وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالإنْسَ إِلا لِيَعْبُدُونِ

"Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku"

  • Radio Online

  • Larangan Fanatik Buta

    Al-Imam asy-Syafi’i (Madzhab Syafi'i) mengatakan:
    كل مسألة صح فيها الخبر عن رسول الله صلى الله عليه وسلم عند أهل النقل بخلاف ما قلت؛ فأنا راجع عنها في حياتي وبعد موتي
    “Semua permasalahan yang sudah disebutkan dalam hadits yang sahih dari Rasulullah dan berbeda dengan pendapat saya, maka saya rujuk dari pendapat itu ketika saya masih hidup ataupun sudah mati.”

    Al-Imam Malik (Madzhab Maliki) mengatakan:
    إنما أنا بشر أخطئ وأصيب، فانظروا في رأيي؛ فكل ما وافق الكتاب والسنة فخذوه، وكل ما لم يوافق الكتاب والسنة فاتركوه
    “Saya hanyalah manusia biasa, mungkin salah dan mungkin benar. Maka perhatikanlah pendapat saya, jika sesuai dengan Al-Qur’an dan As-Sunnah maka ambillah. Apabila tidak sesuai dengan keduanya maka tinggalkanlah.”

    Al-Imam Abu Hanifah (Madzhab Hanafi) mengatakan:
    لا يحل لأحد أن يأخذ بقولنا ما لم يعلم من أين أخذناه
    وفى رواية: «حرام على مَن لم يعرف دليلي أن يفتى بكلامي «فإننا بشر، نقول القول اليوم ونرجع عنه غدًا
    “Tidak halal bagi siapa pun mengambil pendapat kami tanpa mengetahui dari mana kami mengambilnya.” Dalam riwayat lain, beliau mengatakan, “Haram bagi siapa pun yang tidak mengetahui dalil yang saya pakai untuk berfatwa dengan pendapat saya. Karena sesungguhnya kami adalah manusia, perkataan yang sekarang kami ucapkan, mungkin besok kami rujuk (kami tinggalkan).”

    Al-Imam Ahmad Bin Hambal( Madzab Hambali mengatakan):
    لا تقلدني، ولا تقليد مالكًا ولا الشافعي ولا الأوزاعي ولا الثوري، وخذ من حيث أخذوا
    “Janganlah kalian taklid kepada saya dan jangan taklid kepada Malik, asy-Syafi’i, al-Auza’i, ataupun (Sufyan) ats-Tsauri. Tapi ambillah (dalil) dari mana mereka mengambilnya.”

  • Mutiara Alquran

    اعْلَمُوا أَنَّمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا لَعِبٌ وَلَهْوٌ وَزِينَةٌ وَتَفَاخُرٌ بَيْنَكُمْ وَتَكَاثُرٌ فِي الأمْوَالِ وَالأوْلادِ كَمَثَلِ غَيْثٍ أَعْجَبَ الْكُفَّارَ نَبَاتُهُ ثُمَّ يَهِيجُ فَتَرَاهُ مُصْفَرًّا ثُمَّ يَكُونُ حُطَامًا وَفِي الآخِرَةِ عَذَابٌ شَدِيدٌ وَمَغْفِرَةٌ مِنَ اللَّهِ وَرِضْوَانٌ وَمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلا مَتَاعُ الْغُرُورِ

    Ketahuilah, bahwa sesungguhnya kehidupan dunia itu hanyalah permainan dan suatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah-megah antara kamu serta berbangga-bangga tentang banyaknya harta dan anak, seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan para petani; kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur. Dan di akhirat (nanti) ada azab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridaan-Nya. Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu.

  • Admin Setting

  • Maaf Komentar Yang Dicurigai Bervirus Diblokir

  • Mutiara Sunnah

    وعن أبي العباس سهل بن سعد الساعدي رضي الله عنه قال جاء رجل إلى النبي صلى الله عليه وسلم فقال يا رسول الله دلني على عمل إذا عملته أحبني الله وأحبني الناس فقال ازهد في الدنيا يحبك الله وازهد فيما عند الناس يحبك الناس حديث حسن رواه ابن ماجه وغيره بأسانيد حسنة

    Dari Abu Abbas, yaitu Sahal bin Sa’ad as-Sa’idi Shallallahu ‘alaihi wa sallam , katanya: “Ada seorang lelaki datang kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam , lalu berkata: “Ya Rasulullah, tunjukkanlah padaku sesuatu amalan yang apabila amalan itu saya lakukan, maka saya akan dicintai oleh Allah dan juga dicintai oleh seluruh manusia.” Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Berzuhudlah di dunia, tentu engkau akan dicintai oleh Allah dan berzuhudlah dari apa yang dimiliki oleh para manusia, tentu engkau akan dicintai oleh para manusia.” Hadis hasan yang diriwayatkan oleh Ibnu Majah dan lain-lainnya dengan isnad-isnad yang baik.

    وعن أبي هريرة رضي الله عنه قال سمعت رسول الله صلى الله عليه وسلم يقول ألا إن الدنيا ملعونة ملعون ما فيها إلا ذكر الله تعالى وما والاه وعالما ومتعلما رواه الترمذي وقال حديث حسن

    Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu , katanya: “Saya mendengar Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:“Ingatlah, sesungguhnya dunia itu dilaknat, dilaknat pula segala sesuatu yang ada di dalamnya, melainkan berzikir kepada Allah dan apa-apa yang menyamainya, juga orang yang alim serta orang yang menuntut ilmu.”Diriwayatkan oleh Imam Termidzi dan ia mengatakan bahwa ini adalah Hadis hasan.

    وعن سهل بن سعد الساعدي رضي الله عنه قال قال رسول الله صلى الله عليه وسلم لو كانت الدنيا تعدل عند الله جناح بعوضة ما سقى كافرا منها شربة ماء رواه الترمذي وقال حديث حسن صحيح

    Dari Sahal bin Sa’ad as-Sa’idi Radhiyallahu ‘anhu , katanya: “Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda“Jika seandainya dunia ini di sisi Allah dianggap ada nilainya dengan selembar sayap nyamuk, niscaya Allah tidak akan memberi minum kepada orang kafir walaupun seteguk air darinya.” Diriwayatkan oleh Imam Termidzi

  • Mutiara Ulama Salaf’

    أَخِي لَنْ تَنَالَ العِلْمَ إِلاَّ بِسِتَّةٍ سَأُنْبِيْكَ عَنْ تَفْصِيْلِهَا بِبَيَانٍ: ذَكَاءٌ وَحِرْصٌ وَاجْتِهَادٌ وَدِرْهَمٌ وَصُحْبَةُ أُسْتَاذٍ وَطُوْلُ زَمَانٍ "Wahai Saudaraku Kalian Tidak Bisa Mendapatkan Ilmu Kecuali Dengan 6 Syarat Yang Akan Saya Beritahukan" 1.Dengan Kecerdasan, 2.Dengan Semangat , 3.Dengan Bersungguh-sungguh , 4.Dengan Memiliki bekal (biaya), 5.Dengan Bersama guru dan , 6.Dengan Waktu yang lama, (Imam Syafi'i Rahimahulloh)

Archive for the ‘Renungan Santri:Pensucian Jiwa, Motivasi Salafi,Renungan Hati,Pembersih Jiwa,Penyejuk Hati,Motivasi Islami,Pengembangan Diri,Renungan Jiwa,Muhasabah Diri’ Category

🌷Pembersih Jiwa Ringkas : Tingkatan manusia dalam menghadapi ujian dan musibah

Posted by Admin Ma'had Annashihah Cepu pada April 5, 2016

🍃Tingkatan manusia dalam menghadapi ujian dan musibah

✅Berkata Syeikh Utsaimin Rahimahulloh ketika menjelaskan hadits hadits tentang sabar:

لأن الإنسان عند حلول المصيبة له أربع حالات:
الحالة الأولي: أن يتسخط.
والحالة الثانية: أن يصبر.
والحالة الثالثة: أن يرضي.
والحالة الرابعة: أن يشكر.

✅Sesungguhnya Sikap Manusia ketika ditimpa musibah ada empat keadaan:

1⃣.Marah
2⃣.Bersabar
3⃣.Ridho
4⃣.Bersyukur

✅أما الحال الأولي: أن يتسخط إما بقلبه، أو بلسانه، أو بجوارحه…

✅أما الحال الثانية: فالصبر على المصيبة بأن يحبس نفسه، هو يكره المصيبة، ولا يحبها، ولا يحب أن وقعت، لكن يصبر نفسه؛ لا يتحدث باللسان بما يسخط الله، ولا يفعل بجوارحه ما يغضب الله، ولا يكون في قلبه شيء على الله أبدا، فهو صابر لكنه كاره لها.

✅والحال الثالثة: الرضا؛ بأن يكون الإنسان منشرحا صدره بهذه المصيبة، ويرضي بها رضاء تاما وكأنه لم يصب بها.

✅والحالة الرابعة: الشكر؛ فيشكر الله عليها، وكان النبي عليه الصلاة والسلام إذا رأي ما يكره قال: ((الحمد لله على كل حال)) .

1⃣Adapun keadaan pertama marah Yaitu bisa marah dengan hati ( menyimpan perasaan kesal dan buruk sangka kepada Alloh Ta’ala atau yg semisalnya pent), Atau marah dengan lisannya ( seperti mencaci memaki atau yg semisalnya) atau marah dengan anggota badanya ( seperti menampar muka , mejambak rambut atau yg semisalnya) . (Inilah sikap marah yg serba rugi terhalang dari pahala dan tidak selamat dari musibah bahkan dosa yg didapatnya, pent.)

2⃣Adapun Keadaan yang kedua sabar yakni didalam menghadapi musibah dengan Menahan jiwa.Dia tidak menyukai musibah itu terjadi tetapi dia menahan diri.Tidak mengucapkan yg membuat murka Alloh. Dan tidak melakukan sesuatu yg membuat Alloh murka serta tidak (buruk sangka) sedikitpun Didalam hatinya selamanya. Dia harus sabar walaupun dia nggak suka dengan musibah itu.

3⃣Adapun keadaan yg ketiga Ridho Yakni didalam diri manusia merasa lapang dada terhadap musibah itu dan ridho dengan sepenuh hatinya, seolah – olah tidak terjadi apapun terhadap dirinya.

4⃣Adapun yang keempat adalah Bersyukur yakni bersyukur kepada Alloh atas musibah tersebut.

✏Dahulu Rosul Shalollohu alaihi wassalam apabila melihat sesuatu yg tidak disukainya mengucapkan : “Alhamdulillah Alaa kulli haal ” : ” Segala puji bagi Alloh dalam segala keadaan”.

📝Akhukum Fillah Abu Amina Aljawiy Mahad Yatim Non Yatim Annashihah Cepu

Dikutip dari Syarah Riyadus Shalihin Syeikh Utsaimin Rahimahullohu Ta’ala

Posted in Renungan Santri:Pensucian Jiwa, Motivasi Salafi,Renungan Hati,Pembersih Jiwa,Penyejuk Hati,Motivasi Islami,Pengembangan Diri,Renungan Jiwa,Muhasabah Diri | Leave a Comment »

Renungan Hati : Untukmu Wahai Yang Lalai Dari Hakikat Tujuan Hidup (تَفْكِيْر )

Posted by Admin Ma'had Annashihah Cepu pada Maret 26, 2014

Sahabatku yang budiman,

Hari berganti hari, tahun berganti tahun, tiada terasa begitu banyak hal-hal yang telah kita perbuat, sedangkan usia semakin menggiring kepada kematian, tapi tidak seorang pun dari kita yang mengetahui apakah amalannya diterima oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala atau justru ia tertolak sehingga menjadi orang yang merugi.

Pergantian tahun merupakan momen penting bagi kita untuk introspeksi (muhasabah), melihat kembali apa yang telah kita kerjakan pada masa yang lalu untuk berbuat lebih baik di sisa waktu. Semoga tulisan kali ini dapat memberi sedikit pencerahan kepada kita dalam meningkatkan kualitas iman dan ketakwaan kita kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala, amiin.

Muhasabah (menghisab) diri ada dua macam: menghisab sebelum berbuat dan menghisab sesudahnya.
Adapun yang pertama (menghisab sebelum berbuat) adalah berfikir pada awal perencanaan dan kehendaknya dan tidak langsung berbuat sampai jelas baginya mana yang baik, melakukan rencananya atau meninggalkannya.
Al Hasan Al Bashri Rahimahullah berkata, “Allah merahmati seseorang yang berfikir pada awal perencanaannya, apabila (rencananya itu) karena Allah ia lanjutkan, dan apabila karena selainnya ia tinggalkan.”
Sebagian ulama menjabarkan hal ini: apabila jiwa seseorang tergerak mengerjakan sesuatu, hendaknya ia merenung dan mengamati apakah rencananya itu dalam batas kesanggupannya atau tidak? Apabila ia di luar batas kesanggupannya, hendaknya ia berhenti. Sedangkan apabila masih dalam batas kesanggupannya, hendaknya ia merenung dan mengamati kembali, apakah menjalaninya yang lebih baik ataukah meninggalkannya.

Apabila jawabannya yang kedua, hendaknya ia meninggalkannya dan tidak menjalaninya. Sedangkan apabila jawabannya yang pertama, ia merenung dan mengamati sekali lagi, apakah motivasinya mengharapkan wajah Allah Azza Wa Jalla dan pahala-Nya atau mengharapkan kedudukan, pujian dan harta dari makhluk? Apabila jawabannya yang kedua, hendaknya ia tidak menjalaninya meskipun rencananya membantunya meraih harapan-harapannya, agar jiwanya tidak terbiasa dengan kesyirikan sehingga menjadi ringan baginya berbuat bukan karena Allah, karena semakin ringan bagi seseorang berbuat demikian semakin berat pula baginya berbuat karena Allah Ta’ala, hingga ikhlas menjadi perkara yang terberat bagi dia.

Sedangkan apabila jawabannya adalah yang pertama, ia merenung dan mengamati lagi apakah faktor-faktor yang memudahkan terpenuhi, ia memiliki rekan-rekan yang siap membantu atau membelanya, apabila rencananya tersebut membutuhkan orang-orang yang membantunya? Apabila ia tidak memiliki rekan-rekan yang membantunya, hendaknya ia menahan dirinya sebagaimana Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabar dari berjihad di Makkah sampai ia memiliki kekuatan dan shahabat-shahabat yang membelanya. Dan apabila ia memiliki rekan-rekan yang menolongnya, silahkan ia lanjutkan karena sesungguhnya ia akan menang.

Keberhasilan tidak akan pergi kecuali dari orang yang menelantarkan salah satu dari perkara-perkara ini, karena kapan perkara-perkara di atas terpenuhi pada seseorang keberhasilan pasti menyertainya.
Ini adalah empat tingkatan, seseorang perlu menghisab dirinya pada tingkatan-tingkatan tersebut sebelum berbuat. Karena tidak semua yang ingin dilakukan seseorang, di dalam batas kesanggupannya. Dan tidak semua yang ia sanggupi, mengerjakannya lebih baik dari meninggalkannya. Dan tidak semua yang mengerjakannya lebih baik dari meninggalkannya, seseorang mengerjakannya karena Allah. Dan tidak semua yang niatnya karena Allah faktor-faktor pendukungnya terpenuhi. Apabila seseorang menghisab dirinya di atas empat tingkatan ini jelaslah baginya mana yang harus ia kerjakan dan mana yang harus ia tinggalkan.

Yang kedua: Menghisab diri sesudah berbuat. Dan hal ini ada tiga macam:Yang pertama, menghisab diri atas suatu ketaatan yang usai ia kerjakan namun ia kurang memenuhi hak Allah Subhanahu Wa Ta’ala padanya, sehingga ia belum menunaikannya dalam bentuk yang seharusnya.Dan hak Allah di dalam suatu amalan ketaatan ada enam macam: ikhlas dalam berbuat, totalitas dalam beribadah kepada-Nya, mencontoh Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam dalam pelaksanaannya, mengakui segala karunia dan anugrah-Nya dan setelah itu mengakui kurangnya dia dalam memenuhi semua itu.Maka ia menghisab dirinya apakah ia telah memenuhi hak tingkatan-tingkatan ini? Apakah ia sudah mendatangkan itu semua dalam ketaatan yang telah ia kerjakan ini?Kedua, menghisab diri atas setiap perbuatan yang telah ia kerjakan, namun meninggalkannya lebih baik dari melakukannya.Ketiga, menghisab dirinya atas perkara mubah atau kebiasaan yang telah ia kerjakan, kenapa ia kerjakan? Apakah ia mengerjakannya karena mengharapkan wajah Allah dan negeri akhirat? Sehingga ia menjadi orang yang beruntung, atau mengharapkan dunia dan kesenangannya yang sesaat, sehingga ia merugi tidak beruntung!

Disusun Oleh :Abu Amina Alanshariy 

Sumber :
Kitab Mawaridul Aman Al Imam Ibnul Qayyim Al Jauziyah

Posted in Renungan Santri:Pensucian Jiwa, Motivasi Salafi,Renungan Hati,Pembersih Jiwa,Penyejuk Hati,Motivasi Islami,Pengembangan Diri,Renungan Jiwa,Muhasabah Diri | Leave a Comment »

Renungan Hati : Kisah Duka Pemuda Akibat Pacaran تَوَدُّد (Motivasi Unggulan Yang Banyak Diminati Pengunjung Dalam Beberapa Tahun Ini)

Posted by Admin Ma'had Annashihah Cepu pada September 13, 2013

 

Renungan Hati : Kisah Duka Pemuda Akibat Pacaran تَوَدُّد

Bismillah,

Saudaraku yang budiman, Beginilah buah cinta yang dihadirkan akibat berpacaran, pacaran adalah sesuatu terlarang dalam agama ini dimana syaitan menggoda para pasangan  dari hamba yang dimabuk asmara ini seolah dunia hanya milik mereka berdua,

Maka pacaran adalah sesuatu tindakan yang menyimpang dalam agama ini, mari kita perhatikan balasan bagi hamba yang berpacaran dan buah dari kisah cinta setiap insan yang hanya mementingkan kedunyaan dan terbalut nafsu semata yaitu pacaran.

Ada kisah saeorang wanita jelita yang dirundung duka, pada suatu masa, di hati dia terasa tersiksa, jiwapun merana dan hidup terasa tak berarti jika cinta terdustai, Dunia serasa menghimpit diri, hidup seolah terjepit, dan hari harinya diselimuti perasaan sakit.

Bertanya dalam hati dia, apa salahku? hingga dia tega melukai aku dan kenapa dia tega meninggalkan aku, sungguh lelaki ini telah melukai hati dan sungguh lelaki ini telah menghianati janji dan cinta yang pernah bersemi. Kekecewaan mulai menghujam ,kebencian datang, dan dendampun tak tertahankan.

Saudaraku pembaca yang baik hati begitulah expresi rasa sakit hati yang sering hadir bagi siapapun yang cintanya terbalas dusta karena awal bercinta karna nafsu semata, karna awal tujuan Alloh dia lupakan karna awal permulaan yang dimulai kemaksiatan dan larangan dalam agama yaitu berpacaran yang memabukkan setiap insan.

Berpacaran sangatlah membahayakan bagi kesehatan jiwa, pacaran adalah jalan kemudhorotan dan kekecewaan, pacaran adalah pintu gerbang saling menyakiti, pacaran adalah pintu kejelekan dalam sejarah hubungan cinta manusia, dan terkadang banyak sekali pacaran mengakibatkan derita yang berkepanjangan, untuk itu takutlah wahai pemuda dimana syaitan selalu membisikan asmara didalam dada, jagalah aturan main berinteraksi dengan wanita dan sebaliknya.

Mari renungkan buah cinta akibat dasar nafsu syahwat semata, seorang manusia yang dimabuk cinta berduka ketika cinta khianati, dan siapapun memahami betapa tidak enaknya dikhianati, setelah kebersamaan berjalan sekian lama, kian terpupuk perasaan cinta dan asmara yang memabukkan, dipupuklah cinta itu oleh seorang pemuda dan wanita hingga mengkristal menjadi sebuah keyakinan yang salah.menjadi sebuah kepercayaan yang mebelok, dan ahkirnya mereka dimabuk cinta dengan memberikan sesuatu yang seharusnya disucikan, lupa akan tujuan hidup dimana semua harus ikut pada tuntunan, dia sia siakan amanah dari Alloh dengan umbaran nafsu yang menyesatkan, dan ahkirnya kehormatanpun sering dipertaruhkan demi asmara ini,

Wahai pemuda kenapa engkau tak menjadi hamba berbudi kenapa engaku hanya mengikuti kata hati yang tak terbimbing kebenaran, apakah kamu merasa sudah tidak butuh kebahagaiaan, apakah kamu sudah merasa cukup denngan penderitaan akibat cinta pacaran ini, renungkanlah wahai saudaraku pemuda, jadilah hamba yang dewasa, yang bisa berfikir matang dengan akibat cinta buta, jadilah hamba yang sederhana dan mudah menerima nasehat para orang tua, gembirakanlah dia orang tuanmu dengan kebaikan hidupmu, yaitu kebaikan yang dihasilkan karena ketaatanmu kepada Rab-mu, Kebaikan yang diperoleh karena kamu mentauladani dan patuh pada petunjuk nabimu, dan kebaikan yang di dapat dari para salaful ummah sebagaimana mereka memimpinmu dalam bertakwa.

Kamukan sudah memahami bahwa kenyataan mabuk asmara adalah menyakitkan, kenyataan ahkir dari buah cinta karna balutan nafsu hanyalah kedustaan, dan kenyataan hubungan ini sangat banyak menimbulkan kekecewaan.

Maka sekarang mau kemana kamu saudaraku pemuda? jika kamu tumbuh dewasa kamu akan fahami semua, jika kamu lekas berfikir arif dan bijaksana kamu akan temukan jalan kebaikan dari semua ini dan jika kamu benar benar matang dalam mempersiapkan ini kamu berhak akan kebahagiaan didunia dan ahkirat syaratnya kamu tinggalkan kebiasaan menyimpang ini yaitu mabuk cinta karna berpacaran.

Wahai saudaraku yang mulai memahami, fahamilah derita mabuk asmara sangatlah mengecewakan, banyak diantara pemuda resah dan gelisah karena cintanya terkhianati, sehingga keindahan hidup yang dia idamkan ternodai. sungguh tak dapat dilukiskan derita akibat sakit hati akibat pacaran.

Lalu bagaimana bagi mereka yang terlanjur melakukan kebiasaan ini dan sudah mendapati derita hati , dan sudah merasakan kekecewaan yang mendalam, apakah bisa diobati? jawabnya tentu karena setiap penyakit ada obatnya, termasuk penyakit derita hati ini.

Rosul Sholollohualaihi Wassalam Bersabda :

لِكُلِّ دَاءٍ دَوَاءٌ، فَإِذَا أَصَابَ الدَّوَاءُ الدَّاءَ، بَرَأَ بِإِذْنِ اللهِ عَزَّ وَجَلَّ

“Setiap penyakit pasti memiliki obat. Bila sebuah obat sesuai dengan penyakitnya maka dia akan sembuh dengan seizin Allah Subhanahu wa Ta’ala.” (HR. Muslim)

Sedang penyembuhan penyakit hati ini kami kabarkan kepada kalian para pemuda memerlukan tekat meninggalkan cinta berbalut syahwat semata (Pacaran), kalian telah menebalkan coretan cinta kedalam kanfas yang tebal, kalian telah berlebihan memberikan cinta kepada seseorang, Bahkan kalian sudah melebihi ukuran tingginya cinta Kepada Alloh Aza Wajalla  dan RasulNya, dan kalian sudah melupakan para saudaramu seiman yang luar biasa usahanya ingin menjauhi mabuk cinta akibat pacaran ini,

Maka sudah sudah saatnya kalian menyembuhkan diri, reguklah obat ini, dan rangkulah tongkat pegangan ini, dan minumlah madu ini, yaitu dengan satu prinsip ” Mencintai sesuatu karena Alloh Ta’ala dam membenci sesuatu karena Alloh Ta’ala ” dengan prinsip ini kamu akan mendapatkan kekuatan akidah yang luar biasa hebatnya, kamu akan mendapatkan perisai dari kedukaan ini, kamu akan mendapatkan ganti yang lebih baik dari kekecewaan akibat coretan tinta yang tebal dan kamu akan bisa menghapusnya. Menjadikan hatimu manis dan berbunga-bunga karena merasakan kesejukan iman :  Rosul Sholollohualaihi Wassalam beliau bersabda:

عَنْ أَنَسٍ عَنِ النَّبِىِّ – صلى الله عليه وسلم – قَالَ ثَلاَثٌ مَنْ كُنَّ فِيهِ وَجَدَ حَلاَوَةَ الإِيمَانِ أَنْ يَكُونَ اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَحَبَّ إِلَيْهِ مِمَّا سِوَاهُمَا ، وَأَنْ يُحِبَّ الْمَرْءَ لاَ يُحِبُّهُ إِلاَّ لِلَّهِ ، وَأَنْ يَكْرَهَ أَنْ يَعُودَ فِى الْكُفْرِ كَمَا يَكْرَهُ أَنْ يُقْذَفَ فِى النَّارِ

 “Tiga hal, barangsiapa memilikinya maka ia akan merasakan manisnya iman.yaitu: menjadikan Allah dan Rasul-Nya lebih dicintai dari selainnya, mencintai seseorang semata-mata karena Allah, dan benci kembali kepada kekufuran sebagaimana bencinya ia jika dilempar ke dalam api neraka.”Rowahu Bikhariy

Pendahulu Yang Sholeh  berkata” Cintailah seseorang sekedarnya saja, sebab siapa tahu suatu saat engkau akan membencinya “

Saudaraku yang budiman, begitulah sangat mengharukan kisah percintaan yang baik dan sangat menyedihkan kisah pacaran yang memabukan. Semoga Alloh memudahkan kalian pemuda  mendapatkan jodoh yang terbaik tentu hanya dengan satu jalan yaitu KALIAN SEMUA HIJRAH BERKUMPUL DAN BERINTERAKSI DENGAN ORANG ORANG BAIK LAGI SHALIH. KALIAN BINALAH HUBUNGAN BAIK DENGAN PARA HAMBA BERILMU DAN KALIAN KUATKAN IMAN DAN AMAL BERSAMA MEREKA, sehingga kalian tak diragukan lagi akan mendapatkan kebaikan hidup dan kebaikan hidup sesudah mati bersama mereka.

Ingatlah musuh-musuhmu syaitan dari golongan jin dan manusia sering menakut nakuti termasuk pencipta kebiasaan pacaran ini yaitu kaum kafir , tapi balaslah bisikanya dengan keyakinan firmanNya :

بَلَى مَنْ أَسْلَمَ وَجْهَهُ لِلَّهِ وَهُوَ مُحْسِنٌ فَلَهُ أَجْرُهُ عِنْدَ رَبِّهِ وَلا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلا هُمْ يَحْزَنُونَ

“(Tidak demikian) bahkan barangsiapa yang menyerahkan diri kepada Allah, sedang ia berbuat kebajikan, maka baginya pahala pada sisi Robnya dan tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati” Albaqarah ayat 112.

Dengan begitu selangkah lagi kamu menuju kebaikan dan kebahagiaan yang hakiki didunia dan ahkirat  karna kamu meyakini kabar gembira dari -Nya Alloh berfirman : 

مَنْ عَمِلَ صَالِحاً مِنْ ذَكَرٍ أَوْ أُنثَى وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَلَنُحْيِيَنَّهُ حَيَاةً طَيِّبَةً وَلَنَجْزِيَنَّهُمْ أَجْرَهُمْ بِأَحْسَنِ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ

“Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan” Anahl Ayat  97.

Waullohua’lam bishowab.

Abu Amina Alanshariy

Ma’had Salafiyah Annashihah Cepu

Diambil dari pengalaman ihkwah dan Maraji penulisan Thibbun Nabawiy Ibnu Qoyim Aljauziyah, Shahih Bukariy,Tafsir Ibnu Katsir

Posted in Renungan Santri:Pensucian Jiwa, Motivasi Salafi,Renungan Hati,Pembersih Jiwa,Penyejuk Hati,Motivasi Islami,Pengembangan Diri,Renungan Jiwa,Muhasabah Diri | Leave a Comment »

Renungan Santri :Pintu Pintu Masuknya Kemaksiatan Dalam Diri Anak Adam Ke-1( Yang menyebabkan Rusak Dan Sakitnya Hati) الجواب الكافي لمن سأل عن الدواء الشافي

Posted by Admin Ma'had Annashihah Cepu pada April 20, 2013

Bismillah, Saudaraku Yang semoga Alloh memberkahi kehidupan antum sekalian dan kami.

Berkata Ibnul Qoyim Aljauziyah Rahimahulloh  Dalam Kitabnya Aljawabul Kaafiy :

 قيل: من حفظ هذه الأربعة أحرز دينه:
اللحظات والخطرات واللفظات والخطوات. فينبغى للعبد أن يكون بواب
نفسه على هذه الأبواب الأربعة ويلازم الرباط على ثغرها فمنها يدخل عليه العدو فيجوس
خلال الديار ويتبر ما علوا تتبيرا

Ada yang mengatakan bahwa barang siapa yang bisa menjaga empat hal , maka berarti dia telah menyelamatkan agamanya (Empat Hal Itu Adalah) :

Al Lahazhot (pandangan mata),

2. Al Khothorot (pikiran dan lintasan hati),

3.Al Lafazhot (Perkataan/ucapan),

4.Al Khuthuwat (Tindakan nyata untuk sebuah perbuatan).

Dan semestinya, seorang hamba menjadi penjaga atas dirinya dari empat pintu di atas dengan penuh siaga agar tidak terlena, karena  dari empat pintu ini musuh menyusup, menyerang dan merasuk kedalam dirinya dan merusak semuanya.

وأكثر ما تدخل المعاصي على العبد من هذه الأبواب الأربعة

Dan Paling banyak maksiat itu masuk kedalam diri seorang hamba, melalui empat pintu yang telah disebutkan di atas.

Dalam kesempatan ini kami akan membahas pintu yang pertama dari empat yang telah disebutkan diatas  :

Yang pertama :  Al Lahazhot (pandangan mata),

. فأما اللحظات: فهي رائد الشهوة ورسولها وحفظها أصل حفظ الفرج فمن أطلق نظره أورده موارد الهلاك.

Adapun Al Lahazhot (pandangan mata) adalah Pelopor dan Utusan  syahwat kemudian menjaga pandangan merupakan akar( kunci pokok) dalam usaha menjaga kemaluan. Maka barang siapa yang melepaskan pandangannya (kepada sesuatu yang bukan haqnya), niscaya dia akan menjerumuskan (dirinya) dalam kebinasaan

Rosul Nabi Shololloualihi Wassalam Bersabda:

وقد قال: النبي صلى الله عليه وسلم”.

 لاَ تُتْبِعْ النَّظْرَةَ النَّظْرَةَ، فَإِنَّمَا لَكَ الأُوْلَى وَلَيْسَتْ لَكَ الأُخْرَى

“Janganlah kamu ikuti pandangan (pertama) itu dengan pandangan (berikutnya). Dan Bahwasanya Pandangan (pertama) itu bagi kamu boleh, tapi tidak boleh bagi kamu pandangan selanjutnya.” (HR.  Tirmidzi)

Di dalam musnad Imam Ahmad, diriwayatkan dari
Rasulullah beliau bersabda:

وفي المسند عنه صلى الله عليه وسلم:”

 النَّظْرَةُ سَهْمٌ مَسْمُوْمٌ مِنْ سِهَامِ إِبْلِيْسَ، فَمَنْ غَضَّ بَصَرَهُ عَنْ مَحَاسِنِ امْرَأَةٍ لله أَوْرَثَ الله قَلْبَهُ حَلاَوَةً إِلىَ يَوْمِ يَلْقَاهُ

“Pandangan itu adalah anak panah beracun milik iblis. Maka barang siapa yang memalingkan  pandangannya dari kecantikan seorang wanita karena Allah semata, maka Allah akan memberikan di hatinya kenikmatan hingga hari kiamat.”  (HR. Ahmad)

Beliau juga bersabda:

 غُضُّوْا أَبْصَارَكُمْ وَاحْفَظُوْا فُرُوْجَكُمْ

“Palingkanlah pandangan kalian, dan jagalah kemaluan kalian.” (HR. At Thabrani dalam Al mu’jam al kabir).

Dalam hadits lain beliau bersabda:

 إِيَّاكُمْ وَالْجُلُوْسَ عَلىَ الطُّرُقَاتِ، قَالُوْا: يَا رَسُوْلَ الله, مَجَالِسُنَا، مَا لَنَا بُدٌّ مِنْهَا. قَالَ: فَإِنْ كُنْتُمْ لاَ بُدَّ فَاعِلِيْنَ فَأَعْطُوْا الطَّرِيْقَ حَقَّهُ، قَالُوْا: وَمَا حَقَّهُ؟ قَالَ: غَضُّ البَصَرِ وَكَفُّ الأَذَى وَرَدُّ السَّلاَمِ

“Janganlah kalian duduk-duduk di tepi jalan”, mereka berkata “ya Rasulallah, tempat-tempat duduk kami pasti di pinggir jalan” beliau bersabda, “Jika kalian memang harus melakukannya, maka berikan hak jalan”, mereka bertanya, “Apa hak jalan itu? beliau menjawab, “Memalingkan pandangan (dari hal-hal yang diharamkan Allah), menyingkirkan gangguan, dan menjawab salam” (HR. Muslim)

Berkata Ibnul Qoyim Aljauziyah Rahimahulloh :

. والنظر أصل عامة الحوادث التي تصيب الإنسان فإن النظرة تولد خطرة ثم تولد الخطرة فكرة ثم تولد الفكرة شهوة ثم تولد الشهوة إرادة ثم تقوى فتصير عزيمة جازمة فيقع الفعل

ولا بد ما لم يمنع منه مانع

Dan Pandangan merupakan pangkal bencana yang menimpa manusia. Maka Sesungguhnya pandangan akan melahirkan lintasan dalam hati, kemudian  lintasan hati akan melahirkan pikiran , dan pikiran akan melahirkan syahwat, dan syahwat membangkitkan keinginan, kemudian keinginan itu menjadi kuat, dan berubah menjadi tekad yang bulat. Maka apa yang tadinya melintas dalam pikiran menjadi kenyataan, dan itu pasti akan terjadi selama tidak ada yang menghalanginya.

Dalam Hal ini, dikatakan oleh ahli hikmah  :

. وفي هذا قيل:”الصبر على غض البصر أيسر من ألم ما بعده”

Bersabar dalam menahan pandangan mata lebih ringan dibanding harus menanggung beban penderitaan yang diakibatkan setelahnya.”

Dan dalam hal ini Pula berkata penyair :

كل الحوادث مبدؤها من النظر   ومعظم النار من مستصغر الشرر

كم نظرة بلغت في قلب صاحبها   كمبلغ السهم بين القوس والوتر

    والعبد ما دام ذا طرف يقلبه   في أعين العين موقوف على الخطر

بسرور مقلته ما ضر مهجته  لا مرحبا بسرور عاد بالضرر

Setiap petaka bermula dari pandangan (lirikan)

Seperti kobaran api berasal dari bunganya  yang kecil.

Betapa banyak lirikan menembus hati tuannya

Seperti anak panah mengenai sasaran, melesat dari busur dan senarnya.

Seorang hamba, selama dia masih mempunyai kelopak mata yang mengedip orang lain

maka dia berada dalam keadaan yang mengkhawatirkan.

Dia memandang yang menyenangkan matanya, tapi membahayakan jiwanya

maka janganlah kau sambut kesenangan yang membawa petaka.

 Diantara Bahaya Pandangan/Lirikan :

Berkata Ibnul Qoyim Aljauziyah Rahimahulloh 

 أنه يورث الحسرات والزفرات والحرقات فيرى العبد ما ليس قادرا عليه ولا صابرا عنه وهذا من أعظم العذاب: أن ترى ما لا صبر لك عنه ولا عن بعضه ولا قدرة لك عليه

Pandangan yang dilepaskan begitu saja itu akan
menimbulkan perasaan gundah, tidak tenang dan hati panas terasa disulut.
Terkadang mata seorang hamba melihat sesuatu, yang dia tidak sanggup menahan
diri, membendung keinginan, namun tak kuasa mewujudkan keinginannya, tentu
jiwanya sangat tersiksa; dapat melihat namun tak kuasa menjamahnya. 

قال الشاعر:

وكنت متى أرسلت طرفك رائدا   لقلبك يوما أتعبتك المناظر

رأيت الذي لا كله أنت قادر    عليه ولا عن بعضه أنت صابر

Bila engkau lepaskan pandangan matamu menuntun hatimu

suatu hari  niscaya apa yang dipandangnya akan melelahkan dirimu

 Engkau melihat sesuatu yang engkau tidak mampu mewujudkannya semuanya

dan engkau juga tak sabar untuk tidak melihat walaupun sebagianya.

وهذا البيت يحتاج إلي شرح. ومراده:

أنك تري ما لا تصبر عن شيء منه ولا تقدر عليه فإن قوله:”لا كله أنت قادر عليه”نفى لقدرته على الكل الذي لا ينتفي إلاّ بنفي القدرة عن كل واحد واحد. وكم من أرسل لحظاته فمن أقلعت إلاّ وهو يتشحط بينهن قتيلا

Lebih jelasnya, maksud bait syair di atas adalah

 Engkau akan melihat sesuatu yang engkau tidak sabar untuk tidak melihatnya walaupun
sedikit, namun saat itu juga engkau tidak mampu untuk melihatnya sama sekali
walaupun hanya sedikit, Betapa banyak orang yang melontarkan pandangannya
tanpa terkendali, akhirnya dia binasa karena pandanganya

Berkata Penyair :

يا ناظرا ما أقلعت لحظاته   حتى تشحط بينهن قتيلا

Wahai orang yang suka memandang (Pandangan Terlarang Pent), matamu tak akan usai melirik kesana kemari

Sehingga engkau jatuh binasa diantara lirikan kedua matamu.

Wallohu A’lam Bishowab

Maroji’  : Kitabnya Aljawabul Kaafiy Ibnul Qoyim Aljauziyah Rahimahulloh

Abu Amina Aljawiy

Mahad Annashihah Cepu

Posted in Renungan Santri:Pensucian Jiwa, Motivasi Salafi,Renungan Hati,Pembersih Jiwa,Penyejuk Hati,Motivasi Islami,Pengembangan Diri,Renungan Jiwa,Muhasabah Diri | Dengan kaitkata: , , , , | Leave a Comment »

Renungan Hati ; Sarana Sarana Supaya Bisa Meraih Kebahagian Hidup( Obat Kesedihan) الوسائل المفيدة للحياة السعيدة

Posted by Admin Ma'had Annashihah Cepu pada Maret 27, 2013

Bismillah

Saudaraku  Yang Budiman,
Sesungguhnya ketenangan hati dan kesenangannya serta hilangnya rasa gundah dan resah merupakan keinginan setiap orang dan dambaan setiap diri. Karena dengan demikian akan tercapai kehidupan yang tenteram, bahagia dan sejahtera. Untuk mencapai hal-hal tersebut diperlukan sarana-sarana yang bersumber dari pemahaman Agama yang benar dan bersifat nyata dan bukan sekedar angan-angan , yang kesemuanya tidak akan dapat dicapai kecuali oleh seorang mu’min dan mempunyai keyakinan  dan amal yang mantap.

Dalam Renungan kali ini akan kami nukilkan beberapa sarana penting yang dengan izin Allah seorang muslim akan bisa menggapai kebahagiaan hidup baik di dunia maupun diakhirat kelak,  In Syaa Allohu. Tentu mewujudkanya dengan semangat , kesungguhan beramal serta sabar dan ridho dari  ketentuan Alloh Aza Wajjala.

Maka  hendaknya setiap diri merenung dan mengkoreksi sejenak sekarang :

Pertama : Sudahkah kita MENGETAHUI dan MENANAMKAN pada diri – diri kita sarana – sarana  kebahagian tersebut?

Kedua :Sudahkan kita BERSABAR MENGAMALKAN  dari  sarana – sarana  kebahagian tersebut?

Ketiga :Sudahkan kita MENYEBARKANYA DAN MENGAJARKANYA KEPADA KELUARGA, TEMAN DEKAT MAUPUN JAUH SERTA KAUM MUSLIMIN SECARA UMUM dari sarana – sarana  kebahagian tersebut , sehingga merekapun akan merasakan kebahagiaan ini?

 Saudaraku yang budiman ,dibawah ini adalah sarana-sarana untuk mencapai kebahagian hidup di Dunia dan Ahkirat Yang kami nukil  sebagaimana dijelaskan oleh Syeikh Abdurahman Ass’diy Rahimahulloh, Mari kita berlomba lomba bersama untuk memenuhi hal hal dibawah ini sehimgga kebahagiaan hakiki akan kita raih dengan izin Alloh Aza Wa Jalla,

Diantara Sarana-Sarana Yang Menolong Supaya Bisa Meraih Kebahagian Hidup Itu Adalah:

 وأعظم الأسباب لذلك وأصلها وأسهاه الإيمان والعمل الصالح *

1. Beriman dan beramal Saleh (ini adalah sebab kebahagian terbesar dan mendasar,pent )

الإحسان إلى الخلق بالقول والفعل، وأنواع المعروف*

2. Berbuat baik kepada makhluk dengan perkataan dan perbuatan dan macam-macam kebaikan lainya (ini termasuk sebab yang dapat menghilangkan keresahan dan kegundahan hati Dan Perbuatan baik ini disesuaikan dengan hak hak mahkluk,pent)

الاشتغال بعمل من الأعمال أو علم من العلوم النافعة*

3. Sibuk beramal dari amal-amal  atau ilmu yang bermanfaat(Ini termasuk hal yang dapat menghilangkan kegundahan hati yang timbul dari kegalauan jiwa karena  disibukkan oleh urusan-urusan yang memberatkanya)

اجتماع الفكر كله على الاهتمام بعمل اليوم الحاضر، وقطعه عن الاهتمام في الوقت المستقبل، وعن الحزن على الوقت الماضي*

4. Mengkonsentrasikan semua pikiran untuk mengerjakan sebuah pekerjaan pada hari ini dan menghentikan dari pemikiran-pemikiran yang akan datang serta menghentikan dari kesedihan pada waktu-waktu yang lampau.

الإكثار من ذكر الله, فإن لذلك تأثيرا عجيبا في انشراح الصدر وطمأنينته، وزوال همه وغمه*

5. Memperbanyak zikir kepada Allah ta’ala (Berzikir pengaruhnya sangat menakjubkan dalam mendatangkan kelapangan dada dan ketenangan hati, serta menghilangkan rasa resah gelisah

التحدث بنعم الله الظاهرة والباطنة *
6. Menyebut-nyebut nikmat-nikmat Allah, baik yang lahir maupun yang batin.

استعمال ما أرشد إليه النبي في الحديث الصحيح حيث قال: انظروا إلى من هو أسفل منكم ولا تنظروا إلى من هو فوقكم فإنه أجدر أن لا تزدروا نعمة الله عليكم *

7. Melihat orang-orang yang berada di bawahnya dan tidak melihat orang-orang yang ada di atasnya,sebagaimana petunjuk hadits Rosul :“Lihatlah orang yang berada di bawah kalian dan janganlah  melihat orang-orang yang berada di atas, karena sesungguhya itu lebih memungkinkan untuk tidak meremehkan nikmat-nikmat Allah atas kalian.” (Rowahu Bukhari dan Muslim).

استعمال هذا الدعاء الذي كان النبي  يدعو به: اللهم أصلح لي ديني الذي هو عصمة أمري، وأصلح لي دنياي التي فيها معاشي، وأصلح لي آخرتي التي إليها معادي، واجعل الحياة زيادة لي في كل خير، والموت راحة لي من كل شر

8. Berdoa dengan doa yang dipanjatkan Rasulullah Seperti :Ya Allah, perbaikilah bagiku agamaku yang merupakan pelindung perkaraku, perbaikilah bagiku duniaku yang merupakan tempat kehidupanku, perbaikilah akhiratku yang di sana tempat kembaliku, jadikanlah kehidupan ini sebagai sarana bagiku untuk menambah kebaikanku, dan kematian sebagai tempat istirahat dari segala keburukan”. (HR. Muslim).

قوة القلب وعدم انزعاجه وانفعاله للأوهام والخيالات التي تجلبها الأفكار السيئة*

9. Memantapkan hati dan tidak tenggelam pada kepanikan atau bayangan dan pikiran-pikiran buruk,ini  sangat besar pengaruhnya untuk menghindari tekanan penyakit-penyakit  jiwa maupun penyakit-penyakit fisik

ومتى اعتمد القلب على الله، وتوكل عليه، ولم يستسلم للأوهام ولا ملكته الخيالات السيئة، ووثق بالله وطمع في فضله- اندفعت عنه بذلك الهموم والغموم، وزالت عنه كثير من الأسقام البدنية والقلبيةه

10.Bertawakal Kepada Alloh, Jika hati selalu bergantung kepada Allah , bertawakkal kepada-Nya, tidak larut dalam bayang-bayang ketakutan serta pikiran-pikiran buruk diiringi bersandar kepada Allah  seraya benar-benar mengharap karunia-Nya, maka yang demikian itu akan mengusir perasaan gundah dan sedih, dan menghilangkan berbagai penyakit badan dan hati

وينبغي أيضا إذا أصابه مكروه أو خاف منه أن يقارن بين بقية النعم الحاصلة له دينية أو دنيوية، وبين ما أصابه من مكروه فعند المقارنة يتضح كثرة ما هو فيه من النعم، واضمحلال ما أصابه من المكاره

11.Membandingkan kenikmatan yang diterima dengan kesulitan yang diderita, Setiap diri selayaknya jika ditimpa kesulitan atau khawatir terhadapnya agar membandingkannya antara kenikmatan yang telah dia perolehnya baik dalam nikmat agama dan dunia dan membandingkanya dengan kesulitan yang dia alami, maka akan dia dapatkan betapa jauh lebih banyak kenikmatanya dalam dirinya daripada kesulitan dan musibah yang dia rasakan.

Demikian beberapa hal yang merupakan bagian puncak dari sarana untuk menghindar dari kesedihan yang berlarut-larut dan agar bisa menggapai kebahagiaan hidup dan mati , tinggal kita semua bagaimana bersungguh-sungguh dengan perkara-perkara  diatas.

Waollohu a’lam bisowab.

Ditulis Oleh

Abu Amina Aljawiy

Posted in Renungan Santri:Pensucian Jiwa, Motivasi Salafi,Renungan Hati,Pembersih Jiwa,Penyejuk Hati,Motivasi Islami,Pengembangan Diri,Renungan Jiwa,Muhasabah Diri | Leave a Comment »

Renungan Hati : Ketika Cahaya Datang Untuk Menyadari Kekhilafan Diri, Itulah Saat Yang Mengharukan Bagi Setiap Insan, تائب مِن ذنوب، وحافظ لكل ما قَرَّبه إلى ربه

Posted by Admin Ma'had Annashihah Cepu pada Februari 12, 2013

Bismillah,

يَاأَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَلْتَنْظُرْ نَفْسٌ مَا قَدَّمَتْ لِغَدٍ وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ (الحشر

“Hai orang -orang yang beriman, bertakwalah kepada Alloh dan hendaklah setiap diri memperhatikan (merenung),apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok(kampung ahkirat),dan bertakwalah kepada Alloh, Sesungguhnya Alloh maha mengetahui apa yang kamu kerjakan” (Alhasyr 18)

Saudaraku yang dirahmati Alloh, Ketika perasaan memahami kekilafan diri telah datang, ketika cahaya kebeningan hati menghampiri dan hinggap didalam hati, Teringat akan lembaran masa lalu yang kelam, teringat akan catatan catatan masa yang telah lalu yang kelam tentang sahabat-sahabat dan orang orang dekat yang pernah kita sakiti, tentang perilaku diri yang begitu sering melakukan kesalahan dan kekilafan, tentang cela dan aib diri yang belum kita mohonkan ampun, tentang bakti kepada orang tua yang belum kita sempurnakan, Dan tentang seluruh perjalanan hidup ini yang hanya diselimuti dusta, kebencian, kedengkian, keserakahan, kejahilan, dan telah begitu banyak kita torehkan dan mengoreskan catatan tinta hitam dalam sejarah dan perjalanan hidup kita.

Sungguh Kalaulah kita mau jujur terhadap diri ini , Wahai Diri , sungguh kalaupun kita mau jujur dan menyadari dari dasar hati yang terdalam betapa sering kita mengkianati segala kenikmatan yang diberikan Nya dan betapa sedikit syukur ketaatan kita kepada Nya, Tampaknya kita harus bertanya kepada diri ini kenapa hati begitu keras membatu , hingga kebenaran tak jua kita tempati,  Kenapa kita tidak takut dari satu masa yang berlalu dan berlalu kian panjang dan membuat terkunci hati dari kebenaran, Alloh Ta’ala Mengingatkan kita Semua :

أَلَمْ يَأْنِ لِلَّذِينَ ءَامَنُوٓا۟ أَن تَخْشَعَ قُلُوبُهُمْ لِذِكْرِ ٱللَّهِ وَمَا نَزَلَ مِنَ ٱلْحَقِّ وَلَا يَكُونُوا۟ كَٱلَّذِينَ أُوتُوا۟ ٱلْكِتَٰبَ مِن قَبْلُ فَطَالَ عَلَيْهِمُ ٱلْأَمَدُ فَقَسَتْ قُلُوبُهُمْ ۖ وَكَثِيرٌۭ مِّنْهُمْ فَٰسِقُونَ

Belumkah datang waktunya bagi orang-orang yang beriman, untuk tunduk hati mereka mengingat Allah dan kepada kebenaran yang telah turun (kepada mereka), dan janganlah mereka seperti orang-orang yang sebelumnya telah diturunkan Al Kitab kepadanya, kemudian berlalulah masa yang panjang atas mereka lalu hati mereka menjadi keras. Dan kebanyakan di antara mereka adalah orang-orang yang fasik.( Alhadid 16)

Wahai Saudaraku Yang Budiman, Mengapa diri ini begitu bodoh dan tak menyadari, padahal begitu nampak didepan hamparan kemaha perkasaan Alloh yang tak tertandingi apapun, Rasanya tak pantas diri ini mengaharap keindahan dan kebaikan hidup dan mati, dimana disisi lain kita secara tak sadar mengahadirkan kejelekan dan kemudhorotan, Rasanya tak pantas kita memohon ampunan tapi disisi lain kita hadirkan kemaksiatan dan Dosa, Rasanya tak pantas kita disebut hamba pilihan karena perintah dan larangan tak jua kita indahkan.

Takutlah wahai hati, pada suatu hari yang pada saat itu Alloh ta’ala  palingkan hati insan dari kebenaran ketika mereka berputus asa dari rahmat Alloh dan berpaling dari kebenaran Sebagaimana FirmanNya:

فَلَمَّا زَاغُوٓا۟ أَزَاغَ ٱللَّهُ قُلُوبَهُمْ ۚ وَٱللَّهُ لَا يَهْدِى ٱلْقَوْمَ ٱلْفَٰسِقِينَ

Maka tatkala mereka berpaling (dari kebenaran), Allah memalingkan hati mereka; dan Allah tiada memberi petunjuk kepada kaum yang fasik (Ash Shaft 5)

Saudaraku yang dirahmadti Alloh, Sessungguhnya setiap tapak kaki kita yang tertinggal sessungguhnya adalah saksi dari perjalanan hari demi hari , Hanya Orang orang jahil yang membiarkan hidupnya tercampakkan hari harinya tersia siakan dengan kebatilan , hanya orang orang jahil yg membiarkan waktunya tercampakan dengan kelengahan dan merugilah keduanya karena kesempatan yang diberikan oleh Alloh tak dimanfaatkan untuk kebaikan.

Diri ini sering mengira bahwa kita telah banyak mengerjakan kebaikan, kita menduga selama ini kita telah sempurna melakukan ketaatan, kita berprasangka dan merasa sudah begitu banyak menjalankan kewajiban, Akan tetapi ternyata semua itu hanyalah fatamorgana dan kesemuan, dan terkadang nampak begitu baik dalam benak dan prasangka kita, tapi begitu buruk dalam pandangan Alloh, Mengapa begini? karena ketaatan yang kita lakukan hanya ingin mendaptkan pujian, ketaatan yang kita lakukan karena ingin dilihat dan dikenal orang serta kebaikan yang kita lakukan tak diiringi dengan keihlasan niat dan jauhnya dari tuntunan( Rosul Sholollohualaihi Wassalam).

Mari kita tengok kembali nasehat Amirul Mukminin Umar Ibn Khotob Rodhiallohuanhu : 

حَاسِبُوا أنْفُسَكُم قَبْلَ أَنْ تُحَاسَبُا وَزِنُوْهَا قَبْلَ أَنْ تُوْزَنُوْا وَ تَزَيَّنُوا لِلعَرْضِ الأَكْبَر

“Hisablah diri kalian sebelum kalian dihisab !Timbanglah diri kalian sebelum kalian ditimbang, dan bersiap siaplah untuk pertunjukan yang besar (dihari kiamat dihari itu kalian dihadapkan pada pemeriksaan.Tiada yang tersembunyi dari amal perbuatan kita barang satupun)” Rowahu Tirmidzi.

Saudaraku yang dirahmadti Alloh,

Mari kita bangun kembali sesuatu yang telah kita rubuhkan bersihkan akidah kita yang telah tercemar kesyirikan, Jernihkan niat dan tekat yang telah kita kotori dengan ketidakihlasan,

Mari kita manfaatkan hidup ini selama pintu nafas masih terbuka,

Mari bukalah gerbang pintu kesadaran hati nurani yang paling dalam agar mendapat petunjuk bayan dan Taufiq dari Rab semesta alam,

Mari Berbuat baiklah kita selagi masih punya kesempatan dan bertobatlah sebelum ajal menjelang,

Mari kita tegur hati kita iniyang sedang dimabukan keduniaan, mari tegur hati ini yang sedang terlena, agar tak jatuh terjerat oleh tipu rayu syaitan dan Talbis dan sihir dunia, tegurlah jiwa kita yang terombang ambing oleh arus bagaikan buih dilautan ini, dan tegurlah terus menerus sedikit saja kejelekan yang terbesit didalam ruhani ini sehingga kemulyaan dan kebahagiaan akan kita dapati karena izin rabul Izah.

Ingatlah akan wasiat Alloh Ta’ala dikala pada hari itu manusia yang bertaubat ini diberikan kenikmatan :

هَٰذَا مَا تُوعَدُونَ لِكُلِّ أَوَّابٍ حَفِيظٍۢ  , مَّنْ خَشِىَ ٱلرَّحْمَٰنَ بِٱلْغَيْبِ وَجَآءَ بِقَلْبٍۢ مُّنِيبٍ

ٱدْخُلُوهَا بِسَلَٰمٍۢ ۖ ذَٰلِكَ يَوْمُ ٱلْخُلُودِ , لَهُم مَّا يَشَآءُونَ فِيهَا وَلَدَيْنَا مَزِيدٌۭ

Inilah yang dijanjikan kepadamu, (yaitu) kepada setiap hamba yang selalu kembali (kepada Allah) lagi memelihara (semua peraturan-peraturan-Nya).(Yaitu) orang yang takut kepada Rob Yang Maha Pemurah sedang Dia tidak kelihatan (olehnya) dan dia datang dengan hati yang bertobat, Masukilah surga itu dengan aman, itulah hari kekekalan.Mereka di dalamnya memperoleh apa yang mereka kehendaki; dan pada sisi Kami ada tambahannya. (Qof 32-35)

Saudaraku, Maha suci Alloh yang maha memahami segala sesuatu yang tersembunyi. yang maha penerima taubat, tiada pujian yang pantas kita berikan melebihi pujian kepada Alloh Tabaroka Wa Ta’ala , Semoga Alloh mematrikan dan menghujamkan Kesadaran dalam hati kita yang terdalam untuk menyadari segala kekeliruan dan Semoga Alloh mengampuni kita dari kemaksiatan, Dan mari kita sambut hari ini dan Hari Depan dengan Kesyukuran kepadanNya Yaitu Kepada Dzat yang telah menciptakan kita dengan berbagai macam kenikmatan yang tak terhitung.

Subhanalloh , Semoga Alloh memberi keistiqomahan kepada hati yang telah menyadari kekilafan diri untuk berada dalam ketaatan kepada Alloh Aza Wa Jalla. Waullohua’lam Bishawab.

Dikutip Dari Shahih Hadits Tirmidzi, Muhtasor Tafsir Ibnu Katsir, Syarah Riyadhus Shalihin Ibnu Utsaimin, Tafsir Assa’diy

Akhukum Fillah,

Abu Amina Aljawiy

Ma’had Salafiyah Annashihah Cepu

Posted in Renungan Santri:Pensucian Jiwa, Motivasi Salafi,Renungan Hati,Pembersih Jiwa,Penyejuk Hati,Motivasi Islami,Pengembangan Diri,Renungan Jiwa,Muhasabah Diri | Dengan kaitkata: , , , , | 2 Comments »

Renungan Santri ; Sarana-Sarana Yang Menolong Supaya Bisa Meraih Kebahagian Hidup(Obat Kesedihan) الوسائل المفيدة للحياة السعيدة

Posted by Admin Ma'had Annashihah Cepu pada Desember 23, 2012

Bismillah

Saudaraku  Yang Budiman,
Sesungguhnya ketenangan hati dan kesenangannya serta hilangnya rasa gundah dan resah merupakan keinginan setiap orang dan dambaan setiap diri. Karena dengan demikian akan tercapai kehidupan yang tenteram, bahagia dan sejahtera. Untuk mencapai hal-hal tersebut diperlukan sarana-sarana yang bersumber dari pemahaman Agama yang benar dan bersifat nyata dan bukan sekedar angan-angan , yang kesemuanya tidak akan dapat dicapai kecuali oleh seorang mu’min dan mempunyai keyakinan  dan amal yang mantap.

Dalam Renungan kali ini akan kami nukilkan beberapa sarana penting yang dengan izin Allah seorang muslim akan bisa menggapai kebahagiaan hidup baik di dunia maupun diakhirat kelak,  In Syaa Allohu. Tentu mewujudkanya dengan semangat , kesungguhan beramal serta sabar dan ridho dari  ketentuan Alloh Aza Wajjala.

Maka  hendaknya setiap diri merenung dan mengkoreksi sejenak sekarang :

Pertama : Sudahkah kita MENGETAHUI dan MENANAMKAN pada diri – diri kita sarana – sarana  kebahagian tersebut?

Kedua :Sudahkan kita BERSABAR MENGAMALKAN  dari  sarana – sarana  kebahagian tersebut?

Ketiga :Sudahkan kita MENYEBARKANYA DAN MENGAJARKANYA KEPADA KELUARGA, TEMAN DEKAT MAUPUN JAUH SERTA KAUM

                            MUSLIMIN SECARA UMUM dari sarana – sarana  kebahagian tersebut , sehingga merekapun akan merasakan kebahagiaan ini?

Saudaraku yang budiman ,dibawah ini adalah sarana-sarana untuk mencapai kebahagian hidup di Dunia dan Ahkirat Yang kami nukil  sebagaimana dijelaskan oleh Syeikh Abdurahman Ass’diy Rahimahulloh, Mari kita berlomba lomba bersama untuk memenuhi hal hal dibawah ini sehimgga kebahagiaan hakiki akan kita raih dengan izin Alloh Aza Wa Jalla,

Diantara Sarana-Sarana Yang Menolong Supaya Bisa Meraih Kebahagian Hidup Itu Adalah:

وأعظم الأسباب لذلك وأصلها وأسهاه الإيمان والعمل الصالح *

1. Beriman dan beramal Saleh (ini adalah sebab kebahagian terbesar dan mendasar,pent ) 

الإحسان إلى الخلق بالقول والفعل، وأنواع المعروف*

2. Berbuat baik kepada makhluk dengan perkataan dan perbuatan dan macam-macam kebaikan lainya (ini termasuk sebab yang dapat menghilangkan keresahan dan kegundahan hati Dan Perbuatan baik ini disesuaikan dengan hak hak mahkluk,pent)

الاشتغال بعمل من الأعمال أو علم من العلوم النافعة*

3. Sibuk beramal dari amal-amal  atau ilmu yang bermanfaat(Ini termasuk hal yang dapat menghilangkan kegundahan hati yang timbul dari kegalauan jiwa karena  disibukkan oleh urusan-urusan yang memberatkanya) 

اجتماع الفكر كله على الاهتمام بعمل اليوم الحاضر، وقطعه عن الاهتمام في الوقت المستقبل، وعن الحزن على الوقت الماضي*

4. Mengkonsentrasikan semua pikiran untuk mengerjakan sebuah pekerjaan pada hari ini dan menghentikan dari pemikiran-pemikiran yang akan datang serta menghentikan dari kesedihan pada waktu-waktu yang lampau.

الإكثار من ذكر الله, فإن لذلك تأثيرا عجيبا في انشراح الصدر وطمأنينته، وزوال همه وغمه*

5. Memperbanyak zikir kepada Allah ta’ala (Berzikir pengaruhnya sangat menakjubkan dalam mendatangkan kelapangan dada dan ketenangan hati, serta menghilangkan rasa resah gelisah

التحدث بنعم الله الظاهرة والباطنة *
6. Menyebut-nyebut nikmat-nikmat Allah, baik yang lahir maupun yang batin.

استعمال ما أرشد إليه النبي في الحديث الصحيح حيث قال: انظروا إلى من هو أسفل منكم ولا تنظروا إلى من هو فوقكم فإنه أجدر أن لا تزدروا نعمة الله عليكم *

7. Melihat orang-orang yang berada di bawahnya dan tidak melihat orang-orang yang ada di atasnya,sebagaimana petunjuk hadits Rosul :“Lihatlah orang yang berada di bawah kalian dan janganlah  melihat orang-orang yang berada di atas, karena sesungguhya itu lebih memungkinkan untuk tidak meremehkan nikmat-nikmat Allah atas kalian.” (Rowahu Bukhari dan Muslim).

استعمال هذا الدعاء الذي كان النبي  يدعو به: اللهم أصلح لي ديني الذي هو عصمة أمري، وأصلح لي دنياي التي فيها معاشي، وأصلح لي آخرتي التي إليها معادي، واجعل الحياة زيادة لي في كل خير، والموت راحة لي من كل شر

8. Berdoa dengan doa yang dipanjatkan Rasulullah Seperti :Ya Allah, perbaikilah bagiku agamaku yang merupakan pelindung perkaraku, perbaikilah bagiku duniaku yang merupakan tempat kehidupanku, perbaikilah akhiratku yang di sana tempat kembaliku, jadikanlah kehidupan ini sebagai sarana bagiku untuk menambah kebaikanku, dan kematian sebagai tempat istirahat dari segala keburukan”. (HR. Muslim).

قوة القلب وعدم انزعاجه وانفعاله للأوهام والخيالات التي تجلبها الأفكار السيئة*

9. Memantapkan hati dan tidak tenggelam pada kepanikan atau bayangan dan pikiran-pikiran buruk,ini sangat besar pengaruhnya untuk menghindari tekanan penyakit-penyakit  jiwa maupun penyakit-penyakit fisik

ومتى اعتمد القلب على الله، وتوكل عليه، ولم يستسلم للأوهام ولا ملكته الخيالات السيئة، ووثق بالله وطمع في فضله- اندفعت عنه بذلك الهموم والغموم، وزالت عنه كثير من الأسقام البدنية والقلبيةه

10.Menyandarkan Hati Kepada Alloh Aza Wajalla,Jika hati selalu bergantung kepada Allah , bertawakkal kepada-Nya, tidak larut dalam bayang-bayang ketakutan serta pikiran-pikiran buruk diiringi bersandar kepada Allah  seraya benar-benar mengharap karunia-Nya, maka yang demikian itu akan mengusir perasaan gundah dan sedih, dan menghilangkan berbagai penyakit badan dan hati

وينبغي أيضا إذا أصابه مكروه أو خاف منه أن يقارن بين بقية النعم الحاصلة له دينية أو دنيوية، وبين ما أصابه من مكروه فعند المقارنة يتضح كثرة ما هو فيه من النعم، واضمحلال ما أصابه من المكاره

11.Membandingkan kenikmatan yang diterima dengan kesulitan yang diderita, Setiap diri selayaknya jika ditimpa kesulitan atau khawatir terhadapnya agar membandingkannya antara kenikmatan yang telah dia perolehnya baik dalam nikmat agama dan dunia dan membandingkanya dengan kesulitan yang dia alami, maka akan dia dapatkan betapa jauh lebih banyak kenikmatanya dalam dirinya daripada kesulitan dan musibah yang dia rasakan. 

Demikian beberapa hal yang merupakan bagian puncak dari sarana untuk menghindar dari kesedihan yang berlarut-larut dan agar bisa menggapai kebahagiaan hidup dan mati , tinggal kita semua bagaimana bersungguh-sungguh dengan perkara-perkara  diatas.

 

Dikutip dari Kitab  الوسائل المفيدة للحياة السعيدة Syeikh Abdurahman Assa’diy Rahimahulloh

Waollohu a’lam bisowab.

Abu Amina Aljawiy

Mahad Annashihah Cepu Jawa Tengah 

Posted in Renungan Santri:Pensucian Jiwa, Motivasi Salafi,Renungan Hati,Pembersih Jiwa,Penyejuk Hati,Motivasi Islami,Pengembangan Diri,Renungan Jiwa,Muhasabah Diri | 1 Comment »

Dowanload Ebooks : Biografi Ibnul Qoyim Aljauziyah Rahimahulloh, Ulama Ahlu Sunnah Pakar Ilmu Hati dan Pembersih Jiwa سِيْرَة ابن قيم الجوزية

Posted by Admin Ma'had Annashihah Cepu pada Desember 1, 2012

Bismillah,

Dibawah Terlampir Dowanload Ebooks ” Biografi Ibnul Qoyim Aljauziyah Rahimahulloh” Dengan Sedikit Telah Diedit Semoga Bermanfaat Untuk mencontoh beliau dalam pakar permasalahan Amalan Hati dan Pembersian Jiwa:

2.Download Ebok-Biografi-Ibnul-Qoyim-Aljauziyah.pdf (PDF, 204KB)

Wallohu A’lam Bishowab

Abu Amina Aljawiy

Posted in Rangkuman Terjemah Santri : Kitab Dilengkapi Text Arab Dan Terjemah Bahasa Indonesia, Renungan Santri:Pensucian Jiwa, Motivasi Salafi,Renungan Hati,Pembersih Jiwa,Penyejuk Hati,Motivasi Islami,Pengembangan Diri,Renungan Jiwa,Muhasabah Diri, Ringkasan Biografi | 1 Comment »

Renungan Santri : Mengingat Kematian, Cukuplah Kematian Saudara Kita Sebagai Nasehat (ذكر الموت ) Berita Kematiian Saudara Kita Yang Telah Mendahului Kita

Posted by Admin Ma'had Annashihah Cepu pada November 6, 2012

Bismillah,

كُلُّ نَفْسٍۢ ذَآئِقَةُ ٱلْمَوْتِ ۗ وَإِنَّمَا تُوَفَّوْنَ أُجُورَكُمْ يَوْمَ ٱلْقِيَٰمَةِ ۖ فَمَن زُحْزِحَ عَنِ ٱلنَّارِ وَأُدْخِلَ ٱلْجَنَّةَ فَقَدْ فَازَ ۗ وَمَا ٱلْحَيَوٰةُ ٱلدُّنْيَآ إِلَّا مَتَٰعُ ٱلْغُرُورِ

Allah Ta’ala berfirman: “Setiap jiwa itu akan merasakan kematian, Sesungguhnya engkau semua itu akan dicukupkan semua pahalamu nanti pada hari kiamat. Maka barangsiapa yang dijauhkan dari neraka dan dimasukkan dalam syurga, maka orang itu benar-benar memperoleh kemenangan. Dan Tidaklah kehidupan dunia ini melainkan kehidupan yang menipu.” (Ali-Imran: 185)

Saudaraku Yang Budiman, Ketika  Ada seseorang hamba tersibukan dengan keduniaan dan dia melupakan hakikat tujuan penciptaanya, maka orang -orang yang seperti ini disebut sebagai orang orang yang lalai (Ghaflah) dari hakikat kehidupanya, Dan suatu ketika dia tersentak hatinya , terperanga, guncang   dan  kaget setengah mati  ketika salah satu dari keluarganya atau saudaranya  diberitakan pergi meninggalkan dunia ini untuk selama-lamanya  tanpa disertai tanda tanda kematian,

MUNGKIN DIA AKAN  BERFIKIR SEJENAK  : KALAULAH YANG MATI ITU SAYA, TERUS BAGAIMANA ?BAGAIMANA KELUARGA SAYA?BAGAIMANA HARTA SAYA?BAGAIMANA BEKAL SAYA YANG SEDIKIT?BAGAIMANA DAN TERUS BAGAIMANA?Kemudian  apa yang terkesan dari orang seperti ini, dia akan merinding bulu kudunya karena pengaruh dasyatnya  kematian dan sakaratnya, dahsyatnya siksaan alam kubur, dahsyatnya fitnah hari dibangkitkan, dahsyatnya padang maksyar , dahsyatnya timbangan, Dahsyatnya Shirot, Serta Dasyatnya Neraka.

DAN MUNGKIN JIKA YANG MENINGGAL ADALAH ORANG DEKAT YG DIA SAYANGI MAKA DIA MELAKUKAN PERBUATAN PERBUATAN JAHILIYAH: MENCAKAR WAJAH, MEROBEK ROBEK BAJU, MERATAP DENGAN KERAS YANG, SEMUA ITI MELUAPKAN  GUNCANGNYA HATINYA KARENA ADANYA MUSIBAH KEMATIAN

Maka para pendahulu kita yang shalih sering menyebut orang orang yang seperti ini  adalah orang orang yang berada dalam keadaan lalai mengingat kematian dan tersentak ketika ditimpa musibah kematian, sehingga tak jarang para ahli hikmah menyebutkan orang orang seperti ini memiliki kebiasaan dalam hidupnya : MALAS BERIBADAH, SERING MENUNDA TAUBAT DAN RAKUS TERHADAP DUNIA, mereka masuk dalam firmaNya :

  إِذَا مَسَّهُ ٱلشَّرُّ جَزُوعًۭا

Apabila ia ditimpa kesusahan ia berkeluh kesah

وَإِذَا مَسَّهُ ٱلْخَيْرُ مَنُوعًا

dan apabila ia mendapat kebaikan ia amat kikir (Al Maarij 20-21)

Berbeda Keadaanya jika seorang yang senantiasa mengusahakan taat kepada Alloh ta’ala  kemudian diberikan cobaan dengan datangnya musibah yaitu datangnya  tanda kematian dengan sakit Dan Kalaupun ketika salah satu dari keluarganya atau saudaranya  diberitakan pergi meninggalkan dunia ini untuk selama-lamanya , Maka hatinya  yang halus akan tersentak dan terperanga kemudian meneteskan air mata karena kesedihan yang dialaminya, kemudian dia mengucapkan kata kata bijak yang diajarkan RosulNya, 

ٱلَّذِينَ إِذَآ أَصَٰبَتْهُم مُّصِيبَةٌۭ قَالُوٓا۟ إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّآ إِلَيْهِ رَٰجِعُونَ

(yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan: “Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji’uun” Albaqoroh 156

Mereka pun bertawakal kepada Alloh dan Menyerahkan segala urusan kepadaNya, Kemudian Pendahulu kita yang shalih sering menyebut mereka sebagai orang orang yang banyak mengingat kematian dan sehingga tak jarang para ahli hikmah menyebutkan orang orang seperti ini memiliki kebiasaan dalam hidupnya : SEMANGAT DALAM BERIBADAH, MENYEGERAKAN TAUBAT DAN TIDAK RAKUS TERHADAP DUNIA

Sahabatku yang budiman Kita Tidak mengetahui kapan dan dimana seseorang akan meninggalkan dunia ini dan ketika kematian itu datang maka tidak bisa seseorang meminta untuk diundurkan barang sebentarpun, Maka hendaknya setiap diri menjadi hamba-hamba yang cerdas untuk mempersiapkanya mulai dari sekarang bekal bekal kematian ini,

 Alloh Ta’ala Berfirman :

 “وَمَا تَدْرِى نَفْسٌۭ مَّاذَا تَكْسِبُ غَدًۭا ۖ وَمَا تَدْرِى نَفْسٌۢ بِأَىِّ أَرْضٍۢ تَمُوتُ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌۢ ” 

“فَإِذَا جَآءَ أَجَلُهُمْ لَا يَسْتَـْٔخِرُونَ سَاعَةًۭ ۖ وَلَا يَسْتَقْدِمُونَ”

“Seseorang itu tidak akan mengetahui apa yang akan dikerjakan pada esok harinya dan seorangpun tidak akan mengetahui pula di bumi mana ia akan mati” (Luqman: 34)”Maka apabila telah tiba waktu ajal mereka, tidaklah mereka itu dapat mengundurkannya barang sesaat dan tidak  pula memajukanya.” (an-Nahl: 61)

 

Jadi jangan sampai kita menyesal nanti sebagaimana kaum kafir dan munafiq ketika mereka menemui ajalnya mereka merengek kepada Alloh Ta’ala untuk diundurkan baran sesaat agar mereka bisa kembali kedunia dan agar bisa bersedekah dan berbuat kebaikan dengan amalan-amalan shalih . 

قال تعالى “يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ لَا تُلْهِكُمْ أَمْوَٰلُكُمْ وَلَآ أَوْلَٰدُكُمْ عَن ذِكْرِ ٱللَّهِ ۚ وَمَن يَفْعَلْ ذَٰلِكَ فَأُو۟لَٰٓئِكَ هُمُ ٱلْخَٰسِرُونَ”

وَأَنفِقُوا۟ مِن مَّا رَزَقْنَٰكُم مِّن قَبْلِ أَن يَأْتِىَ أَحَدَكُمُ ٱلْمَوْتُ فَيَقُولَ رَبِّ لَوْلَآ أَخَّرْتَنِىٓ إِلَىٰٓ أَجَلٍۢ قَرِيبٍۢ فَأَصَّدَّقَ وَأَكُن مِّنَ ٱلصَّٰلِحِينَ

وَلَن يُؤَخِّرَ ٱللَّهُ نَفْسًا إِذَا جَآءَ أَجَلُهَا ۚ وَٱللَّهُ خَبِيرٌۢ بِمَا تَعْمَلُونَ

Hai sekalian orang beriman, janganlah harta bendamu dan anak-anakmu itu melalaikan engkau semua dari mengingat kepada Allah. Barangsiapa yang berbuat demikian, maka mereka itulah orang-orang yang memperoleh kerugian. Dan nafkahkanlah -untuk kebaikan- sebagian dari apa-apa yang Kami rezekikan kepadamu semua sebelum kematian mendatangi seseorang dari engkau semua, lalu ia berkata: “Ya Rob ku mengapa aku tidak Engkau beri tangguh barang sedikit waktu, supaya aku dapat memberikan sedekah dan aku dapat dimasukkan dalam golongan orang-orang shalih. Allah sama sekali tidak akan memberikan tangguhan waktu kepada sesuatu jiwa jikalau telah tiba ajalnya dan Allah adalah Maha Periksa perihal apa saja yang engkau semua lakukan.” (al-Munafiqun: 9-11)

Dan FirmanNya :

حَتَّىٰٓ إِذَا جَآءَ أَحَدَهُمُ ٱلْمَوْتُ قَالَ رَبِّ ٱرْجِعُونِ

لَعَلِّىٓ أَعْمَلُ صَٰلِحًۭا فِيمَا تَرَكْتُ ۚ كَلَّآ ۚ إِنَّهَا كَلِمَةٌ هُوَ قَآئِلُهَا ۖ وَمِن وَرَآئِهِم بَرْزَخٌ إِلَىٰ يَوْمِ يُبْعَثُونَ

فَإِذَا نُفِخَ فِى ٱلصُّورِ فَلَآ أَنسَابَ بَيْنَهُمْ يَوْمَئِذٍۢ وَلَا يَتَسَآءَلُونَ

Allah Ta’ala berfirman lagi: “Sehingga dikala kematian telah tiba pada seorang diantara mereka, iapun berkatalah: “Ya Rob ku, kembalikanlah saya hidup -kedunia- supaya saya dapat mengerjakan amalan yang baik yang telah saya tinggalkan”. Janganlah begitu, Sesungguhnya perkataan itu hanyalah sekedar yang dapat ia ucapkan. Di hadapan mereka ada barzakh, dinding yang membatasi sampai hari mereka dibangkitkan. Selanjutnya, apabila ditiup sangkakala, maka pada hari itu tiada lagi pertalian -kekerabatan dan persahabatan- diantara mereka dan antara satu dengan lainnya tidak dapat saling menayakan. QS.Almukminun 99-101

Sahabat Yang Budiman, Maka Jadilah Kita semua sebagai musafir didunia ini yang sadar akan kembali kepada Alloh Ta’ala dan Akan dimintai pertanggungan jawab oleh Alloh dari semua perbuatan kita

 Rosul sholollohualaihi Wassalam Bersabda :

وعن ابن عمر رضي اللَّه عنهما قال : أَخَذَ رَسولُ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم بِمنكِبِي فَقَالَ : «كُنْ في الدُّنْيَا كَأَنَّكَ غَرِيبٌ أَو عابرُ سَبِيلٍ » وَكَانَ ابْنُ عُمَرَ رضي اللَّه عنهما يقول : إِذا أَمسَيتَ، فَلا تَنْتَظِرِ الصَّبَاحَ ، وَإِذَا أَصْبَحْتَ ، فَلا تَنْتَظِرِ المَسَاءَ ، وخذ مِن صِحَّتِكَ لَمَرَضِك وَمِن حَيَاتِكَ لمَوتِكَ » رواه البخاري 

Dari Ibnu Umar radhiallahu ‘anhuma, katanya: “Rasulullah  menepuk bahuku lalu bersabda: “Jadilah engkau di dunia ini seolah-olah engkau itu orang gharib -orang yang berada di suatu negeri yang bukan negerinya sendiri- atau sebagai orang yang melalui jalan (Musafir).” Ibnu Umar radhiallahu ‘anhuma berkata: “Jikalau engkau diwaktu sore, maka janganlah engkau menanti-nantikan waktu pagi dan jikalau engkau diwaktu pagi, janganlah engkau menanti-nantikan waktu sore -yakni untuk mengamalkan kebaikan itu hendaklah sesegera mungkin. Ambillah kesempatan sewaktu engkau dalam kondisi sehat untuk mengejar kekurangan di waktu engkau sakit dan di waktu engkau masih hidup guna bekal kematianmu.” (Riwayat Bukhari)

Lalu bagaimana supaya kita selalu sadar bahwa kita adalah orang orang yang asing yang akan meninggalkan persingghan kita ini yaitu DENGAN MEMPERBANYAK MENGINGAT KEMATIAN DAN MENJADIKAN KEMATIAN SAUDARA KITA SEBAGAI NASEHAT BUAT KITA “

Sebagaimana Perintah Rosul Sholollohualaihi Wassalam :

أَكْثِرُوا ذِكْرَ هَاذِمِ اللَّذَّاتِ » يَعني المَوْتَ ، رواه الترمذي وقال : حديثٌ حسنٌ .

“Perbanyaklah olehmu semua akan mengingat-ingat kepada pemutus segala macam kelezatan yaitu kematian. Diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi hadits hasan.

———————————————–

   Maroji’

Pengalaman Saudara Yang Melihat Saudaranya Meninggal Mendadak, Kitab Syarah Riyadhus Shalihin  Syeikh Utsaimin Dan Kitab Siar Alam Nubala Imam Dzahabiy , Shahih Bukariy Muslim, Shahih Imam Tirmidzi Rahimakumulloh

Posted in Renungan Santri:Pensucian Jiwa, Motivasi Salafi,Renungan Hati,Pembersih Jiwa,Penyejuk Hati,Motivasi Islami,Pengembangan Diri,Renungan Jiwa,Muhasabah Diri | 1 Comment »

Renungan Hati: Suasana Hati Menjelang Bulan Suci Ramadhan Yang Diberkahi رَنَا إِلَى رمضان

Posted by Admin Ma'had Annashihah Cepu pada Juli 11, 2012

Bismillahirohmanirahim,

وَأَن تَصُومُوا خَيْرُُ لَّكُمْ إِن كُنتُمْ تَعْلَمُونَ 

“Dan berpuasa lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.” (Al-Baqarah: 184)

Saudaraku yang budiman dan ana cintai karena Alloh Aza Wajal, Semoga di ahkir bulan sya’ban ini kita disampaikan beberapa hari lagi menuju bulan yang penuh berkah, yang denganya Allohu aza Wajal menghendaki kebaikan pada kaum muslimin untuk dikaruniai berlimpah berkah dan keutamaan-keutamaan dibulan tersebut

Saudaraku yang budiman, pada tulisan kali ini kita akan mengkonsentrasikan hati ini untuk merenung sejenak sambil memuja-muji Allohu Aza Wajal dengan ringanya ucapan lisan dan beratnya timbangan kalimat thoyibah( kalimat yang diajarkan Alloh) untuk memersiapkan diri ini menuju hakikat yang akan dicapai pada bulan Ramadhan yang penuh berkah tersebut, yang tidak setiap diri dikehendaki bertemu dengan bulan yang berkah ini, yang tak setiap diri bisa memahami hakikat dari bulan yang kita bahas ini, dan yang tak setiap diri merasa gembira dan merindukan bulan yang berkah ini, betapa benar sesungguhnya barang siapa yang disesatkan Alloh tiada yang bisa memahamkan apa arti keberkahan dalam bulan yang mulia ini, dan barokallohufiekum Alloh menghendaki kepada hamba yang merindukanya sebagai suatu kenikmatan yang tak bisa dirasakan oleh hati-hati para pecinta kedunyaan atau hati- hati yang lalai untuk merenung menghitung diri, atau mungkin hati-hati yang dirundung kesibukan dan kegalauan karena kecintaan selain Allohu aza Wajal.

Allohu Aza Wajal Memberi peringatan yang peringatan itu hanya bermanfaat hanya bagi kaum mukminin dan inilah kita sedang mengingatnya:

يَاأَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَلْتَنْظُرْ نَفْسٌ مَا قَدَّمَتْ لِغَدٍ وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ

Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat); dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan (Qs.Al Hasyr 18)

Dimana perenungan dan perhatian ini tiada bermanfaat kecuali memperhatikan sebaik baik bekal yaitu keyakinan dan amal shalih yang semua berdasar pada ketaatan kepada-Nya dan Itiba’ Kepada RosulNya, Sebagaimana Firman-Nya:

وَتَزَوَّدُوا فَإِنَّ خَيْرَ الزَّادِ التَّقْوَى وَاتَّقُونِي يَا أُوْلِي الأَلْبَابِ

Berbekallah, dan sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa dan bertakwalah kepada-Ku hai orang-orang yang berakal. Albaqarah 197

Saudaraku yang budiman,

 Hendaklah setiap diri merenung, dan hendaklah setiap diri menghisab, hendaklah setiap diri menimbang serta meneliti dengan kesadaran yang penuh , meneliti dengan kekhusyukan yang tak ada campur aduk dengan riuhnya gejolak jiwa karena terpaku kepada dunia yang sering menipu setiap mahkluk. akan tetapi kekusyukan yang kami maksud ini begitu gamblang bak melihat dengan penglihatan disiang bolong dengan penglihatan bashiroh bahwa Allohu aza wajal sedang mengawasi dari setiap gemuruh hati kita, dari setiap gerak lisan kita, dan dari setiap tingkah anasir tubuh kita.

Hati kita mememdam berbagai gejolak, lisan kita mengkekang dari berbagai teriak dan tubuh kita berlahan tenang dari berbagai gerak, yang kesemuanya itu karena ketaatan dan fahamnya diri ini akan kekurangan dan bangkrutnya modal untuk bekal menuju kubur kita, yang disana kita hanya berteman kain putih yang akan rusak, disana yang hanya akan tinggal dipembaringan berukuran sempit menghimpit, semua berbaring kaku tiada daya sedikitpun yang bisa menghantarkan kepada Rumah megah duniamu, Tiada daya sedikitpun untuk menghantarkan pada Mobil mewah tungganganmu, apa lagi kepada tempat tidur empukmu. Semua akan sempitkan sebagaimana amalnya dan semua akan diluaskan sebagaimana amalnya.

Bermegah-megahan telah melalaikan kamu,

Sampai kamu masuk ke dalam kubur,

Janganlah begitu, kelak kamu akan mengetahui (akibat perbuatanmu itu),

dan janganlah begitu, kelak kamu akan mengetahui,

Janganlah begitu, jika kamu mengetahui dengan pengetahuan yang yakin (Qs. Attakaasur 1-5)

Saudaraku yang budiman,

Marilah kita menghitung dan terus menghitung sembari menegaskan pada jiwa dan jasmanimu untuk memahami bahwa sesungguhnya Alloh selalu mengawasi dari gerak setiap diri. maka inilah yang dijelaskan oleh para pendahulumu ( Salaf ) dengan perkataan “Muhasabah” dan Perkataan “Muroqobah” yang keduanya merupakan perwujudan dari pertanyaan Jibril tentang “Ihksan” yang tak sembarang insan bisa terkiaskan dengan pemahamanya kecuali dengan penjelasanya yang terang dari Tauladan tercinta dengan sabdanya :

 قال : فأخبرني عن الإحسان , قال ” أن تعبد الله كأنك تراه , فإن لم تكن تراه فإنه يراك “

Beritahukan kepadaku tentang Ihsan” Rasulullah menjawab,”Engkau beribadah kepada Alloh seakan-akan engkau melihat-Nya, jika engkau tidak melihatnya, sesungguhnya Dia pasti melihatmu”

Semoga Allohu Aza Wajal menjadikan kita semua hamba yang senantiasa Muhasabah Diri dan Muroqobah disetiap perjalanan musafir ini, sehingga  ketakwaan akan kita capai dengan pertolongan dari-Nya dan hakikat kebahagian kan dirasakan para pelaku ibadah dibulan ramadhan kali ini , Sbagaimana Firmanya :

فَمَنِ اتَّقَى وَأَصْلَحَ فَلاَخَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلاَهُمْ يَحْزَنُونَ 

“Maka barangsiapa yang bertakwa dan mengadakan perbaikan, tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak pula mereka bersedih hati.” (Al-A’raf: 35) 

Insyalloh, Allohua’lam bishowab.

Abu Amina Aljawiy

Ma’had Annashihah Cepu http://annashihahcepu.wordpress.com

Maroji’ Kitab Tafsir Assadiy dan Syarah Arba’in Nawawy Syeikh Utsaimin Rahimakumulloh

Posted in Renungan Santri:Pensucian Jiwa, Motivasi Salafi,Renungan Hati,Pembersih Jiwa,Penyejuk Hati,Motivasi Islami,Pengembangan Diri,Renungan Jiwa,Muhasabah Diri | 1 Comment »

Renungan Hati : Kisah Duka Pemuda Akibat Pacaran تَوَدُّد

Posted by Admin Ma'had Annashihah Cepu pada Mei 26, 2012

Bismillah,

Saudaraku yang budiman, Beginilah buah cinta yang dihadirkan akibat berpacaran, pacaran adalah sesuatu terlarang dalam agama ini dimana syaitan menggoda para pasangan  dari hamba yang dimabuk asmara ini seolah dunia hanya milik mereka berdua,

Maka pacaran adalah sesuatu tindakan yang menyimpang dalam agama ini, mari kita perhatikan balasan bagi hamba yang berpacaran dan buah dari kisah cinta setiap insan yang hanya mementingkan kedunyaan dan terbalut nafsu semata yaitu pacaran.

Ada kisah saeorang wanita jelita yang dirundung duka, pada suatu masa, di hati dia terasa tersiksa, jiwapun merana dan hidup terasa tak berarti jika cinta terdustai, Dunia serasa menghimpit diri, hidup seolah terjepit, dan hari harinya diselimuti perasaan sakit.

Bertanya dalam hati dia, apa salahku? hingga dia tega melukai aku dan kenapa dia tega meninggalkan aku, sungguh lelaki ini telah melukai hati dan sungguh lelaki ini telah menghianati janji dan cinta yang pernah bersemi. Kekecewaan mulai menghujam ,kebencian datang, dan dendampun tak tertahankan.

Saudaraku pembaca yang baik hati begitulah expresi rasa sakit hati yang sering hadir bagi siapapun yang cintanya terbalas dusta karena awal bercinta karna nafsu semata, karna awal tujuan Alloh dia lupakan karna awal permulaan yang dimulai kemaksiatan dan larangan dalam agama yaitu berpacaran yang memabukkan setiap insan.

Berpacaran sangatlah membahayakan bagi kesehatan jiwa, pacaran adalah jalan kemudhorotan dan kekecewaan, pacaran adalah pintu gerbang saling menyakiti, pacaran adalah pintu kejelekan dalam sejarah hubungan cinta manusia, dan terkadang banyak sekali pacaran mengakibatkan derita yang berkepanjangan, untuk itu takutlah wahai pemuda dimana syaitan selalu membisikan asmara didalam dada, jagalah aturan main berinteraksi dengan wanita dan sebaliknya.

Mari renungkan buah cinta akibat dasar nafsu syahwat semata, seorang manusia yang dimabuk cinta berduka ketika cinta khianati, dan siapapun memahami betapa tidak enaknya dikhianati, setelah kebersamaan berjalan sekian lama, kian terpupuk perasaan cinta dan asmara yang memabukkan, dipupuklah cinta itu oleh seorang pemuda dan wanita hingga mengkristal menjadi sebuah keyakinan yang salah.menjadi sebuah kepercayaan yang mebelok, dan ahkirnya mereka dimabuk cinta dengan memberikan sesuatu yang seharusnya disucikan, lupa akan tujuan hidup dimana semua harus ikut pada tuntunan, dia sia siakan amanah dari Alloh dengan umbaran nafsu yang menyesatkan, dan ahkirnya kehormatanpun sering dipertaruhkan demi asmara ini,

Wahai pemuda kenapa engkau tak menjadi hamba berbudi kenapa engaku hanya mengikuti kata hati yang tak terbimbing kebenaran, apakah kamu merasa sudah tidak butuh kebahagaiaan, apakah kamu sudah merasa cukup denngan penderitaan akibat cinta pacaran ini, renungkanlah wahai saudaraku pemuda, jadilah hamba yang dewasa, yang bisa berfikir matang dengan akibat cinta buta, jadilah hamba yang sederhana dan mudah menerima nasehat para orang tua, gembirakanlah dia orang tuanmu dengan kebaikan hidupmu, yaitu kebaikan yang dihasilkan karena ketaatanmu kepada Rab-mu, Kebaikan yang diperoleh karena kamu mentauladani dan patuh pada petunjuk nabimu, dan kebaikan yang di dapat dari para salaful ummah sebagaimana mereka memimpinmu dalam bertakwa.

Kamukan sudah memahami bahwa kenyataan mabuk asmara adalah menyakitkan, kenyataan ahkir dari buah cinta karna balutan nafsu hanyalah kedustaan, dan kenyataan hubungan ini sangat banyak menimbulkan kekecewaan.

Maka sekarang mau kemana kamu saudaraku pemuda? jika kamu tumbuh dewasa kamu akan fahami semua, jika kamu lekas berfikir arif dan bijaksana kamu akan temukan jalan kebaikan dari semua ini dan jika kamu benar benar matang dalam mempersiapkan ini kamu berhak akan kebahagiaan didunia dan ahkirat syaratnya kamu tinggalkan kebiasaan menyimpang ini yaitu mabuk cinta karna berpacaran.

Wahai saudaraku yang mulai memahami, fahamilah derita mabuk asmara sangatlah mengecewakan, banyak diantara pemuda resah dan gelisah karena cintanya terkhianati, sehingga keindahan hidup yang dia idamkan ternodai. sungguh tak dapat dilukiskan derita akibat sakit hati akibat pacaran.

Lalu bagaimana bagi mereka yang terlanjur melakukan kebiasaan ini dan sudah mendapati derita hati , dan sudah merasakan kekecewaan yang mendalam, apakah bisa diobati? jawabnya tentu karena setiap penyakit ada obatnya, termasuk penyakit derita hati ini.

Rosul Sholollohualaihi Wassalam Bersabda :

لِكُلِّ دَاءٍ دَوَاءٌ، فَإِذَا أَصَابَ الدَّوَاءُ الدَّاءَ، بَرَأَ بِإِذْنِ اللهِ عَزَّ وَجَلَّ

“Setiap penyakit pasti memiliki obat. Bila sebuah obat sesuai dengan penyakitnya maka dia akan sembuh dengan seizin Allah Subhanahu wa Ta’ala.” (HR. Muslim)

Sedang penyembuhan penyakit hati ini kami kabarkan kepada kalian para pemuda memerlukan tekat meninggalkan cinta berbalut syahwat semata (Pacaran), kalian telah menebalkan coretan cinta kedalam kanfas yang tebal, kalian telah berlebihan memberikan cinta kepada seseorang, Bahkan kalian sudah melebihi ukuran tingginya cinta Kepada Alloh Aza Wajalla  dan RasulNya, dan kalian sudah melupakan para saudaramu seiman yang luar biasa usahanya ingin menjauhi mabuk cinta akibat pacaran ini,

Maka sudah sudah saatnya kalian menyembuhkan diri, reguklah obat ini, dan rangkulah tongkat pegangan ini, dan minumlah madu ini, yaitu dengan satu prinsip ” Mencintai sesuatu karena Alloh Ta’ala dam membenci sesuatu karena Alloh Ta’ala ” dengan prinsip ini kamu akan mendapatkan kekuatan akidah yang luar biasa hebatnya, kamu akan mendapatkan perisai dari kedukaan ini, kamu akan mendapatkan ganti yang lebih baik dari kekecewaan akibat coretan tinta yang tebal dan kamu akan bisa menghapusnya. Menjadikan hatimu manis dan berbunga-bunga karena merasakan kesejukan iman :  Rosul Sholollohualaihi Wassalam beliau bersabda:

عَنْ أَنَسٍ عَنِ النَّبِىِّ – صلى الله عليه وسلم – قَالَ ثَلاَثٌ مَنْ كُنَّ فِيهِ وَجَدَ حَلاَوَةَ الإِيمَانِ أَنْ يَكُونَ اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَحَبَّ إِلَيْهِ مِمَّا سِوَاهُمَا ، وَأَنْ يُحِبَّ الْمَرْءَ لاَ يُحِبُّهُ إِلاَّ لِلَّهِ ، وَأَنْ يَكْرَهَ أَنْ يَعُودَ فِى الْكُفْرِ كَمَا يَكْرَهُ أَنْ يُقْذَفَ فِى النَّارِ

 “Tiga hal, barangsiapa memilikinya maka ia akan merasakan manisnya iman.yaitu: menjadikan Allah dan Rasul-Nya lebih dicintai dari selainnya, mencintai seseorang semata-mata karena Allah, dan benci kembali kepada kekufuran sebagaimana bencinya ia jika dilempar ke dalam api neraka.”Rowahu Bikhariy

Pendahulu Yang Sholeh  berkata” Cintailah seseorang sekedarnya saja, sebab siapa tahu suatu saat engkau akan membencinya “

Saudaraku yang budiman, begitulah sangat mengharukan kisah percintaan yang baik dan sangat menyedihkan kisah pacaran yang memabukan. Semoga Alloh memudahkan kalian pemuda  mendapatkan jodoh yang terbaik tentu hanya dengan satu jalan yaitu KALIAN SEMUA HIJRAH BERKUMPUL DAN BERINTERAKSI DENGAN ORANG ORANG BAIK LAGI SHALIH. KALIAN BINALAH HUBUNGAN BAIK DENGAN PARA HAMBA BERILMU DAN KALIAN KUATKAN IMAN DAN AMAL BERSAMA MEREKA, sehingga kalian tak diragukan lagi akan mendapatkan kebaikan hidup dan kebaikan hidup sesudah mati bersama mereka.

Ingatlah musuh-musuhmu syaitan dari golongan jin dan manusia sering menakut nakuti termasuk pencipta kebiasaan pacaran ini yaitu kaum kafir , tapi balaslah bisikanya dengan keyakinan firmanNya :

بَلَى مَنْ أَسْلَمَ وَجْهَهُ لِلَّهِ وَهُوَ مُحْسِنٌ فَلَهُ أَجْرُهُ عِنْدَ رَبِّهِ وَلا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلا هُمْ يَحْزَنُونَ

“(Tidak demikian) bahkan barangsiapa yang menyerahkan diri kepada Allah, sedang ia berbuat kebajikan, maka baginya pahala pada sisi Robnya dan tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati” Albaqarah ayat 112.

Dengan begitu selangkah lagi kamu menuju kebaikan dan kebahagiaan yang hakiki didunia dan ahkirat  karna kamu meyakini kabar gembira dari -Nya Alloh berfirman : 

مَنْ عَمِلَ صَالِحاً مِنْ ذَكَرٍ أَوْ أُنثَى وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَلَنُحْيِيَنَّهُ حَيَاةً طَيِّبَةً وَلَنَجْزِيَنَّهُمْ أَجْرَهُمْ بِأَحْسَنِ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ

“Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan” Anahl Ayat  97.Waullohua’lam bishowab.

Abu Amina Alanshariy

Ma’had Salafiyah Annashiah Cepu

Diambil dari pengalaman ihkwah dan Maraji penulisan Thibbun Nabawiy Ibnu Qoyim Aljauziyah, Shahih Bukariy,Tafsir Ibnu Katsir

Posted in Renungan Santri:Pensucian Jiwa, Motivasi Salafi,Renungan Hati,Pembersih Jiwa,Penyejuk Hati,Motivasi Islami,Pengembangan Diri,Renungan Jiwa,Muhasabah Diri | 1 Comment »

Renungan Hati: Sebab-Sebab Yang Mendatangkan Cinta Alloh (أن الأسباب عشرةالجالبة للمحبةالله)

Posted by Admin Ma'had Annashihah Cepu pada Mei 1, 2012

Bismillah,

Saudaraku yang budiman, Setiap insan beriman menginginkan cinta sang penguasa yang maha rahman, dimana kecintaan ini tak akan diraih tanpa mengetahui dan menjalankan sebab-sebab yang mendatangkan kecintaan kepada-Nya, dengan sebab sebab tersebut Alloh Subhana wa ta’ala akan membalas kecintaan kita, tentu dengan memiliki niat yang kuat, bukti yang nyata & keistiqomahan yang teruji dalam mengamalkan sebaba sebab tersebut.

Sungguh banyak bukti kemajuan iman dan amal sholeh seorang hamba dengan menjalankan sebab-sebab yang akan kita jadikan inti bahasan ini,

Maka ketahuilah wahai saudaraku bahwa sebab-sebab yang mendatangkan kecintaan itu sebagaimana disebutkan Ibnul Qoyim Rahimahulloh :

Pertama:

أحدها: قراءة القرآن بالتدبر والتفهم لمعانيه وما أريد به.

Membaca Alquran Alkarim dengan memahami makna-maknanya seperti yang dikehendaki,

Kedua :

الثاني: التقرب إلى الله تعالى بالنوافل بعد الفرائض.

Mendekatkan diri kepada Alloh Subhana wa ta’ala dengan mengerjakan  amalan sunnah sesudah mengerjakan amalan yang  wajib ,

Ketiga:

الثالث: دوام ذكره على كل حال باللسان والقلب والعمل والحال، فنصيبه من المحبة على قدر هذا.

 Senantiasa mengingat (berdzikir) dan menyebut Asma-Nya dalam keadaan bagaimanapun, baik dalam hati maupun lisan, dalam perbuatan serta disetiap keadaan, Cinta yang didapatnya dipengaruhi oleh Dzikir ini,

Keempat:

الرابع: إيثار محابه على محابك عند غلبات الهوى.

Lebih mementingkan cinta kepada-Nya dari pada cintamu pada saat engkau dikalahkan hawa nafsumu,

Kelima:

الخامس: مطالعة القلب لأسمائه وصفاته ومشاهدتها، وتقلبه في رياض هذه المعرفة وميادينها

Mengarahkan perhatian hati kepada Asma dan Sifat-Nya, MengetahuiNya dan mempersaksikanya (Pent, Siapa yang mengetahui Alloh Aza wajal melalui sifat,asma’ dan perbuatan-Nya. tentu ia akan mencintai-Nya , Karena itu orang-orang  seperti Fir’aun dan Jahmiyah menjadi kan hatinya terhalang untuk mengenal Alloh).

Keenam :

السادس: مشاهدة بره وإحسانه ونعمه الظاهرة والباطنة.

Mempersaksikan dan menyebut-nyebut kebaikan, kemurahan, karunia, serta nikmat Alloh baik yang lahir maupun batin (Pent, karena yang demikian ini bisa memupuk cinta kepada Alloh Aza wa Jal).

Ketujuh:

السابع: – وهو أعجبها- انكسار القلب بين يديه.

Memasrahkan serta menghinakan diri secara total kepada Alloh Subhana wa Ta’ala.

Kedelapan :

الثامن: الخلوة وقت النزول الإلهي، وتلاوة كتابه ثم ختم ذلك بالاستغفار والتوبة

Menyendiri bermunajat kepada Alloh saat Dia turun kelangit Dunia, Memohon kepada-Nya, Membaca kalam-Nya, menghadap dengan segenap hati, memperhatikab adab-adab ubudiyah dihadapan-Nya, kemudian menutup dengan istiqfar dan taubat.

Kesembilan :

التاسع: مجالسة المحبين الصادقين، والتقاط أطايب ثمرات كلامهم، ولا تتكلم إلا إذا ترجحت مصلحة الكلام وعلمت أن فيه مزيدا لحالك ومنفعة لغيرك.

Berkumpul dengan hamba-hamba lainya yang Mencintai-Nya dengan benar, memetik buah buah segar dari perkataan mereka, sebagaimana memetik buah segar dari pohonya, tidak berkata sehingga yakin perkataanya mendatangkan maslahat serta menambah kebaikan dan manfaat bagi saudara lainya.

Kesepuluh:

 العاشر: مباعدة كل سبب يحول بين القلب وبين الله عز وجل . 

Menyingkirkan segala sebab yang dapat membuka jarak antara hati ini dengan Alloh Subhana wa ta’ala.

Demikianlah saudaraku 10 sebab datangnya kecintaan kepada Alloh aza wa jalla , dan denganya pula kecintaan Alloh akan datang kepada kita selama kita bersungguh-sungguh merenungkanya, memahaminya dan mengamalkanya dengan terus-menerus hingga tanda-tanda cinta itu dinyatakan dalam tajamnya basiroh dalam hatimu, Dan bukti pertemuanmu kelak dengan-Nya dalam surga karunia-Nya,  Insya Allohu , Allohua’lam bis showab.

Abu Amina Alanshoriy Aljawiy

Ma’had Salafiyah Annashihah Cepu

Maraji’ Kitab Fathul Madjid Syarh Kitab Tauhid Abdurahman Alu Syaikh, Madarijus Shalihin Ibnu Qayim Aljauziyah .

Posted in Renungan Santri:Pensucian Jiwa, Motivasi Salafi,Renungan Hati,Pembersih Jiwa,Penyejuk Hati,Motivasi Islami,Pengembangan Diri,Renungan Jiwa,Muhasabah Diri | 1 Comment »

Renungan Hati:Dimanakah Akan Engaku Temukan Kebahagiaan Wahai Saudaraku?( أيْنَ سَعَادَة )

Posted by Admin Ma'had Annashihah Cepu pada April 9, 2012

Bismillah, 

Alloh Aza Wa Jalla Berfirman :

مَنْ عَمِلَ صَالِحًا مِّن ذَكَرٍ أَوْ أُنثَى وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَلَنُحْيِيَنَّهُ حَيَاةً طَيِّبَةً وَلَنَجْزِيَنَّهُمْ أَجْرَهُم بِأَحْسَنِ مَا كَانُواْ يَعْمَلُونَ
Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan. (QS.Anahl 97)

Saudaraku ihkwani ahkwati fillah, Ketika memperhatikan orang lain bergelimang kedunyaan berupa kemewahan, harta yang melimpah, dengan beberapa mobil, rumah dan kedunyaan lainya, kerap lisan yang salah sering berujar ” Bahagia sekali orang itu! setiap apa yang diingini mudah didapati dan apa yang dia dapati melebihi kebutuhanya dalam hal jasmani” atau disisi lain kita melihat salah seorang teman kita yang mempunyai karir yang menanjak menuju kesuksesan. dan dalam hati sering ada kata” Bahagia sekali teman itu, setip usaha yang dilakukan selalu mendapatkan kemudahan.

Kalau kita fahami secara lahiriah, orang orang seperti diatas kelihatan sangat bahagia, akan tetapi apakah persangkaan kita selalu sama dengan apa yang sebenarnya mereka rasakan, dan ternyata tak selebihnya itu benar karena realitanya tak sedikit orang kaya justru dihantui rasa ketakutan dan tak sedikit pula orang orang yang sukses dalam karirnya selalu menmpakkan kecemasan, Dua perasaan ketakutan dan kecemasan adalah bagian dari perasaan dan ungkapan ketidakbahagiaan, lalu kita bertanya dimanakah letak kebahagiaan ?

Wahai sauadaraku yang mulai tertatih mengenal islam, wahai saudaraku yang mulai meningkat rasa keyakinan untuk mengenal Alloh. Janganlah kita tertipu dengan penglihatan lahiriah yang dihiasi syetan dengan tipuan hayalan dan keindahan, karena dunia ini tak layak bagai sesuatu yang teramat menipu penglihatan lahiriah kita dan memperdaya dengan bisa yang melalaikan dan memabukan. Apakah tidak tertutup kemungkinan dan sangatlah mungkin dibalik kemewahan hidup tersirat rasa ketakutan yang sangat dibalik tawa dan berbangganya mereka dengan kedunyaan tersibak kesedihan dan kepahitan yang kita tak ketahui,Mungkinkah tawa para pecinta kedunyaan hanya untuk menutupi kegundahan hatinya?

Banyak dari mereka tersenyum manis tapi hatinya menagis,

Dan tak sedikit pula orang tertekun kelihatan tenang tapi kejiwaan dan ruhaninya tertekan,

Begitu banyak pemandangan selintas menyenangkan padahal pada hakikatnya sangat menyayat hati dan menyedihkan,

Banyak orang mengira pemandangan itu adalah madu yang berkasiat dan mengenakkan akan tetapi hakikatnya empedu pahit yang memuakkan,

dan tak sedikit pula bahwa laknat dikira nikmat, Lalu dimanakah letak kebahagiaan ?

Saudaraku yang dirahmadti Alloh, Sejak mulai zaman kelahiran kita hingga kematian nanti semua manusia berusaha memunculkan kebahagiaan dalam dirinya, dia berkorban waktu, jiwa, harta bahkan nyawa untuk meraih yang berjuluk kebahagiaan ini, Maka mari kita fahami sejauh apapun kita berkorban dan apaun pengorbanan kita tak akan sampai untuk mengejar kebahagiaan ini kalaulah tolak ukurnya adalah keduniaan. Sebab sifat keduniaan tak ada kepuasan dan ketidakpuasan inilah merupakan penyebab utama serta penghalang munculnya kebahagiaanAhkiranya mari kita ketahui solusi yang tepat untuk meraih kebahagiaan yaitu sikap Qonaah (Puas Apa Adanya Dengan Anugerah Alloh) dengan dan hanya berharap kepadanya terhadap apa apa yang Alloh berikan dan tetapkan,

Rasulullah Menyebutkan: 

وعن عبد الله بن عمرو رضي الله عنهما أن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال قد أفلح من أسلم ورزق كفافا وقنعه الله بما آتاه رواه مسلم 

“Sungguh berbahagialah orang yang masuk Agama Islam dan diberi rezeki cukup serta dikaruniai sifat qana’ah oleh Allah dengan apa-apa yang diberikan kepadanya itu.” (Riwayat Imam Muslim)

Mereka yang mempunyai sifat qonaah ini senantiasa tenang hatinya karena dikuatkan dengan Kalam Robnya :

وَمَا مِن دَآبَّةٍۢ فِى ٱلْأَرْضِ إِلَّا عَلَى ٱللَّهِ رِزْقُهَا وَيَعْلَمُ مُسْتَقَرَّهَا وَمُسْتَوْدَعَهَا ۚ كُلٌّۭ فِى كِتَٰبٍۢ مُّبِينٍۢ

Dan tidak ada suatu binatang melata pun di bumi melainkan Allah-lah yang memberi rezkinya, dan Dia mengetahui tempat berdiam binatang itu dan tempat penyimpanannya. Semuanya tertulis dalam Kitab yang nyata (Lauh mahfuzh).Hud ayat 6

Orang yang Qona’ah dengan pemberian Alloh jiwanya akan tentram dan kesyukuran terucap dari lisan dan perbuatan, karena dalam hatinya tak pernah menuntut terhadapap sesuatu yang Alloh tak takdirkan buat dirinya, dan tak melirik terhadap orang yang diatasnya dimana dia dikarunia lebih dengan kedunyaan, tapi hatinya selalu tergerakkan dan melirik kepada para hamba yang dikarunia iman danIslam dengan terangnya jalan yang mereka lalui (Manhaj Salaf), tentu semua ini tak mungkin hadir begitu saja melainkan ada faktor utama yang mendorongnya,Dan mau taukah wahai kalian saudaraku faktor itu ialah keyakinan yang benar , faktor itu adalah keimanan yang benar yang disertai amal amal yang dituntunkan (Rosul) dan diniatkan dengan keihlasan kepada Alloh aza wa jalla semata sebagai Rob Pemilik kebahagiaan

Sahabat fillah, orang orang yang tak ada padanya keimanan yang benar akan selalu menderita dan hampa dalam hidupnya karena kekosongan ruhani telah menipis, dan sebaliknya hamba hamba yang beriman akan selalu diliputi kesenagan dan kebahagiaan dalam hidupnya karena puncak harapan hanya kepada Alloh dan Rasul-nya serta para Pengikut2-Nya, dan dengan keimanan dan keyakinan pula semua gerak dan indera tertuju untuk kebenaran dan kebaikan yang Alloh anjurkan denganya, dengan begitu keimana akan senantiasa bertambah karena ketaatan yang selalu dia lakukan, sehingga hakikat penciptaan dan penghampaan akan terpenuhi sehingga tiada yang membahagiakan dalam dirinya kecuali hal hal seperti ini.

Ibnu Qayim Aljauziyah berkata” Iman adalah jantung Islam dan intinya, sebagaimana keyakinan merupakan qalbu iman dan isinya, setiap ilmu dan amal yang tidak menambah iman dan keyakinan adalah rusak, dan setiap iman yang tak melahirkan amal perbuatan adalah lapuk”

Serta beliau menambahkan”Diantara ciri ciri kebahagiaan dan keberuntungan adalah setiap seseorang hamba bertambah ilmunya, maka bertambah pula sifat tawadhu’nya serta kasih sayangnya, Setiap kali bertambah amalnya, bertambah pula rasa takut dan kewaspadaanya, dan ketika umurnya bertambah tua maka berkuranglah kerakusannya terhadap dunia.

Begitulah saudaraku, semoga Alloh menghadirkan sifat qonaah dalam diri ini, dan menhadirkan pula kezuhudan, kerendahan hati dan rasa hormat dan sayang terhadap sesama dengan begitu Secara tidak sadar keyakinan kita kepada Alloh akan bertambah sehingga kebenaran dan kebaikan akan selalu dimunculkan dalam hati, lisan, dan perbuatan. sehingga tak terbesit lagi dalam hati ini rasa tidak puas dalam diri serta denganya kebenaran, kesabaran, keridhloan, ketak tergesaan, serta kekusyukan akan kita tempati karena denganya ahlak yang baik ini jalan kebahagiaan akan didapati, Insyalloh, Allohua’lam Bishowab.

 Abu Amin Aljawiy

Ma’had Salafiyah Annashihah Cepu

Maraji’ kitab-kitab pembersih jiwa : Madarijus Shalihin Ibnu Qayim Aljauziyah,Madakhil asy-Syaithan li ighwa’ al-Insan Ibnu Qayyim al-Jauziyah ,Mukhtashar ad-Da’ Wa Ad-Dawa’ Ibnu Qayim, Tafsir Assa’diy , Syarah Riyadhus Shalihin Syeikh Utsaimin

Posted in Renungan Santri:Pensucian Jiwa, Motivasi Salafi,Renungan Hati,Pembersih Jiwa,Penyejuk Hati,Motivasi Islami,Pengembangan Diri,Renungan Jiwa,Muhasabah Diri | 1 Comment »

Renungan Hati :Meneteskan Air Mata Karena Takut Pada Alloh Tabaroka Wa Ta’ala (البكاء من خشية الله تعالى وشوقا إليه)

Posted by Admin Ma'had Annashihah Cepu pada April 8, 2012

Bismillah,

Sahabat fillah semoga Alloh senantiasa memberikan keberkahan hidup untuk selalu mensucikan dan membersihkan diri, walau memang terkadang terasa berat dan tak henti hentinya musuh kita menyerang dan menakut takuti kita dari berbagai arah :

قَالَ فَبِمَا أَغْوَيْتَنِي لأَقْعُدَنَّ لَهُمْ صِرَاطَكَ الْمُسْتَقِيمَ

ثُمَّ لآتِيَنَّهُمْ مِنْ بَيْنِ أَيْدِيهِمْ وَمِنْ خَلْفِهِمْ وَعَنْ أَيْمَانِهِمْ وَعَنْ شَمَائِلِهِمْ وَلا تَجِدُ أَكْثَرَهُمْ شَاكِرِينَ

 Iblis menjawab: “Karena Engkau telah menghukum saya tersesat, saya benar-benar akan (menghalang-halangi) mereka dari jalan Engkau yang lurus, kemudian saya akan mendatangi mereka dari muka dan dari belakang mereka, dari kanan dan dari kiri mereka. Dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur (taat). Ala’raaf ayat 16-17.

Saudaraku yang dirahmadti Alloh, Didalam tulisan yang sederhana ini, ana mencoba memberikan nasehat kepada diri sendiri dan antum semua tentang beberapa motivasi dan salah satu sebab diantara yang bisa membersihkan jiwa kita, Alhamdulillah kita kita merasa gagah bisa membahas tulisan tentang keutamaan menangis karena Alloh dikala para kaum kafir dan munafik menganggap ini sebagai suatu perbuatan kecengengan ataupun lontaran rendah lainya, Perlu kita abaikan perkataan mereka dan perlu kita banggakan diri ini dengan kebiasaan menagis karena Alloh ini, karena simpati mereka bukanlah keselamatan dan ketenangan dan hanya simpati Allohlah inti keamanan, Serta bukan mencari ridlho mereka (kafir) merupakan suatu kebanggaan melainkan suatu kehinaan, karena hanya balasan dan harapan dari Allohlah semua mahluk akan tunduk walaupun mereka tidak menyukai kita. Kalaulah kita mau menggali keterangan keterangan Rasul Salallohualaihiwassalam kita akan meresaka betapa besarnya keutamaan menangis,bersandar,mengeluh hanya kepada Alloh.

Rasul salallohualaihiwassalam bersabda: Dari anas bin Malik ” Ada dua mata yang tidak akan disentuh oleh apai neraka, yaitu mata yang bermalam dan berjaga dijalan Alloh dan mata yang menangis karena takut kepada Alloh ” HR Abu Ya’la dan perawinya Tsiqat).

Saudara yang budiman, Kehidupan ini merupakan ujian dan cobaan buat hamba yang mengaku beriman dan ketentuan baik buruk, suka dan duka, tak akan lepas dari diri ini selama nyawa belum melayang meninggalkan raga ini, maka sudah sangat layak bahwa kita selalu mengimani Rukun Iman yang Keenam Yaitu memandang kebaikan dan keburukan adalah ketetapan dan dua duanya merupakan ujian yang tak mungkin terlewatkan. Dan tak jarang tangisan, kepedihan dan kesedihan selalu datang tampa diundang dan pergi tanpa kita sadari, beginilah seharusnya mata mata yang mengucurkan air mata ini bersikap dan sebaik sikap tentu menagis karena meridlhoi ketentuan dan ketetapanNya, memahami semua milikNya, Meyakini semua akan tunduk patuh dan kembali kepadaNya.

Kemudian disi lain para shahid , para sidik, dan para shalih jarang menangis karena kehilangan sesuatu karena kesedihanya dan tak menagis karena kedatangan sesuatu karena keterharuanya, akan tetapi mereka menangis karena bulunya merinding takut akan kekuasaan Alloh atas sesuatu yang pergi darinya dan sesuatu yang dianugerahkan kepadanya, Matanya berkaca kaca karena kagum akan kehebatan kekuatan dan keagungan Alloh yang maha Dasyat, dan sampai sampai mereka bersuara serak karena intensitas ketakutanya kepada Alloh dan ini hanyalah bagiannya hamba yang mau berbuat ihksan karena mereka yang ihksan inilah yang memahami perkenalan Sejati dengan Alloh dan Perkenalan suci karena Alloh dengan para Mahkluk Mahluknya yang semua atas ijin Alloh.

Maka sudah tiba waktunya kita kendorkan segala beban kita, kita lemaskan anggota jasmani kita dan masukanlah Pengenalan kita terhadap Rob Alloh Aza Wa Jalla Yang mengatur semua keadaan ini (Tauhid Rububiyah) dan merasa senanglah berdua dua an dengan Nya, Serta berbicara melalui firmanNya kemudian beramalah hanya untuknya semata (Tauhid Uluhiyah), Maka Memasukan kedalam hati dan diri beberapa Asma dan sifatNya  yang diajarkan (Tauhid Asma Wa Sifat) menjadi bergetarlah diri dengan memakai busana budi pekerti dan ahlaknya ( Tauhid Mutaba’ah) dan senantiasa istiqamahlah dengannya, Sehingga kebahagiaan, semangat, dan ketenangan akan selalu menyertai kita dalam segala keadaan, dalam mengarungi kencangnya gelombang dan arus dunia yang memperdaya.

Dan dengan memasukan keindahan Asma AsamaNya kedalam dadamu dan kamu selalu mengaggungkaNya, maka kamu sekarang berhak mendapat ketenangan dan gugurnya kesalahan dan dosamu karena hatimu mulai gemetar mendengar AsmaNya dari lubuk hatimu yang selalu membisikan, sehingga sekarang kamu akan memahami keutamaan bergetarnya hatimu dan mengucurnya air matamu karena Takut kepada Alloh.

إِنَّمَا ٱلْمُؤْمِنُونَ ٱلَّذِينَ إِذَا ذُكِرَ ٱللَّهُ وَجِلَتْ قُلُوبُهُمْ وَإِذَا تُلِيَتْ عَلَيْهِمْ ءَايَٰتُهُۥ زَادَتْهُمْ إِيمَٰنًۭا وَعَلَىٰ رَبِّهِمْ يَتَوَكَّلُونَ

Sesungguhnya orang-orang yang beriman ialah mereka yang bila disebut nama Allah gemetarlah hati mereka, dan apabila  dibacakan ayat-ayatNya bertambahlah iman mereka (karenanya), dan hanya kepada Robnya mereka bertawakkal.Al Anfal ayat 2

ٱللَّهُ نَزَّلَ أَحْسَنَ ٱلْحَدِيثِ كِتَٰبًۭا مُّتَشَٰبِهًۭا مَّثَانِىَ تَقْشَعِرُّ مِنْهُ جُلُودُ ٱلَّذِينَ يَخْشَوْنَ رَبَّهُمْ ثُمَّ تَلِينُ جُلُودُهُمْ وَقُلُوبُهُمْ إِلَىٰ ذِكْرِ ٱللَّهِ ۚ ذَٰلِكَ هُدَى ٱللَّهِ يَهْدِى بِهِۦ مَن يَشَآءُ ۚ وَمَن يُضْلِلِ ٱللَّهُ فَمَا لَهُۥ مِنْ هَادٍ

Allah telah menurunkan perkataan yang paling baik (yaitu) Al Quran yang serupa (mutu ayat-ayatnya) lagi berulang-ulang, karenanya kulit orang-orang yang takut kepada Tuhannya, kemudian menjadi tenang kulit dan hati mereka di waktu mengingat Allah. Itulah petunjuk Allah, dengan kitab itu Dia menunjuki siapa yang dikehendaki-Nya. Dan barangsiapa yang disesatkan Allah, niscaya tak ada baginya seorang pemimpinpun (Az zumar ayt 23)

قال رسول الله صلى الله عليه وسلم سبعة يظلهم الله في ظله يوم لا ظل إلا ظله إمام عادل وشاب نشأ في عبادة الله تعالى ورجل قلبه معلق بالمساجد ورجلان تحابا في الله اجتمعا عليه وتفرقا عليه ورجل دعته امرأة ذات منصب وجمال فقال إني أخاف الله ورجل تصدق بصدقة فأخفاها حتى لا تعلم شماله ما تنفق يمينه ورجل ذكر الله خاليا ففاضت عيناه متفق عليه 

Rosul Sholollohualaihi Wassalam Bersabda “Ada tujuh golongan yang akan dinaungi oleh Allah dalam naunganNya pada hari yang tiada naungan melainkan naunganNya sendiri, yaitu  pemimpin yang adil. Pemuda yang tumbuhdalam beribadah kepada Allah, orang yang hatinya tergantung kepada masjid-masjid, dua orang yang saling cinta mencintai karena Allah, keduanya berkumpul atas keadaan sedemikian itu dan keduanya berpisah atas keadaan sedemikian itu pula, lelaki yang diajak oleh wanita yang mempunyai kedudukan dan berparas cantik, lalu ia berkata: “Sesungguhnya saya ini takut kepada Allah, juga orang yang bersedekah dengan suatu sedekah lalu disembunyikan sedekahnya itu sehingga seolah-olah tangan kirinya tidak tahu apa yang dinafkahkan oleh tangan kanannya dan orang yang mengingat pada Allah di waktu keadaan sunyi lalu meneteskan airmata dari kedua matanya.” (Muttafaq ‘alaih)

 Semoga Alloh membimbing diri yang hina ini untuk selalu memahami hakikat tangisan mata dan hakikat rintihan hati serta jiwa hanya tertuju karena rasa takut kepada Rab Semesta Alam Alloh Subhanawataa’la Semata. Sehingga keutamaan akan kita dapati dan ketenagan hati akan kita tempati, Amin. Waullohu a’lam Bishawab, Barokallohufiikum

Abu Amina Al jawiy

Ma’had Annashihah  Salafiyah Cepu

 Maraji : Kitab Tafsir Assa’diy, Syarah Kitab Tauhid, Kitab Syarah Riyadhus Shalihin

Posted in Renungan Santri:Pensucian Jiwa, Motivasi Salafi,Renungan Hati,Pembersih Jiwa,Penyejuk Hati,Motivasi Islami,Pengembangan Diri,Renungan Jiwa,Muhasabah Diri | 2 Comments »

Renungan Hati: Sandaran Hati (مَسْنَدالقلب)

Posted by Admin Ma'had Annashihah Cepu pada Maret 15, 2012

Bismillah.

Suadaraku Yang baik hati,

Ketika seorang dirundung kelalaian  dan mengalihkan seluruh  perhatianya kepada sesuatu yang terlampau dia cintai berupa harta yang dimiliki, wanita cantik penggoda dan pria  yang tergoda , juga  kepada keanggkuhan diri untuk selalu dihormati dan dinomor satukan dalam kedudukan tahta  yang merupakan fatamorgana dunia ini, inilah hamba yang patut dikatakan menyandarkan hatinya kepada keduniaan.Mari kita sadarkan diri ini   bahwa sikap  menyandarkan  hati seperti ini adalah kebodohan apabila yang mengalami  adalah hamba yang menginginkan sandaran hati yang hakiki dan sejati. dimana menyandarkan hati dengan hal hal diatas hakikatnya menanam benih wahn (Terlalu cinta terhadap keduniaan dan Ketakutan terhadap kematian) sehingga bibit ini  akan tumbuh subur dan membesar yang berbuah kesengsaraan yang  sungguh akan meyayat hati dan jasmani didunia dan ahkirat. Alloh Berfirman :

زُيِّنَ لِلنَّاسِ حُبُّ الشَّهَوَاتِ مِنْ النِّسَاءِ وَالْبَنِينَ وَالْقَنَاطِيرِ الْمُقَنْطَرَةِ مِنْ الذَّهَبِ وَالْفِضَّةِ وَالْخَيْلِ الْمُسَوَّمَةِ وَالأَنْعَامِ وَالْحَرْثِ ذَلِكَ مَتَاعُ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَاللَّهُ عِنْدَهُ حُسْنُ الْمَآبِ

“Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga)” Ali imaran ayat 14,

إِنَّمَا مَثَلُ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا كَمَاءٍ أَنْزَلْنَاهُ مِنْ السَّمَاءِ فَاخْتَلَطَ بِهِ نَبَاتُ الأَرْضِ مِمَّا يَأْكُلُ النَّاسُ وَالأَنْعَامُ حَتَّى إِذَا أَخَذَتْ الأَرْضُ زُخْرُفَهَا وَازَّيَّنَتْ وَظَنَّ أَهْلُهَا أَنَّهُمْ قَادِرُونَ عَلَيْهَا أَتَاهَا أَمْرُنَا لَيْلاً أَوْ نَهَاراً فَجَعَلْنَاهَا حَصِيداً كَأَنْ لَمْ تَغْنَ بِالأَمْسِ كَذَلِكَ نُفَصِّلُ الآيَاتِ لِقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ

“Sesungguhnya perumpamaan kehidupan duniawi itu, adalah seperti air (hujan) yang Kami turunkan dan langit, lalu tumbuhlah dengan suburnya karena air itu tanam-tanaman bumi, di antaranya ada yang dimakan manusia dan binatang ternak. Hingga apabila bumi itu telah sempurna keindahannya, dan memakai (pula) perhiasannya, dan pemilik-permliknya mengira bahwa mereka pasti menguasasinya, tiba-tiba datanglah kepadanya azab Kami di waktu malam atau siang, lalu Kami jadikan (tanam-tanamannya) laksana tanam-tanaman yang sudah disabit, seakan-akan belum pernah tumbuh kemarin. Demikianlah Kami menjelaskan tanda-tanda kekuasaan (Kami) kepada orang-orang berfikir”Yunus ayat 24,

الْمَالُ وَالْبَنُونَ زِينَةُ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَالْبَاقِيَاتُ الصَّالِحَاتُ خَيْرٌ عِنْدَ رَبِّكَ ثَوَاباً وَخَيْرٌ أَمَلاً

“Harta dan anak-anak adalah perhiasan kehidupan dunia tetapi amalan-amalan yang kekal lagi saleh adalah lebih baik pahalanya di sisi Tuhanmu serta lebih baik untuk menjadi harapan. “Al kahfi.

Saudaraku yang baik hati,  Jika kita benar benar menggunakan hati dan akal serta pemahaman yang benar dalam merenungi ayat ayat diatas, akan terkuak bahwa dunia ini tidak lebih baik dari bangkai ataupun sesayap nyamuk disisi Alloh Aza Wajal, dunia hanyalah fatamorgana yang akan kita tinggalkan, dunia ibarat hayalan yang tak akan memuaskan, sampai sampai sang penderita penyakit wahn berkata “Jangan tinggalkan aku wahai gadisku, jangan tinggalkan aku wahai hartaku, jangan tinggalkan aku wahai kedudukanku” tapi hamba yang lain yang lebih sehat hatinya berkata ” Wahai manusia bukan mereka  yang akan meninggalkanmu tapi kamu yang akan meninggalkan keduniaan ini”. Alloh berfirman:

وَمَا هَذِهِ الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلاَّ لَهْوٌ وَلَعِبٌ وَإِنَّ الدَّارَ الآخِرَةَ لَهِيَ الْحَيَوَانُ لَوْ كَانُوا يَعْلَمُونَ

“Dan tiadalah kehidupan dunia ini melainkan senda gurau dan main-main. Dan sesungguhnya akhirat itulah yang sebenarnya kehidupan, kalau mereka mengetahui”Al ankabut ayat 64.

Kemudian para musafir sejati membeberkan isi tautan hatinya dengan menirukan ucapan nabinya :

عن ابن عمر رضي الله عنهما قال أخذ رسول الله صلى الله عليه وسلم بمنكبي رضي الله عنه فقال – كن في الدنيا كأنك غريب , أو عابر سبيل – وكان ابن عمر رضي الله عنه يقول ” إذا أمسيت فلا تنتظر الصباح وإذا أصبحت فلا تنتظر المساء وخذ من صحتك لمرضك ومن حياتك لمماتك ” رواه البخاري

 ”Jadilah engkau di dunia ini seakan-akan sebagai orang asing atau pengembara. Lalu Ibnu Umar radhiyallahu anhuma berkata : “Jika engkau di waktu sore, maka janganlah engkau menunggu pagi dan jika engkau di waktu pagi, maka janganlah menunggu sore dan pergunakanlah waktu sehatmu sebelum kamu sakit dan waktu hidupmu sebelum kamu mati”. [Bukhari no. 6416]

Beginilah dunia sungguh indah dipelupuk mata, tapi sungguh cukup berat menimbulkan kekawatiran  didalam  jiwa , sungguh banyak kisah memilukan didalamnya yang  sering diperankan . karena ulah diri menyandarkan hati  kepada  yang mereka cintai berlebihan.Begitulah keadaan seseorang  kaum munafik dan kafir itulah penopang kepuasan kaum kafir mereka menikmatinya bak syurga layaknya,

Tapi disisi lain seorang  mukmin merasakan sandaran hati seperti ini bak  bangkai yang membahayakan yang apabila  tak dirawat dengan harum  wewangian serta taburan keindahan ayat ayat suci Alquran dan mengekangnya  dengan petunjuk utusan (Assunah), sehingga sandaran hati tadi  beralih menuju sandaran hati yang lain yang lebih baik dan terbaik ,yang topangannya hanya kepada yang hidup kekal abadi dan yang dengan-Nya tiada yang menyerupai, Dialah Alloh Yang Maha Mengindahkan dan Menyempitkan hati setiap diri. Dialah Alloh yang  hanya melapangkan hati hamba yang tersandar hanya kepada-Nya , Alloh berfirman:

بَلَى مَنْ أَسْلَمَ وَجْهَهُ لِلَّهِ وَهُوَ مُحْسِنٌ فَلَهُ أَجْرُهُ عِنْدَ رَبِّهِ وَلا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلا هُمْ يَحْزَنُونَ

(Tidak demikian) bahkan barangsiapa yang menyerahkan diri kepada Allah, sedang ia berbuat kebajikan, maka baginya pahala pada sisi Tuhannya dan tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati.Albaqarah ayat 112.

Semoga Alloh aza wa jal menjadikan kita hamba  yang hanya berharap dan bersandar kepada-Nya sehingga kebahagiaan hakiki akan kita raih dengan memahami hakikat sandaran hati yang sebenarnya.Waullohua’lam Bishowab,Barokallohufiikum.

Disusun Abu Amina Al Jawiy

Ma’had Annashihah  Salafiyah Cepu

Maraji’ kitab-kitab pembersih jiwa :MadarijIs Shalihin Ibnu Qayim Aljauziyah,Al fawa’id Ibnu Qayim Aljauziyah,Thibbun Nabawi ,Madakhil asy-Syaithan li ighwa’ al-Insan Ibnu Qayyim al-Jauziyah ,Mukhtashar ad-Da’ Wa Ad-Dawa’ Ibnu Qayim

 

 

Posted in Renungan Santri:Pensucian Jiwa, Motivasi Salafi,Renungan Hati,Pembersih Jiwa,Penyejuk Hati,Motivasi Islami,Pengembangan Diri,Renungan Jiwa,Muhasabah Diri | Leave a Comment »