وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالإنْسَ إِلا لِيَعْبُدُونِ

"Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku"

  • Radio Online

  • Larangan Fanatik Buta

    Al-Imam asy-Syafi’i (Madzhab Syafi'i) mengatakan:
    كل مسألة صح فيها الخبر عن رسول الله صلى الله عليه وسلم عند أهل النقل بخلاف ما قلت؛ فأنا راجع عنها في حياتي وبعد موتي
    “Semua permasalahan yang sudah disebutkan dalam hadits yang sahih dari Rasulullah dan berbeda dengan pendapat saya, maka saya rujuk dari pendapat itu ketika saya masih hidup ataupun sudah mati.”

    Al-Imam Malik (Madzhab Maliki) mengatakan:
    إنما أنا بشر أخطئ وأصيب، فانظروا في رأيي؛ فكل ما وافق الكتاب والسنة فخذوه، وكل ما لم يوافق الكتاب والسنة فاتركوه
    “Saya hanyalah manusia biasa, mungkin salah dan mungkin benar. Maka perhatikanlah pendapat saya, jika sesuai dengan Al-Qur’an dan As-Sunnah maka ambillah. Apabila tidak sesuai dengan keduanya maka tinggalkanlah.”

    Al-Imam Abu Hanifah (Madzhab Hanafi) mengatakan:
    لا يحل لأحد أن يأخذ بقولنا ما لم يعلم من أين أخذناه
    وفى رواية: «حرام على مَن لم يعرف دليلي أن يفتى بكلامي «فإننا بشر، نقول القول اليوم ونرجع عنه غدًا
    “Tidak halal bagi siapa pun mengambil pendapat kami tanpa mengetahui dari mana kami mengambilnya.” Dalam riwayat lain, beliau mengatakan, “Haram bagi siapa pun yang tidak mengetahui dalil yang saya pakai untuk berfatwa dengan pendapat saya. Karena sesungguhnya kami adalah manusia, perkataan yang sekarang kami ucapkan, mungkin besok kami rujuk (kami tinggalkan).”

    Al-Imam Ahmad Bin Hambal( Madzab Hambali mengatakan):
    لا تقلدني، ولا تقليد مالكًا ولا الشافعي ولا الأوزاعي ولا الثوري، وخذ من حيث أخذوا
    “Janganlah kalian taklid kepada saya dan jangan taklid kepada Malik, asy-Syafi’i, al-Auza’i, ataupun (Sufyan) ats-Tsauri. Tapi ambillah (dalil) dari mana mereka mengambilnya.”

  • Mutiara Alquran

    اعْلَمُوا أَنَّمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا لَعِبٌ وَلَهْوٌ وَزِينَةٌ وَتَفَاخُرٌ بَيْنَكُمْ وَتَكَاثُرٌ فِي الأمْوَالِ وَالأوْلادِ كَمَثَلِ غَيْثٍ أَعْجَبَ الْكُفَّارَ نَبَاتُهُ ثُمَّ يَهِيجُ فَتَرَاهُ مُصْفَرًّا ثُمَّ يَكُونُ حُطَامًا وَفِي الآخِرَةِ عَذَابٌ شَدِيدٌ وَمَغْفِرَةٌ مِنَ اللَّهِ وَرِضْوَانٌ وَمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلا مَتَاعُ الْغُرُورِ

    Ketahuilah, bahwa sesungguhnya kehidupan dunia itu hanyalah permainan dan suatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah-megah antara kamu serta berbangga-bangga tentang banyaknya harta dan anak, seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan para petani; kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur. Dan di akhirat (nanti) ada azab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridaan-Nya. Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu.

  • Admin Setting

  • Maaf Komentar Yang Dicurigai Bervirus Diblokir

  • Mutiara Sunnah

    وعن أبي العباس سهل بن سعد الساعدي رضي الله عنه قال جاء رجل إلى النبي صلى الله عليه وسلم فقال يا رسول الله دلني على عمل إذا عملته أحبني الله وأحبني الناس فقال ازهد في الدنيا يحبك الله وازهد فيما عند الناس يحبك الناس حديث حسن رواه ابن ماجه وغيره بأسانيد حسنة

    Dari Abu Abbas, yaitu Sahal bin Sa’ad as-Sa’idi Shallallahu ‘alaihi wa sallam , katanya: “Ada seorang lelaki datang kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam , lalu berkata: “Ya Rasulullah, tunjukkanlah padaku sesuatu amalan yang apabila amalan itu saya lakukan, maka saya akan dicintai oleh Allah dan juga dicintai oleh seluruh manusia.” Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Berzuhudlah di dunia, tentu engkau akan dicintai oleh Allah dan berzuhudlah dari apa yang dimiliki oleh para manusia, tentu engkau akan dicintai oleh para manusia.” Hadis hasan yang diriwayatkan oleh Ibnu Majah dan lain-lainnya dengan isnad-isnad yang baik.

    وعن أبي هريرة رضي الله عنه قال سمعت رسول الله صلى الله عليه وسلم يقول ألا إن الدنيا ملعونة ملعون ما فيها إلا ذكر الله تعالى وما والاه وعالما ومتعلما رواه الترمذي وقال حديث حسن

    Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu , katanya: “Saya mendengar Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:“Ingatlah, sesungguhnya dunia itu dilaknat, dilaknat pula segala sesuatu yang ada di dalamnya, melainkan berzikir kepada Allah dan apa-apa yang menyamainya, juga orang yang alim serta orang yang menuntut ilmu.”Diriwayatkan oleh Imam Termidzi dan ia mengatakan bahwa ini adalah Hadis hasan.

    وعن سهل بن سعد الساعدي رضي الله عنه قال قال رسول الله صلى الله عليه وسلم لو كانت الدنيا تعدل عند الله جناح بعوضة ما سقى كافرا منها شربة ماء رواه الترمذي وقال حديث حسن صحيح

    Dari Sahal bin Sa’ad as-Sa’idi Radhiyallahu ‘anhu , katanya: “Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda“Jika seandainya dunia ini di sisi Allah dianggap ada nilainya dengan selembar sayap nyamuk, niscaya Allah tidak akan memberi minum kepada orang kafir walaupun seteguk air darinya.” Diriwayatkan oleh Imam Termidzi

  • Mutiara Ulama Salaf’

    أَخِي لَنْ تَنَالَ العِلْمَ إِلاَّ بِسِتَّةٍ سَأُنْبِيْكَ عَنْ تَفْصِيْلِهَا بِبَيَانٍ: ذَكَاءٌ وَحِرْصٌ وَاجْتِهَادٌ وَدِرْهَمٌ وَصُحْبَةُ أُسْتَاذٍ وَطُوْلُ زَمَانٍ "Wahai Saudaraku Kalian Tidak Bisa Mendapatkan Ilmu Kecuali Dengan 6 Syarat Yang Akan Saya Beritahukan" 1.Dengan Kecerdasan, 2.Dengan Semangat , 3.Dengan Bersungguh-sungguh , 4.Dengan Memiliki bekal (biaya), 5.Dengan Bersama guru dan , 6.Dengan Waktu yang lama, (Imam Syafi'i Rahimahulloh)

Memurnikan Do’a Hanya kepada Allah

Posted by Admin Ma'had Annashihah Cepu pada Mei 30, 2010

Pengertian dan Macam-Macam Do’a
Dalam kehidupan sehari-hari kita tidak lepas dari yang namanya do’a. Kita berdo’a kepada Allah agar amalan kita diterima, agar diberi rizki, dikarunia anak, dan sebagainya.
Sedangkan do’a itu sendiri adalah meminta atau memohon, yaitu meminta sesuatu kepada yang lain dalam rangka mendapatkan kemanfaatan atau dihilangkan/dihindarkan dari bahaya /kemudharatan.
Do’a itu ada dua macam: do’a mas`alah (permohonan) dan do’a ibadah. Adapun do’a permohonan adalah meminta sesuatu yang bermanfaat bagi orang yang meminta, yaitu untuk memperoleh kemanfaatan atau menghilangkan kemudharatan. Atau dengan kata lain: memohon untuk dipenuhi hajat (kebutuhan-kebutuhannya).
Do’a permohonan ini bisa bernilai ibadah jika do’a tersebut dari hamba kepada Tuhannya, karena hal tersebut mengandung unsur membutuhkan dan berserah diri kepada-Nya serta ia berkeyakinan bahwa Dialah Yang Maha Mampu dan Pemurah serta Luas Karunia dan Rahmat-Nya.
Seperti ini boleh dilakukan sesama hamba Allah asalkan yang diminta tersebut mampu mengabulkan dan mengerti tentang maksud permintaan tersebut seperti ucapan seseorang, “Ya fulan, berilah saya makan, Ya fulan berilah saya minum,” dan yang sejenisnya, maka ini tidak masalah.

Haram Berdo’a kepada Orang Mati atau Ghaib
Adapun memohon atau meminta sesuatu kepada selain Allah yang tidak mampu mengabulkannya kecuali Allah, maka ia telah berbuat syirik dan kekufuran (pelakunya musyrik dan kafir), baik yang diminta tersebut orang hidup atau telah meninggal dunia. Karena orang yang telah mati atau yang masih hidup tapi ghaib (tidak ada di hadapan kita) tidak mungkin mampu melakukan hal yang diminta. Jika ia meminta kepadanya berarti ia punya keyakinan bahwa yang mati atau ghaib tadi memiliki kemampuan luar biasa di alam ini yaitu ikut andil dalam pengaturan alam ini. Karena itulah ia menjadi musyrik.
Seperti orang yang meminta rizki, jodoh, anak, kesembuhan dari penyakit, dibebaskan dari mara bahaya, naik pangkat/jabatan dan lainnya kepada orang yang telah mati yang telah dikubur maka dia musyrik. Atau meminta hal-hal ini kepada orang yang tidak hadir di hadapannya, maka dia pun musyrik. Karena semuanya ini tidak ada yang mampu mengabulkannya kecuali Allah saja.
Sungguh, amat sangat disesalkan dan merupakan musibah terbesar ketika sebagian kaum muslimin datang jauh-jauh ke kuburan, dan meminta kebutuhan-kebutuhan mereka kepada orang yang ada di kuburan tersebut, baik kuburan Sunan Gunung Jati yang ada di Cirebon, kuburan yang ada Garut ataupun tempat-tempat lainnya, yang semuanya ini adalah kesyirikan, Nas`alullaahas salaamah.
Sedangkan do’a ibadah adalah salah satu jenis dari jenis-jenis ibadah, yang tidak ada padanya permintaan ataupun permohonan secara lisan tapi meminta secara haal (keadaan). Semua ibadah masuk dalam jenis do’a ini. Setiap orang yang beribadah, seperti berpuasa, maka secara haal, dia ingin diberi pahala dan dihindarkan dari siksa, walaupun dalam puasanya tersebut dia tidak meminta secara lisan.
Dengan kata lain do’a ibadah adalah seseorang beribadah kepada yang dido’ai dengan harapan agar ia mendapatkan pahalanya dan takut akan siksaannya. Yang demikian ini tidak boleh diserahkan kepada selain Allah. Barangsiapa memalingkannya kepada selain Allah, berarti ia telah melakukan syirik besar yang membuatnya keluar dari agama Islam dan ia mendapatkan ancaman dari Allah sebagaimana dalam firman-Nya yang artinya, “Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari beribadah kepada-Ku, mereka akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina.” (Al-Mu`min:60) [Lihat Syarh Tsalaatsatil Ushuul hal.55-56 dan Haasyiyah-nya hal.35-37]

Sangat banyak dalil-dalil yang menunjukkan bahwa do’a adalah ibadah, tidak boleh dipalingkan kepada selain Allah dan barangsiapa yang berdo’a (meminta sesuatu) kepada selain Allah, yang tidak mampu mengabulkannya kecuali Allah, maka dia musyrik dan kafir.

Dalil-dalil dari Al-Qur`an
1. Firman Allah,

وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِي عَنِّي فَإِنِّي قَرِيبٌ أُجِيبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ إِذَا دَعَانِ فَلْيَسْتَجِيبُوا لِي وَلْيُؤْمِنُوا بِي لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُونَ

“Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdo`a apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah) Ku dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran.” [Al-Baqarah:186]
2. Firman Allah,

وَالَّذِينَ تَدْعُونَ مِنْ دُونِهِ لاَ يَسْتَطِيعُونَ نَصْرَكُمْ وَلاَ أَنْفُسَهُمْ يَنْصُرُونَ

“Dan orang-orang (berhala) yang kalian seru selain Allah tidaklah sanggup menolong kalian, bahkan tidak dapat menolong dirinya sendiri.” [Al-A’raaf:197]
Maka orang-orang yang berdo’a (meminta) kepada orang yang mati adalah orang yang paling bodoh dan paling sesat, di samping termasuk orang musyrik.
3. Firman Allah,

وَلاَ تَدْعُ مِنْ دُونِ اللَّهِ مَا لاَ يَنْفَعُكَ وَلاَ يَضُرُّكَ فَإِنْ فَعَلْتَ فَإِنَّكَ إِذًا مِنَ الظَّالِمِينَ

“Dan janganlah kamu menyembah (berdo’a kepada) selain Allah apa-apa yang tidak memberi manfa`at dan tidak (pula) memberi mudharat kepadamu; sebab jika kamu berbuat (yang demikian) itu, maka sesungguhnya kamu kalau begitu termasuk orang-orang yang zhalim.” [Yuunus:106]
4. Firman Allah,

لَهُ دَعْوَةُ الْحَقِّ وَالَّذِينَ يَدْعُونَ مِنْ دُونِهِ لاَ يَسْتَجِيبُونَ لَهُمْ بِشَيْءٍ إِلاَّ كَبَاسِطِ كَفَّيْهِ إِلَى الْمَاءِ لِيَبْلُغَ فَاهُ وَمَا هُوَ بِبَالِغِهِ وَمَا دُعَاءُ الْكَافِرِينَ إِلاَّ فِي ضَلاَلٍ

“Hanya bagi Allah-lah (hak mengabulkan) do’a yang benar. Dan berhala-berhala yang mereka seru (sembah) selain Allah tidak dapat memperkenankan sesuatu pun bagi mereka, melainkan seperti orang yang membukakan kedua telapak tangannya ke dalam air supaya sampai air ke mulutnya, padahal air itu tidak dapat sampai ke mulutnya. Dan do’a (ibadah) orang-orang kafir itu, hanyalah sia-sia belaka.” [Ar-Ra’d:14]
5. Firman Allah,

ذَلِكَ بِأَنَّ اللَّهَ هُوَ الْحَقُّ وَأَنَّ مَا يَدْعُونَ مِنْ دُونِهِ هُوَ الْبَاطِلُ وَأَنَّ اللَّهَ هُوَ الْعَلِيُّ الْكَبِيرُ

“(Kuasa Allah) yang demikian itu, adalah karena sesungguhnya Allah, Dialah (Tuhan) Yang Haq dan sesungguhnya apa saja yang mereka seru selain Allah, itulah yang batil, dan sesungguhnya Allah, Dialah Yang Maha Tinggi lagi Maha Besar.” [Al-Hajj:62, lihat juga Luqmaan:30]
6. Firman Allah,

وَمَنْ يَدْعُ مَعَ اللَّهِ إِلَهًا ءَاخَرَ لاَ بُرْهَانَ لَهُ بِهِ فَإِنَّمَا حِسَابُهُ عِنْدَ رَبِّهِ إِنَّهُ لاَ يُفْلِحُ الْكَافِرُونَ

“Dan barangsiapa berdo’a (menyembah) tuhan yang lain di samping Allah, padahal tidak ada suatu dalil pun baginya tentang itu, maka sesungguhnya perhitungannya di sisi Tuhannya. Sesungguhnya orang-orang yang kafir itu tiada beruntung.” [Al-Mu`minuun:117]
7. Firman Allah,

فَلاَ تَدْعُ مَعَ اللَّهِ إِلَهًا ءَاخَرَ فَتَكُونَ مِنَ الْمُعَذَّبِينَ

“Maka janganlah kamu menyeru (menyembah) tuhan yang lain di samping Allah, yang menyebabkan kamu termasuk orang-orang yang di ‘adzab.” [Asy-Syu’araa`:213]
8. Firman Allah,

يُولِجُ اللَّيْلَ فِي النَّهَارِ وَيُولِجُ النَّهَارَ فِي اللَّيْلِ وَسَخَّرَ الشَّمْسَ وَالْقَمَرَ كُلٌّ يَجْرِي لِأَجَلٍ مُسَمًّى ذَلِكُمُ اللَّهُ رَبُّكُمْ لَهُ الْمُلْكُ وَالَّذِينَ تَدْعُونَ مِنْ دُونِهِ مَا يَمْلِكُونَ مِنْ قِطْمِيرٍ. إِنْ تَدْعُوهُمْ لاَ يَسْمَعُوا دُعَاءَكُمْ وَلَوْ سَمِعُوا مَا اسْتَجَابُوا لَكُمْ وَيَوْمَ الْقِيَامَةِ يَكْفُرُونَ بِشِرْكِكُمْ وَلاَ يُنَبِّئُكَ مِثْلُ خَبِيرٍ

“Dia memasukkan malam ke dalam siang dan memasukkan siang ke dalam malam dan menundukkan matahari dan bulan, masing-masing berjalan menurut waktu yang ditentukan. Yang (berbuat) demikian Allah Tuhanmu, kepunyaan-Nyalah kerajaan. Dan orang-orang yang kalian seru (sembah) selain Allah tiada mempunyai apa-apa walaupun setipis kulit ari. Jika kalian menyeru mereka, mereka tiada mendengar seruan kalian; dan kalau mereka mendengar, mereka tidak dapat memperkenankan permintaan kalian. Dan di hari kiamat mereka akan mengingkari kemusyrikan kalian dan tidak ada yang dapat memberikan keterangan kepadamu sebagai yang diberikan oleh Yang Maha Mengetahui.” [Faathir:13-14]
9. Firman Allah,

وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ إِنَّ الَّذِينَ يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِي سَيَدْخُلُونَ جَهَنَّمَ دَاخِرِينَ

“Dan Tuhan kalian berfirman, ‘Berdo`alah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagi kalian. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari beribadah kepada-Ku, akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina’.” [Al-Mu`min:60]
Ayat ini menunjukkan bahwa do’a adalah termasuk ibadah, jika tidak maka tidak mungkin Allah berfirman, “Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari beribadah kepada-Ku, akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina”.
10. Firman Allah yang artinya,
“Katakanlah: ‘Terangkanlah kepadaku tentang apa yang kalian seru (sembah) selain Allah; perlihatkan kepada-Ku apakah yang telah mereka ciptakan dari bumi ini atau adakah mereka berserikat (dengan Allah) dalam (penciptaan) langit? Bawalah kepada-Ku Kitab yang sebelum (Al-Qur`an) ini atau peninggalan dari pengetahuan (orang-orang dahulu), jika kalian adalah orang-orang yang benar’. Dan siapakah yang lebih sesat daripada orang yang menyembah sembahan-sembahan selain Allah yang tiada dapat memperkenankan (do’a) nya sampai hari kiamat dan mereka lalai dari (memperhatikan) do’a mereka? Dan apabila manusia dikumpulkan (pada hari kiamat) niscaya sembahan-sembahan itu menjadi musuh mereka dan mengingkari peribadatan mereka.” [Al-Ahqaaf:4-6]
11. Firman Allah,

وَأَنَّ الْمَسَاجِدَ لِلَّهِ فَلاَ تَدْعُوا مَعَ اللَّهِ أَحَدًا

“Dan sesungguhnya masjid-masjid itu adalah kepunyaan Allah. Maka janganlah kalian berdo’a (menyembah) seseorang pun di samping (menyembah) Allah.” [Al-Jinn:18]
12. Firman Allah yang artinya,
“Katakanlah, ‘Sesungguhnya aku hanya berdo’a (menyembah) Tuhanku dan aku tidak mempersekutukan sesuatu pun dengan-Nya’. Katakanlah, ‘Sesungguhnya aku tidak kuasa mendatangkan sesuatu kemudharatan pun kepada kalian dan tidak (pula) sesuatu kemanfaatan’.” [Al-Jinn:20-21]
Dan ayat-ayat lain dalam bab ini (masalah ini) sangat banyak.

Dalil-dalil dari As-Sunnah
1. Dari An-Nu’maan bin Basyir radhiyallahu ‘anhu dia berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

اَلدُّعَاءُ هُوَ الْعِبَادَةِ

“Do’a adalah ibadah”, kemudian beliau membaca ayat (yang artinya),
“Dan Tuhan kalian berfirman, ‘Berdo`alah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagi kalian. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari beribadah kepada-Ku, akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina’.” [Al-Mu`min:60] (HR. Abu Dawud no.1479, At-Tirmidziy no.2969, 3247, 3372 dan Ibnu Majah no.3828, dan sanadnya shahih)
2. Dari ‘Abdullah bin ‘Abbas radhiyallahu ‘anhu bahwasanya dia pada suatu hari pernah bonceng di belakang Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, maka Rasulullah berkata kepadanya,
“…apabila engkau meminta (sesuatu) maka mintalah kepada Allah dan apabila engkau meminta pertolongan maka mintalah pertolongan kepada Allah, … .” (HR. At-Tirmidziy no.2516, Ahmad 1/293, 303, 307, dishahihkan oleh Asy-Syaikh Al-Albaniy dalam Al-Misykaah no.5302 dan Zhilaalul Jannah no.316)
3. Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Rabb kita turun ke langit dunia setiap malam ketika tersisa sepertiga malam terakhir, lalu berfirman, ‘Siapa yang berdo’a kepada-Ku maka akan Aku kabulkan baginya, siapa yang meminta kepada-Ku maka akan Aku beri, dan siapa yang meminta ampun kepada-Ku maka akan Aku ampuni.” (HR. Al-Bukhariy no.1094 dan Muslim no.758)
Dan hadits-hadits yang lainnya.

Dari dalil-dalil ini diketahui bahwasanya berdo’a kepada selain Allah adalah syirik akbar dan kekufuran yang mengeluarkan dari agama (murtad), karena Allah menamakannya kesyirikan dan kekufuran sebagaimana terdapat dalam ayat-ayat di atas seperti surat: Ar-Ra’d, Al-Mu`minuun, Faathir, Al-Ahqaaf dan Al-Jinn.
Maka tidak halal bagi orang yang berakal untuk berdo’a kepada selain Allah seperti Al-Badawiy, Al-Jailaniy dan lainnya dari hamba-hamba Allah, yang tidak kuasa mendatangkan kemudharatan untuk dirinya, tidak pula kemanfaatan, tidak memliki kematian, kehidupan dan tempat kembali.
Diringkas dari Al-Qaulul Mufiid fii Adillatit Tauhiid hal.118-122.

2 Tanggapan to “Memurnikan Do’a Hanya kepada Allah”

  1. asslm. syukron untuk artikelnya..

    Waalaikumussalam Warohmatulloh, Waiyakum

  2. Rudi said

    maap tulisannya terkecil untuk di baca ….

    Ahki antum coba setting view text pada program internet explore komputer antum.Barokallohufiekum

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s