وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالإنْسَ إِلا لِيَعْبُدُونِ

"Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku"

  • Radio Online

  • Larangan Fanatik Buta

    Al-Imam asy-Syafi’i (Madzhab Syafi'i) mengatakan:
    كل مسألة صح فيها الخبر عن رسول الله صلى الله عليه وسلم عند أهل النقل بخلاف ما قلت؛ فأنا راجع عنها في حياتي وبعد موتي
    “Semua permasalahan yang sudah disebutkan dalam hadits yang sahih dari Rasulullah dan berbeda dengan pendapat saya, maka saya rujuk dari pendapat itu ketika saya masih hidup ataupun sudah mati.”

    Al-Imam Malik (Madzhab Maliki) mengatakan:
    إنما أنا بشر أخطئ وأصيب، فانظروا في رأيي؛ فكل ما وافق الكتاب والسنة فخذوه، وكل ما لم يوافق الكتاب والسنة فاتركوه
    “Saya hanyalah manusia biasa, mungkin salah dan mungkin benar. Maka perhatikanlah pendapat saya, jika sesuai dengan Al-Qur’an dan As-Sunnah maka ambillah. Apabila tidak sesuai dengan keduanya maka tinggalkanlah.”

    Al-Imam Abu Hanifah (Madzhab Hanafi) mengatakan:
    لا يحل لأحد أن يأخذ بقولنا ما لم يعلم من أين أخذناه
    وفى رواية: «حرام على مَن لم يعرف دليلي أن يفتى بكلامي «فإننا بشر، نقول القول اليوم ونرجع عنه غدًا
    “Tidak halal bagi siapa pun mengambil pendapat kami tanpa mengetahui dari mana kami mengambilnya.” Dalam riwayat lain, beliau mengatakan, “Haram bagi siapa pun yang tidak mengetahui dalil yang saya pakai untuk berfatwa dengan pendapat saya. Karena sesungguhnya kami adalah manusia, perkataan yang sekarang kami ucapkan, mungkin besok kami rujuk (kami tinggalkan).”

    Al-Imam Ahmad Bin Hambal( Madzab Hambali mengatakan):
    لا تقلدني، ولا تقليد مالكًا ولا الشافعي ولا الأوزاعي ولا الثوري، وخذ من حيث أخذوا
    “Janganlah kalian taklid kepada saya dan jangan taklid kepada Malik, asy-Syafi’i, al-Auza’i, ataupun (Sufyan) ats-Tsauri. Tapi ambillah (dalil) dari mana mereka mengambilnya.”

  • Mutiara Alquran

    اعْلَمُوا أَنَّمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا لَعِبٌ وَلَهْوٌ وَزِينَةٌ وَتَفَاخُرٌ بَيْنَكُمْ وَتَكَاثُرٌ فِي الأمْوَالِ وَالأوْلادِ كَمَثَلِ غَيْثٍ أَعْجَبَ الْكُفَّارَ نَبَاتُهُ ثُمَّ يَهِيجُ فَتَرَاهُ مُصْفَرًّا ثُمَّ يَكُونُ حُطَامًا وَفِي الآخِرَةِ عَذَابٌ شَدِيدٌ وَمَغْفِرَةٌ مِنَ اللَّهِ وَرِضْوَانٌ وَمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلا مَتَاعُ الْغُرُورِ

    Ketahuilah, bahwa sesungguhnya kehidupan dunia itu hanyalah permainan dan suatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah-megah antara kamu serta berbangga-bangga tentang banyaknya harta dan anak, seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan para petani; kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur. Dan di akhirat (nanti) ada azab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridaan-Nya. Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu.

  • Mutiara Sunnah

    وعن أبي العباس سهل بن سعد الساعدي رضي الله عنه قال جاء رجل إلى النبي صلى الله عليه وسلم فقال يا رسول الله دلني على عمل إذا عملته أحبني الله وأحبني الناس فقال ازهد في الدنيا يحبك الله وازهد فيما عند الناس يحبك الناس حديث حسن رواه ابن ماجه وغيره بأسانيد حسنة

    Dari Abu Abbas, yaitu Sahal bin Sa’ad as-Sa’idi Shallallahu ‘alaihi wa sallam , katanya: “Ada seorang lelaki datang kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam , lalu berkata: “Ya Rasulullah, tunjukkanlah padaku sesuatu amalan yang apabila amalan itu saya lakukan, maka saya akan dicintai oleh Allah dan juga dicintai oleh seluruh manusia.” Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Berzuhudlah di dunia, tentu engkau akan dicintai oleh Allah dan berzuhudlah dari apa yang dimiliki oleh para manusia, tentu engkau akan dicintai oleh para manusia.” Hadis hasan yang diriwayatkan oleh Ibnu Majah dan lain-lainnya dengan isnad-isnad yang baik.

    وعن أبي هريرة رضي الله عنه قال سمعت رسول الله صلى الله عليه وسلم يقول ألا إن الدنيا ملعونة ملعون ما فيها إلا ذكر الله تعالى وما والاه وعالما ومتعلما رواه الترمذي وقال حديث حسن

    Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu , katanya: “Saya mendengar Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:“Ingatlah, sesungguhnya dunia itu dilaknat, dilaknat pula segala sesuatu yang ada di dalamnya, melainkan berzikir kepada Allah dan apa-apa yang menyamainya, juga orang yang alim serta orang yang menuntut ilmu.”Diriwayatkan oleh Imam Termidzi dan ia mengatakan bahwa ini adalah Hadis hasan.

    وعن سهل بن سعد الساعدي رضي الله عنه قال قال رسول الله صلى الله عليه وسلم لو كانت الدنيا تعدل عند الله جناح بعوضة ما سقى كافرا منها شربة ماء رواه الترمذي وقال حديث حسن صحيح

    Dari Sahal bin Sa’ad as-Sa’idi Radhiyallahu ‘anhu , katanya: “Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda“Jika seandainya dunia ini di sisi Allah dianggap ada nilainya dengan selembar sayap nyamuk, niscaya Allah tidak akan memberi minum kepada orang kafir walaupun seteguk air darinya.” Diriwayatkan oleh Imam Termidzi

  • Mutiara Ulama Salaf’

    أَخِي لَنْ تَنَالَ العِلْمَ إِلاَّ بِسِتَّةٍ سَأُنْبِيْكَ عَنْ تَفْصِيْلِهَا بِبَيَانٍ: ذَكَاءٌ وَحِرْصٌ وَاجْتِهَادٌ وَدِرْهَمٌ وَصُحْبَةُ أُسْتَاذٍ وَطُوْلُ زَمَانٍ "Wahai Saudaraku Kalian Tidak Bisa Mendapatkan Ilmu Kecuali Dengan 6 Syarat Yang Akan Saya Beritahukan" 1.Dengan Kecerdasan, 2.Dengan Semangat , 3.Dengan Bersungguh-sungguh , 4.Dengan Memiliki bekal (biaya), 5.Dengan Bersama guru dan , 6.Dengan Waktu yang lama, (Imam Syafi'i Rahimahulloh)
  • Admin Setting

  • Maaf Komentar Yang Dicurigai Bervirus Diblokir

Buku Tamu

Bismillahirrahmannirohim 

 إِنّ الْحَمْدَ ِللهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَسَيّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاّ اللهُ وَأَشْهَدُ أَنّ مُحَمّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ

اَللهُمّ صَلّ وَسَلّمْ عَلى مُحَمّدٍ وَعَلى آلِهِ وِأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدّيْن.

يَاأَيّهَا الّذَيْنَ آمَنُوْا اتّقُوا اللهَ حَقّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنّ إِلاّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ

يَاأَيّهَا النَاسُ اتّقُوْا رَبّكُمُ الّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيْرًا وَنِسَاءً وَاتّقُوا اللهَ الَذِي تَسَاءَلُوْنَ بِهِ وَاْلأَرْحَام َ إِنّ اللهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيْبًا

يَاأَيّهَا الّذِيْنَ آمَنُوْا اتّقُوا اللهَ وَقُوْلُوْا قَوْلاً سَدِيْدًا يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْلَكُمْ ذُنُوْبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللهَ وَرَسُوْلَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيْمًا، أَمّا بَعْدُ …

فَأِنّ أَصْدَقَ الْحَدِيْثِ كِتَابُ اللهِ، وَخَيْرَ الْهَدْىِ هَدْىُ مُحَمّدٍ صَلّى الله عَلَيْهِ وَسَلّمَ، وَشَرّ اْلأُمُوْرِ مُحْدَثَاتُهَا، وَكُلّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ وَكُلّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةً، وَكُلّ ضَلاَلَةِ فِي النّارِ.

Saudaraku Yang  Budiman, Perkataan adalah penghubung antara peradaban manusia, dengan perkataan terkadang hati ini sering banyak bersangka sangka, akibat  perkataan terkadang menimbulkan syuhbat dalam hati dan keresahan jiwa,  akibat perkataan pula  bisa saling mendzolimi diantara sesama, dan tak terhitung lagi akibat dari perkataan lisan ini, maka saudaraku berkatalah benar atau diam, ingatlah sebaik baik perkataan adalah Alquran serta sebaik baik petunjuk adalah Sunnah Rasul Muhamad Shalallohu alaihi wasalam, lalu dimanakah kita mengetahui kebenaran dan kebaikan perkataan dalam Alquran ? Dimana Pula kita bisa memahami kenenaran dan kebaikan petunjuk  Sunnah Rasulmu ?  Jawabanya   yaitu  hanya mengikuti pemahaman mereka As salafu ash shalih, yang mereka adalah penjaga perkataan  terbaik ini dengan izin Alloh Aza Wa jal.

“Semoga Dengan Pertemuan ini Menjadikan Indahnya Iman, Yaitu Membenci dan  Mencintai Karena Alloh Dan RasulNya , Saling Menasehati Dengan Kelembutan Agar Senantiasa Menempati Kebenaran  Dan Kesabaran Agar Tak Terjerumus Dalam Jurang Kekafiran Serta Lengkaplah dengan menambahkan Yang Ketiga Yaitu Dengan Tidak Mencintai Segala Apa Yang Alloh Ciptakan Melebihi Kecintaan Kepada-Nya ”

“Saudaraku Yang Baik Hati, Jangan Bermuka Masam kepada Para Pemula  Penuntut Ilmu, Ajarilah Mereka Kepada Jalan Alloh Ta’ala Dengan Kesabaran Dan Kasih Sayang Diatas Ilmu Bashiroh Kebenaran”  

Waullohu a’lam Bishowab

~Alfaqir Ilalloh Aza Wajal Abu Amina Al Jawiy~

160 Tanggapan to “Buku Tamu”

  1. Assalamu’alaikum warahmatullohi wabarakatuh,
    Akhy, salam kenal. Gmana dakwah salafiyah didaerah antum ?
    Barakallohu fiik


    Walalaikumussalam waroh matullohi wabarokatuh, salam silaturahim dan kenal kembali ahki, Alhamdulilah ahki, silahkan jika ada kenalan dai atau ustad ikut membantu meramaikan dakwah dikota kami. afwan , semoga Alloh menjaga kesatuan hati kita semua dalam kebenaran,barokallohufiikum

  2. Abu Afif said

    Assalaamu’alaikum…

    Masya Alloh…Akhirnya bergabung juga nih dengan wordpress group,… Marhaba… Insya Alloh Barokah.


    Waalakumussalam warohmatullohi wabarokatuh, ya ahki abu afif, amin , Alhamdulillah smoga dakwah diQatar juga tetap berkibar dengan istiqamah. SMS nya mungkin ana salah nomor , ana akan check email lagi insyalloh, barokallohu fiik.

  3. abumaulid said

    Assalamu’alaikum. Salam kenal ya akhi. Jazakallahu khairan atas kunjungannya ke blog ana. Afwan, antum ngaji di mana? Ahsan, disebutkan ustadz-ustadznya agar lebih jelas bagi kami. Barakallahu fiikum.

    Waalikumussalam,ahki yang budiman, Biarlah Alloh Jalla Wa Ala dan Yang Mengenal ana dari dekat Yang Mengetahui Guru-Guru Ana.
    ,Allohua’lam wa Musta’an.
    Abu Amin Al Anshariy

  4. abumaulid said

    Afwan akhi, cepu itu di dekat dengan daerah mana, solo, wonogiri, atau mana? Ana tahu di daerah wonogiri, berikut ini jadwalnya:

    1. Aqidah

    Materi : Kitab Tauhid

    Pengajar : Al Ustadz Abdullah bin Muhammad

    Waktu : Jumat, ba’da Ashar

    Lokasi : Masjid Al Hidayah, Nangger, Nambangan, Selogiri, Wonogiri

    Peserta: Umum (Laki-laki/Ikhwan/Wanita/Akhwat)

    2. Fiqh

    Materi : Durorul Bahiyyah

    Pengajar : Al Ustadz Abdullah bin Muhammad

    Waktu : Ahad pagi pukul 08.00 – selesai
    Lokasi : Masjid Al Hidayah, Nangger, Nambangan, Selogiri, Wonogiri

    Peserta: Umum (Laki-laki/Ikhwan/Wanita/Akhwat)

    3. Fiqh

    Materi : Al Ushul min Ilmi Ushul

    Pengajar : Al Ustadz Abdullah bin Muhammad

    Waktu : Setiap hari, pukul 07.00 – selesai
    Lokasi : Ponpes Darussalam, Bulak, Nambangan, Selogiri, Wonogiri, Jawa Tengah

    Peserta: Umum (Laki-laki/Ikhwan/Wanita/Akhwat)

    4. Hadits

    Materi : Mustholah Hadits

    Pengajar : Al Ustadz Abdullah bin Muhammad

    Waktu : Setiap hari, ba’da Maghrib
    Lokasi : Masjid Al Hidayah, Nangger, Nambangan, Selogiri, Wonogiri

    Peserta: Umum (Laki-laki/Ikhwan/Wanita/Akhwat)

    5. Bahasa Arab

    Materi : Tuhfatus Tsaniyah

    Pengajar : Al Ustadz Abdullah bin Muhammad

    Waktu : Setiap hari, ba’da Dhuhur
    Lokasi : Ponpes Darussalam, Bulak, Nambangan, Selogiri, Wonogiri, Jawa Tengah

    Peserta: Umum (Laki-laki/Ikhwan/Wanita/Akhwat)

    6. Aqidah

    Materi : Hilyah Tholib Ilmi

    Pengajar : Al Ustadz Abdullah bin Muhammad

    Waktu : Jumat, pukul 07.30
    Lokasi : Ponpes Darussalam, Bulak, Nambangan, Selogiri, Wonogiri, Jawa Tengah

    Peserta: Umum (Laki-laki/Ikhwan/Wanita/Akhwat)

    7. Nasihat

    Materi : Taushiyah/Nasihat

    Pengajar : Al Ustadz Abdullah bin Muhammad

    Waktu : Sabtu, pukul 08.00
    Lokasi : Ponpes Darussalam, Bulak, Nambangan, Selogiri, Wonogiri, Jawa Tengah

    Peserta: Umum (Laki-laki/Ikhwan/Wanita/Akhwat)

    Informasi : Pondok Pesantren Darus Salam

    Alamat : Bulak, Nambangan, Selogiri, Wonogiri, Jawa Tengah

    Kontak : Al Ustadz Abdullah bin Muhammad Al Atsary HP +62.8156 7616 402

    Teruslah mengaji manhaj salaf ini akh. Dan ambillah dari ustadz yang benar-benar terpercaya baik akidah, manhaj, maupun muammalahnya. Semoga Allah memudahkan kita semua untuk memahami manhaj salaf ini dengan baik dan benar. Barakallahu fiikum

    Alhamdulillah, jazakalloh. atas saranya antum, insyalloh Alloh sangat memahami niat antum dan ana, wa’iyakum.

  5. abumaulid said

    Kalau yang di Semarang berikut ini:

    Hari : Senin
    Waktu : 07.00 – selesai
    Tempat : Masjid Abu Bakr Ash Shiddiq Sendang Mulyo
    Materi : Syarh Al ‘Aqidah Al Wasithiyyah
    Pengajar : Al Ustadz Abu ‘Isa Nurwahid

    Waktu : Ba’da Maghrib
    Tempat : Masjid Abu Bakr Ash Shiddiq Sendang Mulyo
    Materi : – Syarh Arba’in An Nawawiyah / Basho’ir Adz Dzawi Syarof
    - Tuhfah As Saniyah
    Pengajar : Al Ustadz Abu Najiyah Muhaimin

    Hari : Selasa
    Waktu : 07.00 – selesai
    Tempat : Masjid Abu Bakr Ash Shiddiq Sendang Mulyo
    Materi : Syarh Al ‘Aqidah Al Wasithiyyah
    Pengajar : Al Ustadz Abu ‘Isa Nurwahid

    Waktu : Ba’da Maghrib
    Tempat : Masjid Abu Bakr Ash Shiddiq Sendang Mulyo
    Materi : Jurumiyah dan Syarh Hilyah Tholib Al ‘Ilmi
    Pengajar : Al Ustadz Abu ‘Isa Nurwahid

    Waktu : 16.30 – selesai
    Tempat : Yayasan Al Lu’lu Wal Marjan
    Materi : Iqro’ Qiro’ati
    Pengajar : Al Akh Abu Muhammad Karyadi

    Hari : Rabu
    Waktu : 07.00 – selesai
    Tempat : Masjid Abu Bakr Ash Shiddiq Sendang Mulyo
    Materi : Fath Al Majid
    Pengajar : Al Ustadz Abu ‘Isa Nurwahid

    Waktu : Ba’da Maghrib
    Tempat : Masjid Abu Bakr Ash Shiddiq Sendang Mulyo
    Materi : Jurumiyah dan Syarh ‘Umdah Al Ahkam
    Pengajar : Al Ustadz Abu ‘Isa Nurwahid

    Hari : Kamis
    Waktu : 07.00 – selesai
    Tempat : Masjid Abu Bakr Ash Shiddiq Sendang Mulyo
    Materi : Fath Al Majid
    Pengajar : Al Ustadz Abu ‘Isa Nurwahid

    Waktu : Ba’da Maghrib
    Tempat : Masjid Abu Bakr Ash Shiddiq Sendang Mulyo
    Materi : Jurumiyah dan Syarh Hilyah Tholib Al ‘Ilmi
    Pengajar : Al Ustadz Abu ‘Isa Nurwahid

    Waktu : 16.30 – selesai
    Tempat : Yayasan Al Lu’lu Wal Marjan
    Materi : Iqro’ Qiro’ati
    Pengajar : Al Akh Abu Muhammad Karyadi

    Hari : Jum’at
    Waktu : Ba’da ‘Ashr
    Tempat : Masjid Abu Bakr Ash Shiddiq Sendang Mulyo
    Materi : Syarh Riyadh Ash Sholihin
    Pengajar : Al Ustadz Abu Najiyah Muhaimin

    Waktu : Ba’da Maghrib
    Tempat : Masjid Abu Bakr Ash Shiddiq Sendang Mulyo
    Materi : Lum’ah Al I’tiqod
    Pengajar : Al Ustadz Abu Najiyah Muhaimin

    Hari : Sabtu
    Waktu : 07.00 – selesai
    Tempat : Masjid Abu Bakr Ash Shiddiq Sendang Mulyo
    Materi : Zaad Al Mustaqni’ / Syarh Riyadh Ash Sholihin
    Pengajar : Al Ustadz Abu ‘Isa Nurwahid

    Waktu : Ba’da Maghrib
    Tempat : Masjid Abu Bakr Ash Shiddiq Sendang Mulyo
    Materi : Jurumiyah dan Syarh ‘Umdah
    Pengajar : Al Ustadz Abu ‘Isa Nurwahid

    Waktu : 14.30 – selesai
    Tempat : Yayasan Al Lu’lu Wal Marjan
    Materi : Jurumiyah
    Pengajar : Al Ustadz Abu Najiyah Muhaimin

    Waktu : Ba’da ‘Ashr
    Tempat : Yayasan Al Lu’lu Wal Marjan
    Materi : Bulugh Al Marom
    Pengajar : Al Ustadz Abu Najiyah Muhaimin

    Waktu : Ba’da Maghrib
    Tempat : Yayasan Al Lu’lu Wal Marjan
    Materi : Tuhfah As Saniyah
    Pengajar : Al Ustadz Abu Najiyah Muhaimin

    Sabtu I
    Waktu : 08.30 – selesai
    Tempat : Masjid Al Falah Ngesrep
    Materi : Syarh Al ‘Aqidah Al Wasithiyyah
    Pengajar : Al Ustadz Abu ‘Isa Nurwahid

    Sabtu II
    Waktu : 08.30 – selesai
    Tempat : Masjid Al Falah Ngesrep
    Materi : Syarh Al ‘Aqidah Al Wasithiyyah
    Pengajar : Al Ustadz Abu ‘Isa Nurwahid

    Sabtu III
    Waktu : 08.30 – selesai
    Tempat : Masjid Al Falah Ngesrep
    Materi : Taisir Al ‘Allam
    Pengajar : Al Ustadz Abu ‘Isa Nurwahid

    Sabtu IV
    Waktu : 08.30 – selesai
    Tempat : Masjid Al Falah Ngesrep
    Materi : Zaadul Mustaqni’
    Pengajar : Al Ustadz Abu ‘Isa Nurwahid

    Sabtu V
    Waktu : 08.30 – selesai
    Tempat : Masjid Al Falah Ngesrep
    Materi : Syarh Hilyah Tholib Al ‘Ilmi
    Pengajar : Al Ustadz Abu ‘Isa Nurwahid

    Hari : Ahad
    Waktu : 07.00 – selesai
    Tempat : Masjid Abu Bakr Ash Shiddiq
    Materi : Syarh Riyadh Ash Sholihin
    Aqidah Wasithiyah dan Fath Al Majid
    Pengajar : Al Ustadz Abu ‘Isa Nurwahid

    Waktu : Ba’da Maghrib
    Tempat : Masjid Abu Bakr Ash Shiddiq
    Materi : Jurumiyah dan Syarh Iqtidho Shiroth Al Mustaqim
    Pengajar : Al Ustadz Abu ‘Isa Nurwahid

    Ahad I
    Waktu : 08.30 – selesai
    Tempat : Masjid Al Falah Ngesrep
    Materi : Qoul Al Mufid Syarh Kitab At Tauhid
    Pengajar : Al Ustadz Abu ‘Isa Nurwahid

    Waktu : 09.30 – selesai
    Tempat : Masjid Pangeran Diponegoro
    Materi : Qoul As Sadid
    Pengajar : Al Ustadz Muhammad Isnadi

    Ahad II
    Waktu : 08.30 – selesai
    Tempat : Masjid Al Falah Ngesrep
    Materi : Qoul Al Mufid Syarh Kitab At Tauhid
    Pengajar : Al Ustadz Abu ‘Isa Nurwahid

    Waktu : 08.00 – selesai
    Tempat : Masjid At Taqwa Halmahera
    Materi : Nashihah Li An Nisaa’ & Salus Suyuf
    Pengajar : Al Ustadz Zaenul Arifin

    Ahad III
    Waktu : 08.30 – selesai
    Tempat : Masjid Al Falah Ngesrep
    Materi : Qoul Al Mufid Syarh Kitab At Tauhid
    Pengajar : Al Ustadz Abu ‘Isa Nurwahid

    Waktu : 12.30 – selesai
    Tempat : Masjid Politeknik Negeri Semarang
    Materi : Fiqh ‘Ibadah
    Pengajar : Al Ustadz Qomar Su’aidi

    Ahad IV
    Waktu : 08.30 – selesai
    Tempat : Masjid Al Falah Ngesrep
    Materi : Qowa’id Al Hisaan
    Pengajar : Al Ustadz Abu ‘Isa Nurwahid

    Waktu : 09.30 – selesai
    Tempat : Masjid Politeknik Negeri Semarang
    Materi : Tathir Al I’tiqod
    Pengajar : Al Ustadz Muhammad Barmin

    Ahad V
    Waktu : 08.30 – selesai
    Tempat : Masjid Al Falah Ngesrep
    Materi : Qowa’id Al Hisaan
    Pengajar : Al Ustadz Abu ‘Isa Nurwahid

    Informasi ta’lim :
    » Masjid Abu Bakr Ash Shiddiq : (024) 70234300
    » Yayasan Al Lu’lu Wal Marjan : (024) 70142785
    » Majelis Ta’lim Al Atsary : 085648080586

    Semoga bermanfaat.

  6. omar fattah said

    Assalamu alaikum
    Subhanallah, saya mendapatkan tulisan2 yang menarik disini.
    numpang baca ya akh… :-)


    Waalaikumussalam, alhamdulillah, tafadhol ahki kita saling mengunjungi.barokallohufiikum.

  7. Assalamu ‘alaikum warohmatullahi wabarokatuhu

    Akhii fillah, ana senang mendapat kunjungan antum sekaligus niatan antum menjalin persaudaraan diantara kita semua.

    Sungguh dalam kondisi saat ini butuh sikap-sikap arif dan bijaksana di antara kita semua oleh karena itu tambahan ilmu yang bermanfaat bagi kita semua sangat kita harapkan dari Allah ta’ala.

    Semoga blog antum bermanfaat bagi kaum msulimin lebih lagi bagi salafyun.

    BArokallahufikum
    akhukum : Abu Salma MOhammad Fachrurozi

    Waalaikumussalam,warohmatullohi wabarokatuh.amin, insyalloh ahki.selamat berdakwah dan semangat selalu.

  8. aboezaid said

    assalaamu’alaikum
    senang bisa “nyasar” di blog antum…teruslah berdakwah…materi web-nya bagus..mas, ana link-kan blog antum di blog ana ya, ana tautkan blog mas di blog ana (kalo ga keberatkan)
    moga dapat mrekatkan ukhuwah dan bermanfaat

    aboe zaid el-posowy
    http://salafiyunpad.wordpress.com

    Walaikumussalam warohmatullohi wabarokatuh,Alhamdulillah kepadanya tempat kita memuji, silahkan kita saling menasehati dalam kebenaran dan kesabaran dan semoga Alloh menolong kita menempatinya secara istiqamah.karena hanya ini keberuntungan dalam detik kehidupan ini,insyalloh.

  9. aboezaid said

    mas mohon masukan/saran antum buat blog ana yang masih “anyar”…

    Ahki yang budiman, sebaik blog tentu yang paling banyak manfaat dan ilmunya buat saudara kita, saran ana sering seringlah bersilaturahim kepada blog yang penuh ilmu dan mohon dilink Ulama dan Website lain yang bermanhaj benar, dan jangan lupa kita dakwahkan Agama ini kepada mereka yang belum memahami walau satu ayat dengan Hikmah dan Nasehat yang baik, ingatlah mereka yang punya potensi untuk memahami dakwah salaushalih ini memerlukan kelembutan dan penghindaran cela atau terbukanya aib tanpa tabayun,
    Barokallohufiikum.

  10. omar fattah said

    Assalamu alaikum warahmatullahi wabarakatuhu
    akh, tahu tempat ngaji salaf di bojonegoro kota gak? kali aja antum ada punya kenalan disini, soale ana lagi butuh nih…
    jazakallah.

    Waalaikumussalam warohmatullohi wabarokatuh saudaraku yang dirahmadti Alloh, Dibojonegoro antum bisa ke Ma’had As syariah Sumber Arum Dander (Kajian Hari Ahad Jam 09-Dzuhur).Allohu muwafiq,

    Note : Blog antum belum bisa diakses jadi belum ana link

  11. adi abdullah said

    assalamu’alaykum warahmatullahi wabarakatuh

    syukron atas kunjungan antum di blog kami,…..
    blog yang bagus akhy, semoga blog antum ini bermanfaat bagi kaum muslimin dan semoga kita senantiasa di beri hidayah dan istiqomah meniti manhaj yang diridhoiNya……

    oya….
    ana link kan blog antum ini di blog ana….

    jazakallahu khoyr wabarakallahu fiik

    Waalaikumussalam warohmatullohi wabarokatuh saudaraku,
    Alhamdulillah, Jazakalloh atas doanya ya ahki semoga demikian dengan ahki dan Alloh mengabulkannya dibulan yang mubarok ini, Amin. Ana akan link homepage antum, waiyakum.

  12. Assalamu’alaikum Warohmatullohi Wabarokatuh,

    Terima kasih sudah berkunjung di blog ana.
    Antum Cepu-nya mana? ana kadang kesana (di daerah pengeboran minyak = di Exon Mobile Randu Blatung kalau ga di Pertamina Cepu).

    Waaalaikumussalam warohmatullohi wabarokatuh.
    Ana Di Batokan Ahki Tempatnya Souvenir Kayu Jati, Jika Mau mampir ana persilahkan atau Bisa Hubungi Ana,insyalloh dalam waktu dekat ana ke Cinere Kalau ada waktu ana bersilaturahmi.

  13. sun3ndeso said

    he2x.. ternyata salafy/(Edit) sudah masuk kota cepu tercinta…. anda berasal dari batokan ya dekatnya jembatan batokan.. deket dengan rumahku mas.. aku yo tjah tjepu, malah tiap kali pulang pasti lewat depan rumahnya sampeyan… tapi sekarang mengembara tahun di malang.. wah tetanggaan kita.. cuma bedanya saya bukan salafy/(Edit) tapi saya NU.. he2x.. tapi salafy atau NU kan sama-sama ISLAMNYA, yang membedakan kita kan bagaimana memahami aturan perundangan dari Allah SWT.. lak ngono leh…? jadi perbedaan itu biasa yang terpenting harus saling menghargai, oke… PISSSSS…..
    salam islam yang peace, love n respect
    tjah tjepoe

    Saudara yg budiman, setiap diri akan memperhatikan dari mana dia mengambil agamanya dan setiap diri selalu melakukan penelitian dari setiap berita yang sampai kepadanya, mereka berpeggang teguh dengan dasar kebenaran Alquran dan sunnah berdasarkan pemahaman Para Tabi’in dan tabiut tabiin serta ulama yang mengikuti mereka dengan baik yaitu para salafushalih,maka kita harus bersungguh sungguh untuk ini dan menjadikan ini sebagai perkara yang utama.

    Orang-orang yang terdahulu lagi yang pertama-tama (masuk Islam) dari golongan muhajirin dan anshar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah ridha kepada mereka dan merekapun ridha kepada Allah dan Allah menyediakan bagi mereka surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya selama-lamanya. Mereka kekal di dalamnya. Itulah kemenangan yang besar. Ataubah 100

    Mari carilah dimana para hamba Alloh yang berpegang teguh dengan sunah tsb.Telitilah saudara bahwa salafi bertujuan menegakkan Dinulloh, Maka jika antum menegakkan Dinulloh dengan dalil dan kebenaran Alquran dan sunnah berdasarkan pemahaman para ulama salaf maka antum juga bisa disebut salaful ummah, walaupun antum hidup disekitar lingkungan NU (pent).Ini sebagai bentuk Kejelasan bahwa Salaf Bukanlah Golongan Tertentu Buatan Manusia, MAKA MARI KITA KENALI ILMU DAN KEBENARAN DENGAN BEGITU LAMBAT LAUN KITA AKAN MENGENAL SIAPA YANG BERADA DALAM JALAN KEBENARAN.

    Persaudaraan dan persatuan Islam adalah wajib bagi umat ini, jadi perhatikanlah siapa yang memecah belah umat dan siapa yang berusaha menyatukan.perhatikan terus sembari Meningkatkan iIlmu dan permohonan petunjuk pada Alloh Beserta Amal.

    “Orang-orang beriman itu sesungguhnya bersaudara. Sebab itu damaikanlah (perbaikilah hubungan) antara kedua saudaramu itu dan takutlah terhadap Allah, supaya kamu mendapat rahmat”. Alhujarat 10

    Itulah (karunia) yang (dengan itu) Allah menggembirakan hamba- hamba-Nya yang beriman dan mengerjakan amal yang saleh. Katakanlah: “Aku tidak meminta kepadamu sesuatu upahpun atas seruanku kecuali kasih sayang dalam kekeluargaan“. Dan siapa yang mengerjakan kebaikan akan Kami tambahkan baginya kebaikan pada kebaikannya itu. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Mensyukuri. Qs 42 Asy syuura ayat 23

    Semoga dengan pertemuan ini bisa menambah wawasan kita dalam beragama dan terbukanya fikiran dan hati kita yang mau berfikir dan merenung lebih ilmiah dan syar’i berdasarkan tabayun dan penelitian terhadap kabar yang dibawa saudaranya yang lain. sehingga pertemuan ini menambah kebaikan dan kebenaran kita didalam berprasangka, berucap dan beramal. Alloua’lam Bishowab.

    ttd,
    Alfaqir Illalloh Abu Amin ditulis untuk saudara sedaerah.

  14. aboezaid said

    asalaamu’alaikum
    jazakallahu khoiron mas dah mampir di blog ana…
    ana tautkan juga blog mas ya di blog ana…
    btw, kapan nich maen ke sragen/solo? sekalian ziaroh ke rumah ana? antum di cepu tho?
    barokallahu fikkum

    Waalaaikumussalam Warohmatullohi wabarokatuh,
    waiyakum, ahki insyalloh ana akan ke sragen, antum kirimkan alamatnya lewat email, nanti kalau ana ke Ngawi ana agendakan ke Sragen, Semoga Alloh memberikan tanda baik akan pertemuan ini dan hubungan yang berlandaskan keimanan sebagai mana para Sahabat dari kaum anshor dan Muhajirin yang mereka sebagai tauladan kita ,yang selalu saling membantu saudaranya untuk berada dalam kebenaran dan bersabar didalamnya.Semoga Alloh memberi pelajaran bagi kaum yg memperhatikan.

    Abu Amin

  15. minenda said

    Assalamu ‘alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh,
    Alhamdulillah dakwah salafi ternyata sudah merambah hampir di seluruh wilayah Negeri ini termasuk Cepu.
    Akh, kalau boleh ana mau melink-kan blog antum di blog ana.

    Abu ‘Umair
    Pati

    Walalaikumussalam wa rahmatullohi wabarokatuh, Segala Puji Milik Alloh, Silahkan ya Saudaraku kita saling Link dan kuatkan dakwah ini, barokallohufiikum.

  16. Assalamu’alaikum akhi, blog antum sudah ana tautkan diblog ana

    http://albamalanjy.wordpress.com/

    Silahkan jika antum mau menautkan blog ana,

    Baarokallohu fiikum…

    Wafikum barokallohu ahki yang budiman, kita kuatkan dakwah ini, ana akan update visit ke blog antum.

  17. aboezaid said

    Taqobbalallahu minna wa minkum

    Taqoballohu minna waminkum “insyalloh ahki abu zaid afwan belum ada waktu untuk ke sragen”

  18. abu zahra said

    Assalamu alaikum warahmatullahi wabarakatuhu

    afwan sebelumnya, ana pasang link ke blog antum di blog ana. kiranya antum keberatan kasih tau ana ya…

    Waaalikumussalam wa rahmatullohi wabarokatuh, tafadhol ahki kita saling link.Barokallohufiikum.

  19. ibnusarmin said

    Assalamu’alaykum..
    Terimakasih atas kunjungan antum di blog ana..Barokallahu fikum..
    Semoga Allah memberikan kita keistiqamahan didalam ketaatan kepada-NYA..
    “Wahai RABB kami, janganlah Engkau jadikan hati kami condong kepada kesesatan sesudah Engkau beri petunjuk kepada kami, dan karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisi Engkau, karena Sesungguhnya Engkau-lah Maha pemberi (karunia)” ( Terjemahan QS Ali ‘Imran:8)

    Waalaikumussalam warahmatullohi wa barokatuh
    Wafika barokalloh ahki, alhamdulillah , beginilah indahnya hubungan yang baik saling mendoakan dan saling menasehati dalam kebenaran dan kesabaran, Amin atas doanya
    .

  20. abu zahra said

    Assalamu alaikum warahmatullahi wabarakatuhu.
    afwan, ana tepatnya gak di bojonegoro akh. hanya saja akses terdekat ana ke bojonegoro. ana di rengel (tuban), mencari maisyah di petrochina. gitu akh….
    insya Allah kalo ana lagi ke orang tua di ngraho tak main ke cepu akh.
    semoga Allah melimpahkan rahmat dan hidayahnya kepada kita sekalian.

    Waalaikumussalam wa rahmatullohi wabarokatuh.
    ya ahki, ana menunggu konfirmasi dari antum jika mau mampir, silahkan kirim kabar via email atau SMS , Waullohul muwafiq.

  21. wahonot said

    assalamu’alaikum akhi,

    ana pengin kenalan dengan antum akh,isi blognya bagus.ana pengin memasukkan blog antum diblog ana jika antum berkenan dan sebaliknya, dan antum juga bisa mengunjungi blog ana dan memberi komentar serta saran saran yang membangun di http://wahonot.wordpress.com. Barokallohufiikum.

    wassalamu’alaikum..


    Waalaikumussalam wa rahmatullohi wabarokatuh,
    Segala puji milik Alloh ahki, kita semua berlindung tanpa henti dari kesyirikan dan kesesatan, Tafadhol ahki, ana sudah memasukan blog antum di blog ini, insyalloh Alloh kita semua menyebarkan risalah ini bukan sengaja membuat kesalahan, dengan adanya kesalahan ini wajiblah kita menasehati dengan bijak, karena ana sering bersyair” Bau Wangi yang ditebarkan terkadang dibenci kalau terlalu berlebihan memberikanya” Wafika barokalloh.

  22. aboezaid said

    Assalaamu’alaikum warohmatullah
    pripun kabare mas? mas kalo antum ke Sragen mampir ya kerumah ana..di Kecamatan Gemolong, sragen (samping SMA Negeri 1 Gemolong) tanya aja rumah Amir…tapi sekarang ana dah ke jatinangor lagi, kuliah…barokallahu fiikum…ana tunggu kunjungannya yaa..hehe..moga ana dapat menambah ilmu dari antum….
    mohon koreksi dan masukannya buat blog ana ya…syukron

    Waalaikumussalam warohmatullohi wabarokatuh,
    Khoir ahki, Alhamdulillah, insyalloh nanti jika ada perjalanan ke Solo/Gunung Kidul ana usahakan mampir Sragen, Komunikasi lewat SMS saja Nanti, Insyalloh kita saling mengkoreksi ya,

    Ana bersyair buat antum” Terkadang kawan yang lebih tua umurnya banyak ilmu dan pengalamanya akan tetapi terkadang kawan yang muda lebih bertenaga dan bersemangat, Alangkah bagusnya kerjasama yang dilandasi kebenaran antar keduanya dan suatu saat yang muda akan menggantikan yang tua dan yang tua akan menuju kuburnya”

  23. abu zahra said

    Assalamu alaikum warahmatullahi wabarakatuhu

    Ana bersyair buat antum” Terkadang kawan yang lebih tua umurnya banyak ilmu dan pengalamanya akan tetapi terkadang kawan yang muda lebih bertenaga dan bersemangat, Alangkah bagusnya kerjasama yang dilandasi kebenaran antar keduanya dan suatu saat yang muda akan menggantikan yang tua dan yang tua akan menuju kuburnya”

    tetapi hati-hati akh, terkadang kawan yang muda lebih bertenaga dan bersemangat, saking semangatnya sampai tersesat kayak ana kemarin.. :-)

    akh, SN cepu buka dari jam brapa sampe jam brapa? rabu ana ke ngraho rencana sekalian mo beli habatussauda. ada Ya?

    Waalaikumussalam warahmatullohi wabarokatuh,
    Benar ahki lanjutanya syair yaitu “Oleh sebab itu sang pemuda harus mengejar ketertinggalanya dengan semangatnya dan menghindar dari sifat tergesa gesa biar tak menghantarkanya pada jurang bahaya (kesesatan)”

    Afwan , untuk Habasauda di Jl.Pemuda Tak ada, mangkalnya Thibun Nabawi bukan di jalan pemuda tapi komplek perumahan dekat SMPN-2 Cepu menggung karang boyo (Rumah Bapak ,,,) atau jika perlu sekali alternatif ke (Ustad…) sedangkan dijalan pemuda hanya mangkal LPK SN Computer , Majelis Ilmu, Perpustakan Multimedia Gratis Bagi Fakir , afwan juga ana rabu di jakarta insyalloh jadi kita nggak bisa bertemu, Nanti Hubungi Ana Lewat Hp saja ahki.Barokallohufiikum

  24. aboezaid said

    Assalaamu’alaikum
    mas. ana minta nasihat antum…ana lagi futur nich rasanya beberapa hari ini….ana ga tahan euy tinggal di jatinangor…banyak fitnah,,, :(
    barokallahu fiikum
    bales ke email ana ya Mas..

  25. Ahmad Abu Yusuf said

    السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

    Kaifa halluk ya akhy? blog yang bagus akh.
    Akhy, ana boleh nge-Link blog antum di blog ana http://www.moslem-corner.co.nr/ nggak? kalo boleh ana berkeinginan untuk nge-Link blog antum… dan kalau antum berkenan antum boleh me-Link blog ana di link antum… ana juga mengundang antum untuk mengisi buku tamu…
    semoga kita istiqomah di atas manhaj yang barakah ini..
    جزاكم الله خيرا كثيرا

    Waalaikumussalam Warahmatullohi wabarokatuh,
    Segala Puji Milik Alloh, Khoir Saudaraku, Tafadhol jika antum berkeinginan me-link blog ini, insyalloh ana akan link antum setelah membaca baca blog antum, Amin atas Doanya, kita akan yakin selalu Alloh beserta hamba hamba yang mengikuti seruan-Nya dan mengabulkan semua doa hamba karena ketaatan ini (Albaqarah 186), Waiyakum.

  26. abu zahra said

    Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

    sekedar saran aja, di postingan antum hurufnya kekecilan dan warnanya kurang gelap. ana bacanya jadi kurang nyaman. afwan..

    abu zahra
    http://abuzahra.co.nr

    Waalaikumussalam waraohmatullohi wabarokatuh,
    Iya ahki insyalloh, nanti kita edit barokallohufiikum.

  27. umair said

    Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

    Salam kenal ya ikhwah, untuk informasi kajian salaf seputar batam di http://www.ngajibatam.wordpress.com

    Waalaikumussalam waraohmatullohi wabarokatuh,
    Semoga bermanfaat informasi dari antum

  28. abuabdillahibnusani said

    Assalamu’alaikum akhi…salam kenal..Eh numpang nanya ya..Ust.Fir’adi Nashruddin Abu Ja’far sama Erwandi Tirmizi Ngisi di mana ya?? Mereka da’i salaf bukan? Afwan coz ana ga tahu..tolong balas ke email ana aja ya ibnusani@gmail.com ..kunjungi juga ana di abuabdillahibnusani.wordpress.com ya..jazakallahu khairan..

    Waalaikumussalam,
    Antum bisa menghubungi adminnya (via email contact us),insyalloh ana akan mengunjungi blog antum,barokallohufiikum.

  29. assalamu’alaikum akhi..
    salam kenal dari ikhwan salaf garut.terus tebarkan ilmu yg haq..brantas ksyirikan,bid’ah&khurofat..satukan barisan.

    jika ada ikhwan jawa barat (khususnya garut) mari kita satukan barisan..insya Allah kajian di seputar Garut bisa di lihat di http://www.diqra.wordpress.com

    mari kita saling tolong menolong dalam kebenaran dan kesabaran..
    ilmu-amal-dakwah-sabar

    Waalaikumussalam, insyalloh saudaraku biidznillah,barokallohufiikum.

  30. yopieoktavian said

    Assalamu’alaikum

    Afwan akhi, ana baru gabung dan baru tau alamat ini. Links download hadist sangat membantu ana.
    Cuma ana mau tanya, gimana cara install hadist muwatta atau fikih sunnah atau sunan abu dawud karena ana kesulitan pas install, ana udah berasil install Hadist bukhori tapi pas plug in nya ngga bisa. untuk viewer hadist juga sudah diinstall.
    Syukron atas jawabannya. Semoga Allah tetap menjaga antum di jalan yang haq.

    Jazakumullah khoiron
    Abu ayyub

    *mohon dikirim ke email

    Waalaikumussalam,
    ahki alhamdulillah, insyalloh, tunggu jawabanya di email antum,waiyyakum, Amin.

  31. abufaiz said

    Assalamu’alaikum wa rohmatullahi wa barokaatuh…

    Salam kenal akh, numpang lihat-lihat blognya,dan juga mungkin kedepannya banyak download dari blog antum yang bermanfa’at ini.

    Jazakallahu khairan

    Waalaikumussalam waraohmatullohi wabarokatuh, Silahkan ahki semoga ada manfaatnya salam untuk keluarga antum, waiyyakum.

  32. noshcum said

    Assalamu’alaikum ya Abu Amin. Melihat blog abu saya sangat senang dan bahagia, penuh ilmu dan nasehat. Afwan, saya masuk ke blog Abu karena blog Abu Amin tercantum dalam blog Abu Zaid el-Posowy. Sekali lagi afwan Abu. Sewaktu masuk ke blog Abu Zaid, darah saya merinding membaca komentarnya ttg MTA. Masuk ke Blog Abu, alhamdulillah ada ketenangan. Mohon doa dan nasehat Abu tentang orang yang mendzalimi dan didzalami. Dan sudah terlanjur saya ikut berkomentar pada blog Abu Zaid, dg kata-kata yang kurang pantas. Melalui Abu Amin sampaikan maaf saya ke Abu Zaid krn kata-kata yg tidak pantas. Semoga Allah mengampuni saya yang dloif. Jazakallahu khair. Wassalamu’alaikum

    Waalaikumussalam ahki yang budiman,semoga Alloh menurunkan ketenangan dalam berfikir, berbicara dan bertindak sedang semua dalam kebenaran,bahasan seperti ini memerlukan pembicaraan tersendiri, semoga Alloh mudahkan kedepan kita semua luruskan pembahasan tentang ini dengan bukti-bukti yang konkret dan landasan pembahasan pada kebijakan didalam kebenaran dalam menyelesaikan hal ini,insyalloh

    “PESAN ANA : BERPIHAKLAH KEPADA ALLOH AZA WA JAL DAN RASUL-NYA KARENA INI MERUPAKAN HARAPAN YANG MENJANJIKAN DALAM KEBENARAN (TIDAK ADA KERAGUAN DIDALAMNYA),WALAUPUN KEBERPIHAKAN INI HARUS BERADA DALAM SATU KESEPAHAMAN DENGAN SALAFU ASH SALIH YAITU KESEPAHAMAN DALAM MEMAHAMI ALQURAN DAN ASSUNNAH TERSEBUT SEDANG BERBEDA KESEPAHAMAN DENGAN MEREKA HAKIKATNYA MENYELISIHI AHLUL HADITS DAN PEWARIS ADDINUL ISLAM SERTA BERARTI PULA MENYELISIHI MANHAJ YANG SHAHIH INI” Allohua’lam.

  33. abu zahra said

    Assalamu alaikum warahmatullahi wabarakatuh

    baca-baca lagi akh, semoga Allah menetapkan hati kita di jalan yang haq ini.

    Waalaikumussalam warahmatullohi wa barokatuh,

    Tafadzol saudaraku,insyalloh dengan rahmad-Nya kebenaran akan bermukim didalam hati para mukminun.
    Ana kecepu awal maret, insyalloh kajian 2 mingguan akan terlaksana, bersama Ustad Abu Ibrahim Al anshoriy Bergilir dengan Ustad Rifa’i Tarbiyatun Nisa, semoga Alloh mempertemukan kita lagi dalam situasi yang menguntungkan dakwah ini, insyalloh.Barokallohufiikum.

  34. Sadat ar Rayyan said

    Assalamu’alaykum Warohmatullohi wabarokaatuh

    Subhanalloh, blog yang amat manfaat. Teruskan dakwah disini akhiy..
    Baarokalloohufiik

    Waalaikumussalam warohmatullohi wabarokatuh,
    Insyalloh ahki, waiyakum.

  35. بسم الله الرَّحمن الرَّحيم

    السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

    السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

    Telah dipindah ke posting. Barokallohufiikum

  36. Assalamu’alaykum Warahmatullahi Wabarakaatuh

    Akhi, Alhamdulillah ana sudah membuat toko online. Ana undang Antum dan Ikhwah sekalian, untuk berkunjung ke toko ana yang sederhana di :

    MoslemBoy.Com

    Jazakumullah Khairan

    Waalaykumussalam waraohmatullohi wabarokatuh,
    Insyalloh ahki, semoga berkah usaha anta.

  37. oRiDo said

    assalamu’alaikum wr.wb.

    semoga akhi dapat tetap istiqamah dalam beramal melalui blog ini..


    Waalaykumussalam warahmatullohi wabarakatuh, Insyalloh Bi’aunihi.

  38. abualbinjy said

    Assalamu’alaikum….
    Silakan kunjungi :
    http://www.pustaka-albinjy.co.cc
    Semoga Bermanfaat

    Waalaikumussalam warahmatullohi wabarokatuh, Walhamdulillah, semoga keberkahan atas dakwah antum.

  39. l5155st said

    assalamu’alaikum…

    Akhuna fillah abu Amin, barakallahu fiika.

    Senang jika antum dan ana bisa saling bertukar link akh.

    Salam ukhuwwah di atas manhaj salaf ash shalih

    Abu ‘abdirrazzaq Didit Fitriawan
    http://fitrahfitri.wordpress.com

    Walaikumussalam warohmatullhi wabarokatuh,
    Alhamdulillah, saudaraku Abu ‘abdirrazzaq yang baik hati, semoga Alloh memberkahi pula perjalanan kehiupan dan usaha dakwah antum, Semoga pula Alloh aza wajalla mmberi hidayah ilmu bermanfaat kepada kaum muslimin dan kepada kita.Insyalloh.

  40. aboezaid said

    assalamu’alaikum
    gmn kabare mas? lama ana ga berkunjung di sini….masya Allah makin bagus ajah blog antum mas….barokallahu fiikum…

    Waalaikumussalam Warhmatullhi Wabarkatuh,
    Alhamdulillah khoir ahki, semoga ada manfaatnya buat saudaraku pengunjung serta dihindarkan dari mudharat dari materi yang kami suguhkan, Insyalloh.

  41. rismaka said

    Assalamualaykum warahmatullahi wabarakatuh
    Ana yang muda, jahil, dan awam ini sangat mengharapkan nasihat2 antum, ataupun ikhwan salaf yang lain… Ana ingin sekali menjalin ukhuwah di antara ikhwan di sini ataupun di sana. Terkadang ana sedih karena merasasa diblacklist oleh oknum2 ikhwan hanya karena ana ngaji di ustadz yang (menurut mereka) terkena fitnah surury. Salam kenal ya akhy karim…semoga barokah selalu menyertaimu. Dan semoga Allah subhanahu wa ta’ala mengokohkan keikhlasan di hati kita untuk selalu berdakwah di atas sunnah rasulNya. Barakallahu fiik, Barakallahu fiik, Barakallahu fiik…

    Waalaikumussalam Warohmatullohi Wabarokatuh.
    Alhamdulillah, Hendaknya kita berharap hanya kepada Alloh Aza Wajala saja dalam setiap urusan yang bermanfaat buat kita, dengan mengikuti sunnah Rasul-Nya serta Berpegang teguh dengan tali agama Alloh ini diatas Manhaj Salaf dan janganlah kita berpecah belah, sungguhnya setiap diri mempunyai pemahaman tentang Dien ini dengan berbagai tingkatanya maka kita sebagai penuntut Ilm’ harus berusaha Fahmi Ala Bashiroh/Ilmu yang Haq, Bukan pemahaman Qola Wa Qila (Katanya dan Katanya) atau mungkin pemahaman sangkaan (Ala Dzon) dan sebagainya, Janganlah kita menghukumi sesuatu urusan sedang kita tidak tahu-menahu tentang gambaranya dari sesuatu urusan itu, Mari kita sibukan diri ini dengan pokok agama ini beserta pengamalanya sehinggan dengan sendirinya kita akan menemui jawaban dari setiap pertanyaan hati ini yang terkadang membuat ragu pada setiap diri.
    Rasululloh Bersabda:
    عن أبي محمد الحسن بن علي بن أبي طالب سبط رسول الله صلى الله عليه وسلم وريحانته رضي الله عنهما قال حفظت من رسول الله صلى الله عليه وسلم ” دع ما يريبك إلى ما لا يريبك ” رواه الترمذي وقال : حديث حسن صحيح
    Dari Abu Muhammad, Al Hasan bin ‘Ali bin Abu Thalib, cucu Rasululloh Shallallahu ‘alaihi wa Sallam dan kesayangan beliau radhiallahu ‘anhuma telah berkata : “Aku telah menghafal (sabda) dari Rasululloh Shallallahu ‘alaihi wa Sallam: “Tinggalkanlah apa-apa yang meragukan kamu, bergantilah kepada apa yang tidak meragukan kamu “.
    (HR. Tirmidzi dan berkata Tirmidzi : Ini adalah Hadits Hasan Shahih)

    Allohua’lam wa musta’an.

  42. abdul aziz said

    Akh..antum juga diundang nih..penting bangetz. di sini. syukron

    Jazakalloh khoyron atas undangan antum mungkin hadits dibawah cukup untuk menanggapi undangan antum:
    و عن ابن مسعود رضي الله عنه قال : “خط لنا رسول الله صلى الله عليه و سلم خطا بيده ثم قال : هذا سبيل الله مستقيما . و خط خطوطا عن يمينه و شماله ، ثم قال : هذه السبل ، ليس منها سبيل إلا عليه شيطان يدعو إليه، ثم قرأ قوله تعالى : “و أن هذا صراطي مستقيما فاتّبعوه، و لا تتّبعوا السبل فتفرق بكم عن سبيله ، ذلكم وصاكم به لعلكم تتقون” (صحيح رواه أحمد و النسائي)

    . و قال صلى الله عليه و سلم : “أوصيكم بتقوى الله عز و جل و السمع و الطاعة و إن تأمر عليكم عبدٌ حبشيٌ، فإنه من يعش منكم فسيرى اختلافا كثيرا ، فعليكم بسنتي و سنة الخلفاء الراشدين المهديين تمسكوا بها و عضوا عليها بالنواجذ ، و إياكم و محدثات الأمور ، فإن كل محدثة بدعة ، و كل بدعة ضلالة ، و كل ضلالة في النار” (رواه النسائي و الترمذي و قال حديث حسن صحيح)

    “Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam membuat garis dengan tangannya lalu bersabda, ‘Ini jalan Allah yang lurus.’ Lalu beliau membuat garis-garis di kanan kirinya, kemudian bersabda, ‘Ini adalah jalan-jalan yang sesat tak satu pun dari jalan-jalan ini kecuali di dalamnya ter-dapat setan yang menyeru kepadanya. Selanjutnya beliau mem-baca firman Allah, ‘Dan bahwa (yang Kami perintahkan ini) adalah jalanKu yang lurus maka ikutilah dia janganlah kamu mengikuti jalan-jalan (yang lain) karena jalan-jalan itu menceraiberaikan kamu dari jalanNya. Yang demikian itu diperintahkan oleh Allah kepadamu agar kamu bertakwa.” (Al-An’am: 153) (Hadits shahih riwayat Ahmad dan Nasa’i)

    “Aku wasiatkan padamu agar engkau bertakwa kepada Allah, patuh dan ta’at, sekalipun yang memerintahmu seorang budak Habsyi. Sebab barangsiapa hidup (lama) di antara kamu tentu akan menyaksikan perselisihan yang banyak. Karena itu, berpegang teguhlah pada sunnahku dan sunnah khulafa’ur rasyidin yang (mereka itu) mendapat petunjuk. Pegang teguhlah ia sekuat-kuatnya. (Dan hati-hatilah terhadap setiap perkara yang diada-adakan, karena semua perkara yang diada-adakan itu adalah bid’ah, sedang setiap bid’ah adalah sesat (dan setiap yang sesat tempatnya di dalam Neraka).”HR. Nasa’i dan At-Tirmi-dzi, ia berkata hadits hasan shahih)”

    Allohua’lam.

  43. Assalamu’alaykum warrahmatullahi wabarakatuhu…
    Pamflet info kajian di : http://maslilik.wordpress.com/2008/10/26/dauroh
    Barakallahufikum…

    Wassalamu’alaykum warrahmatullahi wabarakatuhu…

    (Telah Di-Edit)

  44. aboezaid said

    assalaammu’alaikum…
    gmn kbrx mas? semoga ttp istiqomah…

    Waalaikumussalam Warahmatulloh,
    Alhamdulillah, semoga demikian dengan antum.jazakalloh khoyron jaza.

  45. mahabbahtedja said

    assalamu’alaykum….

    salam kenal dari saya akhy, dari surabaya.
    pada kesempatan yang singkat ini, saya haturkan segenggam sunnah, semoga kita mampu berdiri tegak diatasnya.
    alhamdulillah blognya bagus.
    ijin mentautkan pada blog saya yah….

    Walaykumussalam Warahmatulloh, Slam ta’aruf kembali buat antum, tafadazol saudaraku.Walhamdulillah.

  46. abu zahra said

    assalamu alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

    akh, numpang info ya…
    (Alhamdulillah sudah di posting)
    jazakallahu khairan

    wassalamu alaikum warahmatullahi wabarakatuh

  47. mualaf27 said

    Salam ustad Abu Amin,

    Terimakasih nasehatnya, sebagai sesama muslim kita berbagi pengalaman (maaf kalau saya dianggap sebagai muslim juga tentunya).
    Saya tidak pernah menempatkan diri saya bagian dari golongan2.
    Saya end user sehingga seperti membeli baju saya membuat pilihan dan merasa syiah adalah yang terbaik dibandingkan suni maupun sufi (bukan oknumnya ya ustad tapi amaliahnya).
    Mengapa saya sampai pada kesimpulan tsb….lain kesempatan jika ustad tertarik untuk mengetahuinya akan kita diskusikan siapa tahu saya khilaf.
    Dibawah ini komentar dari Penulis bebas – abusalam – yang saya tanggapi kembali

    Penulis Bebas Berkata:
    Nopember 6, 2008 pada 6:40 am
    Bukan hanya para ulama yang mengfatwakan haramnya nikah mut’ah, Imam Ali sendiri mengharamkan nikah mut’ah.

    “Dari Abdullah bin Muhammad bin Ali bin Abi Thalib dan Hasan bin Muhammad bin Ali bin Abi Thalib, dari ayahnya (Muhammad) dari Ali bin Abi Thalib bahwa Rasulullah SAW melarang nikah mut’ah dan memakan daging keledai jinak saat perang Khaibar.” (Shahih Muslim, riwayat no 3497)

    Lebih jelasnya baca saja disini : http://kilasanku.wordpress.com/2008/11/04/ustadz-syiah-doyan-mutah/

    Dan lagi, sebagai gambaran, ini adalah syarat nikah mut’ah sebenarnya, sebelum diharamkan oleh Allah. Bukan seperti yang dipraktekan oleh kaum Syiah.

    Gambaran Nikah Mut’ah di zaman Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dapat dirinci sebagai berikut:
    1. Dilakukan pada saat mengadakan safar (perjalanan) yang berat seperti perang, bukan ketika seseorang menetap pada suatu tempat. (HR. Muslim hadits no. 1404).

    Mualaf : Perjaan saya yang selama 8 bulan meninggalkan keluarga mengalami cobaan yang lebih berat daripada yang dialami para sahabat. Lucu juga sahabat2 ini, lha wong perang koq masih mau ML, ingat perempuan wah..wah.

    2. Tidak ada istri atau budak wanita yang ikut dalam perjalanan tersebut. (HR. Bukhari no. 5116 dan Muslim no. 1404)

    Mualaf: Istri daim saya tidak menyertaiku selama 8 bulan tersebut dan tidak ada wanita yang bersama kami apalagi budak, kagak ada mas……..

    3. Jangka waktu nikah mut’ah hanya 3 hari saja. (HR. Bukhari no. 5119 dan Muslim no. 1405)

    Mualaf: Jangka waktu nikah saya selama 8bulan, sesuai dengan kontrak kerja saya, dan saya hanya mengunjungi istri2 mut’ah kira 2 bulan sekali dan tiap pertemuan kurang dari 12 jam

    4. Keadaan para pasukan sangat darurat untuk melakukan nikah tersebut sebagaimana mendesaknya seorang muslim memakan bangkai, darah dan daging babi untuk mempertahankan hidupnya. (HR. Muslim no. 1406).

    Mualaf: Penderitaan saya dalam menahan godaan nafsu, lebih berat lagi dari sahabat, rezeki dari Allah swt, saya mendapatkan ransum makan yang sangat sangat baik, sehingga mudah naik, tambahan lagi saya bekerja dengan banyak kafirin and musyrikin, sering kali mereka menyetel video porno di mess room, yang sangat mengganggu saya.
    Dan kalau saya kedarat harus terus menerus menundukkan pandangan, godaan semacam ini tidak dialami sahabat.

    “Nikah Mutah ala Syiah = Pelacuran.” ,

    Mualaf: Betul sekali……. makanya malah lebih baik dari mut’ah yang dilakukan sahabat, sekarang ini saya mut’ah dengan 4 orang muslimah, 1 di Surabaya – suaminya meninggal di carok – punya 2 org anak masih kecil2, ke 2 di jakarta – suaminya meninggal karena sakit lever punya anak 4 org,yg ke 3 di merak suaminya meninggal karena perahunya meledak setelah membeli bahan kimia dari kapal, punya anak 3 masih kecil2, yang ke 4 di belawan/ medan punya anak 2 suaminya nelayan, meninggal, ke 4nya mut’ah dg saya selama 8 bulan dan tiap bulannya dg mahar 2 jt, secara tertulis – salah satu poinnya adalah jika ada anak yang lahir dari pernikahan mut’ah ini, maka anak tersebut anak saya,saya harus membiayainya sampai dewasa dan ia termasuk ahli waris saya, jika anak tsb ikut ibunya maka ibu berhak mendapatkan uang asuh, sebagaimana yg diterima para baby sitter saat ini. Sebagai tambahan yang saya minta dari mereka adalah harus salat sebagaimana salatnya syiah yaitu 17 rakaat wajib dan 34 rakaat rawatibnya sehingga jumlahnya 51 rakaat/harinya, kecuali jika sedang halangan. Sedikit memaksa memang ustad…tapi lebih baik mereka dipaksa masuk sorga daripada kita biarkan mereka secara suka rela masuk neraka bukan.

    Supaya antum tidak bingung,sedikit gambaran, saya pelaut bekerja di persh eropa, kapalnya route Eropa – Asia, Jadi saya hanya bisa mengunjungi istri hanya ketika kapal saya coasting indonesian port,
    Dari surabaya, jakarta, merak, belawan terus naik ke india – pakistan – uae – kuwait – eropa.

    Ustad, kemuliaan nikah mut’ah itu hanya bagi muslim, mukmin aja, bukan buat orang yang tidak beriman.
    Jangan mengukur kemuliaan mut’ah yang dihalalkan Allah swt dengan perilaku orang bejat.
    Cobalah implementasikan konsep rahmatan lil ’alamin, jangan hanya berteori sambil selalu menyalahkan pemahaman orang lain.
    Tapi susah juga sih,
    Katanya ”kita tidak beriman membiarkan tetangga dalam kelaparan”,
    Bagaimana dengan istri2 saya tsb, mereka janda2 miskin dengan anak2 yatim.
    Tidak ada ustad atawa ulama yang bersedia :
    01. Menikahi secara daim, atau
    02 Menikahi secara mut’ah seumur hidup, atau
    03 Menyantuni kebutuhan lahirnya…..?
    pilihannya koq malah dibiarkan aja….malah membuatkan komplek pelacuran, pemerintahanmu itu dzalim sekali ya ustad.

    Ulama itukan pewaris Nabi saaw, perintah kepada Beliau saaw ” adalah untuk memberi rakhmat bagi semesta ini”, seharusnya demikian juga bagi para ustad/ulama.
    Muslimah2 kita sampai pd jadi pelacur ditiduri orang-orang musyrik-kafir koq diam aja.
    Karena saya tidak sanggup berlaku adil jika nikah daim dg mereka maka pilihannya nikah mut’ah, ini masih lebih baik daripada hanya di santuni atau membiarkan mereka keleleran saja.
    Mereka ini, ada disekeliling anda ustad…..suni….salam, steady she goes…..!

    Semoga Alloh Tabaroka Wa Ta’ala Melimpahkan hidayah-Nya kepada ana dan diri anta:
    -Hendaklah kita khawatir terhadap dampak pemikiran yang dilencengkan oleh musuh yang nyata(
    Iblis) dengan mengkedepankan ahwa(hawa nafsunya) karena yang demikian bisa memalingkan sejauh jauhnya dari kebenaran.Takutlah kita terhadap akibat perkataan dan perbuatan kita yang merendahkan pribadi lain apalagi ulama wa du’at(da’i)serta beramal tanpa ilmu yang haq.

    Ketahuilah bahwa syahnya amal mempunyai dua syarat yaitu :
    -Yang Kesatu Niat mulia yang hanya ditujukan kepada Alloh Jalla Wa Ala sebagaimana keterangannya صلى الله عـليه وسلم :
    إنـما الأعـمـال بالنيات وإنـمـا لكـل
    امـرئ ما نـوى . فمن كـانت هجرته إلى الله ورسولـه فهجرتـه إلى الله ورسـوله
    ومن كانت هجرته لـدنيا يصـيبها أو امرأة ينكحها فهجرته إلى ما هاجر إليه
    Sesungguhnya setiap perbuatan tergantung niatnya. Dan sesungguhnya setiap orang (akan dibalas) berdasarkan apa yang dia niatkan. Siapa yang hijrahnya karena (ingin mendapatkan keridhaan) Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya kepada (keridhaan) Allah dan Rasul-Nya. Dan siapa yang hijrahnya karena dunia yang dikehendakinya atau karena wanita yang ingin dinikahinya maka hijrahnya (akan bernilai sebagaimana) yang dia niatkan (Rowahu Bukhariy wa Muslim).
    -Syarat Yang Kedua Yaitu harus dilaksanakan sesuai contoh Nabiyina Muhamad صلى الله عـليه وسلم
    sebagaimana Sabdanya:
    مـن عـمـل عـمـلا لـيـس عـلـيه أمـرنا فهـو رد
    siapa yang melakukan suatu perbuatan (ibadah) yang bukan urusan (agama) kami, maka dia tertolak.Rowahu Muslim

    Wahai saudara mualaf sekarang perhatikanlah apa yang anta lakukan dengan nikah mut’ah tersebut?ana kira anta sudah memahami tentang penghapusan dan pelarangan nikah ini sebagaimana Sahabat Ali Ibnu Thalib melarangya, maka amal mana yang anta sebut baik.
    amalan ini tiada kebaikan sama sekali bahkan lebih rendah dari pelacuran karena mut’ah bak perzinaan yang dibenarkan dengan topeng sang pengekor ahlul ahwa wa ro’yun.

    Ketahuilah wahai saudara mualaf tidaklah seseorang dibebani melainkan sesuai kesanggupanya, bagaimana anta memikirkan wanita wanita jarimah (jahat) yang terjerat dalam lembah perzinaan yang digauli para kafirun sedang diri anta memasuki lembah tersebut .

    Kami Nasehatkan anta untuk menyantuni janda-janda dan fakir tersebut bukan untuk membeli janda janda tersebut dengan mahar 2jt, karena menyatuni tanpa ikatan dan hanya ihklas lilallohi aza wa jal adalah kebaktian yang sempurna dan sesuai tuntunan.

    Hendaklah anta merobah sikap dan perbuatan anta dengan kesungguhan,
    sebagaimana Alloh Berfirman:
    إِنَّ اللَّهَ لا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتَّى يُغَيِّرُوا مَا بِأَنفُسِهِمْ
    Sesungguhnya Allah tidak merobah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merobah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri( Ar’rad 11)

    Maka rubahlah kedaan yang menyimpang pada diri anta itu dengan mempersiapkan bekerja pada bidang lain, sungguh sifat sifat yang baik itu tidak dianugerahkan kecuali bagi orang yang sabar.

    Semoga menjadi bahan renungan buat kita semua dan ditambahkan rasa takut kita hanya kepada Alloh Jalla wa Ala.sehingga ditunjukan kepada jalan yang lurus. Allohua’lam bish showab.

    Abu Amin Alanshariy

  48. Assalamu’alikum salam kenal, tetap semangat dijalan sunnah

    Waalaikumussalam Warahmatulloh, Allohu Yubarik lakum.

  49. mualaf27 said

    Assalamualaykum wr wb,

    Semoga Allah Subhanallah Wa Ta’ala, senantiasa merakhmati antum sekeluarga.

    Sebagaimana yang telah singgung diatas bahwa nikah mut’ah pernah disyariatkan oleh Allah (swt) sebagaimana yang telah disepakati oleh seluruh ulama’ kaum muslimin, hal ini sesuai dengan ayat yang berbunyi:
    ”dan (diharamkan atas kamu mengawini) wanita yang bersuami, kecuali budak-budak yang kamu miliki, (Allah telah menetapkan hukum itu) sebagai ketetapanNya atas kamu. Dan dihalalkan bagi kamu selain yang demikian (yaitu) mencari wanita-wanita dengan hartamu untuk dikawini bukan untuk berzina, maka (wanita-wanita) yang telah kamu nikmati (campuri) diantara mereka, berikanlah kepada mereka maharnya (dengan sempurna) sebagai suatu kewajiban; dan tiadalah mengapa bagi kamu terhadap sesuatu yang kamu telah saling merelakannya, sesudah menentukan mahar itu, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana”(Qs; An-Nisaa’:24)
    Pendapat beberapa ulama’ tafsir dan hadis ahlussunnah
    Adapun dari para penulis hadis dan penafsir dari ahlussunnah kita sebutkan saja secara ringkas:(1. Imam Ahmad bin Hambal dalam “Musnad Ahmad” jilid:4 hal:436.) (2. Abu Ja’far Thabari dalam “Tafsir at-Thabari” jilid:5 hal:9.) (3. Abu Bakar Jasshas dalam “Ahkamul-Qur’an” jilid:2 hal:178. ) (4. Abu bakar Baihaqi dalam “as-Sunan-al-Qubra” jilid:7 hal:205.) (5. Mahmud bin Umar Zamakhsari dalam “Tafsir al-Kassyaf” jil:1 hal:360.) (6. Fakhruddin ar-Razi dalam “Mafatih al-Ghaib” jil:3 hal:267.)7. dst.
    Ustad yang baik, nikah mut’ah itu ada dan nyata. Hukum ini dipraktekkan oleh kaum Muslimin. Artinya hukum ini bersumber dari Allah Swt. Sunni dan Syiah sendiri sepakat bahwa hukum ini memang ada dan dijalankan. Perbedaannya adalah Sunni telah mengharamkan hukum ini berdasarkan beberapa riwayat hadis yang mereka catat. Sedangkan Syiah menolaknya. Alasannya, proses penghalalannya adalah dengan ayat Al-Qur’an sehingga tidak bisa dibatalkan melalui hadis. Apakah kita mau bilang bahwa Allah Swt yang telah menurunkan hukum nikah mut’ah ini sama dengan melegalisasikan pelacuran. Silahkan saja menghina nikah mut’ah karena yang anda hina pada dasarnya adalah Allah SWT yang memang menurunkan hukum ini dan juga Nabi saaw yang pernah mengundangkannya di kaum Muslim.
    Kita disini dalam rangka mencari kebenaran akan konsep hukum mut’ah dan me-review apakah benar mut’ah itu jika dilakukan oleh seorang muslim lebih buruk dari pelacuran, oleh karenanya dalam membahas haruslah didasari oleh argumen dari teks agama ataupun akal dan bukan bersandar pada emosional maupun fanatisme golongan. Tentu kita harus membedakan tentang pengertian hukum mut’ah dan hikmah(fungsi) mut’ah.
    Sebagai praktisi mut’ah ana hanya sekedar mengatakan dan memberi bukti bahwa mut’ah yang dilakukan seorang muslim tidaklah sama dengan pelacuran, bahkan bisa lebih baik dari pelaksanaan nikah mut’ah yang dikatakan “penulis bebas”.

    AA :Ketahuilah bahwa syahnya amal mempunyai dua syarat yaitu :
    -Yang Kesatu Niat mulia yang hanya ditujukan kepada Alloh Jalla Wa Ala sebagaimana keterangannya
    Sesungguhnya setiap perbuatan tergantung niatnya. Dan sesungguhnya setiap orang (akan dibalas) berdasarkan apa yang dia niatkan. Siapa yang hijrahnya karena (ingin mendapatkan keridhaan) Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya kepada (keridhaan) Allah dan Rasul-Nya. Dan siapa yang hijrahnya karena dunia yang dikehendakinya atau karena wanita yang ingin dinikahinya maka hijrahnya (akan bernilai sebagaimana) yang dia niatkan (Rowahu Bukhariy wa Muslim).
    -Syarat Yang Kedua Yaitu harus dilaksanakan sesuai contoh Nabiyina Muhamad saaw, sebagaimana Sabdanya:
    Siapa yang melakukan suatu perbuatan (ibadah) yang bukan urusan (agama) kami, maka dia tertolak.Rowahu Muslim.

    Mualaf: Apa yang ustad sampaikan benar, bahwa perbuatan bid’ah itu sesat, masalahnya menurut riwayat siapa…? sebab setahu ana Islam terbelah menjadi 2, yang pertama diriwayatkan oleh sahabat ( suni ) dan kedua oleh ahlul bait ( syiah ).
    Contohnya tentang amalan shalat, wajibnya sama 17 rakaat/hari, dalam madzhab Ahlul Bayt rawatibnya 34 rakaat/hari jadi jumlahnya 51 rakaat/hari.
    Amalan bulan ramadhan shalat amalan umum 1000 rakaat (tgl 1 s/d 20, 20 rakaat/ hari, tgl 21 s/d 30, 30 rakaat/hari, lailatul qadr tgl 19, 21, 23 masing-masing 100 rakaat dg bacaan surat al ihklas 10x/rakaatnya)

    plus amalan harian khusus tiap hari berbeda yang jumlahnya kira-kira 220 rakaat dlm 1 bln, masih ada amalan harian lagi 11 rakaat dg bacaan srt ikhlas 362x, al Falaq 1x, an nas 1x. Jadi jumlahnya kira2 1500 rakaat.
    Pada suni zakatnya 2.5 %, sedang syiah selain yang harus di zakati, ada khumus_(dr apa saja yg diperoleh ) 20 %. Bedakan……! ana ini end user berbaik sangka saja, bahwa suni syah, syiah juga syah, kebenarannya biar Allah swt yg menentukan yang konyol itu pengikut2nya, kadang bersikap seolah2 sudah pegang kunci surga.
    AA: Wahai saudara mualaf sekarang perhatikanlah apa yang anta lakukan dengan nikah mut’ah tersebut?ana kira anta sudah memahami tentang penghapusan dan pelarangan nikah ini sebagaimana Sahabat Ali Ibnu Thalib melarangya, maka amal mana yang anta sebut baik.
    amalan ini tiada kebaikan sama sekali bahkan lebih rendah dari pelacuran karena mut’ah bak perzinaan yang dibenarkan dengan topeng sang pengekor ahlul ahwa wa ro’yun.
    Mualaf: Adapun mengenai surat an-Nisa tentang ayat mut’ah itu, kita tidak bisa mengarang-ngarang penafsirannya dan terbukti bahwa ayat itu turun untuk mut’ah. Silahkan anda melihat kembali beberapa kitab tafsir Ahlusunah sendiri -spt: Tafsir al-Kabir karya Fakhrur Razi, Durrul Mantsur karya as-Suyuthi, Fathul Qadir karya as-Syaukani, Ruhul Ma’ani karya al-Alusi, Tafsir al-Quranul Karim karya Ibnu Katsir…dsb- yang menyatakan bahwa ayat itu (an-Nisaa: 24) turun untuk nikah mut’ah, walaupun kembali mereka menyatakan bahwa ayat itu lantas dihapus (mansukh)…dihapus dengan apa? Itulah yang menjadi masalah…apakah mungkin hadis (yang tidak terjaga oleh Allah) akan dapat menghapus ayat al-Quran (yang dijaga oleh Allah)? apakah mungkin sebuah ayat akan dapat dihapus oleh statemen sahabat? Silahkan anda renungkan…!?
    AA: Ketahuilah wahai saudara mualaf tidaklah seseorang dibebani melainkan sesuai kesanggupanya, bagaimana anta memikirkan wanita wanita jarimah (jahat) yang terjerat dalam lembah perzinaan yang digauli para kafirun sedang diri anta memasuki lembah tersebut .

    Mualaf: Ustad, jika seseorang tidak sanggup menjalankan perintah sebagaimana diperintahkan, sebaiknya ”diam”. sebab orang lain mungkin sanggup melakukannya.
    Semoga Allah SWT mengampuni antum, Istri saya yang di Surabaya 12 th di pondok syaikhona Kholil Demangan Barat, Bangkalan. Dia penjual kue keliling di pelabuhan Surabaya, saat itu kepanasan keliling pelabuhan, numpang shalat dikapal saya, suaminya dulu guru madrasah yang dicarok karena urusan tanah wakaf yang ditempati madrasah itu, suaminya syahid.
    yg di Jakarta lulusan ’aliyah berjualan nasi uduk keliling di pelabuhan, yg di Medan hafizah lulusan pesantren di Aceh. Mereka wanita-wanita hebat, wanita merdeka, Sungguh ustad, saya menitikkan airmata atas tuduhan antum bahwa mereka orang jahat.
    Ana merasa kecil didepan mereka. Alhamdulillah, atas perlindungan Allah Azza Wa Jalla saya tidak memasuki lembah itu……

    AA: Kami Nasehatkan anta untuk menyantuni janda-janda dan fakir tersebut bukan untuk membeli janda janda tersebut dengan mahar 2jt, karena menyatuni tanpa ikatan dan hanya ihklas lilallohi aza wa jal adalah kebaktian yang sempurna dan sesuai tuntunan.

    Syukron nasehatnya ustad, tetapi antum sangat berlaku tidak adil pada mereka, di usianya yg 30 – 35an, kita tahu ustad kebutuhan wanita itu tidak hanya uang saja, wanita malah lebih besar nafsunya daripada kita laki-2, kalau tidak, mereka tidak akan mau melakukannya karena harus menanggung risiko kehamilan yang berat, tetapi Allah swt mengaruniai rasa malu yang besar sehingga mereka terpelihara.
    Untuk ana sebenarnya gak masalah tidak mut’ah sebab istri daim ana juga selalu nyusul kalau kapal masuk Belawan terus turun pulang dari Surabaya, dia ikhlas berbagi dengan mereka, malah nyarankan daim aja, ana yang bingung, kalau gak mampu adil malah kapiran nantinya….
    Ustad Abu Amin, bagaimana ini, masak antum sarankan begitu ( ana cukup kasih uang saja pada mereka) istri antum pun gak mau hanya dikasih uang sajakan..?
    4. An Nisaa’
    135. Wahai orang-orang yang beriman, jadilah kamu orang yang benar-benar penegak keadilan, menjadi saksi karena Allah biarpun terhadap dirimu sendiri atau ibu bapa dan kaum kerabatmu.
    61. Ash Shaff
    3. Amat besar kebencian di sisi Allah bahwa kamu mengatakan apa-apa yang tidak kamu kerjakan.

    Ana jadi bingung sama keberatan orang-orang soal nikah mut’ah ini, padahal yg ngontrak itu para wanita kan?
    1. hak nikah ada pada wanita
    2. ijab diucapkan oleh wanita
    3. qabul diucapkan oleh pria tinggal bilang diterima atau tidak
    4. persyaratannya sama dengan nikah permanen kecuali masalah waktu
    5. wanita boleh mengajukan syarat2 yang harus dipatuhi laki-laki, misalnya tidak mau punya anak, tidak mau ikut dirumah suami, menentukan waktu dan frequensi pertemuan dll, jadi disini malah kedudukannya lebih kuat dr nikah daim.
    Jadi disini objectnya adalah pria, dia dikontrak oleh wanita, dikawini oleh wanita dalam masa tertentu untuk meringankan bebannya, baik mengenai kebutuhan lahir maupun batinnya, lha kok yg ngontrak atau orang lain yg keberatan, mustinya yg dikontrak disini yg punya pilihan menerima atau keberatan kan?
    kalo keberatan ya jangan niat ngontrak dong, atau bantulah mereka, objectnya disini kan pria (muslim syiah) kok jadi kebolak balik gitu.

    AA: Hendaklah anta merobah sikap dan perbuatan anta dengan kesungguhan,
    sebagaimana Alloh Berfirman:
    Sesungguhnya Allah tidak merobah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merobah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri( Ar’rad 11)
    Maka rubahlah keadaan yang menyimpang pada diri anta itu dengan mempersiapkan bekerja pada bidang lain, sungguh sifat sifat yang baik itu tidak dianugerahkan kecuali bagi orang yang sabar.

    Mualaf: Wah piye to iki…Coba ustad bayangkan jika tidak ada pelaut saat ini, kapal adalah sarana transportasi yang paling murahdi dunia, bukan cuma Cepu akan yang gonjang ganjing, round the world, Ustad……..
    Dinyatakan dalam Al Qur’anul Karim beberapa ayatnya:
    54. Al Qamar
    15. Dan sesungguhnya telah Kami jadikan kapal itu sebagai pelajaran, maka adakah orang yang mau mengambil pelajaran?
    17. Al Israa’
    66. Tuhan-mu adalah yang melayarkan kapal-kapal di lautan untukmu, agar kamu mencari sebahagian dari karunia-Nya. Sesungguhnya Dia adalah Maha Penyayang terhadapmu.
    35. Faathir
    12. Dan tiada sama (antara) dua laut; yang ini tawar, segar, sedap diminum dan yang lain asin lagi pahit. Dan dari masing-masing laut itu kamu dapat memakan daging yang segar dan kamu dapat mengeluarkan perhiasan yang dapat kamu memakainya, dan pada masing-masingnya kamu lihat kapal-kapal berlayar membelah laut supaya kamu dapat mencari karunia-Nya dan supaya kamu bersyukur.
    45. Al Jaatsiyah
    12. Allah-lah yang menundukkan lautan untukmu supaya kapal-kapal dapat berlayar padanya dengan seizin-Nya dan supaya kamu dapat mencari karunia -Nya dan mudah-mudahan kamu bersyukur.
    29. Al ‘Ankabuut
    65. Maka apabila mereka naik kapal mereka mendoa kepada Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya[1158]; maka tatkala Allah menyelamatkan mereka sampai ke darat, tiba-tiba mereka (kembali) mempersekutukan (Allah).

    Pelajaran yang ana peroleh diantaranya sebagaimana diriwayatkan ” hiduplah kamu sebagi musafir didunia ini”. Persis stad.. kami datang di suatu pelabuhan menyelesaikan pekerjaan dan mengambil bekal setelah berangkat. Begitulah hidup kitakan, datang kedunia ini mengambil bekal dan pergi, di laut aja uang itu udah g ada artinya apalagi nanti di barzakh atau akherat.

    Semoga menjadi bahan renungan buat kita semua dan ditambahkan rasa takut kita hanya kepada Alloh Jalla wa Ala.sehingga ditunjukan kepada jalan yang lurus. Allohua’lam bish showab…..Abu Amin Al Ashary, ya ustad semoga…..Salamunalaykum wr.wb

    Akan Dibahas Pada Waktu Tersendiri atau Via Email,Insyalloh .Waullohulmuwahaq.

  50. Assalaamu’alaikum Warohmatullahi Wabarokatuh…

    Salam kenal akh, silakan berkunjung ke Blog Ana

    http://www.videosunnah.blogspot.com

    Semoga bermanfaat…..

    Waalaykumussalam Warahamtullohi Wabarokatuh.Salam Kenal Kembali

  51. Assalamu’alaikum

    Salam Kenal kembali akh, dari kami Redaksi Buletin Al-Hujjah Lombok.

    Alhamdulillah Buletin al-Hujjah sebagai corong dakwah Salafiyyah Ahlussunnah wal Jama’ah di Lombok hadir kembali untuk menyemarakkan Ilmu Sunnah dan membumikan Dakwah Salafiyyah.

    Kali ini kami hadir di alamat situs baru yaitu di http://www.alhujjah.com.
    alhujjah.com adalah generasi baru anshorussunnah.cjb.net (Lombok-NTB) yang sudah lama tidak aktif -dikarenakan berbagai sebab dan hal-. Kami juga sempat hadir di wordpress, dan Alhamdulillah sekarang sudah bisa mandiri.
    Kami juga tetap hadir dalam format cetak aslinya (PDF) secara online.

    Silahkan antum kunjungi blog kami, download buletin online-nya, dan berpartisipasilah untuk menyebarkannya, jadilah engkau di garis depan dalam menolong Agama-Nya.

    Oya, kalau tidak keberatan antum bisa memasang link ke situs kami ( http://www.alhujjah.com ).

    Jazzakumullahu khairan
    Wasalamu’alaikum..

    Walalaykumussalam Warahatulloh Wabarokatuh, Insyalloh Biaunihi.Salam Kenal Kembali

  52. hanif019 said

    Bismillah
    Assalamu’alaikum
    Segera baca fatwa Syaikh Ubaid Al-Jabiry soal Eksekusi Amrozi Cs di http://hanif019.wordpress.com/2008/12/14/fatwa-syaikh-ubaid-al-jabiry-soal-eksekusi-amrozi-cs/
    Jazakumullahu khairan katsiiraa

    Walhamdallah Wassalamualaykum Warahamatulloh,Insyalloh.

  53. abul khalil jumeidir said

    Bismillah
    Assalamu’alaikum,
    salam kenal akh, ana dari Sul-sel (Kab. Enrekang), sekarang mukim di Nunukan Kaltim.

    Waalaikumussalam Warahmatulloh, Salam t’aaruf kembali Saudaraku.

  54. Assalamu’alaykum warahmatullah wabarokatuh…
    salam kenal akh…syukron atas memuat link website ana di blog antum ini, ana mau konfirmasi bahwa website tersebut telah pindah domain ke http://www.fkiui.co.cc singkatan dari forum kajian islam Universitas Indonesia, website tersut bukanlah website pribadi ana melainkan website milik kami ikhwan & akhwat UI,insyaAllah bermanhajkan salaf, sedangkan ana hanyalah sebagai admin dari website tersebut, jadi mohon kiranya link website yang ada pada blog antum ini yang bernamakan abuibrahim @ FK UI, dirubah linknya..oia satu lagi ana bukanlah mahasiswa FK melainkan FT tepatnya elektro,,.jazakallahukahiron…

    Waalaykumussalam Warahmatullohi Wabarokatuh.
    Thayib, Semoga Alloh Tabaroka Wa ta’ala memberikan tambahan ilmu dan amal untuk kita sehingga lebih mengenali salafiyin yang sejati.

  55. Assalamu’alaikum akhi…
    Memperkenalkan situs baru: http://artikelsalafy.co.cc

    Situs ini hanyalah situs sindikasi saja, jadi hanya menampilkan RSS/feed dari artikel yang bersangkutan. Saat ini situs tsb masih dalam tahap pembangunan. Semoga ke depannya bisa dikumpulkan semua situs/blog ikhwah.

    Semoga bermanfaat.

    Abu Al Andalusy

    Waalaikumussalam Warahmatulloh, Semoga Hidayah Atas Kita Semua.

  56. Love Alloh said

    (Komentar Ini Dicurigai Spam)
    Assalamu’alaikum

    sekarang pindah di sini :
    http://mediasholeha.wordpress.com

    syukron

    Waalaikumussalam Warohmatulloh, Wallohul muwafiq

  57. Abu Abdur Razaq Mohammad Sholeh Kuncen said

    Assalamualaikum
    Salam kenal Akh ..
    Alhamdulillah dakwah salaf sudah sampai kampung ana, pak abu amin kalau ingat ana yg tanya kajian di cepu di milis … dan pak amin yg jawab kasih informasi, makasih .. makasih udah ana sampaikan adik misan ana anton, tapi gatahu sudah ikut kajian apa belum.
    Ana sekarang tinggal di yogyakarta, Insya Allah kalau lebaran pulang ana usahakan mampir berkunjung sama ikhwan2 cepu. Ana jg baru kenal dakwah yg mulia ini belum lama waktu ana tinggal di bekasi. Ana dulu smp padangan lulus tahun 85 dan punya beberapa teman dari batokan.
    Afwan sudah sering berkunjung di blok ini dan download e book, tapi baru buka buku tamu.
    Semoga dakwah ini berkembang dengan baik di kampung ana
    Barakallaohu fiikum …
    Wassalamualaikum

    Walaikumussalam Warahmatulloh wabarokatuh,
    Alhamdulillah Ya Akhona Fillah, Semoga Alloh Tabaroka wa ta’ala menambah berkah dakwah di kota ini, dan memberikan keistiqomahan pada kita berada diatas Thoriqul haq ini yaitu untuk berdakwah Ilalloh.Tafadzol jika berkenan bersilaturahmi di Ma’had, Laba’sa waiyyak.

  58. Muhammad Al-Ghifari said

    Assalamu’alaikum Warohmatulloh Wabarokatuh
    Kehati-hatian dalam bersikap, berdakwah, bermu’amalah, beribadah, dan dalam segala aspek dalam mengarungi kehidupan ini sangat penting.
    Dan Semua sikap itu dilandasi dengan dasar yang pasti dan tetap Al-Qur’an & Sunnah. Semua itu telah dicontohkan oleh Rosululloh Shollallohu Alaihi Wassalam dan salafussholih sebagai suritauladan kita semua.
    Semoga dakwah ini bisa kita tegakkan dengan jiwa yang istiqomah.
    Mungkin kita sudah pernah bertemu dengan ustad abu amin..ya pertemuan singkat di masjid jami’ cepu.
    Sy dari pasar batokan. Taman bacaan ULIL ALBAB
    syukron, jazakumulloh khoiron. Barokallohufiik..

    Walakumussalam Warohamtulloh Wabarokatuh,
    Subhanalloh, wafiek barokallohu ya ahki karim, insyalloh ana ingat antum, semoga menguatkan dan mempererat jalinan dakwah dikota ini,semoga pula keberkahan dan kebenaran diperoleh dari perpustakaan yang antum kelola.Insyalloh Bi’aunihi ta’ala.

  59. reevy said

    Assalaamu’alaikum warahmatullah

    Mohon izin untuk tautkan blog Antum di blog saya…
    Syukron

    -arief nur-
    reevy.wordpress.com
    ariefnur.bumen@gmail.com

    Waalaikumussalam Warohmatulloh Wabarokatuh,
    Hayyakalloh Ya Ahki Yang Budiman, Tafadzol wa barokallohufiik.

  60. ToHa said

    Assalamu’alaikum…..

    Mas.. dah lama gak ada kontak….
    sibuk kah??

    Waalaikumussalam Warohmatulloh, Hayyakalloh Na’am Ya Ahki Fillah, Allohul Musta’an

  61. Bismillah,

    Ini adalah kunjungan balik dari ana,
    Salam kenal kembali akhi Abu Amin dari saudaramu di Bandung Timur..

    Ana ijin donlot beberapa file audio ceramah dan e-book dari blog antum.

    Bagaimana perkembangan dakwah salaf di Cepu ?
    Wa fiikum Baarokallah..

    Bekam, Thibbunnabawi dan Fatwa Kesehatan
    http://kaahil.wordpress.com

    Alhamdulillah, Dr Abu Hanna berkenan berkunjung kesini, tafadzol , dicepu insyalloh biidznillahi ta’ala sedang merintis tahfidz putra.insyalloh berkah bidua’ikum.Salam dari ana untuk Asatidz di Ma’had Adhwa’ us salaf Cileunyi Bandung serta Ikhwah disana

  62. pengelolakomaht said

    Simak terus update diskusi antara Mantan HT -vs- Aktifis HT di :
    http://mantanht.wordpress.com

  63. Pengunjung said

    Assalammu’alaikum
    salam kenal

    ingin menjalin silaturahmi

    trima kasih
    wassalammu’alaikum.


    Waalaikumussalam Warohmatulloh Tafadzol , Salam Ta’aruf. Komentar antum ana potong beberapa

  64. Assalamualaikum.
    Salam kenal dari ana Abdullah Al Jakarty
    Afwan Akh, Ana jadi teringat faedah yang ana ingin tulis disni semoga bermanfaat
    Berkata Syaikh Sholeh Al-Fauzan :
    ” Wajib bagi seorang penuntut ilmu untuk
    memperhatikan permasalahan ini (bahaya
    dukun dan tukang sihir) dan supaya kalian
    memperingatkan dari bahaya mereka,
    mengingkarinya, karena kebanyakan
    manusia tersamar dari pengetahuan
    tentang masalah ini dan tertipu oleh mereka
    ”(Iaanatul Mustafid, Syaikh Sholeh Al-Fauzan,
    jilid 1 hal 376)

    tauhiddansyrik.wordpress.com
    Abu Amin, Jazakallahu Khoir Atas Blog Antum

    Waalaikumussalam Warohmatulloh Wabarokatuh. Subhanalloh, Alhamdulillah Ya Akhona Fillah,Ada Saudaraku betawi datang ke page kami, Salam Ta’aruf dari ana juga , Semoga Keberkahan atas dakwah yang antum usahakan, Insyallloh.

  65. Ajie said

    Assalamu’alaikum warohmatulloh

    Ikut gabung Akh…
    smg antum masih inget ana,,, ana dari R&D forest. Senang ana bisa download dari blog antum.

    Waalaikumussalam Warahmatulloh Wabarokatuh, Tafadzol Ya Akhi Karim, Semoga menambah semangat menuntut ilmu dan Amal setelah pertemuan Douroh Ustadz Muhammad Dimadiun.Insyalloh Ta’ala.

  66. Tasnedi said

    Assalamu’alaikum warahmatullahiwabarakatuh,

    Akh, Jazakallah ana baru kunjungi blog antum hari ini diberikan teman, masyaAllah bagus sekali, izinkan ana download ya akh?.
    Barakallahufik

    Wassalamu’alaikum warahmatullahiwabarakatuh

    Waalaikumussalam Warahmatulloh Wabarokatuh, Alhamdulillah Segala kebaikan datangnya dari Tabaroka Wa Ta’ala, Semoga Ada Manfaat dan memaklumi kekuranganya saat ini , kedepan kita perbaiki menuju jalan salaf yang lebih terang.Biidznillahi Ta’ala.Wafiek Barokallohu Wallohul Musta’an.

  67. abu zahra said

    assalamu alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

    gimana kabarnya akhi? kunjungan malam akh, malam terakhir sebelum libur besok.
    dauroh bantul besok antum pas libur apa ndak akh? ane udah ngajuin cuti dan udah disetujui.

    barakallahu fiik.

    wassalamu alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

    Waalaikumussalam Warahamatulloh Wabarokatuh,
    Hayyakalloh, Antum sudah kembali online, semoga Alloh Tabaroka Wata’ala menjaga antum, Insyalloh douroh bisa hadir di Bantul dengan pengurus ma’had lainya, Alhamdulillah ma’had Cepu sudah 40 %, Tinggal rancang radio salaf, Bidu’aikum Insyalloh.

  68. amir abu zaid said

    assalamu’alaikum
    gmn kabarnya? lama gak mampir di blog antum..

    dauroh di bantul datang kan? semoga kita bisa bertemu di sana, insya Allah…

    Waalaikumussalam Warohmatulloh, Bil Kher Walhamdulillah, Insyalloh ahki.

  69. abu abdurrazzaq said

    Assalamualaikum
    Akh ana sempat liat pengumuman di yogya ada dauroh massaikh di ngawi oleh ma’had ittibaus sunnah dari yaman teman sepaerjuangan sheikh muqbil ada 2 massaikh bulan juli jg, antum denger ga akh ..
    wassalamualaikum

    Waalaikumussalam Warahmatulloh.

    Alhamdulillah kemarin ana dengan Al Ahk Jundi Cirebon (Dari Ma’had Al Ustadz Muhamad Assewed) waktu berkunjung dicepu, mengklarifikasi ke ma’had Ta’dhimus Sunnah Geneng bertemu Al Utsadz Abdul Hadi Al Lahji, Kemudian Ke Ma’had Anshorussunnah Mantingan Bertemu Ustadz Nur Huda, dan Beberapa hari sebelumnya ana Ngebel Al Ustadz M.A Rifa’i untuk mengklarifikasi Douroh Ngawi, Dan Via SMS dengan Al Utsadz Syafi’i.

    Intinya sebgaimana surat klarifikasi yang asatidz Ngawi keluarkan yaitu Asatidz Ngawi tidak terlibat dalam kepanitiaan, Akan tetapi Allohua’lam ana dapat berita masyayikh belum hadir, Antum bisa menyimak di Radio Darussunah Yogya . Allohul Musta’an

  70. SOFYAN said

    KUNJUNGI SOFYANALATSARI.

    Teirma Kasih Atas Kunjunganya.

  71. abu hanif brimob said

    assalammualaikum akhi,ana berharap agar saudara-saudara kita kaum muslimin bisa mengetahui blog antum,agar kaum muslimin paham akan agamanya sendiri,jazakallohu khoir wa barokallohu fiik

    Waalaikumussalam Warohmatulloh Wabarokatuh, Thoyib Insyalloh Ta’ala Bi Dua’ika Dan Usaha Kita Bersama, Wafieka Barokallohu.

  72. ibnu fauzy said

    Assalamu ‘alaikum.. blog yang sangat bermanfaat…

    Waalaykumussalam Warohamtulloh.Jazakalloh Kher.

  73. Haryono said

    Asslamu’alaikum warohmatulloh wabarokatuh.
    Ya akhi.Sukron lillah,Semoga ini semua bermanfaat .Tetap Li i’lai
    kalimatillah

    Waalaykumussalam Warohmatulloh Wabarokatuh,Waiyyakum , Insyalloh Ta’ala

  74. Haryono said

    Assalamu’alaikum wa rahmatullohi wa barokatuhu.
    Ya akhiy.Bagaimana khabar akhiy hari ini? semalam ana call tapi tidak bisa connect ? Semoga Allah ta’ala berkenan memberikan hidayah dan berkenan menunjukan bahwa yang haq itu haq ,sehingga ana mampu menuju yang haq itu dengan izinnya insyaallah.Dan juga kiranya Allah ta’ala menunjukan bahwa yang batil itu batil,sehingga ana mampu menjauhinya.Amin ya Robb al’alamin.
    Wassalamu’alaikum wa rahmatullohi wa barokatuh.
    Abu zahra Haryono

    Waalaikumussalam Warohmatulloh Wabarokatuh

    Alhamdulillah Bikher,Coba no yang di page ini saja.Insyalloh.
    “Hindari Sebab-Sebab Yang Menimbulkan Syuhbat Dalam Hati Dengan Memperdalam Ilmu Dengan Sungguh Sungguh , Hindari Keinginan Berpihak Kepada Selain Alloh Ta’ala Dengan Mentauladani Rosul Solollohualaihi Wassalam Dengan Pemahaman Para Shohabatnya, Ana Sarankan Jangan Banyak Jidal Tanpa Ilm’ dan Bersabarlah Dalam Mencari Al Haq”

  75. ABU ABDILLAH MARJAN said

    Assalamualaikum,
    Ana izin downlod MP3 ALQURAN : MUHAMMAD SIDDEEQ AL – MINSHAWI.
    Jazakumulloh Khoiron.
    Titip Salam dari istri ana untuk istri antum.

    Waalaikumussalam Wrohmatulloh Wabarokatuh,
    Subhanalloh, Falyatafadzol Ya Akhuna Fillah, Sudah Sampai Albayinah Ya? Alaikum Salam Wa Alaih.

    Salam Dari Kami Untuk Asatidzah Dan Ihkwah Albayinah Gresik.

  76. Haryono said

    Assalamu’alaikum wa rahmatullohi wa barokatuh.
    Sukron atas saran dan nasehat dari akhiy Abu Amin,semoga mampu menjalankannya Insyallah.
    Hari ini ana turun insyaallah,ada rencana cari radio AM untuk stay tone Radio Salaf
    Wassalamu ‘alaikum warahmatullohi wa barokatuh.

    Waaalikumussalam Warohmatulloh.Waiyyakum.

  77. Ummu Harun said

    Assalamu’alaikum
    Ummu Amina dalam Menu Risalah,kok belum memuat artikel tentang :Haji Sesuai dengan Sunnah.Download Panduan Haji Susah Banget gimana caranya ?
    Salam dari ana.

    Waalaykumussalam Warohmatulloh.Insyalloh Nanti Diterbitkan, Sekalian Dipelajari Dulu Artikel Yang Terkait pembahasan ini.Sudah kami sampaikan salamnya.

  78. ABU ABDILLAH MARJAN said

    Assalamu’alaikum
    Akh, LINK ULAMAnya, ZAIN.
    Semoga bisa diambil FAEDAHNYA.

    Waalaykumussalam Warahmatulloh.
    Insyalloh Ya Akhuna Fillah.Selamat menyelesaikan pelajaran antum semoga dimudahkan dima’had sana.

  79. Muhammad Al-Ghifari said

    Bismillah.
    Alhamdulillah..,Semoga Alloh menguatkan kita dalam bahu-membahu memperkuat dakwah islam manhaj salafussholih ini, semoga semakin Solid selalu seluruh ikhwan salafiyyin di Cepu khususnya dan juga di seluruh dunia.
    Semoga Alloh melimpahkan kesabaran ke dalam hati kita dalam menempuh jalan yg haq ini.
    Teruslah berjuang saudaraku, InsyaAlloh kami akan selalu berada di barisanmu.., barisan yg teguh meniti jalannya Rosululloh Sholollohualaihi Wassalam dan juga salafussholih Rodliyallohu’anhum.
    Semoga Alloh meRidhoi kita.
    Barokallohufiikum..

    Alhamdulillah Ya Akhuna Fillah, Amin Yarobal Alamin, Biaunihi Ta’ala.

  80. abu zahra said

    assalamu alaikum,

    ikhwan fillah, berikut sebuah artikel tentang bencana-bencana yang banyak menimpa negeri ini, yang ditulis oleh ustadzuna dr. faiq sulaify. tafadhol diunduh dan disebarluaskan, semoga bisa diambil pelajaran darinya.

    klik kanan dan “save as” di sini.

    wassalam.

    Jazakalloh Kher Saudaraku Aba Zahra, Titip Salam Untuk Ikhwah DiTuban dan Bojonegoro Barokallohufiekum.

  81. Abu Rizki said

    Bismillah.

    Kapan akh ma’hadnya dibuka? Rizki dah mo daftar nih…
    Barokallohufiekum.

    Waiyyakum
    Insyalloh Biaunihi Ta’ala.

  82. assalamu’alaikum
    untuk saudaraku salafiyyin, semoga link berikut ini bermanfaat..silakan dunlut nasihatnya…http://salafiyunpad.wordpress.com/2009/10/20/download-audio-menyikapi-perselisihan-salafiyyin-indonesia-dan-hikmah-dalam-berdakwah-ust-muh-faishal-ust-firanda/

  83. Haryono said

    Assalamu’alaikum.
    Alhamdulillah selama ana di rumah ana stay tune terus Radio Da’wah Ahlu Sunnah Wal Jama’ah.Sukron lillah.Akhiy masih di Cepu kah? Bagaimana khabar antum sekeluarga?

    Waalaykumussalam Warohmatulloh,
    Walhamdulillah Wallohul Muwafiq, Ana Dicepu Bil kher.

  84. Abu Ulil said

    Bismillah..
    Para hizbiyyun semakin takut kehilangan pengikutnya, dakwah para salafiyyun dalam menegakkan aqidah ahlusunah wal jama’ah tak bisa dihalang-halangi karena Alloh akan memudahkan jalan bagi yang istiqomah dalam perjuangannya menegakkan ISLAM dgn kalimat tauhid.
    Walopun rintangan demi rintangan mereka buat untuk menghadang tapi mereka lupa bahwa yang mereka hadang adalah al HAQ.
    Untuk seluruh saudaraku..fitnah telah meraja lela di mana-mana, hanya bukti kebenaranlah yang bisa menepiskan itu semua.Walloohu yuhibbul muhsinin. JADI TETAPLAH BAIK WALAUPUN SEISI DUNIA INI RUSAK. Wallohulmusta’an.

    Insyalloh Biaunihi ta’ala.

  85. Ibnu Putra said

    Assalamu’alaikum warohmatulloh.
    Akh Abu Amina, salam kenal.
    Ana baru visit, Subhanalloh blognya bagus.
    Syukron katsiron.

    Waalaykumussalam Warohratulloh Wabaroatuh,
    Salam Kenal Kembali Ya Ahki Ibnu Putra, Waiyyakum.

  86. 'Ammaar said

    Assalamu’alaykum

    Alhamdulillaah, kajian di Cepu semoga semakin meningkat..
    Baarokalloohu fiikum

    Waalaykumussalam Warohmatulloh.Insyalloh Wafikum Barokallohu.

  87. stainless tanks said

    Assalamu alaikum wr wb.
    Selamat hari raya Qurban. Mudah2an kita tidak pernah lupa akan kewajiban kita untuk berkorban.Amin.
    Sambil nanya nih mas…apa benar orang yang sedang berkorban tidak boleh memotong kuku/rambut ? Makasih ya mas, ditunggu jawabannya.

    Wassalamualaikum wr wb.

    Abu Amin Jawab:
    Waalaykumussalam Warohmatulloh Wabarokatuh, Benar apa yang antum utarakan sebagaimana sabda nabi Sholollohualaihi Wassalam :

    عَنْ أُمِّ سَلَمَةَ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: إِذَا دَخَلَتِ الْعَشْرُ وَأَرَادَ أَحَدُكُمْ أَنْ يُضَحِّيَ فَلاَ يَمَسَّ مِنْ شَعْرِهِ وَبَشَرِهِ شَيْئًا

    Dari Ummu Salamah, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabada: ”Apabila telah masuk sepuluh (hari pertama bulan Dzulhijjah), salah seorang di antara kalian ingin berqurban, maka janganlah sedikit pun ia menyentuh (memotong) rambut (bulu)nya dan mengupas kulitnya.”

    Hadits ini diriwayatkan oleh Al-Imam Ahmad dalam Musnad-nya no. 25269, Al-Imam Muslim no. 1977, Al-Imam An-Nasa`i, 7 hal. 212, Al-Imam Abu Dawud 3/2793, Al-Imam At-Tirmidzi 3/1523, Al-Imam Ibnu Majah 2/3149, Al-Imam Ad-Darimi no. 1866.

    Jalur Periwayatan Hadits
    Hadits tersebut diriwayatkan dari jalan Sa’id bin Musayyib dari Ummu Salamah radhiyallahu ‘anha. Dalam riwayat hadits ini terdapat seorang rawi yang diperselisihkan penyebutan namanya, yaitu ‘Umar bin Muslim Al-Junda’i. Ada yang menyebutnya ‘Umar bin Muslim dan ada pula yang menyebutnya ‘Amr bin Muslim.
    Al-Imam An-Nawawi rahimahullahu menerangkan, riwayat ‘Umar bin Muslim dari Sa’id bin Musayyab, pada nama عمر kebanyakan riwayat menyebutnya dengan mendhammah ‘ain (عُمر) ‘Umar, kecuali riwayat dari jalan Hasan bin ‘Ali Al-Hulwani, menyebutkan dengan memfathah ‘ain (عَمرو) ‘Amr. Dan ulama menyatakan bahwa keduanya ada penukilannya. (lihat Syarh Al-Imam An-Nawawi, 7/155)
    Sebaliknya, Al-Imam Abu Dawud rahimahullahu menyatakan, telah terjadi perselisihan dalam penyebutan ‘Amr bin Muslim. Sebagian menyatakan ‘Umar dan kebanyakan menyatakan ‘Amr. Beliau sendiri menguatkan pendapat yang menyatakan bahwa dia adalah ‘Amr bin Muslim bin Ukaimah Al-Laitsi Al-Junda’i. (lihat ‘Aunul Ma’bud, 5/224, cet. Darul Hadits)
    Al-Hafizh Syamsuddin Ibnul Qayyim rahimahullahu mengatakan: “Telah terjadi perselisihan pendapat di kalangan manusia terhadap hadits ini, baik dari sisi riwayat maupun dirayah (kandungan maknanya). Sebagian berkata: Tidak benar kalau hadits ini kedudukannya marfu’ (sampai kepada nabi), yang benar ialah mauquf (hanya sampai kepada shahabat).
    Ad-Daruquthni rahimahullahu berkata dalam kitab Al-‘Ilal: Telah meriwayatkan secara mauquf Abdullah bin ‘Amir Al-Aslami, Yahya Al-Qathan, Abu Dhamrah, semuanya dari Abdurrahman bin Humaid, dari Sa’id. ‘Uqail meriwayatkan secara mauquf sebagai ucapan Sa’id. Yazid bin Abdillah dari Sa’id dari Ummu Salamah, sebagai ucapan Ummu Salamah. Demikian pula Ibnu Abi Dzi`b meriwayatkan dari jalan Al-Harts bin Abdurrahman, dari Abu Salamah, dari Ummu Salamah, sebagai ucapannya. Abdurrahman bin Harmalah, Qatadah, Shalih bin Hassan, semuanya meriwayatkan dari Sa’id, sebagai ucapannya. Riwayat yang kuat dari Al-Imam Malik, menyatakan mauquf. Dan Al-Imam Ad-Daruquthni berkata: “Yang benar menurut saya adalah pendapat yang menyatakan mauquf.”
    Pendapat kedua menyatakan yang benar adalah marfu’. Di antara yang menguatkan pendapat ini adalah Al-Imam Muslim ibn Hajjaj rahimahullahu, seperti yang beliau sebutkan dalam kitab Shahih-nya. Demikian pula Abu ‘Isa At-Tirmidzi rahimahullahu berkata: “Hadits ini hasan shahih.” Ibnu Hibban rahimahullahu juga meriwayatkan dalam Shahih-nya.
    Abu Bakr Al-Baihaqi rahimahullahu berkata: “Hadits ini telah tetap/kuat sebagai hadits yang marfu’ ditinjau dari beberapa sisi. Di antaranya: Tidak mungkin orang yang seperti mereka (para ulama yang menshahihkan) salah. Al-Imam Muslim rahimahullahu telah menyebutkan dalam kitabnya. Selain mereka juga masih ada yang menshahihkannya. Telah meriwayatkan secara marfu’ Sufyan bin Uyainah dari Abdurahman bin Humaid dari Sa’id dari Ummu Salamah dari Nabi, dan Syu’bah dari Malik dari ‘Amr bin Muslim dari Sa’id dari Ummu Salamah dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Dan tidaklah kedudukan Sufyan dan Syu’bah di bawah mereka yang meriwayatkan secara mauquf. Tidaklah lafadz/ucapan hadits seperti ini merupakan ucapan dari para shahabat, bahkan terhitung sebagai bagian dari sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, seperti sabda beliau (لاَ يُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ) Tidaklah beriman salah seorang di antara kalian dan yang semisalnya.” (lihat ‘Aunul Ma’bud, 5/225 cet. Darul Hadits, Mesir)

    Penjelasan Hadits
    (إِذَا دَخَلَتْ الْعَشْرُ) artinya, apabila telah masuk sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah.
    Makna ini dipahami dari riwayat lain yang menyebutkan:
    إِذَا رَأَيْتُمْ هِلاَلَ ذِي الْحِجَّةِ
    ”Apabila kalian telah melihat hilal di bulan Dzulhijah.”
    atau:
    فَإِذَا أُهِلَّ هِلاَلُ ذِي الْحِجَّةِ
    ”Apabila telah terlihat hilal bulan Dzulhijjah.”
    (وَأَرَادَ أَحَدُكُمْ أَنْ يُضَحِّيَ) artinya, salah seorang di antara kalian ingin berqurban.
    Pada sebagian riwayat terdapat tambahan lafadz (وَعِنْدَهُ أُضْحِيَّةٌ), di sisinya (punya) hewan sembelihan. Pada lafadz yang lain (مَنْ كَانَ لَهُ ذِبْحٌ يَذْبَحُهُ), barangsiapa punya hewan sembelihan yang akan dia sembelih.
    (فَلاَ يَمَسَّ مِنْ شَعْرِهِ وَبَشَرِهِ شَيْئًا) artinya, janganlah sedikitpun ia menyentuh (memotong) rambut (bulu) nya dan mengupas kulitnya.
    Pada riwayat yang lain terdapat lafadz (فَلاَ يَأْخُذَنَّ شَعْرًا وَلاَ يَقْلِمَنَّ ظُفْرًا), Janganlah sekali-kali ia mengambil rambut dan memotong kuku.
    Pada lafadz yang lain:
    (فَلْيُمْسِكْ عَنْ شَعْرِهِ وَأَظْفَارِهِ) Hendaknya ia menahan dari memotong rambut dan kukunya.
    Dalam lafadz yang lain:
    فَلاَ يَأْخُذَنَّ مِنْ شَعْرِهِ وَلاَ مِنْ أَظْفَارِهِ شَيْئًا حَتَّى يُضَحِّيَ
    Janganlah sekali-kali ia mengambil rambut dan memotong kukunya sedikitpun, hingga ia menyembelih.

    Sunnah yang Terabaikan
    Termasuk sunnah yang terabaikan bagi seorang yang telah memiliki hewan qurban yang akan ia sembelih adalah tidak ada pengetahuan tentang apa yang harus ia perbuat apabila telah masuk tanggal 1 hingga 10 Dzulhijjah (hari raya qurban tiba)! Tidak/belum sampainya suatu ilmu seringkali menjadi penyebab terabaikannya sekian banyak sunnah (kebaikan) baik berupa perintah atau larangan. Oleh sebab itu, sepantasnya bahkan wajib bagi setiap muslim, laki-laki maupun wanita untuk membekali kehidupan ini dengan ilmu agama yang benar, hingga tidak berujung penyesalan hidup di kemudian hari.
    Hadits yang tersebut di atas membimbing kita, terutama bagi seorang muslim yang telah mempersiapkan hewan qurban untuk disembelih pada hari raya qurban atau setelahnya pada hari-hari Tasyriq (tanggal 11,12,13 Dzulhijjah). Apabila telah masuk tanggal 1 Dzulhijjah, hendaknya ia menahan diri untuk tidak mencukur atau mencabut rambut/bulu apapun yang ada pada dirinya (baik rambut kepala, ketiak, tangan, kaki, dan yang lainnya). Demikian pula tidak boleh memotong kuku (tangan maupun kaki) serta tidak boleh mengupas kulit badannya (baik pada telapak tangan maupun kaki, ujung jari, tumit, atau yang lainnya). Larangan ini berlaku bagi yang memiliki hewan qurban dan akan berqurban, bukan bagi seluruh anggota keluarga seseorang yang akan berqurban. Larangan ini berakhir hingga seseorang telah menyembelih hewan qurbannya. Jika ia menyembelih pada hari yang kesepuluh Dzulhijjah (hari raya qurban), di hari itu boleh baginya mencukur rambut/memotong kuku. Jika ia menyembelih pada hari yang kesebelas, keduabelas, atau yang ketigabelas, maka di hari yang ia telah menyembelih hewan qurban itulah diperbolehkan baginya untuk mencukur rambut atau memotong kuku.
    Dalam sebuah riwayat yang terdapat dalam Shahih Muslim, ‘Amr bin Muslim pernah mendapati seseorang di kamar mandi sedang mencabuti bulu ketiaknya menggunakan kapur sebelum hari raya qurban. Sebagian mereka ada yang berkata: “Sesungguhnya Sa’id bin Musayyib tidak menyukai perkara ini.”
    Ketika ‘Amr bin Muslim bertemu dengan Sa’id bin Musayyib, ia pun menceritakannya. Sa’id pun berkata: “Wahai anak saudaraku, hadits ini telah dilupakan dan ditinggalkan. Ummu Salamah radhiyallahu ‘anha, istri Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah menyampaikan kepadaku, ia berkata: Nabi telah bersabda, seperti hadits di atas.”
    Kalau manusia di zaman beliau demikian keadaannya, bagaimana dengan di zaman kita sekarang?!
    Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala menjadikan kita sebagai hamba-hamba-Nya yang menghidupkan Sunnah Nabi-Nya dan bukan menjadikan sebagai orang yang memadamkan/mematikannya.
    Para ulama berbeda pendapat dalam menyikapi larangan dalam perkara ini. Ada yang memahami sesuai dengan apa yang nampak dari lafadz hadits tersebut, sehingga mereka berpendapat haram bagi seseorang untuk melakukannya (wajib untuk meninggalkannya). Di antara mereka adalah Sa’id bin Musayyib, Rabi’ah bin Abi Abdirrahman, Ahmad bin Hanbal, Ishaq bin Rahawaih, dan sebagian dari pengikut Al-Imam Asy-Syafi’i. Adapun Al-Imam Asy-Syafi’i dan pengikutnya berpendapat makruh (tidak dikerjakan lebih utama), bukan diharamkam. Dan yang berpendapat semisal ini adalah Al-Imam Malik dan sebagian pengikut Al-Imam Ahmad seperti Abu Ya’la dan yang lainnya.
    Pendapat lain dalam hal ini adalah mubah (tidak mengapa melakukannya). Pendapat ini dianut oleh Abu Hanifah dan pengikutnya.

    Peringatan
    Sebagian orang ada yang memahami bahwa larangan mencukur rambut/bulu, memotong kuku, dan mengupas/mengambil kulit, kata ganti dalam hadits di atas (-nya – bulunya, kukunya, kulitnya) kembali kepada hewan yang akan disembelih.
    Jika demikian, hadits di atas akan bermakna: “Apabila telah masuk 10 hari awal Dzulhijjah, dan salah seorang di antara kalian akan berqurban, maka janganlah ia mencukur bulu (hewan yang akan dia sembelih), memotong kuku (hewan qurban), dan jangan mengupas kulit (hewan qurban).”
    Tentunya bukanlah demikian maknanya. Makna ini juga tidak selaras dengan hikmah yang terkandung di dalam hadits itu sendiri.

    Hikmah yang Terkandung
    Di samping sebagai salah satu bentuk ketaatan dan mengikuti apa yang diajarkan oleh Nabi kita Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam, hikmah dari larangan tersebut adalah agar seseorang tetap utuh anggota badannya kala ia akan dibebaskan dari panasnya api neraka.
    Sebagian ada yang berpendapat, hikmahnya adalah agar seorang merasakan apa yang dirasakan oleh orang-orang yang sedang menunaikan ibadah haji atau diserupakan dengan seorang yang telah berihram, sehingga mereka juga dilarang dari mencukur rambut, memotong kuku, mengupas kulit, dan sebagainya.
    Namun pendapat terakhir ini ada yang tidak menyetujuinya, dengan alasan, bagaimana diserupakan dengan seorang yang menunaikan haji, sementara ia (orang yang akan berqurban) tidak dilarang dari menggauli istrinya, memakai wewangian, mengenakan pakaian dan yang lainnya. (lihat ‘Aunul Ma’bud 5/224-226, cet. Darul Hadits, Syarh An-Nawawi 7/152-155, cet. Darul Hadits)

    Silahkan Antum bisa berlangganan majalah asyariah untuk memperoleh bahasan yang lengkap seputar masalah agama.

  88. salef said

    LUNAK TERHADAP ORANG KAFIR DAN KERAS TERHADAP MUSLIM ANTUM.

    Abu Amin Jawab:
    Tuduhan antum jika tidak terbukti maka akan kembali kepada antum sendiri, maka berhati hatilah.
    -PERHATIKANLAH DENGAN SEKSAMA SIAPA YANG KERAS TERHADAP KAUM MUSLIMIN, BUKANKAN KHOWARIJ?
    -PERHATIKAN SIAPA YANG MENGKAFIRKAN DAN MENGHALALKAN DARAH KAUM MUSLIMIN DENGAN MENCECER
    BOM DIMANA MANA BUKANKAH KHOWARIJ?
    -PERHATIKAN SIAPA YANG BERJIHAD TANPA ILMU DAN TIDAK MEMAHAMI SYARAT-SYARAT JIHAD BUKANKAH
    ITU KHOWARIJ?
    -SIAPA YANG TIDAK BISA MEMBEDAKAN MACAM-MACAM KAUM KAFIR DENGAN PERLAKUANYA MASING MASING
    BUKANKAH ITU KHOWARIJ?

    Antum Renungi Tulisan Dibawah Ini Semoga Menyadarkan Kekakuan Hati :

    1.Taat kepada pemerintah dalam hal yang baik
    Kaum muslimin harus meyakini tentang wajibnya taat kepada pemerintah dalam perkara yang tidak bertentangan dengan ajaran Islam. Hal itu berdasarkan firman Allah Subhanahu wa Ta’ala :
    يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا أَطِيعُوا اللَّهَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ وَأُولِي الْأَمْرِ مِنْكُمْ فَإِنْ تَنَازَعْتُمْ فِي شَيْءٍ فَرُدُّوهُ إِلَى اللَّهِ وَالرَّسُولِ إِنْ كُنْتُمْ تُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآَخِرِ ذَلِكَ خَيْرٌ وَأَحْسَنُ تَأْوِيلًا (59) [النساء/59]
    “Wahai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul(Nya), dan ulil amri di antara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al-Qur‘an) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya.“ (An-Nisa: 59)
    Ulil Amri adalah para ulama dan para umara’ (para penguasa), sebagaimana disebutkan oleh Al-Imam Ibnu Katsir rahimahullah dalam Tafsirnya. (Tafsir Al-Qur‘anil ‘Azhim, 1/530)

    2.Berlepas diri dari aksi teror
    Kaum muslimin harus berlepas diri dari aksi-aksi teroris, karena aksi-aksi tersebut bertolak belakang dengan ajaran Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam dan para sahabatnya. Allah Subhanahu wa Ta’ala mengutus Nabi-Nya sebagai rahmat bagi alam semesta sebagaimana dalam firman-Nya:
    وَمَا أَرْسَلْنَاكَ إِلَّا رَحْمَةً لِلْعَالَمِينَ (107) [الأنبياء/107]
    “Dan tiadalah Kami mengutus kamu, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam.“ (Al-Anbiya: 107)
    Beliau adalah seorang nabi yang sangat memiliki kasih sayang dan kelembutan sebagaimana Allah Subhanahu wa Ta’ala sebutkan dalam firman-Nya:
    لَقَدْ جَاءَكُمْ رَسُولٌ مِنْ أَنْفُسِكُمْ عَزِيزٌ عَلَيْهِ مَا عَنِتُّمْ حَرِيصٌ عَلَيْكُمْ بِالْمُؤْمِنِينَ رَءُوفٌ رَحِيمٌ (128) [التوبة/128]
    “Sungguh telah datang kepadamu seorang Rasul dari kaummu sendiri, berat terasa olehnya penderitaanmu, sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu, amat belas kasihan lagi penyayang terhadap orang-orang mukmin.“ (At-Taubah: 128)
    Dalam sebuah riwayat dari Atha’ bin Yasar, ia berkata: Aku berjumpa dengan Abdullah bin Amr bin Al-Ash Radhiyallah ‘anhuma maka aku pun mengatakan:
    أَخْبِرْنِي عَنْ صِفَةِ رَسُولِ اللهِ صلى الله عليه وسلم فِي التَّوْرَاةِ. فَقَالَ: أَجَلْ، وَاللهِ إِنَّهُ لَمَوْصُوفٌ فِي التَّوْرَاةِ بِصِفَتِهِ فِي الْقُرْآنِ: يا أَيُّهَا النبي إِنَّا أَرْسَلْنَاكَ شَاهِداً وَمُبَشِّراً وَنَذِيراً وَحِرْزاً لِلْأُمِّيِّينَ وَأَنْتَ عَبْدِي وَرَسُوْلِي سَمَّيْتُكَ الْمُتَوَكِّلَ لَسْتَ بِفَظٍّ وَلاَ غَلِيظٍ وَلاَ سَخَّابٍ بِالْأَسْوَاقِ. قَالَ يُونُسُ: وَلاَ صَخَّابٍ فِي الْأَسْوَاقِ وَلاَ يَدْفَعُ السَّيِّئَةَ بِالسَّيِّئَةِ وَلَكِنْ يَعْفُو وَيَغْفِرُ وَلَنْ يَقْبِضَهُ حَتَّى يُقِيمَ بِهِ الْمِلَّةَ الْعَوْجَاءَ بِأَنْ يَقُولُوا لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ فَيَفْتَحُ بِهَا أَعْيُناً عُمْياً وَآذَاناً صُمًّا وَقُلُوباً غُلْفاً
    “Kabarkan kepadaku tentang sifat Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam dalam kitab Taurat.” Beliau menjawab: “Ya, demi Allah, beliau disifati dalam kitab Taurat seperti beliau disifati dalam Al-Qur’an: “Wahai Nabi, sesungguhnya Kami mengutusmu sebagai saksi, sebagai pembawa berita gembira, sebagai pemberi peringatan, sebagai pelindung bagi kaum yang ummi. Engkau adalah hamba-Ku dan Rasul-Ku. Aku menamaimu Al-Mutawakkil (orang yang bertawakkal). Engkau bukanlah orang yang kasar tutur katamu, bukan pula kaku tingkah lakumu, bukan orang yang suka berteriak-teriak di pasar, bukan pula orang yang membalas kejelekan dengan kejelekan, akan tetapi justru memaafkan dan mengampuni kesalahan. Allah tidak akan mewafatkannya hingga Allah meluruskan dengannya agama yang bengkok, dengan orang-orang mengucapkan La Ilaha illallah. Dengan kalimat itu ia membuka mata yang buta, telinga yang tuli, dan qalbu yang tertutup.“ (Shahih, HR. Al-Bukhari no. 2018, Ahmad dalam kitab Musnad, dan yang lain)
    Bahkan dalam kondisi perang melawan orang kafir sekalipun, masih nampak sifat kasih sayang beliau. Sebagaimana pesan beliau kepada para komandan pasukan perang yang diriwayatkan oleh Sulaiman bin Buraidah, dari ayahnya, ia berkata:
    كَانَ رَسُولُ اللهِ صلى الله عليه وسلم إِذَا أَمَّرَ أَمِيرًا عَلَى جَيْشٍ أَوْ سَرِيَّةٍ أَوْصَاهُ فِي خَاصَّتِهِ بِتَقْوَى اللهِ وَمَنْ مَعْهُ مِنَ الْمُسْلِمِينَ خَيْرًا، ثُمَّ قَالَ: اغْزُوا بِاسْمِ اللهِ، في سَبِيلِ اللهِ، قَاتِلُوا مَنْ كَفَرَ بِاللهِ، اغْزُوا وَلَا تَغُلُّوا وَلَا تَغْدِرُوا وَلَا تَمْثُلُوا وَلَا تَقْتُلُوا وَلِيدًا وَإِذَا لَقِيتَ عَدُوَّكَ مِنَ الْمُشْرِكِينَ فَادْعُهُمْ إِلَى ثَلَاثِ خِصَالٍ -أَوْ خِلَالٍ- فَأَيَّتُهُنَّ مَا أََجَابُوكَ فَاقْبَلْ مِنْهُمْ وَكُفَّ عَنْهُمْ ثُمَّ ادْعُهُمْ إِلَى الْإِسْلَامِ، فَإِنْ أَجَابُوكَ فَاقْبَلْ مِنْهُمْ وَكُفَّ عَنْهُمْ…
    Adalah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bila menetapkan seorang komandan sebuah pasukan perang yang besar atau kecil, beliau berpesan kepadanya secara khusus untuk bertakwa kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dan berbuat baik kepada kaum muslimin yang bersamanya, lalu beliau mengatakan: “Berperanglah dengan menyebut nama Allah, di jalan Allah. Perangilah orang yang kafir terhadap Allah. Berperanglah, jangan kalian melakukan ghulul (mencuri rampasan perang), jangan berkhianat, jangan mencincang mayat, dan jangan pula membunuh anak-anak. Bila kamu berjumpa dengan musuhmu dari kalangan musyrikin, maka ajaklah kepada tiga perkara. Mana yang mereka terima, maka terimalah dari mereka dan jangan perangi mereka. Ajaklah mereka kepada Islam, kalau mereka terima maka terimalah dan jangan perangi mereka…” (Shahih, HR. Muslim)
    Dalam riwayat Ath-Thabarani (Al-Mu‘jam Ash-Shaghir no. hadits 340):
    وَلاَ تَجْبُنُوْا، وَلَا تَقْتُلُوا وَلِيْدًا، وَلاَ امْرَأةً، وَلاَ شَيْخًا كَبِيْرًا
    “Jangan kalian takut, jangan kalian membunuh anak-anak, jangan pula wanita, dan jangan pula orang tua.“
    Islam bahkan tidak membolehkan membunuh orang kafir kecuali dalam satu keadaan, yaitu manakala dia sebagai seorang kafir harbi (yang memerangi muslimin). Allah l berfirman:
    لَا يَنْهَاكُمُ اللَّهُ عَنِ الَّذِينَ لَمْ يُقَاتِلُوكُمْ فِي الدِّينِ وَلَمْ يُخْرِجُوكُمْ مِنْ دِيَارِكُمْ أَنْ تَبَرُّوهُمْ وَتُقْسِطُوا إِلَيْهِمْ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُقْسِطِينَ (8) إِنَّمَا يَنْهَاكُمُ اللَّهُ عَنِ الَّذِينَ قَاتَلُوكُمْ فِي الدِّينِ وَأَخْرَجُوكُمْ مِنْ دِيَارِكُمْ وَظَاهَرُوا عَلَى إِخْرَاجِكُمْ أَنْ تَوَلَّوْهُمْ وَمَنْ يَتَوَلَّهُمْ فَأُولَئِكَ هُمُ الظَّالِمُونَ (9) [الممتحنة/8، 9]
    “Allah tidak melarang kamu untuk berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tiada memerangimu karena agama dan tidak (pula) mengusir kamu dari negerimu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berlaku adil. Sesungguhnya Allah hanya melarang kamu menjadikan sebagai kawanmu orang-orang yang memerangimu karena agama dan mengusir kamu dari negerimu, dan membantu (orang lain) untuk mengusirmu. Dan barangsiapa menjadikan mereka sebagai kawan, maka mereka itulah orang-orang yang zalim.“ (Al-Mumtahanah: 8-9)
    Adapun jenis kafir yang lain, semacam kafir dzimmi yaitu orang kafir yang hidup di bawah kekuasaan dan jaminan penguasa muslim, atau kafir mu‘ahad yaitu seorang kafir yang memiliki perjanjian keamanan dengan pihak muslim, atau kafir musta‘min yaitu yang meminta perlindungan keamanan kepada seorang muslim, atau sebagai duta pihak kafir kepada pihak muslim, maka Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam melarang membunuh mereka. Bahkan mereka dalam jaminan keamanan dari pihak pemerintah muslimin.
    Kaum muslimin berlepas diri dari aksi-aksi teror tersebut, karena aksi-aksi tersebut mengandung pelanggaran-pelanggaran terhadap ajaran agama Islam yang mulia. Di antaranya:
    1. Membunuh manusia tanpa alasan dan cara yang benar
    2. Menumbuhkan rasa ketakutan di tengah masyarakat
    3. Merupakan sikap memberontak kepada penguasa muslim yang sah
    4. Menyelewengkan makna jihad fi sabilillah yang sebenarnya
    5. Membuat kerusakan di muka bumi
    6. Merusak harta benda
    7. Terorisme Khawarij adalah bid’ah, alias perkara baru yang diada-adakan dalam agama, sehingga merupakan kesesatan.
    Dan berbagai pelanggaran agama yang lainnya.
    Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
    وَلَا تَقْتُلُوا أَنْفُسَكُمْ إِنَّ اللَّهَ كَانَ بِكُمْ رَحِيمًا (29) وَمَنْ يَفْعَلْ ذَلِكَ عُدْوَانًا وَظُلْمًا فَسَوْفَ نُصْلِيهِ نَارًا وَكَانَ ذَلِكَ عَلَى اللَّهِ يَسِيرًا (30) [النساء/29، 30]
    “Dan janganlah kalian membunuh diri kalian, sesungguhnya Allah adalah Maha penyayang kepadamu. Dan barangsiapa berbuat demikian dengan melanggar hak dan aniaya, maka Kami kelak akan memasukkannya ke dalam neraka. Yang demikian itu adalah mudah bagi Allah.“ (An-Nisa: 29-30)
    Janganlah membunuh diri kalian, yakni janganlah sebagian kalian membunuh yang lain. Karena sesama kaum muslimin itu bagaikan satu jiwa. (Lihat Tafsir As-Sa‘di)
    إِنَّمَا جَزَاءُ الَّذِينَ يُحَارِبُونَ اللَّهَ وَرَسُولَهُ وَيَسْعَوْنَ فِي الْأَرْضِ فَسَادًا أَنْ يُقَتَّلُوا أَوْ يُصَلَّبُوا أَوْ تُقَطَّعَ أَيْدِيهِمْ وَأَرْجُلُهُمْ مِنْ خِلَافٍ أَوْ يُنْفَوْا مِنَ الْأَرْضِ ذَلِكَ لَهُمْ خِزْيٌ فِي الدُّنْيَا وَلَهُمْ فِي الْآَخِرَةِ عَذَابٌ عَظِيمٌ (33) [المائدة/33]
    “Sesungguhnya pembalasan terhadap orang-orang yang memerangi Allah dan Rasul-Nya serta membuat kerusakan di muka bumi, hanyalah mereka dibunuh atau disalib, atau dipotong tangan dan kaki mereka dengan bertimbal balik, atau dibuang dari negeri (tempat tinggalnya). Yang demikian itu (sebagai) suatu penghinaan untuk mereka di dunia, dan di akhirat mereka beroleh siksaan yang besar.“ (Al-Maidah: 33)
    Makna memerangi Allah Subhanahu wa Ta’ala dan Rasul-Nya adalah menentang dan menyelisihi. Kata ini tepat diberikan pada perkara kekafiran, merampok di jalan, dan membuat ketakutan pada perjalanan manusia. (Tafsir Ibnu Katsir, 2/50)
    Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda:
    شِرَارُ أَئِمَّتِكُمُ الَّذِيْنَ تُبْغِضُوْنَهُمْ وَيُبْغِضُوْنَكُمْ وَتَلْعَنُوْنَهُمْ وَيَلْعَنُوْنَكُمْ. قِيْلَ: يَا رَسُوْلَ اللهِ، أَفَلاَ نُنَابِذُهُمْ بِالسَّيْفِ؟ فَقَالَ: لاَ، مَا أَقَامُوْا فِيْكُمُ الصَّلاَةَ، وَإِذَا رَأَيْتُمْ مِنْ وُلاَتِكُمْ شَيْئًا تَكْرَهُوْنَهُ فَاكْرَهُوا عَمَلَهُ وَلاَ تَنْزِعُوا يَدًا مِنْ طَاعَةٍ
    “Sejelek-jelek pemimpin kalian adalah yang kalian membencinya dan mereka membenci kalian, yang kalian melaknatinya dan mereka melaknati kalian.“ Dikatakan kepada beliau: “Wahai Rasulullah, tidakkah kita melawannya dengan pedang (senjata)?“ Beliau mengatakan: “Jangan, selama mereka mendirikan shalat di tengah-tengah kalian. Jika kalian melihat pada pemimpin kalian sesuatu yang kalian benci maka bencilah perbuatannya dan jangan kalian cabut tangan kalian dari ketaatan.“ (Shahih, HR. Muslim)
    Dari Abdurrahman bin Abi Laila, ia berkata:
    حَدَّثَنَا أَصْحَابُ مُحَمَّدٍ صلى الله عليه وسلم : قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه وسلم : لَا يَحِلُّ لِمُسْلِمٍ أَنْ يُرَوِّعَ مُسْلِمًا
    Para sahabat Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam telah memberitahukan kepada kami bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda: “Tidak halal bagi seorang muslim untuk menakut-nakuti muslim yang lain.“ (Shahih, HR. Abu Dawud)
    Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam juga bersabda:
    كَانَ يَنْهَى عَنْ قِيلَ وَقَالَ وَكَثْرَةِ السُّؤَالِ وَإِضَاعَةِ الْمَالِ
    “Adalah Rasulullah melarang dari ‘katanya dan katanya‘, banyak bertanya (yang tidak bermanfaat), dan menyia-nyiakan harta.“ (Shahih, HR. Al-Bukhari dari sahabat Al-Mughirah bin Syu’bah Radhiyallah ‘anhu )

    3.Hindari Ideologi Teroris Khawarij
    Mengapa kami memberi embel-embel kata teroris dengan kata Khawarij? Karena, kata teroris secara mutlak memiliki makna yang luas. Aksi teror telah dilakukan oleh banyak kalangan, baik yang mengatasnamakan Islam ataupun non-Islam, semacam yang dilakukan oleh orang-orang Yahudi terhadap bangsa Palestina pada masa kini, dan semacam yang dilakukan oleh Sekutu terhadap bangsa Jepang dalam peristiwa pengeboman Nagasaki dan Hiroshima di masa lalu. Sehingga dengan penambahan kata “Khawarij” di belakang kata teroris, akan mempersempit pembahasan kita. Pembahasan kita hanya tentang orang-orang yang melakukan aksi-aksi teror di negeri kita akhir-akhir ini yang mengatasnamakan Islam atau mengatasnamakan jihad. Adapun Khawarij, merupakan sebuah kelompok sempalan yang menyempal dari Ash-Shirathul Mustaqim (jalan yang lurus) dengan beberapa ciri khas ideologi mereka.
    Mengapa kami menyebutnya ideologi? Karena mereka memiliki sebuah keyakinan yang hakikatnya bersumber dari sebuah ide. Maksud kami, sebuah penafsiran akal pikiran yang keliru terhadap nash (teks) Al-Qur’an atau Al-Hadits. Dari sinilah kemudian mereka menyempal. Sekali lagi, hal ini terjadi akibat penafsiran yang salah terhadap Al-Qur’an dan Al-Hadits, bukan akibat penafsiran yang apa adanya, yang menurut sebagian orang kaku atau “saklek“, dan tidak pantas dikatakan sebagai salah satu bentuk ijtihad dalam penafsiran Al-Qur’an maupun Al-Hadits. Sehingga, ideologi mereka sama sekali tidak bisa disandarkan kepada Islam yang benar. Demikian pula aksi-aksi teror mereka sama sekali tidak bisa dikaitkan dengan ajaran Islam yang mulia nan indah ini. Bahkan Islam berlepas diri dari mereka. Lebih dari itu, Islam justru sangat mengecam mereka, di mana Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam menyebut mereka sebagai anjing-anjing penghuni neraka seperti dalam hadits berikut ini:
    كِلاَبُ أَهْلِ النَّارِ، خَيْرُ قَتْلَى مَنْ قَتَلُوْهُ
    “(Mereka) adalah anjing-anjing penghuni neraka. Sebaik-baik korban adalah orang yang mereka bunuh.“ (Shahih, HR. Ahmad dan Al-Hakim dalam Al-Mustadrak. Lihat Shahih Al-Jami‘ no. 3347)
    Para teroris Khawarij yang ada sekarang ini adalah salah satu mata rantai dari kaum Khawarij yang muncul sepeninggal Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam . Ketika itu, para sahabat masih hidup. Merekalah orang-orang yang memberontak kepada Khalifah Utsman bin ‘Affan Radhiyallah ‘anhu dan membunuhnya. Mereka jugalah yang membunuh Khalifah Ali bin Abu Thalib Radhiyallah ‘anhu. Sekte ini terus berlanjut, turun-temurun diwarisi oleh anak cucu penyandang ideologi Khawarij sampai pada masa ini, yang ditokohi oleh Usamah bin Laden (yang telah diusir dari Kerajaan Saudi Arabia karena pemikirannya yang berbahaya), Al-Mis’ari, Sa’ad Al-Faqih, dan tokoh-tokoh lainnya. Mereka bersama Al-Qaedahnya telah melakukan aksi-aksi teror di Saudi Arabia, bahkan di wilayah Makkah dan Madinah, sehingga menyebabkan kematian banyak orang, baik dari kalangan sipil maupun militer. Karenanya, pemerintah Saudi Arabia beserta para ulamanya (yaitu) anak cucu murid-murid Asy-Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab rahimahullah memberantas mereka. Sehingga para teroris Khawarij tersebut -termasuk yang ada di negeri ini- sangat benci kepada pemerintah kerajaan Saudi Arabia, dan ini menjadi salah satu ciri mereka.
    Coba perhatikan, siapakah korban aksi teror mereka? Bukankah kaum muslimin? Perhatikanlah bahwa kaum muslimin juga menjadi target operasi mereka. Ya, walau awalnya mereka berdalih memerangi orang kafir, tapi pada akhirnya musliminlah yang menjadi sasaran mereka dan justru mereka akan lebih sibuk memerangi kaum muslimin. Sungguh benar sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam :
    يَقْتُلُونَ أَهْلَ الْإِسْلَامِ وَيَدَعُونَ أَهْلَ الْأَوْثَانِ
    “Mereka membunuh pemeluk Islam dan membiarkan penyembah berhala.“ (HR. Al-Bukhari dan Muslim)
    Sehingga kami memohon kepada segenap kaum muslimin agar tidak mengaitkan aksi teror mereka dengan ajaran Islam yang mulia, yang dibawa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam pembawa rahmat. Mereka sangat jauh dari Islam, Islam pun berlepas diri dari mereka. Jangan termakan oleh opini yang sangat dipaksakan untuk mengaitkan aksi-aksi itu dengan Islam. Opini semacam ini hanyalah muncul dari seseorang yang tidak paham terhadap ajaran Islam yang sesungguhnya dan tidak paham jati diri para teroris Khawarij tersebut, atau muncul dari orang-orang kafir ataupun muslim yang “mengail di air keruh“, yang sengaja menggunakan momentum ini untuk menyudutkan Islam dan muslimin, semacam yang dilakukan pelukis karikatur terlaknat dari Denmark beberapa tahun silam.
    Mungkin muncul pertanyaan, “Mengapa teroris Khawarij memerangi muslimin?” Jawabannya, bermula dari penyelewengan makna terhadap ayat:
    وَمَنْ لَمْ يَحْكُمْ بِمَا أَنْزَلَ اللَّهُ فَأُولَئِكَ هُمُ الْكَافِرُونَ (44) [المائدة/44]
    “Barangsiapa yang berhukum dengan selain hukum Allah, maka mereka adalah orang-orang kafir.“ (Al-Maidah: 44)
    Kemudian, vonis brutal kepada banyak pihak sebagai kafir. Berikutnya, serampangan dalam memahami dan menerapkan dalil-dalil tentang larangan terhadap seorang muslim berloyal kepada orang kafir, sehingga beranggapan bahwa banyak muslimin sekarang, baik pemerintah secara khusus maupun rakyat sipil secara umum, telah berloyal kepada orang-orang kafir. Konsekuensinya, mereka tidak segan-segan menganggap banyak muslimin sebagai orang kafir. Semua itu berujung kepada tindakan teror yang mereka anggap sebagai jihad fi sabilillah.
    Sebuah pemahaman yang sangat dangkal. Tidak sesederhana itu menghukumi seorang muslim sebagai kafir, disebabkan si muslim tersebut tidak berhukum dengan hukum Allah Subhanahu wa Ta’ala. Dan tidak sesederhana itu menghukumi seorang muslim sebagai kafir, disebabkan si muslim tersebut loyal kepada orang kafir. Karena loyal itu bertingkat-tingkat, dan sebabnya pun bermacam-macam. Loyal yang jelas membuat seseorang menjadi kafir adalah bila loyalnya karena cinta atau ridha kepada agama si kafir tersebut. Untuk lebih lengkapnya, lihat pembahasan masalah takfir ini pada Asy Syariah Vol.I/08/1425 H/ 2004.

    Kunjungi http://www.merekaadalahteroris.com/

  89. Zacky said

    Apakah anda merasa kalau anda sebagai pengikut AHLUSSUNNAH WALJAMAAH….? Sementara pengikut Iman Muhammad Bin Abdul Wahab membidahkan adanya jamaah itu sendiri…? Dan apakah itu divinisi sunah itu menurut hukum fiqh…? Apakah adanya hukum “uruf, ijma” dan qiyaas yang menjadi usus NU itu bisa dikatakan salah bahkan sesat…? Sementara ketiga usus diantara dua usus lainnya juga bersumber dari hadits yang sah…? Dan jika itu dikatakan hanya berlandaskan akal-akalan belaka, apakah tidak lebih akal-akalan lagi para pintar (katanya) yang sudah berani mengatakan salah para Allamah yang sudah jelas mempuni disegala segi (ilmu maupun wira”inya). Benarkah mereka lebih pintar…?
    Mari kita berdoa semoga kita mendapatkan ilmu yang bermamfaat dari Allah SWT. Dan ingatlah bahwa warga NU sangat mempercayai adanya BERKAH atau dalam divinisا arabnya adalah (النماءالخير). Sekian والله أعلم بالصواب واليه المرجع والمأب

    Abu Amin Jawab:
    Bismillah. Saudara Zacki Yang Budiman,
    Alloh Ta’ala Berfirman:
    وَذَكِّرْ فَإِنَّ الذِّكْرَى تَنفَعُ الْمُؤْمِنِينَ
    “Dan tetaplah memberi peringatan, karena sesungguhnya peringatan itu bermanfaat bagi orang-orang yang beriman”

    Akan tetapi peringatan dan nasehat yang diberikan hendaklah berdasarkan Kaidah-Kaidah Dakwah Untuk Meneggakkan Kalimat Alloh.
    Yaitu Dengan Berpedoman pada firman-Nya:

    ادْعُ إِلَى سَبِيلِ رَبِّكَ بِالْحِكْمَةِ وَالْمَوْعِظَةِ الْحَسَنَةِ وَجَادِلْهُمْ بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُ إِنَّ رَبَّكَ هُوَ أَعْلَمُ بِمَنْ ضَلَّ عَنْ سَبِيلِهِ وَهُوَ أَعْلَمُ بِالْمُهْتَدِينَ (النحل: 125).
    Serulah (manusia) kepada jalan Rob-mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk.

    قُلْ هَذِهِ سَبِيلِي أَدْعُو إِلَى اللَّهِ عَلَى بَصِيرَةٍ أَنَا وَمَنْ اتَّبَعَنِي وَسُبْحَانَ اللَّهِ وَمَا أَنَا مِنْ الْمُشْرِكِينَ (يوسف: 108).
    Katakanlah: “Inilah jalan (agama) ku, aku dan orang-orang yang mengikutiku mengajak (kamu) kepada Allah dengan hujjah yang nyata, Maha Suci Allah, dan aku tiada termasuk orang-orang yang musyrik”.

    Maka setiap muslim hendaknya berlatih berdiskusi berdasarkan budi pekerti yang luhur serta yang terpenting bermodalkan ILMU serta HUJAH SHAHIH dan tidak hanya sekedar Qilla Wa Qolla (BERITA KATANYA-KATANYA) atau hanya berdasarkan berita KAUM MUNAFIKIN DAN PARA PEMECAH BELAH YANG SUKA MENGADU DOMBA DIANTARA KAUM MUSLIMIN.

    Kita semua harus memahami selain Rosulillah Sholollohualaihi Wassalam TIDAK MA’SUM Artinya Boleh Diambil Perkataanya dan Boleh Ditolak Perkataanya, DIAMBIL PERKATAANYA JIKA SESUAI DAN MENCOCOKI ALQURA’AN/SUNNAH DENGAN PEMAHAMAN PARA SALAFU SHALIH.DAN SEBALIKNYA BOLEH DITOLAK JIKA MENYELISIHI ALQURA’AN/SUNNAH DENGAN PEMAHAMAN PARA SALAFU SHALIH DAN KITA DILARANG MENDAHULUKAN PERKATAAN KELOMPOK ATAU PERORANGAN DARI PERKATAAN NABIY karena nabi pernah bersabda:

    و قال ابن عباس : أراهم سيهلكون ! أقول : قال النبي صلى الله عليه و سلم ، و يقولون : قال أبو بكر و عمر(رواه أحمد و غيره، و صححه أحمد شاكر)
    “Aku mengira mereka akan binasa. Aku mengatakan, ‘Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda, sedang mereka mengatakan, ‘Abu Bakar dan Umar berkata’.” (HR. Ahmad dan Ibnu ‘Abdil Barr)

    DARI KOMENTAR ANTUM DIATAS ANA MENANGGAPI BAHWA:
    1.KETAHUILAH OLEH KITA BERSAMA BAHWA:
    تحترم الأئمة المجتهدين ، ولا تتعصب لواحد منهم
    بل تأخذ الفقه من القرآن و الأحاديث الصحيحة ، و من أقوالهم جميعا إذا وافق الحديث الصحيح ،
    AHLU SUNNAH WALJAMA’AH MEMPUNYAI PRINSIP menghormati para imam mujtahidin, tidak fanatik terhadap salah seorang di antara mereka.
    mengambil fiqh (pemahaman hukum-hukum Islam) dari Al-Qur’an dan hadits-hadits yang shahih serta Mengambil pendapat-pendapat imam mujtahidin yang sejalan dengan hadits shahih.

    Artinya JIKA APA YANG DISERUKAN SYEIKH MUHAMAD BIN ABDUL WAHAB MENCOCOKI ALQUR’AN DAN SUNNAH MAKA WAJIB DIAMBIL DAN JIKA TIDAK MENCOCOKINYA BOLEH DITOLAK.

    MAKA JIKA ANTUM MENGANGGAP KAMI ADALAH PENGIKUT BUTA (TAKLID BUTA) SYEIKH MUHAMMAD BIN ABDUL WAHAB MAKA ITU KEKELIRUAN YANG BESAR DAN MERUPAKAN FITNAH YANG DILONTARKAN KAUM JAHIL PEMECAH BELAH UMAT YANG KERJANYA HANYA MENCARI-CARI KESALAHAN KAUM MUSLIMIN.

    MAKA ANA TITIP SARAN KEPADA ANTUM UNTUK BERPALING DARI PENGACAU DARI DALAM ISLAM YAITU PARA MUNAFIKIN DAN PENGACAU DARI LUAR ATAU MISIONARIS YANG SENANG DENGAN PERPECAHAN KAUM MUSLIMIN, YANG MEREKA SENANG MEMBESAR BESARKAN KEJELEKAN KEDUA BELAH PIHAK DENGAN BERMODALKAN PERKATAAN BOHONG DAN DUSTA.

    Mari Kita ketahui bersama bahwa para PENISBAT MANHAJ SALAF, MENGAMBIL PEMAHAMAN DARI IMAM IMAM YANG MULIA TERSEBUT YANG MEREKA MANSYUR DENGAN AKIDAHNYA YANG LURUS MISAL IMAM SYAFI’I,IMAM MALIK,IMAM AHMAD,IMAM BUKHARIY,DAN SEMUA IMAM MUJTAHIDIN YANG DIAKUI MASYUR KARYA-KARYANYA DIKALANGAN AHLU SUNNAH.

    2.MARI KITA FAHAMI BERSAMA MAKNA AHLU SUNNAH:
    قال صلى الله عليه و سلم : “ألا و إن من قبلكم من أهل الكتاب افترقوا على ثنتين و سبعين ملة ، و إن هذه الملة ستفترق على ثلاثِ و سبعين : ثنتان و سبعون في النار ، وواحدة في الجنة، و هي الجماعة” (رواه أحمد و غيره و حسنه الحافظ)
    “Telah terpecah orang-orang yahudi menjadi tujuhpuluh satu golongan dan terpecah orang nashara menjadi tujuh puluh dua golongan. Dan akan terpecah ummatku menjadi tujuh puluh tiga golongan. Semuanya dalam neraka, kecuali satu golongan. Para sahabat bertanya: Siapakah mereka, wahai Rasulullah? Beliau berkata: Mereka adalah orang yang berdiri diatas apa yang aku dan para sahabatku berdiri diatasnya.” (HR Abu Daud and dishahihkan syaikh Al Albani dalam shohih Sunan Abu Daud 3/115)

    Dan juga beliau besabda dalam hadits yang diriwayatkan oleh Irbadh bin Sariyah radhiyallahu ‘anhu yang menerangkan tentang khuthbah beliau yang padanya beliau berwasiat untuk bertaqwa kepada Allah,
    maka beliau berkata:

    و قال صلى الله عليه و سلم : “أوصيكم بتقوى الله عز و جل و السمع و الطاعة و إن تأمر عليكم عبدٌ حبشيٌ، فإنه من يعش منكم فسيرى اختلافا كثيرا ، فعليكم بسنتي و سنة الخلفاء الراشدين المهديين تمسكوا بها و عضوا عليها بالنواجذ ، و إياكم و محدثات الأمور ، فإن كل محدثة بدعة ، و كل بدعة ضلالة ، و كل ضلالة في النار” (رواه النسائي و الترمذي و قال حديث حسن صحيح)

    Aku wasiatkan kaitan untuk bertaqwa kepada Allah, mendengar dan taat, walau yang memimpin kalian adalah budak dar-i Habsyi.” Kemudian beliau menyuruh untuk berittiba’ kepada sunnahnya dan sunnah para khatifahnya yang rasyid dan mendapat hidayah. Beliau katakan: “Gigitlah dia dengan gigi geraham kalian. Dan hati-hatilah kalian dari perkara-perkara yang baru dalam agama, karena setiap perkara yang baru adalah bid’ah dan setiap kebid’han adalah sesat.” (HR Turmudzi dan dishohihkan syaikh Al Albani datam shohih sunan Turmudzi no.2830).

    DAN ROSUL SHOLOLLOHUALAIHI WASSALAM MENDEFINISIKAN DENGAN RIWAYAT LAINYA:

    و في رواية : “كلهم في النار إلا مله واحدة : ما أنا عليه و أصحابي” رواه الترمذي و حسنه الألباني في صحيح الجامع 5219
    “Semua golongan tersebut tempatnya di Neraka, kecuali satu
    (yaitu) yang aku dan para sahabatku meniti di atasnya.” (HR.
    At-Tirmidzi, dan di-hasan-kan oleh Al-Albani dalam Shahihuljami’ 5219)

    Dan Alloh Ta’ala memuji mereka dengan FirmanNya:

    وَالسَّابِقُونَ الأَوَّلُونَ مِنْ الْمُهَاجِرِينَ وَالأَنصَارِ وَالَّذِينَ اتَّبَعُوهُمْ بِإِحْسَانٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمْ وَرَضُوا عَنْهُ وَأَعَدَّ لَهُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي تَحْتَهَا الأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا أَبَدًا ذَلِكَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ (التوبة: 100).
    “Orang-orang yang terdahulu lagi yang pertama-tama (masuk Islam) dari golongan muhajirin dan anshar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah ridha kepada mereka dan merekapun ridha kepada Allah dan Allah menyediakan bagi mereka surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya selama-lamanya. Mereka kekal di dalamnya. Itulah kemenangan yang besar”.

    DARI DALIL DALI DIATAS PERLU KITA FAHAMI DAN DIRENUNGKAN BERSAMA BAHWA AHLU SUNNAH WALJAMAAH,TIDAK HARUS BERADA DALAM SATU KELOMPOK, BUKAN PARTAI, TIDAK HARUS SATU WARNA BAJU, TIDAK HARUS DALAM SATU WILAYAH (MISAL HANYA SAUDI ARABIA SAJA), BUKAN ORGANISASI, TIDAK HARUS DALAM SATU SUKU ATAU WARNA KULIT.

    AKAN TETAPI YANG DIMAKSUD DALAM DALIL DIATAS ADALAH MEREKA YANG BERSUNGGUH-SUNGGUH, MEREKA YANG BERKOMITMENT, MEREKA YANG MENGIKUTI, MEREKA YANG BERPEGANG TEGUH , MEREKA YANG CINTA, MEREKA YANG MENGHIDUP-HIDUPKAN DARI SUNNAH SUNNAH ROSULILLAH SHOLOLLOHUALAIHI WASSALAM DIDALAM KEHIDUPANYA DENGAN BERLANDASKAN HADITS YANG SHAHIH.

    DAN IBNU MAS’UD PERNAH BERKATA BAHWA AHLU SUNNAH ADALAH MEREKA YANG BERADA DALAM KEBENARAN WALAUPUN SENDIRIAN .

    DENGAN DEMIKIAN : TIDAK SETIAP ORANG YANG MENGKLAIM MENJADI ANGGOTA ORGANISASI TERTENTU ADALAH AHLU SUNNAH, TIDAK SETIAP ORANG YANG MENGAKU SALAFIY ADALAH SEORANG YANG PASTI SALAF, SEMUA ITU DITIMBANG BERDASARKAN, ITIQODNYA, ILMU NYA, AMAL AMALNYA, YANG DIBAWA DIRINYA BENAR MENCOCOKI SUNNAH SUNNAH NABIY TIDAK? JIKA MENCOCOKI MAKA ITU DISEBUT AHLU SUNNAH.

    DAN SEBALIKNYA BAGAIMANA JIKA AKIDAHNYA,ILMUNYA, AMAL-AMALNYA SETIAP DIRI YANG MENGAKU AHLU SUNNAH MENYELISIHI HADITS HADITS NABIY SHOLOLLOHUALAIHI WASSALAM APAKAH PANTAS DIA MENDAPAT GELAR AHLU SUNNAH, PADAHAL AMAL AMALNYA BERLAINAN BAHKAN BERTENTANGAN DENGAN SUNNAH YANG DIPERINTAHKAN ROSUL SHOLOLLOHUALAIHI WASSALAM.

    ADAPUN MEREKA YANG MENGERJAKAN KEBID’AHAN ATAU MENYELISIHI SUNNAH DIKARENAKAN BELUM MENDAPATKAN ILMUNYA ATAU TIDAK SENGAJA MENJALANKANYA MAKA INI TERMAKLUMI.KARENA ALLOH TA’ALA MAHA PEMURAH DAN TIDAK MEMBEBANI SUATU KAUM MELAINKAN SESUAI KESANGGUPANYA.AKAN TETAPI WAJIB BAGI ORANG YANG TERMAKLUMI INI MENGERAHKAN USAHANYA UNTUK MENCARI DENGAN IHKLAS DARI KEKURANGAN KEKURANGANYA.

    INTINYA TIDAK SEMBARANG INDIVIDU ATAU KELOMPOK DI BOLEHKAN UNTUK DI BID’AHKAN DAN TDAK SEMBARANG INDIVIDU BOLEH MEMBID’AHKAN, ATAU MENUDUH DENGAN KATA KATA YANG KEJI, SEMUA HARUS DENGAN PENELITIAN YANG MATANG DENGAN DALIL DALIL YANG JELAS DAN DALIL GAMBARAN KENYATAAN YANG DIKETAHUIANYA SEBENANYA.

    SAUDARA ZACKY YANG BUDIMAN, ANA NASEHATKAN UNTUK TIDAK MENGATAKAN BAHWA SYEIKH MUHAMAD BIN ABDUL WAHAB SEMBARANGAN MEMBID’AHKAN.

    ANTUM BERKATA BAHWA SYEIKH MUHAMMAD MEMBID’AHKAN “”AHLU SUNNAH WALJAMAAH” INI ADALAH PERKATAAN TANPA ILMU YANG BARU ANA DENGAR, KETAUILAH OLEH KITA SETIAP ULAMA’ HAQ SANGAT BERHATI HATI DENGAN UCAPANYA, UNTUK ITU ANTUM HARUS MENDATANGKAN BUKTI DARI SETIAP UCAPAN YANG DITUDUHKAN.

    DUHAI SAUDARA YANG BUDIMAN, KETAHUILAH OLEH KITA BERSAMA BAHWA KITA SAMA SAMA PUNYA ALQUR’AN KITA SAMA SAMA PUNYA HADITS, KITA MEMPUNYAI MANUSKRIP ASLI KARYA ULAMA SALAFIYAH YANG SHALIH YANG BISA MENJADI HUJAH YANG TERANG ,KENAPA SETIAP MUSLIM TIDAK MAU JUJUR DENGAN DIRINYA SENDIRI UNTUK MERUJUK KEPADA KITAB KITA TERSEBUT.MEREKA LEBIH SENANG MENGAMBIL PERKATAAN NENEK MOYANGNYA, MEREKA LEBIH SUKA DENGAN KEUMUMAN TANPA KEBENARAN.
    MAKA JANGANLAH KITA MENYERUPAI YAHUDI DAN NASHORO YANG MENUDUH TANPA MAU MERUJUK KEMBALI KEPADA ALQURAN DAN SUNNAH

    وَقَالَتْ الْيَهُودُ لَيْسَتْ النَّصَارَى عَلَى شَيْءٍ وَقَالَتْ النَّصَارَى لَيْسَتْ الْيَهُودُ عَلَى شَيْءٍ وَهُمْ يَتْلُونَ الْكِتَابَ كَذَلِكَ قَالَ الَّذِينَ لا يَعْلَمُونَ مِثْلَ قَوْلِهِمْ فَاللَّهُ يَحْكُمُ بَيْنَهُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ فِيمَا كَانُوا فِيهِ يَخْتَلِفُونَ

    Dan orang-orang Yahudi berkata: “Orang-orang Nasrani itu tidak mempunyai suatu pegangan”, dan orang-orang Nasrani berkata: “Orang-orang Yahudi tidak mempunyai sesuatu pegangan,” padahal mereka (sama-sama) membaca Al Kitab. Demikian pula orang-orang yang tidak mengetahui, mengatakan seperti ucapan mereka itu. Maka Allah akan mengadili diantara mereka pada hari Kiamat, tentang apa-apa yang mereka berselisih padanya. QS Albaqoroh 113.

    يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَطِيعُوا اللَّهَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ وَأُوْلِي الأَمْرِ مِنْكُمْ فَإِنْ تَنَازَعْتُمْ فِي شَيْءٍ فَرُدُّوهُ إِلَى اللَّهِ وَالرَّسُولِ إِنْ كُنتُمْ تُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ ذَلِكَ خَيْرٌ وَأَحْسَنُ تَأْوِيلاً
    Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Quran) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya. QS.Anisa 59

    3.SUDAH ANA SEBUTKAN BAHWA SELAIN ROSULILLAH MEMPUNYAI KESALAHAN INI SEBAGIMANA SABDA NABI SHOLOLLOHUALAIHI WASSALAM:

    ” كلّ بني آدم خطاء و خير الخطائين التوابون”
    “Setiap bani Adam (pernah) melakukan kesalahan, dan sebaikbaik orang yang melakukan kesalahan adalah mereka yang bertaubat.” (Hadits hasan riwayat Imam Ahmad)

    Ulama Yang Shalih sebelumnya tidak mungkin bertentangan dengan ulama shalih setelahnya dalam masalah Akidah (Aqidah AHLU SUNNAH WALJAMAAH ) artinya Tulisan atau Perkataan Ulama Yang Sesuai Alquran dan Hadits Dikokohkan, Sedangkan yang tidak Sejalan Dengan Keduanya dikoreksi dan diberi catatan Dalam Syarh Kitab Kitab Karya Mereka.

    INI SEJALAN DENGAN PERKATAAN PARA IMAM ITU SENDIRI:

    MISALNYA prinsip beliau Imam Syafi’i Rahimahulloh dalam memahami Islam telah dinyatakan dalam beberapa penegasan beliau sebagaimana yang diriwayatkan oleh Al-Imam Al-Hafidh Abu Nu’aim Ahmad bin Abdullah Al-Ashfahani rahimahullah dalam kitabnya yang berjudul Hilyatul Auliya’ sebagai berikut:

    Imam Syafi’i Berkata:
    “Bila telah pasti keshahihan satu hadits bahwa itu dari Rasulullah shallallahu `alaihi wa alihi wasallam , maka aku pun berpendapat seperti yang tertera di hadits itu dan aku bermadzhab dengannya dan aku tetap berpendapat dengannya. Dan bila satu hadits itu tidak aku yakini keshahihannya, aku pun tidak berpegang dengannya dalam berpendapat.”

    Juga beliau menyatakan:

    “Setiap aku berpendapat dengan suatu pendapat, dan ternyata pendapatku itu berbeda dengan riwayat shahih dari sabda Nabi shallallahu `alaihi wa alihi wasallam , maka hadits Nabi yang shahih itu lebih utama untuk kamu ikuti dan jangan kalian bertaqlid (yakni ikut membabi buta –pent) kepadaku.” ( Al-Hilyah )

    Juga beliau menegaskan:

    “Apabila engkau dapati ajaran dari Rasulullah shallallahu `alaihi wa alihi wasallam , maka ikutilah ajaran itu dan jangan kalian menoleh kepada pendapat seorang pun.” ( Al-Hilyah )

    Al-Imam Syamsuddin Muhammad bin Ahmad bin Utsman Adz-Dzahabi rahimahullah juga meriwayatkan dalam kitabnya yang berjudul Siar A’lamin Nubala’ jilid 10 hal. 34 pernyataan Al-Imam Asy-Syafi’i rahimahullah sebagai berikut:

    Ar-Rabi’ bin Sulaiman Al-Muradi meriwayatkan: Aku mendengar Asy-Syafi’i menyatakan: “Apabila kalian mendapati dalam kitabku perkara yang berbeda dari Sunnah Rasulillah shallallahu `alaihi wa alihi wasallam (yakni ajarannya), maka hendaknya kalian berpendapat sesuai dengan Sunnah itu, dan tinggalkanlah apa yang aku katakan padanya.”

    Maka dengan berbagai riwayat pernyataan Al-Imam Asy-Syafi’i tersebut, mestinya bila kita konsisten dengan madzhab Syafi’i, kita merujuk kepada sabda Nabi shallallahu `alaihi wa alihi wasallam tentang kenyataan bahwa bid’ah itu semuanya Dholal. Dan kita meninggalkan pendapat Al-Imam Asy-Syafi’i yang menyatakan bahwa bid’ah itu tidaklah semuanya sesat, akan tetapi ada yang sesat dan ada yang hasanah (yakni baik).

    Apalagi Imam Syafi’i dalam berijtihad sehingga melahirkan pendapat yang demikian itu berdalil dengan perkataan Umar bin Khattab dan bukan berdalil dengan Al-Qur’an dan As-Sunnah.

    Sungguh Ahlu Sunnah adalah
    تحترم الأئمة المجتهدين ، ولا تتعصب لواحد منهم
    menghormati para imam mujtahidin, akan tetapi tidak fanatik terhadap salah seorang di antara mereka.

    Oleh karena itu jika kita meninggalkan pendapat seorang Imam karena pendapatnya tidak mencocoki Sunnah Nabi, bukanlah berarti kita mecerca atau menghina Imam tersebut. Akan tetapi kita meninggalkan pendapat beliau dalam satu masalah, adalah karena BIMBINGAN BELIAU juga dalam MENTAATI SUNNAH NABI.

    Kita juga menilai pendapat seorang Imam itu tidak mencocoki Sunnah Nabi, bukan berarti kita menilai bahwa Imam tersebut telah menyimpang dari Sunnah Nabi. Akan tetapi kita menilai demikian karena kita diajari oleh beliau-beliau para Imam itu, bahwa seorang Imam itu tidaklah ma’shum ( tidak terjaga dari kemungkinan lupa dan salah dalam berijtihad memahami Islam) seperti ma’shum nya Nabi Muhammad shallallahu `alaihi wa alihi wasallam . Bahkan Nabi kita mengajari kita bahwa kekeliruan dalam berijtihad itu bukanlah tercela akan tetapi kita dilarang fanatik.

    Oleh Karena itu bila antum konsisten dengan perkataan Imam Syafi’i, tentu seharusnya antum lebih berpegang teguh dengan apa yang menjadi prinsip Imam Asy-Syafi’i rahimahullah sebagaimana pernyataan beliau diatas yaitu untuk kembali kepada Hadits yang shahih. Sekarang ana bawakan hadits shahih tersebut dibawah ini:

    . و قال صلى الله عليه و سلم : “أوصيكم بتقوى الله عز و جل و السمع و الطاعة و إن تأمر عليكم عبدٌ حبشيٌ، فإنه من يعش منكم فسيرى اختلافا كثيرا ، فعليكم بسنتي و سنة الخلفاء الراشدين المهديين تمسكوا بها و عضوا عليها بالنواجذ ، و إياكم و محدثات الأمور ، فإن كل محدثة بدعة ، و كل بدعة ضلالة ، و كل ضلالة في النار” (رواه النسائي و الترمذي و قال حديث حسن صحيح)

    “Aku wasiatkan padamu agar engkau bertakwa kepada Allah, patuh dan ta’at, sekalipun yang memerintahmu seorang budak Habsyi. Sebab barangsiapa hidup (lama) di antara kamu tentu akan menyaksikan perselisihan yang banyak. Karena itu, berpegang teguhlah pada sunnahku dan sunnah khulafa’ur rasyidin yang (mereka itu) mendapat petunjuk. Pegang teguhlah ia sekuat-kuatnya. (Dan hati-hatilah terhadap setiap perkara yang diada-adakan, karena SEMUA PERKARA yang diada-adakan itu adalah bid’ah, sedang SETIAP bid’ah adalah sesat (dan setiap yang sesat tempatnya di dalam Neraka).” (HR. Nasa’i dan At-Tirmi-dzi, Hadits hasan shahih).

    Ana berharap antum mencermati dan memahami hadits diatas dan ana tegaskan lagi bahwa Imam Syafi’i dalam berijtihad sehingga melahirkan pendapat bahwa bid’ah ada dua (sebagaimana pernyataan antum) beliau rahimahulloh berdalil dengan perkataan Umar bin Khattab dan bukan berdalil dengan Al-Qur’an dan As-Sunnah.

    Sehingga merasa perlu ana menyampaikan kepada antum satu riwayat Sebagaimana diatas :
    و قال ابن عباس : أراهم سيهلكون ! أقول : قال النبي صلى الله عليه و سلم ، و يقولون : قال أبو بكر و عمر(رواه أحمد و غيره، و صححه أحمد شاكر)

    Ibnu Abbas berkata:

    “Aku mengira mereka akan binasa. Aku mengatakan, ‘Nabi Shallallahu’alaihi wasallam bersabda, sedang mereka mengatakan, ‘Abu Bakar dan Umar berkata’.” (HR. Ahmad dan Ibnu ‘Abdil Barr)

    Maka mari kita renungi dan fahami lagi hadits-hadits diatas dan artikan dengan Qowaid Bahasa Arob Nahwu Wa Sharf, Jika antum berpihak kepada kebenaran maka insyalloh akan antum temui kebenaranya, akan tetapi jika antum menentang kebenaran maka kepada-Nya kita mengadu.

    Mari kita fahami bahwa Alloh dan Rosul-Nya membuat syariat agama ini sangatlah sempurna maka janganlah kita menambahi atau menguranginya dan jangan pula mendahului-Nya.Alloh jalla wa Ala lebih mengerti kebutuhan kita wahai sahabat maka janganlah kita merasa kurang dengan Agama yang diturunkan-Nya.

    Alloh Berfirman :
    يا أيها الذين آمنوا لا تُقدِّموا بين يدَيِ الله و رسولِه ، و اتقوا الله إن الله سميعٌ عليم ” (سورة الحجرات)
    Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mendahului Allah dan RasulNya dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguh-nya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (Al-Hujurat: 1)

    4. Serta yang terahir marilah kita jujur kepada diri ini, dengan merenungkan larangan Rosul Shollollohualaihi wassalam diatas,
    Dan Dengan Mengacu Perintah RobMU Dengan FirmanNya :

    وَمَا آتَاكُمْ الرَّسُولُ فَخُذُوهُ وَمَا نَهَاكُمْ عَنْهُ فَانْتَهُوا وَاتَّقُوا اللَّهَ
    Apa yang diberikan Rasul kepadamu, maka terimalah. Dan apa yang dilarangnya bagimu, maka tinggalkanlah. Dan bertakwalah kepada Allah. Alhasyr ayat 7.

    Masalah Barokah. Maka Setiap Muslim Yang Beraqidah Ahlu Sunnah Mempercayainya, Tapi Semua itu perlu perincian.

    Semoga hidayah atas kita semua yang mau mengihlaskan diri ini diatas tali Agama Alloh.Allohua’lam Bishowab.

  90. Ibnu Putra said

    Assalamu’alaikum.
    Akhi Abu Amina kaifa haluk?
    Ana masih awam ttg Islam dengan manhaj yang benar, jadi ana ijin download materi-materi di blog Akhi buat ana belajar.
    Jazakumulloh khoiron katsiro.

    Ibnu Putra
    Cirebon

    Waalaikumusalam Warohmatulloh
    Alhamdulillah Baik.Subhanalloh ya ahki semoga ilmu bermanfaat menyertai usaha antum demikian amal amal yang mudah mudahan diterimanya.

  91. pipih novrian said

    Assalamu’alaikum warahmatullahiwabarakaatuh !
    Bismillahirrahmanirrahim

    Ana mohon ijin kepada pengasuh situs ini untuk mendownload, kumpulan surat – surat dalam al qur’an.
    sebelumnya ana ucapkan terimakasi….syukran katsir….!!!

    Waalaikumussalam Warohmatulloh Wabarokatuh,
    Silahkan Didownload dan dibagi bagikan gratis, semoga menjadi jalan kebahagiaan antum dan keluarga.Waiyyakum.

  92. Ibnu Putra said

    Assalamu’alaikum.

    Akhi, ana mau tanya.
    Bagaimana penilaian kesalahan dlm islam bagi seseorang yang belum baligh dan orang yang sudah baligh dalam hal hukum muamalah seperti berbohong, mencuri atau berkata kasar, apakah mereka berdua tetap dihukumi sama?
    Mohon penjelasan ya Akhi.
    Syukron

    Ibnu Putra.

    Waalaykumussalam Warohmatulloh. Pengunjung Yang budiman.

    1.Penilaian bagi Anak Yang Belum Baligh Insyalloh Sudah Terjawab dengan hadits dibawah ini:

    Allah Ta’ala menjadikan akal sebagai tempat bergantungnya hukum sehingga orang yang tidak berakal tidak dibebani hukum. Rosul Aalaisholatu Wassalam bersabda:

    رُفِعَ الْقَلَمُ عَنْ ثَلاَثَةٍ عَنِ الْمَجْنُوْنِ الْمَغْلُوْبِ عَلىَ عَقْلِهِ حَتَّى يَبْرَأَ وَعَنِ النَّائِمِ حَتَّى يَسْتَيْقَظَ وَعَنِ الصَّبِيِّ حَتَّى يَحْتَلِمُ
    “Pena diangkat dari tiga golongan: orang yang gila yang akalnya tertutup sampai sembuh, orang yang tidur sehingga bangun, dan anak kecil sehingga baligh.” (HR. Ibnu Khuzaimah, Ibnu Hibban, dan Ad-Daruquthni dari shahabat ‘Ali dan Ibnu ‘Umar, Asy-Syaikh Al-Albani mengatakan: “Shahih” dalam Shahih Jami’, no. 3512)

    Akan tetapi wajib bagi orang tua dari anak anak yang belum baligh untuk menasehati,mengarahkan, membimbing kepada jalan kebenaran, sehingga pada saat baligh nanti anak anak tsb sudah terpatri dalam hatinya yaitu mempunyai pelajaran dan pengajaran untuk mengetahui bahwa tindakanya yang dahulu dikerjakan adalah pelanggaran sehingga tidak patut diulangi lagi.

    2.Secara Umum Hukum dan Akibat Bagi Seorang yang sudah baligh seperti dibawah ini:

    ~Hukuman dan akibat yang diperoleh di dunia
    - Orang yang berbuat dzalim tidak beroleh keberuntungan.
    Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

    إِنَّهُ يُفْلِحُ الظَّالِمُوْنَ

    “Sesungguhnya tidak beruntung orangorang yang berbuat dzalim.” (Al-An’am: 135)
    - Terkadang orang yang berbuat dzalim terhalang dari mendapatkan petunjuk/hidayah taufiq . Allah Subhanahu wa Ta’ala nyatakan hal ini dalam firman-Nya:

    إِنَّ اللهَ لاَ يَهْدِي الْقَوْمَ الظَّالِمِيْنَ

    “Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang berbuat dzalim.” (Al-An’am: 144)
    Sementara hidayah taufiq ini harus kita pinta kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dan terus berulang kita mohonkan pada-Nya dalam setiap shalat, tatkala membaca Al-Fatihah dalam setiap rakaat:

    اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيْمَ

    “Berilah petunjuk pada kami kepada jalan yang lurus.” (Al-Fatihah: 6)
    Lalu adakah permintaan ini akan diijabahi bila perbuatan dzalim senantiasa menyertai?
    - Balasan kedzaliman akan diterima di dunia, sebelum nantinya akan dibalas pula di akhirat. Abu Bakrah Nufai’ ibnul Harits radhiyallahu ‘anhu berkata: Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

    مَا مِنْ ذَنْبٍ أَجْدَرُ أَنْ يُعَجِّلَ اللهُ تَعَالَى لِصَاحِبِهِ الْعُقُوْبَةَ فِي الدُّنْيَا، مَعَ مَا يَدَّخِرُ لَهُ فِي اْلآخِرَةِ مِنَ الْبَغْيِ وَقَطِيْعَةِ الرَّحِمِ

    “Tidak ada satu dosa yang paling pantas untuk Allah Subhanahu wa Ta’ala segerakan hukumannya di dunia disertai simpanan hukuman yang akan diperolehnya di akhirat, selain dosa kedzaliman dan memutuskan silaturahim.” (HR. Abu Dawud no. 4902, dihasankan Asy-Syaikh Muqbil bin Hadi Al-Wadi`i rahimahullahu dalam Al-Jami’ush Shahih Mimma Laisa fish Shahihain no. 1166)
    - Kedzaliman merupakan sebab datangnya musibah di dunia, baik itu berupa kelaparan, wabah penyakit, banjir, gempa bumi, gunung meletus, kemiskinan, pembunuhan, tingginya harga barang, dan sebagainya. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

    وَإِنَّ لِلَّذِيْنَ ظَلَمُوا عَذَابًا دُوْنَ ذَلِكَ وَلَكِنَّ أَكْثَرَهُمْ يَعْلَمُوْنَ

    “Sesungguhnya bagi orang-orang yang dzalim, mereka akan beroleh adzab sebelum kematian mereka , akan tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui.” (Ath-Thur: 47)
    - Meratanya adzab pada satu kampung/daerah yang penduduknya berbuat dzalim.
    Apabila kedzaliman telah tersebar di tengah masyarakat dan penduduknya melakukan perbuatan dzalim secara terang-terangan, maka bisa jadi Allah Subhanahu wa Ta’ala akan meratakan adzab kepada mereka sehingga hampir-hampir tak ada seorang pun dari mereka yang selamat, sampaipun orang shalih yang ada di masyarakat tersebut ikut terkena adzab . Sebagaimana Allah Subhanahu wa Ta’ala menyebutkan tentang apa yang diperbuat-Nya kepada penduduk negeri yang dzalim:

    وَكَمْ قَصَمْنَا مِنْ قَرْيَةٍ كَانَتْ ظَالِمَةً وَأَنْشَأْنَا بَعْدَهَا قَوْمًا آخَرِيْنَ

    “Dan berapa banyak penduduk negeri yang dzalim yang telah Kami binasakan dan Kami adakan sesudah mereka itu kaum yang lain sebagai penggantinya.” (Al-Anbiya: 11)
    Allah Subhanahu wa Ta’ala memperingatkan:

    وَاتَّقُوا فِتْنَةً لاَ تُصِيْبَنَّ الَّذِيْنَ ظَلَمُوا مِنْكُمْ خَاصَّةً

    “Dan jagalah diri-diri kalian dari fitnah (adzab/ujian) yang tidak hanya menimpa orang-orang dzalim di antara kalian secara khusus.” (Al-Anfal: 25)
    Asy-Syaikh Abdurrahman bin Nashir As-Sa`di rahimahullahu berkata dalam menafsirkan ayat di atas: “Bahkan adzab itu menimpa pelaku kedzaliman dan juga selainnya. Hal ini terjadi apabila kedzaliman dilakukan secara terang-terangan sementara tidak ada yang berusaha merubahnya, maka hukuman yang datang pun merata menimpa pelakunya dan selain pelakunya. Cara menjaga diri dari fitnah ini adalah dengan melarang dari perbuatan mungkar, mematahkan/menghancurkan orang-orang jelek dan yang suka membuat kerusakan, selain itu selama memungkinkan mereka tidak membiarkan kemaksiatan dan kedzaliman mendominasi/bisa unjuk gigi.” (Taisir Al-Karimur Rahman hal. 318)

    ~Hukuman dan Akibat yang Diperoleh di Akhirat
    Hukuman yang dipersiapkan Allah Subhanahu wa Ta’ala di akhirat jauh lebih dasyhat dan mengerikan daripada adzab di dunia, sebagaimana kabar yang kita dapatkan dari Al-Qur’an dan As-Sunnah berikut ini:
    - Orang-orang yang dzalim tidak memiliki penolong, teman dekat dan pemberi syafaat.
    Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

    وَمَا لِلظَّالِمِيْنَ مِنْ أَنْصَارٍ

    “Dan tidak ada penolong bagi orangorang dzalim.” (Ali Imran)

    مَا لِلظَّالِمِيْنَ مِنْ حَمِيْمٍ وَلاَ شَفِيْعٍ يُطَاعُ

    “Orang-orang dzalim tidak memiliki teman setia seorang pun dan tidak pula seorang pemberi syafaat yang diterima syafaatnya.” (Ghafir: 18)
    Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

    صِنْفَانِ مِنْ أُمَّتِي لَنْ تَنَالَهُمَا شَفَاعَتِي: إِمَامٌ ظَلُوْمٌ غَشُوْمٌ، وَكُلُّ غَالٍ مَارِقٍ

    “Ada dua golongan dari umatku yang tidak akan beroleh syafaatku yaitu pemimpin yang sangat dzalim lagi lalim dan setiap orang yang ghuluw yang keluar/menyimpang dari agama.” (HR. Ath-Thabrani dalam Al-Kabir 8/337/8079, dihasankan oleh Asy-Syaikh Al-Albani rahimahullahu dalam Ash-Shahihah no. 470)
    - Bangkrutnya orang-orang dzalim pada hari ditampakkannya amalan.
    Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

    أَتَدْرُوْنَ مَا الْمُفْلِسُ؟ قَالُوْا: الْمُفْلِسُ فِيْنَا مَنْ لاَ دِرْهَمَ لَهُ وَلاَ مَتَاعَ. فَقَالَ: إِنَّ الْمُفْلِسَ مِنْ أُمَّتِي مَنْ يَأْتِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ بِصَلاَةٍ وَصِيَامٍ وَزَكَاةٍ، وَيَأْتِي قَدْ شَتَمَ هَذَا وَقَذَفَ هَذَا وَأَكَلَ مَالَ هَذَا وَسَفَكَ دَمَ هَذَا وَضَرَبَ هَذَا، فَيُعْطَى هَذَا مِنْ حَسَنَاتِهِ وَهذَا مِنْ حَسَنَاتِهِ. فَإِنْ فَنِيَتْ حَسَنَاتُهُ قَبْلَ أَنْ يُقْضَى مَا عَلَيْهِ، أُخِذَ مِنْ خَطَايَاهُمْ فَطُرِحَتْ عَلَيْهِ ثُمَّ طُرِحَ فِي النَّارِ

    “Tahukah kalian siapakah orang yang bangkrut itu?” Mereka menjawab: “Orang yang bangkrut di kalangan kami adalah orang yang tidak memiliki dirham dan tidak pula memiliki harta/barang.” Rasulullah bersabda: “Sesungguhnya orang yang bangkrut dari umatku adalah orang yang datang pada hari kiamat dengan membawa pahala shalat, puasa, dan zakat. Namun ia juga datang dengan membawa dosa kedzaliman. Ia pernah mencerca si ini, menuduh tanpa bukti terhadap si itu, memakan harta si anu, menumpahkan darah orang ini dan memukul orang itu. Maka sebagai tebusan atas kedzalimannya tersebut, diberikanlah di antara kebaikannya kepada si ini, si anu dan si itu. Hingga apabila kebaikannya telah habis dibagi-bagikan kepada orang-orang yang didzaliminya sementara belum semua kedzalimannya tertebus, diambillah kejelekan/kesalahan yang dimiliki oleh orang yang didzaliminya lalu ditimpakan kepadanya, kemudian ia dicampakkan ke dalam neraka.” (HR. Muslim no. 6522)
    Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda:

    مَنْ كَانَتْ لَهُ مَظْلَمَةٌ لأَخِيْهِ مِنْ عِرْضِهِ أَوْ شَيْءٍ فَلْيَتَحَلَّلْهُ مِنْهُ الْيَوْمَ قَبْلَ أَنْ لاَ يَكُوْنَ دِيْنَارٌ وَلاَ دِرْهَمٌ، إِنْ كاَنَ لَهُ عَمَلٌ صَالِحٌ أُخِذَ مِنْهُ بِقَدْرِ مَظْلَمَتِهِ، وَإِنْ لَمْ تَكُنْ لَهُ حَسَنَاتٌ أُخِذَ مِنْ سَيِّئَاتِ صَاحِبِهِ فَحُمِلَ عَلَيْهِ

    “Siapa yang pernah berbuat kedzaliman terhadap saudaranya baik menyangkut kehormatan saudaranya atau perkara-perkara lainnya , maka hendaklah ia meminta kehalalan dari saudaranya tersebut pada hari ini (di dunia) sebelum (datang suatu hari di mana di sana) tidak ada lagi dinar dan tidak pula dirham (untuk menebus kesalahan yang dilakukan, yakni pada hari kiamat). Bila ia memiliki amal shalih diambillah amal tersebut darinya sesuai kadar kedzalimannya (untuk diberikan kepada orang yang didzaliminya sebagai tebusan/pengganti kedzaliman yang pernah dilakukannya). Namun bila ia tidak memiliki kebaikan maka diambillah kejelekan orang yang pernah didzaliminya lalu dipikulkan kepadanya.” (HR. Al-Bukhari no. 2449)
    Dalam dua hadits di atas terdapat keterangan bahwa perbuatan dzalim pada hari kiamat nanti akan mengantarkan pada kebangkrutan.
    - Penyesalan orang yang dzalim pada hari kiamat.
    Ketika orang yang dzalim ini melihat bukti ancaman Allah Subhanahu wa Ta’ala pada hari kiamat, ia pun menyesali dirinya namun pada hari itu penyesalan tak lagi berguna. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

    وَلَوْ أَنَّ لِكُلِّ نَفْسٍ ظَلَمَتْ مَا فِي اْلأَرْضِ لافْتَدَتْ بِهِ وَأَسَرُّوا النَّدَامَةَ لَمَّا رَأَوُا الْعَذَابَ وَقُضِيَ بَيْنَهُمْ بِالْقِسْطِ وَهُمْ لاَ يُظْلَمُوْنَ

    “Kalau seandainya setiap diri yang dzalim itu memiliki segala apa yang ada di bumi ini, niscaya dia akan menebus dirinya dengan itu, dan mereka menyembunyikan penyesalannya ketika mereka telah menyaksikan adzab itu. Dan telah diberikan keputusan di antara mereka dengan adil sedang mereka tidak dianiaya.” (Yunus: 54)
    - Ancaman masuk neraka bagi orang yang berbuat dzalim.
    Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

    مَنِ اقْتَطَعَ حَقَّ امْرِئٍ مُسْلِمٍ بِيَمِيْنِهِ فَقَدْ أَوْجَبَهُ اللهُ النَّارَ وَحَرَّمَ عَلَيْهِ الْجَنَّةَ. فَقَالَ رَجُلٌ: وَإِنْ كَانَ شَيْئًا يَسِيْرًا، يَا رَسُوْلَ اللهِ؟ فَقَالَ: وَإِنْ كَانَ قَضِيْبًا مِنْ أَرَاكٍ

    “Siapa yang mengambil hak seorang muslim maka sungguh Allah telah mewajibkan neraka baginya dan mengharamkan surga baginya”. Ada seseorang yang bertanya: “Walaupun itu sesuatu yang remeh/sedikit wahai Rasulullah?” Beliau menjawab: “Walaupun cuma sepotong kayu arak.” (HR. Muslim no. 351)
    Abu Salamah (seorang tabi’in) mengabarkan bahwa pernah terjadi pertikaian antara dirinya dengan orang-orang dalam masalah tanah, maka diceritakannya hal itu kepada Aisyah radhiyallahu ‘anhu. Aisyah pun berkata kepadanya: “Wahai Abu Salamah, lebih baik engkau jauhi tanah tersebut, karena Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda:

    مَنْ ظَلَمَ قِيْدَ شِبْرٍ مِنَ اْلأَرْضِ طُوِّقَهُ مِنْ سَبْعِ أَرَضِيْنَ

    “Siapa yang berbuat dzalim terhadap satu jengkal tanah maka akan ditimpakan/dipikulkan padanya tujuh lapis bumi.” (HR. Al-Bukhari no. 2453 dan Muslim no. 4113)

    Allohua’lam Bishowab
    Ana Sarankan antum ikut milis Anashihah.com
    untuk pertanyaan-pertanyaan seperti ini karena disana banyak ustadz yang mengasuh dan lebih luas ilmunya.

  93. Ibnu Putra said

    Assalamu’alaikum.

    Syukron atas penjelasannya ya Akhi Ustadz Abu Amina.
    Jazakalloh khoiron.
    Barokallohufik.
    Ibnu Putra

    Waiyyakum, Ya Akhona Ibnu Putra.

  94. dhirgham said

    assalamualaikum
    blog yg bagus akh
    boleh tukeran link
    jika berkenan ngelink blog ana nti ana link balik
    syukron

    Waalaykumussalam Warohmatulloh,Tafadzol
    Insyalloh Ta’ala.

  95. Muhammad Al-Ghifariy said

    Bismillah.

    Ana doakan Semoga saudaraku selalu dilindungi dan dirahmati Alloh Subhanahu wa ta’ala,
    ya akhiy..ada risalah telah ana kirim ke email antum.
    Wallohulmusta’an. Barokallohufiikum.

    Amin, Walhamdulillah Sudah Ana Balas.

  96. Prasko said

    Assalamualaikum…salam kenal, sy prasko dari ds. temengeng kec. sambong…saya berdoa semoga dakwah di cepu dan sekitaran blora bisa berjalan dengan baik.

    Waalaikuussalam Warohmatulloh, Barokallohufiek, Insyalloh bidu’aikum.

  97. dhirgham said

    assalamualaikum
    blog yg bagus akh
    boleh tukeran link
    jika berkenan ngelink blog ana insya allah ana link balik
    syukron

    Tafadzol , Semoga bermanfaat.

  98. Prasko said

    Assalamualaikum, bolehkah saya mengcopy artikel yang ada di blog Bapak ini untuk saya postingkan diblog saya di :malpraktik-prasko.blogspot.com dengan mencantumkan sumber yang jelas. terima kasih.

    Waalaykumussalam Warohmatulloh, Silahkan, Semoga Bermanfaat, Ana baru menyadari kalau pengunjung ini adalah orang blora, Semoga Alloh Tabarok Memberikan Kemudahan Kepada Antum dan Keluarga Untuk Beristiqomah Menuju Manhaj Rosul Ini dan Bersabar atas gannguan ataupun fitnah kehidupan ini. Allohu yubarik lakum.

  99. Prasko said

    Assalamualaikum..iya saya orang blora dari desa Temengeng Pak, Terima kasih sy ucapkan kepada Bapak atas doanya..insyaAllah sy akan belajar dan istiqomah pada manhaj Rosul biarpun dasar keilmuan saya telah melenceng..sy jg senang sekali di cepu ada kajian manhaj salaf yang sebelumnya saya kira tidak ada, semoga akan berkembang dan semakin banyak orang yang mengikuti dan kembali ke manhaj Rosul.

    Waalaikumussalam Warohmatulloh,
    Walhamdulillah, Semoga Keberkahan Menyertai setiap langkah antum.Insyalloh bi’aunihi ta’ala (dengan pertolongan Alloh Ta’ala).

  100. Abu Afif said

    Assalaamu’alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh

    Kaifa khaaluka Ya ustadz. Lama nih nggak silaturahmi. Masih di Cepukah? atau Wonogiri? Salam buat saudara-saudara penuntut ilmu di sana…

    Barokallohufiikum…

    Abu Afif-Qatar

    Waalaikumussalam Warohamatulloh,
    Subhanalloh Ya Aba Afif Kaif antum bikher insyalloh, Kami Bikher Walhamdulillah Ana Sering Dicepu, Kapan Mampir ke Akamigas Dulu Antumkan Pengurus senat, Semoga Keberkahan pula beserta keluarga antum di Qatar.

  101. ichwan said

    nice blog
    visit our blog
    barakallahu fikum

    Jazakallohu Khoir, Waiyyakum.

  102. ridho r said

    assalamualaikum
    semua…

    salam kenal semua, aku asli cepu lo… lg tolibul ilmi d sby!!
    dulu pernah ikut LK ama anak2 STEM

    g sengaja liat artikel ini… he he he
    alhamdulillah…

    sama2 orang yang kurang mengerti, lebih baek bertanya dengan ahlinya…. he he he
    yang sudah lama berjuang d jalan Allah…

    trima kasih

    wass…

    Walhamdulillah, Semoga Alloh Ta’ala menganugerahkan dan menmbahkan ilmu nafi’ kepada antum.Waalaikumussalam Warrohmatulloh.

  103. dhirgham said

    assalamualaikum
    blog yg bagus
    boleh tukeran link
    jika berkenan ngelink blog ana insya allah ana link balik
    syukron

    Waalaikumussalam, Afwan blog ini tidak mencantumkan link blog pribadi.tafadzol jika antum mau link.

  104. Haryono said

    Assalamu’alaikum wa rachmatullahi wa barokatuh.
    Ya akhiy,bagaimana khabarnya? Mohon izin baca ya akhiy.

    Walaikumussalam Warohmatulloh, Ana bil khoir Waalhamdulllah, Wa antum kadzalik insyalloh, Tafadzol wallohul muwafiq.

  105. abu zahra said

    assalamu alaikum warahmatullahi wabarakatuhu.

    numpang ngiklan akh, blog sunnah dan kesehatan http://sulaifi.co.nr
    barakallahu fiikum.

    Waalaikumussalam Warohmatullohi Wabarokatuh, Blog Al Ahk Ustad Dr Faiq Semoga bermanfaat, Lama tidak ketemu beliau dan antum.Allohu yubarik lakum.

  106. Haryono said

    Assalaamu ‘alaikum wa rahmatullahi wa barokatuh.
    Mohon izin baca lagi ya akhiy…

    Waalaikumussalam Warohmatulloh, Tafadzol Allohu yubarik lakum. Semoga tetap istiqomah.

  107. abu raeesa said

    Bismillah, afwan gimana cara download tuk ceramah & video. ana kesulitan, ana klik kanan gak muncul save as, tp save link as. sukron

    Cara Mendownloadnya :
    Jika Dicoba Save As >Jika Tidak Bisa Berarti file download merupakan extention link>jadi diklik saja terus sampai mengarah kepada sumber file.Semoga bermanfaat.

  108. Orang Pinggiran said

    Pada suatu malam (malam ahad tertentu) di suatu tempat secara rutin diadakan acara Istighosah dan Mujahadah yang diadakan oleh Islam dari golongan tertentu yg terbesar di negeri ini. Acara tersebut dilakukan selalu di dalam masjid2-nya golongan tersebut. Pada sambutannya, wakil dari golongan ini mengatakan bahwa saat ini yang paling urgen adalah berjuang untuk menegakkan ajaran islam sesuai ajaran Ahlu Sunnah Waljama’ah. Terus dia mengatakan pd para jama’ahnya bahwa ciri2 Ahlu Sunnah Waljama’ah adalah yang mengerjakan ajaran islam dan amalan2nya sesuai dengan :
    1. Al-Qur’an
    2. Al-Hadist
    3. Ijma’
    4. Khias

    Dia mengatakan kalau ada orang Islam yg mengerjakan ajaran Islam hanya berdasarkan Al-Qur’an dan Hadist maka orang tersebut bukan termasuk Ahlu Sunnah Waljama’ah…

    Dia juga mengatakan Ahlu Sunnah Waljama’ah harus bermahzab dari yang empat. Kalau ada orang yang mengerjakan islam tanpa mahzab maka katanya orang tersebut bukan Ahlu Sunnah Waljama’ah…

    Bagaimana menurut Saudara tentang hal ini?? mohon pencerahannya…

    Bismillah,
    Barokallohufiekum , Saudara Pengunjung yang budiman,
    1.Setiap muslim hendaknya mengikuti manhaj Rasulullah dalam hidupnya, serta manhaj para sahabat sesudahnya
    Yaitu Al-Qur’anul Karim yang diturunkan Allah kepada Rasul-Nya, yang beliau jelaskan kepada para sahabatnya dan mengikuti ijma’ mereka dan ulama ahlu sunnah yang mengikuti mereka dengan baik.Adapun Qiyas masih kilaf baina ulama (Yang Dikuatkan adalah Qiyas saat dorurot dengan syarat-syaratnya Sebagaimana Perkataan Ibnu Abbas dan Imam Syafi’i) Dan Rosul Sholollohualaihi Wassalam memerintahkan umat Islam agar berpegang teguh kepa-da Standar hukum diatas sebagaimana firmanNya:
    فقال : “تركتُ فيكم شيئين لن تضلوا بعدهما : كتاب الله و سنتي، و لن يتفرقا حتى يردا عليّ الحوض ” (صححه الألباني في الجامع)
    “Aku tinggalkan padamu dua perkara yang kalian tidak akan tersesat
    apabila (berpegang teguh) kepada keduanya, yaitu Kitabullah dan Sunnahku. Tidak akan bercerai-berai sehingga kedua-nya menghantarku ke telaga (Surga).”
    (Di-shahih-kan Al-Albani dalam kitab Shahihul Jami’)

    Dan sebagaimana dalam sabdanya yang lain :
    و قال صلى الله عليه و سلم : “أوصيكم بتقوى الله عز و جل و السمع و الطاعة و إن تأمر عليكم عبدٌ حبشيٌ، فإنه من يعش منكم فسيرى اختلافا كثيرا ، فعليكم بسنتي و سنة الخلفاء الراشدين المهديين تمسكوا بها و عضوا عليها بالنواجذ ، و إياكم و محدثات الأمور ، فإن كل محدثة بدعة ، و كل بدعة ضلالة ، و كل ضلالة في النار” (رواه النسائي و الترمذي و قال حديث حسن صحيح)
    Dan Rosululloh Sholollohu Alihi Wassalam Bersabda
    “Aku wasiatkan padamu agar engkau bertakwa kepada Allah, patuh dan ta’at, sekalipun yang memerintahmu seorang budak Habsyi. Sebab barangsiapa hidup (lama) di antara kamu tentu akan menyaksikan perselisihan yang banyak. Karena itu, berpegang teguhlah pada sunnahku dan sunnah khulafa’ur rasyidin yang (mereka itu) mendapat petunjuk. Pegang teguhlah ia sekuat-kuatnya. Dan hati-hatilah terhadap setiap perkara yang diada-adakan, karena semua perkara yang diada-adakan itu adalah bid’ah, sedang setiap bid’ah adalah sesat (dan setiap yang sesat tempatnya di dalam Neraka).” (HR. Nasa’i dan At-Tirmidzi, ia berkata hadits hasan shahih).

    Dan Alloh Tabaroka Wa ta’ala telah memerintahkan untuk taat kepada Alloh dan RosulNya serta meridhoi para sahabatnya dengan firmanNya :
    وَالسَّابِقُونَ الأوَّلُونَ مِنَ الْمُهَاجِرِينَ وَالأنْصَارِ وَالَّذِينَ اتَّبَعُوهُمْ بِإِحْسَانٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمْ وَرَضُوا عَنْهُ وَأَعَدَّ لَهُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي تَحْتَهَا الأنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا أَبَدًا ذَلِكَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ
    Orang-orang yang terdahulu lagi yang pertama-tama (masuk Islam) di antara orang-orang muhajirin dan Ansar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah rida kepada mereka dan mereka pun rida kepada Allah dan Allah menyediakan bagi mereka surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Itulah kemenangan yang besar.

    Dan Juga FirmanNya :
    يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَطِيعُوا اللَّهَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ وَأُولِي الأمْرِ مِنْكُمْ فَإِنْ تَنَازَعْتُمْ فِي شَيْءٍ فَرُدُّوهُ إِلَى اللَّهِ وَالرَّسُولِ إِنْ كُنْتُمْ تُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ ذَلِكَ خَيْرٌ وَأَحْسَنُ تَأْوِيلا
    Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Qur’an) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya.Qs Anisa 59

    Yang perlu kita perhatikan dan digaris bawahi adalah hendaknya Alquran dan Sunnah difahami sebagaimana pemahaman Rosululloh yang telah dijelaskan kepada para sahabatnya, kemudian dari sahabat diterangkan kepada tabi’in dan tabi’in menjelaskan kepada tabiut tabi’in dan begitu seterusnya hingga hari kiamat, sebagaimana surat Ataubah ayat 100 diatas.Artinya bukan hanya berdasar Alquran dan sunnah diatas pemahannya mereka masing masing, atau diatas pemahaman organnisasinya atau kelompoknya.Dan berarti pula bukan ijma’ sembarang ijma’ dan bukan qiyas sembarang Qiyas misal ulama jadi jadian atau kyai yang dikyaikan bersepakat kemudian bisa dijadikan dalil hukum agama! tidak begitu , akan tetapi yang kami maksud adalah ijma’ sahabat, ijma jumhur ulama’ haq yg mengikuti Rosul dan sahabat yang namanya mansyur dikalangan ulama lainya.

    2. Pembahasan Mengenai Pertanyaan Bermadzab, silahkan antum simak fatwa Syaikh ‘Abdul ‘Aziz bin Baaz Rahimahullah berikut ini, Beliau ditanya : “Apa hukum mengikuti salah satu dari empat madzhab, dan bagaimana sikap kita tehadap mereka yang bermadzhab dan yang mewajibkan bermadzab, serta sejauh mana kebenaran klaim bahwa mereka mengikuti salah satu imam tersebut?”.

    Beliau rahimahullah menjawab:
    “Empat imam mahdzab memiliki kapasitas ilmu yang berbeda. Karena tentunya tidak ada seorang pun yang menguasai semua ajaran Nabi, dan tidak ada seorang pun manusia yang menguasai keseluruhan ilmu yang ada. Sehingga mereka kadang berbeda pada beberapa hal. Namun, mereka adalah para imam besar. Mereka memiliki pengikut yang merumuskan madzhab mereka. Pengikut para imam ini mengumpulkan pembahasan-pembahasan serta fatwa-fatwa para imam. Kemudian ditulis dalam banyak kitab sehingga menyebarlah madzhab mereka dan dikenal banyak orang. Yaitu disebabkan pengikut para imam yang menuliskan dan mengumpulkan pembahasan dan fatwa dari para imam tersebut.

    Sebagian diantara empat imam madzhab kadang terjerumus dalam kesalahan. Karena kadang sebagian mereka belum mengetahui hadits yang berkaitan dengan masalah tertentu. Lalu mereka berfatwa dengan ijtihad. Sehingga, dengan sebab ini, mereka memfatwakan yang salah. Sedangkan sebagian imam yang lain mengetahui hadits yang berkaitan, sehingga mereka berfatwa dengan fatwa yang benar. Hal seperti ini banyak terjadi dalam berbagai masalah yang mereka bahas, semoga Allah merahmati mereka semua.

    Oleh karena itulah Imam Malik berkata:

    ما منا إلا رادٌ ومردود عليه إلا صاحب هذا القبر

    ‘Setiap orang boleh diterima dan boleh ditolak pendapatnya, kecuali pemilik kuburan ini“, yaitu Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam

    Namun tentang memilih salah satu pendapat madzhab, ini hanya layak dilakukan oleh orang yang serius belajar agama. Dan merekapun tetap tidak boleh taqlid terhadap salah satu madzhab. Selain itu, jika seseorang menisbahkan diri pada madzhab tertentu karena ia memandang kaidah-kaidah, landasan dan kesesuaian terhadap dalil secara umum pada madzhab ini, ini dibolehkan. Namun tetap ia tidak boleh taklid baik kepada Asy Syafi’i, atau kepada Imam Ahmad, atau kepada Imam Malik, atau kepada Imam Abu Hanifah atau yang selain mereka. Yang wajib baginya adalah melihat sumber pendapat dan cara pendalilan dari para imam tersebut. Pendapat yang lebih kuat dalilnya dari beberapa pendapat yang ada, maka itulah yang diambil. Sedangkan dalam perkara ijma, tidak boleh ada yang memiliki pendapat lain. Karena para ulama tidak mungkin bersepakat dalam kebatilan.

    Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:

    ما منا إلا رادٌ ومردود عليه إلا صاحب هذا القبرلا تزال طائفة من أمتي على الحق منصورة…. الحديث

    “Akan selalu ada sekelompok orang (thaifah) dari ummatku yang teguh di atas kebenaran, mereka ditolong oleh Allah”
    Dan jika para ulama telah bersepakat, maka merekalah thaifah yang dimaksud”

    Bagi orang yang paham agama, wajib baginya untuk memperhatikan dalil dalam masalah khilafiyah. Jika pendapat Imam Abu Hanifah didukung dalil, ini yang diambil. Jika pendapat Asy Syafi’i didukung dalil, maka ini yang diambil. Jika pendapat Imam Malik didukung dalil, ini yang diambil. Jika pendapat Imam Ahmad didukung dalil, ini yang diambil. Demikian juga, jika pendapat Imam Al Auza’i didukung dalil, ini yang diambil. Jika pendapat Ishaq bin Rahawaih didukung dalil, ini yang diambil, dan seterusnya. Wajib mengambil pendapat yang berdasarkan dalil dan wajib meninggalkan pendapat yang tidak berdasarkan atas dalil.
    Karena Allah Ta’ala berfirman:

    فَإِن تَنَازَعْتُمْ فِي شَيْءٍ فَرُدُّوهُ إِلَى اللّهِ وَالرَّسُولِ إِن كُنتُمْ تُؤْمِنُونَ بِاللّهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ ذَلِكَ خَيْرٌ وَأَحْسَنُ تَأْوِيلاً

    “Jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Quran) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya” (QS. An Nisa: 59)

    Juga firman Allah Ta’ala:

    وَمَا اخْتَلَفْتُمْ فِيهِ مِن شَيْءٍ فَحُكْمُهُ إِلَى اللَّهِ

    “Tentang sesuatu apapun yang kamu perselisihkan, maka putusannya (terserah) kepada Allah” (QS. Asy Syuura: 10)

    Kesimpulannya, wajib bagi orang yang paham agama untuk mengembalikan setiap permasalahan khilafiyah kepada dalil. Pendapat yang dalilnya paling kuatlah yang diambil.

    Sedangkan orang awam, yang wajib bagi mereka adalah bertanya kepada orang yang berilmu yang ada di masanya. Yaitu orang alim yang dapat memilihkan pendapat yang menurutnya paling mendekati teladan Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam. Orang alim tersebut juga wara’, sangat memahami ilmu agamanya, dan masyarakat pun percaya terhadap keilmuannya. Orang awam sebaiknya merujuk dan bertanya kepada mereka. Sehingga dapat dikatakan madzhab orang awam ini adalah madzhab sang ulama yang ia tanya.

    Namun perlu ditekankan, orang awam sebaiknya merujuk pada ulama -baik yang ada di negerinya atau di luar negerinya- yang dikenal ketinggian kapasitas ilmunya, ia mengikuti kebenaran, ia menjaga shalat 5 waktu, ia dikenal sebagai ulama yang mengikuti sunnah Nabi, ia memanjangkan janggut, tidak isbal, bebas dari tuduhan dari ulama yang lain, dan pertanda-pertanda lainnya yang menunjukkan bahwa ia adalah orang yang istiqamah. Maka jika anda ditunjukkan kepada seorang ulama, dan dari zhahirnya nampak tanda-tanda kebaikan dan ia pun dikenal kapasitas ilmunya, silakan bertanya kepadanya tentang hal-hal yang anda belum paham dalam masalah agama. Alhamdulillah, Allah Ta’ala berfirman:

    فَاتَّقُوا اللَّهَ مَا اسْتَطَعْتُمْ

    “Bertaqwalah kepada Allah semaksimal kemampuan kalian” (QS. At Taghabun: 16)
    Allah Ta’ala juga berfirman:

    فَاسْأَلُواْ أَهْلَ الذِّكْرِ إِن كُنتُمْ لاَ تَعْلَمُونَ

    “Bertanyalah kepada orang yang mengetahui jika kalian tidak mengetahui” (QS. Al Anbiya: 7)

    [ Fatawa Nurun 'Ala Ad Darb Juz 1] Syaikh ‘Abdul ‘Aziz bin Baaz Rahimahullah.

    Allohua’lam Bishowab, Semoga Alloh memberikan hidayah terangnya jalan Islam pada diri-diri kita.

    Abu Amin Cepu

  109. Abdurahman88 said

    katakan salah klo imam syafii mengikuti perkataan umar.ra sdng rosul bersabda dg hadis di atas sbgian artinya berpeganglah pd sunahku dn sunah khulafaurasidiin apakah umar ra tdk termsk khulafaurasisin?

    Bismillah,
    Umar Ibnu Khotob Rodiallohuanhu Adalah Amirul Mukminin Dan SALAH SATU Kulafa’urasyidin Ahki, Justru yang antum perlu ketahui standar hukum agama ini adalah Alqur’an dan Assunah serta IJMA’/KESEPAKATAN PARA Sahabat Dan Qiyas Dorurot dengan Sayarat2nya, Dan Ketahulah bahwa selain Rosul Alaihi sholatu wa Salam La Ma’sum (Punya Salah).

    ARTINYA ANTUM PERHATIKAN KONTEK PENDALILANYA KALAU PENDALILANYA DENGAN PERKATAAN UMAR IBNU KHOTOB ITU TEPAT PELETAKANYA YAITU MENCOCOKI ALQURAN DAN SUNNAH NABIY MAKA INI ADALAH KEBENARAN
    TAPI JIKA PELETAKAN PENDALILANYA MENYELISIHI ALQURAN DAN SUNNAH DAN IJMA’ SAHABAT MAKA TIDAK BOLEH DIIKUTI.

    OLEH KARENA ITU AL IMAM MUJTAHID Asy-Syafi’i Semoga Alloh merahmatinya menyatakan: “Apabila kalian mendapati dalam kitabku perkara yang berbeda dari Sunnah Rasulillah shallallahu `alaihi wa alihi wasallam (yakni ajarannya), maka hendaknya kalian berpendapat sesuai dengan Sunnah itu, dan tinggalkanlah apa yang aku katakan padanya.”(Kitab Hilyatul Auliya’ )

    Hendaknya antum camkan pernyataan imam ahlu sunnah diatas, BELIAU MENGAJARKAN PRINSIP AQIDAH YANG LURUS YAITU AQIDAH AHLU SUNNAH DAN MELARANG PRINSIP AQIDAH YANG BENGKOK YAITU TAQLID BUTA DAN FANATIS BUTA.

    Silahkan antum Buka Tafsir Ibnu Katsir Rahimahulloh Fie Tafsiri Suroh :

    I.QS.Alhujarot ayat 1 :

    يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لاَ تُقَدِّمُوا بَيْنَ يَدَيْ اللَّهِ وَرَسُولِهِ وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ سَمِيعٌ عَلِيمٌ (الحجرات: ).
    Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mendahului Allah dan Rasul-Nya dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui
    Bagaimana Alloh ta’ala menegur Kulafaur Rasyid Abu Bakar Aysidiq dan Umar Ibnu Khotob Rodhiallohuanhuma Pada saat mereka mendahului Rosul dalam pemutusan KETUA KABILAH BANI TAMIM.

    2. QS.Anisa 59
    يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَطِيعُوا اللَّهَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ وَأُوْلِي الأَمْرِ مِنْكُمْ فَإِنْ تَنَازَعْتُمْ فِي شَيْءٍ فَرُدُّوهُ إِلَى اللَّهِ وَالرَّسُولِ إِنْ كُنتُمْ تُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ ذَلِكَ خَيْرٌ وَأَحْسَنُ تَأْوِيلاً
    Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Quran) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya. QS.Anisa 59

    Kalau antum memahami Qoidah bahasa Arob, Perhatikan Lafadz: أَطِيعُوا اللَّهَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ وَأُوْلِي الأَمْرِ مِنْكُمْ , Kenapa pada saat lafad Wa Ulil Amri (Pemipimpin Kaum Muslimin: Ulama dalam urusan Agama dan Umaro’ dalam urusan dunia) tidak ada lafat wa thi’u ulil amri? maka ini menunjukkan tidak ada ketaatan mutlak pada mereka, yaitu kalau perkataanya sesuai dengan Alquran dan Sunnah maka di taati akan tetapi sebaliknya jika tak mencocoki maka ditinggalkan.

    3.Silahkan perhatikan Agama syiah apakah mereka tidak mengikuti Ali bin Abi Tholib Rodiallohuanhu? tapi kenapa mereka menyimpang? apakah Sahabat Ali bin Abi Tholib Rodiallohuanhu BUKAN KULAFA’UR RASYIDIN ?
    Jika antum berkenan merenungkan ini maka akan ketemu juga jawaban pertanyaan antum itu dengan penjelasan diatas? Biaunihi ta’ala.

    Semoga Alloh membuka kejujuran hati kita semua dalam memegang ASWAJA (DI NU DIBILANGNYA BEGITU) yaitu AHLU SUNNAH WAL JAMA’AH.Allohua’lam.

  110. Jihadsawaty said

    Assalamu ‘alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh
    Ustad… Mohon dijelaskan adab-adab bertaubat yang benar atau cara bertaubat yang benar. Bagaimana hukumnya orang yang bertaubat tapi masih juga melakukan. Dan pertanyaan terakhir (Maaf Ustad kalo kebanyakan) adalah apa yang pertama kali harus saya pelajari dalam menuntut ilmu agama.

    Waalaikumussalam Warohmatulloh.

    Pengunjung yang budiman untuk pertanyaan yang pertama Dan Kedua sudah termasuk dalam risalah ini :
    Syarat-Syarat Diterimanya Taubat:

    Syarat pertama: Ikhlas untuk Allah, yaitu orang yang bertaubat hendaknya mengharapkan wajah Allah ‘azza wa jalla dengan taubatnya itu dan berharap supaya Allah menerima taubatnya serta mengampuni maksiat yang telah dilakukannya, dengan taubatnya itu ia tidak bermaksud riya di hadapan manusia atau demi mendapatkan kedekatan dengan mereka, dan bukan juga semata-mata demi menyelamatkan diri dari gangguan penguasa dan pemerintah kepadanya. Tapi dia bertaubat hanya demi mengharapkan wajah Allah dan pahala di negeri akhirat dan supaya Allah memaafkan dosa-dosanya.

    Syarat kedua: Menyesali perbuatan maksiat yang telah dilakukannya, sebab perasaan menyesal dalam diri seorang manusia itulah yang membuktikan dia benar/jujur dalam bertaubat, ini artinya dia menyesali apa yang telah diperbuatnya dan merasa sangat sedih karenanya, dan dia memandang tidak ada jalan keluar darinya sampai dia benar-benar bertaubat kepada Allah dari dosanya.

    Syarat ketiga: Meninggalkan dosa yang dilakukannya itu, ini termasuk syarat terpenting untuk diterimanya taubat. Meninggalkan dosa itu maksudnya: apabila dosa yang dilakukan adalah karena meninggalkan kewajiban, maka meninggalkannya ialah dengan cara mengerjakan kewajiban yang ditinggalkannya itu, seperti contohnya: ada seseorang yang tidak membayar zakat, lalu dia ingin bertaubat kepada Allah maka dia harus mengeluarkan zakat yang dahulu belum dibayarkannya. Apabila ada seseorang yang dahulu meremehkan berbakti kepada kedua orang tua jika kemudian ingin bertaubat maka dia harus berbakti dengan baik kepada kedua orang tuanya. Apabila dia dahulu meremehkan silaturahim maka kini dia wajib menyambung silaturahim. Apabila maksiat itu terjadi dalam bentuk mengerjakan keharaman maka dia wajib bersegera meninggalkannya, dia tidak boleh meneruskannya walaupun barang sekejap. Apabila misalnya ternyata dia termasuk orang yang memakan harta riba maka wajib baginya melepaskan diri dari riba dengan cara meninggalkannya dan menjauhkan diri darinya dan dia harus menyingkirkan harta yang sudah diperolehnya dengan cara riba. Apabila maksiat itu berupa penipuan dan dusta kepada manusia dan mengkhianati amanat maka dia harus meninggalkannya, dan apabila dia telah meraup harta dengan cara haram ini maka dia wajib mengembalikan harta itu kepada pemiliknya atau meminta penghalalan kepadanya.

    Apabila maksiat itu berupa ghibah/menggunjing maka dia wajib meninggalkan gunjingan terhadap manusia dan meninggalkan pembicaraan yang menjatuhkan kehormatan-kehormatan mereka. Adapun apabila dia mengatakan “Saya sudah bertaubat kepada Allah”, akan tetapi ternyata dia masih terus meninggalkan kewajiban atau masih meneruskan perbuatan yang diharamkan, maka taubat ini tidaklah diterima. Bahkan taubat seperti ini sebenarnya seolah-olah merupakan tindak pelecehan terhadap Allah ‘azza wa jalla, bagaimana engkau bertaubat kepada Allah ‘azza wa jalla sementara engkau masih terus bermaksiat kepada-Nya?!

    Dalam kondisi bagaimanapun setiap insan harus meninggalkan dosa yang dia sudah bertaubat darinya, apabila dia tidak meninggalkannya maka taubatnya tertolak dan tidak akan bermanfaat baginya di sisi Allah ‘azza wa jalla. Meninggalkan dosa itu bisa berkaitan dengan hak Allah ‘azza wa jalla, maka yang demikian itu cukuplah bagimu bertaubat antara dirimu dengan Robb-mu saja, kami berpendapat tidak semestinya atau bahkan tidak boleh anda ceritakan kepada manusia perbuatan haram atau meninggalkan kewajiban yang pernah anda kerjakan. Hal itu karena dosa ini hanya terjadi antara dirimu dengan Allah. Apabila Allah sudah memberimu karunia dengan tertutupnya dosamu (dari pengetahuan manusia) dan menutupi dosamu sehingga tidak tampak di mata manusia, maka janganlah anda ceritakan kepada siapa pun apa yang sudah anda lakukan jika anda telah bertaubat kepada Allah. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda, “Seluruh umatku akan dimaafkan, kecuali orang-orang yang berbuat dosa secara terang-terangan” dan termasuk terang-terangan dalam berbuat dosa ialah seperti yang diceritakan di dalam hadits, “Seseorang melakukan dosa lalu pada pagi harinya dia menceritakannya kepada manusia, dia katakan, ‘Aku telah melakukan demikian dan demikian…’.”

    Walaupun memang ada sebagian ulama yang mengatakan: Apabila seseorang telah melakukan suatu dosa yang terdapat hukum had padanya maka tidak mengapa dia pergi kepada imam/pemerintah yang berhak menegakkan hudud seperti kepada Amir/khalifah dan dia laporkan bahwa dia telah melakukan dosa anu dan ingin membersihkan diri dari dosa itu, meskipun ada yang berpendapat begitu maka sikap yang lebih utama adalah menutupi dosanya dalam dirinya sendiri.

    Artinya dia tetap diperbolehkan menemui pemerintah apabila telah melakukan suatu maksiat yang ada hukum had padanya seperti contohnya zina, lalu dia laporkan, ‘kalau dia telah berbuat demikian dan demikian’ dalam rangka meminta penegakan hukum had kepadanya sebab had itu merupakan penebus/kaffarah atas dosa tersebut.

    Adapun kemaksiatan-kemaksiatan yang lain maka tutupilah cukup di dalam dirimu, sebagaimana Allah telah menutupinya, demikian pula zina dan yang semacamnya tutuplah di dalam dirimu (kecuali jika ditujukan untuk melapor kepada pemerintah) janganlah engkau membuka kejelekan dirimu. Dengan catatan selama engkau benar-benar bertaubat kepada Allah atas dosamu maka selama itu pula Allah menerima taubat dari hamba-hamba-Nya dan memaafkan banyak perbuatan dosa…

    Adapun syarat keempat adalah: Bertekad kuat tidak mau mengulangi perbuatan ini di masa berikutnya. Apabila engkau tetap memiliki niat untuk masih mengulanginya ketika terbuka kesempatan bagimu untuk melakukannya, maka sesungguhnya taubat itu tidak sah. Contohnya: ada seseorang yang dahulu menggunakan harta untuk bermaksiat kepada Allah -wal ‘iyaadzu billah-: yaitu dengan membeli minuman-minuman yang memabukkan, dia melancong ke berbagai negeri demi melakukan perzinaan -wal ‘iyaadzu billah- dan untuk bermabuk-mabukan!! Lalu dia pun tertimpa kemiskinan (hartanya habis) dan mengatakan: “Ya Allah sesungguhnya aku bertaubat kepadamu” padahal sebenarnya dia itu dusta, di dalam niatnya masih tersimpan keinginan apabila urusan (harta) nya sudah pulih seperti kondisi semula maka dia akan melakukan perbuatan dosanya yang semula.

    Syarat kelima: Engkau berada di waktu taubat masih bisa diterima, apabila ada seseorang yang bertaubat di waktu taubat sudah tidak bisa diterima lagi maka saat itu taubat tidak lagi bermanfaat. Hal itu ada dua macam: Macam yang pertama dilihat dari sisi keadaan setiap manusia. Macam kedua dilihat dari sisi keumuman.

    Adapun ditinjau dari sudut pandang pertama, maka taubat itu harus sudah dilakukan sebelum datangnya ajal (yakni kematian) sehingga apabila ia terjadi setelah ajal menjemput maka ia tidak akan bermanfaat bagi orang yang bertaubat itu, ini berdasarkan firman Allah subhanahu wa ta’ala,

    وَلَيْسَتِ التَّوْبَةُ لِلَّذِينَ يَعْمَلُونَ السَّيِّئَاتِ حَتَّى إِذَا حَضَرَ أَحَدَهُمُ الْمَوْتُ قَالَ إِنِّي تُبْتُ الآنَ

    “Dan tidaklah Taubat itu diterima Allah dari orang-orang yang mengerjakan kejahatan (yang) hingga apabila datang ajal kepada seseorang di antara mereka, (barulah) ia mengatakan: ‘Sesungguhnya saya bertaubat sekarang.’” (Qs. An Nisaa’: 18), mereka itu sudah tidak ada lagi taubat baginya.

    Dan Allah ta’ala berfirman:

    فَلَمَّا رَأَوْا بَأْسَنَا قَالُوا آمَنَّا بِاللَّهِ وَحْدَهُ وَكَفَرْنَا بِمَا كُنَّا بِهِ مُشْرِكِينَ فَلَمْ يَكُ يَنفَعُهُمْ إِيمَانُهُمْ لَمَّا رَأَوْا بَأْسَنَا سُنَّتَ اللَّهِ الَّتِي قَدْ خَلَتْ فِي عِبَادِهِ وَخَسِرَ هُنَالِكَ الْكَافِرُونَ

    “Maka tatkala mereka melihat azab kami, mereka berkata: ‘Kami beriman Hanya kepada Allah saja, dan kami kafir kepada sembahan-sembahan yang Telah kami persekutukan dengan Allah.’ Maka iman mereka tiada berguna bagi mereka tatkala mereka Telah melihat siksa kami. Itulah sunnah Allah yang Telah berlaku terhadap hamba-hamba-Nya. dan di waktu itu binasalah orang-orang kafir.” (Qs. Al Mu’min: 84-85)

    Maka seorang insan apabila sudah berhadapan dengan maut dan ajal sudah mendatanginya ini berarti ia sudah hampir terputus dari kehidupannya maka taubatnya itu tidak berada pada tempat yang semestinya! Sesudah dia berputus asa untuk bisa hidup lagi dan mengetahui dia tidak bisa hidup untuk seterusnya maka dia pun baru mau bertaubat! Ini adalah taubat di saat terjepit, maka tidaklah itu bermanfaat baginya, dan tidak akan diterima taubatnya, sebab seharusnya taubat itu dilakukannya sejak dahulu (ketika masih hidup normal, bukan di ambang ajal -pent).

    Macam yang kedua: yaitu dilihat dari sudut pandang keadaan umum (seluruh manusia -pent), sesungguhnya Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam telah mengabarkan bahwa, “Hijrah (berpindah dari negeri kafir menuju negeri muslim -pent) tidak akan pernah terputus hingga terputusnya (kesempatan) taubat, dan (kesempatan) taubat itu tidak akan terputus hingga matahari terbit dari sebelah barat.” Sehingga apabila matahari sudah terbit dari sebelah barat, maka di saat itu taubat sudah tidak bermanfaat lagi bagi siapa pun. Allah subhanahu wa ta’ala berfirman,

    يَوْمَ يَأْتِي بَعْضُ آيَاتِ رَبِّكَ لاَ يَنفَعُ نَفْساً إِيمَانُهَا لَمْ تَكُنْ آمَنَتْ مِن قَبْلُ أَوْ كَسَبَتْ فِي إِيمَانِهَا خَيْراً قُلِ انتَظِرُواْ إِنَّا مُنتَظِرُونَ

    “Pada hari datangnya sebagian ayat dari Tuhanmu, tidaklah bermanfaat lagi iman seseorang kepada dirinya sendiri yang belum beriman sebelum itu, atau dia (belum) mengusahakan kebaikan dalam masa imannya. Katakanlah: ‘Tunggulah olehmu Sesungguhnya kamipun menunggu (pula).’” (Qs. Al An’aam: 158). Sebagian ayat yang dimaksud di sini adalah terbitnya matahari dari arah barat sebagaimana hal itu telah ditafsirkan sendiri oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.

    Dengan demikian maka taubat itu hanya akan diterima di saat mana taubat masih bisa diterima, jika tidak berada dalam kondisi seperti itu maka sudah tidak ada (kesempatan) taubat lagi bagi manusia.” (Maroji’ Syarah Riyadhu Shalihin Syeikh Utsaimin )

    Pertanyaan yang ketiga. Antum Hendaknya mempelajari ilmu ushulut dien ( Pokok Ajaran Agama ) Ahksan antum meliat referensi kitab pada kolom referensi kitab untuk pemula. Wallohul muwafiq.

    Jika kurang jelas ahksan antum menghubungi email kami. atau akan lebih istiqomah jika antum mendaftar ke milis annashihah group/ salafy indonesia group, yang diasuh oleh para asatidz ahlu sunnah , Allohua’am bishowab.

  111. abu aisyah haryono sby said

    assalaamu’alaykum
    afwan ana minta izin download kitab riyadhush sholihin dan kajian serta kitab2 lainnya

    Waalaikumussalam Warohmatulloh Wabarokatuh, Tafadzol Ya Aba Aishah, Semoga bermanfaat.

  112. Abu ima said

    Bismillah.
    Selamat bekerja ya akhi, saya ingin kapan2 antum bisa ngisi bersama abu mundzir di rumah ana. Barokallohufiykum. (p.sarono)

    Subhanalloh, Bapak Yang Budiman , Insyalloh Jika Alloh Memudahkan.Salam buat keluarga antum diperumahan di Nglajo Cepu.

  113. asysyariah said

    info kajian

    kajian umum ahlussunnah wal jama’ah menyambut bulan ramadhan 1431 H
    dengan tema “Ringkasan Hukum-hukum Puasa”
    pemateri Al Ustadz Abul Harits Kholiiful Hadi
    pada hari ahad 8 agustus jam wib (ba’da dzuhur)
    tempat di ma’had asysyariah, ds. sumberarum, kec dander, kab. bojonegoro, jawa timur.

    contact person abu laila – 0856 4658 0117

    Wallhamdulillah Ya Ahkuna Fillah, Salam ana untuk Ustadz Ubaidah dan Abu Abdirahman.

  114. Abu Yusuf said

    Assalamu ‘alaykum…
    alhamdulillah another blog that discusses the Sunna…
    great… lets Keep in sunnah brother…
    Barokallahu fiikum…
    wassalamu ‘alaykum…

    Waalaimkumussalam Warohmatulloh, Jazakallohu Khoir Wallohuyubarik Lakum.

  115. Prasko said

    Assalamualaikum.., mampir lagi nich pak..oh ya terima kasih atas artikel2nya Pak..udah sy posting diblog sy..emang sih hanya copas, tapi gk papalah asal berguna bagi hidup kita..bener gak Pak..he2..oh ya ikut ngelink blog Bapak ya..Maturnuwun.

    Waalikumussalam Warohmatulloh Thoyib Ahki” Man dalla ala khorin falahu mislu ajri fa’ilih ” Barang siapa yang menunjukan jalan kebaikan maka baginya pahala semisal orang yang mengerjakanya”

  116. Prasko said

    Assalamualaikum..Pak mau nanya nich, bolehkah kita bersedekah atas nama kakek / nenek kita yang sudah meninggal, setahu saya kita diperbolehkan bersedekah atas nama ayah / ibu kita yang sudah meninggal..terima kasih.

    Waalaikumussalam Warohmatulloh,

    Dibawah Kami kutipkan Fatwa Al Lajnah Ad Da’imah Lil Buhuts Al ‘Ilmiyah wal Ifta :
    Pertanyaan :

    Apakah sedekah orang yang hidup bermanfaat untuk si mayit (orang yang sudah meninggal dunia)?

    Jawaban :

    Sedekah tersebut bermanfaat bagi si mayit (orang yang sudah meninggal dunia) berdasarkan ijma’ (kesepakatan) Ahlus Sunnah wal Jama’ah. Sebagaimana hal ini diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha bahwasanya ada seseorang mendatangi Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, kemudian dia mengatakan, “Wahai Rasulullah, sesungguhnya Ibuku tiba-tiba saja meninggal dunia dan tidak sempat menyampaikan wasiat padaku. Seandainya dia ingin menyampaikan wasiat, pasti dia akan mewasiatkan agar bersedekah untuknya. Apakah Ibuku akan mendapat pahala jika aku bersedekah untuknya? Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Iya”.

    Begitu pula diriwayatkan dari Bukhari, dari hadits Abdullah bin Abbas radhiyallahu ‘anhuma : “Sesungguhnya Ibu dari Sa’ad bin Ubadah radhiyallahu ‘anhu meninggal dunia, sedangkan Sa’ad pada saat itu tidak berada di sampingnya. Kemudian Sa’ad mengatakan, ‘Wahai Rasulullah, sesungguhnya ibuku telah meninggal, sedangkan aku pada saat itu tidak berada di sampingnya. Apakah bermanfaat jika aku menyedekahkan sesuatu untuknya?’ Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, ‘Iya, bermanfaat.’ Kemudian Sa’ad mengatakan pada beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam, ‘Kalau begitu aku bersaksi padamu bahwa kebun yang siap berbuah ini aku sedekahkan untuknya’.”

    Semoga Allah memberi taufik (kepada kebenaran). Shalawat dan salam kepada Nabi Muhammad, keluarga dan sahabatnya.

  117. Haryono said

    Assalamu’alaikum wa rahmatullahi wa barokatuh.

    SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1431 H
    Selamat jalan duhai Ramadhan, bulan Allah dan para kekasih-Nya
    Perpisahan denganmu
    Sedih hati berpisah denganmu
    Rindu hati atas kepergianmu
    Kami ucapkan padanya salam bagimu wahai bulan Allah yang agung! Wahai hari raya para kekasih-Nya!
    Wadâ’an Yâ Ramadhân, selamat jalan duhai Ramadhan
    Selamat tinggal kepada dia yang menyedihkan perpisahannya,
    yang merindukan kami kepergiannya. Untuknya kami punya janji yang dijaga, kesucian yang dipelihara, hak yang dipenuhi.
    Kami ucapakan padanya salam bagimu wahai bulan Allah yang agung! Wahai hari raya para kekasih-Nya!
    Selamat Hari Raya Idul Fitri 1431 H.
    Taqoballahu minni wa minkum. Taqoballahu ya Kariim. Mohon maaf lahir dan bathin ya Akhiy.
    Wassalamu ‘alaikum wa rahmatullahi wa barokatuh.

    Taqoballohu mina wa minkum Ya Aba Zahra Haryono.

  118. Ngahyo' said

    alhamdulillah saya dari kalimantan numpang baca dan nambah pengetahuan semoga diizinkan, terima kasih

    Tafadzol Ya Ahki, Semoga bermanfaat dan menambah keberkahan hidup antum.

  119. Smile _ Happy said

    Silakan kunjungi blog sehat ….

  120. Prasko said

    Assalamualaikum..mau nanya nich Pak, bagaimana pendapat Bapak tentang penganiayaan TKI di arab saudi yg marak akhir-akhir ini, kira-kira para ulama disana ada yang berusaha menasehati penguasa gak ya..karena menurut saya tindak kekerasan yang banyak terjadi kepada para TKI merupakan kejahatan berat biarpun disisi lain TKI kita memang banyak kekurangan..dengan banyaknya kasus ini kadang hati nurani saya berontak,disisi lain nurani sy berkata “dari sanalah kita belajar Islam secara murni dan benar”, tapi disisi lain sy benci dengan ulah oknum warga saudi arabia, dan kadang rasa benci itu berimbas ke pemikiran negatif pada negara saudi arabia..

    Waalaikumussalam Warohmatulloh, Ahki Prasko coba gabung ke milis ini http://groups.yahoo.com/group/nashihah/ atau jika ada waktu sms ana saja. kalau dipage ana jarang ada waktu banyak.Wallohul muwafiq

  121. mase said

    bagus sekali tulisan2 yang ada, begitu juga dengan bahasannya. oh ya kalo boleh tau aq pengen tulisan ayat-ayat dan hadits yang menerangkan tentang pendidikan wanita/tarbiyatu an-nisa’.

    klo ada tlg kirim ke email kami. syukron…..!!! jaza kumullaha ahsana al jaza’.

    Thoyib, Insyalloh Akan Kami Terjemahkan Kitab Tarbiyatun Abna, Figh Linisa, dan Figh Ta’amul Baina Zaujain. Semoga dimudahkan.

  122. Abu Muhammad said

    Bismillah,

    ana baru pindah dari denpasar ke semarang, insya Alloh mau cari tempat kajian yang deket dengan rumah di daerah srondol asri. kalo alamat mesjid alfalah ngesrep sebelah mana ya, bisa dibantu petanya.

    Jazakalloh

    Tafadzol Ahki:
    Wilayah Jawa Tengah & DIY
    1. Kajian rutin Salafy di Banjarnegara klik http://www.salafy.or.id/modules/artikel2/artikel.php?id=1404 update (05/04/2009)
    1. Kajian rutin Salafy di Cilacap klik http://www.salafy.or.id/modules/artikel2/artikel.php?id=927 update (04/12/2009)
    2. Kajian rutin Salafy di Gombong, Kebumen klik http://www.salafy.or.id/modules/artikel2/artikel.php?id=1245 update (17/03/2008)
    3. Kajian rutin Salafy di Gunung Kidul klik http://www.salafy.or.id/modules/artikel2/artikel.php?id=1169 update (05/07/2007)
    4. Kajian rutin Salafy di Jogjakarta, Yogyakarta dan sekitarnya klik http://www.salafy.or.id/modules/artikel2/artikel.php?id=935 update (18/02/2009)
    5. Kajian rutin Salafy di Karang Anyar klik http://www.salafy.or.id/salafy.php?menu=detil&id_artikel=1262 update (27/12/2009)
    6. Kajian rutin Salafy di Klaten klik http://www.salafy.or.id/salafy.php?menu=detil&id_artikel=931 update (04/09/2006)
    7. Kajian rutin Salafy di Kudus klik http://www.salafy.or.id/modules/artikel2/artikel.php?id=1087 update (13/08/2009)
    8. Kajian rutin Salafy di Magelang klik http://www.salafy.or.id/modules/artikel2/artikel.php?id=1101 update (07/02/2009)
    9. Kajian rutin Salafy di Pekalongan klik http://www.salafy.or.id/modules/artikel2/artikel.php?id=1088 update (25/06/2010)
    10. Kajian rutin Salafy di Pemalang dan sekitarnya klik http://www.salafy.or.id/salafy.php?menu=detil&id_artikel=929 update (05/05/2005)
    11. Kajian rutin Salafy di Purbalingga dan sekitarnya klik http://www.salafy.or.id/modules/artikel2/artikel.php?id=1715 update (09/12/2010)
    12. Kajian rutin Salafy di Purworejo dan sekitarnya klik http://www.salafy.or.id/modules/artikel2/artikel.php?id=1641 update (21/05/2010)
    13.Kajian rutin Salafy di Semarang klik http://www.salafy.or.id/modules/artikel2/artikel.php?id=930 update (19/03/2008)
    14.Kajian rutin Salafy di Sukoharjo klik http://www.salafy.or.id/salafy.php?menu=detil&id_artikel=1263 update (18/03/2008)
    15.Kajian rutin Salafy di Surakarta bagian Barat klik http://www.salafy.or.id/salafy.php?menu=detil&id_artikel=1260 update (18/03/2008)
    16.Kajian rutin Salafy di Surakarta bagian Timur klik http://www.salafy.or.id/salafy.php?menu=detil&id_artikel=1261 update (18/03/2008)
    17.Kajian rutin Salafy di Tegal klik
    http://www.salafy.or.id/salafy.php?menu=detil&id_artikel=1681 update (04/10/2010)
    18.Kajian rutin Salafy di Temanggung klik
    http://www.salafy.or.id/salafy.php?menu=detil&id_artikel=1291 update (22/02/2010)
    19.Kajian rutin Salafy di Wonosobo klik http://www.salafy.or.id/modules/artikel2/artikel.php?id=1126 update (13/08/2009)
    20.Kajian rutin Salafy di Wonogiri klik http://www.salafy.or.id/modules/artikel2/artikel.php?id=1089 update (04/09/2006)

  123. labatterie said

    Oh ya kalo boleh tau aq pengen tulisan ayat-ayat dan hadits yang menerangkan tentang pendidikan wanita/tarbiyatu.

    Tafadzol, Bisa Didapatkan Lengkap disini : http://akhwat.web.id/ atau http://akhwat.or.id/

  124. MorganTreec said

    I like browsing your site for the reason that you can always get us new and cool things, I feel that I ought to at least say a thank you for your hard work.

    - Henry

    Walhamdulillah. Many Thanks

  125. bismillah.
    baarokallohu fiik

    Numpang promo ya..
    mampir dan belanja ke tempat kami yuk.
    Galerisunnah.multiply.com

  126. Haryono Abu Zahra said

    Assalaamu ‘alaikum wa rahmatullahi wa barokaatuh.

    Mohon izin menimbah ilmu dari blog yang sangat bermanfaat ini ya Akh….

    Walaaikumussalam Warohmatulloh.Tafadzol ahki, Wallohul muwafiq

  127. Abu Yahya Albamalanjy said

    Assalamu’alikum salam kenal, tetap semangat menebarkan As-Sunnah.
    Ana tunggu kunjungan balik antum di blog ana yang masih sederhana. Baarakallaahu fiikum

    Waalaikumussalam Warohmatulloh Wabarokatuh, Wafikum barokallohu.

  128. kirmansukirman said

    Assalamu’alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh..
    Apa kabar ? Smoga dalam keadaan sehat bersama keluarga, semoga dengan adanya ma’had salafy di Cepu menjadi pelita yg membawa barokah dan hidayah. Ana Sukirman (Kirman) alumni Akamigas-STEM Cepu ’09 (P2B II). Barakallahu fiik.

    Waalaikumussalam Warohmatulloh wabarokatuh. Hayyakalloh, Ahki kirman kaifa haluka? bikhirin insyallloh, kapan antum ke AKAMIGAS LAGI walhamdulillah kajian masih berjalan di AKAMIGAS, Wafikum barokalloh

  129. abu abdirrahman assolowi said

    bismillah kaifa haaluk akkh ana baru sekali mengunjungi blok antum ana abu abdirrahman dari mantingan dulu ngaji di stem insya allah tgl 25 ini ana mau pulang alhamdulillah antum dah ikut terjun dalam dakwah,insya allah nanti kita ketemu di cepu salam utk ikwah yang di cepu dan ta’lim di stem masih adakah? gimana pondok dah jalan blum?

    Walhamdulillah, bidu’aikum ahki, semoga dimudakan safar antum,salam untuk keluarga antum, insyalloh mahad masih jalan bi idznillahi aza wajallla.

  130. abu abdirrahman said

    Alhamdulillah wab antum ramai dan banyak dari kajian ilmiah dari ulama dan asadzidah,mudah mudah ma’had di cepu bisa menjadi markiz ilmu, amin

  131. abu ismail said

    Bismillah.
    Lagi ngunjungi blog saudara fillah, sama sekalian promo blog sendiri yg belum jadi. Maklum, blm tau ilmunya bikin blog. Sangat mengharap bantuan berupa masukan & ilmu blog dr akhi al-karim.
    Barakallahu fiikum.
    http://arrisalahjombang.wordpress.com

    Walhamdulillah,semoga keberkahan beserta ma’had di sana,barokallohufiekum

  132. Ismail Saleh said

    Assalamualaikum wr wb….
    Salam ta’aruf admin blok ini….
    saya ada tugas metodologi penelitian S2, saya ditugaskan untuk meneliti “konsep pendidikan tauhid menurut syeikh Muhammad bin Abdul Wahhab dan Implementasinya di Indonesia”
    sy bisa minta Informasi tidak ya berkaitan dengan referensi masalah tersebut di atas?
    atas bantuannya sy ucapkan terima kasih..
    Wassalamualaikum wr wb

    Antum bisa membaca referensi kitab karangan karangan beliau, bisa search di google akan banyak ditemukan kumpulan kitab beliau, Yang terlengkap dan telah di syarah adalah Kitab “Fathul Madjid Syarh Kitab Tauhid” dan kitab kitab yang disyarah lainya misal Utsalasatul Ushul, Qoaidul Arba’ ,Tsitatu Ushul, Kasyf Shubuhat, Fadlul Islam, Al Khabair, Dan lainya banyak lagi, coba antum daftar milis annashiah disana banyak ustadz yang mungkin bisa membantu antum, Wallohu A’lam

  133. Al Watesiy said

    Assalamu’alaikum akhiy………kaifa haluk? dah lama tak jumpa antum.

    Waaalikumussalam Warohmatulloh,
    Walhamdulillah, afwan ana jarang ke gunung kidul, insyalloh fiy waktin akhor.

  134. Haryono said

    Assalamu ‘alaikum ya akhiy Mohon izin ta’lim melalui blog ini.
    lama tak jumpa,afwan atas ke alpaan ana. syukron

    Waalaikumussalam Warohmatulloh, Kaifa haluka ya ahki tafadzol, Semoga bermanfaat untuk antum.

  135. Jika diri ini selalu menyadari akan tujuan penciptaan sebagai seorang hamba, tentu diri ini akan selalu merasakan betapa nikmatnya mengabdi kepada Allah swt.

    Insyallloh, Dengan mengikuti Rosul Sholollohualaihi Wassalam dan Ulama Salafiyah.

  136. saepudin said

    Ass.salam kenal kang, sy dari bandung…… seorang guru bahasa inggris sdn merdeka 5 bandung

    Waalaikumussalam Warohmatulloh,
    Salam Kenal Kembali.

  137. saepudin said

    i do like this site….. i hope god bless us for your kindness making this useful site…..good job…….

  138. suparmin said

    Assalamu’alaikum. Gimana caranya ikut gabung kajian salaf cepu, soalnya saya orang cepu dan sangat awam. kalau diperkenankan, terima kasih sebelumnya. wassalami

    Waalaikumussalam Warohmatulloh, Bapak bisa menghubungi kontak persons via hp : Ahki Abu Jihad JR 081575915666 atau Abu Rizky Al Atsariy 0296-5109344
    atau bisa datang langsung ke pondok pesantren Annashishah Cepu, Di Komplek Ndoro Asri/GMS Karang boyo.

  139. Haryono Abu Zahra said

    Assalamu’alaikum wa rahmatullahi wa barokatuh.

    SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1431 H
    Selamat jalan duhai Ramadhan, bulan Allah dan para kekasih-Nya
    Perpisahan denganmu
    Sedih hati berpisah denganmu
    Rindu hati atas kepergianmu
    Kami ucapkan padanya salam bagimu wahai bulan Allah yang agung! Wahai hari raya para kekasih-Nya!
    Wadâ’an Yâ Ramadhân, selamat jalan duhai Ramadhan
    Selamat tinggal kepada dia yang menyedihkan perpisahannya,
    yang merindukan kami kepergiannya. Untuknya kami punya janji yang dijaga, kesucian yang dipelihara, hak yang dipenuhi.
    Kami ucapakan padanya salam bagimu wahai bulan Allah yang agung! Wahai hari raya para kekasih-Nya!
    Selamat Hari Raya Idul Fitri 1431 H.
    Taqoballahu minni wa minkum. Mohon maaf lahir dan bathin ya Akhiy.
    Wassalamu ‘alaikum wa rahmatullahi wa barokatuh.

  140. yusuf said

    Bismillah..
    ustad, ana mau tanya..
    bagaimana caranya kita menanggapi fitnah. kalau ada org yang berkata..
    hidup kita ini sudah di tentukkan akan bakalan jadi apa di dunia dan nantinya akan berakhir dimana kita (surga atau neraka..)
    ana tunggu balasannya ustad..

    Abu Amin Cepu :
    Bismillah ahkhuna Yusuf Wa Barokallohufiek Fieilmikum wa amalikum,

    Didalam menanggapi perkataan orang orang yang awam dan belum mengerti hakikat suatu permasalahan, hendaknya ditanggapi dengan sikap hikmah (lemah lembut) Alloh Ta’ala Berfirman :
    لَقَدْ جَاءَكُمْ رَسُولٌ مِنْ أَنْفُسِكُمْ عَزِيزٌ عَلَيْهِ مَا عَنِتُّمْ حَرِيصٌ عَلَيْكُمْ بِالْمُؤْمِنِينَ رَءُوفٌ رَحِيمٌ
    “Artinya : Sesungguhnya telah datang kepadamu seorang rasul dari kaummu sendiri, yang berat memikirkan penderitaanmu, sangat menginginkan kamu (beriman dan selamat), amat belas kasihan lagi penyayang terhadap orang-orang mu’min” [At-Taubah : 128]

    Rosul Juga bersabda :
    وعن عائشة رضي الله عنها قالت قال رسول الله صلى الله عليه وسلم إن الله رفيق يحب الرفق في الأمر كله متفق عليه
    “Dari Aisyah Ummul Mukminin ” Sesungguhnya Allah itu Mahalembut dan mencintai kelembutan di dalam semua urusan”

    وعنها أن النبي صلى الله عليه وسلم قال إن الرفق لا يكون في شيء إلا زانه ولا ينزع من شيء إلا شانه رواه مسلم
    “Artinya : Sungguh, segala sesuatu yang ada padanya kelembutan akan nampak indah. Sebaliknya, tanpa adanya kelembutan segala sesuatu akan nampak jelek”

    وعن جرير بن عبد الله رضي الله عنه قال سمعت رسول الله صلى الله عليه وسلم يقول من يحرم الرفق يحرم الخير كله رواه مسلم
    “Artinya : Barangsiapa yang meniadakan sifat lembut, maka akan tertahan kebaikan semuanya.

    Dari ayat dan hadits diatas dapat difahami bahwa kebaikan itu terletak pada sikap lembut kita didalam berdakwah dan kejelekan itu terletak kepada sikap kaku didalam berdakwah dan pada urusan lainya,

    Kita harus memahami semua bahwa ridhlo seluruh manusia itu tidak mungkin bisa dicapai artinya ada yang menolak penjelasan kita dan ada yang menerimanya yang terpenting kita sudah berusaha sekuat tenaga berdakwah dengan bimbingan rosul sholollohualaihi wassalam,

    Mengenai permasalahan antum hendaknya dijelaskan dengan hikmah dari pengertian qodho’ dan qodar,

    PERTAMA : QADAR
    Qadar, menurut bahasa yaitu: Masdar (asal kata) dari qadara-yaqdaru-qadaran, dan adakalanya huruf daal-nya disukunkan (qa-dran).

    Ibnu Faris berkata, “Qadara: qaaf, daal dan raa’ adalah ash-sha-hiih yang menunjukkan akhir/puncak segala sesuatu. Maka qadar adalah: akhir/puncak segala sesuatu. Dinyatakan: Qadruhu kadza, yaitu akhirnya. Demikian pula al-qadar, dan qadartusy syai’ aqdi-ruhu, dan aqduruhu dari at-taqdiir.”

    Qadar ialah: kepastian dan hukum, yaitu apa-apa yang telah ditentukan Allah Azza wa Jalla dari qadha’ (kepastian) dan hukum-hukum dalam berbagai perkara
    .
    Takdir adalah: Merenungkan dan memikirkan untuk menyamakan sesuatu.

    Qadar, menurut istilah ialah: Ketentuan Allah yang berlaku bagi semua makhluk, sesuai dengan ilmu Allah yang telah terdahulu dan dikehendaki oleh hikmah-Nya.

    Atau: Sesuatu yang telah diketahui sebelumnya dan telah tertuliskan, dari apa-apa yang terjadi hingga akhir masa. Dan bahwa Allah Azza wa Jalla telah menentukan ketentuan para makhluk dan hal-hal yang akan terjadi, sebelum diciptakan sejak zaman azali. Allah Subhanahu wa Ta’ala pun mengetahui, bahwa semua itu akan terjadi pada waktu-waktu tertentu sesuai dengan pengetahuan-Nya dan dengan sifat-sifat ter-tentu pula, maka hal itu pun terjadi sesuai dengan apa yang telah ditentukan-Nya.

    Atau: Ilmu Allah, catatan (takdir)-Nya terhadap segala sesuatu, kehendak-Nya dan penciptaan-Nya terhadap segala sesuatu tersebut.

    KEDUA : QADHA’
    Qadha’, menurut bahasa ialah: Hukum, ciptaan, kepastian dan penjelasan.
    Asal (makna)nya adalah: Memutuskan, memisahkan, menen-tukan sesuatu, mengukuhkannya, menjalankannya dan menyele-saikannya. Maknanya adalah mencipta.

    Qadha’ dan qadar adalah dua perkara yang beriringan, salah satunya tidak terpisah dari yang lainnya, karena salah satunya berkedudukan sebagai pondasi, yaitu qadar, dan yang lainnya berkedudukan sebagai bangunannya, yaitu qadha’. Barangsiapa bermaksud untuk memisahkan di antara keduanya, maka dia bermaksud menghancurkan dan merobohkan bangunan tersebut.

    Ibnu Hajar al-Asqalani berkata, “Mereka, yakni para ulama mengatakan, ‘Qadha’ adalah ketentuan yang bersifat umum dan global sejak zaman azali, sedangkan qadar adalah bagian-bagian dan perincian-perincian dari ketentuan tersebut.’”

    KEMUDIAN DIJELASKAN DALAM KITAB KITAB SEJARAH BAHWA DIJAMAN AWALUL MUSLIMIN SUDAH MUNCUL BEBERAPA KELOMPOK, Diantaranya adalah :

    1.JABARIYAH ialah orang yang berpendapat bahwa manusia itu terpaksa dalam perbuatannya, tidak mempunyai kehendak dan keinginan. (ini sedikit mirip dengan pemahaman teman antum, wallohu a’lam mudah mudahan karena ketidak tauanya)

    Diceritakan bahwa Umar Ibnu Khotob pernah menghukum orang JABARIYAH dan Orang JABARIYAH itu berkata ” Wahai Amirul mukminin bukankah saya mencuri semua itu sebagaimana kehendak Alloh, lalu kenapa kamu menghukumku?” Kemudian Umar Ibnu Qothob menjawab” Iya maka saya memotong tanganmu juga karena kehendak Alloh Ta’ala”

    Dari jawaban umar dapat di simpulkan bahwa manusia itu mempunyai kehendak dan usaha akan tetapi semua ahkir usaha adalah sesuai dengan kehendak Alloh.Dan kehendak Alloh ini sebagian tertuang lewat Kalamnya Alqur’an dan yang dijelaskan Rosul Sholollohualaihi Wassalam.

    Maka diantara firman Alloh ta’ala menyebutkan:
    وَأَنْزَلْنَا إِلَيْكَ الْكِتَابَ بِالْحَقِّ مُصَدِّقًا لِمَا بَيْنَ يَدَيْهِ مِنَ الْكِتَابِ وَمُهَيْمِنًا عَلَيْهِ فَاحْكُمْ بَيْنَهُمْ بِمَا أَنْزَلَ اللَّهُ وَلا تَتَّبِعْ أَهْوَاءَهُمْ عَمَّا جَاءَكَ مِنَ الْحَقِّ لِكُلٍّ جَعَلْنَا مِنْكُمْ شِرْعَةً وَمِنْهَاجًا وَلَوْ شَاءَ اللَّهُ لَجَعَلَكُمْ أُمَّةً وَاحِدَةً وَلَكِنْ لِيَبْلُوَكُمْ فِي مَا آتَاكُمْ فَاسْتَبِقُوا الْخَيْرَاتِ إِلَى اللَّهِ مَرْجِعُكُمْ جَمِيعًا فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ فِيهِ تَخْتَلِفُونَ

    artinya “Dan Kami telah turunkan kepadamu Al Qur’an dengan membawa kebenaran, membenarkan apa yang sebelumnya, yaitu kitab-kitab (yang diturunkan sebelumnya) dan batu ujian terhadap kitab-kitab yang lain itu; maka putuskanlah perkara mereka menurut apa yang Allah turunkan dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka dengan meninggalkan kebenaran yang telah datang kepadamu. Untuk tiap-tiap umat di antara kamu, Kami berikan aturan dan jalan yang terang. Sekiranya Allah menghendaki, niscaya kamu dijadikan-Nya satu umat (saja), tetapi Allah hendak menguji kamu terhadap pemberian-Nya kepadamu, maka berlomba-lombalah berbuat kebajikan. Hanya kepada Allah-lah kembali kamu semuanya, lalu diberitahukan-Nya kepadamu apa yang telah kamu perselisihkan itu,(Almaidah ayat 48)

    2.QODARIYAH ialah orang yang berpendapat bahwa manusia memiliki kebebasan dalam perbuatannya dan mengingkari adanya takdir. (ini orang orang yang hanya mengandalkan usahanya saja)

    Adapun ahlu sunnah adalah umat pertengahan yaitu yang mengimani ketentuan Alloh dan yang berusaha dengan anugerah yang diberikan Alloh serta bertawakal atas ketentuan ahkir dari-Nya.

    Ada sebuah hadits yang dapat mencerahkan kita tentangpermasalahan ini dalam hadits Jabir dalam Shahiih Muslim, ketika Suraqah bin Malik bin Ju’syum datang kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam lalu mengatakan

    “Wahai Rasulullah, jelaskanlah kepada kami tentang agama kami, seolah-olah kami baru diciptakan pada hari ini, yaitu mengenai amal perbuatan hari ini, apakah berdasarkan pada apa yang telah tertulis oleh tinta pena (takdir) yang sudah mengering dan takdir-takdir yang telah ditentukan, atau berdasarkan dengan apa yang akan kita hadapi?”

    Beliau menjawab: “Tidak, bahkan berdasarkan pada tinta pena yang telah kering dan takdir-takdir yang telah ada.”

    Ia bertanya, “Lalu, untuk apa kita beramal?” Beliau menjawab:“Beramallah! Sebab semuanya telah dimudahkan.”Dalam sebuah riwayat disebutkan:“Setiap orang yang berbuat telah dimudahkan untuk perbuatan-nya.”
    Maka jawaban untuk teman antum bahwa manusia jika dikehendaki akan masuk syurga maka cirinya dia dimudahkan dalam beramal dengan amalan syurga hinggga ahkir hayatnya dan demikian sebaliknya jika seseorang dikendaki masuk neraka maka akan mudah mengamalkan amalan amalan yang menghantarkan kepada neraka, sedangkan tuntunan amalan mana yang menghantarkan ke syurga dan neraka telah dijelaskan semuanya dalam Alquran dan Hadits Rosul Dengan pemahaman para sahabat Ridhollohu anhum ajma’in .
    Demikian Semoga bermanfaat, Wallohu a’lam bishowab.

  141. Bismillah,
    kaifa hal?, afwan ana mo numpang info dauroh akh:
    InsyaAllah Ta’ala akan diadakan Kajian Islam Ilmiah sehari bersama Al-Ustadz Muhammad ‘Umar As-Sewed, pada:
    Hari : Sabtu
    Tanggal : 1Dzulhijjah1432H/29Oktober2011M
    Waktu : 09.00~Selesai
    Tema : Nashihat Bagi Penuntut Ilmu
    Tempat : Masjid Al-Jihad, Komplek Islamic Center Karawang.
    Jalan Ahmad Yani – ByPass, Karawang
    Kontak : 0857-1414-3337 [Abu ‘Abdillah]
    0857-8264-3130 [Abu Usamah]
    0813-2508-2709 [Abu Taqiy]

    Info lengkap: http://alkarawanjy.blogspot.com/2011/10/daurah-karawang-2011.html

    Jazzakallahu khairan.

    Walhamdulillah Ya ahki Abu Abdillah, Semoga keberkahan berserta dakwah antum dan ikhwah sekalian dikerawang, Waiyyakum

  142. Anonymous said

    Bismillah….
    ustadz, apa hukumnya kalau kita bekerja dengan orang kafir/ atau bekerja pada orang kafir..?
    jazakallah khair..

    Abu Amin Cepu:
    Tidak mengapa bermuamalah dengan mereka dengan beberapa perincian , Allah Subhanahu wata’ala berfirman :

    يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ لاَ تَتَّخِذُواْ الْيَهُودَ وَالنَّصَارَى أَوْلِيَاء بَعْضُهُمْ أَوْلِيَاء بَعْضٍ وَمَن يَتَوَلَّهُم مِّنكُمْ فَإِنَّهُ مِنْهُمْ إِنَّ اللّهَ لاَ يَهْدِي الْقَوْمَ الظَّالِمِينَ

    “Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi wali walimu(mu). Sebagian mereka adalah pemimpin bagi sebagian yang lain. Barang siapa di antara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim.” (Al-Ma’idah : 51)

    Maka dalam ayat ditegaskan pelarangan memberi wala’ kepada orang-orang kafir. Dan memberi wala` kepada orang kafir terbagi dua,

    Kesatu, Memberi wala` kepada orang kafir karena kecintaan kepada mereka atau cinta kepada kekufuran, atau ridho kekufuran di atas keislaman. Ini hukumnya adalah kafir mengeluarkan dari agama Islam.
    Kedua, Memberi wala` karena dunia dan bukan karena agama atau keyakinan. Ini tidak mengeluarkan dari agama tapi tergolong dosa besar. Sebagaimana dalam Surah Al-Mumtahanah: 1

    يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَتَّخِذُوا عَدُوِّي وَعَدُوَّكُمْ أَوْلِيَاء تُلْقُونَ إِلَيْهِم بِالْمَوَدَّةِ وَقَدْ كَفَرُوا بِمَا جَاءكُم مِّنَ الْحَقِّ يُخْرِجُونَ الرَّسُولَ وَإِيَّاكُمْ أَن تُؤْمِنُوا بِاللَّهِ رَبِّكُمْ إِن كُنتُمْ خَرَجْتُمْ جِهَاداً فِي سَبِيلِي وَابْتِغَاء مَرْضَاتِي تُسِرُّونَ إِلَيْهِم بِالْمَوَدَّةِ وَأَنَا أَعْلَمُ بِمَا أَخْفَيْتُمْ وَمَا أَعْلَنتُمْ وَمَن يَفْعَلْهُ مِنكُمْ فَقَدْ ضَلَّ سَوَاء السَّبِيلِ

    Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil musuh-Ku dan musuhmu menjadi teman-teman setia yang kamu sampaikan kepada mereka (berita-berita Muhammad), karena rasa kasih sayang; padahal sesungguhnya mereka telah ingkar kepada kebenaran yang datang kepadamu, mereka mengusir Rasul dan (mengusir) kamu karena kamu beriman kepada Allah, Tuhanmu. Jika kamu benar-benar keluar untuk berjihad di jalan-Ku dan mencari keridhaan-Ku (janganlah kamu berbuat demikian). Kamu memberitahukan secara rahasia (berita-berita Muhammad) kepada mereka, karena rasa kasih sayang. Aku lebih mengetahui apa yang kamu sembunyikan dan apa yang kamu nyatakan. Dan barangsiapa di antara kamu yang melakukannya, maka sesungguhnya dia telah tersesat dari jalan yang lurus. (Al-Mumtahanah : 1)

    Jadi bekerja kepada orang kafir dan bermuamalat dengan mereka tidak mengapa selama hanya berkaitan dengan dunia dan tidak bentuk berloyalitas kepada mereka. Dan pembolehan ini ditunjukkan oleh banyak dalil. Dan Nabi sendiri bermuamalah dengan orang-orang Yahudi sebagaimana yang dimaklum penjelasannya dalam beberapa hadits.

    Wallahu A’lam Bishowab

  143. Ali Assegaf said

    Assalamu`alaikum..salam ukhuwah…untuk menambah tali silaturahmi, kami dari ahlulkisa mohon izn untuk bisa bergabung untuk bisa berbagi info dan menjadi sahabat link,,jazakallah syukron katsir..

    Waalaikumussalam Warohmatulloh,Insyalloh Bi’aunihi ta’ala

  144. assalamu’alaikum

    barakallahu fiikum

    salam kenal akh..

    Waalaikumussalam Warohmatulloh
    Wafikum barokallohu.Salam kenal kembali ahki.

  145. Anonymous said

    Salaaammm
    barakallohulakum,,,

    Wafiekum barokallohu.

  146. Assalamu’alaikum, ana Abu Salman dari Magetan..

    Ana punya beberapa link download kajian, semoga bermanfaat.

    http://rizkytulus.wordpress.com/

    Subhanalloh, ahki abu salman, semoga keistiqomahan beserta dakwah antum.Salam buat Ustadz Utsman Magetan dan Asatidz Lainya, dari ana Al Faqir Abu amin.

  147. rizki aprilian wijaya said

    Assalamu’alaikum warahmatullah wabarakatuh..

    Alhamdulilah, blog yang sangat bermanfaat untuk ana yang baru mengenal manhaj salaf..

    salam kenal ust abu amin cepu

    ingin sekali bertemu dengan ikhwah cepu, Insya Allah, kalau ada kesempatan mampir nanti..

    Jazakallahu khairan

    Abu Muhammad Rizki

    Salam dari Ikhwah Fatahillah, Tanah Baru, Depok

    Alhamdulillah, Tafadzol mampir ahki, dan boleh menginap kapanpun antum menginginkanya.wa’alahissalam wa rohmatulloh li ihkwanina fiy Fatahillah.

  148. Ahmad said

    Assalamu’alaikum wr wb……
    Shollu ‘alannabi…..?
    Ya akhi ana ikutan nih, semoga dapat banyak kemanfaatan. Amin………….

    Waalaikumussalam Warohmatulloh, amin ya robal alamin

  149. Al Hisbah said

    Assalamu’alaikum.
    Barokallohu fiikum.

    Waalaikumussalam Warohmatulloh, Wafikum barokallohu

  150. jahra kamu di mana?

  151. Anonymous said

    Assalamu’alaikum.
    semoga banyak manfaatnya dan banyak mengantar umat islam menuju surganya Alloh. amin.

    Waalaikumussalam Waarohmatulloh, Amin Ya robal Alamin

  152. Assalamualaikum

    Waalaikumussalam warohmatulloh

  153. Haryono Abu zahra said

    Assalaamu ‘alaikum ya akhiy, ana izin baca ya…

    Waalaikumussalam Warohmatulloh Ahkiy Abu Zahra, Bagaimana kabar antum,sekarang di bekasi sudah ikut kajian?

  154. fatimah said

    assalamualaikum ya akhiy…klo kajian yg dket kampus UGM dmna y?klo k gunung kidul terlalu jauh…

    Admin Ma’had Cepu : Coba Anti Cari Yang Dekat Dibawah Ini :

    Berikut jadual kajian terakhir yang diadakan Panitia Kajian Islam Salafy Jogjakarta.

    1. Tajwid
    Materi : Al Qawa’idut Tajwid
    Pengajar : Ustadz Abu Juhaifah
    Waktu : Senin, 05:00 – 06:30
    Tempat : TA Ibnu Taimiyyah, Jl. Palagan Tentara Pelajar, Sedan, alamat no 99 C RT 06/34, Dn Sedan, Ds. Sariharjo, Kec. Ngaglik, Sleman 55582
    Peserta : Umum (Laki-laki/Ikhwan)
    Kontak person : 081392442287 (Ahmad)

    2. Kemuslimahan
    Materi : Nashihati Lin Nisaa’
    Pengajar : Ustadz Abu ‘Umar Ibrohim
    Waktu : Senin, 16:00 – 17:00
    Tempat : Masjid Al Hasanah, Utara MIROTA KAMPUS, depan Kampus Prodi Ilmu Komputer UGM
    Peserta : Umum (Laki-laki/Ikhwandan Perempuan/Akhwat)
    Kontak person : 02747170587 (PaKIS)

    3. Fiqh
    Materi : Umdatul Ahkam
    Pengajar : Ustadz ‘Abdul Mu’thi
    Waktu : Senin, 16:30 – Maghrib
    Tempat : Masjid Al Anshor, Ma’had Al Anshor, Wonosalam, Ngaglik, Sleman
    Peserta : Umum (Laki-laki/Ikhwan)
    Kontak person : 02747170587 (PaKIS)

    4. Aqidah
    Materi : Kitabut Tauhid
    Pengajar : Ustadz ‘Abdul Mu’thi
    Waktu : Senin, Ba’da Maghrib – 20:00
    Tempat : Masjid Al Anshor, Ma’had Al Anshor, Wonosalam, Ngaglik, Sleman
    Peserta : Umum (Laki-laki/Ikhwan)
    Kontak person : 02747170587 (PaKIS)

    5. Fiqh
    Materi : Umdatul Ahkam
    Pengajar : Ustadz ‘Abdul Mu’thi
    Waktu : Selasa, 16:30 – Maghrib
    Tempat : Masjid Al Anshor, Ma’had Al Anshor, Wonosalam, Ngaglik, Sleman
    Peserta : Umum (Laki-laki/Ikhwan)
    Kontak person : 02747170587 (PaKIS)

    6. Aqidah
    Materi : Hak-hak Syariat
    Pengajar : Ustadz Abu ‘Abdillah Muhammad Higa
    Waktu : Selasa, Ba’da Maghrib – Ba’da ‘Isya
    Tempat : Masjid Jami’ Kuncen, Kuncen, Utara Perempatan Wirobrajan
    Peserta : Umum (Laki-laki/Ikhwan)
    Kontak person : 02747456613 (Hamzah)

    7. Aqidah
    Materi : Kitabut Tauhid
    Pengajar : Ustadz ‘Abdul Mu’thi
    Waktu : Selasa, Ba’da Maghrib – 20:00
    Tempat : Masjid Al Anshor, Ma’had Al Anshor, Wonosalam, Ngaglik, Sleman
    Peserta : Umum (Laki-laki/Ikhwan)
    Kontak person : : 02747170587 (PaKIS)

    8. Bahasa Arfab
    Materi : Muyassar I
    Pengajar : Ustadz Abu Juhaifah
    Waktu : Rabu, 05:00 – 06:30
    Tempat : TA Ibnu Taimiyyah, Jl. Palagan Tentara Pelajar, Sedan, alamat no 99 C RT 06/34, Dn Sedan, Ds. Sariharjo, Kec. Ngaglik, Sleman 55582
    Peserta : Umum (Laki-laki/Ikhwan)
    Kontak person : 081392442287 (Ahmad)

    9. Hadits
    Materi : Syarh Al Arba’in An Nawawiyyah
    Pengajar : Ustadz ‘Abdul Mu’thi
    Waktu : Rabu, 16:00 – 17:00
    Tempat : Masjid Pogung Raya (MPR), Pogung Raya, Sinduadi, Mlati Sleman
    Peserta : Umum (Laki-laki/Ikhwandan Perempuan/Akhwat)
    Kontak person : 02747170587 (PaKIS)

    10. Bahasa Arab
    Materi : Durusul Lughoh Jilid 2
    Pengajar : Ustadz Abu Muhammad Ahmad Halim
    Waktu : Rabu, Ba’da Maghrib – ‘Isya
    Tempat : Masjid Al Fithrah, selatan Bundaran UGM, belakang RS Mata DR.Yap, Terban, Jogjakarta
    Peserta : Umum (Laki-laki/Ikhwan)
    Kontak person : 081392422653 (Anam)

    11. Fiqh
    Materi : Fiqih
    Pengajar : Ustadz Abu Juhaifah
    Waktu : Kamis, 16:00 – 17:00
    Tempat : Masjid Al Hasanah, Utara MIROTA KAMPUS, depan Kampus Prodi Ilmu Komputer UGM
    Peserta : Umum (Laki-laki/Ikhwandan Perempuan/Akhwat)
    Kontak person : 02747170587 (PaKIS)

    12. Fiqh
    Materi : Umdatul Ahkam
    Pengajar : Ustadz ‘Abdul Mu’thi
    Waktu : Kamis, 16:30 – Maghrib
    Tempat : Masjid Al Anshor, Ma’had Al Anshor
    Peserta : Umum (Laki-laki/Ikhwan)
    Kontak person : 02747170587 (PaKIS)

    13. Aqidah
    Materi : Kitabut Tauhid
    Pengajar : Ustadz ‘Abdul Mu’thi
    Waktu : Kamis, Ba’da Maghrib – 20:00
    Tempat : Masjid Al Anshor, Ma’had Al Anshor
    Peserta : Umum (Laki-laki/Ikhwan)
    Kontak person : 02747170587 (PaKIS)

    14. Bahasa Arab
    Materi : Silsilah Lughatul ‘Arabiyyah (At Ta’bir dan Al Qiro’ah wal Kitabah)
    Pengajar : Ustadz Hisyam
    Waktu : Jumat, 14:00 – Ashar
    Tempat : Masjid Al Fithrah, selatan Bundaran UGM, belakang RS Mata DR.Yap, Terban, Jogjakarta
    Peserta : Umum (Laki-laki/Ikhwan)
    Kontak person : 081392422653 (Anam)

    15. Bahasa Arab/Tajwid
    Materi : Muyassar I / Al Qawa’idut Tajwid
    Pengajar : Ustadz Abu Juhaifah
    Waktu : Sabtu, 13:00 – Selesai
    Tempat : TA Ibnu Taimiyyah, Jl. Palagan Tentara Pelajar, Sedan, alamat no 99 C RT 06/34, Dn Sedan, Ds. Sariharjo, Kec. Ngaglik, Sleman 55582
    Peserta : Perempuan
    Kontak person : 085228461978

    16. Adab dan Akhlaq
    Materi : Riyadhus Shalihin
    Pengajar : Ustadz ‘Abdul Mu’thi Al Maidani
    Waktu : Sabtu, 16:00 – 17:00
    Tempat : Masjid Al Hasanah, Utara MIROTA KAMPUS, depan Kampus Prodi Ilmu Komputer UGM
    Peserta : Umum (Laki-laki/Ikhwandan Perempuan/Akhwat)
    Kontak person : 02747170587 (PaKIS)

    17. Bahasa Arab
    Materi : Durusul Lughoh Jilid 2
    Pengajar : Ustadz Abu Muhammad Ahmad Halim
    Waktu : Sabtu, Ba’da Maghrib – ‘Isya
    Tempat : Masjid Al Fithrah, selatan Bundaran UGM, belakang RS Mata DR.Yap, Terban, Jogjakarta
    Peserta : Umum (Laki-laki/Ikhwan)
    Kontak person : 081392422653 (Anam)

    18. Bahasa Arab/Tajwid
    Materi : Muyassar I / Al Qawa’idut Tajwid
    Pengajar : Ustadz Abu Juhaifah
    Waktu : Ahad, 13:00 – Selesai
    Tempat : TA Ibnu Taimiyyah, Jl. Palagan Tentara Pelajar, Sedan, alamat no 99 C RT 06/34, Dn Sedan, Ds. Sariharjo, Kec. Ngaglik, Sleman 55582
    Peserta : Perempuan
    Kontak person : 085228461978

    19. Nasehat
    Materi : Jalan Menuju Kebahagiaan
    Pengajar : Ustadz ‘Abdul Mu’thi Al Maidani
    Waktu : Ahad, 20:00 – 21:00
    Tempat : Masjid Al Muhajirin, Perumnas Condong Catur
    Peserta : Umum (Laki-laki/Ikhwan)
    Kontak person : 08562859145 (Urwah)

    20. Aqidah
    Materi : Durusul Muhimmah Li ‘Ammatil Ummah
    Pengajar : Ustadz Abdul Jabbar
    Waktu : Ahad Ke 1, 09:00 – 11:00
    Tempat : Masjid Al Hasanah, Utara MIROTA KAMPUS, depan Kampus Prodi Ilmu Komputer UGM
    Peserta : Umum (Laki-laki/Ikhwandan Perempuan/Akhwat)
    Kontak person : 02747170587 (PaKIS)

    21. Adab dan Aqidah
    Materi : Masail Jahilyyah
    Pengajar : Ustadz ‘Abdul Haq
    Waktu : Ahad Ke 2, 09:00 – 11:00
    Tempat : Masjid Al Hasanah, Utara MIROTA KAMPUS, depan Kampus Prodi Ilmu Komputer UGM
    Peserta : Umum (Laki-laki/Ikhwandan Perempuan/Akhwat)
    Kontak person : 02747170587 (PaKIS)

    22. Aqidah
    Materi : Nawaqidul Islam
    Pengajar : Ustadz ‘Abdul Mu’thi
    Waktu : Ahad Ke 3, 09:00 – 11:00
    Tempat : Masjid Al Hasanah, Utara MIROTA KAMPUS, depan Kampus Prodi Ilmu Komputer UGM
    Peserta : Umum (Laki-laki/Ikhwandan Perempuan/Akhwat)
    Kontak person : 02747170587 (PaKIS)

    23. Aqidah
    Materi : Syarhus Sunnah
    Pengajar : Ustadz Abu ‘Abdillah Muhammad Higa
    Waktu : Ahad Ke 4, 09:00 – 11:00
    Tempat : Masjid Al Hasanah, Utara MIROTA KAMPUS, depan Kampus Prodi Ilmu Komputer UGM
    Peserta : Umum (Laki-laki/Ikhwandan Perempuan/Akhwat)
    Kontak person : 02747170587 (PaKIS)

    24. Adab dan Akhlaq
    Materi : Dauroh
    Pengajar : -
    Waktu : Ahad Ke 5, 09:00 – Selesai
    Tempat : Hubungi Panitia
    Peserta : Umum (Laki-laki/Ikhwandan Perempuan/Akhwat)
    Kontak person : 02747170587 (PaKIS)

    25. Nasihat
    Materi : Tausiyah
    Pengajar : Ustadz ‘Abdul Haq, ‘Abdul Jabbar, Ustadz Abu ‘Abdillah Higa, Ustadz Adib, dll
    Waktu : Ahad, 09:00 – Selesai
    Tempat : Masjid Agung Bantul
    Peserta : Umum (Laki-laki/Ikhwandan Perempuan/Akhwat)
    Kontak person : 02747015303

    26. Umum
    Waktu : Ahad, minggu kelima pukul 09.00 s.d selesai
    Materi : Umum
    Pemateri : Al-Ustadz Luqman Baabduh atau Al-Ustadz Muhammad As-Sewed
    Lokasi : Informasi tempat dan waktu pelaksanaan akan diumumkan beberapa waktu sebelum pelaksanaannya.
    Peserta : Umum/Laki-Laki/Ikhwan/Perempuan/Akhwat

    Peta menuju masjid Al Hasanah, simak di
    http://www.salafy.or.id/upload/alhasanah.jpg

    Penyelenggara :
    Panitia Kajian Islam Salafy (PAKIS)
    Telpon : +62 274 7170587, 62 274 897733, Email : pakis_jogja @ gawab.com
    Alamat : Kun Muwahhidan
    Jalan Palagan Tentara Pelajar, Dusun Sedan no 99 C RT 06/34, Sariharjo, Ngaglik, Sleman 55581

    Informasi :
    Khusus peserta putri (akhwat/ummahat), insya Allah dapat mengikuti siaran/relay ta’lim (khusus daurah) di beberapa tempat sbb :
    · Tarbiyatul Aulad Ibnu Taimiyyah, Jl. Palagan Tentara Pelajar, Sedan, alamat no 99 C RT 06/34, Dn Sedan, Ds. Sariharjo, Kec. Ngaglik, Sleman 5558
    · TK/ Ma’had Ar-Ridho Putra, Jalan Parang Tritis Km 6, RT 6, RW 46, Dn Dagaran, Kel Bangunrejo, Kec. Sewon, Bantul.
    · Ma’had Tahfizh Putri, Ma’had Al-Anshar, Wonosalam, Ngaglik, Sleman
    · TK Ar-Ridho Putri, Glagah Sari UH IV/ 538 RT 21/ RW 05 Kelurahan Warung Boto, Jogjakarta 55164.
    · Ma’had Tahfizh Ar-Ridho Putri, Bedok RT 5 RW 25 No 22, Trihanggo Gamping Sleman

    Demikian informasi ini disampaikan.
    http://www.salafy.or.id/modules/artikel2/artikel.php?id=935

  155. Taylor said

    Thanks very interesting blog!

    Walhamdulillah,

  156. Intan sari said

    Saya senang dengan bacan al.qur’an tersebut

    Walhamdulillah, Semoga menambah keimanan dan amal sholeh anti.

  157. faris said

    Assalamualaikum. uztad, mohon pencerahan. saya sudah wajib utk nikah. tapi ditentang oleh orangtua sy. dengan alasan calon istri sy seorang janda branak 1. dlm pemikiran sy, sy melakukan ini smua InsyaAllah Lillahi ta’ala. yg menjadi dilema dlm diri sy adlah yg sy lakukan ini tidak brtentangan dgn syriah, tp knpa ditentang dgn alasan buruknya masa lalu. apa yg hrus sy lakukan ustad?? mohon dibalas ya… sbagai pertimbangan sy dlm mngambil keputusan.. wassalam.

    Walaikumussalam Warohmatulloh,

    Ahki Faris yang semoga Alloh Ta’ala memudahkan pada urusan bermanfaat antum, Pada dasarnya wanita dinikahi berdasarkan perintah Rosul Sholollohualaihi Wassalam

    عنْ أبِيْ هُرَيْرَةَ – رَضِيَ اللهُ عَنْهُ – عَنِ النَّبِيِّ – صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلّمْ – قَالَ: تُنْكَحُ المَرْأةُ لِأَرْبَعٍ: لمِالِهَا، وَلِحَسَبِهَا،
    وَلِجَمَالِهَا، وَلِدِيْنِهَا فَاظْفَرْ بِذَاتِ الدِّيْنِ تَرِبَتْ يَدَاكْ

    “Seorang perempuan dinikahi karena empat perkara, karena hartanya, karena nasabnya , karena kecantikannya, (atau) karena agamanya. Pilihlah yang beragama, maka kau akan beruntung, jika tidak kamu menjadi miskin/Merugi”Rowahu Bukhariy

    Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

    عَلَيْكُمْ بِالْأبْكَارِ فَإِنَّهُنَّ أَعْذَبُ أَفْوَاهًا وَأَنْتَقُ أَرْحَامًا وَأَرْضَى بِالْيَسِيْرِ

    “Nikahilah- gadis-gadis, sesungguhnya mereka lebih manis tutur katanya, lebih banyak keturunannya, dan lebih menerima dengan sedikit” Silsilah hadits Shahihah Syeikh Albaniy

    Berkata Syaikh Utsaimin, “Tapi terkadang seseorang memilih untuk menikahi seorang janda karena ada sebab-sebab tertentu sebagaimana yang dilakukan oleh Jabir bin Abdillah radhiyallahuma yang memilih untuk menikahi seorang janda karena meninggalkan anak-anak wanita yang membutuhkan seorang wanita yang merawat mereka.

    Maka hendakya antum sebelum memilih perempuan hendaknya memperhatikan seruan Rosul diatas,Dan seruan rosul adalah sebaik-baik petunjuk.

    Dan tentunya orang tua mengnginkan yang terbaik untuk anaknya, dimana kebanyakan para orang tua tidak mau menjadi bahan pembicaraan orang lain ketika walimah dengan melihat anaknya menikah dengan janda, walaupun menikah dengan janda yang beriman dan baik agamanya adalah bukan tercela dibandingkan menikahi wanita perawan tapi jelek agamanya.

    Saran Kami :
    Maka hendaknya antum melakukan shalat istiqoroh untuk menetukan pilihan ini dan bermusyawarah dengan orang tua antum:

    1.Jika ada perawan yang baik agamanya,penyayang,subur maka ini lebih utama dan lebih utama karena mendapatkan keridhoan orang tua antum dan sebagaimana sabdanya :

    عن أنس بن مالك رضي الله عنه قال كَانَ رَسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه و سلم يَأْمُرُ بِالبَاءَةِ وَيَنْهَى عَنِ التَّبَتُّلِ نَهْيًا شَدِيْدًا وَيَقُوْلُ تَزَوَّجُوْا الْوَدُوْدَ الْوَلُوْدَ فَإِنِّي مُكَاثِرُ الْأَنْبِيَاءِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ

    Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu berkata, “Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan untuk menikah dan melarang keras untuk membujang dan berkata, “Nikahilah wanita yang sangat penyayang dan yang mudah beranak banyak karena aku akan berbangga dengan kalian dihadapan para nabi pada hari kiamat”Al Irwa Syeikh Albaniy

    2.Jika seorang janda itu muslimah salafiyah dan baik agamanya serta baik masa lalunya di masyarakat misal menjanda karena ditinggal mati suaminya yang sholeh maka menkahiya tak mengapa tentu dengan bermusyawarah dan ridho orang tua antum(dan jika dia jodoh antum tidak mungkin kemana setelah berusaha).Tapi kalau dia seorang yang terkenal kejelekan dan kemaksiatanya di masyarakat kaum muslimin serta agamanya kurang walaupun dia menarik hati antum maka tinggalkanlah sebagaimana firmaNya :

    وَلَا تَنكِحُوا۟ ٱلْمُشْرِكَٰتِ حَتَّىٰ يُؤْمِنَّ ۚ وَلَأَمَةٌۭ مُّؤْمِنَةٌ خَيْرٌۭ مِّن مُّشْرِكَةٍۢ وَلَوْ أَعْجَبَتْكُمْ ۗ وَلَا تُنكِحُوا۟ ٱلْمُشْرِكِينَ حَتَّىٰ يُؤْمِنُوا۟ ۚ وَلَعَبْدٌۭ مُّؤْمِنٌ خَيْرٌۭ مِّن مُّشْرِكٍۢ وَلَوْ أَعْجَبَكُمْ ۗ أُو۟لَٰٓئِكَ يَدْعُونَ إِلَى ٱلنَّارِ ۖ وَٱللَّهُ يَدْعُوٓا۟ إِلَى ٱلْجَنَّةِ وَٱلْمَغْفِرَةِ بِإِذْنِهِۦ ۖ وَيُبَيِّنُ ءَايَٰتِهِۦ لِلنَّاسِ لَعَلَّهُمْ يَتَذَكَّرُونَ
    Dan janganlah kamu nikahi wanita-wanita musyrik, sebelum mereka beriman. Sesungguhnya wanita budak yang mukmin lebih baik dari wanita musyrik, walaupun dia menarik hatimu. Dan janganlah kamu menikahkan orang-orang musyrik (dengan wanita-wanita mukmin) sebelum mereka beriman. Sesungguhnya budak yang mukmin lebih baik dari orang musyrik walaupun dia menarik hatimu. Mereka mengajak ke neraka, sedang Allah mengajak ke surga dan ampunan dengan izin-Nya. Dan Allah menerangkan ayat-ayat-Nya (perintah-perintah-Nya) kepada manusia supaya mereka mengambil pelajaran.Albaqoroh 221

    Maka perhatikanlah perkara perkara diatas pada wanita tersebut dan berdoalah semoga Alloh ta’la mudahkan jodoh terbaik untuk antum.Wallohu A’lam

    Abu Amina Aljawiy
    Ma’had Cepu

  158. dr. Fadil 'abu Hammam said

    apa kabar yaa aba amina “….” alkariim, alfadhiil ?
    kapan berendam air anget ditegal lagi?
    salam buat ikhwah cepu..
    nasaluLLOHa an yuwaffiqona lima yuhibbu wa yardho

    Bismillah,Alhamdulillah Khoir Dokter Ahmad Fadil,Sudah Selesai Hafalan Alquranya Apa Tambah Sibuk karena semakin banyak pasien? Insyalloh Kesana sama santri lagi, Nanti Tukar kajian rutin sama Ma’had Tegal,Bagaimana Kabar Ustadz Abu Farhan? Ahki Abu Rumasyo, Jazakumulloh Khoiron atas Kebaikan kalian selama berkunjung Kema’had di Tegal, Salam balik buat keluarga dan ihkwah disana.

  159. Abu Zahra said

    Salam,

    Ya Akhiy, afwan. Ana baru tengok lagi word press AAC (Abu Amin Cepu) ini.
    Ana lagi mencari materi Materi khutbah Jum’at.

    Jazakalloh, Syukron.
    Abu Zahra Bekasi

  160. Hermanto said

    Assalamualaikum wr wb.
    salam kenal dan Silahturahim.
    semoga kita semua diberikan bimbingan dan petunjuk dari Yang Maha Kuasa.
    Amin Ya rabull alamin.
    Hermanto-Palembang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 160 pengikut lainnya.