhnya segala sesuatu Kami ciptakan dengan qadrnya” (Al Qamar: 49)
Adapun dalam masalah sahabat, maknanya adalah beriman bahwa para sahabat Rasulullah shallallahu `alaihi wa sallam wajib kita ridho kepada mereka dan meyakini bahwa mereka adalah orang yang adil. Mereka adalah sebaik-baik ummat dan sebaik-baik kurun. Dan meyakini bahwa mereka semua baik. ini berbeda dengan keyakinan syi’ah dan khawarij yang mengkafirkan para sahabat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan tidak menghormati mereka.
Adapun dalam salafiy tidak ada tokoh selain Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah pemimpin kelompok ini dan panutan mereka. Dan juga para sahabat adalah panutan mereka. Dasar hal ini adalah sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam:
و قال صلى الله عليه و سلم : “ألا و إن من قبلكم من أهل الكتاب افترقوا على ثنتين و سبعين ملة  ، و إن هذه الملة ستفترق على ثلاثِ و سبعين : ثنتان و سبعون في النار ، وواحدة في الجنة، و هي الجماعة” (رواه أحمد و غيره و حسنه الحافظ)
“Telah terpecah orang-orang yahudi menjadi tujuhpuluh satu golongan dan terpecah orang nashara menjadi tujuh puluh dua golongan. Dan akan terpecah ummatku menjadi tujuh puluh tiga golongan. Semuanya dalam neraka, kecuali satu golongan. Para sahabat bertanya: Siapakah mereka, wahai Rasulullah? Beliau berkata: Mereka adalah orang yang berdiri diatas apa yang aku dan para sahabatku berdiri diatasnya.” (HR Abu Daud and dishahihkan syaikh Al Albani dalam shohih Sunan Abu Daud 3/115)
Dan juga beliau besabda dalam hadits yang diriwayatkan oleh Irbadh bin Sariyah radhiyallahu ‘anhu yang menerangkan tentang khuthbah beliau yang padanya beliau berwasiat untuk bertaqwa kepada Allah,
maka beliau berkata:
 
 و قال صلى الله عليه و سلم : “أوصيكم بتقوى الله عز و جل و السمع و الطاعة و إن تأمر عليكم عبدٌ حبشيٌ، فإنه من يعش منكم فسيرى اختلافا كثيرا ، فعليكم بسنتي و سنة الخلفاء الراشدين المهديين تمسكوا بها و عضوا عليها بالنواجذ ، و إياكم و محدثات الأمور ، فإن كل محدثة بدعة ، و كل بدعة ضلالة ، و كل ضلالة في النار” (رواه النسائي و الترمذي و قال حديث حسن صحيح)
 
 Aku wasiatkan kaitan untuk bertaqwa kepada Allah, mendengar dan taat, walau yang memimpin kalian adalah budak dar-i Habsyi.” Kemudian beliau menyuruh untuk berittiba’ kepada sunnahnya dan sunnah para khatifahnya yang rasyid dan mendapat hidayah. Beliau katakan: “Gigitlah dia dengan gigi geraham kalian. Dan hati-hatilah kalian dari perkara-perkara yang baru dalam agama, karena setiap perkara yang baru adalah bid’ah dan setiap kebid’han adalah sesat.” (HR Turmudzi dan dishohihkan syaikh Al Albani datam shohih sunan Turmudzi no.2830).

Ditulis dalam Akidah,Manhaj,Tauhid | 2 Komentar »

BIMBINGAN ISLAM UNTUK PRIBADI DAN MASYARAKAT

Ditulis oleh abuamincepu di/pada Mei 2, 2008

 
 
 
Oleh :
Asyeikh Muhamad Jamil Zainu
 
 
Diterjemahkan oleh
DR Abddul Muhith Abdul Fattah
Ali Musthofa Ya’qub
Aman Nadzir Sholeh
 
Murojaah
Muh.Mu’inudinillah basri
Munir Fuadi Ridhwan
  
 
 
Daftar isi …………………………………………………………………..
Kata Pengantar ……………………………………………………………
Pendahuluan ………………………………………………………………
Ciri-ciri yang dominan dalam Islam ………………………………….
Islam adalah peraturan hidup yang sempurna …………………..
Rukun Islam dan Iman …………………………………………………
Do’a adalah ibadah ………………………………………………………
Dimana Allah ………………………………….………………………….
Allah di atas Arsy ………………………………………………………..
Hal-hal yang membatalkan Islam Jangan percaya
Kepada peramal ………………………………………………………….
Jangan bersumpah dengan selain Allah ……………………………
Jangan beralasan dengan takdir ……………………………………..
Keutamaan shalat dan peringatan agar tidak
meninggalkannya …………………………………………………………
Belajarlah wudhu dan shalat ………………………………………….
Daftar bilangan rakaat shalat ………………………………………….
Hadits-hadits tentang shalat …………………………………………..
Wajibnya shalat juma’at dan berjamaah ……………………………
Keutamaan shalat Jum’at dan berjamaah …………………………
Adab dan tata cara shalat Jum’at ……………………………………
Tata cara shalat mayit  …………………………………………………
Nasihat tentang kematian ……………………………………………..
Shalat Ied di mushalla ………………………………………………….
Berkurban pada waktu idul adha ……………………………………
Shalat Istisqa’ (meminta hujan) ……………………………………
Shalat gerhana Matahari dan Bulan ……………………………..
Awas jangan lewat di depan orang sedang shalat …………….
Puasa dan beberapa faedahnya …………………………………..
Kewajiban anda pada bulan Ramadhan ………………………..
Keutamaan Haji dan Umrah ………………………………………
Pekerjaan dalam umrah ……………………………………………
Pekerjaan dalam haji ………………………………………………..
Tatakrama haji dan Umrah …………………………………………
Sopan santun di masjid Nabawi ……………………………………
Di antara Akhlak Rasululloh r ……………………………………
Sopan santun dan kerendahan hati Rasululloh r …………
Da’wah dan Jihad Rasululloh r ……………………………….
Cinta dan mengikuti Rasululloh r ……………………………
Di antara wasiat Rasululloh r ………………………………….
Bagaimana mendidik anak-anak kita? ……………………….
Mengerjakan shalat …………………………………………………
Memperingatkan untuk menjauhi larangan …………………
Tutup aurat dan hijab ……………………………………………
Akhlak dan sopan santun ………………………………………..
Jihad dan keberanian …………………………………………….
Berbakti kepada orang tua ………………………………………
Jauhilah dosa-dosa besar ……………………………………….
Macam-macam dosa besar ………………………………………..
Syarat diterimanya taubat ………………………………………….
Ikutilah sunnah Rasul dan jangan melakukan bid’ah ……….
Macam-macam bid’ah ………………………………………………..
Ucapan“Shadaqallaahul ‘adhim” …………………………………..
Mengajak kebaikan dan mencegah kemungkaran ……………
Macam-macam ajakan kepada kebaikan ………………………..
Syarat-syarat penyeru kebaikan …………………………………..
Bebarapa macam kemungkaran ………………………………….
Jihad di jalan Allah ……………………………………………………
Di antara sebab-sebab kemenangan ………………………………
Wasiat setiap muslim menurut agama …………………………….
Hal-hal yang dilarang menurut agama ……………………………..
Memelihara  jenggot adalah wajib …………………………………..
Hukum nyanyian dan musik dalam Islam ……………………….
Bahaya nyanyian dan musik ………………………………………..
Hakekat menusuk diri dengan besi ………………………………..
Nyanyian pada masa kini ………………………………………………
Fitnah terhadap wanita karena suara  yang bagus ……………
Hindarilah bersiul dan bertepuk tangan ……………………….
Nyanyian  menimbulkan kemunafikan  ………………………..
Obat untuk  mnghindari nyanyian dan musik …………………
Nyanyian yang diperbolehkan ………………………………………
Hukum gambar dan patung dalam Islam ………………………..
Bahaya gambar dan patung ………………………………………..
Apakah hukumnya gambar seperti patung …………………….
Gambar dan patung yang diperbolehkan ………………………..
Apakah menghisap rokok itu haram? ………………………
Para mujtahid berpegang pada hadits ……………………..
Beberapa pendapat Imam Mazhab tentang hadits ………..
Camkanlah hadits-hadits berikut ini …………………………
Kerjakan apa yang diajarkan Rasululloh r Kepadamu…..
Jadilah kamu sekalian hamba Allah yang bersaudara …..
Hadits-hadits Nabi r tentang orang Islam …………………..
Islam mengangkat derajat wanita ………………………………
Sebagian pendapat para orientalis tentang Islam ………….
Kisah masuk Islamnya seorang Amerika …………………….
Gadis Amerika memeluk agama Islam ………………………..
Pernyataan seorang  mantan penyanyi internasional setelah masuk Islam ………………………………………………………..
Do’a-do’a ……………………………………………………………..
-do’a masuk pasar …………………………………………………….
-do’a istikharah ………………………………………………………
-Do’a untuk menyembuhkan penyakit ………………………….
-Do’a bepergian dan naik kendaraan ……………………………
-Do’a Mustajab ……………………………………………………….
-Do’a orang yang kehilangan ……………………………………….
-Do’a dari Al-Qur’anul Karim ………………………………………
-Ilahi hanya Engkaulah Yang Maha Penolong ………………….
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
بسم الله الرحمن الرحيم
KATA PENGANTAR
             
-          Tulisan ini dipersembahkan bertujuan untuk memperbaiki pribadi setiap muslim sehingga bisa melaksanakan Islam dengan sebaik-baiknya dan ia akan menjadi muslim yang bertaqwa kepada Allah I.
-          Perbaikan yang dimaksud adalah sesuai dengan apa yang diterangkan di dalam Al-Qur’an dan As-Sunah sebagaimana yang difahami oleh para salaf (orang-orang terdahulu) yang sholihin.
-          Para sahabat telah menjalankan Islam dengan sebaik-baiknya, maka mereka menjadi pemimpin dan orang-orang terhormat di muka bumi ini. Sebab itu banyak orang yang keluar dari kekufuran menuju Islam dan beralih dari penyembahan hamba (manusia) kepada penyembahan Tuhannya hamba, Allah I.
-          Sesungguhnya Allah tidak akan merubah keadaan suatu kaum sehingga kaum itu  merubah apa yang ada pada diri mereka. (Qur’an, Ar-Ra’ad : 11)
-          Buku “BIMBINGAN ISLAM UNTUK PRRIBADI DAN MASYARAKAT” ini telah diterjemahkan dan dicetak ulang berkali-kali dalam berbagai bahasa dan disebarluaskan di berbagai negara : Saudi Arabia, Kuwait, Al-Jazair, Yordania, Mesir, libanon, India dan Pakistan, dan lain-lain.
-          Bacalah buku ini, bila anda sudah selesai membacanya pinjamkanlah kepada teman anda agar bermanfaat untuk semua.
-          Buku terjemahan terbitan kami ini telah mengalami penambahan dan penyempurnaan, sesuai dengan buku aslinya cetakan terbaru.
 
 
 
 
 
 
 
PENDAHULUAN
      Segala puji bagi Allah, kepadan-Nya kita memuji, memohon pertolongan dan ampunan. KepadaNya kita memohon perlindungan agar dijaga dari keburukan jiwa dan perbuatan. Orang yang memperoleh hidayah Allah tidak akan tersesat dan orang yang disesatkan Allah tidak ada orang yang dapat memberi petunjuk kepadanya.
      Saya bersaksi bahwa tidak ada Ilah yang berhak disembah selain Allah Yang Maha Esa dan tidak ada sekutu bagiNya. Dan saya besaksi bahwa Muhammad itu hamba Allah dan Rasul-Nya. Allah berfirman :
] يا أيها الذين آمنوا اتقوا الله حق تقاته ولا تموتن إلا وأنتم مسلمون [
“Wahai orang-orang yang beriman bertakwalah kepada Allah dengan takwa yang sebenarnya dan janganlah kamu mati kecuali dalam keadaan muslim.” (Ali-Imran : 102).
]يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُواْ رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُم مِّن نَّفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيرًا وَنِسَاء وَاتَّقُواْ اللّهَ الَّذِي تَسَاءلُونَ بِهِ وَالأَرْحَامَ إِنَّ اللّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا[ (1) سورة النساء
“Hai sekalian manusia, bertakwalah kepada Tuhanmu yang telah menciptakanmu dari seorang diri, dan dari padanya Allah menciptakan isterinya, dan dari keduanya Allah mengembangbiakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Dan bertakwalah kepada Allah yang (dengan namaNya) kamu saling meminta satu sama lain, dan peliharalah hubungan silaturrahmi. Sesungguhnya Allah senantiasa menjaga dan mengawasimu.” (An-Nisaa” : 1).
]يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا (70) يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَن يُطِعْ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا[ سورة الأحزاب
“Wahai  orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan berkatalah yang benar, niscaya Allah akan memperbaiki perbuatanmu serta mengampuni dosa-dosamu. Barangsiapa taat kepada Allah dan RasulNya maka ia beruntung dangan keuntungan yang agung.” (Ahzab : 70-71).
      Selanjutnya, bahwa perkataan yang paling benar adalah kitab Allah, sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Muhammad r seburuk-buruk masalah adalah masalah yang diada adakan . semua yang diada-adakan adalah bid’ah, semua yang bid’ah sesat dan semua yang sesat akan membawa ke neraka([1]).
      Maka uraian dalam kitab ini adalah pembahasan penting, ringkas dan menyangkut berbagai hal yang harus diketahui oleh setiap muslim. Tujuan tulisan ini adalah untuk memperbaiki tingkah polah manusia baik secara pribadi maupun masyarakat, insyaallah.
 
                                          Muhammad bin jamil Zainu
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
CIRI-CIRI YANG DOMINAN DALAM ISLAM
 
1.Islam adalah agama Tauhid, maka iman kepada pencipta alam merupakan kenyataan yang bisa diterima oleh setiap akal sehat. Pencipta itu ialah Allah yang hanya Dia saja yang berhak disembah. Oleh karena itu kalau memotong hewan atau nadzar harus ditujukan kepadaNya saja, terutama berdo’a. Rasululloh r bersabda :
الدعاء هو  العبادة. حديث حسن صحيح رواه الترمذي.
      “Do’a itu adalah ibadah.” (Hadits hasan shahih riwayat Turmudzi)
      oleh karena itu tidak boleh ibadah itu ditujukan kepada selain Allah.
 
2.Islam agama pemersatu dan bukan pemecah belah.
Islam mengajarkan agar beriman kepada semua utusan Allah yang diutusNya untuk memberikan petunjuk kepada semua manusia dan untuk mengatur kehidupannya dan beriman bahwa Rasululloh Muhammad r adalah penghabisan semua Rasul Allah, syari’atnya menggantikan semua syari’at yang sebelumnya. Beliau diutus kepada seantero manusia untuk menyelamatkan mereka dari kelaliman dan agama-agama palsu. Ditegaskan pula bahwa agama Islam selalu terpelihara kebenarannya.
 
3.Islam adalah agama yang mudah, jelas dan bisa dimengerti. Islam tidak mengakui takhayul dan kepercayaan yang merusak serta falsafah yang sulit, ia dapat diterapkan di segala tempat dan waktu.
4.Islam tidak memisahkan antara moril dan meteril.
Ia memandang kehidupan ini sebagai kesatuan yang meliputi keduanya. Ia tidak mengambil salah satunya dan meninggalkan yang lain.
5.Islam mengajarkan persamaan, persaudaraan sesama muslim. Ia anti terhadap semua yang bersifat perbedaan daerah dan tingkat sosial. Allah berfirman :
] إن أكرمكم عند الله أتقاكم [
“Sesungguhnya orang yang paling mulia pada sisi Allah di antaramu adalah yang paling takwa di antaramu.” (Al-Hujurat : 13).
6.Islam tidak mengajarkan kekuasaan pendeta yang memonopoli agama. Islam juga tidak mengenal pikiran yang sulit dibuktikan kebenarannya. Juga tidak mengenal apa yang disebut pembesar-pembesar agama yang dipuja. Setiap manusia bisa mempelajari Al-Qur’an dan  hadits Rasululloh r menurut faham orang-orang shaleh dahulu, kemudian mewarnai kehidupan masyarakat sesuai dengan Qur’an dan Hadits.
 
 
ISLAM ADALAH  PERATURAN HIDUP
YANG SEMPURNA
 
 
1.Islam  mengatur berbagai aspek kehidupan manusia baik di bidang ekonomi, politik, kebudayaan, sosial dan lain-lain. Juga menggariskan metode yang benar dan tepat untuk memecahkan kesulitan dalam bidang-bidang tersebut.
2.Islam berusaha mengatur kehidupan  manusia. Unsur pokok dalam hal ini adalah mengatur waktu. Islam merupakan satu-satunya ajaran yang paling kuat untuk dapat membahagiakan manusia di dunia dan akhirat.
3.Islam sebelum menjadi syari’at (peraturan Allah) adalah sebagai kepercayaan atau keyakinan (bahwa Allah adalah sembahan yang hak). Karena Rasul Allah memusatkan upayanya di Makkah terhadap hal tauhid, baru setelah hijrah ke Madinah, mendirikan negara dan menerapkan/mempraktekkan syari’at Islam.
4.Islam menganjurkan untuk mencari ilmu pengetahuan dan kemajuan ilmu yang bermanfaat. Pada abad pertengahan muncul tokoh-tokoh ilmu modern dan ilmu agama dari kalangan Islam seperti Al-Haitami, Al-Bairuni dan lain-lain.
5.Islam menghalkan harta yang diperoleh dengan cara yang halal yaitu yang tidak ada penindasan, penipuan serta mengutamakan harta yang halal itu hendaknya dimiliki oleh orang-orang shaleh, yang mau memberikan hartanya kepada orang kafir dan untuk perjuangan agar terealisir keadilan sosial di kalangan umat Islam.
Rasululloh r bersabda :
نعم المال الصالح للمرء الصالح . صحيح رواه أحمد.
“sebaik-baik harta ialah harta yang halal ntuk orang yang shaleh.” (riwayat Ahmad).
Ada orang yang mengatakan bahwa tidak mungkin harta itu dicari dengan cara  yang halal saja. Pendapat ini tidak benar dan tidak mempunyai dasar sama sekali.
 
6.Islam agama perjuangan dan mencari ketenangan hidup. Karenanya ia mewajibkan seorang muslim untuk mengorbankan harta dan jiwa untuk menegakkannya. Ia menghendaki agar manusia hidup tenang dalam naungan Islam dan lebih mementingkan urusan akhirat daripada dunia.
7.menghidupkan fikiran Islam yang bebas dalam batas-batas yang tidak bertentangan dengan norma-norma Islam seperti menghilangkan kebekuan berfikir dan membuang sisipan fikiran yang  menodai fikiran Islam yang murni dan menghalangi kemajuan umat Islam seperti masalah-masalah bid’ah, takhayul dan  hadits palsu.
 
 
RUKUN ISLAM
 
      Rasululloh r bersabda : “Islam itu didirikan di atas lima sendi yaitu :
1.Bersaksi bahwa tiada Tuhan yang hak selain Allah dan Muhammad adalah utusan Allah.
2.Mendirikan shalat (mengerjakannya dengan  memenuhi rukun dan kewajibannya serta dengan tenang dan khusyu’).
3.Membayar zakat : (wajib membayar zakat bila seorang muslim memiliki 85 gram emas atau uang yang senilai dengannya, yaitu membayar 2,5 % bila sudah sampai satu tahun. Adapun harta kekayaan selain uang, masing-masing mempunyai ketentuan sendiri).
4.Melakukan haji ke Baitullah (bagi yang mampu pergi ke sana).
5.Puasa pada bulan Romadhan (mencegah makan, minum dan bercampur suami isteri mulai fajar sampai terbenam matahari, dengan niat).
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
RUKUN IMAN
 
1.Beriman kepada Allah. Yaitu dengan  mempercayai bahwa Allah itu ada dan Maha Esa baik dalam kekuasaaNya maupun dalam hal ibadah kepadaNya, dalam sifat dan hukumNya.
2.Beriman kepada para Malaikat sebagai makhluk yang diciptakan dari nur (cahaya) untuk malaksanakan perintah Allah.
3.Beriman kepada kitab-kitab Allah. Yaitu Taurat, Injil, Zabur, dan Al-Qur’an. Dan yang paling  utama adalah Al-Qur’an.
4.Beriman kepada para Rasul Allah. Yang pertama Nuh u sampai yang terahir Muhammad r.
5.Beriman kepada hari akhir, yaitu hari kiamat sebagai hari pemeriksaan terhadap amal-amal manusia.
6.Beriman kepada takdir Allah. Takdir yang baik maupun yang buruk dengan keharusan melakukan uasaha dan ridha terhadap hasil yang diperolehnya.
 
 
DO’A ADALAH IBADAH
 
      Hadits shahih yang diriwayatkan oleh Turmudzi menunjukkan bahwa do’a merupakan jenis ibadah yang paling  penting. Karena shalat tidak boleh ditujukan kepada Rasul atau wali. Demikian pula do’a.
1.Orang yang mengatakan “ya Rasululloh” atau “Hai orang yang ghaib, berilah aku pertolongan dan anugrah”, berarti berdo’a kepada selain Allah, meskipun niatrnya bahwa yang memberi pertolongan itu Allah.
Demikian pula orang yang berkata,”saya shalat untuk Rasul atau wali” meskipun dalam hatinya untuk Allah, shalat seperti itu tidak akan diterima, karena ucapannya berlawanan dengan  hatinya. Ucapan harus sesuai dengan niat dan keyakinan. Bila tidak demikian maka perbuatannya termasuk syirik yang tidak diampuni selain dengan taubat.
2.Apabila ia mengatakan yang diniatkan adalah Nabi atau wali itu sebagai perantara kepada Allah, seperti menghadap raja, perlu seorang perantara maka yang demikian itu merupakan menyamakan (tasybih) Allah dengan makhluk yang dhalim. Tasybih seperti itu akan menyeretnya kepada kekufuran. Padahal Allah telah berfirman yang menyatakan kesuciannya daripada penyamaan dengan makhlukNya baik dalam dzat, sifat maupun titahNya.
Firmannya :
] ليس كمثله شيء وهو السميع البصير [
“Tidak ada sesuatu pun yang serupa dengan Dia, dan Dialah yang Maha Mendengar lagi Maha Melihat.” (As-Syura : 11).
3.Orang-orang musyrik pada zaman Nabi r meyakini bahwa Allah pencipta dan pemberi rizki, tetapi mereka berdo’a kepada wali-wali (pelindung) mereka yang berwujud patung.
Mereka beranggapan bahwa patung-patung itu menjadi perantara yang dapat mendekatkan mereka kepada Allah. Ternyata Allah tidak mentolerir perbuatan mereka itu bahkan mengkafirkan mereka dengan firmanNya :
] وَالَّذِينَ اتَّخَذُوا مِن دُونِهِ أَوْلِيَاء مَا نَعْبُدُهُمْ إِلَّا لِيُقَرِّبُونَا إِلَى اللَّهِ زُلْفَى إِنَّ اللَّهَ يَحْكُمُ بَيْنَهُمْ فِي مَا هُمْ فِيهِ يَخْتَلِفُونَ إِنَّ اللَّهَ لَا يَهْدِي مَنْ هُوَ كَاذِبٌ كَفَّارٌ[ (3) سورة الزمر
“Dan orang-orang yang mengambil pelindung selain Allah berkata: kami tidak menyembah mereka kecuali hanya agar mereka dapat mendekatkan diri kami kepada Allah sedekat-dekatnya. Sesungguhnya Allah akan memutuskan di antara mereka tentang apa yang mereka perselisihkan. Sungguh Allah tidak memberikan petunjuk kepda orang-orang yang dusta dan sangat ingkar.” (Az-Zumar ; 3).
     
Allah itu dekat dan mendengar, tidak perlu perantara. Firmannya :
] وإذا سألك عبادي فإني قريب [
“Apabila hambaKu bertanya kepadamu tentang diriKu,  maka sesungguhnyaAku dekat.” (Al-Baqarah : 186).
 
4.ang-orang musyrik apabila berada dalam bahaya berdo’a hanya kepada Allah saja, tetapi setelah selamat dari bahaya mereka berdo’a kepada pelindung-pelindungnya berupa patung-patung, sehingga Allah menyebut mereka sebagai orang kafir.
Firmannya :
] وَجَاءهُمُ الْمَوْجُ مِن كُلِّ مَكَانٍ وَظَنُّواْ أَنَّهُمْ أُحِيطَ بِهِمْ دَعَوُاْ اللّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ لَئِنْ أَنجَيْتَنَا مِنْ هَذِهِ لَنَكُونَنِّ مِنَ الشَّاكِرِينَ[ (22) سورة يونس
“Dan apabila gelombang dari segenap penjuru menimpanya dan mereka yakin bahwa mereka dalam kepungan bahaya, mereka berdo’a kepada Allah dengan ikhlas semata-mata kepadanya. Mereka berkata :sesungguhnya jika Engkau menyelamatkan kami dari bahaya ini, pastilah kami akan termasuk orang-orang yang bersyukur.”(Yunus : 22).
 
Maka kenapa sejumlah orang Islam berdo’a kepada para rasul dan orang-orang shaleh (selain Allah). Mereka meminta pertolongan daripadanya, baik di waktu susah maupun gembira. Apakah mereka tidak membaca firman Allah :
]وَمَنْ أَضَلُّ مِمَّن يَدْعُو مِن دُونِ اللَّهِ مَن لَّا يَسْتَجِيبُ لَهُ إِلَى يَومِ الْقِيَامَةِ وَهُمْ عَن دُعَائِهِمْ غَافِلُونَ} (5)وَإِذَا حُشِرَ النَّاسُ كَانُوا لَهُمْ أَعْدَاء وَكَانُوا بِعِبَادَتِهِمْ كَافِرِينَ[ سورة الأحقاف
“Siapa gerangan yang lebih sesat daripada orang yang berdo’a kepada selain Allah, yaitu kepada orang yang tidak dapat memberikan pertolongan sampai hari kiamat, sedangkan mereka sendiri lalai akan do’a mereka. Dan apabila mereka dikumpulkan pada hari kiamat, niscaya sesembahan mereka akan menjadi musuh mereka dan mengingkari pemujaan mereka.” (Al-Ahqaf : 5-6).
 
5.Banyak orang yang menyangka bahwa kaum musyrikin yang disebut dalam Al-Qur’an itu adalah orang yang menyembah patung yang terbuat dari batu. Anggapan itu keliru, sebab patung-patung itu dahulunya adalah nama-nama orang shaleh. Imam Bukhari meriwayatkan dari Ibnu Abbas t mengenai firman Allah dalam surat Nuh :
] وَقَالُوا لَا تَذَرُنَّ آلِهَتَكُمْ وَلَا تَذَرُنَّ وَدًّا وَلَا سُوَاعًا وَلَا يَغُوثَ وَيَعُوقَ وَنَسْرًا[ (23) سورة نوح
“Dan mereka berkata : jangan sekali-kali kamu meninggalkan (penyembahan) tuhan-tuhanmu dan  jangan pula meninggalkan WADD, SUWA, YAGHUTS, YA’UQ dan NASR. (Nuh : 23).
 
Ibnu Abbas mengatakan bahwa nama-nama tersebut adalah nama-nama orang-orang shaleh umat nabi Nuh u. Setelah mereka mati, setan membisikkan kepada para pengikutnya agar di tempat duduk mereka, didirikan monumen-monumen yang diberi nama dengan nama mereka. Mereka melaksanakannya namun patung-patung itu belum sampai disembah. Setelah pembuat patung-patung itu mati dan generasi berikutnya tidak lagi mengetahui asal-usulnya, patung-patung itu ahirnya disembah.
 
6.Allah membantah orang-orang yang berdo’a kepada para Nabi dan wali:
]قُلِ ادْعُواْ الَّذِينَ زَعَمْتُم مِّن دُونِهِ فَلاَ يَمْلِكُونَ كَشْفَ الضُّرِّ عَنكُمْ وَلاَ تَحْوِيلاً (56) أُولَئِكَ الَّذِينَ يَدْعُونَ يَبْتَغُونَ إِلَى رَبِّهِمُ الْوَسِيلَةَ أَيُّهُمْ أَقْرَبُ وَيَرْجُونَ رَحْمَتَهُ وَيَخَافُونَ عَذَابَهُ إِنَّ عَذَابَ رَبِّكَ كَانَ مَحْذُورًا[سورة الإسراء
“Katakanlah, panggillah mereka yang kamu anggap tuhan selain Allah. Mereka tidak mempunyai kekuasaan untuk menolak bahaya daripadamu dan tidak pula memindahkannya. Orang-orang yang mereka seru itu sendiri justru mencari jalan kepada Tuhan mereka, siapa di antara mereka yang lebih dekat dengan Allah dan juga mengahrapkan rahmatNya serta takut akan Adzabnya. Sungguh adzab Tuhanmu itu sesuatu yang patut ditakuti.” (Al-isra’ : 56-57).
 
Imam ibnu Katsir menafsirkan bahwa ayat ini turun mengenai sekelompok manusia yang menyembah jin dan berdo’a kepadanya. Jin tersebut kemudian masuk Islam. Ada juga yang mengatakan bahwa ayat ini turun mengenai orang-orang yang berdo’a kepada Isa Al-Masih dan malaikat. Dari keterangan-keterangan di atas telah jelas bahwa ayat ini membantah dan mengingkari orang-orang yang berdo’a kepada selain Allah, meskipun kepada  Nabi atau wali.
 
7.Ada orang yang menyangka bahwa minta tolong (istighatsah) kepada selain Allah itu boleh dengan alasan bahwa yang memberi pertolongan sebanarnya adalah Allah, seperti istighatsah kepada Rasul dan wali-wali. Ini dikatakan boleh, seperti ada orang yang berkata : saya disembuhkan oleh obat dan dokter. Pendapat ini salah dan dibantah oleh firman Allah yang mengisahkan do’a Nabi Ibrahim u :
] الذين خلقني فهو يهدين. والذين هو يطعمني ويسقين. وإذا مرضت فهو يشفين [
“ Allah lah yang menciptakan aku maka  Dialah yang memberikan petunjuk kepadaku. Dialah yang memberi makan dan minum aku, dan apabila aku sakit Dialah yang  menyembuhkanku.” (Asy-syuaraa’ : 78-80).
 
Ayat ini menerangkan bahwa pemberi petunjuk, rezki dan kesembuhan adalah Allah saja bukan yang lain, sedangkan obat  hanyalah sebagai sebab saja dan tidak menyembuhkan.
 
8.Banyak orang yang tidak dapat membedakan antara istighatsah kepada orang hidup dan istighatsah kepada orang mati. Firman Allah :
] وما يستوي الأحياء ولا الأموات [
“Tidaklah sama orang yang hidup dengan orang yang mati.” (Fathir : 22).
] فاستغاثه الذي من شيعته على الذين من عدوه [
“Nabi Musa dimintaitolong oleh seorang dari golongannya untuk mengalahkan musuh orang itu.” (Al-Qashah : 15).
 
Ayat ini  menceritakan tentang seorang yang minta tolong kepada Musa agar melindunginya dari musuhnya dan Musa pun menolongnya:
] فوكزه موسى فقضى عليه [
“Dan Musa meninjunya sehingga matilah musuh itu.” (Al-Qashash : 15)
 
Adapun orang  mati tidak boleh kita meminta tolong kepadanya karena ia tidak dapat mendengar do’a kita. Andaikata mendengar pun ia tidak akan dapat memenuhi permintaan kita karena ia tidak dapat melakukannya. Firman Allah :
]إِن تَدْعُوهُمْ لَا يَسْمَعُوا دُعَاءكُمْ وَلَوْ سَمِعُوا مَا اسْتَجَابُوا لَكُمْ وَيَوْمَ الْقِيَامَةِ يَكْفُرُونَ بِشِرْكِكُمْ وَلَا يُنَبِّئُكَ مِثْلُ خَبِير[ٍ (14) سورة فاطر
“Apabila kamu berdo’a kepada mereka, mereka tidak dapat mendengar do’a kamu dan  seandainya mereka dapat mendengar, mereka tidak dapat memenuhi permintaanmu. Dan pada hari kiamat mereka akan mengingkari kemusyrikanmu.” (Fathir : 14).
] والذين يدعون من دون الله لا يخلقون شيئا وهم يخلقون. أموات غير أحياء وما يشعرون أيان يبعثون [
“dan berhala-berhala yang mereka seru selain Allah itu tidak dapat membuat sesuatu apapun sedang  mereka sendiri dibuat orang. Mereka itu benda mati, tidak hidup dan mereka itu tidak dapat mengetahui kapan akan dibangkitkan.” (An-Nahl : 20-21).
 
8.Dalam hadits-hadits shahih terdapat keterangan bahwa menusia pada hari kiamat nanti mendatangi para Nabi untuk minta syafaat, sampai mereka mendatangi Nabi Muhammad r untuk meminta syafaat agar segera dibebaskan. Nabi Muhammad menjawab : ya, memang saya dapat memberi syafaat, kemudian beliau sujud di bawah Arsy dan memohon kepada Allah agar mereka segera dibebaskan dan dipercepat proses penghisabannya. Syafaat ini adalah permintaan Nabi Muhammad r dan waktu itu beliau dalam keadaan hidup dimana beliau dapat berbicara dengan mereka lalu beliau memohonkan syafaat. Itulah yang diperbuat Rasululloh r.
9.Argumen yang paling tepat untuk membedakan antara memohon kepada orang mati dan orang hidup adalah apa  yang dikatakan Umar bin Khatthab pada waktu terjadi kekeringan dimana beliau meminta kepada Al-Abbas paman Rasululloh r untuk mendo’akan mereka, dan Umar tidak pernah minta tolong kepada Nabi r setelah beliau wafat.
10.Ada sejumlah ulama yang menyangka bahwa tawassul itu sama dengan istighatsah, padahal perbedaan antara keduanya besar sekali. Tawassul adalah berdo’a kepada Allah melalui perantara seperti, wahai Allah, dengan perantaraan cintaku  kepadamu dan cintaku kepada Rasulmu bebaskanlah kami. Do’a dengan cara tawassul seperti ini boleh. Istighatsah adalah berdo’a kepada selain Allah seperti, wahai Rasululloh, bebaskanlah kami. Ini tidak boleh, bahkan termasuk syirik besar berdasarkan firman Allah :
] ولا تدع من دون الله ما لا ينفعك ولا يضرك فإن فعلت فإنك إذا من الظالمين [
“Dan janganlah kamu berdo’a kepada selain Allah, yang tidak  memberi manfaat  dan  tidak pula memberi madharat kepadamu, sebab jika kamu berbuat (yang demikian) itu, maka sesungguhnya kamu kalau begitu termasuk orang-orang zalim (musyrik).” (Yunus : 106).
 
 
 
 
DIMANA ALLAH?
 
      Allah yang menciptakan kita, mewajibkan kita untuk mengetahui di mana Dia, sehinga kita dapat menghadap kepadaNya dengan hati, do’a dan shalat kita. Orang yang tidak tahu di mana tuhannya akan tersesat, tidak tahu kemana ia menghadap kepada sembahannya, dan tidak dapat melaksanakan ibadah (penghambaan) kepadaNya dengan sebenar-benarnya. Sifat Mahatinggi yang dimiliki Allah atas makhluknya tidak berbeda dengan sifat-sifat Allah yang lain sebagaimana yang diterangkan dalam Al-Qur’an dan hadits shahih, seperti : mendengar, melihat, berbicara, turun dan lain-lainnya.
      Aqidah para ulama salaf yang shaleh dan golongan yang selamat “Ahlussunnah wal Jamaah” telah mengimani apa yang diberitakan Allah dalam Al-qur’an dan apa yang diberitakan Rasulnya dalam hadits, tanpa ta’wil (menggeser makna yang asli ke makna yang lain). Ta’thil (meniadakan maknanya sama sekali) dan tasybih (menyerupakan Allah dengan makhluknya). Hal ini berdasarkan firman Allah :
] ليس كمثله شيء وهو السميع البصير [
“Tidak ada sesuatupun yang serupa dengan Dia, dan Dialah Yang Maha Mendengar lagi Maha Melihat.” (Asy-Syuura : 11).
     
Sifat-sifat Allah ini, antara lain Mahatinggi dan bahwa Dia berada di atas makhluk, adalah sesuai dengan keagungan Allah. Oleh karena itu iman kepada sifat-sifat Allah tersebut wajib, sebagaimana juga iman kepada dzat Allah, Imam Malik ketika ditanya tentang firman Allah :
] الرحمن  على العرش استوى [
“Allah Yang Maha Pemurah bersemayam di atas Arsy.” (Taha : 5).
     
Beliau menjawab : Istiwa itu sudah dimaklumi artinya (Yaitu : bersemayam atau berada di atas). Tetapi bagaiamana hal itu tidak dapat diketahui. Kita hanya wajib mengimaninya dan mempertanyakannya adalah bid’ah.”
      Perhatikanah jawaban Imam Malik tadi yang menetapkan bahwa iman kepada “istiwa” itu wajib diketahui oleh setiap  muslim, yang berarti : bersemayam atau berada di atas.tetapi bagaimana hal itu, hanya Allah saja yang mengetahi. Orang yang mengingkari sifat Allah yang telah ditetapkan dalam Al-Qur’an dan hadits –antara lain sifat Mahatinggi Allah mutlak dan Allah di atas langit- maka orang itu berarti telah mengingkari ayat Al-Qur’an dan hadits yang menetapkan adanya sifat-sifat tersebut. Sifat-sifat tersebut meliputi sifat-sifat kesempurnaan., keluhuran dan keagungan yang tidak boleh diingkari oleh siapapun.
      Usaha orang-orang yang datang belakangan untuk mentakwilkan ayat-ayat Al-Qur’an yang berhubungan dengan sifat-sifat Alah, karena terpengaruh oleh filsafat yang merusak aqidah Islam, menyebabkan mereka menghilangkan sifat-sifat Allah yang sempurna dari dzatNya. Mereka menyimpang dari metode ulama salaf yang lebih selamat, lebih ilmiah dan lebih kuat argumentasinya. Alangkah indahnya pendapat yang mengatakan :
Segala kebaikan itu terdapat
Dalam mengikuti jejak ulama salaf
Dan segala keburukan itu terdapat
Dalam bid’ah yang datang kemudian.
 
KESIMPULAN :
Beriman kepada seluruh sifat-sifat Allah yang telah diterangkan Al-Qur’an dan hadits adalah wajib. Tidak boleh membeda-bedakan antara sifat yang satu dengan sifat yang lain, sehingga hanya mau beriman kepada sifat yang satu dan ingkar kepada sifat yang lain. Orang yang percaya bahwa Allah itu Maha mendengar dan Maha Melihat, dan percaya bahwa Allah itu Maha tinggi di atas langit sesuai dengan keagungan Allah dan tidak sama dengan tingginya makhluk, karena sifat MahatinggiNya itu adalah sifat yang sempurna bagi Allah. Hal itu sudah ditetapkan sendiri oleh Allah dalam kitabnya dan sabda Rasululloh r  Fitrah dan cara berfikir yang sehat juga mendukung kenyataan tersebut.
ALLAH DI ATAS ARASY
 
      Al-Qur’an, hadits shaheh, naluri dan cara berfikir yang sehat telah  mendukung kenyataan bahwa Allah berada di atas arasy.
1.      Firman Allah :
] الرحمن على العرش استوى [
“Allah Yang Maha Pemurah bersemayam di atas Arasy.” (Thaha : 5)
 
Pengertian ini sebagaimana diriwayatikan bukhari dari beberapa tabi’in.
 
2.      Firman Allah :
]أَأَمِنتُم مَّن فِي السَّمَاء أَن يَخْسِفَ بِكُمُ الأَرْضَ [ (16) سورة الملك
“Apakah kamu merasa aman trehadap Yang di langit? Bahwa Dia akan menjungkir-balikkan bumi bersama kamu…? (Al-Mulk : 16).
 
3.      Firman Allah :
] يخافون ربهم من فوقهم [
“Mereka takut kepada Tuhan mereka yang berada di atas mereka…” (An-Nahal : 50).
4.      Firman Allah tentang Nabi Isa u :
] بل رفعه الله [
      “Tetapi Allah mengangkatnya …” (An-Nisa’ : 158)
     
Maksudnya Allah menaikkan Nabi Isa ke langit.”
 
5.      Firman Allah :
] وهو الله في السموات [
      “Dan Dialah Allah (Yang disembah) di langit …” (Al-An’am : 3)
 
Ibnu Katsir mengomentari ayat ini sebagai berikut : para ahli tafsir sependapat bahwa kita tidak akan berkata seperti ucapan kaum jahmiyah (golongan yang sesat) yang mengatakan  bahwa Allah itu berada di setiap tempat. Maha suci Allah dari ucapan mereka.”
Adapun firman Allah :
] وهو معكم أينما كنتم [
“Dan Allah selalu bersamamu di mana kamu berada …” (Al-Hadid : 4).
 
Maksudnya bahwa dia bersama kita : mengetahui, mendengar dan melihat kita di manapun kita berada. Apa yang disebutkan sebelum dan sesudah ayat ini menjelaskan hal tersebut, seperti keterangan dalam tafsir Ibnu Katsir.
 
6.      Rasululloh r mi’raj ke langit ketujuh dan difirmankan kepadanya oleh Allah serta diwajibkan untuk melakukan shalat lima waktu. (riwayat Bukhari dan Muslim).
7.      sabda Rasululloh r :
“Kenapa kamu tidak mempercayaiku, padahal aku dipercaya oleh Allah yang berada di langit.? (riwayat Turmudzi).
8.      Sabda Rasululloh r :
“Sayangilah orang-orang yang ada di bumi maka yang di langit (Allah) akan menyayangimu.” (Riwayat Turmudzi).
9.      Rasululloh r pernah menanyai seorang budak wanita :
“Di mana Allah?” jawabnya : “Di langit”,” Rasululloh bertanya lagi : “siapa saya?” dijawab lagi : “Kamu Rasul Allah.” Lalu Rasululloh bersabda :
“Merdekakanlah dia karena dia seorang mu’minah.” (Riwayat Muslim).
10.  Sabda Rasululloh r :
“Arsy itu berada di atas air, dan Allah berada di atas Arsy, Allah mengetahui keadaan kamu.” (Hadits hasan riwayat Abu Daud).
11.  Abu Bakar shiddiq berkata : “Barangsiapa menyembah Allah, maka Allah berada di langit, Ia Maha hidup dan tidak mati.” (Riwayat Imam Darimi dalam al radd alal jahmiyah).
12.  Abdullah bin Mubarak pernah ditanya : “Bagaimana kita mengetahui Tuhan kita?” Maka beliau menjawab : “Tuhan kita berada di atas langit, di atas Arsy, berbeda dengan makhluknya. “Maksudnya : dzat Allah berada di atas Arsy, berbeda dan berpisah dengan makhluknya, dan keadaanya di atas Arsy tersebut tidak sama dengan mahkluk.
13.  Para imam empat (Abu Hanifah, Malik, Syafi’i dan Ahmad bin Hanbal) telah sepakat bahwa Allah berada di atas Arsy, tidak ada seorangpun dari makhluk yang serupa denganNya.
14.   Orang yang sedang shalat selalu mengucapkan : “Subhana Rabbial A’laa (Maha suci Tuhanku Yang Maha Tinggi). Ketika berdo’a, ia juga mengangkat tangannya dan  menadahkan ke langit.
15.   Anak kecil ketika anda tanya di mana Allah, dia akan segera menjawab berdasarkan naluri mereka bahwa Allah berada di langit.
16.  Cara berfikir yang sehat juga mendukung kenyataan bahwa Allah di langit. Seandainya Allah ada di semua tempat, niscaya Rasululloh pernah menerangkan dan mengajarkan kepada para sahabatnya. Kalau Allah berada di segala tempat, berarti Allah juga berada di tempat-tempat najis dan kotor. Maha suci Allah dari anggapan yang demikian itu.
17.   Pendapat yang mengatakah bahwa Allah berada di segala tempat, berarti bahwa Dzat Allah itu banyak, karena  banyaknya tempat. Akan tetapi karena Dzat Allah itu satu, dan mustahil banyak, maka pendapat yang mengatakan bahwa Allah berada di segala tempat adalah batil. Maka tentulah Allah itu di langit, di atas Arsy-Nya, dan dia bersama kita : mengetahui, mendengar dan melihat kita di manapun kita berada.
HAL-HAL YANG
MEMBATALKAN ISLAM
 
      Di dalam agama Islam ada hal-hal yang dapat membatalkan keislaman seseorang apabila ia mengerjakannya. Hal-hal tersebut adalah :
1.Berdo’a dan meminta kepada selain Allah, seperti kepada para Nabi dan wali-wali yang sudah wafat, atau kepada makhluk hidup yang ghaib. Firman Allah :
] ولا تدع من دون الله ما لا ينفعك ولا يضرك فإن فعلت فإنك إذا من الظالمين [
“Dan janganlah kamu berdo’a kepada selain Allah, yang tidak  memberi manfaat  dan  tidak pula memberi madharat kepadamu, sebab jika kamu berbuat (yang demikian) itu, maka sesungguhnya kamu kalau begitu termasuk orang-orang zalim (musyrik).” (Yunus : 106).
      Dan sabda Nabi r :
من مات وهو يدعو لله ندا دخل النار. رواه البخاري.
“Baragsiapa mati dalam keadaan menyembah sekutu, selain Allah, niscaya masuk neraka.” (riwayati Bukhari).
 
2.Merasa kesal hatinya dengan tauhid kepada Allah dan enggan berdo’a. serta meminta pertolongan kepada para rasul atau wali-wali yang sudah wafat, atau kepada makhluk hidup yang ghaib. Firman Allah :
]وَإِذَا ذُكِرَ اللَّهُ وَحْدَهُ اشْمَأَزَّتْ قُلُوبُ الَّذِينَ لَا يُؤْمِنُونَ بِالْآخِرَةِ وَإِذَا ذُكِرَ الَّذِينَ مِن دُونِهِ إِذَا هُمْ يَسْتَبْشِرُونَ[ (45) سورة الزمر
“Dan apabila hanya nama Allah saja yang disebut, kesallah hati orang-orang yang tidak beriman kepada kehidupan akhirat, dan apabila nama sembahan-sembahan selain Allah yang disebut, tiba-tiba mereka bergirang hati.” (Az-Zumar : 45).
 
Ayat ini juga berlaku terhadap mereka yang memusuhi orang yang hanya meminta tolong kepada Allah saja, yang mereka sebut “WAHABI”, jika mereka tahu bahwa WAHABI itu mengajak kepada tauhid.
 
3.Menyembelih binatang untuk/karena seorang Rasul atau wali. Berdasarkan firman Allah :
] فصل لربك وانحر [
“Maka dirikanlah shalat karena Tuhanmu dan sembelihlah (binatang).” (Al-Kautsar : 2).
 
4.Bernadzar untuk makhluk sebagai pendekatan dan penghambaan kepadanya. Padahal semestinya hanya untuk Allah saja. Firman Allah :
] رب إني نذرت لك ما في بطني محررا فتقبل مني إنك أنت السميع العليم [
“Ya Tuhanku, sesungguhnya aku menadzarkan kepada Engkau anak yang dalam kandunganku menjadi hamba yang shalih dan berkhidmat. Karena itu terimalah (nadzar) itu dariku. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (Al-Imran : 35).
 
5.Melakukan thawaf di sekeliling kuburan dengan niat ibadah. Karena thawaf hanya dilakukan di sekeliling Ka’bah, berdasarkan firman Allah :
]وَلْيَطَّوَّفُوا بِالْبَيْتِ الْعَتِيقِ[(29) سورة الحـج
“…dan hendaklah mereka berthawaf di sekeliling Baitul ‘atiq (Ka’bah).” (Al-Hajj : 29).
 
6.Tawakkal dan berserah diri kepada selain Allah, firmanNya :
] فعليه توكلوا إن كنتم مسلمين [
“… maka bertawakkallah kepadaNya saja jika kamu benar-benar orang yang berserah diri.” (Yunus : 84).
 
7.Ruku’ atau sujud dengan niat mengagungkan raja atau para pemimpin, baik yang masih hidup maupun yang sudah mati, kecuali yang melakukan hal itu bodoh (tidak tahu). Karena ruku’ dan sujud adalah ibadah untuk Allah saja.
8.Mengingkari salah satu rukun Islam, seperti : shalat, zakat, puasa dan  haji. Atau mengingkari salah satu rukun iman, yaitu : iman kepada Allah, Malaikat, Kitab-kitab, para Rasul, hari Ahir dan iman kepada takdir yang baik dan yang buruk. Atau mengingkari hal-hal yang sudah jelas dalam agama.
9.Membenci Islam atau sebagian dari ajaran Islam yang sudah merupakan ijma’ para ulama, baik yang menyangkut masalah ibadah, mu’amalah, ekonomi atau akhlak. Firman Alah :
] ذلك بأنهم كرهوا ما أنـزل الله فأحبط أعمالهم [
“Yang demikian itu sebenarnya mereka benci kepada apa yang diturunkan Allah (Al-Qur’an), lalu Allah menghapuskan pahala amal mereka.” (Muhamad : 9).
 
10.Berolok-olok dengan ayat Al-Qur’an, hadits shahih atau salah satu hukum Islam yang telah disepakati. Firman Allah :
] قل أبالله وءاياته ورسوله كنتم تستهزؤون. لا تعتذروا قد كفرتم بعد إيمانكم [
“Katakanlah : apakah dengan Allah, ayat-ayatNya dan RasulNya? Kamu selalu berolok-olok. Tidak usah kamu minta maaf, karena kamu telah kafir sesudah beriman …” (At-Taubah : 65-66).
 
11.Mengingkari Al-Qur’an, meskipun sedikit saja, atau hadits shahih. Ini dapat menyebabkan riddah (keluar) dari Islam apabila dilakukan dengan sadar dan sengaja.
12.Mencela Allah, mengutuki Islam, menghina Nabi r atau memperolok keadaan beliau, atau mengkritik ajaran yang dibawanya. Itu semuanya menyebabkan kafir.
13.Mengingkari salah satu asma’, sifat atau af’al (perbuatan) Allah yang telah ditetapkan dalam Al-Qur’an dan Sunnah yang shahih, apabila dilakukan bukan karena tidak tahu atau karena takwil.
14.Tidak mengimani seluruh rasul yang di utus oleh Allah untuk menyampaikan petunjuk kepada manusia, atau mengurangi jumlah mereka. Firman Allah  :
] لاَ نُفَرِّقُ بَيْنَ أَحَدٍ مِّن رُّسُلِهِ[ (285) سورة البقرةَ 
“…Kami tidak membeda-bedakan antara seorangpun (dengan yang lain) dari Rasul-RasulNya…” (Al-Baqarah : 285).
 
15.Memutuskan perkara dengan selain hukum Allah, dengan meyakini bahwa hukum Islam tidak sesuai untuk diterapkan, atau membolehkan berhukum dengan selain hukum Islam. Firman Allah :
] ومن لم يحكم بما أنـزل الله فأولئك هم الكافرون [
“…Barangsiapa yang tidak memutuskan perkara menurut apa yang diturunkan Allah, maka mereka itu adalah orang-orang yang kafir.” (Al-Maidah ; 44).
 
16.Menjadikan selain Islam sebagai hakim (pemutus perkara), tidak rela atau menolak hukum Islam, atau merasa keberatan dengan hukum Islam. Firman Allah :
] فلا وربك لا يؤمنون حتى يحكموك فيما شجر بينهم ثم لا يجدون في أنفسهم حرجا مما قضيت ويسلموا تسليما [
“Maka demi Tuhanmu, mereka pada hakikatnya tidak beriman sehingga menjadikan kamu hakim terhadap perkara yang mereka perselisihkan, kemudian mereka tidak  merasa keberatan terhadap putusan yang kamu berikan dan mereka menerima dengan sepenuh hati.” (An-Nisaa’ : 65).
 
17.Memberikan hak membuat undang-undang dan hukum kepada selain Allah, seperti sistim kedikatatoran atau sistim yang lain dimana mereka membolehkan untuk menentukan hukum yang bertentangan dengan hukum Allah. Firman Allah :
] أم لهم شركاء شرعوا لهم من الدين ما لم يأذن به الله [
“Apakah mereka mempunyai sembahan-sembahan selain Allah yang mensyariatkan agama yang tidak diizinkah Allah untuk mereka…” (As-Syu’ara : 21).
 
18.Mengharamkah sesuatu yang dihalalkan Allah atau menghalalkan sesuatu yang diharamkanNya. Seperti menghalalkan zina atau riba bukan karena ta’wil. Firman Allah :
] وأحل الله البيع وحرم الربا [
“…Allah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba…” (Al-Baqarah : 275).
 
19.Percaya terhadap ajaran-ajaran yang merusak Islam, seperti komunisme, atheisme, freemasonry yahudi, sosialisme, marxisme, sekularisme, nasionalisme yang lebih mengutamakan orang arab non Muslim daripada orang non arab yang muslim. Firman Allah :
] ومن يبتغ غير الإسلام دينا فلن يقبل منه وهو في الآخرة من الخاسرين [
“Barangsiapa mencari agama selain Islam maka tidak akan diterima sama sekali agamanya itu dan dia di akhirat termasuk orang yang rugi.” (Ali-Imran : 85).
 
20.Merubah agama dan  pindah dari Islam ke agama lain. Firman Allah :
] ومن يرتدد منكم عن دينه فيمت وهو كافر فأولئك حبطت أعمالهم في الدينا والآخرة [
“Barangsiapa yang murtad di antara kamu dari agamanya dan mati dalam keadaan kafir, mereka itulah yang sia-sia amalnya di dunia dan akhirat…” (Al-Baqarah : 217).
      Sabda Nabi r :
      “Barangsiapa yang merubah agamanya maka ia  harus dibunuh.” (Riwayat Bukhari).
 
21.Membantu orang yahudi, nasrani atau komunis serta bahu-membahu dengan mereka dalam melawan orang Islam. Firman Allah:
] يا أيها الذين آمنوا لا تتخذوا اليهود والنصارى أولياء بعضهم أولياء بعض ومن يتولهم منكم فإنه منهم [
“Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang yahudi dan nasrani menjadi walimu. Mereka itu satu sama lain saling menjadi wali. Barangsiapa di antara kamu mengambil mereka menjadi walinya, maka sesungguhnya orang ittu termasuk golongan mereka.” (Al-Maidah : 51).
 
22.Tidak mau mengkafirkan orang komunis yang tidak percaya kepada Tuhan, atau orang yahudi dan nasrani yang tidak percaya kepada Nabi Muhammad r. Padahal Allah sendiri telah mengkafirkan mereka. FirmanNya :
] إن  الذين كفروا من أهل الكتاب والمشركين في نار جهنم خالدين فيها أولئك هم شر البرية [
“Sesungguhnya orang-orang kafir dari ahli Kitab dan orang musyrik akan masuk neraka Jahannam; mereka kekal di dalamnya. Meraka itu adalah seburuk-buruk makhluk.” (Al-Bayyinah : 6).
 
23.Pendapat sekelompok orang sufi tentang wihdatul-wujud (union mistik), yaitu bahwa apa yang ada di bumi ini adalah Allah. Sampai ada pemimpin mereka yang mengatakan:
Anjing dan babi itu tiada lain
Kecuali tuhan kita
Dan Allah itu tiada lain
Kecuali pendeta dalam gereja.
Dan pemimpin mereka, (Al-Hallaj, mengatakan : “Aku adalah Allah dan Allah adalah aku”. Maka para ulama memutuskan hukuman mati terhadap dirinya.
24.Berpendapat bahwa agama terpisah dari negara dan bahwa Islam tidak mempunyai teori politik, sebab pendapat ini adalah pendustaan terhadap Al-Qur’an, hadits dan sirah (sejarah kehidupan) Nabi.
25.Berpendapat, sebagaimana yang dianut oleh sekelompok orang sufi, bahwa Allah menyerahkan kunci-kunci semua urusan kepada tokoh-tokoh wali. Ini merupakan syirik dalam af’al (perbuatan) Allah, bertentangan dengan firmannya :
] له مقاليد السماوات والأرض [
“Allah yang memiliki kunci-kunci (perbendaharaan) langit dan bumi …” (Az-Zumar : 63).
     
Hal-hal yang membatalkan ke-Islaman ini serupa dengan hal-hal yang membatalkan wudhu’. Apabila seorang muslim melakukan salah satu hal tersebut, maka hendaklah ia memperbaharui keislamannya, meninggalkan hal yang membatalkannya dan  bertaubat kepada Allah sebelum mati. Bila tidak demikian, maka akan sia-sia dan terhapuslah amalnya serta akan kekal di dalam neraka jahannam.
Firman Allah “
] لئن أشركت ليحبطن عملك ولتكونن من الخاسرين [
“Jika kamu mempersekutukan (Allah); niscaya akan hapuslah amalmu dan tentulah kamu termasuk orang-orang yang merugi.” (Az-Zumar : 65).
     
Rasululloh r pun telah mengajarkan kepada kita agar brdo’a :
اللهم إنا نعوذ بك من أن نشرك بك شيئا نعلمه، ونستغفرك لما لا نعلمه. رواه الإمام أحمد.
“Ya Allah, kami memohon kepadaMu perlindungan dari perbuatan syirik apapun yang kami ketahui. Dan kami memohon kepada-Mu ampunan atas perbuatan (dosa) yang tidak kami ketaui.” (Riwayat Imam Ahmad, dengan sanad hasan).
 
 
 
 
JANGAN PERCAYA KEPADA PERAMAL
      Rasululloh r bersabda :
“Barangsiapa bertanya kepada peramal atau ahli nujum, kemudian ia percaya apa  yang dikatakannya, berarti ia telah mengingkari apa yang diturunkan kepada Muhammad.” (Hadits shahih riwayat Ahmad).
      Haram hukumnya mempercayai ahli nujum, dukun, peramal, tukang sihir, orang yang mengaku mengetahui jiwa orang atau peristiwa-peristiwa yang lalu yang tidak diketahui orang atau mengetahui apa yang akan terjadi di masa yang akan datang. Sebab hal-hal tersebut adalah khusus ilmu Allah saja. Allah berfirman :
] وهو عليم بذات الصدور [
“Dan Dia Maha Menetahui apa yang tersimpan dalam hati.” (Al-Hadid : 6).
      Dan firman-Nya pula :
] قل لا يعلم من في السموات والأرض الغيب إلا الله [
“Katakanlah: tidak ada seorangpun di langit dan di bumi yang mengetahui perkara yang ghaib, kecuali Allah.” (An-Naml : 65).           
Rasululloh r bersabda :
“Barangsiapa mendatangi seorang peramal dan menanyakan sesuatu kepadanya, maka tidak diterima baginya shalat selama empat puluh hari.” (riwayat Muslim).
      Apa yang dikatakan oleh para peramal itu sebenarnya hanyalah dugaan dan kebetulan saja. Umumnya tidak lebih dari dusta  Karena bisikan setan dan tidak ada orang yang terbujuk kecuali orang yang kurang akalnya saja. Andaikata mereka mengetahui hal-hal yang ghaib, niscaya mereka akan mengambil harta yang tersimpan dalam perut bumi ini sehingga mereka tidak lagi menjadi orang fakir yang kerjanya mengelabui orang lain hanya  mencari sesuap nasi dengan caa yang batil. Kalau mereka benar-benar mengetahui hal-hal yang ghaib, maka beritahulah kami apa rahasia-rahasia yahudi sehingga dapat ditumbangkan.
 
 
JANGAN BERSUMPAH DENGAN SELAIN ALLAH
 
1.sabda Rasululloh r :
“Janganlah kamu bersumpah dengan nama bapakmu. Barangsiapa bersumpah dengan nama Allah maka supaya berkata benar, barangsiapa diberi sumpah dengan nama Allah maka supaya menerima, dan barangsiapa yang tidak menerima maka terlepas dari Allah.” (Shahih, riwayat Ibnu Majah. Lihat Shahih al-Jami’ No. 7124).
 
2.Sabda Rasululloh r :
“Janganlah kamu bersumpah dengan nama bapakmu, atau ibumu, atau sekutu-sekutu. Janganlah kamu bersumpah kecuali dengan nama Allah. Dan janganlah kamu bersumpah kecuali dengan berkata benar.” (Shahih, riwayat Abu Daud. Lihat Shahih al-Jami’ No. 7126)
 
3.Sabda Rasululloh r :
“Barangsiapa bersumpah dengan selain Allah maka ia telah berbuat syirik.” (Hadits shahih, riwayat Imam Ahmad dan periwayat lainnya)
 
4.Sabda Rasululah r :
“Barangsiapa melakukan sumpah yang diharuskan kepadanya (oleh penguasa) untuk mengambil harta kekayaan seorang Muslim, tetapi dia dusta, maka ketika berjumpa Allah (pada hari kiamat) Dia akan murka kepadanya.” (Muttafaq Alaih)
 
5.Sabda Rasululah r :
“Barangsiapa bersumpah, lalu memandang lebih baik membatalkan sumpahnya, maka  hendaklah ia mengambil yang lebih baik dan melaksanakan kaffarat atas sumpahnya itu.” (Riwayat Muslim).
 
6.Sabda Rasululloh r :
“Barangsiapa bersumpah, tetapi mengatakan : “insyaallah”, maka jika dia mau, boleh melaksanakan sumpahnya; dan jika tidak, boleh tidak melaksanakan tanpa harus membayar kaffarat.” (Hadits Shahih, riwayat An-Nasa’i. Lihat Shahih al-Jami’ No. 6082).
 
7.Abdullah ibnu Mas’ud berkata :
“Bersumpah dengan nama Allah tapi dusta, lebih baik bagiku daripada bersumpah dengan selain nama Allah meskipun benar.”
 
8.Sabda Rasululloh r :
“Barangsiapa di antara kamu bersumpah dengan menyebut nama Al-Laata dan Al-Uzza, maka hendaklah ia mengatakan : Laa Ilaaha Illallah.” Dan barangsiapa berkata kepada sahabatnya : “Mari kita berjudi”, maka hendaklah ia mensedekahkan sesuatu.” (Muttafaq Alaih)
 
9.Sabda Rasululloh r :
“Barangsiapa bersumpah dengan (menyebut) agama selain Islam, sekalipun dusta, maka ia adalah sebagaimana  yang dikatakannya.” (Muttafak Alaih).
Maksudnya : apabila seorang muslim mengatakan bahwa jika ia berbuat demikian maka ia adalah orang yahudi, atau nasrani. Dalam masalah ini, apabila  maksudnya mengagungkan hal itu adalah kafir. Tetapi apabila yang dimaksud hanyalah pengandaian, maka perlu diteliti; jika ia ingin menjadi seperti itu adalah kafir, tetapi jika ia ingin menjauhi hal yang demikian maka tidak kafir. (lihat Fathul Bari, jiz 11, hal. 536)
 
KESIMPULAN
1.Hukumya haram bersumpah dengan makhluk, seperti Nabi, Ka’bah, amanat, tanggung jawab, anak, orang tua, kehormatan, seorang wali dan lain sebagainya. Hal ini adalah termasuk syirik Ashghar, karena mempersekutukan Allah dengan mengagungkan selainNya ketika bersumpah dengan namanya. Dan termasuk dosa besar yang wajib dilarang, ditinggalkan dan bertaubat darinya. Tetapi sumpah dengan selain Allah bisa menjadi syirik akbar, jika orang yang  bersumpah dengan wali, umpamanya, mempunyai kepercayaan bahwa wali tersebut akan melakukan balas dendam kepadanya bila ia dusta dalam sumpahnya, karena dia telah mempersekutukan Allah dengan si wali dalam melakukan balas dendam dan mendatangkan madharat.
 
2.Sumpah dengan selain Allah bukan sumpah yang dibenarkan agama. Orang yang bersumpah demikian tidak harus melaksanakannya dan tidak wajib baginya kaffarat.
 
3.Barangsiapa bersumpah dangan memutuskan silaturrahim, atau berbuat maksiat, maka tidak boleh ia melaksanakan sumpahnya dan hendaklah membayar kaffarat. Kaffarat sumpah diterangkan dalam firman Allah :
]لاَ يُؤَاخِذُكُمُ اللّهُ بِاللَّغْوِ فِي أَيْمَانِكُمْ وَلَكِن يُؤَاخِذُكُم بِمَا عَقَّدتُّمُ الأَيْمَانَ فَكَفَّارَتُهُ إِطْعَامُ عَشَرَةِ مَسَاكِينَ مِنْ أَوْسَطِ مَا تُطْعِمُونَ أَهْلِيكُمْ أَوْ كِسْوَتُهُمْ أَوْ تَحْرِيرُ رَقَبَةٍ فَمَن لَّمْ يَجِدْ فَصِيَامُ ثَلاَثَةِ أَيَّامٍ ذَلِكَ كَفَّارَةُ أَيْمَانِكُمْ إِذَا حَلَفْتُمْ وَاحْفَظُواْ أَيْمَانَكُمْ كَذَلِكَ يُبَيِّنُ اللّهُ لَكُمْ آيَاتِهِ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ[ (89) سورة المائدة
“Allah tidak menghukum kamu disebabkan sumpah-sumpahmu yang tidak dimaksud (untuk bersumpah), tetapi Dia menghukum kamu disebabkan sumpah-sumpah yang kamu sengaja, maka kaffarat (melaggar) sumpah itu, ialah memberi makan sepuluh orang miskin, yaitu dari makanan yang biasa kamu berikan kepada keluargamu, atau memberi pakaian kepada mereka atau memerdekakan seorang budak. Barangsiapa  yang tidak sanggup melakukan yang demikian, maka kaffaratnya puasa selama tiga hari. Yang demikian itu adalah kaffarat sumpah-sumpahmu bila kamu bersumpah (dan kamu langgar). Dan jagalah sumpahmu. Demikianlah Allah menerangkan kepadamu hukum-hukumNya agar kamu bersyukur (kepadanya).” (Al-Maidah : 89)
 
 
 
 
JANGAN BERALASAN DENGAN TAKDIR
 
      Setiap muslim harus berkeyakinan bahwa segala kebaikan dan keburukan terjadi menurut takdir Allah dan kehendakNya. Serta diketahui dengan ilmunya. Namun menjalankan  perbuatan baik atau buruk itu timbul atas pilihan hambanya sendiri, sedang memperhatikan perintah dan laranganNya adalah wajib bagi seorang hamba. Oleh karena itu ia tidak boleh berbuat maksiat dengan dalih bahwa yang demikian itu sudah ditakdirkan oleh Allah. Allah telah mengutus Rasul-rasulNya serta menurunkan kitab-kitab agar rasul-rasul itu menjelaskan jalan yang menuju kebahagiaan dan yang menuju kesengsaraaan.
      Demikian pula Allah telah memuliakan manusia dengan akal fikiran dan menerangkan kepadanya jalan yang sesat dan benar.
Firman Allah :
] إنا هديناه السبيل إما شاكرا وإما كفورا [
“Sesunggunya Kami telah menunjukkan jalan  yang lurus ada yang bersyukur dan ada pula yang kafir.” (Al-Insan : 3)
     
Oleh karena itu apabila meninggalkan shalat atau minum arak ia berhak dihukum karena melanggar perintah/larangan Allah dan waktu itulah ia perlu sekali bertaubat dan menyesali perbuatan maksiatnya.
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
KEUTAMAAN SHALAT DAN PERINGATAN
AGAR TIDAK MENINGGALKANNYA
 
1.Allah berfirman :
] وَالَّذِينَ هُمْ عَلَى صَلَوَاتِهِمْ يُحَافِظُونَ (9) أُوْلَئِكَ هُمُ الْوَارِثُونَ(10) الَّذِينَ يَرِثُونَ الْفِرْدَوْسَ هُمْ فِيهَا خَالِدُونَ[ سورة المؤمنون
“Dan orang-orang yang memelihara shalatnya, mereka itulah orang-orang yang akan mewarisi, (yakni) yang akan mewarisi surga firdaus, mereka kekal di dalamnya.” (Al-Mu’minun : 9-11)
 
2.Allah berfirman :
] وأقم الصلاة إن الصلاة تنهى عن الفحشاء والمنكر [
“Dan kerjakanlah shalat, sesungguhnya shalat itu mencegah dari perbuatan keji dan mungkar.” (Al-Ankabut : 45).
 
3.Alllah berfirman :
] فويل للمصلين.  الذين هم عن صلاتهم ساهون [
“Celakalah orang-orang yang shalat, yaitu orang yang lalai dalam shalatnya (menunda-nunda sehingga keluar dari waktunya).” (Al-Ma’un : 4-5)
 
4.Allah berfirman :
] قد أفلح المؤمنون الذين هم في صلاتهم خاشعون [
“Sungguh bahagialah orang-orang mu’min yang khusyu’ dalam shalatnya.” (Al-Mu’minun : 1-2)
 
5.Allah berfirman :
]فَخَلَفَ مِن بَعْدِهِمْ خَلْفٌ أَضَاعُوا الصَّلَاةَ وَاتَّبَعُوا الشَّهَوَاتِ فَسَوْفَ يَلْقَوْنَ غَيًّا[ (59) سورة مريم
“Lalu datanglah sesudah mereka, pengganti (yang jelek) yang menyia-nyiakan shalat dan  memperturutkan hawa nafsunya, maka mereka kelak akan menemui kesesatan.” (Maryam ; 59)
 
6.Rasululloh r bersabda :
“Tahukah kamu, apabila di dekat pintu rumahmu terdapat sebuah sungai dan kamu mandi lima kali sehari? Apakah badanmu masih kotor? Para sahabat menjawab : Tidak! Nabi bersabda lagi : begitulah halnya shalat yang lima kali sehari, Allah menghapuskan dosa-dosa manusia dengan shalat itu.” (Hadits Muttafaq Alaih).
 
7.Nabi r bersabda :
“Perjanjian antara kita dengan mereka adalah shalat. Barangsiapa meninggalkannya maka ia telah kafir.” (Hadits shahih riwayat Ahmad).
 
8.Nabi r bersabda :
“Tonggak pemisah antara seseorang muslim dengan kafir adalah shalat.” (Riwayat Muslim).
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
BELAJARLAH WUDHU DAN SHALAT
 
Wudhu
      Singsingkan kedua lengan bajumu sampai di atas siku. Lalu bacalah “Bismilahirramanirrahim” kemudian :
1.Basuh kedua telapak tanganmu dan berkumur, lalu buanglah kotoran hidung dengan memasukkah air kemudian mengeluarkannya kembali tiga kali.
2.Basuhlah wajahmu  dan kedua lenganmu sampai siku, yang kanan dan kiri tiga kali.
3.Usaplah kepalamu seluruhnya beserta kedua telinga.
4.Basuhlah kedua kakimu sampai kedua mata kaki kanan dan kiri, tiga kali.
 
Shalat.
      Shalat shubuh dua rakaat, niat lebih dahulu dalam hati.
1.Menghadap ke kiblat, angkat kedua tangan  sampai telinga seraya bertakbir “Allahu Akbar”
2.Letakkan tangan kananmu pada tangan kiri di dada dan bacalah :
سبحان اللهم وبحمدك وتبارك اسمك وتعالى جدك ولا إله غيرك.
“Maha suci Engkau Ya Allah bersama pujianMu, penuh kebaikan namaMu, Maha tinggi keluhuranMu dan tidak ada Tuhan yang hak selain Engkau.”
      Boleh juga membaca do’a lain yang tersebut dalam sunnah.
 
Rakaat yang pertama :
      Bacalah pelan-pelan “A’uzubillahi minassyaithanirrajim” dan “Bismillahirrahmanirrahim”, kemudian membaca Alfatihah dengan suara keras :
الحمد لله رب العالين  الرحمن الرحيم  مالك يوم الدين  إياك نعبد وإياك نستعين  اهدنا الصراط المستقيم  صراط الذين أنعمت عليهم  غير المغضوب عليهم ولا الضالين.
“Segala puji bagi Allah yang menguasai seluruh alam. Yang Maha Pengasih (kepada seluruh makhluk di dunia). Yang Maha Penyayang (kepada mu’min saja di akhirat) Yang menjadi  penguasa pada  hari pembalasan. Hanya kepadaMu kami menyembah dan hanya kepadaMu kami minta tolong. Tunjukkanlah kami ke jalan yang lurus. Yaitu jalan orang-orang yang Engkau beri ni’mat, bukan jalan orang-orang yang Engkau murkai dan bukan pula jalan orang-orang sesat.”
 
Kemudian membaca surat berikut atau surat lainnya.
بسم الله الرحمن الرحيم  قل هو الله أحد  الله  الصمد  لم يلد ولم يولد  ولم يكم له كفوا أحد.
“Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang. Katakanlah : Dia Allah yang Maha Esa. Allah adalah Tuhan  yang segala sesuatu bergantung padanya. Ia tidak melahirkan anak dan tidak dilahirkan sebagai anak. Dan tidak ada sesuatupun yang setara dengan Dia.”
 
3.Angkatlah kedua tangan dan bacalah takbir, kemudian ruku sambil meletakkah kedua tangan di atas kedua lutut seraya membaca :
سبحان ربي العظيم
      “Maha suci Tuhanku yang maha Agung.” Sebanyak tiga kali.
4.Angkat kepala dan kedua tangan sambil membaca :
سمع الله لمن حمده ربنا لك الحمد
“Allah mendengar orang yang memujiNya, wahai Tuhan kami, puji-pujian hanya untukMu.”
 
5.Bacalah takbir dan sujud, letakkan kedua tapak tangan, dahi, hidung dan jari-jari kaki di tanah menghadap kiblat, lalu membaca :
سبحان ربي الأعلى
      “Maha suci Tuhanku Yang Maha Tinggi.” Tiga kali.
 
6.Angkatlah kepala dari sujud seraya membaca takbir, kemudian duduk dan taruhlah kedua tangan di atas kedua lutut lalu membaca :
رب اغفرلي وارحمني واهدني وعافني وارزقني
“Wahai Robbku limpahkan ampunan, kasih sayang, petunjuk, kesejahteraan dan rizki kepadaku.”
 
7.Sujudlah di atas lantai  yang kedua kalinya seraya membaca takbir, lalu bacalah :
سبحان ربي الأعلى
      “Maha suci Tuhanku Yang Maha Luhur.” (tiga kali).
 
8.Duduklah di atas kaki kirimu dan tegakkan jari-jari kaki kananmu. Duduk ini disebut duduk istirahat.
 
Raka’at kedua.
1.Bangkitlah dari raka’at pertama lalau bacalah ta’awuzd dan basmalah. Kemudian bacalah surat Al-Fatihah dan surat yang pendek, atau surat lainnya yang bisa dibaca.
2.Ruku’lah kemudian sujudlah seperti yang lalu, kemudian duduklah dan genggam tangan kananmu, angkat dan gerak-gerakkan telunjukmu sambil membaca :
التحيات لله والصلوات والطيبات، السلام عليك أيها النبي ورحمة الله وبركاته، السلام علينا وعلى عباد الله الصالحين، أشهد أن لا إله إلا الله وأشهد أن محمدا عبده ورسوله، اللهم صل على  محمد وعلى آل محمد، كما صليت على إبراهيم وعلى آل إبراهيم، وبارك على محمد وعلى آل محمد، كما باركت على إبراهيم وعلى آل إبراهيم، إنك حميد مجيد، اللهم إني أعوذ بك من عذاب جهنم ومن عذاب القبر ومن فتنة المحيا والممات ومن فتنة المسيح الدجال.
“Segala pengagungan adalah bagi Allah, begitu pula segala do’a dan puja serta kebaikan. Kedamaian semoga selalu dilimpahkan kepadamu wahai Nabi, begitu pula rahmat dan berkat Allah. Semoga kedamaian dilimpahkah kepada kita dan hamba-hamba Allah yang shalih. Aku bersaksi bahwa tiada ilah yang berhak disembah selain Allah dan aku bersaksi bahwa Muhammad itu hamba dan utusanNya. Ya Allah, limpahkanlah rahmatMu kepada Muhammad dan keluarganya sebagaimana Kau limpahkan rahmatMu kepada Ibrahim dan keluarganya. Ya Allah, limpahkanlah berkahMu kepada Muhammad dan keluarga Muhammad, sebagaimana Kau limpahkan berkahMu kepada Ibrahim dan keluarganya. Sesungguhnya Engkau Dzat yang senantiasa dipuji dan diagungkan.
Ya Allah, aku mohon perlindungan kepadaMu dari siksa neraka jahannam, dari siksa kubur, fitnah hidup dan mati dan daripada fitnah dajjal.
 
3.Kemudian menoleh ke kanan dan ke kiri sambil membaca masing-masing :
السلام عليكم ورحمة الله
      “Semoga kedamaian dan rahmat Allah dilimpahkan kepadamu.”
 
DAFTAR BILANGAN RAKAAT SHALAT
 
Nama shalat
Sunnah qabliyah
Fardhu
Sunnah Ba’diyah
Shubuh
2
2
-
Dhuhur
2 + 2
4
2
Ashar
2 + 2
4
-
Maghrib
2
3
2
Isya
2
4
2 + 3 witir
Jum’at
2tahiyatul masjid
2
2 di rumah atau 2 + 2 di masjid
 
 
HUKUM-HUKUM SHALAT
 
1.        Sunnah qabliyah dikerjakan sebelum shalat fardhu dan sunnah ba’diyah dikerjakan sesudahnya.
2.        Pelan-pelanlah dan arahkan pandangan ke tempat sujud dan jangan menoleh.
3.        Diamlah apabila mendengar bacaan imam dan bacalah surah-surah apabila tidak mendengar bacaan imam.
4.        Shalat fardhu Jum’at dua rakaat dan tidak boleh dikerjakan kecuali di masjid setelah mendengar khutbah.
5.        Shalat fardhu maghrib tiga rakaat. Caranya, shalatlah dua rakaat dulu seperti shalat subuh. Setelah selesai membaca tahiyat semuanya jangan bersalam, tetapi berdiri untuk melakukan rakaat ketiga sambil mengangkat kedua tangan sampai batas pundak. Kemudian bacalah Al-Fatihah saja kemudian selesaikanlah shalat seperti pada shalat subuh tersebut diatas.
6.        Shalat dhuhur dan ashar masing-masing empat rakaat, lakukanlah seperti pada shalat maghrib dan berdirilah untuk rakaat ketiga dan keempat. Bacalah surat Al-Fatihah kemudian selesaikan shalat seperti yang anda sudah ketahui.
7.        Shalat witir tiga rakaat, lakukanlah dua rakaat dulu kemudian salam. Setelah itu shalat lagi satu rakaat kemudian salam.
8.        Apabila anda menjadi makmum, berdirilah dan bacalah takbir meskipun imam sudah ruku’. Dalam hal ini anda tetap memperoleh satu rakaat, tetapi kalau imam sudah bangkit dari ruku’, anda tidak mendapat satu rakaat.
9.        Apabila anda ketinggalan satu rakaat atau lebih dari imam maka ikutilah shalat imam. Setelah imam salam anda tidak ikut salam tetapi berdiri lagi untuk menambah rakaat yang ketinggalan.
10.    Jangan shalat dengan tergesa-gesa karena hal itu dapat membatalkan shalat. Rasululloh r pernah melihat seorang mengerjakan shalat dengan tergesa-gesa, maka beliau bersabda kepadanya, “ulangilah shalatmu, karena kamu belum shalat.” Lalu, ketiga kalinya, berkatalah orang itu : “ajarilah aku ya Rasululloh!” beliau bersabda :
“Ruku’lah sehingga kamu dalam keadaan tenang, kemudian bangkit berdirilah sehingga kamu dalam keadaan tegak lurus, lalu sujudlah sehingga kamu dalam keadaan   tenang. Kemudian bangkit duduk sehingga dalam keadaan tenang … dan sebagainya.” (Hadits Muttafaq alaih).
11.    Apabila anda terlupa salah satu kewajiban shalat, seperti lupa tidak duduk atau tahiyat awal atau ragu tentang jumlah rakaat yang telah dikerjakan, maka ambillah jumlah yang sedikit lalu sujudlah dua kali pada akhir shalat, kemudian salam. Sujud ini disebut “sujud sahwi.”
12.    Jangan banyak bergerak dalam shalat, karena hal ini menghilangkan kekhusyu’an, bahkan bisa membatalkan shalat apabila dilakukan berulang kali (banyak) dan bukan karena terpaksa.
 
HADITS-HADITS TENTANG SHALAT
 
1.      Shalatlah kamu seperti kamu lihat aku shalat (riwayat Bukhari).
2.      Apabila kamu masuk masjid maka shalatlah dua rakaat sebelum duduk (riwayat Bukhari).
3.      Jangan engkau duduk di kuburan dan janganlah shalat menghadap kepadanya (riwayat Muslim).
4.      Apabila sudah iqamat tidak boleh mengerjakan shalat lain kecuali shalat fardhu (Riwayat Muslim).
5.      Saya diperintahkan untuk tidak menyingsingkan lengan baju dalam shalat (Riwayat Muslim).
6.      Luruskan shaf dan himpitkan barisan dalam shalat. Dalam satu riwayat ada yang mengatakan : “diantara kami ada yang menempelkan bahu dan telapak kaki kanannya ke bahu dan telapak kaki sahabatnya(Riwayat Bukhari).
7.      Apabila sudah iqamat maka datanglah dengan berjalan tenang tidak berlari. Apa yang kamu peroleh dari sholat bersama imam kerjakanlah, dan apa yang  ketinggalan dari rakaat lengkapilah (Muttafaq Alaih).
8.      Ruku’lah sampai tuma’ninah (tenang sesudah bergerak) lalu angkat kepalamu sampai tegak berdiri sesudah itu sujudlah sampai thuma’ninah (riwayat Bukhari).
9.      Apabila kamu sujud letakkanlah kedua telapak tanganmu dan angkatlah sikumu (riwayat Muslim).
10.   Sesungguhnya saya adalah imammu, janganlah kamu mendahului aku dalam ruku’ dan sujud (riwayat Muslim).
11.  Pada hari kiamat nanti pertama kali akan dihisab adalah mengenai shalatnya. Apabila shalatnya baik maka baiklah seluruh amalnya dan apabila jelek maka jeleklah seluruh amalnya (Hadits shahih riwayat Thabrani).
 
WAJIBNYA SHALAT JUM’AT DAN BERJAMAAH
 
      Shalat  Jum’at dan shalat berjamaah hukumnya wajib bagi laki-laki, dalilnya sebagai berikut :
1.      Allah berfirman :
] يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا نُودِي لِلصَّلَاةِ مِن يَوْمِ الْجُمُعَةِ فَاسْعَوْا إِلَى ذِكْرِ اللَّهِ وَذَرُوا الْبَيْعَ ذَلِكُمْ خَيْرٌ لَّكُمْ إِن كُنتُمْ تَعْلَمُونَ [ (9) سورة الجمعة
“Hai orang-orang yang beriman, apabila sudah dipanggil untuk mengerjakan shalat pada hari Jum’at maka segeralah kamu mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli. Yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.” (Al-Jumuah : 9).
 
2.      Rasululloh r bersabda :
“Barangsiapa meninggalkan shalat Jum’at tiga kali karena sengaja meremehkan, maka Allah mencap hati orang itu sebagai orang munafik.” (Riwayat Ahmad).
3.      Rasululloh r bersabda :
“Sungguh aku bermaksud memerintahkan anak-anak muda mengumpulkan kayu bakar kemudian saya mendatangi orang-orang yang shalat dirumahnya (tidak berjamaah di masjid) tanpa ada alasan (yang menghalangi mereka) lalu saya bakar rumah-rumah mereka.’ (riwayat Muslim).
4.      Rasululloh r bersabda :
“Barangsiapa mendengar adzan tetapi tidak mau datang ke masjid maka shalatnya tidak sempurna kecuali ia sedang udzur.” (Hadits shahih riwayat Ibnu Majah).
5.      Ada seorang buta menghadap Rasululloh r dan bertanya :
“Ya Rasululloh saya tidak punya orang yang membimbing saya untuk datang ke masjid. Apakah saya boleh tidak datang ke masjid? Maka Rasululloh r membolehkannya. Tetapi setelah orang buta itu mau pulang Rasululloh bertanya : Apakah kamu mendengar adzan? Ya. “jawabnya. “Kalau begitu datanglah ke masjid  untuk shalat berjamaah.” (riwayat Muslim).
6.      Abdullah bin Mas’ud berkata :
“Apabila besok ingin bertemu Rasululloh dalam keadaan muslim, maka kerjakanlah selalu shalat lima waktu apabila mendengar adzan. Karena Allah mensyari’atkan tradisi yang berasal dari hidayah (sunana alhuda) dan shalat lima waktu itu merupakan tradisi tersebut. Seandainya kamu shalat lima waktu di rumahmu seperti orang yang tertinggal di rumah, maka itu berarti kamu telah meninggalkan sunnah Nabimu. Dan kalau kamu meninggalkan sunnah Nabimu maka kamu akan sesat. Dan saya telah melihat tidak ada orang yang mengerjakan shalat di rumah kecuali orang-orang yang  jelas munafik. Padahal ada seorang yang dipapah oleh dua orang untuk shalat berjamaah di masjid agar bisa bersama-sama shalat di shaff.” (riwayat Muslim).
 
KEUTAMAAN SHALAT JUM’AT DAN BERJAMAAH
 
1.      Sabda Rasulullah r
“Barangsiapa mandi, setelah itu pergi untuk shalat Jum’at, kemudian ia shalat sunnah semampunya, lalu diam mendengarkan imam berkhutbah sampai selesai, dilanjutkan shalat Jum’at bersamanya, maka diampuni dosa-dosanya antara Jum’at itu dengan Jum’at yang lain, ditambah lagi dengan tiga  hari lainnya. Dan barangsiapa memegang-megang batu kerikil maka telah sia-sia (shalat Jum’atnya).” (riwayat Muslim).
2.      Sabda Rasululloh r
“Barangsiapa mandi pada hari Jum’at seperti mandi junub, lalu pergi (untuk shalat Jum’at), maka seakan-akan berkurban dengan seekor unta, barangsiapa pergi (untuk shalat Jum’at) pada saat kedua, maka seakan-akan berkurban dengan seekor sapi, barangsiapa pergi (umtuk shalat Jum’at) pada saat ketiga, maka seakan-akan berkurban dengan seekor biri-biri bertanduk. Barangsiapa pergi (untuk shalat Jum’at) pada saat keempat, maka seakan-akan berkurban dengan seekor ayam. Dan barangsiapa pergi (untuk shalat Jum’at) pada saat kelima, maka seakan-akan berkurban dengan sebutir telur. Dan apabila imam telah keluar, datanglah para Malaikat mendengarkan khutbah.” (riwayat Muslim).
3.      Sabda Rasululloh r
“Barangsiapa shalat Isya’ berjamaah maka bagaikan shalat tahajjud setengah malam, dan barangsiapa shalat subuh berjamaah maka bagaikan shalat tahajjud semalam suntuk.” (riwayat Muslim).
4.      Sabda Rasululloh r
“Shalat seorang dengan berjamaah lebih utama dua puluh tujuh derajat daripada shalat di rumahnya, dan shalat di pasarnya. Hal itu karena bila seorang berwudhu dengan sempurna, kemudian datang ke  masjid, tidak ada yang mendorongnya kecuali shalat dan tidak menghendaki selain shalat, maka tidak ada satu langkah yang diayunkannya melainkan telah diangkat baginya satu derajat dan dihapuskan darinya satu kesalahan, sampai dia masuk ke dalam masjid. Apabila telah masuk ke dalam masjid, maka dia berada dalam keadaan shalat selama shalat itulah yang menahannya, dan para malaikat mendo’akan untuknya selama dia berada dalam masjid tempat shalatnya, seraya mengatakan : “Ya Allah limpahkan rahmatmu kepadanya, ya Allah ampunilah dia, ya Allah terimalah taubatnya.” Mereka mendo’akan untuknya, selama dia tidak menyakiti (orang lain) dan tidak berhadats ketika berada di dalam masjid itu.” (riwayat Al-Bukhari dan Muslim).
 
ADAB DAN TATA CARA SHALAT JUM’AT
1.      Mandi pada hari Jum’at, memotong kuku, memakai wangi-wangian dan memakai pakaian yang bersih sesudah wudhu.
2.      Tidak makan bawang merah yang mentah, bawang putih dan tidak merokok. Bersihkanlah mulut dengan siwak atau odol.
3.      Shalat dua rakaat ketika masuk masjid meskipun khatib sedang berkhutbah di mimbar.
4.       Duduklah untuk mendengar khutbah dan jangan berbicara.
5.       Shalat Jum’at dua rakaat sebagai ma’mum dengan niat dalam hati.
6.       Shalatlah empat rakaat ba’diyah Jum’at di masjid atau dua rakaat di rumah.
7.       Memperbanyak membaca shalawat untuk Nabi r pada hari Jum’at.
8.       Berdo’a dengan sungguh-sungguh pada hari Jum’at. Berdasarkan sabda Nabi :
“Sesungguhnya pada hari Jum’at terdapat saat bilamana seorang muslim menjumpainya dan memohon kebaikan kepada Allah ketika itu, niscaya Allah mengabulkannya.” (Hadits mutafaq Alaih).
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
TATA CARA SHALAT MAYIT
 
      Niat shalat mayit dalam hati dan takbir empat kali.
1.      Sesudah takbir pertama membaca ta’awwuz dan basmalah, kemudian membaca surah Al-Fatihah.
2.      sesudah takbir kedua membaca shalawat Ibrahimiyah :
اللهم صل على محمد وعلى آل محمد كما صليت على إبراهيم وعلى آل إبراهيم
 
3.      setelah takbir ketiga membaca do’a yang berasal dari Rasululloh r yaitu :
اللهم اغفر لحينا وميتنا وشاههدنا وغائبنا وصغيرنا وكبيرنا وذكرنا وأنثانا، اللهم من أحييته منا فأحيه على الإسلام ومن توفيته فتوفه على الإيمان، اللهم لا تحرمنا أجره ولا تفتنا بعده.
“Ya Allah ampunilah kami baik yang masih hidup maupun yang sudah  mati, yang hadir di sini maupun yang tidak hadir, kecil atau pun besar, laki-laki maupun perempuan. Ya Allah, orang-orang yang Engkau hidupkan, hidupkanlah dalam keadaan iman. Ya Allah, janganlah Engkau halangi kami untuk memperoleh pahalanya dan janganlah Engkau memberi cobaan pada kami sesudah matinya orang ini.”
 
4.      Sesudah takbir ke empat berdo’alah sesuka hatimu, kemudian mengucapkan salam sambil menoleh ke kanan.
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
NASIHAT TENTANG MATI
] كل نفس ذائقة الموت وإنما توفون أجوركم يوم  القيامة فمن زحزح عن النار وأدخل الجنة فقد فاز وما الحياة الدنيا إلا متاع الغرور [
“Tiap-tiap yang bernyawa akan merasakan mati dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah pahala-pahalamu disempurnakan barangsiapa yang diselamatkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga maka sesungguhnya dia telah beruntung. Kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu.” (Ali-Imran : 185).
 
Ada serangkai sya’ir berkilah :
Siapkan pundi-pundi bekalmu
Untuk masa yang pasti menantimu
Bila kematian datang menjemputmu
Sampailah sudah batas hayatmu
Tibalah saatnya kau bertaubat
Dari segala perilaku jahat
Hendaklah waspada wahai umat
Sebelum ajalmu dijemput malaikat
Di hari kiamat kau akan menyesal
Karena kau pergi tanpa bekal
Di tempat yang selalu dirundung sial
Peristiwa yang menanti di balik ajal
Tidakkah anda merasa kecewa
Sahabatmu yang senyum ceria
Karena bekal yang cukup tersedia
sedang dirimu haus dahaga
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
SHALAT IED DI MUSHALLA
 
1.      Apabila Rasululloh r keluar pada hari raya fitri dan Adha ke Mushalla (lapangan tempat shalat), maka pertama kali yang beliau mulai adalah shalat. (Riwayat Al-Bukhari).
2.      Rasululloh r bersabda :
“Takbir dalam shalat Ied : tujuh kali pada rakaat pertama dan lima kali pada rakaat terakhir, kemudian membaca (Al-Fatihah dan surah) setelah takbir pada setiap rakaat.” (Hadits hasan riwayat Abu Dawud).
3.      Rasululloh r memerintahkan kepada kita “agar membawa keluar kaum wanita pada saat idul fitri dan idul Adha : para gadis remaja, wanita haid dan wanita pingitan. Adapun wanita haid, maka tidak mengerjakan shalat, tapi menyaksikan kebaikan dan do’a kaum muslimin.” Ditanyakan kepada beliau : “Ya Raasulullah, bagaimana bila seorang wanita tidak mempunyai jilbab? Jawabnya : “Supaya saudaranya memberikan jilbab kepadanya  untuk dipakainya.” (Hadits Muttafaq Alaih)
 
KESIMPULAN DARI HADITS-HADITS TERSEBUT :
1.      Shalat ied adalah dua rakaat, pada permulaan rakaat pertama bertakbir tujuh kali dan pada permulaan rakaat kedua bertakbir lima kali. Kemudian imam membaca Al-Fatihah dan surat. Dan shalat ied dilakukan dengan berjamaah.
2.      Shalat ied di laksanakan di mushalla (lapangan  untuk shalat), yaitu tempat dekat kota madinah dimana Rasululloh r keluar ke sana untuk shalat iedul fitri dah iedul Adha. Dan keluar bersama beliau anak-anak kecil, gadis-gadis remaja sampai para wanita yang berhalangan karena haid. Kata Al-Hafidh Ibnu Hajar dalam kitab Fathul Bari “hadits ini menunjukkan supaya keluar ke mushalla, dan bukan di masjid, kacuali karena darurat.”
 
 
 
 
 
BERKURBAN PADA WAKTU IEDUL ADHA
 
1.      Sabda Rasululloh r :
“Pertama kali yang kita  mulai pada hari kita ini ialah shalat, kemudian pulang dan menyembelih (kurban). Barangsiapa yuang melakukan yang demikian itu, maka telah mendapatkan sunnah kami. Tetapi barangsiapa menyembelih kurban sebelum shalat, maka hal itu adalah daging yang dia berikan kepada keluarganya dan sama sekali tidak termasuk ibadah kurban.” (Muttafaq Alaih).
 
2.      Sabda Rasululloh r :
“Hai orang-orang, sesungguhnya setiap rumah (keluarga) harus berkurban.” (Hadits riwayat Imam Ahmad dan empat periwayat. Dikuatkan oleh Al-Hafidh dalam fathul Bari).
3.      Sabda Rasululloh r :
“Barangsiapa mempunyai kelongaran (rizki) tetapi tidak berkurban, maka jangan dekat-dekat dengan mushalla kita.” (Riwayat Ibnu Majah dan Al-Hakim. Dinyatakan shahih oleh Al-Albani dalam Al-Jami’).
 
 
SHALAT ISTISQA’
(MEMINTA HUJAN)
 
1.      Rasululloh Keluar r ke mushalla (lapangan) untuk shalat istisqa’. Maka beliau berdo’a dan meminta hujan, kemudian menghadap kiblat dan shalat dua rakaat, beliau memutar (membalik) selendangnya dan menjadikan yang di sebelah kanan berada di sebelah kiri. (Riwayat Al-Bukhari).
2.      Dari anas bin Malik RA bahwa Umar bin Khattab apabila mendapat orang-orang tertimpa kemarau panjang, memohon turun hujan melalui (do’a) Abbas. Kata Umar :
Ya Allah, bahwa kami dahulu bertawassul dengan (do’a) NabiMu kapadaMu, maka sekarang kami bertawasul dengan (do’a) paman Nabi-Mu maka curahkanlah hujan untuk kami.” Mereka pun mendapat curahan hujan. (Riwayat Al-Bukhari).
      Hadits ini menunjukkan bahwa kaum muslimin pada saat hidupnya Rasululloh r bertawassul dengan beliau, memohon kepada beliau agar berdo’a meminta curahan hujan. Setelah beliau wafat, mereka tidak lagi memohon do’a kepada beliau, tetapi memohon kepada Abbas paman Nabi r yang masih hidup. Maka berdirilah Abbas seraya berdo’a kepada Allah untuk kaum muslimin.
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
SHALAT GERHANA MATAHARI
 
1.      Dari Aisyah RA, ia berkata :
“Telah terjadi gerhana matahari pada zaman Rasululloh r maka beliau mengutus seorang penyeru untuk mnyerukan “As-shalatu jaami’ah.” Lalu berdirilah Rasululloh r melaksanakan shalat dengan empat ruku’ dalam dua rakaat dan empat sujud.” (Riwayat Al-Bukhari).
2.      Dari Aisyah RA, ia brkata :
“Terjadilah gerhana matahari pada zaman Nabi r, maka berdirilah beliau dan shalat mengimami orang-orang, beliau panjangkan bacaan, kemudian ruku’ dengan memanjangkannya, lalu mangangkat kepala. Beliau panjangkan lagi bacaan tetapi lebih pendek dari bacaan pertama, kemudian ruku’ dengan memanjangkanya- tetapi lebih pendek daripada ruku’ pertama. Lalu mengangkat kepala. Kemudian melakukan sujud dua kali. Setelah itu, beliau berdiri dan melakukan pada rakaat kedua seperti yang beliau lakukan pada rakaat pertama. Kemudian salam. Dan ketika itu matahari sudah kelihatan terang. Lalu beliau berkhutbah, sabdanya : “sesungguhnya, tidaklah terjadi gerhana matahari dan bulan karena matinya seorang atau lahirnya seseorang. Akan tetapi keduanya merupakan salah satu tanda kekuasaan Allah yang Dia perlihatkan kepada para hamba-Nya. Maka apabila kalian melihat kejadian tersebut, segeralah bershalat …” dalam riwayat lain : “Apabila kalian melihat kejadian tersebut, maka berdo’alah kepada Allah, bertakbirlah, bershalatlah dan bersedaklah.” Sabda beliau selanjutnya “Hai umat Muhammd, tiada seorangpun yang lebih cemburu daripada Allah bila berzina seorang hamba-Nya yang laki-laki, atau berzina hamba-Nya yang perempuan, Hai umat Muhamad, Demi Allah andaikata kalian mengetahui apa yang kuketahui niscaya kalian akan sedikit tertawa dan banyak menangis. Ketahuilah, bukanlah telah kusamapikan?” (Riwayat Al-Bukhari dan Muslim, secara ringkas dari kitab Jami’ Al-Ushul 6/156-158).
 
 
 
 
AWAS JANGAN LEWAT DI DEPAN
ORANG YANG SEDANG SHALAT
 
      Rasululloh r bersabda :
“Andaikata orang yang  berjalan di depan orang yang sedang shalat mengetahui apa dosanya, tentu ia berhenti empat puluh dan itu lebih baik baginya daripada lewat di depan orang tersebut.” Abu Nadhar berkata : saya tidak tahu apakah Rasululloh bersabda empat puluh hari, atau bulan atau tahun. (riwayat Bukhari).
 
      Hadits tersebut menunjukkan bahwa lewat di depan (di tempat bersujud) orang yang sedang shalat akan mendapatkan dosa dan ancaman, sehingga jika orang yang lewat tersebut mengetahui dosa yang akan di tanggung tentu ia akan  berhenti ampat puluh hari, bulan atau tahun. Sedang jika ia lewat agak jauh dari tempat sujud orang tersebut maka tidak apa-apa, hal ini sesuai dengan pemahaman hadits di atas yang menyebutkan tempat kedua tangan waktu sujud.
      Bagi yang melaksanakan shalat hendaknya meletakkan tanda batas di depannya, sehingga orang yang lewat tahu dan tidak lewat di depannya, sebagaimana sabda Rasululloh r :
“Jika salah seorang di antara kamu shalat menghadap ke suatu yang membatasinya dari orang, kemudian ada yang lewat di depannya hendaknya ia mencegah orang tersebut, sedang jika orang tersebut menolak, maka perangilah dia karena sebenarnya orang tersebut adalah setan.” (Mutafaq Alaih).
      Hadits shahih yang diriwayatkan Bukhari dan yang memperingatkan lewat di depan orang yang shalat ini termasuk perbuatan serupa di Masjidil Haram dan Masjid Rasul karena keumuman hadits tersebut, dan karena Rasululloh mengucapkan hadits tersebut di Makkah dan Madinah. Dalilnya :
1.      Bukhari menyebutkan dalam bukunya : “Ibnu Umar pernah mencegah orang yang lewat di depannya ketika ia sedang melakukan tasyahud di Ka’bah, kemudian berkata : Jika ia tetap menolak kecuali jika engkau bunuh, maka bunuhlah. Alhafidz Ibnu Hajar Al-Asqalany dalam “Fathul Bari berkata : penyebutan “Ka’bah” secara khusus agar tidak terbayang bahwa melewati orang shalat di Ka’bah diampuni karena ramai.
2.      Sedang hadits yang diriwayatkan oleh Abu Daud bukanlah hadits shahih karena ada perawi yang tidak diketahui. Hadits tersebut adalah sebagai berikut : Ahmad bin Hambal meriwayatkan kepada kami, Sufyan bin Uyainah meriwayatkan kepada saya dari sebagian keluarga dari kakeknya bahwa ia melihat Nabi r shalat di depan pintu Bani Sahm (di Masjid Haram) dan orang-orang lewat di depannya sedang antara keduanya tidak ada tanda batas. Sufyan berkata : antara beliau dengan Ka’bah tidak ada tanda batas. Sufyan berkata : ibnu Juraej pernah menceritakan kepada kami dari ayahnya. Kemudian saya tanyakan kepadanya, maka ia berkata : saya tidak pernah mendengarnya dari ayahku, tetapi dari sebagian dari keluargaku dari kakek saya. Dan Al-Hafidz Ibnu Hajar Al-Asqalany mengatakan dalam bukunya “Fathul Bari” bahwa hadits tersebut “Ma’lul”.
3.      Dalam kitab Bukhari disebutkan : dari Abu Juhaifah berkata bahwa Rasululloh r bepergian kemudian shalat dhuhur dan asar dua rakaat di Batha’ (Makkah) dan mendirikan tongkat berkepala besi di depannya.
 
KESIMPULAN :
Melewati tempat sujud orang yang sedang shalat adalah haram dan mendapatkan dosa serta ancaman, jika orang yang shalat tersebut meletakkan tongkat/tabir di depannya, baik di tanah Haram maupun di tempat yang lain sebagaimana disebutkan dalm hadits-hadits shahih di atas. Tapi bisa juga bagi orang yang terpaksa ketika dalam keadaan amat sesak dan penuh sama sekali.
 
 
PUASA DAN BEBERAPA FAEDAHNYA
 
      Allah I berfirman :
] يا أيها الذين آمنوا كتب عليكم الصيام كما كتب على الذين من قبلكم لعلكم تتقون [
“Hai orang-orang yang beriman telah diwajibakan atas kamu puasa sebagaimana diwajibakan atas orang-orang sebelum kamu, semoga kamu bertaqwa.” (Al-Baqarah : 183)
      Rasululloh r bersabda :
 
قال رسول الله r : الصيام جنة. متفق عليه
“Puasa itu tameng (untuk menghindari api neraka).” (Muttafaq Alaih).
     
Ketahuilah wahai saudaraku seagama, bahwa puasa itu adalah ibadah yang berfaedah banyak, di antaranya :
1.      Puasa mengistirahatkan pencernaan dan perut dari kelelahan kerja yang terus menerus, mengeluarkan sisa makanan dalam tubuh, memperkuat badan dan bermanfaat pula bagi penyembuhan beberapa penyakit. Disamping mengistirahatkan kaum perokok dari kecanduan rokok dan dapat membantu dalam upaya meninggalkannya.
2.      Puasa merupakan latihan dan pembiasaan jiwa untuk berbuat kebaikan dan disiplin, ketaatan dan kesabaran.
3.      Orang yang berpuasa merasakan adanya persamaan dengan saudaranya yang berpuasa, ia berpuasa bersama, berbuka bersama, merasakan adanya kesatuan Islam yang menyeluruh, dan merasakan lapar sehingga dapat ikut prihatin terhadap saudara-saudaranya yang mengalami kelaparan dan mempunyai kebutuhan.
4.      Rasululloh r bersabda :
a.                              Barangsiapa yang berpuasa Ramadhan dengan penuh iman dan mencari ridha Allah, maka ia akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu. (Muttafaq alaih).
b.                               Barangsiapa yang berpuasa Ramadhan, kemudian diikuti dengan enam hari pada bulan syawal, maka puasanya seperti puasa setahun. (Riwayat Muslim).
c.                               Barangsiapa yang bangun pada bulan Ramadhan (untuk shalat tarawih). dengan penuh keimanan dan mencari ridha Allah, maka ia akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu (Muttafaq Alaih).
 
 
KEWAJIBAN ANDA PADA BULAN RAMADHAN
 
      Ketahuilah wahai saudaraku seagama, bahwa Allah mewajibkan kepada kita berpuasa untuk beribadah kepada-Nya.
Agar puasamu diterima oleh Allah dan bermanfaat, maka kerjakankah hal-hal berikut ini :
1.      Jaga shalatmu, karena banyak orang yang berpuasa meremehkan shalat, padahal shalat adalah tiang agama.
2.      Berakhlaklah yang baik, jauhilah kekufuran, mencela agama dan bersikap tidak baik dengan sesama manusia, karena puasa melatih jiwa dan memperbaiki moral, sedang kekufuran menyebabkan kemurtadan.
3.      Janganlah berbicara yang tidak baik meskipun bergurau karena dapat menghapuskan puasa anda, dan dengarlah sabda Rasululah r :
“Jika seseorang di antara kamu suatu hari berpuasa hendaknya jangan berbuat keji atau berteriak-teriak pada waktu itu. Jika dicaci atau diajak berantem, maka hendaknya ia berkata “saya sedang berpuasa.” (Muttafaq Alaih).
4.      Ambillah manfaat dari puasa untuk meninggalkan rokok yang menyebabkan kangker dan penyakit paru-paru, dan usahakan agar anda mempunyai kemauan kuat untuk meninggalkannya pada waktu berbuka sebagaimana anda tinggalkan pada waktu siang, sehinga anda dapat menghemat kesehatan dan harta benda.
5.      Jangan berlebih-lebihan dalam makanan ketika berbuka sehingga hilang faedah puasa, dan merusak kesehatan anda.
6.      Janganlah pergi ke bioskop atau menonton TV/Video agar anda terhindar dari hal-hal yang merusak akhlak dan bertentangan dengan puasa.
7.      Janganlah banyak bergadang sehingga anda tidak sahur dan shalat fajar, dan hendaklah anda bekerja pada pagi-pagi hari, sebagaimana sabda Rasululloh :
اللهم بارك لأمتي في بكورها. صحيح رواه أحمد
“Ya Allah, berikanlah kepada umatku keberkahan di pagi hari mereka.” (riwayat Ahmad).
8.      Perbanyaklah sedekah pada sanak kerabat dan orang yang membutuhkan, kunjungilah sanak kerabat, dan selesaikanlah pertikaian di antara mereka.
9.      Perbanyaklah zikir kepada Allah, membaca Al-Qur’an dan mendengarkannya, menghayati maknanya, dan laksanakan perintah-perintahnya, pergilah ke masjid untuk mendengarkan pelajaran-pelajaran yang bermanfaat dan beriktikaf di masjid pada bulan Ramadhan merupakan perbuatan sunnah.
10. Bacalah tulisan-tulisan tentang puasa dan hal-hal lain untuk mengetahui hukum-hukumnya, sehingga anda tahu bahwa makan dan minum karena lupa tidak membatalkan puasa, bahwa janabat pada waktu malam tidak menghalangi puasa  meskipun tetap wajib mandi besar untuk bersuci dan shalat.
11. Jagalah puasa Ramadhan, biasakan anak-anak anda berpuasa ketika  mereka  mampu, dan hindarilah berbuka tanpa uzur, maka barangsiapa yang membatalkan puasa dengan sengaja, ia harus menggantinya di hari lain dan bertaubat. Dan barangsiapa menggauli isterinya di saat puasa, maka harus membayar kaffarat([2]).
12.Waspadalah wahai saudaraku seagama, dalam berbuka pada bulan Ramadhan, jangan berbuka terang-terangan di depan orang karena terang-terangan berbuka merupakan keberanian di depan Allah, mempermudah Islam dan tidak mempunyai malu kepada orang lain. Ketahuilah bahwa orang yang tidak berpuasa, maka ia tidak berhari raya. Karena hari raya merupakan kegembiraan yang besar dengan sempurnanya puasa dan diterimanya ibadah.
 
KEUTAMAAN HAJI DAN UMRAH
 
1.      Allah I berfirman :
] ولله على الناس حج البيت من  استطاع إليه سبيلا ومن كفر فإن الله غني عن العلمين [
“Mengerjakan  haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah yaitu (bagi) orang yang sanggup melaksanakan perjalanan ke Baitullah. Dan barangsiapa mengingkari (kewajiban haji) maka sesungguhnya Allah Maha Kaya (tidak memerlukan) dari semesta alam.” (Ali-Imran : 97)
2.      Rasululloh r bersabda :
“Umrah ke umrah adalah penghapus dosa antara keduanya, dan haji yang mabrur tidak mempunyai pahala selain surga.” (Muttafaq alaih).
3.      Rasululloh bersabda :
“Baragsiapa melakukan haji tanpa berbuat keji dan tidak fasiq, maka ia kembali tidak berdosa sebagaimana waktu ia dilahirkan oleh ibunya.” (Muttafaq alaih).
4.      Rasululloh r bersabda :
“Ikutilah saya dalam ibadah haji kalian.” (Riwayat Muslim).
5.      Segeralah melaksanakan ibadah haji jika anda sudah cukup mempunyai bekal pulang pergi tanpa perlu memikirkan pembiayaan selain haji seperti membeli hadiah, permen dan lain sebagainya karena Allah tidak menerimanya. Segeralah pergi haji sebelum jatuh sakit, miskin atau mati dalam keadaan ingkar kepada Allah, karena haji merupakan salah satu rukun Islam.
6.      Harta yang dipakai untuk melaksanakan ibadah haji dan  umrah harus halal sehingga ibadah haji dan umrah tersebut dapat diterima oleh Allah.
7.      Haram  bagi wanita pergi haji tanpa disertai muhrimnya, karena Rasululloh r bersabda :
“Dan janganlah wanita pergi kecuali daengan muhrimnya.” (Muttafaq alaih).
8.      Damailah dengan lawanmu, bayar hutangmu, nasehati keluargamu agar tidak berlebih-lebihan dalam berhias, kendaraan, makanan manisan, pemotongan kurban dan lain sebagainya, sebagaimana difirmankan dalam Al-Qur’an :
] كلوا واشربوا ولا تسرفوا[
“Makanlah, minumlah dan jangan kamu berlebih-lebihan.” (Ah-A’raf : 30).
9.      Haji merupakan konferensi besar bagi umat Islam untuk saling berkenalan, berkasih-kasihan dan saling membantu untuk menyelesaikan kesulitan-kesulitan mereka dan agar mereka menyaksikan manfaat bagi mereka dalam urusan agama dan dunia.
10.Yang penting sekali, agar kamu dapat menyelesaikan kesulitan kamu dengan minta pertolongan dan berdo’a hanya kepada Allah semata. Allah berfirman :
]قل إنما أدعو ربي ولا أشرك به أحدا[
“Katakanlah : sesunguhnya aku hanya berdo’a kepada Tuhanku dan aku tidak  mempersekutukan sesuatupun denganNya.” (Al-Jin : 20).
11.Umrah bisa dilaksanakan seetiap waaktu, tapi jika dilaksanakan pada bulan Ramadhan lebih utama, sebagaimana sabda Rasululloh r :
قال رسول الله r عمرة رمضان تعدل حجة. متفق عليه.
“Umrah pada bulan Ramadhan seimbang nilainya dengan haji.” (Muttafaq alaih).
12.Shalat di masjid Ka’bah lebih baik dari seratus ribu shalat di tempat lain, sebagaimana sabda Rasululloh r :
صلاة في مسجدي أفضل من ألف صلاة فيما سواه من المساجد إلا مسجد الكعبة. رواه مسلم.
“Shalat di masjidku lebih utama dari seribu shalat di  masjid lain kecuali masjid Ka’bah.” (Riwayat Muslim).
      Sabda beliau juga :
وصلاة في المسجد الحرام أفضل من صلاة في مسجدي هذا بمائة صلاة. صحيح رواه أحمد
“Shalat di masjid haram lebih utama seeratus kali daripada shalat di  masjidku.” (Riwayat Ahmad)
      jadi 1000 x 100 shalat = 100.000 shalat.
13.Hendaklah anda mengerjakan haji tamattu’, yaitu umrah, lalu tahallul, kemudian haji. Berdasarkan sabda Nabi r :
“Wahai pengikut Muhammad, barangsiapa di antara kamu yang mengerjakan  haji maka supaya memulai dengan umrah dalam hajinya itu.” (riwayat ibnu Hibban dan dinyatakan shahih oleh Al-Albabani)
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
PEKERJAAN DALAM UMRAH
 
1.      Ihram : pakailah pakaian ihram di miqat([3]) sambil mengucapkan :
لبيك اللهم عمرة
      “Dan keraskan suaramu dengan membaca talbiyah”
لبيك اللهم لبيك
2.      Tawaf ; jika anda sudah sampai di Makkah, pergilah ke masjid Haram dan lakukan tawaf keliling Ka’bah tujuh kali dimulai dari Hajar Aswad sambil mengucapkan :
بسم الله والله أكبر
Ciumlah Hajar Aswad jika dapat, kalau tidak dapat maka tunjuklah dengan jari-jari kananmu.. usaplah rukun Yamani dengan tangan kananmu setiap  kali kalau dapat, tanpa mencium atau menunjuk dengan jari-jari tangan. Ucapkanlah antaran dua rukun  (Yamani dan Hajar Aswad) do’a berikut ini :
ربنا آتنا في الدنيا حسنة  وفي الآخرة حسنة وقنا عذاب النار.
“kemudian shalatlah dua rakaat di belakang maqam Ibrahim dengan membaca surat Al-Kafirun pada rakaat pertama dan membaca surat Al-Ikhlas pada rakaat ke dua.
 
3.      Sa’i : naiklah ke shafa. Menghadaplah ke kiblat sambil mengangkat tangan ke langit dan mengucapkan :
إن الصفا والمروة من شعائر الله. أبدأ بما بدأ الله به.
“dan bertakbiralah tiga kali, tanpa menunjuk dengan jari-jari tangan, kemudian ucapkan tiga kali kalimat berikut :
لا إله إلا الله وحده لا شريك له له الملك وله الحمد وهو على كل شيء قدير  لا إله إلا الله وحده أنجز وعده وصدق وعده وهزم الأحزاب وحده.
Ucapkan hal ini di shafa dan marwa berkali-kali dengan do’a. berjalan cepat antara shafa dan marwa antara dua garis hijau. Sa’i dilakukan tujuh kali, berangkat dihitung sekali dan pulang dihitung sekali.
4.      Cukurlah semua rambutmu atau potonglah pendek. Bagi wanita cukup dipotong sedikit saja. Hal ini disebut tahallul.
 
PEKERJAAN DALAM HAJI([4])
 
      Ihram, bermalam di Mina, Wukuf di Arafah, bermalam di muzdalifah, melempar  jumrah, menyembelih kurban, memotong rambut, Tawaf dan Sa’i.
1.      Berpakaianlah pakaian ihram di Makkah pada hari ke tujuh pada bulan Zul Hijjah sambil mengucapkan :
لبيك اللهم حجة.
      Pergi ke mina dan bermalam di sana, kemudian shalat lima waktu dengan di qashar sehingga shalat zuhur, Asar dan Isya’ kamu kerjakan masing-masing dua rakaat, pada waktunya.
2.      Pergi ke Arafah pada hari ke sembilan setelah terbit matahari, shalat dzuhur dan Asar di jama’ taqdim dengan sekali azan dua iqomat tanpa shalat sunnat. Perhatikan bahwa kamu benar-benar berada di Arafah, sedang dalam keadaan tidak berpuasa, mengucapkan talbiyah dan hanya memanggil Allah semata, karena wuquf di Arafah merupakan rukun yang paling pokok.
3.      Tinggalkan Arafah setelah tenggelam matahari dengan tenang menuju muzdalifah. Shalat maghrib dan isya’ dengan jama’ ta’khir. Bermalam di muzdalifah  untuk dapat shalat subuh dan dzikir kepada Allah di Masy’aril haram. Bagi kaum lemah diperbolehkan untuk tidak bermalam([5]).
4.      Tinggalkan Muzdalifah sebelum terbit matahari dengan berangkat menuju ke Mina pada hari raya dan lemparlah jumrah kubra dengan tujuh batu kerikil sambil bertakbir, waktunya setelah terbit matahari sampai malam.
5.      Potonglah kurban di Mina atau di Makkah pada hari raya dan tasyriq, makanlah daging kurban tersebut dan berikan kepada kaum fuqara. Jika tidak bisa membeli kurban, maka berpuasalah tiga hari pada waktu haji dan tujuh hari jika kamu telah  pulang ke keluargamu. Seorang perempuan mempunyai kewajiban menyembelih kurban atau berpuasa sama dengan kewajiban lelaki. Dan ini untuk tamattu’.
6.      Cukurlah rambutmu atau potong pendek dan mencukur semua rambut lebih utama. Kemudian berpakaianlah dengan pakaian biasa, dan dihalalkan bagimu segala sesuatu kacuali bergaul dengan perempuan.
7.      Kembalilah ke Makkah, melakukan tawaf tujuh kali, dan sa’i antara shafa dan Marwa tujuh kali (pergi dihitung sekali dan pulang dihitung sekali). Setelah itu kamu boleh lagi bergaul dengan isterimu. Boleh juga mengakhirkan thawaf sampai hari tasyriq yang terakhir.
8.      Kembalilah ke Mina pada hari raya dan wajib bermalam di sana. Kemudian lemparlah ketiga jumrah dimulai dari jumrah kecil setiap hari setelah zuhur sampai malam dengan tujuh kerikil pada setiap jumrah. Setiap melemparkan satu kerikil mengucapkan takbir dan tahu bahwa lemparannya  jatuh pada sasaran, jika tidak sampai agar diulangi. Disunatkan  untuk wuquf setelah melempar jumrah sughra dan wustha untuk berdo’a dengan mengangkat kedua belah tangan. Diperbolehkan bagi kaum wanita, orang-orang sakit, anak-anak kecil dan orang-orang yang lemah untuk mewakilkan kepada orang lain dalam melempar jumrah tersebut. Sebagaimana diperbolehkan mengakhirkan waktu melempar jumraah sampai  hari kedua atau ketiga dalam keadaan terpaksa.
9.      Tawaf wada’ adalah wajib, dan bepergian dilakukan langsung setelah tawaf wada’ (bagi yang meninggalkannya wajib membayar dam begitu juga bagi yang tidak melempar jumrah atau tidak bermalam. Pent.).
 
ADAB-ADAB DALAM  HAJI DAN UMRAH
 
1.      Ikhlaskan hajimu hanya untuk Allah semata sambil mengucapkan :
اللهم هذه حجة لا رياء فيها ولا سمعة
2.      Kawanilah para ahli kebaikan dan berbaktilah kepada mereka serta sabarlah terhadap gangguan tetanggamu.
3.      Waspadalah dalam mengisap dan membeli rokok. Hal itu adalah haram, membahayakan badan, tetangga, harta dan merupakan maksiat kepada Allah.
4.      Pergunakanlah siwak ketika shalat dan ambillah siwak, air zam-zam dan korma sebagai hadiah, karena banyak hadits-hadits shahih yang menyebutkan keutamaannya.
5.      Waspadalah dalam menyentuh kaum wanita dan melihat kepada mereka. Tutupilah isterimu dari kaum lalaki.
6.      Janganlah melangkahi kepala orang yang shalat sehingga menyakiti mereka, dan duduklah sedekat mungkin.
7.      Hati-hati lewat di depan orang yang sedang shalat meskipun di tanah Haram, karena itu merupakan parbuatan setan.
8.      Perlahan-lahanlah dalam shalatmu, dan shalatlah menghadap ke pembatas (seperti tembok, punggung orang atau tas) dan pembatas makmum cukup dengan imam mereka.
9.      Berlemah lembutlah dengan orang-orang di sekitarmu ketika tawaf, sa’i, melempar jumrah dan mencium hajar aswad, karena hal itu diperintahkan.
10.Janganlah berdo’a kepada selain Allah seperti kepada orang-orang yang sudah mati karena hal itu perbuatan syirik yang dapat membatalkan haji dan amal baik. Allah berfirman :
لَئِنْ أَشْرَكْتَ لَيَحْبَطَنَّ عَمَلُكَ وَلَتَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ (65) سورة الزمر.
“Jika kamu mempersekutkan (Tuhan), niscaya akan hapuslah amalmu dan tentulah kamu termasuk orang-orang yang merugi.” (Az-Zumar : 65).
 
SOPAN SANTUN DI MASJID NABAWY
 
1.      Jika kamu memasuki masjid dahulukan kaki kanan dan ucapkanlah :
اللهم صل على محمد اللهم افتح لي أبواب رحمتك
“Ya Tuhanku, berilah shalawat kepada Nabi Muhammad. Ya Alloh bukakanlah bagiku pintu-pintu rahmatMu.”
2.      Lakukanlah shalat tahiyatul masjid dau rakaat dan sampaikanlah salam kepada Rasul sambil mengucapkan :
السلام  عليك يا رسول الله السلام عليك يا أبا بكر السلام عليك يا عمر.
      Kemudian menghadaplah kiblat ketika berdo’a.
      Dan ingatlah sabda beliau :
“Jika kamu meminta sesuatu mintalah kepada Allah, dan jika kamu memohon petolongan mohonlah kepada Allah.” (hadits hasan shahih, riwayat Turmudzi)
3.      Menziarahi masjid Rasulullah r dan menyampaikan salam kepadanya adalah mustahab, tidak menentukan sahnya haji dan tidak mempunyai waktu tertentu.
4.      Janganlah menyentuh atau mencium jendela atau dinding atau yang lain karena hal itu diharamkan.
5.      Berjalan mundur ketika meninggalkan masjid Nabawi adalah bid’ah, tidak ada dalil yang mendasarinya.
6.      Perbanyaklah mengucapkan shalawat atas Rasululloh r karena sabdanya :
قال رسول الله r من صلى علي واحدة صلى الله عليه بها عشرا. رواه مسلم
7.      Dianjurkan ziarah ke kuburan bagi’ dan para syuhada uhud, bukan ke masjid sab’ah (tujuh Masjid).
8.      Bepergian ke Madinah hendaknya dengan niat ziarah masjid Nabawy dan mengucapkan salam kepada Nabi ketika masuk, karena shalat di masjid Nabi r lebih utama seribu shalat daaripada shalat di masjid yang lain, dan sabda Nabi r:
“Tidak boleh bepergian dengan persiapan safar kecuali ke tiga masjid, yaitu : Masjid Al-Haram, Masji Al-Aqsha, dan masjidku ini.” (hadits Muttafaq alaih).
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
DI ANTARA AKHLAK RASULULLOH r
 
      Akhlak Rasululloh r adalah Al-Qur’an, membenci apa yang dibenci Al-Qur’an dan  merasa senang dengan apa yang disenanginya. Tidak dendam dan marah kepada seorang kecuali jika melakukan hal-hal yang diharamkan Allah sehingga kemarahannya karena Allah.
      Rasululloh r merupakan orang yang paling jujur ucapannya, paling memenuhi tanggung-jawabnya, paling lembut perangainya, paling mulia pergaulannya, lebih pemalu dari perawan dalam pingitan, rendah hati dan selalu berpikir, tidak keji dan pengutuk, tidak membalas kejahatan dengan kejahatan tapi membalasnya dengan memberi maaf dan jabat tangan, tidak pernah menolak siapa yang meminta sesuatu kebutuhan kecuali dipenuhi kebutuhannya atau dengan kata-kata yang halus dan tidak dengan hati kasar dan sikap keras, tidak pernah memotong pembicaraan orang lain kecuali jika bertentangan dengan kebenaran sehingga memotong pembicaraannya dengan larangan atau berdiri, tidak menganggap bohong kepada seseorang, tidak dengki kepadanya dan  tidak memintanya untuk bersumpah.
      Rasululloh menjaga tetangganya dan menghormati tamunya, waktunya tidak pernah berlalu tanpa beramal untuk Allah atau mengerjakan sesuatu yang harus dikerjakan, cinta kepada optimis dan benci kepada pesimis, jika ada dua pilihan beliau memilih yang teringan di antara keduanya selama tidak merupakan dosa, senang menolong orang yang membutuhkan dan membantu orang  yang teraniaya.
      Rasululloh r juga senang kepada sahabat-sahabatnya, bermusyarwarah dengan mereka dan memeriksa  keadaan mereka, barangsiapa sakit dikunjunginya, barangsiapa tidak hadir diundangnya, barangsiapa meninggal dunia dido’akannya seerta menerima alasan orang yang uzur kepadanya. Baginya, orang yang kuat dan orang yang lemah mempunyai hak yang sama. Beliau ketika berbicara, jika orang menghitung pembicaraanya tentu akan dapat menghitungnya karena kefasihan dan pelannya. disamping itu, beliau juga bergurau dan tidak mengucapkan sesuatu kecuali kebenaran.
 
SOPAN SANTUN DAN KERENDAHAN HATI RASULULLOH r
 
      Rasululloh r adalah orang yang paling sayang dan hormat kepada para sahabatnya, memberi tempat lapang kepada mereka jika kesempitan, memulai salam kepada orang yang dijumpai, dan jika berjabat tangan dengan seseorang tidak pernah melepaskan sebelum orang tersebut melepaskan diri.
      Rasululloh r adalah orang yang paling rendah hati, jika berada bersama suatu kaum dalam majlis selalu duduk bersama mereka dan tidak berdiri sebelum majlis selesai, setiap yang duduk bersama beliau diberi haknya masing-masing sehingga tidak seorangpun yang merasa bahwa orang lain lebih mulia daripada dirinya bagi Rasululloh r, jika seseorang duduk di dekatnya beliau tidak berdiri sebelum orang tersebut berdiri kecuali jika ada urusan  yang memdadak maka beliau meminta izin kepadanya.
      Rasululloh r benci kepada orang yang berdiri menghormatinya([6]). Dari Anas bin Malik t berkata :
Tak seorangpun yang mereka cintai lebih dari cinta kepada Rasululloh r tapi jika  mereka melihat Rasululloh r tidak berdiri menghormati beliau karena mereka tahu bahwa beliau benci kepada hal yang yang serupa.” (riwayat Ahmad dan Turmudzi).
      Rasululloh tidak menghadapi seseorang dengan sesuatu yang tidak disenanginya, mengunjungi orang sakit dan mencintai orang-orang miskin, bersahabat dan menyaksikan jenazah mereka, tidak menghina  orang fakir karena kefakirannya, tidak takut kepada raja karena kedudukannya, dan membesarkan ni’mat meskipun sedikit; maka beliau tidak pernah sekalipun mencela makanan, jika beliau merasa senang dengan makanan tersebut beliau makan, tapi jika tidak, maka beliau tinggalkan, makan dan minum dengan tangan kanannya setelah membaca basmalah pada permulaannya dan mengucapkan hamdalah pada akhirnya.
      Beliau menyenangi hal-hal yang baik dan tidak suka pada hal-hal yang tidak baik seperti bawang putih dan bawang merah atau serupa dengannya, beliau berhaji sambil mengatakan :
قال رسول الله r اللهم هذه حجة لا رياء فيها ولا سمعة. صحيح رواه  المقدسي
“Ya Alah, ini adalah benar-benar haji yang tidak ada riya dan tidak mencari popularitas di dalamnya.” (riwayat Maqdisy).
      Beliau juga tidak berbeda dengan para sahabatnya dalam pakaian dan tempat duduk, sehingga pernah seorang Arab badui masuk sambil mengatakan : “Mana di antara kamu yang bernama Muhammad?”
Pakaian yang paling disenangi Rasululloh r adalah qamis (baju panjang sampai setengah betisnya), tidak berlebih-lebihan dalam makanan atau pakaian, memakai peci, serban dan cincin perak pada jari kelingking kanannya serta mempunyai jenggot besar.
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
          DA’WAH DAN JIHAD RASULULLOH r
 
      Allah mengutus Rasulnya, Muhammad r, sebagai rahmat bagi seluruh alam, Beliau mengajak orang-orang arab dan seluruh manusia kepada hal-hal yang  menjadi kebaikan dan kebahagiaan mereka di dunia dan akhirat.
      Yang pertama kali didakwahkan adalah melakukan ibadah hanya kepada Allah semata, termasuk berdo’a hanya kepadanya saja, sebagaimana firman Allah :
] قل إنما أدعو ربي ولا أشرك به أحدا [
“Katakanlah : Sesungguhnya aku hanya berdo’a kepada Robbku dan aku tidak memprsekutukan sesuatu pun denganNya.” (Al-Jin : 20).
      Orang-orang musyrik telah menentang dakwah ini, karena bertentangan dengan akidah polytheisme mereka dan karena taklid buta kepada orang tua mereka. Mereka menuduh Rasululloh r sebagai tukang sihir dan gila, setelah mereka menyebutnya sebagai orang jujur dan dipercaya.
      Rasululloh r benar-benar sabar menghadapi siksaan kaumnya, hal itu sebagai pengamalan perintah Allah I :
] فاصبر لحكم ربك ولا تطع منهم آثما أو كفورا [
“Maka sabarlah kamu untuk melaksnakan ketetapan Robbmu, dan janganlah kamu ikuti orang yang berdosa dan orang-orang yang kafir di antara mereka.” (Al-Insan : 24).
     
Selama 13 tahun Rasululloh di Makkah mengajak manusia kepada Tauhid dan menanggung siksaan kaumnya bersama sahabatnya, kemudian hijrah bersama sahabatnya ke Madinah untuk mendirikan masyarakat Islam yang baru berdasarkan keadilan, kecintaan dan persamaan. Dan Allah telah memperkuat Rasulullah dengan  beberapa mukjizat, yang terpenting adalah Al-Qur’an Al-Karim yang  mengajak kepada tauhid, ilmu, jihad, kemajuan dan akhlak yang mulia.
      Rasululloh pernah mengirim surat kepada beberapa raja di dunia  mengajak mereka untuk masuk Islam sambil berkata kepada Kaisar : Masuklah kepada Islam, engkau akan selamat dan Allah akan memberimu pahala dua kali … wahai para ahli kitab, marilah kepada satu kalimat (ketetapan) yang tidak ada perselisihan antara kami dan kamu, bahwa tidak kita sembah kecuali Allah dan tidak kita persekutukan Dia dengan sesuatupun dan tidak (pula) sebagian kita menjadikan sebagian yang lain sebagai tuhan selain daripada Allah.
      Rasululloh r memerangi orang-orang  musyrik serta yahudi dan  mendapat kemenangan, Rasululloh sendiri telah  melakukan perang lansung sekitar dua puluh kali, dan telah mengirim tentaranya dari kalangan sahabat-sahabatnya berpuluh kali untuk berjihad dan berdakwah kepada Islam dan membebaskan beberapa bangsa dari penganiyayaan dan perbudakan. Rasululah r mengajarkan para sahabatnya untuk memulai dengan tauhid.
 
CINTA DAN MENGIKUTI RASULULLOH r
      Allah I berfirman :
] قل إن كنتم تحبون  الله فاتبعوني يحببكم الله ويغفر لكم ذنوبكم والله غفور رحيم [
“Katakanlah : jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu! Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (Ali Imran : 31)
      Rasululloh r bersabda :
قال رسول الله r لا يؤمن أحدكم حتي أكون أحب إليه من والده وولده والناس أجمعين.رواه البخاري ومسلم.
“Seseorang belum beriman sehingga aku lebih dicintai daripada kedua orang tua, anaknya dan seluruh manusia.” (riwayat Bukhari dan Muslim).
     
Dalam diri Rasululloh r terdapat akhlak yang mulia, keberanian dan kemuliaan. Barangsiapa yang melihatnya secara tiba-tiba akan takut kepadanya, dan berangsiapa yang bergaul kepadanya karena pengetahuan akan mencintainya. Rasululloh r telah menyampaikan risalahnya, memberi nasehat kepada umat, mempersatukan kalimah, membuka hati manusia dengan para sahabatnya dengan mempersatukan mereka dan membuka banyak negeri dengan perjuangan mereka untuk membebaskan manusia dari penyembahan sesama manusia menuju ke penyembahan terhadap Tuhan  manusia.
      Rasulullohr dan para sahabat telah menyampaikan kepada kita agama Islam secara sempurna tanpa tercampur dengan bid’ah dan khurafat dan tidak perlu di tambah atau dikurangi.
      Allah I berfirman :
] اليوم أكملت لكم دينكم وأتممت عليكم نعمتي ورضيت لكم الإسلام دينا [
“Pada hari ini telah kusempurnakan  untuk kamu agamamu, dan telah Kucukupkan kepadamu ni’matKu, dan telah Kuridhai Islam itu jadi agamamu.” (Al-maidah : 3).
      Rasululloh r bersbda :
قال رسول الله r : إنما بعثت لأتمم مكارم الأخلاق. رواه أحمد.
“Sesungguhnya saya diutus untuk menyempurnakan akhlak yang mulia.” (riwayat Ahmad).
      Itulah beberapa akhlak Nabimu, maka berpeganglah pada akhlak Rasululloh agar kamu menjadi orang-orang yang benar. Allah I berfirman :
] لقد كان لكم في رسول الله أسوة حسنة [
“Sesungguhnya telah ada pada diri Rasululah itu suri tauladan yang baik bagimu.” (Al-Ahzab : 21).
     
Ketahuilah, bahwa cinta kepada Allah dan RasulNya yang benar mempunyai konsekuensi  melaksanakan kitab Allah dan hadits-hadits Rasululloh r yang shahih, melaksanakan hukum dengan berpegang kepada keduanya dan  tidak boleh mendahulukan pendapat orang atas keduanya.
      Alllah berfirman :
] يا أيها الذين آمنوا لا تقدموا بين يدي الله ورسوله واتقوا الله إن الله سميع عليم [
“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mendahului Allah dan RasulNya dan bertaqwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (Al-Hujurat : 1).
 
      Ya Allah, karuniailah kami untuk dapat mencintai dan mengikuti Rasululloh, berakhlak dengan akhlaknya dan memperoleh syafaatnya.
 
DI ANTARA WASIAT RASULULLOH r
 
1.      Saya sungguh telah meninggalkan sesuatu kepadamu yang apabila hal itu kamu pegang teguh, tidak akan sesat selamanya, yaitu kitab Allah dan sunnah Rasulnya. (riwayat Al-Hakim).
2.      Berpenganglah kepada sunnahku dan sunnah para Khulafaurrasyidin yang mendapat petunjuk. (riwayat Ahmad).
3.      Wahai Fathimah binti Muhammad, mintalah harta kepadaku apa saja yang kau kehendaki, karena diriku tidak bisa menyelamatkan kamu sedikitpun di sisi Allah. (riwayat Bukhari).
4.      Barangsiapa yang taat kepadaku berarti ia taat kepada Allah dan barangsiapa yang durhaka kepadaku berarti ia durhaka kepada Allah. (riwayat Bukhari).
5.      Janganlah kamu mengagungkanku seperti yang diperbuat oleh orang-orang Nasrani terhadap Isa bin Maryam, karena sebenarnya aku ini tidak lebih dari hamba Alah. Sebut saja aku ini hamba Allah dan RasulNya. (riwayat Bukhari).
6.      Allah melaknat orang-orang Yahudi karena mereka menjadikan kuburan Nabi-nabi mereka sebagai masjid dengan memakamkan mereka di dalam masjid. (riwayat Bukhari).
7.      Barangsiapa membuat kedustaan atas saya (mengatakan sesuatu hal dari saya padahal saya tidak mengatakannya) maka bersiap-siaplah ia masuk neraka. (riwayat Ahmad).
8.      Sungguh saya tidak berjabatan tangan dengan  wanita (selain mahram). (riwayat Turmudzi).
9.      Siapa yang tidak menyukai sunnahku ia tidak termasuk golonganku. (Muttafaq alaih).
10.  Ya Allah, aku mohon perlindunganmu agar aku dijauhkan dari ilmu yang  tidak berguna (riwayat Muslim).
11.  Barangsiapa melakukan suatu amal tanpa ada dasar perintah dari kami, maka amalnuya itu tidak diterima. ( riwayat Muslim).
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
BAGAIMANA MENDIDIK
ANAK-ANAK KITA?
 
      Allah I berfirman :
] يا أيها الذين آمنوا قوا أنفسكم وأهليكم نارا [
“Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka.” (At-Tahrim : 6).
      Ibu, Bapak dan Guru bertanggungjawab di depan Allah terhadap pendidikan generasi muda. Jika pendidikan mereka baik, maka berbahagialah generasi  tersebut di dunia dan  akhirat. Tapi jika mereka mengabaikan pendidikannya maka sengsaralah generasi tersebut, dan beban dosanya berada pada leher mereka. Untuk itu disebutkan dalam suatu hadits Rasululloh r :
كلكم راع وكلكم مسؤول عن رعيته. متفق عليه.
“Setiap orang di antara kamu adalah pemimpin, dan masing-masing bertanggung jawab atas yang dipimpinnya.” (muttafaq alaih).
      Maka adalah merupakan kabar gembira bagi seorang guru, sabda Rasululloh r berikut ini :
فو الله لأن يهدي الله بك رجلا واحدا خير لك من حمر النعم. رواه البخاري ومسلم.
“Demi Allah, bahwa petunjuk yang diberikan Allah kepada seseorang melalui kamu lebih baik bagimu dari pada unta merah (kekayaan yang banyak).” (riwayat Bukhari dan Muslim).
     
Dan juga merupakan kabar gembira bagi kedua orang tua, sabda Rasululloh r berikut ini :
إذا مات الإنسان انقطع عمله إلا من ثلاث : صدقة جارية أو علم ينتفع به أو ولد صالح يدعو له.
“Jika seseorang mati maka terputuslah amalnya kecuali tiga hal; sedekah jariyah, atau ilmu yang berrrmanfaat, atau anak shaleh yang mendo’akannya.” (riwayat Muslim).
      Maka seorang pendidik hendaknya melakukan perbaikan dirinya terlebih dahulu, karena perbuatan baik bagi anak-anak adalah yang dikerjakan oleh pendidik dan perbuatan jelek bagi anak-anak adalah yang ditinggalkan oleh pendidik. Sesungguhnya tingkah laku guru dan kedua orang tua yang baik di depan anak-anak merupakan pendidikan yang paling utama bagi mereka.
1.      Melatih anak-anak untuk mengucapkan kalimat syahadat.
لا إله إلا الله محمد رسول الله  dan menjelaskan maknanya ketika mereka sudah besar.
2.      Menanamkan rasa cinta dan iman kepada Allah dalam hati mereka, karena Allah adalah pencipta, pemberi rizki dan penolong satu-satuya tanpa ada sektu bagiNya.
3.      Memberi kabar gembira kepada mereka dengan janji surga, bahwa surga akan diberikan kepada orang-orang yang melakukan shalat, puasa, mentaati kedua orang tua dan berbuat amalan yang diridhai oleh Allah, serta menakuti mereka dengan neraka, bahwa neraka diperuntukkan bagi orang yang meninggalkan shalat, menyakiti orang tua, membenci Allah, melakukan hukum selain hukum Allah dan memakan harta orang dengan menipu, membohongi , riba dan lain sebagainya.
4.      Mengajarkan anak-anak untuk meminta dan memohon pertolongan hanya kepada Allah semata, sebagaimana sabda Rasululloh r kepada anak pamannya :
“Jika kamu meminta sesuatu mintalah kepada Allah, dan jika kamu memohon pertolongan mohonlah kepada Allah.” (riwayat Turmudzi)
 
MENGAJARKAN SHALAT
 
1.      Pengajaran shalat kepada anak laki-laki maupun perempuan pada masa kecil adalah wajib, agar mereka terbiasa jika sudah besar. Rasululah r berabda :
علموا أولادكم الصلاة إذا بلغوا سبعا واضربوهم عليها إذا بلغوا عشرا وفرقوا بينهم في المضاجع. رواه أحمد بإسناد صحيح.
“Ajarkanlah   shalat kepada anak-anakmu  jika sudah sampai umur tujuh tahun, pukullah jika sudah sampai umur sepuluh tahun dan pisahkan tempat tidur mereka.” (riwayat Ahmad).
      Pengajaran shalat tersebut dilakukan dengan wudhu’ dan shalat di depan mereka, membawa mereka pergi bersama ke masjid, memberikan kepada mereka buku tentang cara-cara shalat sehingga  seluruh keluarga mempelajari peraturan shalat. Hal ini merupakan kewajiban seorang guru dan kedua orang tua. Setiap pengurangan tenggung jawab tersebut akan ditanya oleh Allah.
2.      Mengajarkan Al-Qur’an Al-Karim kepada anak-anak, di mulai dari surat Al-Fatihah dan surat-surat pendek serta menghafal do’a Tahiyyah untuk shalat. Menyediakan guru  untuk mengajar tajwid, mengahafal Qur’an dan hadits.
3.      Mendorong anak-anak untuk shalat Jum’at dan jama’ah di masjid di belakang kaum lelaki, berlemah lembut dalam memberi nasehat jika mereka bersalah, tidak dengan suara keras dan mengagetkan mereka, agar mereka tidak meninggalkan shalat dan kemudian kita berdosa. Jika ingat masa-masa kanak-kanak dan permainan kita, kita akan memaklumi hal itu.
 
MEMPERINGATKAN UNTUK MENJAUHI LARANGAN
 
1.      Memperingatkan anak untuk tidak kafir, mencerca dan melaknat orang serta berbicara yang jelek. Menyadarkan anak dengan lemah lembut bahwa kekufuran itu haram yang menyebabkan kerugian masuk neraka.
Hendaknya kita menjaga omongan kita di depan mereka agar menjadi suri tauladan yag baik bagi mereka.
2.      Memperingatkan anak untuk tidak main judi dengan segala  macamnya, seperti yanasib, rolet dan lainnya meskipun hanya untuk hiburan karena hal itu mendorong kepada perjudian dan pertikaian serta merugikan diri, harta dan waktu  mereka sendiri serta menghilangkan shalat mereka.
3.      Melarang anak-anak membaca majalah dan gambar porno serta cerita-cerita komik persilatan dan seksualitas. Melarang penyiaran film-film serupa di bioskop maupun TV karena berbahaya bagi akhlak dan masa depan anak-anak.
4.      Melarang anak merokok dan memberi pengertian kepada mereka, bahwa para dokter berpendapat sama bahwa merokok berbahaya bagi badan, menyebabkan kanker, merusak gigi, baunya tidak enak, merusak paru-paru dan tidak ada faedahnya sehingga menjual dan menghisap adalah haram. Menasihati mereka untuk makan buah-buahan dan asinan sebagai ganti rokok.
5.      Membiasakan anak-anak jujur dalam perkataan dan perbuatan. Hendaknya kita tidak berbohong kepada mereka meskipun hanya bergurau. Jika kita menjanjikan sesuatu kepada mereka handaknya kita penuhi. Dalam hadits sahih disebutkan :
من قال لصبي تعال هاك (خذ) ثم لم يعطه فهي كذبة. صحيح رواه أحمد.
“Barangsiapa berkata kepada anak kecil ‘ambillah’ kemudian tidak memberinya maka hal itu adalah kebohongan.” (riwayat Ahmad).
6.      Tidak memberi makan kepada anak-anak dengan uang haram seperti uang sogok, riba, hasil pencurian, dan penipuan, karena hal itu menyebabkan kesengsaraan, kedurhakaan dan kemaksiatan mereka.
7.      Tidak mendo’akan kebinasaan dan kemarahan terhadap anak, karena do’a baik maupun buruk kadang-kadang dikabulkan, dan mungkin menambah kesesatan mereka. Lebih baik jika kita mengatakan kepada anak; semoga Allah memperbaiki kamu.
8.      Memperingatkan anak-anak untuk tidak melakukan perbuatan syirik kepada Allah, seperti : berdo’a kepada orang-orang yang sudah mati, meminta pertolongan dari mereka. Padahal mereka adalah hamba-hamba Allah yang tidak bisa mendatangkan bahaya maupun manfaat.
Allah berfirman :
] ولا تدع من دون الله ما لا ينفعك ولا يضرك فإن فعلت فإنك من الظالمين [
“Dan janganlah kamu menyembah kepada selain Allah apa-apa yang tidak memberi manfaat dan tidak pula memberi madharat, sebab jika kamu berbuat yang demikian itu, maka sesungguhnya kamu termasuk orang-orang yang dzalim (musyrik).” (Yunus : 106).
 
TUTUP AURAT DAN HIJAB
 
1.      Memberikan kepada anak perempuan tutup aurat pada masa kecilnya agar terbiasa pada waktu dewasa. Tidak memberikan pakaian pendek kepada mereka, tidak memberikan celana dan baju saja karena hal itu menyerupai kaum lelaki dan orang-orang kafir dan menyebabkan fitnah. Menyuruh kepadanya untuk menggunakan sapu tangan di atas kepala sejak umur tujuh tahun, menutup  wajah ketika sudah dewasa dan memakai pakaian hitam panjang yang menutupi seluruh aurat yang dapat menjaga kehormatannya. Dan Al-Qur’an mengajak kepada seluruh perempuan kaum mukmin untuk berhijab, sebagaimana desebutkan :
] يا أيها النبي قل لأزواجك وبناتك ونساء المؤمنين يدنين عليهن من جلابيبهن ذلك أدنى أن يعرفن فلا يؤذين وكان الله غفورا رحيما [
“Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin; hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (Al-Ahzab : 59).
     
AL-Qur’an juga melarang kaum wanita  terlalu bertingkah dan berhias di luar rumah. Allah berfirman :
] ولا تبرجن تبرج الجاهلية الأولى [
“Dan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang jahiliyah yang dahulu.” (Al-Ahzab : 33).
 
2.      Mewasiatkan kepada anak untuk memakai pakaian sesuai jenisnya sehingga pakaian wanita tidak sama dengan pakaian lelaki, juga mewasiatkan kepada mereka untuk menjauhi pakaian asing seperti celana sempit, memanjangkan kuku dan rambut serta memendekkan jenggot. Dalam hadits shahih disebutkan :
لعن النبي r المتشبهين من الرجال بالنساء والمتشبهات من النساء بالرجال ولعن المخنثين من الرجال والمترجلات من النساء. رواه البخاري.
“Nabi Muhammad r melaknat kaum lelaki yang memakai pakaian seperti kaum wanita dan kaum wanita yang memakai pakaian seperti kaum lelaki, serta kaum waria baik laki-laki maupun perempuan.” (riwayat Bukhari).
ومن تشبه بقوم فهو منهم. رواه أبو داود.
“Barangsiapa menyerupai suatu kaum berarti ia telah termasuk di dalam kaum tersebut.” (riwayat Abu Daud).
 
 
 
AKHLAK DAN SOPAN SANTUN
 
1.        Kita biasakan anak untuk menggunakan tangan kanan dalam mengambil, memberi, makan, minum, menulis dan menerima tamu, dan mengajarkannya untuk selalu memulai setiap pekerjaan dengan basmalah terutama untuk makan dan minum dan harus dilakukan dengan duduk serta di akhiri dengan membaca hamdalah.
2.        Membiasakan anak untuk selalu menjaga kebersihan , memotong kukunya, mencuci kedua tangannya sebelum dan sesudah makan, dan mengajarinya untuk bersuci ketika buang air kecil maupun air besar sehinga tidak membuat najis pakaiannya dan shalatnya menjadi sah.
3.        Berlemah lembut dalam memberi nasehat kepada mereka dengan secara diam-diam, tidak membuka kesalahan mereka di depan umum, jika mereka   tetap membandel maka kita diamkan selama tiga hari dan tidak lebih dari itu.
4.        Menyuruh anak-anak untuk diam ketika azan berkumandang dan menjawab bacaan-bacaan muazin kemudian bershalawat atas Nabi dan berdo’a :
اللهم رب هذه الدعوة التامة والصلاة القائمة آت محمدا الوسيلة والفضيلة وابعثه مقاما محمودا الذي وعدته. رواه  البخاري
5.        Memberi kasur pada setiap anak jika memungkinkan, jika tidak maka setiap anak diberikan selimut sendiri-sendiri. Akan lebih utama jika anak perempuan mempunyai kamar sendiri dan anak laki-laki mempunyai kamar sendiri, guna menjaga akhlak dan kesehatan mereka.
6.        Membiasakan mereka untuk tidak membuang sampah dan kotoran di tengah jalan dan  menghilangkan hal yang menyebabkan mereka sakit.
7.        Waspada terhadap persahabatan mereka dengan kawan-kawan yang nakal, mengawasi mereka, dan melarang mereka untuk duduk-duduk di pinggir jalan.
8.        Memberi salam kepada anak-anak di rumah, di jalan dan di kelas dengan lafadz :
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
9.        Berpesan kepada anak untuk berbuat baik kepada tetangga dan tidak menyakiti mereka.
10.    Membiaskan anak untuk bersikap hormat dan memuliakan tamu serta menghidangkan suguhan baginya.
 
JIHAD DAN KEBERANIAN
 
1.      Harus di adakan pertemuan khusus bagi keluarga dan palajar untuk dibacakan riwayat hidup Rasululloh r dan para sahabatnya agar mereka tahu bahwa Rasululloh r adalah pemimpin yang berani dan para sahabatnya seperti Abu Bakar, Umar, Utsman, Ali dan Mu’awiyah telah membuka negeri kita, merupakan faktor penyebab ke-Islaman kita dan telah mendapat kemenangan dengan iman, jihad, amal dan akhlak yang tinggi.
2.      Mendidik anak-anak berani menyeru kebaikan dan mencegah kemungkaran, tidak takut kecuali kepada Allah dan  tidak menakut-nakuti mereka dengan cerita-cerita dan dongeng-dongeng yang manakutkan.
3.      Menanamkan pada anak kecintaan balas dendam kepada orang-orang yahudi dan kaum zalim. Pemuda-pemuda kita akan membebaskan Palestina dan Masjid Aqsa ketika mereka kembali kepada Islam dan jihad di jalan Allah serta mendapat kemenangan dengan  izin Allah.
4.      Memberikan cerita-cerita yang mendidik, bermanfaat dan Islami, seperti serial cerita-cerita dalam Al-Qur’an, sejarah Nabi, pahlawan dan kaum pemberani dari para sahabat dan orang-orang Islam lainnya, seperti kitab :
a.                              Asy-syamaail Al-Muhamadiyah Wal akhlaaq An-Nabawiyah Wal Adaab Al-Islamiyah.
b.                               Al-Aqidah Al-Islamiyah Min Al-Kitab Was-Sunnah Ash-Shahihah.
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
BERBAKTI KEPADA KEDUA ORANG TUA
 
      Jika kamu ingin berhasil di dunia dan akhirat, maka kerjakanlah beberapa pesan sebagai berikut :
1.      Berbicaralah kepada kedua orang tuamu dengan sopan santun, jangan mengucakan “ah” kepada mereka, jangan hardik mereka dan berkatalah kepada mereka dengan ucapan yang baik.
2.      Taati selalu kedua orang tuamu selama tidak dalam maksiat, karena tidak ada ketaatan pada makhluk yang bermaksiat kepada Allah.
3.      Berlemah lembutlah kepada kedua orang tuamu, jangan bermuka masam di depannya, dan janganlah memelototi  mereka dengan marah.
4.      Jaga nama baik, kehormatan dan harta benda kedua orang tua. Dan janganlah mengambil sesuatu pun tanpa seizin keduanya.
5.      Lakukanlah hal-hal yang meringankan keduanya meski tanpa perintah seperti berkhidmat, membelikan beberapa keperluan dan bersungguh-sungguh dalam mencari ilmu.
6.      Musyawarahkan segala pekerjaanmu dengan orang tua dan mintalah maaf kepada mereka jika terpaksa kamu berselisih pendapat.
7.      Segera penuhi panggilan mereka dengan wajah yang tersenyum sambil berkata : ada apa, bu! Atau ada apa, pak!
8.      Hormati kawan dan sanak kerabat mereka ketika mereka masih hidup dan sesudah mati.
9.      Jangan bantah mereka dan jangan persalahkan mereka, tapi usahakan dengan sopan kamu dapat menjelaskan yang benar.
10.  Jangan kau bantah perintah mereka, jangan kamu keraskan suaramu atas mereka, dengarkanlah pembicaraanya, bersopan santunlah terhadap mereka, dan jangan ganggu saudaramu untuk menghormati kedua orang tuamu.
11.  Bangunlah jika kedua orang tuamu masuk ke tempatmu dan  ciumlah kepala mereka.
12.  Bantulah ibumu di rumah dan  jangan terlambat membantu ayahmu di dalam pekerjaannya.
13.  Jangan pergi jika mereka belum memberi izin meski untuk urusan penting, jika terpaksa harus pergi maka mintalah maaf kepada keduanya dan jangan sampai memutuskan surat menyurat dengannya.
14.  jangan masuk ke tempat mereka kecuali setelah memdapat izin terutama pada waktu tidur dan istirahat mereka.
15.  Jangan makan sebelum mereka dan hormatilah mereka dalam makanan dan minuman.
16.  Jangan berbohong dengan mereka dan jangan cela mereka jika mereka berbuat yang tidak menarik anda.
17.  Jangan utamakan isterimu atau anakmu atas mereka. Mintalah restu dan ridho dari mereka sebelum melakukan segala sesuatu, karena ridho Allah terletak pada ridha kedua orang tua dan kemurkaan Allah terletak pada kemurkaan mereka.
18.  Jangan duduk di tempat yang lebih tinggi dari mereka dan jangan menselonjorkan kedua kakimu dengan congkak di depan mereka.
19.  Jangan congkak terhadap nasib ayahmu meski engkau seorang pegawai besar, dan usahakan tidak pernah mengingkari kebaikan mereka atau menyakiti mereka meski hanya dengan satu kata.
20.  Jangan kikir untuk menginfakkan harta kepada mereka sampai mereka mengadu padamu dan itu merupakan kehinaan bagimu dan itu akan kamu dapatkan balasannya dari anak-anakmu. Apa yang kamu perbuat akan mendapat balasan.
21.  Perbanyak melakukan kunjungan kepada kedua orang tua dan memberi hadiah, sampaikan terima kasih atas pendidikan dan jerih payah keduanya, dan ambillah pelajaran dari anak-anakmu yaitu merasakan beratnya mendidik mereka.
22.  Orang yang paling berhak mendapat penghormatan adalah ibumu, kemudian ayahmu. Ketahuilah bahwa surga ada di bawah talapak kaki ibu.
23.  Usahakan untuk tidak menyakit kedua orang tua dan menjadikan mereka marah sehingga kamu merana di dunia dan akhirat, dan anak-anakmu akan memperlakukan kamu sebagaimana kamu memperlakukan kedua orang tuamu.
24.  Jika meminta sesuatu dari kedua orang tuamu maka berlemah-lembutlah, berterima kasihlah atas pemberian mereka dan maafkan jika menolak permintaanmu serta jangan trelalu banyak meminta agar tidak mengganggu mereka.
25.  Jika kamu sudah mempu mencari rizki maka bekerjalah dan bantulah kedua orang tuamu.
26.  Kedua orang tuamu mempunyai hak atas kamu, dan isterimu mempunyai hak atas kamu, maka berilah hak mereka. Jika keduanya berselisih usahakan kamu pertemukan dan berilah masing-masing hadiah secara diam-diam.
27.  Jika kedua orang tuamu bertengkar dengan isterimu, maka bertindaklah bijaksana, dan beri pengertian kepada isterimu bahwa kamu berpihak padanya jika ia benar, hanya kamu terpaksa harus merupakan penolong yang paling baik.
28.  Jika kamu berselisih dengan kedua orang tua tentang perkawinan dan talak maka kembalikan pada hukum Islam karena hal itu merupakan penolong yang paling baik.
29.  Do’a orang tua untuk kebaikan dan kejelekan diterima Allah, maka hati-hatilah terhadap do’a dari kejelekan mereka .
30.  Bersopan santunlah dengan orang, karena barangsiapa mencela orang tua seseorang maka orang tadi akan mencaci orang tuanya. Rasululloh r bresabda :
من الكبائر شتم الرجل والديه يسب أبا الرجل فيسب أباه ويسب أمه فيسب أمه.
“Diantara dosa-dosa besar adalah cacian seseorang terhadap kedua orang tuanya; mencaci ayah orang maka ia mencaci ayahnya sendiri, mencaci lbu orang maka ia mencaci ibunya sendiri.”
31.  Kunjungilah kedua orang tuamu ketika masih hidup dan sesudah matinya, bersedekahlah atas nama mereka dan perbanyaklah do’a untuknya sambil berkata :
رب اغفر لي ولوالدي رب ارحمهما كما ربياني صغيرا.
 
 
JAUHIALH DOSA-DOSA BESAR
 
1.      Allah berfirman :
] إن تجتنبوا كبائر ما تنهون عنه نكفر عنكم سيئاتكم وندخلكم مدخلا كريما [
“Jika kamu menjauhi dosa-dosa besar di antara dosa-dosa yang dilarang kamu mengerjakannya, niscaya Kami akan hapus kesalahan-kesalahanmu (dosa-dosamu yang kecil) dan Kami masukkan kamu ke tempat mulia (surga).” (An-Nisa’ : 31).
2.      Rasululloh r bersabda :
اتق المحارم تكن أعبد الناس. رواه أحمد بإسناد صحيح
“Jauhilah perbuatan yang dilarang Allah tentu engkau akan menjadi orang yang paling banyak ibadahnya.” (riwayat Ahmad)
3.      Dosa besar adalah : setiap maksiat yang mempunyai hukuman had di dunia atau ancaman di akhirat.
4.      Jumlah dosa-dosa besar : disebutkan oleh Ibnu Abbas, bahwa jumlahnya sampai tujuh ratus macam, lebih dekat daripada tujuh macam. Hanya tidak ada yang dinamakan dosa besar jika diikuti dengan istighfar dan tidak ada yang dinamakan dosa kecil jika dilakukan terus-menerus.
 
 
MACAM-MACAM DOSA BESAR
 
1.      Dosa besar dalam akidah : syirik kepada Allah, yaitu beribadah atau berdo’a kepada selalin Allah . Rasululloh r brsabda :
الدعاء هو العبادة.
      “Do’a adalah ibadah.” (riwayat Tirmidzi).
      Mengerjakan syareat untuk dunia saja, menyembunyikan ilmu, khianat, mempercayai dukun atau peramal, menyembelih kurban dan bernadzar kepada selain Allah, menggambar orang atau hewan, mambuat atau menggantungkan patung, memanjangkan baju atau celana ke bawah tumit untuk kesombongan, bersumpah selain kepada Allah, tidak mengkafirkan orang kafir, medustakan Allah dan Rasulnya, aman terhadap azab Allah , menampar muka dan meratap pada waktu kematian, tidak mengakui adanya Qadar dan menggantungkan jimat seperti kalung, tulang atau telapak tangan yang digantungkan pada anak-anak, mobil atau rumah.
2.      Dosa besar dalam jiwa dan akal; membunuh orang dengan tanpa alasan yang benar, membakar orang dan hewan dengan api dan mengulur-ulur waktu pemberian hak orang lemah, istri, murid, pembantu dan binatang melata, belajar sihir, melakukan ghibah dan menyebar fitnah, minum minuman yang memabukkan dengan segala bentuknya (seperti khamar, perasan anggur, wisky, bir dan lain sebagainya), minum racun, makan daging babi dan bangkai tanpa sebab yang mendesak, minum minuman yang berbahaya (seperti rokok, ganja dan lain sebagainya), bunuh diri meski dengan palan-pelan seperti merokok, berkelahi mempertahankan yang batil, menganiaya dan melawan orang, menolak kebenaran dan marah karenanya, sombong, berperasangka buruk kepada orang Islam, mengkafirkannya tanpa alasan atau memcercanya atau mencerca salah seeorang di antara sahabat Rasululloh, sombong dan bangga, selalu mencari rahasia orang, menjatuhkan nama  baik hakim untuk menyakitinya, dan berbohong pada hampir seluruh ucapannya.
3.      Dosa besar dalam  harta; makan harta anak yatim, main judi dan buntut, mencuri, malakukan penodongan, perampasan, sogok, pengurangan timbangan, sumpah palsu, penipuan dalam jual beli, tidak memenuhi janji, memberi kesaksian palsu, monopoli, wasiat palsu, menyembuyikan kesaksian, tidak rela dengan pembagian Allah dan pemakaian perhiasan emas bagi kaum lelaki.
4.      Dosa besar dalam ibadah; meninggalkan shalat atau melaksanakan di luar waktunya tanpa uzur, tidak mengeluarkan zakat, berbuka puasa pada bulan Ramadhan tanpa uzur, tidak haji padahal mampu malaksanakannya, lari dari jihad di jalan Allah, meninggalkan jihad dengan jiwa, harta atau lidah bagi yang diwajibkan, meninggalkan shalat jum’at atau jama’ah tanpa uzur,  meninggalkan  menyeru berbuat baik dan mencegah kemungkaran bagi yang mampu, tidak membersihkan kencingnya dan tidak mengamalkan ilmunya.
5.      Dosa besar dalam keluarga dan keturunan; zina, homoseksual, menjatuhkan kehormatan orang-orang mukminat yang terjaga baik dengan tuduhan-tuduhan yang tidak benar, berhias yang berlebihan bagi wanita, menampakkan rambutnya, wanita menyerupai lelaki dan laki-laki menyerupai wanita, menyakiti kedua orang tua, menjauhih keluarga tanpa alasan syara’, wanita menolak ajakan suaminya tanpa alasan seperti haid atau nifas, perbuatan orang yang mengawini wanita setelah talak tiga, wanita bepergian sendirian, menggunakan nasab selain ayahnya padahal tahu nasab ayahnya, rela terhadap keluarganya yang melakukan zina, menyakiti tetangga, mencabut rambut di wajah atau alis.
6.      Taubat dari perbuatan dosa besar : wahai saudaraku seagama, jika anda berbuat dosa besar maka tinggalkanlah segera, bertaubat dan minta ampunlah kepada Allah serta jangan diulangi lagi, sebagaimana firman Allah :
] إنما التوبة على الله للذين يعملون السوء بجهالة ثم يتوبون من قريب فأولئك يتوب الله عليهم وكان الله عليما حكيما [
“Sesunggunhnya taubat di sisi Allah hanyalah taubat bagi orang-orang yang mengerjakan kejahatan lantaran kebodohan, yang kemudian mereka bertaubat dengan segera, maka mereka itulah yang diterima Allah taubatnya. Dan Allah Maha Mengetahui dan Maha Bijaksana.” (An-Nisa’ : 17).
     
Berkata Mujahid dan yang lainnya : “Setiap orang yang bermaksiat kepada Allah baik tidak sengaja maupun sengaja maka ia adalah bodoh (jahil)” Tafsir Ibnu Katsir juz 1 hal. 464, penerbit)
 
 
 
 
SYARAT DITERIMANYA TAUBAT
 
      Adapun syarat diterimanya taubat yaitu :
1.      Ikhlas : artinya taubat pelaku dosa harus ikhlas, semata-mata karena Allah, bukan karena lainnya.
2.      Menyesal : atas dosa yang telah diperbuatnya.
3.      Meninggalkan sama-sekali maksiat yang telah dilakukannya.
4.      Tidak mengulangi : artinya seorang mslim harus bertekad untuk tidak mengulangi perbuatan dosa tersebut.
5.      Istighfar : memohon ampun kepada Allah atas dosa yang dilakukan terhadap hakNya.
6.      Memenuhi hak bagi orang yang berhak, atau mereka melepaskan haknya tersebut.
7.      Waktu diterimanya taubat itu dilakukan di saat hidupnya sebelum tiba ajalnya. Sabda Nabi r :
“Sesungguhnya Allah akan menerima taubat seseorang hambanya selama belum tercabut nyawanya.” (hadits hasan riwayat Turmudzi).
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
IKUTILAH SUNNAH RASUL DAN
JANGAN MELAKUKAN BID’AH
 
      Bid’ah ada dua macam : duniawi dan keagamaan :
1.      Bid’ah duniawi ada dua macam : bid’ah yang negatif, seperti bioskop, TV, Vedeo dan sejenisnya yang dapat merusak akhlak dan membahayakan masyarakat. Bahaya tersebut terjadi akibat film-film yang ditampilkannya. Tapi ada bid’ah yang positif seperti kapal terbang, mobil, telepon dan lain-lainnya yang bermanfaat bagi masyarakat dan mempermudah urusannya.
2.      Bid’ah keagamaan; yaitu yang tidak pernah ada pada zaman Rasululloh dan para sahabat sesudahnya. Bid’ah ini dilakukan dalam ibadah dan agama. Bentuk bid’ah ini merupakan bentuk bid’ah yang ditolak oleh Islam dan dihukum dengan sesat.
a.                              Allah berfirman :
]أم لهم شركاء شرعوا لهم من الدين ما لم يأذن به الله[.
“Apalah mereka mempunyai sembahan-sembahan selain Allah yang mensyari’atkan untuk mereka agama yang tidak diizinkan Allah.” (syura : 21).
b.                               Rasululloh r bersabda : barangsiapa yang melakukan pekerjaan yang tidak ada pada sunnahku, maka pekerjaan tersebut tidak diterima. (riwaayat Muslim).
c.                               Rasululloh r bersabda : hati-hatilah terhadapa hal-hal yang baru, karena setiap hal yang baru itu bid’ah dan setiap bida’ah itu kesesatan. (riwayat Ahmad).
d.                               Rasululloh r bersabda : sesungguhnya Allah menutup taubat setiap orang yang melakukan bid’ah sampai ia meninggalkannya. (riwayat Tabranai dan yang lainnya).
e.                              Ibnu Umar berkata : setiap bid’ah itu kesesatan meski dianggap orang sebagai hal baik.
f.                                Imam Malik berkata : barangsiapa yang mengadakan dalam Islam suatu bid’ah yang dianggapnya baik, maka ia telah menuduh bahwa Muhammad telah melakukan penghianatan terhadap risalah, karena sesungguhnya Allah berfirman :
] اليوم أكملت لكم دينكم وأتممت عليكم نعمتي ورضيت لكم الإسلام دينا [
“Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu dan telah kucukupkan kepadamu ni’matKu dan telah Kuridhoi Islam itu jadi agama bagimu.” (Al-Maidah : 3).
g.                               Imam Syafi’i berkata : barangsiapa yang melakukan istihsan berarti telah membuat syariat, jika istihsan diperbolehkan dalam agama, tentu hal itu diperbolehkan juga bagi kaum intelektual yang tak beriman, dan diperbolehkan pula dilakukan dalam setiap masalah agama serta setiap orang dapat membuat syariat baru bagi dirinya.
h.                              Ghadlif berkata : suatu bid’ah tidak akan muncul kecuali ditinggalkanya sunnah.
i.                                Hasan Basri mengatakan : janganlah kamu bersahabat dengan ahli bid’ah sehingga hatimu sakit.
j.                                Huzaifah berkata : setiap ibadah yang tidak dilakukan oleh para sahabat Rasululloh r jangan kamu lakkukan.
 
 
MACAM-MACAM BID’AH
 
      Bida’h adalah setiap hal yang tidak mempunyai dasar dalam agama, seperti :
1.      Upacara maulid Nabi, Isra’ mi’raj dan malam nisfu sya’ban.
2.      Berdzikir dengan tarian, tepuk tangan dan pukulan terbang, begitu juga meninggikan suara dan mengganti nama-nama Allah seperti dengan ah, ih, aah, hua, hia.
3.      Mengadakan acara selamatan dan mengundang para kyai untuk membaca Al-Qur’an setelah wafatnya seseorang dan lain sebagainya.
 
 
 
 
UCAPAN SHADAQALLAHUL AZHIEM
 
1.      Para Qurra’ biasa mengucapkannya setelah membaca Al-Qur’an padahal ini tidak berasal dari Rasululloh r.
2.      Membaca Al-Qur’an adalah ibadah, maka tidak boleh ditambahi. Sabda Nabi r :
“Barangsiapa mengada-adakan dalam agama kita (suatu amalan) yang bukan berasal darinya, maka ditolak (amalannya itu). (Muttafaq alaih)
3.      Apa yang mereka lakukan itu tidak ada dalilnya, baik dari Al-Qur’an, sunnah Rasul maupun amalan para sahabat. Akan tetapi termasuk bid’ah orang-orang yang datang kemudian.
4.      Rasululloh r mendengarkan bacaan Al-Qur’an dari Ibnu Mas’ud, tatkala sampai ke firman Allah :