Arsip untuk ‘Motivasi&Bersih Diri’ Kategori
Motivasi dan Bersih Diri :Sandaran Hati Setiap Diri Dalam Mengarungi Perjalanan Didunia Ini
Ditulis oleh abuamincepu di/pada Oktober 13, 2009
Ditulis dalam Motivasi&Bersih Diri | 1 Komentar »
Motivasi dan Bersih Diri :Meneteskan Air Mata Karena Takut Pada Alloh Tabaroka Wa Ta’ala
Ditulis oleh abuamincepu di/pada Oktober 13, 2009
Assalamualaikum Warohmatullohi Wabarokatuh,
Sahabat fillah semoga Alloh senantiasa memberikan keberkahan hidup untuk selalu mensucikan dan membersihkan diri, walau memang terkadang terasa berat dan tak henti hentinya musuh kita menyerang dan menakut takuti kita dari berbagai arah : ثُمَّ لآتِيَنَّهُمْ مِنْ بَيْنِ أَيْدِيهِمْ وَمِنْ خَلْفِهِمْ وَعَنْ أَيْمَانِهِمْ وَعَنْ شَمَائِلِهِمْ وَلا تَجِدُ أَكْثَرَهُمْ شَاكِرِينَ قَالَ فَبِمَا أَغْوَيْتَنِي لأَقْعُدَنَّ لَهُمْ صِرَاطَكَ الْمُسْتَقِيمَ
Iblis menjawab: “Karena Engkau telah menghukum saya tersesat, saya benar-benar akan (menghalang-halangi) mereka dari jalan Engkau yang lurus, kemudian saya akan mendatangi mereka dari muka dan dari belakang mereka, dari kanan dan dari kiri mereka. Dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur (taat). Ala’raaf ayat 16-17.
Saudaraku yang dirahmadti Alloh, Didalam tulisan yang sederhana ini, ana mencoba memberikan nasehat kepada diri sendiri dan antum semua tentang beberapa motivasi dan salah satu sebab diantara yang bisa membersihkan jiwa kita, Alhamdulillah kita kita merasa gagah bisa membahas tulisan tentang keutamaan menangis karena Alloh dikala para kaum kafir/munafik menganggap ini sebagai suatu perbuatan kecengengan ataupun lontaran rendah lainya, Perlu kita abaikan perkataan mereka dan perlu kita banggakan diri ini dengan kebiasaan menagis karena Alloh ini, karena simpati mereka bukanlah keselamatan dan ketenangan dan hanya simpati Allohlah inti keamanan, Serta bukan mencari ridlho mereka (kafir) merupakan suatu kebanggaan melainkan suatu kehinaan, karena hanya balasan dan harapan dari Allohlah semua mahluk akan tunduk walaupun mereka tidak menyukai kita. Kalaulah kita mau menggali keterangan keterangan Rasul Salallohualaihiwassalam kita akan meresaka betapa besarnya keutamaan menangis,bersandar,mengeluh hanya kepada Alloh.
Rasul salallohualaihiwassalam bersabda: Dari anas bin Malik ” Ada dua mata yang tidak akan disentuh oleh apai neraka, yaitu mata yang bermalam dan berjaga dijalan Alloh dan mata yang menangis karena takut kepada Alloh ” HR Abu Ya’la dan perawinya Tsiqat).
Saudara yang budiman, Kehidupan ini merupakan ujian dan cobaan buat hamba yang mengaku beriman dan ketentuan baik buruk, suka dan duka, tak akan lepas dari diri ini selama nyawa belum melayang meninggalkan raga ini, maka sudah sangat layak bahwa kita selalu mengimani Rukun Iman yang Keenam Yaitu memandang kebaikan dan keburukan adalah ketetapan dan dua duanya merupakan ujian yang tak mungkin terlewatkan. Dan tak jarang tangisan, kepedihan dan kesedihan selalu datang tampa diundang dan pergi tanpa kita sadari, beginilah seharusnya mata mata yang mengucurkan air mata ini bersikap dan sebaik sikap tentu menagis karena meridlhoi ketentuan dan ketetapanNya, memahami semua milikNya, Meyakini semua akan tunduk patuh dan kembali kepadaNya.
Kemudian disi lain para shahid , para sidik, dan para shalih tak pernah menangis karena kehilangan sesuatu karena kesedihanya dan tak menagis karena kedatangan sesuatu karena keterharuanya, akan tetapi mereka menangis karena bulunya merinding takut akan kekuasaan Alloh, Matanya berkaca kaca karena kagum akan kehebatan kekuatan dan keagungan Alloh yang maha Dasyat, dan sampai sampai mereka bersuara serak karena intensitas ketakutanya kepada Alloh dan ini hanyalah bagiannya hamba yang mau berbuat ihksan karena mereka yang ihksan inilah yang memahami perkenalan Sejati dengan Alloh dan Perkenalan suci karena Alloh dengan para Mahkluk Mahluknya yang semua atas ijin Alloh.
Maka sudah tiba waktunya kita kendorkan segala beban kita, kita lemaskan anggota jasmani kita dan masukanlah Alloh dan RasulNya kedalam dadamu dan merasa senanglah berdua dua an dengan Nya, dan berbicara melalui firman dan Sunnahnya, dan meniru beberapa Asma dan sifatNya (Tauhid Asma Wa Sifat) dan Pakailah busana budi pekerti dan ahlaknya( Assyama’il Al Muhamadiyah) dan beristiqamah dengannya, Sehingga kebahagiaan, semangat, dan ketenangan akan selalu menyertai kita dalam segala keadaan, dalam mengarungi kencangnya gelombang dan arus dunia yang memperdaya.
Dan dengan memasukan Asma AsamaNya kedalam dadamu dan kamu selalu mengaggungkaNya, dan kamu sekarang berhak mendapat ketenangan dan gugurnya kesalahan dan dosamu karena hatimu mulai gemetar mendengar AsmaNya dari lubuk hatimu yang selalu membisikan, sehingga sekarang kamu akan memahami keutamaan bergetarnya hatimu dan mengucurnya air matamu karena Takut kepada Alloh.
“Apabila kulit seorang hamba merinding karena takut kepada Alloh ,maka dosa dosanya akan berguguran sebagaimana daun daun berguguran dari pohon yang kering” HR baihaqi dan Abusy ibnu Syach ibnu hiban).
Semoga Alloh membimbing diri yang hina ini untuk selalu memahami hakikat tangisan mata dan hakikat rintihan hati serta jiwa hanya tertuju karena rasa takut kepada Rab Semesta Alam Alloh Subhanawataa’la. Sehingga keutamaan akan kita dapati dan ketenagan hati akan kita tempati, Amin. Waullohu a’lam Bishawab, Barokallohufiikum
Abu Amina El jawiy , Maraji Kitab Kitab Pembersih Jiwa
Ditulis dalam Motivasi&Bersih Diri | 1 Komentar »
Pembersih Jiwa: Renungan Hati Menjelang Bulan Suci Ramadhan Yang Diberkahi
Ditulis oleh abuamincepu di/pada Agustus 20, 2009
Bismillahirohmanirahim,
Saudaraku yang budiman dan ana cintai karena Alloh Aza Wajal, Sudah beberapa lama ana tidak posting mengenai artikel bersih diri dan motivasi semoga di ahkir bulan sya’ban ini kita disampaikan beberapa hari lagi menuju bulan yang penuh berkah, yang denganya Allohu aza Wajal menghendaki kebaikan pada kaum muslimin untuk dikaruniai berlimpah berkah dan keutamaan-keutamaan dibulan tersebut
Saudaraku yang budiman, pada tulisan kali ini kita akan mengkonsentrasikan hati ini untuk merenung sejenak sambil memuja-muji Allohu Aza Wajal dengan ringanya ucapan lisan dan beratnya timbangan kalimat thoyibah( kalimat yang diajarkan Alloh) untuk memersiapkan diri ini menuju hakikat yang akan dicapai pada bulan Ramadhan yang penuh berkah tersebut, yang tidak setiap diri dikehendaki bertemu dengan bulan yang berkah ini, yang tak setiap diri bisa memahami hakikat dari bulan yang kita bahas ini, dan yang tak setiap diri merasa gembira dan merindukan bulan yang berkah ini, betapa benar sesungguhnya barang siapa yang disesatkan Alloh tiada yang bisa memahamkan apa arti keberkahan dalam bulan yang mulia ini, dan barokallohufiekum Alloh menghendaki kepada hamba yang merindukanya sebagai suatu kenikmatan yang tak bisa dirasakan oleh hati-hati para pecinta kedunyaan atau hati- hati yang lalai untuk merenung menghitung diri, atau mungkin hati-hati yang dirundung kesibukan dan kegalauan karena kecintaan selain Allohu aza Wajal.
Allohu Aza Wajal Memberi peringatan yang peringatan itu hanya bermanfaat hanya bagi kaum mukminin dan inilah kita sedang mengingatnya:
يَاأَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَلْتَنْظُرْ نَفْسٌ مَا قَدَّمَتْ لِغَدٍ وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ
Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat); dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan (Qs.Al Hasyr 18)
Dimana perenungan dan perhatian ini tiada bermanfaat kecuali memperhatikan sebaik baik bekal yaitu keyakinan dan amal shalih yang semua berdasar pada ketaatan kepada-Nya dan Itiba’ Kepada RosulNya, Sebagaimana Firman-Nya:
وَتَزَوَّدُوا فَإِنَّ خَيْرَ الزَّادِ التَّقْوَى وَاتَّقُونِي يَا أُوْلِي الأَلْبَابِ
Berbekallah, dan sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa dan bertakwalah kepada-Ku hai orang-orang yang berakal. Albaqarah 197
Saudaraku yang budiman,
Hendaklah setiap diri merenung, dan hendaklah setiap diri menghisab, hendaklah setiap diri menimbang serta meneliti dengan kesadaran yang penuh , meneliti dengan kekhusyukan yang tak ada campur aduk dengan riuhnya gejolak jiwa karena terpaku kepada dunia yang sering menipu setiap mahkluk. akan tetapi kekusyukan yang kami maksud ini begitu gamblang bak melihat dengan penglihatan disiang bolong dengan penglihatan bashiroh bahwa Allohu aza wajal sedang mengawasi dari setiap gemuruh hati kita, dari setiap gerak lisan kita, dan dari setiap tingkah anasir tubuh kita.
Hati kita mememdam berbagai gejolak, lisan kita mengkekang dari berbagai teriak dan tubuh kita berlahan tenang dari berbagai gerak, yang kesemuanya itu karena ketaatan dan fahamnya diri ini akan kekurangan dan bangkrutnya modal untuk bekal menuju kubur kita, yang disana kita hanya berteman kain putih yang akan rusak, disana yang hanya akan tinggal dipembaringan berukuran sempit menghimpit, semua berbaring kaku tiada daya sedikitpun yang bisa menghantarkan kepada Rumah megah duniamu, Tiada daya sedikitpun untuk menghantarkan pada Mobil mewah tungganganmu, apa lagi kepada tempat tidur empukmu. Semua akan sempitkan sebagaimana amalnya dan semua akan diluaskan sebagaimana amalnya.
Bermegah-megahan telah melalaikan kamu,
Sampai kamu masuk ke dalam kubur,
Janganlah begitu, kelak kamu akan mengetahui (akibat perbuatanmu itu),
dan janganlah begitu, kelak kamu akan mengetahui,
Janganlah begitu, jika kamu mengetahui dengan pengetahuan yang yakin (Qs. Attakaasur 1-5)
Saudaraku yang budiman,
Marilah kita menghitung dan terus menghitung sembari menegaskan pada jiwa dan jasmanimu untuk memahami bahwa sesungguhnya Alloh selalu mengawasi dari gerak setiap diri. maka inilah yang dijelaskan oleh para pendahulumu ( Salaf ) dengan perkataan “Muhasabah” dan Perkataan “Muroqobah” yang keduanya merupakan perwujudan dari pertanyaan Jibril tentang “Ihksan” yang tak sembarang insan bisa terkiaskan dengan pemahamanya kecuali dengan penjelasanya yang terang dari Tauladan tercinta dengan sabdanya :
قال : فأخبرني عن الإحسان , قال ” أن تعبد الله كأنك تراه , فإن لم تكن تراه فإنه يراك “
Beritahukan kepadaku tentang Ihsan” Rasulullah menjawab,”Engkau beribadah kepada Alloh seakan-akan engkau melihat-Nya, jika engkau tidak melihatnya, sesungguhnya Dia pasti melihatmu”
Semoga Allohu Aza Wajal menjadikan kita semua hamba yang senantiasa Muhasabah Diri dan Muroqobah disetiap perjalanan musafir ini, sehingga tingkat ketakwaan akan kita capai dengan pertolongan dari-Nya dan hakikat tujuan bulan ramadhan akan kita raih denganya. Insyalloh, Allohua’lam bishowab.
Abu Amin Alanshariy, Maraji’ Kitab-Kitab Pembersih Jiwa.
Ditulis dalam Motivasi&Bersih Diri | Leave a Comment »
Pembersih Jiwa: Meneteskan Air Mata Karena Takut Kepada Alloh Aza Wa Jalla
Ditulis oleh abuamincepu di/pada April 5, 2009
Bismillah,
Sahabat fillah semoga Alloh Tabaroka wa ta’ala senantiasa memberikan keberkahan hidup untuk selalu mensucikan dan membersihkan diri, walau memang terkadang terasa berat dan tak henti hentinya musuh kita menyerang dan menakut takuti kita dari berbagai arah :
ثُمَّ لآتِيَنَّهُمْ مِنْ بَيْنِ أَيْدِيهِمْ وَمِنْ خَلْفِهِمْ وَعَنْ أَيْمَانِهِمْ وَعَنْ شَمَائِلِهِمْ وَلا تَجِدُ أَكْثَرَهُمْ شَاكِرِينَ قَالَ فَبِمَا أَغْوَيْتَنِي لأَقْعُدَنَّ لَهُمْ صِرَاطَكَ الْمُسْتَقِيمَ
Iblis menjawab: “Karena Engkau telah menghukum saya tersesat, saya benar-benar akan (menghalang-halangi) mereka dari jalan Engkau yang lurus, kemudian saya akan mendatangi mereka dari muka dan dari belakang mereka, dari kanan dan dari kiri mereka. Dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur (taat). Ala’raaf ayat 16-17.
Saudaraku yang dirahmadti Alloh, Didalam tulisan yang sederhana ini, ana mencoba memberikan nasehat kepada diri sendiri dan antum semua tentang beberapa motivasi dan salah satu sebab diantara yang bisa membersihkan jiwa kita, Alhamdulillah kita merasa gagah bisa membahas tulisan tentang keutamaan menangis karena takut kepada Alloh Aza Wajalla, Dikala para kaum kafir/munafik menganggap ini sebagai suatu perbuatan kecengengan ataupun lontaran rendah lainya, Perlu kita abaikan perkataan mereka dan perlu kita banggakan diri ini dengan kebiasaan menagis karena Alloh ini, karena simpati mereka bukanlah keselamatan dan ketenangan dan hanya simpati Allohlah inti keamanan, Serta bukan mencari ridlho mereka (kafir) merupakan suatu kebanggaan melainkan suatu kehinaan, karena hanya balasan dan harapan dari Allohlah semua mahluk akan tunduk walaupun mereka tidak menyukai kita. Kalaulah kita mau menggali keterangan keterangan Rasul Salallohualaihiwassalam kita akan meresaka betapa besarnya keutamaan menangis,bersandar,mengeluh hanya kepada Alloh.
Rasul salallohualaihiwassalam bersabda: Dari anas bin Malik ” Ada dua mata yang tidak akan disentuh oleh apai neraka, yaitu mata yang bermalam dan berjaga dijalan Alloh dan mata yang menangis karena takut kepada Alloh ” HR Abu Ya’la dan perawinya Tsiqat).
Saudara yang budiman, Kehidupan ini merupakan ujian dan cobaan buat hamba yang mengaku beriman dan ketentuan baik buruk, suka dan duka, tak akan lepas dari diri ini selama nyawa belum melayang meninggalkan raga ini, maka sudah sangat layak bahwa kita selalu mengimani Rukun Iman yang Keenam Yaitu memandang kebaikan dan keburukan adalah ketetapan dan dua duanya merupakan ujian yang tak mungkin terlewatkan. Dan tak jarang tangisan, kepedihan dan kesedihan selalu datang tampa diundang dan pergi tanpa kita sadari, beginilah seharusnya mata mata yang mengucurkan air mata ini bersikap dan sebaik sikap tentu menagis karena meridlhoi ketentuan dan ketetapanNya, memahami semua milikNya, Meyakini semua akan tunduk patuh dan kembali kepadaNya.
Kemudian disi lain para shahid , para sidik, dan para shalih tak banyak menangis karena kehilangan sesuatu karena kesedihanya dan tak banyak menagis karena kedatangan sesuatu karena keterharuanya, akan tetapi mereka sering menangis karena bulunya merinding takut akan kekuasaan Alloh, Matanya berkaca kaca karena kagum akan kehebatan kekuatan dan keagungan Alloh yang maha Dasyat, dan sampai sampai mereka bersuara serak karena intensitas ketakutanya kepada Alloh dan ini hanyalah bagiannya hamba yang mau berbuat ihksan karena mereka yang ihksan inilah yang memahami perkenalan Sejati dengan Alloh dan Perkenalan suci karena Alloh dengan para Mahkluk Mahluknya yang semua atas ijin Alloh.
Maka sudah tiba waktunya kita kendorkan segala beban kita, kita lemaskan anggota jasmani kita dan masukanlah Alloh dan RasulNya kedalam dadamu dan merasa senanglah berdua dua an dengan Nya, dan berbicara melalui firman dan Sunnahnya, dan meniru beberapa Asma dan sifatNya (Tauhid Asma Wa Sifat) dan Pakailah busana budi pekerti dan ahlaknya( Assyama’il Al Muhamadiyah) dan beristiqamah dengannya, Sehingga kebahagiaan, semangat, dan ketenangan akan selalu menyertai kita dalam segala keadaan, dalam mengarungi kencangnya gelombang dan arus dunia yang memperdaya.
Dan dengan memasukan Asma AsamaNya kedalam dadamu dan kamu selalu mengaggungkaNya, dan kamu sekarang berhak mendapat ketenangan dan gugurnya kesalahan dan dosamu karena hatimu mulai gemetar mendengar Asmanya dari lubuk hatimu yang selalu membisikan, sehingga sekarang kamu akan memahami keutamaan bergetarnya hatimu dan mengucurnya air matamu karena Takut kepada Alloh.
“Apabila kulit seorang hamba merinding karena takut kepada Alloh ,maka dosa dosanya akan berguguran sebagaimana daun daun berguguran dari pohon yang kering” HR baihaqi dan Abusy ibnu Syach ibnu hiban).
Semoga Alloh membimbing diri yang hina ini untuk selalu memahami hakikat tangisan mata dan hakikat rintihan hati serta jiwa hanya tertuju karena rasa takut kepada Rab Semesta Alam Alloh Subhanawataa’la. Sehingga keutamaan akan kita dapati dan ketenagan hati akan kita tempati, Amin. Waullohu a’lam Bishawab, Barokallohufiikum
Abu Amina Alanshariy, Maraji Kitab Kitab Pembersih Jiwa.
Ditulis dalam Motivasi&Bersih Diri | Leave a Comment »
Pembersih Jiwa : Sungguh Untung Hamba Yang Selalu Menghitung Bekal Kematian
Ditulis oleh abuamincepu di/pada Agustus 29, 2008
Bismillahirohmanirahim,
Assalamualaikum Warohmatullohi Wabarokatuh, Saudaraku yang budiman dan ana cintai karena Alloh Aza Wajal, Sudah beberapa lama ana tidak posting mengenai artikel bersih diri dan motivasi semoga di ahkir bulan sya’ban ini kita disampaikan 3 hari lagi menuju bulan yang penuh berkah, yang denganya Allohu aza Wajal menghendaki kebaikan pada kaum muslimin untuk dikaruniai berlimpah berkah dan keutamaan-keutamaan dibulan tersebut
Saudaraku yang budiman, pada tulisan kali ini kita akan mengkonsentrasikan hati ini untuk merenung sejenak sambil memuja-muji Allohu Aza Wajal dengan ringanya ucapan lisan dan beratnya timbangan kalimat thoyibah( kalimat yang diajarkan Alloh) untuk memersiapkan diri ini menuju hakikat yang akan dicapai pada bulan Ramadhan yang penuh berkah tersebut, yang tidak setiap diri dikehendaki bertemu dengan bulan yang berkah ini, yang tak setiap diri bisa memahami hakikat dari bulan yang kita bahas ini, dan yang tak setiap diri merasa gembira dan merindukan bulan yang berkah ini, betapa benar sesungguhnya barang siapa yang disesatkan Alloh tiada yang bisa memahamkan apa arti keberkahan dalam bulan yang mulia ini, dan barokallohufiekum Alloh menghendaki kepada hamba yang merindukanya sebagai suatu kenikmatan yang tak bisa dirasakan oleh hati-hati para pecinta kedunyaan atau hati- hati yang lalai untuk merenung menghitung diri, atau mungkin hati-hati yang dirundung kesibukan dan kegalauan karena kecintaan selain Allohu aza Wajal.
Allohu Aza Wajal Memberi peringatan yang peringatan itu hanya bermanfaat hanya bagi kaum mukminin dan inilah kita sedang mengingatnya:
يَاأَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَلْتَنْظُرْ نَفْسٌ مَا قَدَّمَتْ لِغَدٍ وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ
Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat); dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan (Qs.Al Hasyr 18)
Saudaraku yang budiman,
Hendaklah setiap diri merenung, dan hendaklah setiap diri menghisab, hendaklah setiap diri menimbang serta meneliti dengan kesadaran yang penuh , meneliti dengan kekhusyukan yang tak ada campur aduk dengan riuhnya gejolak jiwa karena terpaku kepada dunia yang sering menipu setiap mahkluk. akan tetapi kekusyukan yang kami maksud ini begitu gamblang bak melihat dengan penglihatan disiang bolong dengan penglihatan bashiroh bahwa Allohu aza wajal sedang mengawasi dari setiap gemuruh hati kita, dari setiap gerak lisan kita, dan dari setiap tingkah anasir tubuh kita.
Hati kita mememdam berbagai gejolak, lisan kita mengkekang dari berbagai teriak dan tubuh kita berlahan tenang dari berbagai gerak, yang kesemuanya itu karena ketaatan dan fahamnya diri ini akan kekurangan dan bangkrutnya modal untuk bekal menuju kubur kita, yang disana kita hanya berteman kain putih yang akan rusak, disana yang hanya akan tinggal dipembaringan berukuran sempit menghimpit, semua berbaring kaku tiada daya sedikitpun yang bisa menghantarkan kepada Rumah megah duniamu, Tiada daya sedikitpun untuk menghantarkan pada Mobil mewah tungganganmu, apa lagi kepada tempat tidur empukmu. Semua akan sempitkan sebagaimana amalnya dan semua akan diluaskan sebagaimana amalnya.
Bermegah-megahan telah melalaikan kamu,
Sampai kamu masuk ke dalam kubur,
Janganlah begitu, kelak kamu akan mengetahui (akibat perbuatanmu itu),
dan janganlah begitu, kelak kamu akan mengetahui,
Janganlah begitu, jika kamu mengetahui dengan pengetahuan yang yakin (Qs. Attakaasur 1-5)
Saudaraku yang budiman,
Marilah kita menghitung dan terus menghitung sembari menegaskan pada jiwa dan jasmanimu untuk memahami bahwa sesungguhnya Alloh selalu mengawasi dari gerak setiap diri. maka inilah yang dijelaskan oleh para pendahulumu ( Salaf ) dengan perkataan “Muhasabah” dan Perkataan “Muroqobah” yang keduanya merupakan perwujudan dari pertanyaan Jibril tentang “Ihksan” yang tak sembarang insan bisa terkiaskan dengan pemahamanya kecuali dengan penjelasanya yang terang dari Tauladan tercinta dengan sabdanya :
قال : فأخبرني عن الإحسان , قال ” أن تعبد الله كأنك تراه , فإن لم تكن تراه فإنه يراك “
Beritahukan kepadaku tentang Ihsan” Rasulullah menjawab,”Engkau beribadah kepada Alloh seakan-akan engkau melihat-Nya, jika engkau tidak melihatnya, sesungguhnya Dia pasti melihatmu”
Semoga Allohu Aza Wajal menjadikan kita semua hamba yang senantiasa Muhasabah Diri dan Muroqobah disetiap perjalanan musafir ini, sehingga tingkat ketakwaan akan kita capai dengan pertolongan dari-Nya dan hakikat tujuan bulan ramadhan akan kita raih denganya. Insyalloh, Allohua’lam bishowab.
Abu Amin Alanshariy, Maraji’ Kitab-Kitab Pembersih Jiwa.
Ditulis dalam Motivasi&Bersih Diri | 1 Komentar »
Pembersih Jiwa:Pemuda Yang Dimabuk Asmara
Ditulis oleh abuamincepu di/pada Juni 19, 2008
Assalamualaikum wa rahmatullohi wabarokatuh,
Saudaraku yang dirahmadti Alloh, Ketika perasaan cinta menghinggapi setiap insan, semakin lama kian terpendam, semakin dalam merasuk kedasar hati semakin tak terasa seorang pecinta ini termabukan oleh apa yang dicintai, begitulah kesalahan seorang hamba dalam mencinta , saudaraku dalam tulisan kali ini kita akan mengarahkan pandangan bahasan kita tentang cintanya seorag ihkwan kepada ahkwat yang tak disadari sering memabukan karena terabaikanya aturan aturan dalam mencintai.
Saudaraku yang budiman, Tak selamanya cinta membuat hidup lebih baik jika kecintaan ini berlebihan dan semakin memabukkan sang pelaku percintaan atau kata lain “Sang pemuda dimabuk asmara oleh seorang wanita atau sebaliknya”
Ibnu Taimiyah rahimakumullah berkata : mabuk cinta ” dia akan merusak akal, nalar dan daya pengetahuan seseorang” belenggu asmara dan cinta berlebihan telah banyak menungkurkan pelaku cinta dalam kemaksiatan menghampiri jurang jahanam,menggiring mereka pada pedihnya siksa, dan mereka telah memulai sendiri menuangkan sedikit demi sedikit air mendidih dalam gelas gelas bahan neraka yang melepuhkan jasad mereka, mereka juga tak sadar memudahkan jalan kepada kepedihan kesedihan jiwa dalam dunia dan neraka.
Ibnu Taimiyah melanjutkan Ucapanya “Mabuk cinta dapat membuat penderitanya kurang akal dan ilmu, rusak agama dan ahklaknya, lalai akan seluruh kebaikan agama dan dunia, dan akibat buruknya bisa menjadi berlipatganda”
Saudaraku yang budiman, begitulah cinta semakin tak ada keihlasan dalam tujuan dan semakin jauh dari tuntunan akan memabukan dan semakin dekat denagn rimba kemusyrikan, dan sudah tentu bersiaplah hamba hamba yang seperti ini akan tertimpa beban berat kesempitan, penderitaan, kekecewaan, didunia dan ahkirat.
Ibnu Qayim Rahimakumullah berucap” Mahabbah atau cinta yang bermanfaat itu terbagi tiga : Mahabbatulloh (Cinta Kepada Alloh), Mahabbafillah (Cinta Karena Alloh) Dan Mahababbah atau cinta yang menghantarkan kita semakin mentaati Alloh dan menjauhi larangan-Nya.
Ibnu Qayim melanjutkan ucapanya ” Sedangkan Mahabbah atau cinta yang berbahaya juga terbagi tiga yaitu Mahabbah ma’Alloh ( Mencintai sesuatu disamakan dengan mencintai Alloh), Mencintai sesuatu yang dibenci Alloh, dan Yang ketiga Cinta yang memangkas cinta seorang hamba kepada Alloh.
Demikianlah berbagai tingkatan cinta , cara mencinta dan pedoman agar tak mabuk cinta dan asmara. semoga Alloh menolong kita dalam pembagian cinta ini untuk mencintai-Nya dan untuk mencintai Rasul-Nya melebihi segala sesuatu didunia ini, Amin. Waullohua’lam bishawab, Barokallohufiikum.
Abu Amin Al Anshariy, Maraji Kitab Kitab Pembersih Jiwa.
Ditulis dalam Motivasi&Bersih Diri | Comments Off
Pembersih Jiwa:Dimanakah Akan Engaku Temukan Kebahagiaan Saudaraku ?
Ditulis oleh abuamincepu di/pada Mei 1, 2008
مَنْ عَمِلَ صَالِحًا مِّن ذَكَرٍ أَوْ أُنثَى وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَلَنُحْيِيَنَّهُ حَيَاةً طَيِّبَةً وَلَنَجْزِيَنَّهُمْ أَجْرَهُم بِأَحْسَنِ مَا كَانُواْ يَعْمَلُونَ
Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan. (QS.Anahl 97)
Saudaraku ihkwani ahkwati yang dirahmadti Alloh insyalloh,
Ketika memperhatikan orang lain bergelimang kedunyaan berupa kemewahan, harta yang melimpah, dengan beberapa mobil, rumah dan kedunyaan lainya, kerap lisan yang salah sering berujar ” Bahagia sekali orang itu! setiap apa yang diingini mudah didapati dan apa yang dia dapati melebihi kebutuhanya dalam hal jasmani” atau disisi lain kita melihat salah seorang teman kita yang mempunyai karir yang menanjak menuju kesuksesan. dan dalam hati sering ada kata” Bahagia sekali teman itu, setip usaha yang dilakukan selalu mendapatkan kemudahan.
Kalau kita fahami secara lahiriah, orang orang seperti diatas kelihatan sangat bahagia, akan tetapi apakah persangkaan kita selalu sama dengan apa yang sebenarnya mereka rasakan, dan ternyata tak selebihnya itu benar karena realitanya tak sedikit orang kaya justru dihantui rasa ketakutan dan tak sedikit pula orang orang yang sukses dalam karirnya selalu menmpakkan kecemasan, Dua perasaan ketakutan dan kecemasan adalah bagian dari perasaan dan ungkapan ketidakbahagiaan, lalu kita bertanya dimanakah letak kebahagiaan ?, Wahai sauadaraku yang mulai tertatih mengenal islam, wahai saudaraku yang mulai meningkat rasa keyakinan untuk mengenal Alloh. Janganlah kita tertipu dengan penglihatan lahiriah yang dihiasi syetan dengan tipuan hayalan dan keindahan, karena dunia ini tak layak bagai sesuatu yang teramat menipu penglihatan lahiriah kita dan memperdaya dengan bisa yang melalaikan dan memabukan.
Apakah tidak tertutup kemungkinan dan sangatlah mungkin dibalik kemewahan hidup tersirat rasa ketakutan yang sangat dibalik tawa dan berbangganya mereka dengan kedunyaan tersibak kesedihan dan kepahitan yang kita tak ketahui, mungkinkah tawa para pecinta kedunyaan hanya untuk menutupi kegundahan hatinya? banyak dari mereka tersenyum manis tapi hatinya menagis, dan tak sedikit pula orang tertekun kelihatan tenang tapi kejiwaan dan ruhaninya tertekan, Begitu banyak pemandangan selintas menyenangkan, padahal pada hakikatnya sangat menyayat hati dan menyedihkan mereka, Banyak orang mengira pemandangan itu adalah madu yang berkasiat dan mengenakkan akan tetapi hakikatnya empedu yang memuakkan, dan tak sedikit pula bahwa laknat dikira nikmat, Lalu dimanakah letak kebahagiaan
Saudaraku yang dirahmadti Alloh, Sejak mulai zaman kelahiran kita hingga kematian nanti semua manusia berusaha memunculkan kebahagiaan dalam dirinya, dia berkorban waktu, jiwa, harta bahkan nyawa untuk meraih yang berjuluk kebahagiaan ini, Maka mari kita fahami sejauh apapun kita berkorban dan apaun pengorbanan kita tak akan sampai untuk mengejar kebahagiaan ini kalaulah tolak ukurnya adalah keduniaan. Sebab sifat keduniaan tak ada kepuasan dan ketidakpuasan inilah merupakan penyebab utama serta penghalang munculnya kebahagiaan
Ahkiranya mari kita ketahui solusi yang tepat untuk meraih kebahagiaan yaitu sikap Qonaah (Menerima) dengan dan hanya berharap kepadanya terhadap apa apa yang Alloh berikan dan tetapkan. Orang yang Qona’ah dengan pemberian Alloh jiwanya akan tentram dan kesyukuran terucap dari lisan dan perbuatan, karena dalam hatinya tak pernah menuntut terhadapap sesuatu yang Alloh tak takdirkan buat dirinya, dan tak melirik terhadap orang yang diatasnya dimana dia dikarunia lebih dengan kedunyaan, tapi hatinya selalu tergerakkan dan melirik kepada para hamba yang dikarunia iman danIslam dengan terangnya jalan yang mereka lalui (Manhaj Salaf), tentu semua ini tak mungkin hadir begitu saja melainkan ada faktor utama yang mendorongnya, Dan mau taukah wahai kalain saudaraku faktor itu ialah keyakinan yang benar , faktor itu adalah keimanan yang benar yang disertai amal amal yang dituntukan dan diniatkan dengan keihlasan kepada Alloh Pemilik kebahagiaan
Saudaraku yang dirahmadti Alloh, orang orang yang tak ada padanya keimanan yang benar akan selalu menderita dan hampa dalam hidupnya karena kekosongan ruhani telah menipis, dan sebaliknya hamba hamba yang beriman akan selalu diliputi kesenagan dan kebahagiaan dalam hidupnya karena puncak harapan hanya kepada Alloh dan Rasul-nya serta para Pengikut2-Nya, dan dengan keimanan dan keyakinan pula semua gerak dan indera tertuju untuk kebenaran dan kebaikan yang Alloh anjurkan denganya, dengan begitu keimana akan senantiasa bertambah karena ketaatan yang selalu dia lakukan, sehingga hakikat penciptaan dan penghampaan akan terpenuhi sehingga tiada yang membahagiakan dalam dirinya kecuali hal hal seperti ini.
Ibnu Qayim Aljauziyah berkata” Iman adalah jantung Islam dan intinya, sebagaimana keyakinan merupakan qalbu iman dan isinya, setiap ilmu dan amal yang tidak menambah iman dan keyakinan adalah rusak, dan setiap iman yang tak melahirkan amal perbuatan adalah lapuk”
Serta beliau menambahkan”Diantara ciri ciri kebahagiaan dan keberuntungan adalah setiap seseorang hamba bertambah ilmunya, maka bertambah pula sifat tawadhu’nya serta kasih sayangnya, Setiap kali bertambah amalnya, bertambah pula rasa takut dan kewaspadaanya, dan ketika umurnya bertambah tua maka berkuranglah kerakusannya terhadap dunia
Begitulah saudaraku, semoga Alloh menghadirkan sifat qonaah dalam diri ini, dan menhadirkan pula kezuhudan, kerendahan hati dan rasa hormat dan sayang terhadap sesama dengan begitu Secara tidak sadar keyakinan kita kepada Alloh akan bertambah sehingga kebenaran dan kebaikan akan selalu dimunculkan dalam hati, lisan, dan perbuatan. sehingga tak terbesit lagi dalam hati ini rasa tidak puas dalam diri serta denganya kebenaran, kesabaran, keridhloan, ketak tergesaan, serta kekusyukan akan kita tempati karena denganya ahlak yang baik ini jalan kebahagiaan akan didapati, Insyalloh, Allohua’lam bishowab. Barokallohufiikum.
Abu Amin Alanshariy Cepu, Maraji kitab kitab pembersih jiwa.
Ditulis dalam Motivasi&Bersih Diri | Leave a Comment »
Pembersih Jiwa: Bait Syair “Cantiknya Akhlak Berinteraksi”
Ditulis oleh abuamincepu di/pada April 4, 2008
Saudaraku Yang Budiman,
Pangkal dari sebuah tindakan adalah lintasan perasaan dan fikiran dimana keduanya sangatlah erat hubunganya dengan bisikan hati, siapa yang membiasakan diri untuk memasukkan kebenaran dan kebaikan melalui panca inderanya melalui kepala ataupun kebutuhan jasmani melalui perutnya, maka hakikatnya dia telah menumbuhkan benih ketakwaan yang hakiki yang hanya tersimpan didalam dada setiap mukmin sejati dan denganya dia memiliki budi pekerti yang luhur lagi tinggi. Yang denganya pula hakikat tugas mulia didunia ini akan diberkahi dan diridhloi Rab Illahi. Ingatlah sebaik baik perkataan adalah yang bersumber dari Alquran dan Hadits .
“Landasan semua ilmu yang bersifat teoritis dan tindakan yang berdasarkan inisiatif adalah lintasan perasaan dan fikiran, yang kemudian menghasilkan persepsi, Lalu persepsi mengajak kepada kehendak, kehendak menuntut realisasi tindakan, serta pelaksanaan secara berulang kali akan menghasilkan kebiasaan, Sedang lintasan dan bisikan hati terkait dengan perasaan dan fikiran” ( Ibnu Qayim Al Jauziyah).
“Kita banyak menemui seorang penuntut ilmu lupa pada kedudukanya, dia masuk kepada hal hal bermudhrat besar, dimana kemudhratan ini tak dapat ditebusi secuilpun dari apa yang dikeluarkan dari pemikiran dan bantahannya atau mungkin pula tak seimbang dari pengharapan pahala dan kemaslahatan yang diingini dari niat utama dalam setiap pembahasan atau tulisan dan dakwahnya, sehingga tak jarang menimbulkan reaksi berbantah-bantahan dengan cara jahil atau terjadi penyimpangan dengan mencari alasan alasan yang tak terarah dari pokok bahasan, kalaulah sudah begini tak jarang menimbulkan putusnya tali silaturahmi, munculnya sikap saling merendahkan dan menghasut serta munculnya pemahaman memukul rata dari kejelekan yang berseberangan dengan lawan bantahanya, kalaulah caranya begitu apakah mungkin para penuntut ilmu lupa akan niat utamanya tidakah akan lebih ahksan dan mulia kalaulah kita menempatkan setiap urusan pada tempat dan porsinya dengan memahami akar pokok suatu percakapan dan buah kebaikan yang diharapkan, kemudian yang sangat utama adalah pertimbangan akan manfaat dan mudharat yang akan ditimbulkan”
“Wewangian tidak mungkin bisa menyebar dan bermanfaat pada sekelilingnya kalaulah pembawa wewangian memiliki bau busuk yang lebih tinggi kadarnya”
“Apakah sama perbandingan satu takaran air jernih yang tumpah dari bejana dengan dua takaran air keruh yang mengisi kedalam bejana , betapa susahnya menjernihkan air keruh apalagi merubahnya menjadi zat yang menghasilkan manfaat”
“ Pandangan simpati menutup segala cela sebagaimana pandangan benci menampakkan segala cacat “
“Sedangkan pelaku simpati sejati selalu berhati-hati kapan dan dimana dia menutup celah dan Sedang Penasehat Ulung pandai menempatkan kapan dan dimana dia menampakkan suatu cacat”
“Karna simpati dan benci semua berakar karena Alloh illahi Rabbi ”
“Ataukah mungkin, musuh abadimu memalingkan kebencian dan kecintaan karena menuruti nafsu diri”
“Ataukah mungkin, musuh bebuyutanmu (yang terlaknat) melalaikanya dengan lupa hakikat niat utama hati”
“Atau mungkin usahamu terlalu terburu-buru dalam melakukan perintah bisikan hati”
“Barang siapa yang tergesa-gesa ingin memetik sesuatu sebelum saatnya, maka dia akan dihukumi dengan kegagalan memetiknya”
“Atau mungkin lintasan fikiran dan perasaanmu merasa terlalu nyaman dengan keangkuhan dan pembanggaan diri sendiri dan keberadaanmu “
“Ataukah Alloh dilupakan untuk membimbing setiap niat dalam hati”
“Bahkan apakah semua atas dasar penuhanan terhadap hawa nafsumu sendiri”
“Luruskan fulan, niat selain Alloh adalah kejahilan dan rimba kesyirikan”
“Sebarkan fulan, niat karna Alloh adalah berciri dan berbudi pekerti “
“Tanamkan fulan, itulah kebaikan jika berada diatas kebenaran”
“Tanamkan fulan, kebenaran berasal dari-Nya”
“Buangkan fulan, rasa kebenaran yang berasal darimu”
“Buangkan fulan, lintasan fikiranmu yang merasa paling benar”
“Fulan, Tugasmu hanya menyampaikan”
“Fulan, Tugasmu bukan memaksakan”
“Fulan, bukan hanya kata katamu yang harus didengar”
“Fulan, bukan hanya seruanmu yang menyelesaikan”
“Fulan, Sangatlah banyak jalan hidayah ”
“Fulan, Sadarkan diri ini akan banyak kelemahanya”
“Fulan, Sibuklah dengan Pokok Pokok Agamamu”
“Fulan, Bersabar dan tetaplah bersabar disetiap urusan dakwahmu”
“Fulan, mohon bimbingan-Nya disetiap urusan agamamu”
“Fulan pakailah busana terindah dan pakaian terindah dan wangikan dirimu dengan wewangian terbaik dengan bahan takwa yang sangat menyamankan setiap jiwa”
“Tariklah bualan dan argument tak bermanfaatmu, cukup itu sebagai catatan pribadimu, jika catatan ini benar maka kamu akan terbimbing dengan keihlasanmu”
“Tempatkan pada wilayah yang disana sesuai dengan tempatnya dan tugasnya”
“Layaknya tugas terbaik bagi para alim yang abid lagi shalih”
” Sungguh Benar Adanya Ya insan, Kefaqihan adalah atas kehendak Rabmu”
Allohua’lam Bish Showab
Abu Amina Al anshoriy
Ditulis dalam Motivasi&Bersih Diri | Comments Off
Pembersih Jiwa: Sebab-Sebab Yang Mendatangkan Cinta Kepada Alloh
Ditulis oleh abuamincepu di/pada Maret 30, 2008
Saudaraku yang budiman,
Setiap insan beriman menginginkan cinta sang penguasa yang maha rahman, dimana kecintaan ini tak akan diraih tanpa mengetahui dan menjalankan sebab-sebab yang mendatangkan kecintaan kepada-Nya, dengan sebab sebab tersebut Alloh Subhana wa ta’ala akan membalas kecintaan kita, tentu dengan memiliki niat yang kuat, bukti yang nyata & keistiqomahan yang teruji dalam mengamalkan sebaba sebab tersebut.
Sungguh banyak bukti kemajuan iman dan amal sholeh seorang hamba dengan menjalankan sebab-sebab yang akan kita jadikan inti bahasan ini,
Maka ketahuilah wahai saudaraku bahwa sebab-sebab yang mendatangkan kecintaan itu sebagaimana diungkapkan Syaikhul Islam Imam Ibnu Taimiyah yaitu :
Pertama: Membaca Alquran Alkarim dengan memahami makna-maknanya seperti yang dikehendaki, tak berbeda dengan menelaah buku yang harus dihafalkan seseorang agar dia dapat memahami maksud sang pengarangnya.
Kedua : Mendekatkan diri kepada Alloh Subhana wa ta’ala dengan mengerjakan amalan sunnah sesudah mengerjakan amalan yang wajib karena yang demikian ini bisa menghantarkan seorang hamba kepada derajat orang yang dicintai setelah dia memiliki cinta.
Ketiga: Senantiasa mengingat (berdzikir) dan menyebut Asma-Nya dalam keadaan bagaimanapun, baik dalam hati maupun lisan, dalam perbuatan serta disetiap keadaan, Cinta yang didapatnya dipengaruhi oleh Dzikir ini.
Keempat: Lebih mementingkan cinta kepada-Nya dari pada cintamu pada saat engkau dikalahkan hawa nafsumu.
Kelima: Mengarahkan perhatian hati kepada Asma dan Sifat-Nya, MengetahuiNya dan memersaksikanya, Siapa yang mengetahui Alloh Aza wajal melalui sifat,asma’ dan perbuatan-Nya. tentu ia akan mencintai-Nya , Karena itu orang-orang seperti Fir’aun dan Jahmiyah menjadi kan hatinya terhalang untuk mengenal Alloh.
Keenam :Mempersaksikan dan menyebut-nyebut kebaikan, kemurahan, karunia, serta nikmat Alloh baik yang lahir maupun batin, karena yang demikian ini bisa memupuk cinta kepada Alloh Aza wa Jal.
Ketujuh: Memasrahkan serta menghinakan diri secara total kepada Alloh Subhana wa Ta’ala.
Kedelapan : Bermunajat Kepada Alloh saat Dia turun kelangit Dunia, Memohon kepada-Nya, Membaca kalam-Nya, menghadap dengan segenap hati, memperhatikab adab-adab ubudiyah dihadapan-Nya, kemudian menutup dengan istiqfar dan taubat.
Kesembilan :Berkumpul dengan hamba-hamba lainya yang Mencintai-Nya dengan tulus, memetik buah buah segar dari perkataan mereka, sebagaimana memetik buah segar dari pohonya, tidak berkata sehingga yakin perkataanya mendatangkan maslahat serta menambah kebaikan dan manfaat bagi saudara lainya.
Kesepuluh: Menyingkirkan segala sebab yang dapat membuka jarak antara hati ini dengan Alloh Subhana wa ta’ala.
Demikianlah saudaraku 10 sebab datangnya cinta kepada Alloh, dan denganya pula kecintaan Alloh akan datang kepada kita selama kita bersungguh-sungguh merenungkanya, memahaminya dan mengamalkanya dengan terus-menerus hingga tanda-tanda cinta itu dinyatakan dalam tajamnya basiroh dalam hatimu.
Allohua’lam bis showab.
Abu Amin Alanshoriy, Maraji’ Kitab-Kitab Pembersih Jiwa
Ditulis dalam Motivasi&Bersih Diri | Comments Off
Pembersih Jiwa: Perjalanan Cinta Kepada Alloh
Ditulis oleh abuamincepu di/pada Maret 7, 2008
Saudaraku Yang Budiman,
Cinta merupakan tempat persinggahan yang menjadi ajang perlombaan diantara orang-orang yang suka berlomba, menjadi sasaran bagi orang untuk beramal dan menjadi curahan bagi para pecinta, Bagaikan angin sepoi hamba hamba pecinta ini beribadah menuju kepada ketenangan.
Cinta merupakan santapan hati, makanan ruh dan kesenaganya, cinta merupakan kehidupan sehingga orang yang tak mempunyai cinta bak tak bernyawa, Cinta adalah cahaya siapa yang tak memiliki bak berada dilautan yang gelap gulita, cinta adalah obat penyembuh siapa yang tak memilikinya maka hatinya akan diendapi berbagai macam penyakit, Cinta adalah kelezatan siapa yang tak memilikinya maka hidupnya dalam kegelisahan dan penderitaan, Cinta adalah ruh iman dan amal , Cinta adalah kendaraan yang menghantarkan kepada sang Kekasih.
Para pecinta memenuhi panggilan kerinduan saat ada yang berseru kepada mereka ” Hayya alal falah” mereka mengoorbankan jiwa agar bersama sang kekasih, pengorbanan ini dilakukan dengan suka dan rela dari relung hatinya, melakukan pembayaran secara kontan dari benih cinta yang disepakatinya,harganya adalah harta jiwa dan raga bahkan nyawa, yang hal ini tak berlaku bagi orang yang bangkrut , bodoh bahkil dan suka menawar-nawar. Maka banyak hamba mengaku cinta tapi dituntut untuk menyodorkan bukti pengakuanya itu :
“قُلْ إِنْ كُنْتُمْ تُحِبُّونَ اللَّهَ فَاتَّبِعُونِي يُحْبِبْكُمْ اللَّهُ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَحِيمٌ “
Katakanlah: “Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu.” Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. ” Qs. Ali Imran 31
Beginilah cinta sejati dimana bukti menjadi sesuatu yang pokok untuk diketahui, dengan pengakuan akan kecintaan kepada Illahi Rabul Izati harus disertai ketaatan kepada suri tauladan terbaik umat ini (Rasululloh sholollohu alaihi wassalam) dengan segala konsequensi dari yang dituntunkanya.
Allohu a’lam Bish Showab
Abu Amina Alanshoriy, Maraji’ Kitab-Kitab Pembersih Jiwa
Ditulis dalam Motivasi&Bersih Diri | Leave a Comment »
Pembersih Jiwa:Khusyuk Menyadari Keberadaan Diri
Ditulis oleh abuamincepu di/pada Februari 27, 2008
“Sadari keberadaanmu”
“Pusatkan fikiran, pusatkan perasaan, hati dan jasmanimu pada apa yang dilihat dari apa yang kau fikirkan dan dari apa yang kau rasakan sekarang ini, ditempat engkau ini berada”
“Jika engkau sedang duduk, maka buang pandanganmu berlahan disekitar tempat dudukmu”
“Jika pandanganmu hanya menghasilkan angan angan dan kesemuan maka kamu melupakan hakikat pandanganmu”
” Pandanglah sekali lagi berlahan dari anasir tubuhmu dengan menghadirkan hati”
“Jika pandanganmu menghasilkan siratan makna ayat kauniyah, maka kamu telah mulai memahami keberadaanmu”
“Jika siratan makna sudah kamu dapati dan mempunyai arti bahwa apa yang engkau pandang dan apa yang engaku rasa serta apa yang engkau fikirkan maka dibawah kesadaranmu didalamnya terbesit kata Subhanalloh atau kata kata thoyibah yang lainya ” Oh ana sedang disini” yang menjadikan kamu menggabungkan sadarnya keberadaanmu dengan keberadaan sang khalik di Ar’sy tawa’ dan sadarnya perasaanmu dengan keberadan-Nya maka engkau mulai memahami keberadaanmu”
“Jika engkau menambahnya dengan menjadikan itu kebiasaanmu dan mematrinya didalam dirimu untuk mempertahankan keberadaan seperti ini disetiap detik anasir tubuhmu sungguh kamu mulai memahami keberadaanmu”
“Dengan kesadaran seperti ini kamu mulai mengenal tujuan desahan nafasmu. atau kamu mulai memahami tujuan setiap anasir tubuh-mu dan inilah bisikan hati yang terbaik karena denganya melibatkan keberadaanmu dan tujuan keberadaanmu serta memahami setiap desah nafas dan anasir tubuhmu bahwa itu atas izin-Nya”
“Kamu harus lakukan hal seperti ini dengan memasukan semua pemahaman kebenaran yang engkau miliki bukan pemahaman kejahilan yang syaitan denganya membisiki”
“Memahami keberadaanmu hanya dengan keksyukan hati dan mengkhusyukan hati harus berusaha dengan panca inderamu dalam memahami keberadaanmu”
“Memang khusyuk itu berat kecuali bagi para penyabar, demikian sebaliknya bahwa sabar itu berat kecuali bagi hamba yang khusyuk, karena itu khusyuk dan bersabarlah dalam hal hal yang engkau kerjakan, janganlah pula syaitan menyerumu untuk buru buru menyelesaikanya, nikmati keberadaanmu seperti keadaan diatas (dengan menghadirkan Alloh) disetiap anasir tubuhmu, pertahankan kebenaran menyertaimu, dan kini engkau mulai sadar akan keberadaanmu dan tujuan keberadaanmu”
“Sungguh kekhuyukan adalah modal dari segala amal yang ihksan, karena perbaikan dan pengetahuan terbaik hanya didasarkan pada hati, sedang jika kamu menyadari betapa sulitnya kamu mencapai kekusyukan ini, dalam benak terlintas apakah ini pertanda sabda Rasulmu?bahwa kekhusyukan akan dihilangkan paling dahulu dari umatnya?kalau jawabanya benar sungguh engakau harus waspada, karena pangkal kerusakan adalah dengan keterburuanmu, ketidaksabaranmu, dan peremehanmu terhadap apa yang kamu gerakkan dari anasir tubuhmu, serta tak sadar kita memandang kedepan seraya memandang kebelakang , kita duduk serasa berdiri, kita jalan seraya berlari dan begitulah seterusnya akibat kelalaian diri “
“Fulan dan Fulanah, memang benar kesabaran itu berat kecuali bagi hamba yang khusyuk”
“Sedang bagaimana kamu mau menang sedang kekhusyukan tak sedikitpun terlintas dalam benakmu”
“Bersabar adalah dengan menahan hatimu untuk khusyuk berada dalam kebenaran, dan bersabar adalah menjaga lisan dan perbuatanmu untuk khusyuk berada dalam kebenaran, dan bersabar adalah menyadari keberadaanmu untuk khusyuk mengikuti kebenaran”
“Sungguh dengan begitu kekhuyukan akan engaku dapati”
“Walaupun kekhusyukan setiap diri bertingkat”
“Maka raihlah tingkat kekhuyukan sebagaimana Rasul Menggjarkan”
“Tiada yang lebih memahami semua ini yang kita bicarakan kecuali Rab-mu yang maha membolak balikan hati setiap insan”
“Maka sebaik hamba dalam setiap keadaan ialah selalu mengiringi hati, ucapan dan usahanya untuk meminta bimbingan dari Rabnya”
Allohua’lam Bishowab.
Abu Amina Alanshoriy, Maraji’ Kitab Kitab Pembersih Jiwa.
Ditulis dalam Motivasi&Bersih Diri | Comments Off
Pembersih Jiwa: Hati Yang Sehat
Ditulis oleh abuamincepu di/pada Februari 21, 2008
Ihkwani wa ahkwati fillah, Semoga Alloh curahkan hidayah tetap melekat dalam hati sanubari kita yang terdalam.
Sahabat yang budiman, Hati yang sehat merupakan kunci kesuksesan dalam menggapai jannah, sebagaimana lentera yang menerangi jalan dikala menelusuri tapakan kaki kehidupan menggapai tujuan,
Hati yang sehat ialah hati yang didalamnya terjaga dari syirik, ia terselamatkan dari penyakit syahwat dan syuhbat, ia terhindar dari sifat sifat tercela seperti ,Kedengkian, Sifat Iri, Kikir, Takabur, Cinta Dunia dan Tahta. Hati yang sehat juga terselamatkan dari keraguan dan kesamaran yang menghadangnya, serta mampu terhindar dari keinginan syahwat yang menyimpang dari apa yang Alloh Aza Wa Jal kehendaki, Dimana keterpesonaan terhadap keraguan dan keinginan syahwat adalah hakikatnya menjauhkan jati diri setiap hamba dari kebenaran dan kebaikan.
Sahabat, Hati yang sehat merasakan dunia bak syurga walau ia dirundung duka dan lara, dikubur bak syurga, dan diahkirat bisa menjadikan harapan untuk memasuki syurga hakiki.
Ketahuialah wahai saudaraku, bahwa keselamatan tak akan terwujud kecuali terjaga dari lima perkara sebagaimana ibnu qayim Rahimahumullah berkata yaitu” Menghindari syirik dari yang bertentangan dengan tauhid, Dari bid’ah yang berlawanan dengan Sunnah, Dari Syahwat yang menghambat setiap urusan, Dari Ghaflah(Kelalaian) yang menghilangkan Dzikir kepada Alloh, Dan dari Hawa yang akan menghalangi keihlasan”
Sahabat lima hal inilah yang menghalangi jalan dan menutupnya menuju kepada Alloh, Dari masing masing perkara diatas memiliki banyak pengaruh yang tak terbilang dari semua aktivitas penghambaan kita didunia. Allohua’lam.
Abu Amina Alanshoriy, Maraji’ Kitab Kitab Pembersih Jiwa.
Ditulis dalam Motivasi&Bersih Diri | Leave a Comment »
Pembersih Jiwa: Benih Cinta dan Motivasi Setiap Diri
Ditulis oleh abuamincepu di/pada Januari 29, 2008
Sahabat Yang baik hati,
Hendaklah kita memahami setiap perbuatan dan gerakan diri merupakan akibat yang ditimbulkan oleh benih cinta dan keinginan, Kedua hal inilah yang mengawali segala gerak dan anasir tubuh kita, sebagaimana benci dan ketidaksukaan yang mengawali untuk meninggalkan dan menahan diri dari dari bergerak menuju sesuatu yang kita benci.
Sahabat , Cinta menggerakkan seorang pecinta untuk mencari yang ia cintai, dan kecintaan ini serasa sempurna mana kala ia telah meraih apa yang dia cintai dan mendapatkan dalam genggamanya,maka kita boleh mengatakan bahwa cinta menggerakkan untuk menjadikan seorang diri pecinta Ar-rahman (Alloh yang Maha Rahman), Pecinta Alquran dan Kebaikan cinta lainya. Disisi lain pecinta Materi dan Uang, Pecinta berhala dan Salib, pecinta wanita dan anak – anak serta keduniaan lainya, dari kedua pecinta diatas hatinya akan tergerak mana kala hal hal yang ia cintai disebutkan, dibicarakan, dan di dengung dengungkan, hatinya akan berbunga – bunga manakala ia mengingat yang ia cintai atau menjadikanya bisikan hati, ucapan lisan ataupun perbuatan.
Sehingga engkau akan menemui ada hamba yang disebutkan nama Rab-nya bergetarlah hatinya sehingga bertambah keyakinanya, apabila dibacakan Alquran Merindinglah perasaanya bahkan sampai ia menangis meneteskan air mata teringat kesalahan dan dosanya ataupun karena indahnya makna yang tersirat dan engkau akan melihat mereka tak butuh selain ketaatan kepada apa yang dicintai.
Sedang disisi lain engkau akan menemui hamba hamba yang mencintai wanita , pecinta musik atau nyanyian syaitan ,berhala ataupun salib dia akan tertekun pula mendengarnya seolah olah dia terpesona dan terbahagiakan, tertentramkan bahkan tercukupkan dengan apa yang ia dengar dan dia banggakan, sehingga golongan orang yang kedua ini merasa tak butuh dengan LANTUNAN ALQURAN DAN PENYEBUTAN NAMA RAB-nya seolah olah mereka sudah cukup dengan lantunan syaitan dan kebiasaan para pengikutnya.
Kami mengatakan bahwa semua kecintaan adalah batil kecuali kecintaan kepada Alloh dan konsekwensinya serta atas dasar ini.yaitu kecintaan pada Rasul-Nya,Pada Kitab-Nya,Agama dan Kekasih kekasih dari hamba beriman, inilah kecintaan yang hakiki dan abadi, yang patut dijadikan pangkal atau benih cinta suci menuju gerak lisan dan perbuatan mentaati Rab-nya para pencinta sejati.
Abu Amina Al Anshoriy, Maraji’ Kitab – Kitab Pembersih Jiwa
Ditulis dalam Motivasi&Bersih Diri | Leave a Comment »
Pembersih Jiwa : Ketika Cahaya Datang Untuk Menyadari Kekhilafan Diri
Ditulis oleh abuamincepu di/pada Januari 14, 2008
يَاأَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَلْتَنْظُرْ نَفْسٌ مَا قَدَّمَتْ لِغَدٍ وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ (الحشر “Hai orang -orang yang beriman, bertakwalah kepada Alloh dan hendaklah setiap diri memperhatikan (merenung),apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok(kampung ahkirat),dan bertakwalah kepada Alloh, Sesungguhnya Alloh maha mengetahui apa yang kamu kerjakan” Alhasyr 18
Saudaraku yang dirahmadti Alloh, Ketika perasaan memahami kekilafan diri telah datang, ketika cahaya kebeningan hati menghampiri dan hinggap didalam hati, Teringat akan lembaran masa lalu yang kelam, teringat akan catatan catatan masa yang telah lalu yang kelam tentang sahabat sahabat yang pernah kita sakiti, tentang perilaku diri yang begitu sering melakukan kesalahan dan kekilafan, tentang cela dan aib diri yang belum kita mohonkan ampun, tentang bakti kepada orang tua yang belum kita sempurnakan, Dan tentang seluruh perjalanan hidup ini yang hanya diselimuti dusta, kebencian, kedengkian, keserakahan, kejahilan, dan telah begitu banyak kita menorehkan dan mengoreskan catatan tinta hitam dalam sejarah dan perjalanan hidup kita.
Sungguh Kalaulah kita mau jujur terhadap diri ini , sungguh kalaupun kita mau jujur dan menyadari dari dasar hati yang terdalam betapa sering kita mengkianati segala kenikmatan yang diberikaNya dan betapa sedikit ketaatan kita kepadaNya, Tampaknya kita harus bertanya kepada diri ini kenapa hati begitu keras membatu , hingga kebenaran tak jua kita tempati, Mengapa diri ini begitu bodoh dan tak menyadari , padahal begitu nampak didepan hamparan kemaha perkasaan Alloh yang tak tertandingi apapun,Rasanya tak pantas diri ini mengaharap keindahan dan kebaikan, dimana disisi lain kita secara tak sadar mengahadirkan kejelekan dan kemudhorotan, Rasanya tak pantas kita memohon ampunan tapi disisi lain kita hadirkan kemaksiatan, Rasanya tak pantas kita disebut hamba pilihan karena perintah dan larangan tak jua kita agungkan.
Saudaraku yang dirahmadti Alloh, Sessungguhnya setiap tapak kaki kita yang tertinggal sessungguhnya adalah saksi dari perjalanan hari demi hari , Hanya Orang orang bodoh yang membiarkan hidupnya tercampakkan hari harinya tersia siakan dengan kebatilan , hanya orang orang jahil yg membiarkan waktunya tercampakan dengan kelengahan dan merugilah keduanya karena kesempatan yang diberikan oleh Alloh tak dimanfaatkan untuk kebaikan. Diri ini sering mengira bahwa kita telah banyak mengerjakan kebaikan, kita menduga selama ini kita telah sempurna melakukan ketaatan, kita berprasangka dan merasa sudah begitu banyak menjalankan kewajiban, Akan tetapi ternyata semua itu hanyalah fatamorgana dan kesemuan, dan terkadang nampak begitu baik dalam benak dan prasangka kita, tapi begitu buruk dalam pandangan Alloh, Mengapa begini? karena ketaatan yang kita lakukan hanya ingin mendaptkan pujian, ketaatan yang kita lakukan karena ingin dilihat dan dikenal orang serta kebaikan yang kita lakukan tak diiringi dengan keihlasan niat, dalam proses kebaikan dan sesudah kebaikan itu kita laksanankan. Mari kita tengok kembali nasehat umar Bin Khatab ” Hisablah diri kalian sebelum kalian dihisab !Timbanglah diri kalaian sebelum kalian ditimbang, dan bersiap siaplah untuk pertunjukan yang besar (dihari kiamat) dihari itu kalian dihadapkan pada pemeriksaan.Tiada yang tersembunyi dari amal perbuatan kita barang satupun”
Saudaraku yang dirahmadti Alloh, mari kita bangun kembali sessuatu yang telah kita rubuhkan ,bersihkan akidah kita yang telah tercemar kesyirikan, jernihkan niat dan tekat yang telah kita kotori dengan ketidakihlasan, mari kita gunakan hidup ini selama pintu nafas masih terbuka,mari bukalah gerbang pintu kesadaran hati nurani yang paling dalam agar mendapat petunjuk dan rahmad dari rab semesta alam, Berbuat baiklah kita selagi masih punya kesempatan dan bertobatlah sebelum ajal menjelang, Mari kita tegur hati kita iniyang sedang dimabukan keduniaan, mari tegur hati ini yang sedang terlena, agar tak jatuh terjerat oleh tipu rayu syaitan dan sihir dunia, tegurlah jiwa kita yang terombang ambing oleh arus bagaikan buih dilautan ini, dan tegurlah terus menerus sedikit saja kejelekan yang terbesit didalam ruhani ini sehingga kemulyaan dan kebahagiaan akan kita dapati karena izin rabul izati.
Saudaraku, Maha suci Alloh yang maha memahami segala sesuatu yang tersembunyi. yang maha penerima taubat, tiada pujian yang pantas kita berikan melebihi pujuan kepada Alloh, Semoga Alloh mematrikan dan menghujamkan Kesadaran dalam hati kita yang terdalam untuk menyadari segala kekeliruan dan Alloh mengampuni kita dari kemaksiatan, Dan mari kita sambut hari ini dengan bersyukur kepadanNya yang telah menciptakan kita dengan kesempurnaan. Semoga Alloh memberi keistiqomahan kepada hati yang telah menyadai kekilafan diri. Waullohua’lam Bishawab.
Abu Amina Alanshoriy, Maraji Kitab Kitab Pembersih Jiwa.
Ditulis dalam Motivasi&Bersih Diri | Leave a Comment »
Pembersih Jiwa : Meniti Jalan Kebenaran
Ditulis oleh abuamincepu di/pada Januari 14, 2008
Sahabat yang baik hati,
Ketika kita ingin berada dalam kebenaran selalu, ini merupakan cita-cita yang mulia dan agung, sehingga kita semua harus mengusahakan dan membenahi serta mengkokohkan untuk menempati kebenaran dengan meletakkan pijakan terbaik pada setiap detik kehidupan kita, sebagaimana hamba yang ingin beramal disetiap waktu untuk mendapat nilai sebagai amal shalih yang didasari keimanan yang benar.
Ibnu qayim rahimahumulloh berkata ” Amal dan derajat adalah bangunan, adapun fondasinya adalah iman, selagi fondasinya kuat maka ia akan mampu menyangga bangunan diatasnya, jika fondasi tidak kuat maka bangunan tidak mungkin didirikan setinggi – tingginya”
Sahabat yang budiman, siapa yang ingin mendirikan bangunan yang tinggi, sudah seharusnya ia merancang fondasi yang kuat, menata dan mencurahkan segala kemampuanya dilanjutkan memilih bahan kontruksi fondasi tersebut dengan baja baja yang asli dan murni yang tak ada campuran dan pemalsuan dari kandunganya, sebab bangunan ini sangat tergantung pada fondasi bangunan dasar dan perhatian kita kepadanya.
Begitulah perumpamaan iman dan amal shalih keduanya saling mengkokohkan sebagaimana fondasi dan bangunan yang bisa menjulang keatas langit, siapa yang ingin mendapatkan bangunan amal bernilai derajat tinggi maka ia patut mewajibkan diri mengkokohkan imanya dengan sumber sumber kemurnian dan tanpa ada kebatilan didalamnya dengan begitu bangunan amal akan berdiri kokoh dan semakin tinggi menuju langit peraduan amal.
Saudaraku yang baik hati, hamba yang memahami hasratnya pasti membenahi dan memeperhatikan fondasi ini , sedangkan hamba yang lalai lagi bodoh ialah yang mendirikan bangunan setinggi-tingginya tanpa memerhatikan fondasi ini, maka boleh dibandingkan kekuatan dan ketahanan dari masing masing hamba ini, dimana fondasi yang rapuh bangunanpun tak lama akan rubuh.
أَفَمَنْ أَسَّسَ بُنْيَانَهُ عَلَى تَقْوَى مِنْ اللَّهِ وَرِضْوَانٍ خَيْرٌ أَمْ مَنْ أَسَّسَ بُنْيَانَهُ عَلَى شَفَا جُرُفٍ هَارٍ فَانْهَارَ بِهِ فِي نَارِ جَهَنَّمَ وَاللَّهُ لا يَهْدِي الْقَوْمَ الظَّالِمِينَ
”Maka apakah orang-orang yang mendirikan mesjidnya di atas dasar taqwa kepada Allah dan keridhaan-(Nya) itu yang baik, ataukah orang-orang yang mendirikan bangunannya di tepi jurang yang runtuh, lalu bangunannya itu jatuh bersama-sama dengan dia ke dalam neraka Jahannam. Dan Allah tidak memberikan petunjuk kepada orang- orang yang zalim.”At Taubah 109.
Semoga Alloh memudahkan dan memberi kekuatan kepada kita semua untuk membenahi fondasi amal yaitu keimana sebagaimana kita membenahi fondasi bangunan ketika kita akan meninggikan bangunan tersebut. Allohua’lam.
Abu Amin Cepu, Maraji’ Kitab Kitab Pembersih Jiwa.
Ditulis dalam Motivasi&Bersih Diri | Leave a Comment »



