وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالإنْسَ إِلا لِيَعْبُدُونِ

"Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku"

  • Radio Online

  • Larangan Fanatik Buta

    Al-Imam asy-Syafi’i (Madzhab Syafi'i) mengatakan:
    كل مسألة صح فيها الخبر عن رسول الله صلى الله عليه وسلم عند أهل النقل بخلاف ما قلت؛ فأنا راجع عنها في حياتي وبعد موتي
    “Semua permasalahan yang sudah disebutkan dalam hadits yang sahih dari Rasulullah dan berbeda dengan pendapat saya, maka saya rujuk dari pendapat itu ketika saya masih hidup ataupun sudah mati.”

    Al-Imam Malik (Madzhab Maliki) mengatakan:
    إنما أنا بشر أخطئ وأصيب، فانظروا في رأيي؛ فكل ما وافق الكتاب والسنة فخذوه، وكل ما لم يوافق الكتاب والسنة فاتركوه
    “Saya hanyalah manusia biasa, mungkin salah dan mungkin benar. Maka perhatikanlah pendapat saya, jika sesuai dengan Al-Qur’an dan As-Sunnah maka ambillah. Apabila tidak sesuai dengan keduanya maka tinggalkanlah.”

    Al-Imam Abu Hanifah (Madzhab Hanafi) mengatakan:
    لا يحل لأحد أن يأخذ بقولنا ما لم يعلم من أين أخذناه
    وفى رواية: «حرام على مَن لم يعرف دليلي أن يفتى بكلامي «فإننا بشر، نقول القول اليوم ونرجع عنه غدًا
    “Tidak halal bagi siapa pun mengambil pendapat kami tanpa mengetahui dari mana kami mengambilnya.” Dalam riwayat lain, beliau mengatakan, “Haram bagi siapa pun yang tidak mengetahui dalil yang saya pakai untuk berfatwa dengan pendapat saya. Karena sesungguhnya kami adalah manusia, perkataan yang sekarang kami ucapkan, mungkin besok kami rujuk (kami tinggalkan).”

    Al-Imam Ahmad Bin Hambal( Madzab Hambali mengatakan):
    لا تقلدني، ولا تقليد مالكًا ولا الشافعي ولا الأوزاعي ولا الثوري، وخذ من حيث أخذوا
    “Janganlah kalian taklid kepada saya dan jangan taklid kepada Malik, asy-Syafi’i, al-Auza’i, ataupun (Sufyan) ats-Tsauri. Tapi ambillah (dalil) dari mana mereka mengambilnya.”

  • Mutiara Alquran

    اعْلَمُوا أَنَّمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا لَعِبٌ وَلَهْوٌ وَزِينَةٌ وَتَفَاخُرٌ بَيْنَكُمْ وَتَكَاثُرٌ فِي الأمْوَالِ وَالأوْلادِ كَمَثَلِ غَيْثٍ أَعْجَبَ الْكُفَّارَ نَبَاتُهُ ثُمَّ يَهِيجُ فَتَرَاهُ مُصْفَرًّا ثُمَّ يَكُونُ حُطَامًا وَفِي الآخِرَةِ عَذَابٌ شَدِيدٌ وَمَغْفِرَةٌ مِنَ اللَّهِ وَرِضْوَانٌ وَمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلا مَتَاعُ الْغُرُورِ

    Ketahuilah, bahwa sesungguhnya kehidupan dunia itu hanyalah permainan dan suatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah-megah antara kamu serta berbangga-bangga tentang banyaknya harta dan anak, seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan para petani; kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur. Dan di akhirat (nanti) ada azab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridaan-Nya. Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu.

  • Admin Setting

  • Maaf Komentar Yang Dicurigai Bervirus Diblokir

  • Mutiara Sunnah

    وعن أبي العباس سهل بن سعد الساعدي رضي الله عنه قال جاء رجل إلى النبي صلى الله عليه وسلم فقال يا رسول الله دلني على عمل إذا عملته أحبني الله وأحبني الناس فقال ازهد في الدنيا يحبك الله وازهد فيما عند الناس يحبك الناس حديث حسن رواه ابن ماجه وغيره بأسانيد حسنة

    Dari Abu Abbas, yaitu Sahal bin Sa’ad as-Sa’idi Shallallahu ‘alaihi wa sallam , katanya: “Ada seorang lelaki datang kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam , lalu berkata: “Ya Rasulullah, tunjukkanlah padaku sesuatu amalan yang apabila amalan itu saya lakukan, maka saya akan dicintai oleh Allah dan juga dicintai oleh seluruh manusia.” Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Berzuhudlah di dunia, tentu engkau akan dicintai oleh Allah dan berzuhudlah dari apa yang dimiliki oleh para manusia, tentu engkau akan dicintai oleh para manusia.” Hadis hasan yang diriwayatkan oleh Ibnu Majah dan lain-lainnya dengan isnad-isnad yang baik.

    وعن أبي هريرة رضي الله عنه قال سمعت رسول الله صلى الله عليه وسلم يقول ألا إن الدنيا ملعونة ملعون ما فيها إلا ذكر الله تعالى وما والاه وعالما ومتعلما رواه الترمذي وقال حديث حسن

    Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu , katanya: “Saya mendengar Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:“Ingatlah, sesungguhnya dunia itu dilaknat, dilaknat pula segala sesuatu yang ada di dalamnya, melainkan berzikir kepada Allah dan apa-apa yang menyamainya, juga orang yang alim serta orang yang menuntut ilmu.”Diriwayatkan oleh Imam Termidzi dan ia mengatakan bahwa ini adalah Hadis hasan.

    وعن سهل بن سعد الساعدي رضي الله عنه قال قال رسول الله صلى الله عليه وسلم لو كانت الدنيا تعدل عند الله جناح بعوضة ما سقى كافرا منها شربة ماء رواه الترمذي وقال حديث حسن صحيح

    Dari Sahal bin Sa’ad as-Sa’idi Radhiyallahu ‘anhu , katanya: “Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda“Jika seandainya dunia ini di sisi Allah dianggap ada nilainya dengan selembar sayap nyamuk, niscaya Allah tidak akan memberi minum kepada orang kafir walaupun seteguk air darinya.” Diriwayatkan oleh Imam Termidzi

  • Mutiara Ulama Salaf’

    أَخِي لَنْ تَنَالَ العِلْمَ إِلاَّ بِسِتَّةٍ سَأُنْبِيْكَ عَنْ تَفْصِيْلِهَا بِبَيَانٍ: ذَكَاءٌ وَحِرْصٌ وَاجْتِهَادٌ وَدِرْهَمٌ وَصُحْبَةُ أُسْتَاذٍ وَطُوْلُ زَمَانٍ "Wahai Saudaraku Kalian Tidak Bisa Mendapatkan Ilmu Kecuali Dengan 6 Syarat Yang Akan Saya Beritahukan" 1.Dengan Kecerdasan, 2.Dengan Semangat , 3.Dengan Bersungguh-sungguh , 4.Dengan Memiliki bekal (biaya), 5.Dengan Bersama guru dan , 6.Dengan Waktu yang lama, (Imam Syafi'i Rahimahulloh)

Archive for the ‘Ringkasan Fatwa’ Category

🌷Tanya jawab ringkas ✅Pertanyaan: Barokalloohu fiik Ustadz Kapan sunnahnya waktu pelaksanaan tarwih, apakah langsung setelah sholat Isya berjamaah atau setelah tidur dan bangun di sepertiga malam sebelum shubuh?

Posted by Admin Ma'had Annashihah Cepu pada Juni 15, 2016

🌷Tanya jawab ringkas

✅Pertanyaan:

Barokalloohu fiik Ustadz,

Pertanyaan Ustadz ,

1. Kapan sunnahnya waktu pelaksanaan tarwih, apakah langsung setelah sholat Isya berjamaah atau setelah tidur dan bangun di sepertiga malam sebelum shubuh?

2. Apakah wanita juga disunnahkan sholat tarwih berjamaah dimasjid atau dirumah?

3. Apakah i’tiqaf dilakukan disepanjang Ramadhan atau 10 malam terakhir saja?

4. Apakah saat i’tiqaf boleh pulang kerumah?

Jazaakalloohu khoir ustadz

✅Jawaban :

1⃣.Mengenai waktu pelaksanaan sholat tarawih ataupun sholat qiyamul lail  Disebutkan hadist Anas bin Malik mengatakan:

مَا كُنَّا نَشَاءُ أَنْ نَرَى رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي اللَّيْلِ مُصَلِّيًا إِلَّا رَأَيْنَاهُ وَلَا نَشَاءُ أَنْ نَرَاهُ نَائِمًا إِلَّا رَأَيْنَاهُ

“Tidaklah kami bangun agar ingin melihat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam di malam hari mengerjakan shalat kecuali pasti kami melihatnya. Dan tidaklah kami bangun melihat beliau dalam keadaan tidur kecuali pasti kami melihatnya pula” ( Hadits Riwayat Imam Bukhariy)

Dan para ulama menyimpulkan dengan hadits ini bahwa rosul terkadang sholat malam di awal waktu kadang ditengah malam terkadang diahkir malam. Dan yg paling utama adalah diahkir sepertiga malam.

2⃣    Lajnah Da’imah Ditanya :

وهل صلاة المرأة التراويح في بيتها أفضل أو في المسجد؟

ج:  وصلاة المرأة في بيتها خير لها من صلاتها في المسجد، سواء كانت فريضة أم نافلة تراويح أم غيرها…

Pertanyaan : Manakah Yang Lebih utama bagi wanita sholat dirumah apa dimasjid?

Jawab: Dan shalat tarawih untuk wanita lebih baik dilakukan di rumah daripada di masjid. Sama saja yg wajib2 atau yg sunnah2, tarawih atau selainya…

3⃣I’tikaf bisa dikerjakan diawal, dipertengahan.dan yg dianjurkan terbanyak dalam hadits adalah di sepuluh malam terahir bulan ramadhan, sebagaimana hadits -hadits berikut ini:

✅Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

إِنِّى اعْتَكَفْتُ الْعَشْرَ الأَوَّلَ أَلْتَمِسُ هَذِهِ اللَّيْلَةَ ثُمَّ اعْتَكَفْتُ الْعَشْرَ الأَوْسَطَ ثُمَّ أُتِيتُ فَقِيلَ لِى إِنَّهَا فِى الْعَشْرِ الأَوَاخِرِ فَمَنْ أَحَبَّ مِنْكُمْ أَنْ يَعْتَكِفَ فَلْيَعْتَكِفْ ». فَاعْتَكَفَ النَّاسُ مَعَهُ

“Sungguh saya beri’tikaf di di sepuluh hari awal Ramadhan untuk mencari lailat al-qadr, kemudian saya beri’tikaf di sepuluh hari pertengahan Ramadhan, kemudian Jibril mendatangiku dan memberitakan bahwa malam kemuliaan terdapat di sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan. Barangsiapa yang ingin beri’tikaf, hendaklah dia beri’tikaf . Maka para manusia pun beri’tikaf bersama beliau” HR. Muslim 1167

✅Diriwayatkan dari ‘Aisyah Radhiyallahu anhuma, ia berkata bahwasanya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam beri’tikaf pada sepuluh hari terakhir di bulan Ramadhan, dan beliau bersabda:

تَحَرُّوْا لَيْلةَ الْقَدَرِ فِي الْعَشْرِ اْلأَوَاخِرِ مِنْ رَمَضَانَ.

“Carilah lailatul qadr pada sepuluh malam terakhir dari bulan Ramadhan.” Hadits Riwayat imam Bukhariy

✅Juga diriwayatkan dari ‘Aisyah Radhiyallahu anhuma bahwasanya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

تَحَرُّوا لَيْلةَ الْقَدَرِ فيِ الْوِتْرِ مِنَ الْعَشْرِ الأَوَاخِرِ مِنْ رَمَضَانَ.

“Carilah Lailatul qadar pada malam-malam ganjil dari sepuluh malam terakhir di bulan Ramadhan”Shahih Riwayat Imam Bukhariy

4⃣Jika keluar nya dikarenakan ada keperluan yg mendesak semisal menyiapkan makanan, minum. Mandi, buang hajat mak tak mgapa

✅Dari Ummul Mu’minin radhiyallahu anha, beliau berkata:

السُّنَّةُ عَلَى الْمُعْتَكِفِ أَنْ لاَ يَعُودَ مَرِيضًا وَلاَ يَشْهَدَ جَنَازَةً وَلاَ يَمَسَّ امْرَأَةً وَلاَ يُبَاشِرَهَا وَلاَ يَخْرُجَ لِحَاجَةٍ إِلاَّ لِمَا لاَ بُدَّ مِنْهُ وَلاَ اعْتِكَافَ إِلاَّ بِصَوْمٍ وَلاَ اعْتِكَافَ إِلاَّ فِي مَسْجِدٍ جَامِعٍ

“Termasuk sunnah bagi seorang mu’takif adalah tidak menjenguk orang sakit, tidak menghadiri jenazah, tidak menyentuh atau bercumbu dengan istri, tidak keluar dari masjid untuk urusan apapun kecuali memang urusan yang harus diselesaikan di luar masjid , tidak ada i’tikaf  kecuali dengan puasa, dan tidak ada i‘tikaf kecuali dilakukan di masjid jami’.” (Shahih Sunan Abi Dawud, karya Asy-Syaikh Al-Albani)

Wal ilmu indalloh.

Posted in Ringkasan Fatwa, Ringkasan Fiqih | Leave a Comment »

🌷Tanya jawab ringkas : Fatwa dan dalil tentang formasi jumlah rakaat pada sholat sunnat tarawih

Posted by Admin Ma'had Annashihah Cepu pada Juni 15, 2016

🌷Tanya jawab ringkas

✅Pertanyaan:

Bismillaah,

Afwan tanya Ustadz,

Boleh bantu dipostingkan dalil tentang formasi jumlah rakaat pada sholat sunnat tarawih baik yang 2,2,2,2,2,1 atau 2,2,2,2,3 ataupun yang lainya jika ada.

Barokalloohu fiikum

Abu Hafidz Maluku

✅Jawaban :

#Adapun dalil pelaksanaan Shalat Tarawih 2 rakaat yakni :

Dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha beliau berkata:

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يُصَلِّى فِيمَا بَيْنَ أَنْ يَفْرُغَ مِنْ صَلاَةِ الْعِشَاءِ – وَهِىَ الَّتِى يَدْعُو النَّاسُ الْعَتَمَةَ – إِلَى الْفَجْرِ إِحْدَى عَشْرَةَ رَكْعَةً يُسَلِّمُ بَيْنَ كُلِّ رَكْعَتَيْنِ وَيُوتِرُ بِوَاحِدَةٍ

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengerjakan shalat antara shalat Isya’ dan shalat Shubuh sebanyak 11 raka’at. Beliau salam setiap dua raka’at dan berwitir dengan satu raka’at”Hadits riwayat imam muslim no 736.

✅ Kesimpulan bahwa para ulama fiqh menyebutkan yg paling utama adalah  mengerjakan dg pola dua rakaat salam, ini juga  diperkuat dalil yg lain yaitu sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam :

صَلاَةُ اللَّيْلِ مَثْنَى مَثْنَى

“Shalat malam adalah dua raka’at dua raka’at.”Riwayat imam muslim no 749.

#Berkata syeikh Bin Bazz Rahimahulloh :

فالأفضل للمأموم أن يقوم مع الإمام حتى ينصرف سواء صلى إحدى عشرة ركعة أو ثلاث عشرة أو ثلاثاً وعشرين أو غير ذلك. هذا هو الأفضل…

Maka yang paling utama bagi seorang ma’mum adalah mengikuti imam sampai imam selesai. Baik ia shalat 11 rakaat maupun 23 rakaat, atau jumlah rakaat yang lain. Inilah yang paling baik ( karena ditulis baginya seperti sholat semalaman pent ).

 لكن إذا اقتصر الإمام في التراويح على إحدى عشرة أو ثلاث عشرة كان أفضل يسلم من كل ثنتين؛ لأن هذا هو الغالب من فعل النبي صلى الله عليه وسلم …

Akan tetapi yang lebih utama jika imam mengerjakan shalat tarawih sebanyak 11 rakaat atau 13 rakaat dengan salam setiap 2 rakaat. Karena inilah yang paling sering dipraktekan Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam pada shalat malamnya…( Majmu fatawa Ibnu Bazz rahimahulloh)

Wallohu a’lam bishowab.

Posted in Ringkasan Fatwa, Ringkasan Fiqih | Leave a Comment »

🌷Fatwa Ulama Ringkas : 🍃Hukum Merayakan “Valentine Day “

Posted by Admin Ma'had Annashihah Cepu pada Februari 7, 2016

🌷Fatwa Ulama Ringkas

🍃Hukum Merayakan  “Valentine Day “

✅بسم الله الرحمن الرحيم

فضيلة الشيخ محمد بن صالح العثيمين

حفظه الله تعالى

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته وبعد.

فقد انتشر في الاونة الأخيرة الاحتفال بعيد الحب خاصة بين الطالبات وهو عيد من أعياد النصارى، ويكون الزي كاملا باللون الأحمر الملبس والحذاء ويتبادلن الزهور الحمراء، نأمل من فضيلتكم بيان حكم الاحتفال بمثل هذا العيد، وما توجيهكم للمسلمين في مثل هذه الأمور والله يحفظكم ويرعاكم؟

✅بسم الله الرحمن الرحيم

وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته.

الاحتفال بعيدالحب لا يجوز لوجوه:

الأول: أنه عيد بدعي لا أساس له في الشريعة.

الثاني: أنه يدعو إلى العشق والغرام.

الثالث: أنه يدعو إلى اشتغال القلب بمثل هذه الأمور التافهة المخالفة لهدي السلف الصالح رضي الله عنهم.

فلا يحل أن يحدث في هذا اليوم شيء من شعائر العيد سواء كان في المآكل، أو المشارب، أو الملابس، أو التهادي، أو غير ذلك.وعلى المسلم أن يكون عزيزا بدينه وأن لا يكون إمعة يتبع كل ناعق. أسأل الله تعالى أن يعيذ المسلمين من كل الفتن ما ظهر منها وما بطن، وأن يتولانا بتوليه وتوفيقه…

✅Penanya : Assalamualaikum Warohmatullohi wabaarokatuh : Telah  tersebar ahkir-ahkir ini perayaan Valentine Day terkhusus di kalangan pelajar – pelajar putri yang itu merupakan salah satu dari hari rayanya orang-orang Nasrani. Pada hari itu mode dan pakaian serba merah semua, baik pakaian maupun sepatu. Mereka saling menghadiahkan bunga berwarna merah. Kami mengharapkan penjelasan tentang hukum perayaan seperti ini, dan bimbingan untuk kaum muslimim dalam perkara seperti ini? Semoga Allah senantiasa menjaga dan memelihara anda.

✅Jawaban : Bismillahirrahmanirrahim. Merayakan Valentine’s Day dilarang karena beberapa sebab:

1⃣Hal tersebut merupakan perayaan bid’ah (yang diada-adakan) yang tidak ada dasarnya dalam syari’at Islam.

2⃣ Perayaan Tersebut Dapat mengantarkan kepada kasmaran dan nafsu birahi.

3⃣Perayaan tersebut dapat menyebabkan sibuknya hati dengan perkara-perkara yang rendah serta menyelisihi bimbingan salafu shalih radhiyallaahu’anhum.

✏Maka tidak diperbolehkan pada hari tersebut melakukan syi’ar-syi’ar hari raya Valentine Day sedikit pun, baik dalam hal makanan, minuman, pakaian, saling memberi hadiah, dan yang lainnya. Wajib atas setiap muslim untuk merasa mulia dengan agamanya dan tidak bergampangan mengikuti setiap seruan (Sedang marak/Trend Pent).

Saya mohon kepada Allah subhanahu wa ta’ala agar melindungi kaum muslimin dari setiap fitnah yang nampak maupun yang tersembunyi, dan agar Dia melindungi kami dengan perlindungan dan taufiq-Nya.

📝 Akhukum Fillah Pondok Annashihah Cepu, Dikutip Dari Majmu’ Fatawa wa Rasail ibni ‘Utsaimin Rahimahulloh .

Ditulis Pada Group WA Pesantren Salaf Online. Pendaftaran 0813-1587-8504

Posted in Ringkasan Fatwa | Leave a Comment »

Fatwa Ringkas : Hukum Tukar Kendaraan Bolehkah?هل يجوز إبدال سيارتي القديمة بأخرى جديدة

Posted by Admin Ma'had Annashihah Cepu pada April 15, 2014

س3: هل يجوز إبدال سيارتي القديمة بأخرى جديدة، وأدفع الفرق بين السيارتين لصاحب السيارة الجديدة؟ فالذي يحدث في هذه البلاد: أن يذهب صاحب السيارة القديمة إلى شركة السيارات، ويعلمهم برغبته، فيقدرون قيمة كل من السيارتين، فيدفع الفرق ويأخذ الجديدة بدلا من سيارته، مع العلم بأنهم لا يشترون القديمة إلا إذا اشترى منهم الجديدة، فهل هذا البيع صحيح أو لا؟ ج3: إذا كان الواقع كما ذكرت؛ جاز لك أن تدفع سيارتك القديمة إلى الشركة مثلا لتأخذ بدلا منها سيارة جديدة وتدفع الفرق بين القيمتين، وليس هذا من باب بيعتين في بيعة، بل هو بيع سيارة بأخرى مع المفاضلة بين قيمتهما، وليس في ذلك (الجزء رقم : 13، الصفحة رقم: 284) ربا؛ لأن السيارات ليست من الأنواع الربوية. وبالله التوفيق وصلى الله على نبينا محمد وآله وصحبه وسلم. اللجنة الدائمة للبحوث العلمية والإفتاء عضو … عضو … نائب رئيس اللجنة … الرئيس

عبد الله بن قعود … عبد الله بن غديان … عبد الرزاق عفيفي … عبد العزيز بن عبد الله بن باز

Pertanyaan 3:  Bolehkah saya menukar mobil lama dengan yang baru, dengan membayar selisih harga antara dua mobil tersebut kepada penjual mobil baru? Sebagaimana yang terjadi di negara ini, pemilik mobil lama pergi ke dealer mobil dan memberitahukan keinginannya kepada mereka, lalu mereka menaksir harga kedua mobil tersebut, setelah itu pemilik mobil lama membayar selisih harga dan mendapat mobil baru sebagai ganti mobil lama, padahal pihak dealer ini tidak akan membeli mobil lama kecuali jika pemiliknya membeli mobil baru dari mereka. Apakah jual beli seperti ini sah atau tidak?

Jawaban 3: Jika kenyataanya seperti yang anda sebutkan, Anda boleh membawa mobil lama ke dealer untuk menukarnya dengan mobil baru dan membayar selisih harga antara kedua mobil tersebut. Hal ini tidak termasuk dua jual beli dalam satu jual beli , akan tetapi termasuk menukar mobil dengan mobil lain dengan ada perbedaan harga. Dalam jual beli seperti ini tidak ada unsur riba, karena mobil tidak termasuk jenis barang yang menjadi obyek riba.

 

Wabillahittaufiq, wa Shallallahu `ala Nabiyyina Muhammaad wa Alihi wa Shahbihi wa Sallam.

 (Kitab Fatwa Lajnah Da’imah)

Posted in Ringkasan Fatwa | 1 Comment »

Fatwa Ringkas : Bagaimana hukum Islam mengenai pendidikan bagi wanita (Dan Hendaknya Wanita Itu Di Rumah) ما حكم الإسلام في تعليم المرأة؟

Posted by Admin Ma'had Annashihah Cepu pada Maret 25, 2014

تعليم المرأة
س1: ما حكم الإسلام في تعليم المرأة؟
ج1: تتعلم ما هي مكلفة بأدائه من شؤون الإسلام وشؤون الأسرة؛ لتتمكن من القيام به على الوجه المرضي شرعا، مع مراعاة البعد عن مواطن الفتن، ومظان الريبة.
وبالله التوفيق وصلى الله على نبينا محمد وآله وصحبه وسلم.
اللجنة الدائمة للبحوث العلمية والإفتاء
عضو … عضو … نائب رئيس اللجنة … الرئيس
عبد الله بن قعود … عبد الله بن غديان … عبد الرزاق عفيفي … عبد العزيز بن عبد الله بن باز

Pertanyaan 1: Bagaimana hukum Islam mengenai pendidikan bagi wanita?
Jawaban 1: Wanita harus mempelajari apa yang menjadi tanggung jawabnya dalam agama Islam dan keluarga, agar dia mampu menunaikannya dengan cara yang diridai oleh Syariat Allah, dengan tetap menjaga atau menghindari tempat-tempat yang membawa fitnah dan menimbulkan kecurigaan.
Wabillahittaufiq, wa Shallallahu `ala Nabiyyina Muhammad wa Alihi wa Shahbihi wa Sallam.
Sumber :Fatawa Lajnah Da’imah Juz 12 nomor 9019

Posted in Ringkasan Fatwa | Leave a Comment »

Fatwa Ringkas : Hukum Bolehkah Ikut Pemilihan Umum Dan Demokrasi Atau Masuk Parlemen? دخول البرلمانات – دِيْمُقْرَاطِيّ

Posted by Admin Ma'had Annashihah Cepu pada Maret 23, 2014

قال للشيخ الألباني: سمعنا أنك قلت—يا شيخ! —يجوز ( أي دخول البرلمانات ) ولكن بشروط؟

قال الشيخ: “لا! ما يجوز! هذه الشروط—إذا كانت—تكون نظرية وغير عملية، فهل أنت تذكر ما هي الشروط التي بَلغتك عنّي؟“

قال: الشرط الأول: أن يحافظ الإنسان على نفسه.

قال الشيخ: ” وهل يمكن هذا؟“

قال: ما جرَّبتُ!

قال الشيخ: “إن شاء الله ما تجرِّب! هذه الشروط لا يمكن تحقيق ها؛ ونحن نشاهد كثيرًا من الناس الذين كان لهم منطلق في حياﺗﻬم—على الأقل—في مظهرهم .. في لباسهم .. في لحيتهم .. حينما يدخلون ذلك اﻟﻤﺠلس—أي مجلس البرلمانات—وإذا بظاهرهم تَغيَّر

وتبدَّل! وطبعًا هم يبرِّرون ذلك ويسوِّغونه: وأنّ هذا من باب المسايرة …

فرأينا ناسًا دخلوا البرلمان باللباس العربيّ الإسلاميّ، ثم بعد أيام قليلة غيَّروا لباسهم وغيَّروا زيَّهم!! فهذا دليل الفساد أو الصلاح؟!”

قال السائل: الشيخ يعني الإخوة في الجزائر وعملهم هذا ودخولهم المعترك السياسي؟

قال الشيخ: “ما ننصح! ما ننصح في هذه الأيا م بالعمل السياسي في أيّ بلد من بلاد الإسلام…”

جاء في شريط مسجَّل من((سلسلة الهدى والنور )) رقم  ۱-۳۵۲

Penanya: “Wahai Syaikh, kami mendengar Anda membolehkan masuk parlemen dengan beberapa syarat”

Syaikh Al Albani: “Tidak! Saya Tidak Membolehkanya! Kalaupun syarat itu terpenuhi hanyalah bersifat teori  tidak mungkin dilaksanakan. Apakah Anda ingat syarat-syarat tersebut, Yang bisa anda sampaikan kepada saya?”

Penanya: “Syarat pertama, ia (manusia yang mau berparlemen) harus dapat menjaga keselamatan dirinya.”

Syaikh Al Albani: “Mungkinkah itu?”

Penanya: “Saya belum mencobanya!”

Syaikh Al Albani: “Insya Allâh Anda tidak akan mencobanya! Syarat-syarat tersebut tidak mungkin dipenuhi. Banyak kita saksikan orang-orang yang memiliki prinsip hidup yang lurus, kelihatan dari penampilannya, cara berpakaian Islami…memelihara jenggot… namun ketika menjadi anggota parlemen penampilan mereka langsung berubah! Tentu saja mereka mengemukakan alasan dan mencari-cari pembenaran, kata mereka untuk menyesuaikan diri…

Banyak kita lihat orang-orang yang menjadi anggota parlemen dengan mengenakan pakaian tradisional Arab yang Islami. Selang beberapa hari kemudian mereka mengubah pakaian dan penampilan(Berdasi dan Berpakaian Ketat Pent). Apakah ini bukti kebaikan ataukah kerusakan?”

Penanya: “Syaikh, yang dimaksud adalah saudara-saudara kita di Aljazair, tentang usaha mereka dan keikutsertaan mereka dalam arena politik.”

Syaikh Al Albani: Kami tidak menganjurkan!“Zaman sekarang ini kami tidak menganjurkan di negeri Islam manapun terlibat dalam kegiatan politik…”

Sumber : Kaset Silsilatul Huda wan Nûr (1/352) Syeikh Albaniy-Rahimahulloh

Posted in Ringkasan Fatwa | Leave a Comment »

Fatwa Figh Ringkas :Bagaimana hukumnya Biro Jodoh atau mengiklankan diri di koran dan majalah (Internet,Facebook,Twitter Dsb) disertai penjelasan ciri-ciri mereka untuk menarik minat ? كم إعلان البنات عن أنفسهن في الجرائد والمجلات مع مواصفاتهن لمن يرغب خطبتهن والزواج منهن

Posted by Admin Ma'had Annashihah Cepu pada Februari 24, 2014

السؤال الأول من الفتوى رقم ( 17930 )
س1: ما حكم إعلان البنات عن أنفسهن في الجرائد والمجلات مع مواصفاتهن لمن يرغب خطبتهن والزواج منهن؟.
ج1: إعلان المرأة في الجرائد والمجلات عن رغبتها في الزواج وذكر مواصفاتها- يتنافى مع الحياء والحشمة والستر، ولم يكن من عادة المسلمين، فالواجب تركه. وأيضا هذا العمل يتنافى مع قوامة وليها عليها، وكون خطبتها عن طريقه وموافقته.
(الجزء رقم : 18، الصفحة رقم: 41)
وبالله التوفيق، وصلى الله على نبينا محمد وآله وصحبه وسلم.
اللجنة الدائمة للبحوث العلمية والإفتاء
عضو … عضو … عضو … عضو … الرئيس
بكر أبو زيد … عبد العزيز آل الشيخ … صالح الفوزان … عبد الله بن غديان … عبد العزيز بن عبد الله بن باز

Pertanyaan Pertama dari Fatwa Nomor:17930
Pertanyaan 1: Bagaimana hukumnya para wanita yang mengiklankan diri di koran dan majalah, disertai penjelasan ciri-ciri mereka untuk menarik minat pelamar yang ingin menikahi mereka?
Jawaban 1: Wanita yang mengiklankan diri di koran atau majalah, dan mengungkapkan keinginan menikah disertai penyebutkan ciri-ciri berarti tidak memiliki sifat malu dan kesopanan, serta tidak menutup aurat. Ini bukan kebiasaan orang-orang Islam dan wajib dihindari. Ini juga bertentangan dengan hak wewenang walinya, karena melamar wanita hanya sah dilakukan melalui jalur dan persetujuan walinya.
(Nomor bagian 18; Halaman 41)
Wabillahittaufiq, wa Shallallahu `ala Nabiyyina Muhammad wa Alihi wa Shahbihi wa Sallam.

 Komite Tetap Riset Ilmiah dan Fatwa

Anggota   : Bakar Abu Zaid     Abdul Aziz Alu asy Syaikh     Shalih Al Fauzan     Abdullah bin Ghadyan    

Ketua : Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz

Posted in Ringkasan Fatwa | Leave a Comment »

Fatwa Keluarga Ringkas : Bagaimana Hukum Nikah Dini (Usia Muda) Baik Dibiayai Orang Tua Maupun Usaha Kemampuan Sendiri?النكاح سنة من سنن المرسلين، وقد حث النبي -صلى الله عليه وسلم- الشباب على المسارعة إلى الزواج لمن قدر عليه

Posted by Admin Ma'had Annashihah Cepu pada Februari 24, 2014

السؤال الثاني من الفتوى رقم ( 21359 )
س2: بكوني طالبا في الصف الثالث الثانوي، فإنني أريد تأخير سن زواجي إلى أن أتمم مهمتي الدراسية، لكني سمعت بأن ذلك مكروه شرعا، علما أنني ليست لدي قدرات في تقديمه في السن المناسبة له، وعلما أن هناك أستاذا رفض الزواج وهو قادر على ذلك ماديا، فأردت أن أستشيركم. فما هو رأيكم؟ إخواني المسلمين: إنني أرجو من حضرتكم أن تزودوني بالأجوبة، لأنني محتار، وتقبلوا مني فائق التحيات.
ج2: المبادرة بالزواج للشاب هو السنة لمن استطاع تكاليف الزواج، والقيام بالحقوق الزوجية؛ لقول النبي -صلى الله عليه وسلم-: صحيح البخاري الصوم (1806),صحيح مسلم النكاح (1400),سنن الترمذي النكاح (1081),سنن النسائي الصيام (2239),سنن أبو داود النكاح (2046),سنن ابن ماجه النكاح (1845),مسند أحمد بن حنبل (1/424),سنن الدارمي النكاح (2166). يا معشر الشباب من استطاع منكم الباءة فليتزوج، فإنه أغض للبصر وأحصن للفرج، ومن لم يستطع فعليه بالصوم فإنه له وجاء متفق على صحته. وبالله التوفيق، وصلى الله على نبينا محمد وآله وصحبه وسلم.
اللجنة الدائمة للبحوث العلمية والإفتاء
عضو … عضو … عضو … الرئيس
بكر أبو زيد … صالح الفوزان … عبد الله بن غديان … عبد العزيز بن عبد الله آل الشيخ

Pertanyaan Kedua dari Fatwa Nomor:21359
Pertanyaan 2: Saya adalah siswa kelas tiga SMA/SMK. Saya ingin mengakhirkan waktu nikah hingga menyelesaikan jenjang pendidikan yang saya inginkan. Namun, saya mendengar bahwa itu dianggap makruh dalam hukum Islam. Perlu diketahui bahwa saya tidak memiliki kemampuan untuk segera menikah pada usia yang semestinya. Di sisi lain, ada seorang ustadz yang tidak mau menikah padahal dia mampu secara materi. Oleh karena itu, saya meminta nasehat dan pendapat Anda. Saudaraku sesama muslim, saya mengharapkan Anda semua dapat memberikan jawaban atas kebingungan saya ini. Salam saya yang setinggi-tingginya untuk Anda sekalian.
Jawaban 2: Bersegera menikah bagi seorang pemuda adalah sunah jika dia mampu mencukupi kebutuhan rumah tangga dan dapat saling memenuhi hak-hak pasangannya. Ini berdasarkan sabda Nabi Shallallahu `Alaihi wa Sallam, “Wahai sekalian pemuda, siapa pun di antara kalian yang sudah memiliki kemampuan, maka hendaknya dia menikah. Sebab, itu lebih menundukkan pandangan dan amat menjaga kemaluan. Namun, siapa pun yang belum mampu, maka hendaknya dia berpuasa karena dapat menjadi penjaga baginya.” (Muttafaq ‘Alaih)
Wabillahittaufiq, wa Shallallahu `ala Nabiyyina Muhammad wa Alihi wa Shahbihi wa Sallam.

الفتوى رقم ( 14127 )
س: أنا شاب عمري 19 سنة، أدرس في العلوم الشرعية، وأنا الآن في السنة الأولى، يعني لا أعمل، ولي والدي هو الذي يقوم بقضاء حوائجي من ناحية المصرف والمأكل والمشرب، وكما تعلمون بأننا في وقت كثر فيه الخبث والفتن، فهل يجوز لي الزواج ما دام أبي ينفق علي؟ أعني أريد الزواج لأجل العفة، فهل أستطيع ذلك أم حتى أكمل دراستي أم النفقة واجبة علي أنا؟ أفتونا مشكورين.
ج: النكاح سنة من سنن المرسلين، وقد حث النبي -صلى الله عليه وسلم- الشباب على المسارعة إلى الزواج لمن قدر عليه، فقال: صحيح البخاري النكاح (4778),صحيح مسلم النكاح (1400),سنن الترمذي النكاح (1081),سنن النسائي النكاح (3207),سنن أبو داود النكاح (2046),سنن ابن ماجه النكاح (1845),مسند أحمد بن حنبل (1/378),سنن الدارمي النكاح (2166). يا معشر الشباب من استطاع منكم الباءة فليتزوج، ومن لم يستطع فعليه بالصوم، فإنه له وجاء وما دام أن والدك سيساعدك على أمور
(الجزء رقم : 18، الصفحة رقم: 8)
الزواج فإن هذا من تيسير الله تعالى. وبالله التوفيق، وصلى الله على نبينا محمد وآله وصحبه وسلم.
اللجنة الدائمة للبحوث العلمية والإفتاء
عضو … نائب الرئيس … الرئيس
عبد الله بن غديان … عبد الرزاق عفيفي … عبد العزيز بن عبد الله بن باز

Fatwa Nomor:14127
Pertanyaan: Saya seorang pemuda berusia sembilan belas tahun. Saat ini saya sedang menempuh studi ilmu-ilmu syariat tahun pertama dan belum bekerja. Selama ini ayah saya yang membiayai kuliah dan kebutuhan sehari-hari saya. Seperti yang Anda ketahui, kita sekarang hidup di zaman yang penuh dengan kejahatan dan fitnah. Bolehkah saya menikah selama ayah saya bersedia menanggung kebutuhan pernikahan saya? Maksud saya, saya ingin menikah demi menjaga kehormatan diri. Apakah boleh saya melakukannya sekarang, ataukah harus ditunda sampai saya menyelesaikan pendidikan? Apakah nafkah itu wajib dari diri saya sendiri? Kami mohon diberikan fatwa, dan terima kasih.
Jawaban: Nikah adalah salah satu sunah para rasul. Nabi Muhammad Shallallahu `Alaihi wa Sallam menyarankan para pemuda agar bersegera menikah bagi yang sudah mampu. Beliau bersabda, “Wahai sekalian pemuda, siapa pun di antara kalian yang sudah memiliki kemampuan, maka hendaknya dia menikah. Sebab, itu lebih menundukkan pandangan dan amat menjaga kemaluan. Namun, siapa pun yang belum mampu, maka hendaknya dia berpuasa karena dapat menjadi penjaga baginya.”
(Nomor bagian 18; Halaman 8)
Selama ayah Anda bersedia memenuhi kebutuhan rumah tangga Anda, maka itu adalah kemudahan dari Allah Ta`ala.
Wabillahittaufiq, wa Shallallahu `ala Nabiyyina Muhammad wa Alihi wa Shahbihi wa Sallam.

Komite Tetap Riset Ilmiah dan Fatwa

 

Posted in Ringkasan Fatwa | Leave a Comment »

Fatwa Keluarga Ringkas : Apakah Hukum Nikah Mut’ah Seperti Yang Dilakukan Agama Syiah ? ما حكم الإسلام في زواج المتعة؟

Posted by Admin Ma'had Annashihah Cepu pada Februari 23, 2014

نكاح المتعة
السؤال السادس من الفتوى رقم ( 3810 )
س6: ما حكم الإسلام في زواج المتعة؟
ج6: نكاح المتعة محرم وباطل لو وقع؛ لما روى البخاري ومسلم رحمهما الله، عن علي بن أبي طالب رضي الله عنه، صحيح البخاري الحيل (6560),صحيح مسلم النكاح (1407),سنن الترمذي النكاح (1121),سنن النسائي الصيد والذبائح (4334),سنن ابن ماجه النكاح (1961),مسند أحمد بن حنبل (1/79),موطأ مالك النكاح (1151),سنن الدارمي النكاح (2197). أن رسول الله صلى الله عليه وسلم، نهى عن نكاح المتعة وعن لحوم الحمر الأهلية زمن خيبر
(الجزء رقم : 18، الصفحة رقم: 441)

وفي رواية

نهى عن متعة النساء يوم خيبر قال الخطابي رحمه الله: تحريم المتعة بالإجماع، إلا عن بعض الشيعة، ولا يصح على قاعدتهم في الرجوع في المخالفات إلى علي فقد صح عن علي أنها نسخت، ونقل البيهقي عن جعفر بن محمد أنه سئل عن المتعة، فقال: هي الزنا بعينه. ولما روى مسلم في (صحيحه) عن سبرة بن معبد الجهني عن النبي أنه قال: ”رواه بهذا اللفظ من حديث سبرة الجهني رضي الله عنه ” إني قد كنت قد أذنت لكم في الاستمتاع من النساء، وإن الله قد حرم ذلك إلى يوم القيامة، فمن كان عنده منهن شيء فليخل سبيله ولا تأخذوا مما آتيتموهن شيئا
(الجزء رقم : 18، الصفحة رقم: 442)
وبالله التوفيق، وصلى الله على نبينا محمد وآله وصحبه وسلم.
اللجنة الدائمة للبحوث العلمية والإفتاء
عضو … عضو … نائب الرئيس … الرئيس
عبد الله بن قعود … عبد الله بن غديان … عبد الرزاق عفيفي … عبد العزيز بن عبد الله بن باز

Nikah Mut’ah

Pertanyaan Keenam dari Fatwa Nomor 3810

Pertanyaan 6: Apa hukum nikah mut’ah menurut Islam?

Jawaban 6: Nikah mut’ah haram dan batil jika dilakukan. Hal ini berdasarkan hadis yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim rahimahumallah dari Ali bin Abi Thalib radhiyallahu `anhu bahwasanya Rasulullah Shallallahu `Alaihi wa Sallam melarang nikah mut`ah dan memakan daging keledai jinak pada waktu perang Khaibar,
dan dalam riwayat lain, Rasulullah Shallallahu `Alaihi wa Sallam telah melarang nikah mut`ah pada perang Khaibar, Al-Khaththabi rahimahullah berkata, “Nikah mut’ah diharamkan secara ijmak, kecuali oleh sebagian Syi’ah. Tidak sah kaedah mereka yang menyatakan untuk mengembalikan perselisihan kepada Ali padahal telah terdapat riwayat sahih dari Ali bahwa nikah mut’ah telah dinasakh (dihapus).” Al- Baihaqi menukil dari Ja`far bin Muhammad bahwasanya beliau ditanya tentang nikah mut’ah maka beliau menjawab, “Nikah mut’ah adalah zina itu sendiri”.
Dan berdasarkan hadis yang diriwayatkan oleh Muslim dalam kitab Sahihnya dari Sabrah bin Ma`bad al-Juhani, dari Nabi Shallallahu `Alaihi wa Sallam, bahwasanya beliau bersabda, “Dulu aku pernah mengizinkan kalian melakukan mut’ah dengan wanita dan sesungguhnya Allah telah mengharamkannya sampai hari kiamat. Barangsiapa mempunyai sesuatu pada mereka, maka biarkanlah. Jangan ambil sedikitpun dari apa yang telah diberikan”.
(Nomor bagian 18; Halaman 442)
Wabillahittaufiq, wa Shallallahu `ala Nabiyyina Muhammad wa Alihi wa Shahbihi wa Sallam.

Komite Tetap Riset Ilmiah dan Fatwa

Anggota : Syeikh Abdullah bin Qu’ud dan Syeikh Abdullah bin Ghadyan

Wakil Ketua : Syeikh Abdurrazzaq `Afifi

Ketua : Syeikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz

Posted in Ringkasan Fatwa | Leave a Comment »

Fatwa Figh Ringkas : Apakah Boleh Wanita Sholat Tidak Memakai Hijab? Dan Bagaimana Jika Tidak Mengetahui Hukum Wajibnya Hijab Apakah Diganti Sholatnya?منذ فترة كنت أصلي بدون حجاب، لأنني كنت لا أعلم بوجوب الحجاب في الصلاة

Posted by Admin Ma'had Annashihah Cepu pada Februari 22, 2014

السؤال الثامن من الفتوى رقم ( 8708 )
س: منذ فترة كنت أصلي بدون حجاب، لأنني كنت لا أعلم بوجوب الحجاب في الصلاة فهل تجب إعادة تلك الصلاة مع أنها كانت فترة طويلة (6 سنوات) تقريبا أو أكثر من النوافل والسنن؟

جـ: إذا كان الواقع ما ذكر من جهلك بما يجب ستره في الصلاة فلا إعادة عليك لصلاة المدة الماضية، وعليك التوبة إلى الله من ذلك، ويشرع لك الإكثار من الأعمال الصالحة، لقول الله
(الجزء رقم : 6، الصفحة رقم: 176)
تعالى سورة طه الآية 82 وَإِنِّي لَغَفَّارٌ لِمَنْ تَابَ وَآمَنَ وَعَمِلَ صَالِحًا ثُمَّ اهْتَدَى وما جاء في معناها من الآيات، مع العلم بأن الوجه يشرع للمرأة كشفه في الصلاة إذا لم يكن لديها من يجب التحجب عنه.
وبالله التوفيق وصلى الله على نبينا محمد وآله وصحبه وسلم.
اللجنة الدائمة للبحوث العلمية والإفتاء
عضو … نائب رئيس اللجنة … الرئيس
عبد الله بن قعود … عبد الرزاق عفيفي … عبد العزيز بن عبد الله بن باز

Pertanyaan Kedelapan dari Fatwa Nomor8708

Pertanyaan 8: Semenjak beberapa waktu, saya salat tanpa memakai hijab, karena dulu saya tidak mengerti tentang kewajiban memakai hijab dalam salat. Apakah saya wajib mengulang lagi salat tersebut padahal itu saya lakukan dalam waktu yang cukup lama, kira-kira 6 tahun atau lebih dalam menunaikan salat sunnah?

Jawaban 8: Jika kenyataannya seperti itu bahwa kamu tidak mengetahui tentang kewajiban menutup aurat ketika salat, maka kamu tidak wajib mengulangi salat tersebut. Kamu hanya wajib bertaubat kepada Allah dari hal itu dan memperbanyak amalan saleh, berdasarkan firman Allah Ta’ala Dan sesungguhnya Aku Maha Pengampun bagi orang yang bertaubat, beriman, beramal saleh, kemudian tetap di jalan yang benar. dan ayat-ayat yang semakna dengan ayat tersebut. Perlu diketahui bahwa wajah wanita disyariatkan untuk dibuka di dalam salat jika di sekitarnya tidak ada orang asing yang ia wajib berhijab darinya.
Wabillahittaufiq, wa Shallallahu ‘Ala Nabiyyina Muhammad wa Alihi wa Shahbihi wa Sallam. 

Komite Tetap Riset Ilmiah dan Fatwa

Anggota : Syeikh Abdullah bin Qu’ud dan Syeikh Abdullah bin Ghadyan

Wakil Ketua : Syeikh Abdurrazzaq `Afifi

Ketua : Syeikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz

Posted in Ringkasan Fatwa | Leave a Comment »

Fatwa Aqidah Ringkas :Apa yang dimaksud dengan Tauhid Rububiyyah dan Tauhid Uluhiyyah, serta Tauhid Asma, Sifat, dan Dzat?ما المقصود بتوحيد الربوبية، وتوحيد الألوهية، وتوحيد الأسماء والصفات والذات؟ما المقصود بتوحيد الربوبية، وتوحيد الألوهية، وتوحيد الأسماء والصفات والذات؟

Posted by Admin Ma'had Annashihah Cepu pada Februari 5, 2014

السؤال الأول من فتوى رقم  9772  :
س1: ما المقصود بتوحيد الربوبية، وتوحيد الألوهية، وتوحيد الأسماء والصفات والذات؟
ج1 : توحيد الربوبية: هو توحيد الله بأفعاله من الخلق والرزق والإحياء والإماتة ونحو ذلك، وتوحيد الألوهية: هو إفراد الله بالعبادة من صلاة وصوم وحج وزكاة ونذر وذبح ونحو ذلك. وتوحيد الأسماء والصفات أن تصف الله بما وصف به نفسه، أو وصفه به رسوله صلى الله عليه وسلم، وتسميه بما سمى به نفسه، أو سماه به رسوله صلى الله عليه وسلم من غير تشبيه ولا تمثيل ومن غير تحريف ولا تعطيل.
وبالله التوفيق. وصلى الله على نبينا محمد ، وآله وصحبه وسلم.
اللجنة الدائمة للبحوث العلمية والإفتاء
عضو … نائب رئيس اللجنة … الرئيس
عبد الله بن غديان … عبد الرزاق عفيفي … عبد العزيز بن عبد الله بن باز

Pertanyaan Pertama dari Fatwa Nomor 9772
Pertanyaan 1 : Apa yang dimaksud dengan Tauhid Rububiyyah dan Tauhid Uluhiyyah, serta Tauhid Asma, Sifat, dan Dzat?.
Jawaban 1 : Tauhid Rububiyyah adalah mengesakan Allah dalam segenap perbuatan-Nya berupa penciptaan, pemberian rezeki, menghidupkan, mematikan, dan lain sebagainya. Sedangkan Tauhid Uluhiyyah adalah mengesakan Allah dalam peribadatan berupa shalat, puasa, haji, zakat, nadzar, penyembelihan, dan lain sebagainya. Sedangkan Tauhid Asma dan Sifat adalah kamu mensifati Allah dengan sifat yang telah Allah tetapkan untuk diri-Nya, atau ditetapkan oleh Rasul-Nya Shallallahu `Alaihi wa Sallam. Dan kamu memberikan nama kepada-Nya sesuai dengan nama yang Dia tetapkan atas diri-Nya, atau yang ditetapkan oleh Rasul-Nya Shallallahu `Alaihi wa Sallam, tanpa tasybih (menyerupakan) dan tamtsil (menyamakan), serta tanpa tahrif (mengubah) dan ta’thil (menafikan).
Wabillahittaufiq, Wa Shallallahu `ala Nabiyyina Muhammad, wa Alihi wa Shahbihi wa Sallam.

Komite Tetap Riset Ilmiah dan Fatwa

Anggota : Syeikh Abdullah bin Qu’ud dan Syeikh Abdullah bin Ghadyan

Wakil Ketua : Syeikh Abdurrazzaq `Afifi

Ketua : Syeikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz

Posted in Ringkasan Fatwa | Leave a Comment »

Fatwa Ringkas : Apakah Kerasukan Jin Itu Benar Ada ?Bagaimana Menyembuhkanya?فتاوى اللجنة الدائمة

Posted by Admin Ma'had Annashihah Cepu pada Desember 24, 2013

السؤال الثالث من الفتوى رقم ( 5802 ) :
س3: من الناس من تلبس بهم الجن فيقال: عليه أسياد أو عليه شيخ ويكون من الجان وقد يكون كافرا أو نصراني فيأمر المتلبس بأشياء مخالفة للشرع مثل عدم الصلاة أو الذهاب للكنيسة أو بعمل أشياء لا يطيقها وإن لم يفعل فإنهم يعذبوه. ما هي الطريقة الشرعية للتخلص من هؤلاء؟
ج3: مس الجن الإنسان أمر واقع، وإذا أمر الجني من مسه بمحرم وجب على المصاب أن يتمسك بشرع الله وأن يعصي الجني في أمره بمعصيته الله وإن آذاه الجني، وعليه أن يتعوذ بالله من شره ويحصن نفسه بقراءة القرآن وبالتعوذات الشرعية وبالأذكار الثابتة عن النبي صلى الله عليه وسلم منها: الرقية بقراءة سورة (الفاتحة)، ومنها: قراءة
(الجزء رقم : 1، الصفحة رقم: 284)
سورة (قل هو الله أحد)، والمعوذتين، ثم ينفث في يديه ويمسح بهما وجهه وما استطاع من بدنه ثم يقرأ هذه السور الثلاث مرة ثانية وينفث في يديه ويمسح بهما وجهه وما استطاع من بدنه ثم يقرؤها مرة ثالثة، وينفث في يديه، ويمسح بهما ما استطاع من بدنه إلى غير ذلك من الرقية بسور القرآن وآياته وبالأذكار الثابتة مع اللجوء إلى الله في طلب الشفاء والحفظ من شياطين الجن والإنس، وارجع إلى كتاب [الكلم الطيب] لابن تيمية ، وكتاب [الوابل الصيب] لابن القيم ، و[الأذكار] للنووي ففيها بيان كثير من أنواع الرقية.
وبالله التوفيق. وصلى الله على نبينا محمد، وآله وصحبه وسلم.
اللجنة الدائمة للبحوث العلمية والإفتاء
عضو … عضو … نائب رئيس اللجنة … الرئيس
عبد الله بن قعود … عبد الله بن غديان … عبد الرزاق عفيفي … عبد العزيز بن عبد الله بن باز

Pertanyaan Ketiga dari Fatwa Nomor:5802

Pertanyaan 3: Jika ada orang yang kerasukan jin, banyak yang berkata, “Dia kerasukan tuan fulan, atau syekh fulan.” Padahal yang merasukinya itu adalah jin, yang terkadang kafir atau beragama Nasrani. Jin memberi perintah kepada orang yang dirasukinya untuk melakukan hal yang bertentangan dengan syariat, seperti tidak salat, pergi ke gereja, atau melakukan pekerjaan berat, yang jika tidak dilaksanakan akan membuat mereka menyiksanya. Bagaimana cara yang sesuai syariat untuk menyelamatkan diri dari mereka?

Jawaban 3: Masuknya jin ke dalam tubuh manusia adalah kenyataan yang memang terjadi

Nomor bagian 1 Halaman 284:

Jika jin menyuruh orang yang kerasukan untuk melakukan perbuatan haram, maka dia wajib berpegang teguh dengan syariat Allah dan membantah perintah jin yang telah durhaka kepada-Nya, walaupun penolakan itu akan membuat jin tersebut menyiksanya. Dia harus meminta perlindungan diri kepada Allah dari kejahatan jin dan membentengi diri dengan membaca Alquran, doa-doa perlindungan diri, dan zikir-zikir yang secara sahih diriwayatkan dari Nabi Shallallahu `Alaihi wa Sallam. Di antaranya ruqyah dengan membaca Surah al-Fatihah, Surah al-Ikhlas, dan al-Mu’awwidzatain (al-Falaq dan an-Nas), kemudian dia meniup kedua tangannya dan disapukan ke wajah serta seluruh bagian tubuh yang masih terjangkau. Selanjutnya, dia kembali membaca ketiga surah tersebut untuk kedua kali, meniup kedua tangan, dan menyapukannya ke wajah dan badannya. Kemudian, dia membaca ketiga surah tersebut untuk ketiga kali, meniup kedua tangan, serta menyapukannya ke wajah dan badannya sebisanya. Dia juga dapat membaca ruqyah lainnya melalui surah dan ayat Alquran, serta doa-doa yang secara sahih diriwayatkan dari Rasulullah Shallallahu `Alaihi wa Sallam, seraya memohon kepada Allah untuk meminta kesembuhan dan terjaga dari setan golongan jin dan manusia. Ini dapat dirujuk pada kitab “al-Kalim ath-Thayyib” karya Ibnu Taimiyah, kitab “al-Wabil ash-Shayyib” karya Ibnu al-Qayyim, dan kitab “al-Adzkar” karya an-Nawawi.Pada kitab-kitab tersebut terdapat penjelasan panjang lebar tentang jenis-jenis ruqyah.

Wabillahittaufiq, wa Shallallahu `Ala Nabiyyina Muhammad wa Alihi wa Shahbihi wa Sallam.

Komite Tetap Riset Ilmiah dan Fatwa

Anggota : Syeikh Abdullah bin Qu’ud dan Syeikh Abdullah bin Ghadyan

Wakil Ketua : Syeikh Abdurrazzaq `Afifi

Ketua : Syeikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz

Posted in Ringkasan Fatwa | Leave a Comment »

Ringkasan Fatawa : Seruan Syeikh Rabi’ bin Hadi Umair al-Madkhali Hafidzahulloh Untuk Membantu Saudara Ahlu Sunnah Di Dammaj Yaman دعوة إلى جميع أهل السنة لنصرة إخواننا في دماج ربيع بن هادي عمير المدخلي

Posted by Admin Ma'had Annashihah Cepu pada November 4, 2013

دعوة إلى جميع أهل السنة لنصرة إخواننا في دماج

 

بسم الله الرحمن الرحيم

الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه ومن اتبع هداه.

أما بعد:

فقد بلغنا مع الأسف ما يقوم به الروافض الباطنيون أعداء الإسلام وأعداء الصحابة الكرام من حصار وتهديد لإخواننا أهل السنة في دماج بغضاً وعدواة للإسلام وأهله.

فنوصي إخواننا في دماج بالثبات على السنة والصبر والاستعانة بالله في صد هذا البغي والعدوان الرافضي.

وعلى الحكومة اليمنية وإخوانهم من أهل السنة أن ينهضوا معهم لمواجهة هذا الطغيان والقضاء على أهله وتخليص المسلمين من رجس هؤلاء الروافض إن استطاعوا ذلك، ﴿وَلَيَنْصُرَنَّ اللَّهُ مَنْ يَنْصُرُهُ إِنَّ اللَّهَ لَقَوِيٌّ عَزِيزٌ﴾.

﴿وَمَا النَّصْرُ إِلا مِنْ عِنْدِ اللَّهِ الْعَزِيزِ الْحَكِيمِ * لِيَقْطَعَ طَرَفًا مِنَ الَّذِينَ كَفَرُوا أَوْ يَكْبِتَهُمْ فَيَنْقَلِبُوا خَائِبِينَ﴾.

إنَّ الصراع بين أهل السنة والروافض الباطنية صراع بين الكفر والإسلام فعلى أهل السنة في كل مكان في اليمن وغيره أن يهبوا لنصرة إخوانهم ونسأل الله أن يقطع دابر الروافض الباطنية وكل أعداء الإسلام في كل مكان.

 ويصدق على هؤلاء الروافض الطغاة السفاكين  قول الله تعالى : ﴿ إِنَّمَا جَزَاءُ الَّذِينَ يُحَارِبُونَ اللَّهَ وَرَسُولَهُ وَيَسْعَوْنَ فِي الْأَرْضِ فَسَادًا أَنْ يُقَتَّلُوا أَوْ يُصَلَّبُوا أَوْ تُقَطَّعَ أَيْدِيهِمْ وَأَرْجُلُهُمْ مِنْ خِلَافٍ أَوْ يُنْفَوْا مِنَ الْأَرْضِ ذَلِكَ لَهُمْ خِزْيٌ فِي الدُّنْيَا وَلَهُمْ فِي الْآخِرَةِ عَذَابٌ عَظِيمٌ ﴾.

 أسأل الله الكريم رب العرش العظيم أن ينصر أهل السنة على هؤلاء الروافض أعداء الله ورسوله

إن ربي لسميع الدعاء .

كتبه

ربيع بن هادي عمير المدخلي

26/12/1434هـ

http://www.sahab.net/forums/index.php?showtopic=140748

 

SERUAN UNTUK SELURUH AHLU SUNNAH AGAR MENOLONG SAUDARA-SAUDARA KITA DI DAMMAJ

Dengan menyebut nama Alloh yang Maha Pengasih dan Penyayang

Segala Puji bagi Alloh Ta’ala Serta Sholawat dan Salam Untuk Rosul Sholollohualaihi Wassalam, Untuk Keluarganya,

Sahabat-Sahabatnya dan Siapa saja yang mengikuti petunjuknya. Amma Ba’du

Telah sampai kepada kami berita duka cita, yaitu apa yang dilakukan oleh Rafidhah Al Bathiniyyun para musuh Islam, musuh para sahabat yang mulia. Dari tindakan blokade dan pemboikotan terhadap saudara-saudara Ahlus Sunnah di Dammaj, Didasari atas kebencian dan permusuhan terhadap Islam dan kaum muslimin.

Maka kami wasiatkan kepada saudara-saudara kami di Dammaj agar teguh diatas Sunnah, bersabar, dan memohon pertolongan kepada Allah dalam berjuang melawan kebiadaban dan permusuhan orang-orang Syiah Rafidhah.

Kami wasiatkan pula kepada pemerintah Negara Yaman beserta seluruh Ahlus Sunnah untuk bangkit bersama-sama berjuang melawan kesewenang-wenagan yang terjadi serta menyerahkan penyelesaian masalah kepada Ahlinya (Pemerintah Yaman). Demikian pula bersegera untuk menuntaskan kebiadaban orang-orang Syi’ah Rafidhah jika mereka memiliki kemampuan untuk melakukan yang demikian itu.

Allah berfirman:

وَلَيَنْصُرَنَّ اللَّهُ مَنْ يَنْصُرُهُ إِنَّ اللَّهَ لَقَوِيٌّ عَزِيزٌ

 “ Sungguh Allah pasti akan menolong orang-orang yang membela (agama) Allah, sesungguhnya Allah adalah Dzat Yang Maha Kuat lagi Maha Perkasa”. Alhajj Ayat 40

Allah berfirman (artinya) :

وَمَا النَّصْرُ إِلا مِنْ عِنْدِ اللَّهِ الْعَزِيزِ الْحَكِيمِ , لِيَقْطَعَ طَرَفًا مِنَ الَّذِينَ كَفَرُوا أَوْ يَكْبِتَهُمْ فَيَنْقَلِبُوا خَائِبِينَ

“ Dan tidaklah ada kemenangan kecuali  datang dari sisi Allah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. (Hal itu terjadi) agar Allah membinasakan sebagian orang-orang kafir, atau menjadikan diri mereka hina , lalu mereka kembali tanpa memperoleh apa-apa” Ali Imran ayat 127

Sesungguhnya permusuhan antara Ahlus Sunnah dan Syiah Rafidhah Al Bathiniyyah merupakan permusuhan antara kekufuran melawan Islam. Maka wajib bagi semua Ahlus Sunnah di manapun mereka berada, di negara Yaman ataukah di selainya , agar mereka mengerahkan bantuan untuk menolong saudara-saudaranya. Dan kita memohon kepada Allah Ta’ala, semoga Allah menghancurkan kesombongan Syiah Rafidhah Al Bathiniyyah beserta seluruh musuh-musuh Islam di semua penjuru bumi.

Atas orang-orang Syiah Rafidhah yang sewenang-wenang lagi pembunuh  bengis tersebut, berlakulah Firman Allah Ta’ala  :

﴿ إِنَّمَا جَزَاءُ الَّذِينَ يُحَارِبُونَ اللَّهَ وَرَسُولَهُ وَيَسْعَوْنَ فِي الْأَرْضِ فَسَادًا أَنْ يُقَتَّلُوا أَوْ يُصَلَّبُوا أَوْ تُقَطَّعَ أَيْدِيهِمْ وَأَرْجُلُهُمْ مِنْ خِلَافٍ أَوْ يُنْفَوْا مِنَ الْأَرْضِ ذَلِكَ لَهُمْ خِزْيٌ فِي الدُّنْيَا وَلَهُمْ فِي الْآخِرَةِ عَذَابٌ عَظِيمٌ ﴾.

“Hukuman atas orang-orang yang memerangi Allah dan Rasul-Nya, dan membuat kerusakan diatas muka bumi, tentulah ia harus dibunuh, disalib, ataupun dipotong tangan dan kakinya secara bersilang, atau juga ia dikucilkan dari tempat tinggalnya. Demikian itu merupakan bentuk kehinaan bagi mereka di dunia, dan kelak di akhirat ia akan mendapatkan adzab yang amat keras”. Al Maidah ayat 33

Saya memohon kepada Allah Yang Maha Mulia Rabb Penguasa Arsy Yang Agung, semoga Allah menolong Ahlus Sunnah dalam melawan orang-orang Syiah Rafidhah sebagai musuh Allah dan Rasul-Nya. Sungguh Allah Rabbku adalah Dzat Yang Maha Mengabulkan Doa.

 

Ditulis oleh : Rabi’ bin Hadi Umair al-Madkhali

26/12/1434 H

(31 Oktober 2013 M)

 

Posted in Ringkasan Fatwa | Leave a Comment »

Fatawa:Kenapa Ada Salafy Yang Sikapnya Keras dan Kasar (Asy Syaikh Muqbil bin Hadi Al Wadi’i Rahimakumulloh)

Posted by Admin Ma'had Annashihah Cepu pada Agustus 26, 2012

Kenapa Ada Salafy Yang Sikapnya Keras dan Kasar ?

 Asy Syaikh Muqbil bin Hadi Al Wadi’i Rahimakumulloh

Soal:
Kami dapati beberapa orang salafy demikian kasar dalam ucapan, dakwah, serta bersikap keras kepada keluarga mereka. Dan apabila dia melihat orang yang bukan dari kelompoknya, ekspresi mereka sinis, di mana ini berbeda dari apa yang kami dapati dari orang-orang IM. Kami sangat kurang dalam berakhlak mulia, oleh karena itu kami sungguh membutuhkan nasehat darimu, jazakallahu khairan.

Jawab:
Ini adalah permasalahan yang penting, dan penting pula saling menasehati tentang akhlak yang mulia, Allah subhanahu wata’ala berfirman tentang Nabi-Nya shallallahu alaihi wasallam,

وَإِنَّكَ لَعَلى خُلُقٍ عَظِيمٍ (٤)

“Dan sesungguhnya kamu benar-benar berbudi pekerti yang agung” (Al Qalam: 4)

Dan Allah ta’ala juga berfirman,

فَبِمَا رَحْمَةٍ مِنَ اللَّهِ لِنْتَ لَهُمْ وَلَوْ كُنْتَ فَظًّا غَلِيظَ الْقَلْبِ لانْفَضُّوا مِنْ حَوْلِكَ فَاعْفُ عَنْهُمْ وَاسْتَغْفِرْ لَهُمْ وَشَاوِرْهُمْ فِي الأمْرِ فَإِذَا عَزَمْتَ فَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُتَوَكِّلِينَ (١٥٩)

“Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu Berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. karena itu ma’afkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermusyawaratlah dengan mereka dalam urusan itu.” (Ali Imran: 59)

Dan salafi (yang kasar) ini mungkin baru mulai belajar. Biasanya orang yang baru belajar itu agak ‘bersemangat’ dan ‘keras’ –baik dia salafi maupun ikhwani. Dan inilah yang kami dan juga orang selain kami dapatkan dari pengalaman yang ada.

Sebaliknya, alhamdulillah, ikhwah dapat bergaul dengan baik dengan saudara-saudara mereka (Bergaul Dengan Yang Bermanhaj Salaf,Pent) di Hudaydah, Ta’iz, Aden, dan Hadramaut. Masyarakat menerima dan menyambut mereka dengan kecintaan dan rasa hormat. Ini adalah bukti bahwa mereka menunjukkan akhlaq yang baik dan mulia. hanya Allah-lah tempat meminta pertolongan.

( Ghaaratul-Asyrithah `alaa Ahlil Jahli was Safsatah)

Posted in Ringkasan Fatwa | 3 Comments »

Nasehat Bagi Muslimah Pengguna Internet

Posted by Admin Ma'had Annashihah Cepu pada Februari 16, 2012

بسم الله الرحمن الرحيم

Oleh: Asy-Syaikh ‘Ubaid Al-Jabiri Hafizahullah Ta’ala

Pertanyaan Pertama:
Beberapa akhwat menulis beberapa makalah ilmiah (tentang agama –pent.) di beberapa website, mereka membantah para penulis berkenaan dengan pernyataan-pernyataan mereka. Apa pendapat syaikh tentang perkara ini?

Jawab:
Aku nasehatkan kepada seluruh muslimah, terutama para akhwat salafiyah untuk tidak larut dalam permasalahan ini karena:
Pertama: Apa yang dia lakukan ini menyita waktunya.
Kedua: Perkara ini justru mengekspos dirinya untuk menjadi ejekan dan objek hiburan bagi orang-orang yang ngawur dan berpenyakit hatinya.

Namun apabila dia memang harus melakukan perkara ini, maka hendaknya dia membekali diri dengan mendengar taklim-taklim ilmiyah dari orang-orang yang dikenal keilmuan, kecerdasan, dan pengamalannya terhadap dien. Demikian juga, tidak ada yang mencegahnya untuk menyebarkan ucapan serta fatwa-fatwa para ulama yang mulia sehingga ikhwan dan akhawat lainnya bisa memperoleh manfaat darinya. 

Pertanyaan Kedua : 

Apa hukumnya seorang akhwat berbicara dengan ikhwan atau sebaliknya melalui internet?

Jawab:
Di mana dirimu dari jawaban kami? Kami nasehatkan untuk meninggalkan perkara ini, meninggalkan urusan diskusi, saling bertukar informasi, persepsi, dan urusan perasaan ini sebagaimana yang telah kusebutkan sebelumnya . Kedua, ini sebagai tambahan untuk jawaban dari pertanyaan Anda, aku katakan bahwa banyak laki-laki yang berpenyakit hatinya masuk ke program-program khusus bagi wanita (mungkin yang dimaksudkan oleh Asy Syaikh seperti mailing list, forum diskusi, atau chatting room yang dikhususkan bagi wanita, wallahu a’lam – pent.) dengan nama wanita, seperti ummu fulan dst., ummu ‘allan dst. Sungguh! Dia menggunakan nama perempuan, dan tujuannya adalah untuk bersenang-senang dengan cara yang membahayakan para muslimah.

Sumber :

http://fatwaislam.com 

Posted in Ringkasan Fatwa | 1 Comment »