وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالإنْسَ إِلا لِيَعْبُدُونِ

"Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku"

  • Radio Online

  • Larangan Fanatik Buta

    Al-Imam asy-Syafi’i (Madzhab Syafi'i) mengatakan:
    كل مسألة صح فيها الخبر عن رسول الله صلى الله عليه وسلم عند أهل النقل بخلاف ما قلت؛ فأنا راجع عنها في حياتي وبعد موتي
    “Semua permasalahan yang sudah disebutkan dalam hadits yang sahih dari Rasulullah dan berbeda dengan pendapat saya, maka saya rujuk dari pendapat itu ketika saya masih hidup ataupun sudah mati.”

    Al-Imam Malik (Madzhab Maliki) mengatakan:
    إنما أنا بشر أخطئ وأصيب، فانظروا في رأيي؛ فكل ما وافق الكتاب والسنة فخذوه، وكل ما لم يوافق الكتاب والسنة فاتركوه
    “Saya hanyalah manusia biasa, mungkin salah dan mungkin benar. Maka perhatikanlah pendapat saya, jika sesuai dengan Al-Qur’an dan As-Sunnah maka ambillah. Apabila tidak sesuai dengan keduanya maka tinggalkanlah.”

    Al-Imam Abu Hanifah (Madzhab Hanafi) mengatakan:
    لا يحل لأحد أن يأخذ بقولنا ما لم يعلم من أين أخذناه
    وفى رواية: «حرام على مَن لم يعرف دليلي أن يفتى بكلامي «فإننا بشر، نقول القول اليوم ونرجع عنه غدًا
    “Tidak halal bagi siapa pun mengambil pendapat kami tanpa mengetahui dari mana kami mengambilnya.” Dalam riwayat lain, beliau mengatakan, “Haram bagi siapa pun yang tidak mengetahui dalil yang saya pakai untuk berfatwa dengan pendapat saya. Karena sesungguhnya kami adalah manusia, perkataan yang sekarang kami ucapkan, mungkin besok kami rujuk (kami tinggalkan).”

    Al-Imam Ahmad Bin Hambal( Madzab Hambali mengatakan):
    لا تقلدني، ولا تقليد مالكًا ولا الشافعي ولا الأوزاعي ولا الثوري، وخذ من حيث أخذوا
    “Janganlah kalian taklid kepada saya dan jangan taklid kepada Malik, asy-Syafi’i, al-Auza’i, ataupun (Sufyan) ats-Tsauri. Tapi ambillah (dalil) dari mana mereka mengambilnya.”

  • Mutiara Alquran

    اعْلَمُوا أَنَّمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا لَعِبٌ وَلَهْوٌ وَزِينَةٌ وَتَفَاخُرٌ بَيْنَكُمْ وَتَكَاثُرٌ فِي الأمْوَالِ وَالأوْلادِ كَمَثَلِ غَيْثٍ أَعْجَبَ الْكُفَّارَ نَبَاتُهُ ثُمَّ يَهِيجُ فَتَرَاهُ مُصْفَرًّا ثُمَّ يَكُونُ حُطَامًا وَفِي الآخِرَةِ عَذَابٌ شَدِيدٌ وَمَغْفِرَةٌ مِنَ اللَّهِ وَرِضْوَانٌ وَمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلا مَتَاعُ الْغُرُورِ

    Ketahuilah, bahwa sesungguhnya kehidupan dunia itu hanyalah permainan dan suatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah-megah antara kamu serta berbangga-bangga tentang banyaknya harta dan anak, seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan para petani; kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur. Dan di akhirat (nanti) ada azab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridaan-Nya. Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu.

  • Admin Setting

  • Maaf Komentar Yang Dicurigai Bervirus Diblokir

  • Mutiara Sunnah

    وعن أبي العباس سهل بن سعد الساعدي رضي الله عنه قال جاء رجل إلى النبي صلى الله عليه وسلم فقال يا رسول الله دلني على عمل إذا عملته أحبني الله وأحبني الناس فقال ازهد في الدنيا يحبك الله وازهد فيما عند الناس يحبك الناس حديث حسن رواه ابن ماجه وغيره بأسانيد حسنة

    Dari Abu Abbas, yaitu Sahal bin Sa’ad as-Sa’idi Shallallahu ‘alaihi wa sallam , katanya: “Ada seorang lelaki datang kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam , lalu berkata: “Ya Rasulullah, tunjukkanlah padaku sesuatu amalan yang apabila amalan itu saya lakukan, maka saya akan dicintai oleh Allah dan juga dicintai oleh seluruh manusia.” Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Berzuhudlah di dunia, tentu engkau akan dicintai oleh Allah dan berzuhudlah dari apa yang dimiliki oleh para manusia, tentu engkau akan dicintai oleh para manusia.” Hadis hasan yang diriwayatkan oleh Ibnu Majah dan lain-lainnya dengan isnad-isnad yang baik.

    وعن أبي هريرة رضي الله عنه قال سمعت رسول الله صلى الله عليه وسلم يقول ألا إن الدنيا ملعونة ملعون ما فيها إلا ذكر الله تعالى وما والاه وعالما ومتعلما رواه الترمذي وقال حديث حسن

    Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu , katanya: “Saya mendengar Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:“Ingatlah, sesungguhnya dunia itu dilaknat, dilaknat pula segala sesuatu yang ada di dalamnya, melainkan berzikir kepada Allah dan apa-apa yang menyamainya, juga orang yang alim serta orang yang menuntut ilmu.”Diriwayatkan oleh Imam Termidzi dan ia mengatakan bahwa ini adalah Hadis hasan.

    وعن سهل بن سعد الساعدي رضي الله عنه قال قال رسول الله صلى الله عليه وسلم لو كانت الدنيا تعدل عند الله جناح بعوضة ما سقى كافرا منها شربة ماء رواه الترمذي وقال حديث حسن صحيح

    Dari Sahal bin Sa’ad as-Sa’idi Radhiyallahu ‘anhu , katanya: “Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda“Jika seandainya dunia ini di sisi Allah dianggap ada nilainya dengan selembar sayap nyamuk, niscaya Allah tidak akan memberi minum kepada orang kafir walaupun seteguk air darinya.” Diriwayatkan oleh Imam Termidzi

  • Mutiara Ulama Salaf’

    أَخِي لَنْ تَنَالَ العِلْمَ إِلاَّ بِسِتَّةٍ سَأُنْبِيْكَ عَنْ تَفْصِيْلِهَا بِبَيَانٍ: ذَكَاءٌ وَحِرْصٌ وَاجْتِهَادٌ وَدِرْهَمٌ وَصُحْبَةُ أُسْتَاذٍ وَطُوْلُ زَمَانٍ "Wahai Saudaraku Kalian Tidak Bisa Mendapatkan Ilmu Kecuali Dengan 6 Syarat Yang Akan Saya Beritahukan" 1.Dengan Kecerdasan, 2.Dengan Semangat , 3.Dengan Bersungguh-sungguh , 4.Dengan Memiliki bekal (biaya), 5.Dengan Bersama guru dan , 6.Dengan Waktu yang lama, (Imam Syafi'i Rahimahulloh)

Archive for the ‘Ringkasan Larangan’ Category

Ringkasan Larangan : Larangan Berpecah-Belah Dan Bergolong-Golong Dalam Beragama Islam أنھم متفرقون في دینھم مسائل الجاهلية

Posted by Admin Ma'had Annashihah Cepu pada September 19, 2013

[2]

. أنھم متفرقون في دینھم

كما قال تعالى:كل حزب بما لدیھم فرحون

Sesungguhnya orang-orang Jahiliyah dahulu bercerai-berai di dalam urusan agama mereka,
Sebagimana Allah subhanahu wata’ala berfirman “Tiap-tiap golongan merasa bangga dengan apa yang
ada pada golongan mereka” Al Quran Surat Ar Rum ayat 32)

وكذلك في دنیاھم ویرون أن ذلك ھو الصواب، فأتى

بالاجتماع في الدین بقولھ :” شرع لكم من الدین ما وصى بھ  نوحا والذي أوحینا إلیك وما وصینا بھ إبراھیم وموسى وعیسى أن أقیمو ا
“الصلاة ولا تتفرقوا فیھ

Dan Yang demikian juga mereka berpecah belah didalam urusan dunia mereka. Mereka memandang bahwasanya  yang demikian itulah yang benar. Kemudian datang perintah (Dari Allah Aza Wajalla, Pent) untuk bersatu di dalam agama di dalam firman-Nya

” Dia telah mensyariatkan bagi kamu tentang agama sebagaimana apa yang diwasiatkan kepada Nuh. Dan apa yang telah kami wasiatkan kepada Ibrahim, Musa dan Isa, yaitu, ‘Tegakkanlah agama dan janganlah kamu berpecah-belah”  Al Quran Surat Asy-syura:13

” وقال تعالى”إن الذین فرقوا دینھم وكانوا شیعا لست منھم في شئ

 Dan Allah subhanahu wa ta’ala berfirman, “Sesungguhnya orang-orang yang memecah-belah agama

mereka menjadi beberapa golongan, engkau (Nabi Muhammad ) tidak termasuk dari mereka sedikitpun” ( Alquran Al-
An’am: 159)

:ونھانا عن مشابھتھم بقولھ

ولا تكونواكالذین تفرقوا واختلفوا من بعد ما جآءھم البینات، ونھانا عن التفرق في الدنیا یقولھ: {واعتصموا بحبل الله جمیعا ولا تفرقوا”

Allah subhanahu wa ta’ala telah melarang kita untuk menyerupai mereka di dalam firman-Nya, “Dan
janganlah kamu menyerupai orang-orang yang bercerai-berai dan berselisih setelah datang keterangan
yang jelas kepada mereka.” ( Alquran Surat Ali ‘Imran Ayat 105)
Allah subhanahu wata’ala juga telah melarang kita dari perpecahan di dunia di dalam firman-Nya, ” Dan
berpeganglah kamu semuanya kepada tali agama allah, dan janganlah kamu bercerai-berai” ( Al Quran Surat Ali
‘Imran Ayat 103)

Al Faqir Ilalloh Ta’ala Abu Amina Aljawiy

Mahad Yatim Non Yatim Annashihah Cepu

Iklan

Posted in Ringkasan Larangan | 1 Comment »

Ringkasan Larangan : Larangan Mempersekutukan Allah subhanahu wa Ta’ala dengan cara berdo’a dan beribadah kepada orang-orang shalih.أنھم یتعبدون بإشراك الصالحین في دعاء الله وعبادتھ، یریدون شفاعتھم عند الل مسائل الجاهلية

Posted by Admin Ma'had Annashihah Cepu pada September 15, 2013

           بسم الله الرحمن الرحيم

قال الشیخ محمد بن عبد الوھاب رحمھ الله تعالى:
ھذه أمور خالف فیھا رسول الله صلى الله علیھ وسلم ما علیھ أھل الجاھلیة الكتابیین والأمیین، مما لا غنى للمسلم عن معرفتھا.

فالضد یضر حسنَھ الضدُ وبضدھا تتبین الأشیاءُ

فأھم ما فیھا وأشدھا خطراً عدم إیمان القلب بما جاء بھ الرسول صلى الله علیھ وسلم، فإن انضاف إلى ذلك استحسان ما علیھ أھل
الجاھلیة تمت الخسارة كما قال تعالى: {والذین ءامنوا بالباطل وكفروا بالله أولئك ھم الخاسرون}.

Bismillahirrahmaanirrahiim

Telah Berkata Syeikh Muhammad At Tamimy rahimahullah Ta’ala :

 Ini adalah Masalah-Masalah yang Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam
telah menyelisihi orang-orang jahiliyah dari dua kalangan Ahli Kitab ( Yaitu Yahudi dan Nashrani) dan kaum
Ummiyyin (kaum yang tidak dapat membaca dan menulis) yang sangat dibutuhkan oleh seorang muslim
untuk mengetahuinya.

Sebagaimana perkataan penyair:
“Dengan Mengetahui lawan , maka nampaklah Jelas kebalikanya Dari Lawan Tersebut, dan dengan keberadaan lawannya
akan nampaklah segala sesuatu”

Maka perkara yang paling penting dan sangat berbahaya adalah tidak adanya keimanan hati dengan apa
yang dibawa oleh Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam

Apabila jika hal itu dikuatkan dengan anggapan baik terhadap apa-apa yang dilakukan orang-orang jahiliyah , maka sempurnalah kerugian yang menimpa umat ini.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
” Dan orang-orang yang beriman kepada kebatilan dan mengingkari Allah, mereka itulah orang-orang
yang merugi.” ( Al-Ankabut:52)

[1]

 : أنھم یتعبدون بإشراك الصالحین في دعاء الله وعبادتھ، یریدون شفاعتھم عند الله، لظنھم أن الله یحب ذلك وأن الصالحین یحبونھ

كما قال تعالى: {ویعبدون من دون الله ما لا یضرھم ولا ینفعھم ویقولون ھؤلآء شفعآؤنا عند الله} 

وقال تعالى: {والذین اتخذوا من دونھ

أولیاء مانعبدھم إلا لیقربونآ إلى الله زلفى}

Masalah ke-1:

Sesungguhnya Mereka (Kaum jahiliyah Pada Masa Sebelum Nabi Muhammad Sholollohualaihi Wassalam) mempersekutukan Allah subhanahu wa Ta’ala dengan cara berdo’a dan beribadah kepada orang-orang shalih.

Tujuannya untuk mencari syafaat mereka di sisi Allah. karena mereka menyangka bahwa Allah dan orang-orang shalih mencintai akan hal itu.

Sebagaimana Allah subhanahu wa ta’ala Berfirman:
“Dan mereka menyembah selain daripada Allah apa yang tidak dapat mendatangkan kemudharatan
kepada mereka dan tidak pula kemanfaatan. Dan mereka berkata, ‘Mereka itu adalah pemberi syafaat
kepada kami di sisi Allah’.”(Yunus:18)

“Dan orang-orang yang mengambil pelindung selain Allah (berkata), ‘kami tidak menyembah mereka
melainkan supaya mereka mendekatkan kami kepada Allah dengan sedekat-dekatnya’.” (Az-Zumar: 3)

وھذه أعظم مسألة خالفھم فیھا رسول الله صلى الله علیھ وسلم، فأتى بالإخلاص، وأخبر أنھ
دین الله الذي أرسل بھ جمیع الرسل، وأنھ لا یُقبل من الأعمال إلا الخالص، وأخبر إن من فعل ما استحسنوا فقد حَرم الله علیھ الجنة
ومأواه النار

وھذه ھي المسألة التي تَفرق الناس لأجلھا بین مسلم وكافر، وعندھا وقعت العداوة، ولأجلھا شرع الله الجھاد كما قال تعالى: {وقاتلوھم
حتى لا تكون فتنة ویكون الدین كلھ لله}.

Dan ini merupakan perkara yang paling besar, yang Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam telah
menyelisihi mereka kaum Jahiliyah .Lalu beliau shallallahu alaihi wa sallam datang dengan membawa (menyeru) untuk ikhlas .
Dan mengabarkan bahwa keikhlasan itu merupakan Agama Allah subhanahu wa ta’ala,  dimana
Allah subhanahu wa ta’ala telah mengutus semua rasul-Nya dengannya. Dan tidaklah akan diterima
amalan, kecuali dari seorang yang ikhlas.

Dan barangsiapa yang melakukan sesuatu yang mereka anggap baik (Kaum Jahiliyah), Maka sungguh Allah subhanahu wa ta’ala telah mengharamkan surga baginya
dan tempatnya neraka.

Dan Ini adalah perkara yang menyebabkan manusia terpecah menjadi dua golongan, yaitu mukmin dan kafir.Dari sinilah terjadi permusuhan dan karenalah disyariatkan jihad.

Sebagaiman Allah subhanahu wata’ala berfirman, ” dan perangilah mereka sampai tidak terjadi fitnah (kesyirikan) dan agama ini seluruhnya hanya milik Allah.” (Al-anfal: 39)

Al Faqir Ilalloh Ta’ala Abu Amina Aljawiy

Mahad Yatim Non Yatim Annashihah Cepu

Posted in Ringkasan Larangan | Leave a Comment »

Ringkasan Perkataan Salaf: Anjuran Bagi Penuntut Ilmu Untuk Bersikap Wara’ dan Menjauhi Banyak Tidur dan Terlalu Kenyangيَا طَالِبَ العِلْمِ بَاشِرِ الوَرَعَا وَبَاينِ النَّوْمَ، واهْجُرِ الشِّبَعَا

Posted by Admin Ma'had Annashihah Cepu pada Juni 8, 2013

Berkata Salaf Yang Shalih:

يَا طَالِبَ العِلْمِ بَاشِرِ الوَرَعَا وَبَاينِ النَّوْمَ، واهْجُرِ الشِّبَعَا

“Wahai Penuntut Ilmu Dekatkanlah Dirimu Pada Sikap Wara’ Dan Jauhilah Banyak Tidur Dan Jauhi Terlalu Kenyang” (Raudhatul ‘Uqalaa’ Ibnu Hibban)

Abu Amina Aljawiy

Mahad Annashihah Cepu

Posted in Ringkasan Anjuran, Ringkasan Larangan, Ringkasan Ucapan Salaf | Leave a Comment »

Kumpulan Ringkasan Larangan : Larangan Mempersekutukan Allloh Tabaroka Wa Ta’ala (Syirik) الكتاب الكبائر الشرك بالله

Posted by Admin Ma'had Annashihah Cepu pada Maret 10, 2013

الشرك بالله

Mempersekutukan Allloh Tabaroka Wa Ta’ala (Syirik)

فأكبر الكبائر الشرك بالله تعالى وهو نوعان: أحدهما أن يجعل لله نداً ويعبد غيره من حجر أو شجر أو شمس أو قمر أو نبي أو شيخ أو نجم أو ملك أو غير ذلك وهذا هو الشرك الأكبر الذي ذكره الله عز وجل

Maka Dosa yang paling besar diantara dosa-dosa besar adalah syirik kepada Alloh ta’ala , yaitu ada dua macam syirik :

1.Yang Pertama Yaitu Menjadikan tandingan bagi Alloh Ta’ala dan beribadah kepada selainya baik beribadah kepada batu,Pohon atau Matahari atau Bulan atau Nabi atau Syeikh(Orang Alim)atau Bintang atau Malaikat atau selain dari itu dan ini syirik besar yang difirmankan Oleh Alloh Aza Wajalla :

“قال الله تعالى: ” إن الله لا يغفر أن يشرك به ويغفر ما دون ذلك لمن يشاء “

Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barang siapa yang mempersekutukan Allah, maka sungguh ia telah berbuat dosa yang besar.Anisa 48/116

وقال تعالى: ” إن الشرك لظلم عظيم “

Dan (ingatlah) ketika Lukman berkata kepada anaknya, di waktu ia memberi pelajaran kepadanya: “Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan (Allah) sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kelaliman yang besar”.Lugman 14

وقال تعالى: ” إنه من يشرك بالله فقد حرم الله عليه الجنة ومأواه النار “

Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka pasti Allah mengharamkan kepadanya surga, dan tempatnya ialah neraka, tidaklah ada bagi orang-orang lalim itu seorang penolong pun.

. والآيات في ذلك كثيرة. فمن أشرك بالله ثم مات مشركاً فهو من أصحاب النار قطعاً كما أن من آمن بالله ومات مؤمناً فهو من أصحاب الجنة وإن عذب بالنار.

Dan ayat yang menyebutkan tentang syirik ini masih banyak, Maka barangsiapa mempersekutukan Alloh kemudian mati dalam keadaan ini (Musyrik) Maka dia pasti termasuk penghumi neraka, Sebagaimana orang -orang yang beriman kepada Alloh dan mati dalam keadaan mukmin maka dia termasuk penghuni syurga meskipun ( ada yang) diazab dahulu dineraka.

وفي الصحيح أن رسول الله صلى الله عليه

وسلم قال: ” ألا أنبئكم بأكبر الكبائر ثلاثاً قالوا: بلى يا رسول الله قال: الإشراك بالله وعقوق الوالدين وكان متكئاً فجلس فقال: ألا وقول الزور ألا وشهادة الزور “

. فما زال يكررها حتى قلنا ليته سكت.

Didalah Hadits shohih Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Ketahuilah! maukah aku beritahukan kepada kalian sesuatu yang termasuk dari 3 dosa dosa besar ? Kami menjawab; “Tentu wahai Rasulullah.” Beliau bersabda: “Menyekutukan Allah dan mendurhakai kedua orang tua.” -ketika itu beliau tengah bersandar, kemudian duduk lalu melanjutkan sabdanya: “Perkataan dusta dan kesaksian palsu, perkataan dusta dan kesaksian palsu.” Beliau terus saja mengulanginya hingga saya mengira beliau tidak akan berhenti.”Rowahu Bukhariy

قال صلى الله عليه وسلم: ” اجتنبوا السبع الموبقات ” . فذكر منها الشرك بالله

Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Jauhilah yang membinasakan”.

Disebutkan diantaranya: “Syirik kepada Allah”. Rowahu Bukhariy

وقال صلى الله عليه وسلم: ” من بدل دينه فاقتلوه ” . الحديث.

Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Barang siapa yang mengganti agamanya maka bunuhlah dia”Rowahu imam ahmad

والنوع الثاني من الشرك الرياء بالأعمال

2.Jenis  yang kedua dari syirik adalah riya’ ketika dalam beramal

كما قال الله تعالى: ” فمن كان يرجوا لقاء ربه فليعمل عملاً صالحاً ولا يشرك بعبادة ربه أحداً ” .

أي لا يرائي بعمله أحداً

“Barang siapa mengharap perjumpaan dengan Robnya maka hendaklah ia mengerjakan amal yang saleh dan janganlah ia mempersekutukan seorang pun dalam beribadah kepada Rabnnya”Alkahfi 110, Maknnya yaitu tidak mencampurkan riya’ dengan amalnya satupun.

وقال صلى الله عليه وسلم: ” إياكم والشرك الأصغر قالوا يا رسول الله وما الشرك الأصغر؟ قال: الرياء يقول الله تعالى يوم يجازي العباد بأعمالهم اذهبوا إلى الذين كنتم تراءونهم بأعمالكم في الدنيا فانظروا هل تجدون عندهم جزاء ”

Jauhillah syirik kecil, Para sahabat bertanya : Apa itu syirik kecil?Rosul bersabda: Riya’ berfirman Alloh ta’aala pada hari pembalasan kepada hamba dari amal amal mereka “Pergilah kepada mereka yang engkau berharap dengan amalmu ingin dilihat waktu didunia, maka perhatikanlah apakah ada pahala yang disediakan?

. وقال صلى الله عليه وسلم: ” يقول الله من عمل عملاً أشرك معي فيه غيري فهو للذي أشرك وأنا منه برئ ”

Barangsiapa mengerjakan suatu perbuatan dengan menyertakan selain diri-Ku, maka Aku terbebas dari dirinya, dan (karena) ia adalah milik yang disertakannya (disekutukan)’Rowahu Muslim

. وقال ” من سمع سمع الله به ومن رايا رايا الله به “

“Barangsiapa yang beramal karena sum’ah, Allah akan menjadikannya dikenal sum’ah, sebaliknya barangsiapa yang beramal karena riya’, Allah akan menjadikannya dikenal riya, Rowahu Bukhariy 

. وعن أبي هريرة رضي الله عنه أن النبي صلى الله تعالى عليه وآله وسلم قال: ” رب صائم ليس له من صومه إلا الجوع والعطش ورب قائم ليس له من قيامه إلا السهر “

Dari Abu Hurairah, ia berkata, Bahwasanya Rasulullah bersabda, “Berapa banyak orang yang berpuasa tetapi ia tidak memdapatkan apa-apa dari puasanya kecuali rasa, dan berapa banyak orang yang shalat (tarawih/malam) yang tidak mendapatkan apa-apa dari shalatnya melainkan hanya begadang

. يعني أنه إذا لم يكن الصلاة والصوم لوجه الله تعالى فلا ثواب له كما روى عنه صلى الله عليه وسلم أنه قال: ” مثل الذي يعمل للرياء والسمعة كمثل الذي يملأ كيسه حصى ثم يدخل السوق ليشتري به فإذا فتحه قدام البائع فإذا هو حصى وضرب به وجهه ولا منفعة له في كيسه سوى مقالة الناس له ما أملا كيسه ولا يعطي به شيئاً. فكذلك الذي يعمل للرياء والسمعة فليس له من عمله سوى مقالة الناس ولا ثواب له في الآخرة ”

(Pent,Tidak Diterjemahkan Dhoif)

. قال الله تعالى: ” وقدمنا إلى ما عملوا من عمل فجعلناه هباء منثوراً “

Dan Kami hadapi segala amal yang mereka kerjakan, lalu Kami jadikan amal itu (bagaikan) debu yang berterbangan, Alfurqon ayat 23

. يعني الأعمال التي عملوها لغير وجه الله تعالى أبطلنا ثوابها وجعلناها كالهباء المنثور وهو الغبار الذي يرى في شعاع الشمس.

Yakni amal-amal yang dikerjakanya untuk selain mengharapkan wajah Alloh Ta’ala, Alloh membatalkan balasnya serta menjadikanya bagaikan partikel debu yang berterbangan yaitu debu yang dapat dilihat pada pancaran sinar matahari

وروى عدي ابن حاتم الطائي رضي الله عنه عن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال: ” يؤمر بفئام أي جماعات من الناس يوم القيامة إلى الجنة حتى إذا دنوا منها واستنشقوا رائحتها ونظروا إلى قصورها وإلى ما أعد الله لأهلها فيها نودوا أن اصرفوهم عنها فإنهم لا نصيب لهم فيها فيرجعون بحسرة وندامة ما رجع الأولون والآخرون بمثلها فيقولون: ربنا لو أدخلتنا النار قبل أن ترينا ما أريتنا من ثواب ما أعددت لأوليائك كان أهون علينا. فيقول الله تعالى: ذلك ما أردت بكم كنتم إذا خلوتم بارزتموني بالعظائم وإذا لقيتم الناس لقيتموهم مخبتين تراءون الناس بأعمالكم خلاف ما تعطوني من قلوبكم. هبتم الناس ولم تهابوني وأجللتم الناس ولم تجلوني وتركتم للناس ولم تتركوا لي يعني لأجل الناس فاليوم أذيقكم أليم عقابي مع ما حرمتكم من جزيل ثوابي

(Pent, Tidak diterjemahkan,Dhoif )

وسأل رجل رسول الله ما النجاة؟ فقال صلى الله عليه وسلم: ” أن لا تخادع الله ” . قال: وكيف يخادع الله؟ قال: أن تعمل عملاً أمرك الله ورسوله به وتريد به غير وجه الله. واتق الرياء فإنه الشرك الأصغر وإن المرائي ينادى عليه يوم القيامة على رؤوس الخلائق بأربعة أسماء: يا مرائي يا غادر يا فاجر يا خاسر ضل عملك وبطل أجرك فلا أجر لك عندنا اذهب فخذ أجرك ممن كنت تعمل له يا مخادع “

(Pent, Tidak diterjemahkan,Dhoif )

. وسئل بعض الحكماء رحمهم الله من المخلص؟ فقال: المخلص الذي يكتم حسناته كما يكتم سيئاته

Telah Ditanya Para Ahlu Hikmah tentnag orang yang ikhlas (Muhklis)?Mereka Menjawab: Al muklis yaitu yang menyembunyikan kebaikan-kebaikannya sebagaimana sebagaimana menyembunyikan keburukan-keburukanya”

وقيل لبعضهم: ما غاية الإخلاص قال: أن لا تحب محمدة الناس.

Dan ada yang ditanya apa puncak ikhlas? Mereka menjawab “Hendaklah kamu tidak menyukai sanjungan atau pujian manusia”

 وقال الفضيل بن عياض رضي الله عنه ترك العمل لأجل الناس رياء والعمل لأجل الناس شرك والاخلاص أن يعافيك الله منهما. اللهم عافنا منهما وأعف عنا

Berkata Fudhail Bin Iyadh Semoga Alloh meridhoinya :

“Meninggalkan amal karena  manusia adalah riya dan mengerjakan amal karena manusia adalah Syrik “Dan Ikhlas  adalah apabila Alloh menyelamatkan(menyehatkan) kamu dari keduanya.

Ya Alloh selamatkan kami dari keduanya dan maafkanlah kami.

Abu Amina Aljawiy

Mahad Annashihah Cepu

Posted in Ringkasan Larangan | Leave a Comment »