وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالإنْسَ إِلا لِيَعْبُدُونِ

"Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku"

  • Radio Online

  • Larangan Fanatik Buta

    Al-Imam asy-Syafi’i (Madzhab Syafi'i) mengatakan:
    كل مسألة صح فيها الخبر عن رسول الله صلى الله عليه وسلم عند أهل النقل بخلاف ما قلت؛ فأنا راجع عنها في حياتي وبعد موتي
    “Semua permasalahan yang sudah disebutkan dalam hadits yang sahih dari Rasulullah dan berbeda dengan pendapat saya, maka saya rujuk dari pendapat itu ketika saya masih hidup ataupun sudah mati.”

    Al-Imam Malik (Madzhab Maliki) mengatakan:
    إنما أنا بشر أخطئ وأصيب، فانظروا في رأيي؛ فكل ما وافق الكتاب والسنة فخذوه، وكل ما لم يوافق الكتاب والسنة فاتركوه
    “Saya hanyalah manusia biasa, mungkin salah dan mungkin benar. Maka perhatikanlah pendapat saya, jika sesuai dengan Al-Qur’an dan As-Sunnah maka ambillah. Apabila tidak sesuai dengan keduanya maka tinggalkanlah.”

    Al-Imam Abu Hanifah (Madzhab Hanafi) mengatakan:
    لا يحل لأحد أن يأخذ بقولنا ما لم يعلم من أين أخذناه
    وفى رواية: «حرام على مَن لم يعرف دليلي أن يفتى بكلامي «فإننا بشر، نقول القول اليوم ونرجع عنه غدًا
    “Tidak halal bagi siapa pun mengambil pendapat kami tanpa mengetahui dari mana kami mengambilnya.” Dalam riwayat lain, beliau mengatakan, “Haram bagi siapa pun yang tidak mengetahui dalil yang saya pakai untuk berfatwa dengan pendapat saya. Karena sesungguhnya kami adalah manusia, perkataan yang sekarang kami ucapkan, mungkin besok kami rujuk (kami tinggalkan).”

    Al-Imam Ahmad Bin Hambal( Madzab Hambali mengatakan):
    لا تقلدني، ولا تقليد مالكًا ولا الشافعي ولا الأوزاعي ولا الثوري، وخذ من حيث أخذوا
    “Janganlah kalian taklid kepada saya dan jangan taklid kepada Malik, asy-Syafi’i, al-Auza’i, ataupun (Sufyan) ats-Tsauri. Tapi ambillah (dalil) dari mana mereka mengambilnya.”

  • Mutiara Alquran

    اعْلَمُوا أَنَّمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا لَعِبٌ وَلَهْوٌ وَزِينَةٌ وَتَفَاخُرٌ بَيْنَكُمْ وَتَكَاثُرٌ فِي الأمْوَالِ وَالأوْلادِ كَمَثَلِ غَيْثٍ أَعْجَبَ الْكُفَّارَ نَبَاتُهُ ثُمَّ يَهِيجُ فَتَرَاهُ مُصْفَرًّا ثُمَّ يَكُونُ حُطَامًا وَفِي الآخِرَةِ عَذَابٌ شَدِيدٌ وَمَغْفِرَةٌ مِنَ اللَّهِ وَرِضْوَانٌ وَمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلا مَتَاعُ الْغُرُورِ

    Ketahuilah, bahwa sesungguhnya kehidupan dunia itu hanyalah permainan dan suatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah-megah antara kamu serta berbangga-bangga tentang banyaknya harta dan anak, seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan para petani; kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur. Dan di akhirat (nanti) ada azab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridaan-Nya. Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu.

  • Mutiara Sunnah

    وعن أبي العباس سهل بن سعد الساعدي رضي الله عنه قال جاء رجل إلى النبي صلى الله عليه وسلم فقال يا رسول الله دلني على عمل إذا عملته أحبني الله وأحبني الناس فقال ازهد في الدنيا يحبك الله وازهد فيما عند الناس يحبك الناس حديث حسن رواه ابن ماجه وغيره بأسانيد حسنة

    Dari Abu Abbas, yaitu Sahal bin Sa’ad as-Sa’idi Shallallahu ‘alaihi wa sallam , katanya: “Ada seorang lelaki datang kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam , lalu berkata: “Ya Rasulullah, tunjukkanlah padaku sesuatu amalan yang apabila amalan itu saya lakukan, maka saya akan dicintai oleh Allah dan juga dicintai oleh seluruh manusia.” Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Berzuhudlah di dunia, tentu engkau akan dicintai oleh Allah dan berzuhudlah dari apa yang dimiliki oleh para manusia, tentu engkau akan dicintai oleh para manusia.” Hadis hasan yang diriwayatkan oleh Ibnu Majah dan lain-lainnya dengan isnad-isnad yang baik.

    وعن أبي هريرة رضي الله عنه قال سمعت رسول الله صلى الله عليه وسلم يقول ألا إن الدنيا ملعونة ملعون ما فيها إلا ذكر الله تعالى وما والاه وعالما ومتعلما رواه الترمذي وقال حديث حسن

    Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu , katanya: “Saya mendengar Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:“Ingatlah, sesungguhnya dunia itu dilaknat, dilaknat pula segala sesuatu yang ada di dalamnya, melainkan berzikir kepada Allah dan apa-apa yang menyamainya, juga orang yang alim serta orang yang menuntut ilmu.”Diriwayatkan oleh Imam Termidzi dan ia mengatakan bahwa ini adalah Hadis hasan.

    وعن سهل بن سعد الساعدي رضي الله عنه قال قال رسول الله صلى الله عليه وسلم لو كانت الدنيا تعدل عند الله جناح بعوضة ما سقى كافرا منها شربة ماء رواه الترمذي وقال حديث حسن صحيح

    Dari Sahal bin Sa’ad as-Sa’idi Radhiyallahu ‘anhu , katanya: “Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda“Jika seandainya dunia ini di sisi Allah dianggap ada nilainya dengan selembar sayap nyamuk, niscaya Allah tidak akan memberi minum kepada orang kafir walaupun seteguk air darinya.” Diriwayatkan oleh Imam Termidzi

  • Mutiara Ulama Salaf’

    أَخِي لَنْ تَنَالَ العِلْمَ إِلاَّ بِسِتَّةٍ سَأُنْبِيْكَ عَنْ تَفْصِيْلِهَا بِبَيَانٍ: ذَكَاءٌ وَحِرْصٌ وَاجْتِهَادٌ وَدِرْهَمٌ وَصُحْبَةُ أُسْتَاذٍ وَطُوْلُ زَمَانٍ "Wahai Saudaraku Kalian Tidak Bisa Mendapatkan Ilmu Kecuali Dengan 6 Syarat Yang Akan Saya Beritahukan" 1.Dengan Kecerdasan, 2.Dengan Semangat , 3.Dengan Bersungguh-sungguh , 4.Dengan Memiliki bekal (biaya), 5.Dengan Bersama guru dan , 6.Dengan Waktu yang lama, (Imam Syafi'i Rahimahulloh)
  • Admin Setting

  • Maaf Komentar Yang Dicurigai Bervirus Diblokir

Download Kitab Terjemah

 *CARA DOWNLOAD:KLIK KANAN PADA MOUSE DAN SAVE AS TARGET KE FOLDER KOMPUTER ANTUM *

A.EBOOK DAN KITAB TERJEMAH FORMAT (PDF)

Kitab Tauhid Arab Dan Terjemah Indonesia Kitab Ushul Sittah Arab Dan Terjemah Indonesia Kitab Qowaidul Arba Arab Dan Terjemah Indonesia 

Kitab Biografi Ibnul Qoyim Aljauziyah Qowaidul Fighiyah Arab dan Terjemah Oleh Syeikh Assa'diy كتاب منظومة القواعد الفقهية Kitab Adab Berdzikir Kepada Alloh Ta’ala Dan Bacaan-Bacaan Dzikir Matsur الأدب من الذكر الله من أذكار الكتاب والسنة Kitab Arab dan Terjemah Hisnul Muslim PDF

Kitab Puasa Risalah Ramadhan Lengkap Kitab Zuhud  Riyadhus Shalihin رياض الصالحينKitab Keutamaan Menangis Karena Takut Pada Alloh Riyadhus Shalihin رياض الصالحين

B.EBOOK ARIKEL LENGKAP MAJALAH ASY SYARIAH FORMAT CHM KLIK DISINI

Untuk Kitab Yang Lain Karena Keterbatasan Waktu dan Tenaga  Untuk Menerjemahkan, Kami sarankan bagi pembaca yang mencari  kitab terjemahan supaya menghadiri situs dibawah ini

Al-Fath Media (2)
Al-Huda Media Islami (2)
Al-Husna (13)
Al-Qamar Media (4)
Anti Teror Press (1)
Ash-Shaf Media (12)
At-Tuqa (52)
Buana Ilmu Islami (7)
Cahaya Ilmu Press (CIP) (10)
Cahaya Tauhid Press (41)
Cinta Sunnah (CS) (8)
Daar Ibnu Abbas (4)
Daar Ibnu Utsaimin (2)
Darul Atsar (11)
Darul Ilmi (35)
El-Fouz Publishing (2)
El-Kautsar Media (2)
El-Sunny Publishing (1)
Gema Ilmu (GI) (39)
Grup As-Salam Group (18)
Hikmah Ahlussunnah HAS (54)
Ibnu Auf Media (7)
Ibnul Jazari (1)
Khulafa Media (2)
Lentera Keluarga Bahagia (4)
Maktabah Al-Ghuroba (29)
Maktabah Al-Huda (14)
Maktabah Al-Manshurah (3)
Maktabah An-Nur (0)
Maktabah Anak Sholih (12)
Media Ahlussunnah (5)
Media Tashfiyah (17)
Muslim Takwa Media (2)
Mutiara Ilmu Al-Manna Corp (4)
Nurani Bunda (18)
Nurul Qolb (10)
Oase Media Asy Syariah (28)
Penerbit Al-Mubarak (PMR) (3)
Pustaka Al As Sunnah (1)
Pustaka Al-Afiyyah (7)
Pustaka Al-Haura (42)
Pustaka Al-Isnaad (4)
Pustaka Al-Jurumiyah (4)
Pustaka Al-Mulk (1)
Pustaka Al-Qobail Qaba-il (8)
Pustaka Amanah (9)
Pustaka An-Najiyah (6)
Pustaka Ar-Rayyan (35)
Pustaka Ats-Tsabat (4)
Pustaka Ibnul Jazari (1)
Pustaka Salafiyah (21)
Pustaka Salwa (5)
Pustaka Sumayyah (17)
Qoulan Sadida (7)
Tasjilat As-Salafy Jember (13)
Toobagus Publishing (25)
Ya Bunayya (13)

 

103 Tanggapan to “Download Kitab Terjemah”

  1. [...] Buku Agama Bluelibrary [...]

  2. pengelolakomaht said

    ada e book pelajaran baca qur’an semisal iqro qiroati gak akh ? insyaAllah kalo antum bisa mengupayakan tentunya besar di sisi Allah, dan kalo ada mohon kirim ke imel saya di extralive@yahoo.co.id jazakallah

    Allhamdulillah sudah kami kirimkan via email anta.
    Jazakalloh khoiron jaza.

  3. mas_kumambang said

    FIRQOH- Al Ikhwan Al Muslimun >> Kesesatan dan Penyimpangannya:

    silakan baca buku memoar hasan al banna. mendingan terhadap sesama muslim, rukun imannya sama, rukun Islamnya sama saling berhusnudzon. bukan malah sebaliknya. noh orang kafir pada ketawa ngeliat sampean seperti itu.

    Waullohul muwahaq,
    Saudara mas kumambang yang budiman,
    Agama ini adalah nasehat الدِّيْنُ النَّصِيْحَةُ maka sudah selayaknya muslim yang benar saling nasehat-menasehati dalam kebenaran kepada mereka kelompok kelompok yang menyimpang dari jalan النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ , Justru dengan nasehat ini membuktikan bahwa kita sebagai muslim yang baik sudah berbaik sangka supaya diharapkan saudara kita kembali kepada Thariqul Haq (Jalan Kebenaran), Dan Sebagai peringatan kepada para awam untuk tidak masuk dalam lembah yang sama. dan sebagai penjelasan pula kepada awam siapa Ahlul Ahwa (Pengikut Hawa Nafsu) dan siapa yang meng-erami Jalan Ahlu Bid’ah atau jalanya para pembangga kelompok(Hizbiyah).

    Saudara Mas Kumambang yang budiman,
    Kenapa kita harus mengurusi orang kafir yang mereka telah ditutup dan dikunci mati hatinya, yang semenjak awalul muslimin memang selalu mentertawakan kaum muslimin dengan ejekanya, peremenhanya dan kata kata rendahnya. Akan Tetapi ketawanya mereka tidak memberikan mudharat sedikitpun bagi mukminin Karena kaum mukminin faham dengan janji Alloh dalam firman dibawah ini:

    فَسَوْفَ يَأْتِي اللَّهُ بِقَوْمٍ يُحِبُّهُمْ وَيُحِبُّونَهُ أَذِلَّةٍ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ أَعِزَّةٍ عَلَى الْكَافِرِينَ يُجَاهِدُونَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ وَلا يَخَافُونَ لَوْمَةَ لائِمٍ ذَلِكَ فَضْلُ اللَّهِ يُؤْتِيهِ مَنْ يَشَاءُ وَاللَّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ
    maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Allah mencintai mereka dan merekapun mencintaiNya, yang bersikap lemah lembut terhadap orang yang mukmin, yang bersikap keras terhadap orang-orang kafir, yang berjihad dijalan Allah, dan yang tidak takut kepada celaan orang yang suka mencela, Itulah karunia Allah, diberikan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya, dan Allah Maha Luas (pemberian-Nya), lagi Maha Mengetahui. Qs.Almaidah 54

    Maka Marilah kita bersungguh-sungguh untuk berbuat adil lagi berkasih sayang diatas Kitabulloh Wa Sunnah dan Pemahaman Salafu Shalih, bukan sikap maklum dan lembek diatas penyimpangan dan penyelewengan suatu kelompok pemikiran, Jikalau kita mau memahami sungguh sungguh kata اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ ( Jalan Yang Lurus ) maka Antonimnya kita akan memahami tidak ada jalan yang lentur bahkan bengkok karena ingin menggapai ridha manusia atau kelompok serta pemikiran pemikiran yang bengkok yang denganya seseorang takut menyampaikan yang benar adalah benar dan yang salah adalah salah.Allohu A’lam Bishowab.

  4. Jazakallah Khair wa barakallah fik

  5. Abu muhammad bin abd karim said

    Afwan akh kalo bisa kirimin aku ebook iqro qiro’ati.barokallahu fiikum.

    Antum bisa ambil di download ceramah agama pada kolom : Bahasa Arob atau Alqur’an.Waiyakum.

  6. heri said

    Assalamualaikum

    Mengenai Ihya Atturat, saya mengerti terjadi perbedaan diantara salafiyun di indonesia ( kalau masih dianggab salafi kedua belah pihak bukan sururi ) karena saya menganggap kedua belah pihak masih salafi, seharusnya disediakan download dari pihak satulagi, dan tulisan2 yg mendukung, seperti rifqon ahlussunnah oleh syeikh abdul muhsin al abbad, ataupun tulisan ustad2 dari pihak satu lagi supaya salafiyun bisa menilai mana yg benar untuk dirinya sendiri ..Wassalamualaikum

    Waalaikumussalam Warahmatulloh Wabarokatuh. Sahabat Yang Budiman, Untuk Permasalahan ini, ahksan antum bertanya serta berdiskusi dengan Asatidz terdekat tentang bagaimana manfaat dan mudharat bermuamalah dengan Yayasan ini, Dikolom ini tidak menampilkan fatwa Syaikhuna yang lainya dikarenakan kami lebih memilih meninggalkan bermuamalah dengan yayasan ini, karena itu lebih murni lagi bersih bagi diri kami serta lebih selamat dari fitnah yayasan tersebut, adapun yang memilih bermuamalah dengan mereka itu adalah pilihan mereka dan kita semua bertanggung jawab atas keyakinan dakwah kita ini, Sungguh Alloh maha mengetahui kejujuran hati setiap insan dalam memilih setiap urusan maka hanya kepada Alloh Tabaroka Wa Ta’ala kita mengadu dan Dialah Pengawas Yang Maha Adil.

    Adapaun kami adalah saudara kalian se-akidah maka wajib bagi kami menasehati kalian sebagaimana seruan Alloh Tabaroka Wa Ta’ ala.

    Adapaun jika nasehat-nasehat itu berlebihan dalam kadarnya dan yang dinasehati berpaling darinya serta membencinya sehingga timbul perselisihan yang panjang, maka itulah kekurangan kita semua sebagai makhluk yang tidak maksum, yang seharusnya lebih arif dan bijak serta berkasih sayang diatas tali dienulloh serta lebih memahami bagaimana cara kita berloyal serta menolak dalam urusan ini.

    Seharunya kita yang dho’if ini banyak mengambil hikmah dari para syaikhuna tentang masalah ini bagaimana mereka menghadapainya dengan bijak dan sesuai tempatnya.
    Dan Yang sangat penting :Ketahuilah oleh kita puncak keimanan adalah siapa yang terbaik amalnya maka mari berlomba-lomba untuk menjadi yang terbaik itu dan janganlah kita berlaku lemah terhadap masalah materi dan kedunyaan sesungguhnya iman ini mahal wahai sahabat maka layak bagi mukmin sejati mendapatkan derajat yang tinggi. Allohu A’lam Bishowab.

  7. heri said

    Alahmdulillah ketahuilah bahwa saya selama ini dalam setiap kesempatan yg ada pada saya berusaha untuk dapat mengambil manfaat dari kedua belah pihak, saya ikut ta’lim dikeduabelah pihak, mendatangi website kedua belah pihak dan mengambil manfaatnya, tapi masalahnya saya tidak bisa akrab dengan ikhwan2 karena takut ketahuan saya jg ikut ta’lim dipihak lainnya, ini membuat saya kadang2 merasa tidak nyaman, seperti yg bapak katakan bahwa kadang nasehatnya berlebihan ( yg menurut saya bukan merupakan nasehat lagi saking berlebihannya tapi sudah berupa tuduhan ). Saya rasa bapak mengerti maksud saya.
    Kembali ke masalah Ihya Atturat saya memang tidak pernah berdiskusi dengan asatidz karena kendala yg tadi, hanya saya baca dari artikel2 di internet dari kedua belah pihak, dan masih tidak bisa mengambil keputusan dalam hal ini memilih mana yg benar.
    Sungguh berbahagia apabila sudah bisa menetukan pilihan seperti bapak, Tapi dengan pengetahuan agama yg sangat minim saya tidak mampu untuk menentukan pilihan, karena masing2 punya sandaran dan dukungan dari ulama2 salaf di Arab saudi maupun yaman ( dari tulisan websitenya abu salma )saya jadi tidak tahu mana yang menasehati dan man yang di nasehati antara kedua pihak.
    Ditambah dengan masalahnya menjadi komplek, tidak hanya bermuamalah dengan ihya atturat tapi kemudian berkembang menjadi bagaimana kita menyikapi yg bermuamalah, menyikapi yang tidak bermuamalah tapi tidak menyalahkan yang bermuamalah, mengaji kepada mereka, apakah mereka jd ahli bid’ah, dan seterusnya.
    Sebelumnya saya tidak mempunyai tujuan dan iktikad apapun selain mencari kebenaran dan menentukan pilihan bagi saya yang baru kenal manhaj salaf, dan yang sangat mendambakan persatuan kedua belah pihak.
    Mohon kiranya kalau bapak bisa menambah wawasan bagi saya memberikan sedikit nasehat, yg mungkin bisa memberi penerang bagi saya …

    Bismillah,
    Semoga Alloh Tabaroka Wa Ta’ Ala memberikan Hidayah kepada antum dan kami.

    I).Ana nasehatkan kepada diri sendiri dan saudaraku yang budiman untuk takut hanya Kepada-Nya semata, Untuk Berharap Kepada-Nya saja , untuk selalu mencintai-Nya serta mencintai segala sesuatu karena-Nya, dan mencari keridhoan-Nya walaupun semua manusia disisi antum membenci dengan sikap antum.Karena niatan hari-hari kita kepada selain-Nya adalah kebatilan semata dan merupakan pensekutuan dengan-Nya.Sebagaimana Sabda Nabi:

    “من أحب في الله، وأبغض في الله، ووالى في الله، وعادى في الله، فإنما تنال ولاية الله بذلك، ولن يجد عبد طعم الإيمان وإن كثرت صلاته وصومه حتى يكون كذلك، وقد صار عامة مؤاخاة الناس على أمر الدنيا، وذلك لا يجدي على أهله شيئا” رواه ابن جرير.

    “Barangsiapa yang mencintai seseorang karena Allah, membenci karena Allah, membela Karena Allah, memusuhi karena Allah, maka sesungguhnya kecintaan dan pertolongan Allah itu diperolehnya dengan hal-hal tersebut, dan seorang hamba tidak akan bisa menemukan lezatnya iman, meskipun banyak melakukan sholat dan puasa, sehingga ia bersikap demikian. Pada umumnya persahabatan yang dijalin di antara manusia dibangun atas dasar kepentingan dunia, dan itu tidak berguna sedikitpun baginya”.

    II).Wahai sahabat, permasalahan tentang yayasan ini sangatlah menyita waktu dan tenaga apabila kita yang masih dho’if ilm’ ini ingin menguraikanya apalagi cuma berbekal ilmu dari internet atau info-info dari internet yang seharusnya kita mencocokan apa yang didapat dari internet dengan kehidupan nyata demi mendapatkan hujah yang nyata , Sungguh tidak boleh seseorang mengatakan sesuatu itu benar atau salah tanpa mengetahui gambaran sesuatu itu dengan sebenarnya. Mari janganlah kita membebani diri ini dengan sesuatu yang menimbulkan kejelekan lebih besar kepada kehidupan beragama kita padahal kita tidak tau menahu hakikatnya dari sesuatu itu, mari kita ingat kembali bahwa Alloh Tabaroka Wa Ta’ala berfirman :
    لا يُكَلِّفُ اللَّهُ نَفْساً إِلاَّ وُسْعَهَا لَهَا مَا كَسَبَتْ وَعَلَيْهَا مَا اكْتَسَبَتْ
    “Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya (Albaqarah 286)”

    Rasul memerintahkan kepada kita semua untuk bertakwa semaksimalnya dan sesuai kemampuan kita,

    Mari kita Renungkan Hadits dibawah ini :
    عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ صَخْر رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ : سَمِعْتُ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُوْلُ : مَا نَهَيْتُكُمْ عَنْهُ فَاجْتَنِبُوْهُ، وَمَا أَمَرْتُكُمْ بِهِ فَأْتُوا مِنْهُ مَا اسْتَطَعْتُمْ، فَإِنَّمَا أَهْلَكَ الَّذِيْنَ مَنْ قَبْلَكُمْ كَثْرَةُ مَسَائِلِهِمْ وَاخْتِلاَفُهُمْ عَلَى أَنْبِيَائِهِمْ .

    [رواه البخاري ومسلم]

    Dari Abu Hurairah Abdurrahman bin Sakhr radhiallahuanhu dia berkata : Saya mendengar Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda : Apa yang aku larang hendaklah kalian menghindarinya dan apa yang aku perintahkan maka hendaklah kalian laksanakan semampu kalian. Sesungguhnya kehancuran orang-orang sebelum kalian adalah karena banyaknya pertanyaan mereka (yang tidak berguna) dan penentangan mereka terhadap nabi-nabi mereka. (Bukhori dan Muslim)

    Pelajaran Yang Bisa Diambil dari hadits :
    1. Wajibnya menghindari semua apa yang dilarang oleh Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam.
    2. Siapa yang tidak mampu melakukan perbuatan yang diperintahkan secara keseluruhan dan dia hanya mampu sebagiannya saja maka dia hendaknya melaksanakan apa yang dia mampu laksanakan.
    3. Allah tidak akan membebankan kepada seseorang kecuali sesuai dengan kadar kemampuannya.
    4. Perkara yang mudah tidak gugur karena perkara yang sulit.
    5. Menolak keburukan lebih diutamakan dari mendatangkan kemaslahatan.
    6. Larangan untuk saling bertikai dan anjuran untuk bersatu dan bersepakat.
    7. Wajib mengikuti Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam, ta’at dan menempuh jalan keselamatan dan kesuksesan.
    8. Al Hafiz berkata : Dalam hadits ini terdapat isyarat untuk menyibukkan diri dengan perkara yang lebih penting yang dibutuhkan saat itu ketimbang perkara yang saat tersebut belum dibutuhkan.

    Bukannya ana ingin memalingkan antum dari mencari kebenaranya tentang “Yayasan ini” akan tetapi ana menyarankan kepada antum untuk membaca, menghafal, memahami, menggali,mengamalkan,mendakwahkan,dan bersabar dari pokok-pokok lmu Agama Ini (Ushulut Dien) dari sumber kitab-kitab para salafuna shalih karena itu lebih utama buat antum sekarang ini dan sebagai satu tahap untuk mencari kebenaran diatas serta merupakan tahap menuju tahap berikutnya yang lebih besar dan inti dari ajaran Islam yaitu mengihlaskan beribadah didunia ini untuk Alloh Semata Sebagaimana firmanya :

    وَمَا أُمِرُوا إِلاَّ لِيَعْبُدُوا اللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ
    Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama yang lurus (Albayinah 5)

    III).Akan tetapi jika antum merasa sangat terganggu dengan keberadaan yayasan ini dan membuat ragu pada keyakinan antum untuk mengamalkan amal-amal shalih yang utama dari inti ajaran islam, maka ana menyarankan kepada antum untuk memilih fatwa syaihkuna yang dicantumkan dihomepage ini karena itu lebih bersih dari fitnah dan lebih selamat dari fitnah, dengan catatan tidak serampangan ikut-ikutan menghajr (memboikot) tanpa ilm’ dab hujah yang nyata kepada awam yang dia belum mengetahui esensi permasalahan ini (karena kita dilarang beramal tanpa ilm’), demikian pula bagi mereka para awam yang merasa dituduh merasa benci kemudian membalas tuduhanya dengan fanatik pula serta terkesan membela satu pihak tanpa mau peduli pada hujah yang dibawa pihak lainya sehingga terkesan ada pro pihak sana dan pro pihak sini.

    Mari kita renungkan Sabda Nabi Dibawah ini:

    وَسَلَّمَ وَرَيْحَانَتِهِ رَضِيَ الله عَنْهُمَا قَالَ : حَفِظْتُ مِنْ رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ؛ دَعْ مَا يَرِيْبُكَ إِلَى مَا لاَ يَرِيْبُكَ .

    [رواه الترمذي وقال : حديث حسن صحيح]

    Dari Abu Muhammad Al Hasan bin Ali bin Abi Thalib, cucu Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam dan kesayangannya dia berkata : Saya menghafal dari Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam (sabdanya): Tinggalkanlah apa yang meragukanmu kepada apa yang tidak meragukanmu.
    (Riwayat Turmuzi dan dia berkata: Haditsnya hasan shoheh)

    Pelajaran yang bisa kita ambil dari hadits ini:

    1. Jika keraguan bertentangan dengan keyakinan maka keyakinan yang diambil.

    2. Sebuah perkara harus jelas berdasarkan keyakinan dan ketenangan. Tidak ada harganya keraguan dan kebimbangan.

    IV) Saudaraku, Janganlah engkau merasa takut Islam akan hilang dari muka bumi dengan adanya perselisihan ini, sungguh yang patut kita takutkan adalah Islam hilang dari dalam dada diri-diri kita ini dan dada keluarga kita tercinta, adapun kejayaan Islam telah dijamin Oleh Alloh Tabaroka Wa Ta’ala dengan firmanya dibawah ini, adapun mereka yang berselisih jika meraka benar-benar hamba-hamba yang disebutkan oleh Alloh dalam ayat ini, tentu mereka akan saling mengasihi dan mencintai ihklas karena Alloh semata serta mereka bersikap lemah lembut diantara mereka karena memenuhi perintah-Nya semata.

    Mari Renungkan Firman Alloh yang saya kutip dibawah ini:

    يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا مَنْ يَرْتَدَّ مِنْكُمْ عَنْ دِينِهِ فَسَوْفَ يَأْتِي اللَّهُ بِقَوْمٍ يُحِبُّهُمْ وَيُحِبُّونَهُ أَذِلَّةٍ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ أَعِزَّةٍ عَلَى الْكَافِرِينَ يُجَاهِدُونَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ وَلا يَخَافُونَ لَوْمَةَ لائِمٍ ذَلِكَ فَضْلُ اللَّهِ يُؤْتِيهِ مَنْ يَشَاءُ وَاللَّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ

    Hai orang-orang yang beriman, barangsiapa di antara kamu yang murtad dari agamanya, maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Allah mencintai mereka dan merekapun mencintaiNya, yang bersikap lemah lembut terhadap orang yang mukmin, yang bersikap keras terhadap orang-orang kafir, yang berjihad dijalan Allah, dan yang tidak takut kepada celaan orang yang suka mencela. Itulah karunia Allah, diberikan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya, dan Allah Maha Luas (pemberian-Nya), lagi Maha Mengetahui ,( Almaidah 54)

    V)Saudaraku mari kita lakukan musyawarah(Syuro) dalam urusan perselisihan dakwah, Mari melakukan shalat istiqarah untuk menepis keraguan serta dengan mempertimbangkan Kaidah-Kaidah Penerapan Sunnah secara matang yaitu memahami manfaat dan Mudharat yang akan diakibatkan jika suatu sunnah diterapkan, Janganlah kebencian kita kepada suatu kaum mendorong kita untuk tidak berbuat adil, karena Alloh jalla wa Ala menyuruh kita berbuat adil dan ma’ruf.

    Terahir ana menyarankan kepada antum untuk membaca Nasehat yang sangat bermanfaat untuk para salafiyin dibawah ini.

    Demikian Jika ada kebenaran datangnya dari Alloh Tabaroka wa Ta’ala jika ada kesalahan dari ana yang dho’if serta pengaruh syaiton maka kepada Alloh ana memohon ampun , Allohua’lam

    Nasehat Syaikh Robi’ Ibnu Haadi :
    “Saya wasiatkan kepada mereka untuk saling bersaudara, saling bersikap bijak, saling mencintai, saling menyayangi, dan saling mengunjungi ikhlash karena Allah, dan menghidupkan manhaj salaf dalam ukhuwwah dan mahabbah (sikap mencintai) tersebut. Kecintaan yang didasarkan ikhlash karena Allah memiliki kedudukan yang tinggi. Kecintaan yang didasarkan ikhlash karena Allah dan di jalan Allah memiliki kedudukan yang tinggi di sisi Allah Tabaraka wa Ta’ala, setelah rasa cinta kepada Allah dan cinta kepada Rasul-Nya shallallahu ‘alaihi wasallam.

    Rasulullah r bersabda :

    (( لاَ يُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ حَتَّى يُحِبَّ لأَخِيْهِ مَا يُحِبُّ ِلَنَفْسِهِ ))

    “Tidaklah beriman salah seorang di antara kalian sampai ia mencintai saudaranya sebagaimana kecintaan dia terhadap dirinya sendiri.” [21])

    Beliau shalallahu ‘alaihi wasallam juga bersabda :

    (( وَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ لاَ تَدْخُلُونَ الجَنَّةَ حَتَّى تُؤْمِنُوا، وَلاَ تُؤْمِنُوا حَتَّى تَحَابُّوا، أَوَلاَ أَدُلُّكُمْ عَلَى شَيْءٍ إِذَا فَعَلْتُمُوهُ تَحَابَبْتُمْ؟ أَفْشُوا السَّلاَمَ بَيْنَكُمْ ))

    “Demi Dzat yang jiwaku ada di tangan-Nya, sungguh kalian tidak akan masuk al-Jannah sampai kalian beriman, dan tidaklah kalian beriman sampai kalian saling mencintai. Maukah kalian aku tunjukkan pada suatu amalan yang bila kalian melakukannya maka kalian akan saling mencintai? Tebarkanlah salam di antara kalian.” [22])

    Maka tebarkanlah salam ikhlash karena mengharap wajah Allah, dengan engkau bertujuan untuk menyatukan hati saudara-saudaramu dan menampakkan kepada mereka bahwa engkau mencintai dan menghormati mereka. Maka mereka akan membalas sikap tersebut dan mengucapkan salam pula kepadamu, dalam rangka mewujudkan mahabbah (sikap cinta karena Allah) tersebut, sekaligus menjadikan amalan tersebut sebagai wasilah (perantara) yang mengantarkan kepada keridhaan Allah dan mengantarkan untuk masuk al-Jannah, karena amalan ini (menebarkan salam) di antara jalan terbesar untuk bisa masuk al-jannah, yang telah diberitakan kepada kita oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bahwa kita tidak akan masuk al-jannah kecuali kalau kita mengamalkan dengan sungguh-sungguh sebab-sebab (yang mengantarkan kepada al-Jannah) tersebut.

    Maka hendaknya kalian berupaya untuk saling memahami, dan saling bersikap lembut, serta saling mengujungi antara kalian. Jauhilah sebab-sebab perpecahan, perselisihan, saling membenci, saling hasad, dan yang semisalnya.

    Rasulullah r bersabda :

    (( لاَ تَحَاسَدُوا وَلاَ تَبَاغَضُوا وَلاَ تَنَاجَشُوا، وَكُونُوا عِبَادَ اللهِ إِخْوَانًا ))

    “Janganlah kalian saling hasad, saling benci, saling menipu (dalam jual beli) [23]), namun jadilah kalian hamba-hamba Allah yang saling bersaudara.” [24])

    Jadilah kalian demikian, sebagaimana Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mewasiatkan kepada kalian.

    Inilah yang bisa saya nasehatkan dan aku wasiatkan serta saya tekankan kepada kalian. Dengan itu Insya Allah dalam merealisasikan tujuan mulia yang diridhai oleh Allah Tabaraka wa Ta’ala.

    Saya memohon kepada Allah untuk mempersatukan qalbu-qalbu ini, dan menjauhkan dari kami dan kalian semua berbagai fitnah, dan menjauhkan kami dan kalian semua dari sebab-sebab perpecahan dan perselisihan. Sesungguhnya Rabb kita Maha Mendengar do’a.

    وصلى الله على نبينا محمد وعلى آله وصحبه وسلم.

    والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته

    Sampaikan salamku kepada ikhwah semuanya, dan tekankan nasehat ini kepada saudara-saudara kalian. Hayyakumullah wa ahlan wa sahlan …

    والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته

    Wasiat dan Nasehat al ‘Allamah Asy Syaikh Rabi’ bin Hadi al Madkhali buat saudara-saudaranya Para Penuntut Ilmu As-Salafiyyin di Indonesia . Nasehat ini beliau sampaikan di tengah-tengah acara Daurah Asatidzah ke-4 di masjid Ma’had Al-Anshar Sleman Yogyakarta via telepon pada 4 Sya’ban 1429 H

  8. heri said

    Barokallohufiikum
    Sungguh nasehat yg sangat bermanfaat bagi saya, sesungguhnya di dalam hati saya sudah mendekati apa yg bapak nasehatkan, saya mempunyai keyakinan seperti yg bapak nasehatkan tentang yayasan ini, dan lebih condong untuk tidak bermuamalah dengan yayasan ini, tapi sebenarnya ini tidak begitu berpengaruh dan penting bagi saya karena saya sendiri tidak tidak ada hubungan dengan yayasan ini, masalahnya bagi saya hanya saya merasa bahwa pihak yg bermuamalah atau yg tidak bermuamalah tetapi berada dipihaknya saya masih meyakini mereka masih salafi,(dan yg saya tahu banyak ulama yg lebih cenderung untuk memberi nasehat dengan lemah lembut, dan tidak bersikap keras) dan saya masih bisa mengambil manfaat dari mereka, yg saya meyakini salah adalah memboikot pada mereka seperti yang bapak katakan supaya saya tidak ikut boikot sembarangan(Kepada Awam), karena boikot ini masih terjadi sampai sekarang, seperti nasehat syeikh rabi diatas saya mencintai keduabelah pihak dan mengambil manfaat ilmu dari keduanya, sebenarnya yg lebih menjadi masalah bagi saya bukan tentang yayasan ini tapi karena saya ikut ta’lim dan mengambil ilmu dikedua belah pihak tapi tidak bisa bergaul akrab dengan mereka.
    Selanjutnya saya sangat berterima kasih atas nasehat bapak,nasehat bapak sangat bermanfaat bagi saya, semoga Allah memberi petunjuk kepada saya dan bapak agar berada di jalan yg lurus dan benar yaitu jalannya para salaf.

    Wassalamualikum

    Thoyib, Ahksan jika antum mengambil sikap yang bijak, jelas dan Tegas.Wafiekum Barokallohu.

  9. misslind said

    assalamu’alaikum
    semoga senantiasa dlm naungan Yang Maha Kuasa

    akhi, ane lihat antum sudah kirim buku semacam iqro atau qiroati ke kawan yg sebelumku

    bolehkah ane juga minta dikirim ke
    misslind76@yahoo.com

    jika ada ebook yang kira2 diupload lagi atau untuk bahan rujukan mohon kirimkan kabar

    jazakalloh khoiron

    wassalamu ‘alaikum

    Waalaikumussalam Warohmatulloh.Afwan karena kesibukan permintaan email belum bisa dilayani,kecuali jika pengunjung yang budiman mengirim surat ke alamat email ana, Semoga Bermanfaat.

  10. muhammad nur khafidhin al rayyan said

    allohu yubarik fik

    Waiyyakum, ya ahki fillah.

  11. Abdullah said

    Bismillah
    Assalamu’alaikum
    Akhi, untuk Ebook zakat rusak bentuk zipnya. barakallahu fikum

    Waalaikumussalam Warohmatulloh, Insyalloh Ahki, Sudah Diperbaiki , Jika Pengunjung Waktu Buka CHM . Pada kotak “Always Ask Before Open” Jangan Diconteng , Semoga Bermanfaat

  12. As-Salafy said

    Bismillah.
    Assalaamu’alaykum warahmatullah.

    Waalaykumussalam Warohamtulloh Wabarokatuh

  13. Anonymous said

    Ikut download, Teima Kasih

    Silahkan, Pengunjung Yang Budiman.

  14. nasya najmaluni'mah said

    ass.akhi ana ru gabung ni akhi ana mau tanya ada terjemah kitab minhatul mughits ga?kitab itu karya hafidz hasan al-mas’udi tentang hadits kalo ada dan kalo ga keberatan ana minta dikirim via e-mail untuk pengertian ilmu hadis dirayat dan ilmu riwayat,,,,tapi kalo ga ada,,ana mau minta tolong terjemahin ja tar ana kirim lagi pake tulisan arab,,,afwaaaan banget akhi help me please,,,sebelumna syukron katsiron

    Afwan ana tidak mempunyainya.

  15. via lailatunnisfi said

    asslm.akhi semoga ni awl ta’aruf dan silaturahim yg baik,,ana mau tanya ada terjemah kitab minhatul mughits ga?soalna ana lagi mempelajari kitab karangan hafidz hasan al-mas’udi tersebut,,sebelumnya syukron katsir ya akhi,,

    Afwan.Ana Tidak mempunyainya.

  16. Hanif Obinx said

    assalamu’alaikum
    af1 ana gak komentar tapi
    ada yang punya terjemahan kitab al tafsir wa al mufassirun? karangan DR. Muhammad Husain Adz Dzahabiy.
    tlg kirim ke obinx_mhm3@yahoo.com
    syukron wa af1 wassalam.

    Afwan Kami Tidak Mempunyainya.

  17. samsudin ahmad said

    Assalamu’alaikum,
    Ana sangat berterima kasih sekali dapat mendownload buku-buku agama terjemahaan disini. mudah-mudahan Allah SWT meredhoi dan memberkati perjuangan antum.
    syukran kasiran, wassalam.

    Waalaykumussalam Warohmatulloh.Alhamdulillah, Semoga Bermanfaat Untuk Keluarga antum.

  18. agus said

    minta izin untuk mendownload dan membuat link dengan blog ini.

    Tafadzol ya ahki agus yang budiman.

  19. ridha said

    السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
    mohon ridhanya saya ikut download terjemah kitab disini ………. smoga berkah bagi saya dan ikhwan…

    Waalaikumussalam Warohmatulloh Wabarokatuh,
    Silahkan Didownload dan dibagi bagikan gratis, semoga menjadi jalan kebahagiaan antum dan Ihkwah Sekalian

  20. Gilangyuda Albantani said

    Assalaamu’alaikum.wr.wb
    Salam ukhuwwah.
    Saya sangat ingin mendapatkan ebook Qiroati karangan K.H Dachlan Salim Zarkasyi ( 10 jilid ) kiranya Akhi/Ukhti berkenan membantu.
    Af1 wa Syukron jazeela

  21. abu inayah mumtaz said

    bismilah
    afwan kalo ada ana minta ebook bahjatun nadhirin, subulus salam ,nailul author,duror al bahiyah

    Insyalloh, Jika senggang kami sediakan.Antum bisa kirim email saja.

  22. salaamun’alaykum
    saya minta izin ngelink blog ini ya? jazaakallaahu khayran

    Waalaikumussalam Warohmatulloh, Tafadzol Ya Ahki Fillah. Waiyyakum.

  23. wawan suryawan said

    terima kasih ana bisa donlod

    Walhamdulillah.Barokallohufiek.

  24. moh.zaky said

    Perlu,penting dan harus dibaca!
    Dengan nama Allah yang Maha Pengasih dan lagi MahaPenyayang.!

    Insyalloh, Biaunihi ta’ala.

  25. Assalamu ‘alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh
    Ustad… Mohon dijelaskan adab-adab bertaubat yang benar atau cara bertaubat yang benar. Bagaimana hukumnya orang yang bertaubat tapi masih juga melakukan. Dan pertanyaan terakhir (Maaf Ustad kalo kebanyakan) adalah apa yang pertama kali harus saya pelajari dalam menuntut ilmu agama.

    Waalaikumussalam Warohmatulloh.

    Pengunjung yang budiman untuk pertanyaan yang pertama Dan Kedua sudah termasuk dalam risalah ini :
    Syarat-Syarat Diterimanya Taubat:

    Syarat pertama: Ikhlas untuk Allah, yaitu orang yang bertaubat hendaknya mengharapkan wajah Allah ‘azza wa jalla dengan taubatnya itu dan berharap supaya Allah menerima taubatnya serta mengampuni maksiat yang telah dilakukannya, dengan taubatnya itu ia tidak bermaksud riya di hadapan manusia atau demi mendapatkan kedekatan dengan mereka, dan bukan juga semata-mata demi menyelamatkan diri dari gangguan penguasa dan pemerintah kepadanya. Tapi dia bertaubat hanya demi mengharapkan wajah Allah dan pahala di negeri akhirat dan supaya Allah memaafkan dosa-dosanya.

    Syarat kedua: Menyesali perbuatan maksiat yang telah dilakukannya, sebab perasaan menyesal dalam diri seorang manusia itulah yang membuktikan dia benar/jujur dalam bertaubat, ini artinya dia menyesali apa yang telah diperbuatnya dan merasa sangat sedih karenanya, dan dia memandang tidak ada jalan keluar darinya sampai dia benar-benar bertaubat kepada Allah dari dosanya.

    Syarat ketiga: Meninggalkan dosa yang dilakukannya itu, ini termasuk syarat terpenting untuk diterimanya taubat. Meninggalkan dosa itu maksudnya: apabila dosa yang dilakukan adalah karena meninggalkan kewajiban, maka meninggalkannya ialah dengan cara mengerjakan kewajiban yang ditinggalkannya itu, seperti contohnya: ada seseorang yang tidak membayar zakat, lalu dia ingin bertaubat kepada Allah maka dia harus mengeluarkan zakat yang dahulu belum dibayarkannya. Apabila ada seseorang yang dahulu meremehkan berbakti kepada kedua orang tua jika kemudian ingin bertaubat maka dia harus berbakti dengan baik kepada kedua orang tuanya. Apabila dia dahulu meremehkan silaturahim maka kini dia wajib menyambung silaturahim. Apabila maksiat itu terjadi dalam bentuk mengerjakan keharaman maka dia wajib bersegera meninggalkannya, dia tidak boleh meneruskannya walaupun barang sekejap. Apabila misalnya ternyata dia termasuk orang yang memakan harta riba maka wajib baginya melepaskan diri dari riba dengan cara meninggalkannya dan menjauhkan diri darinya dan dia harus menyingkirkan harta yang sudah diperolehnya dengan cara riba. Apabila maksiat itu berupa penipuan dan dusta kepada manusia dan mengkhianati amanat maka dia harus meninggalkannya, dan apabila dia telah meraup harta dengan cara haram ini maka dia wajib mengembalikan harta itu kepada pemiliknya atau meminta penghalalan kepadanya.

    Apabila maksiat itu berupa ghibah/menggunjing maka dia wajib meninggalkan gunjingan terhadap manusia dan meninggalkan pembicaraan yang menjatuhkan kehormatan-kehormatan mereka. Adapun apabila dia mengatakan “Saya sudah bertaubat kepada Allah”, akan tetapi ternyata dia masih terus meninggalkan kewajiban atau masih meneruskan perbuatan yang diharamkan, maka taubat ini tidaklah diterima. Bahkan taubat seperti ini sebenarnya seolah-olah merupakan tindak pelecehan terhadap Allah ‘azza wa jalla, bagaimana engkau bertaubat kepada Allah ‘azza wa jalla sementara engkau masih terus bermaksiat kepada-Nya?!

    Dalam kondisi bagaimanapun setiap insan harus meninggalkan dosa yang dia sudah bertaubat darinya, apabila dia tidak meninggalkannya maka taubatnya tertolak dan tidak akan bermanfaat baginya di sisi Allah ‘azza wa jalla. Meninggalkan dosa itu bisa berkaitan dengan hak Allah ‘azza wa jalla, maka yang demikian itu cukuplah bagimu bertaubat antara dirimu dengan Robb-mu saja, kami berpendapat tidak semestinya atau bahkan tidak boleh anda ceritakan kepada manusia perbuatan haram atau meninggalkan kewajiban yang pernah anda kerjakan. Hal itu karena dosa ini hanya terjadi antara dirimu dengan Allah. Apabila Allah sudah memberimu karunia dengan tertutupnya dosamu (dari pengetahuan manusia) dan menutupi dosamu sehingga tidak tampak di mata manusia, maka janganlah anda ceritakan kepada siapa pun apa yang sudah anda lakukan jika anda telah bertaubat kepada Allah. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda, “Seluruh umatku akan dimaafkan, kecuali orang-orang yang berbuat dosa secara terang-terangan” dan termasuk terang-terangan dalam berbuat dosa ialah seperti yang diceritakan di dalam hadits, “Seseorang melakukan dosa lalu pada pagi harinya dia menceritakannya kepada manusia, dia katakan, ‘Aku telah melakukan demikian dan demikian…’.”

    Walaupun memang ada sebagian ulama yang mengatakan: Apabila seseorang telah melakukan suatu dosa yang terdapat hukum had padanya maka tidak mengapa dia pergi kepada imam/pemerintah yang berhak menegakkan hudud seperti kepada Amir/khalifah dan dia laporkan bahwa dia telah melakukan dosa anu dan ingin membersihkan diri dari dosa itu, meskipun ada yang berpendapat begitu maka sikap yang lebih utama adalah menutupi dosanya dalam dirinya sendiri.

    Artinya dia tetap diperbolehkan menemui pemerintah apabila telah melakukan suatu maksiat yang ada hukum had padanya seperti contohnya zina, lalu dia laporkan, ‘kalau dia telah berbuat demikian dan demikian’ dalam rangka meminta penegakan hukum had kepadanya sebab had itu merupakan penebus/kaffarah atas dosa tersebut.

    Adapun kemaksiatan-kemaksiatan yang lain maka tutupilah cukup di dalam dirimu, sebagaimana Allah telah menutupinya, demikian pula zina dan yang semacamnya tutuplah di dalam dirimu (kecuali jika ditujukan untuk melapor kepada pemerintah) janganlah engkau membuka kejelekan dirimu. Dengan catatan selama engkau benar-benar bertaubat kepada Allah atas dosamu maka selama itu pula Allah menerima taubat dari hamba-hamba-Nya dan memaafkan banyak perbuatan dosa…

    Adapun syarat keempat adalah: Bertekad kuat tidak mau mengulangi perbuatan ini di masa berikutnya. Apabila engkau tetap memiliki niat untuk masih mengulanginya ketika terbuka kesempatan bagimu untuk melakukannya, maka sesungguhnya taubat itu tidak sah. Contohnya: ada seseorang yang dahulu menggunakan harta untuk bermaksiat kepada Allah -wal ‘iyaadzu billah-: yaitu dengan membeli minuman-minuman yang memabukkan, dia melancong ke berbagai negeri demi melakukan perzinaan -wal ‘iyaadzu billah- dan untuk bermabuk-mabukan!! Lalu dia pun tertimpa kemiskinan (hartanya habis) dan mengatakan: “Ya Allah sesungguhnya aku bertaubat kepadamu” padahal sebenarnya dia itu dusta, di dalam niatnya masih tersimpan keinginan apabila urusan (harta) nya sudah pulih seperti kondisi semula maka dia akan melakukan perbuatan dosanya yang semula.

    Syarat kelima: Engkau berada di waktu taubat masih bisa diterima, apabila ada seseorang yang bertaubat di waktu taubat sudah tidak bisa diterima lagi maka saat itu taubat tidak lagi bermanfaat. Hal itu ada dua macam: Macam yang pertama dilihat dari sisi keadaan setiap manusia. Macam kedua dilihat dari sisi keumuman.

    Adapun ditinjau dari sudut pandang pertama, maka taubat itu harus sudah dilakukan sebelum datangnya ajal (yakni kematian) sehingga apabila ia terjadi setelah ajal menjemput maka ia tidak akan bermanfaat bagi orang yang bertaubat itu, ini berdasarkan firman Allah subhanahu wa ta’ala,

    وَلَيْسَتِ التَّوْبَةُ لِلَّذِينَ يَعْمَلُونَ السَّيِّئَاتِ حَتَّى إِذَا حَضَرَ أَحَدَهُمُ الْمَوْتُ قَالَ إِنِّي تُبْتُ الآنَ

    “Dan tidaklah Taubat itu diterima Allah dari orang-orang yang mengerjakan kejahatan (yang) hingga apabila datang ajal kepada seseorang di antara mereka, (barulah) ia mengatakan: ‘Sesungguhnya saya bertaubat sekarang.’” (Qs. An Nisaa’: 18), mereka itu sudah tidak ada lagi taubat baginya.

    Dan Allah ta’ala berfirman:

    فَلَمَّا رَأَوْا بَأْسَنَا قَالُوا آمَنَّا بِاللَّهِ وَحْدَهُ وَكَفَرْنَا بِمَا كُنَّا بِهِ مُشْرِكِينَ فَلَمْ يَكُ يَنفَعُهُمْ إِيمَانُهُمْ لَمَّا رَأَوْا بَأْسَنَا سُنَّتَ اللَّهِ الَّتِي قَدْ خَلَتْ فِي عِبَادِهِ وَخَسِرَ هُنَالِكَ الْكَافِرُونَ

    “Maka tatkala mereka melihat azab kami, mereka berkata: ‘Kami beriman Hanya kepada Allah saja, dan kami kafir kepada sembahan-sembahan yang Telah kami persekutukan dengan Allah.’ Maka iman mereka tiada berguna bagi mereka tatkala mereka Telah melihat siksa kami. Itulah sunnah Allah yang Telah berlaku terhadap hamba-hamba-Nya. dan di waktu itu binasalah orang-orang kafir.” (Qs. Al Mu’min: 84-85)

    Maka seorang insan apabila sudah berhadapan dengan maut dan ajal sudah mendatanginya ini berarti ia sudah hampir terputus dari kehidupannya maka taubatnya itu tidak berada pada tempat yang semestinya! Sesudah dia berputus asa untuk bisa hidup lagi dan mengetahui dia tidak bisa hidup untuk seterusnya maka dia pun baru mau bertaubat! Ini adalah taubat di saat terjepit, maka tidaklah itu bermanfaat baginya, dan tidak akan diterima taubatnya, sebab seharusnya taubat itu dilakukannya sejak dahulu (ketika masih hidup normal, bukan di ambang ajal -pent).

    Macam yang kedua: yaitu dilihat dari sudut pandang keadaan umum (seluruh manusia -pent), sesungguhnya Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam telah mengabarkan bahwa, “Hijrah (berpindah dari negeri kafir menuju negeri muslim -pent) tidak akan pernah terputus hingga terputusnya (kesempatan) taubat, dan (kesempatan) taubat itu tidak akan terputus hingga matahari terbit dari sebelah barat.” Sehingga apabila matahari sudah terbit dari sebelah barat, maka di saat itu taubat sudah tidak bermanfaat lagi bagi siapa pun. Allah subhanahu wa ta’ala berfirman,

    يَوْمَ يَأْتِي بَعْضُ آيَاتِ رَبِّكَ لاَ يَنفَعُ نَفْساً إِيمَانُهَا لَمْ تَكُنْ آمَنَتْ مِن قَبْلُ أَوْ كَسَبَتْ فِي إِيمَانِهَا خَيْراً قُلِ انتَظِرُواْ إِنَّا مُنتَظِرُونَ

    “Pada hari datangnya sebagian ayat dari Tuhanmu, tidaklah bermanfaat lagi iman seseorang kepada dirinya sendiri yang belum beriman sebelum itu, atau dia (belum) mengusahakan kebaikan dalam masa imannya. Katakanlah: ‘Tunggulah olehmu Sesungguhnya kamipun menunggu (pula).’” (Qs. Al An’aam: 158). Sebagian ayat yang dimaksud di sini adalah terbitnya matahari dari arah barat sebagaimana hal itu telah ditafsirkan sendiri oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.

    Dengan demikian maka taubat itu hanya akan diterima di saat mana taubat masih bisa diterima, jika tidak berada dalam kondisi seperti itu maka sudah tidak ada (kesempatan) taubat lagi bagi manusia.” (Maroji’ Syarah Riyadhu Shalihin Syeikh Utsaimin )

    Pertanyaan yang ketiga. Antum Hendaknya mempelajari ilmu ushulut dien ( Pokok Ajaran Agama ) Ahksan antum meliat referensi kitab pada kolom referensi kitab untuk pemula. Wallohul muwafiq.

    Jika kurang jelas ahksan antum menghubungi email kami. atau akan lebih istiqomah jika antum mendaftar ke milis annashihah group/ salafy indonesia group, yang diasuh oleh para asatidz ahlu sunnah , Allohua’am bishowab.

  26. Abu Muhammad said

    Assalamu’alaikum, ana minta tolong kirimi ke Email ana file kitab Mukhtashor Zaadul Maad Karya Asy Syeikh At Tamimi.
    Sebelumnya sukron katsiron atas kirimanya, barakallahu fik.

    Waalikumussalam Warohmatulloh, Antum Bisa Download dikolom download kitab arab, insyalloh ada.

  27. Abu ahmad said

    jazakallah atas kitabnya ..

    Waiyyakum Ahki.

  28. abu aisyah haryono sby said

    bismillah
    ana ucapkan jazaakallah atas penyediaan kitabnya
    wa fiyka barakallah

    Wa anta kadzalik, Semoga bermanfaat.

  29. abu abdirrahim said

    jazakumullahu khairan atas segalanya, semoga menjadi berkah buat kaum muslimin…

    Wa anta kadzalik Ya Aba Abdirahim, Semoga Bermanfaat.

  30. abu hafiz said

    ada e book pelajaran baca qur’an semisal iqro qiroati gak akh ? insyaAllah kalo antum bisa mengupayakan tentunya besar di sisi Allah, dan kalo ada mohon kirim ke imel saya di estawar@gmail.com jazakallahu khoiron wabarokallohu fiikum

    Ada Rekaman Dars Douroh Tajwid, Bagaimana Ahki?

  31. Ibnu Yusuf Al-Balimbanji said

    Assalamu’alaikum warohmatulloh. . .

    salam ta’aruf dari ana. afwan, apa Antum punya e-book yang berkaitan dengan masalah pajak di mata syariat? jikalau ada, mohon dishare ke ana ya akhol kariim. . .

    barokallohu fiik wa jazaakallohu khoiron

    Afwan untuk soft file belum mempunyainya, antum bisa cari di link terkait.

  32. bay said

    syukron atas download kitabnya mudah2an bermanfaat bagi saya dunia dan akhirat.. dan buat antum mudah2an Allah membalas dengan sebaik2nya…. amin

    Walhamdulillah, Semoga Keistiqomahan beserta antum dan kesabaran menyertai antum dalam menghadapi cobaan Alloh Ta’ala.

  33. musa said

    tlng ana dicarikan alamat download terjemah alfiyah ibnu malik/syarhnya.syukron.tlng bls ke e-mail.

    Insyalloh bi’aunihi ta’ala.

  34. assalamu’alaikum wr. wb.
    sukron atas semuanya sy jadi bs belajar bahasa arab lebih awal

    Waalaikumussalam Warohmatulloh, Semoga Alloh anugerahkan keistiqomahan pada antum.

  35. gani said

    ijin download, semoga bermanfaat

    Tafadzol Semoga Bermanfaat.

  36. Anonymous said

    tentang batalnya sholat

    Bagaimana Ahki?

  37. rio said

    assalamualaikum wr wb,…
    saya sangat senang dan merasa pas untuk belajar ttg agama ini sesuai pemahaman anda..
    saya tinggal di bandung, mohon di tunjukkan tempat agar saya bisa belajarnya secara langsung,kalau bisa ada orang yang bisa dihubungi..
    trimakasih infonya, mohon di balas lewat email atau sms ke 081809766057

    Waalikumussalam Warohmatullohi Wabarokatuh,
    Walhamdulillah,
    قَالَ :إِذَا كَانَ أَحَدُكُمْ مَادِحًا صَاحِبَهُ لاَ مَحَالَةَ فَلْيَقُلْ: أَحْسِبُ فُلاَنًا وَاللهُ حَسِيْبُهُ وَلاَ أُزَكِّيْ عَلَى اللهِ أَحَدًا أَحْسِبُهُ -إِنْ كَانَ يَعْلَمُ ذَاكَ- كَذَا وَكَذَا

    “Apabila seseorang harus memuji saudaranya, katakanlah: ‘Aku kira Fulan .. dan Allahlah yang mengawasi perbuatannya. Dan aku tidak akan memuji seseorang dihadapan Allah’. Apabila seseorang mengetahui hendaklah berkata: ‘Aku kira begini dan begini’.”

    Semoga Keberkahan beserta kehidupan antum dan Alloh Ta’ala Tambahkan ilmu bermanfaat dan amal yang diterima kepada kita semua, ahki yang budiman antum bisa datang ke jadwal kajian dibawah ini di bandung, ahksan jika antum bisa kontak dulu ke penyelengaranya tentang waktu serta adab-adab yang lain dalam mengikuti majlis.

    Insyalloh, berikut jadwal kajian Ahlussunnah wal Jama’ah di kota Bandung dan sekitarnya:

    1. Fikih/Akidah
    Waktu : Ahad, pukul 13:30 WIB – 15:00 WIB
    Materi : – ‘Umdatul Ahkam, karya Asy-Syaikh Abdul Ghani Al Maqdisi
    – Al Fawaid, karya Al Imam Ibnu Qayyim Al Jauziyah
    Pengajar : Al Ustadz Abu Ibrahim Muhammad Mundzir (pengajar ma’had Adhwa’us Salaf)
    Lokasi : Masjid LIPI, Jl. Cisitu No.21/154D (Komplek LIPI), Dago, Bandung*
    Peserta : Umum (Ikhwan/Laki-laki dan Akhwat/Perempuan)

    2. Akhlak
    Waktu : Ahad, pukul 15:00 WIB – 16:30 WIB
    Materi : Syarah Riyadhush Shalihin, karya Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin
    Pengajar : Al Ustadz Abu Hamzah Yusuf Al Atsary (mudir ma’had Adhwa’us Salaf )
    Lokasi : Masjid LIPI, Jl. Cisitu No.21/154D (Komplek LIPI), Dago, Bandung
    Peserta : Umum (Ikhwan/Laki-laki dan Akhwat/Perempuan)

    3. Manhaj/Pernikahan
    Waktu : Ahad pekan ke-4, pukul 15:00 WIB – 16:30 WIB
    Materi : Kitabu Nikah
    Pengajar : Al Ustadz Abu Najm Khathib (mudir ma’had An-Nuur, Ciamis)
    Lokasi : Masjid LIPI, Jl. Cisitu No.21/154D (Komplek LIPI), Dago, Bandung
    Peserta : Umum (Ikhwan/Laki-laki dan Akhwat/Perempuan)

    4. Fikih/Akidah
    Waktu : Rabu, pukul 17:00 WIB s.d. selesai
    Materi : -Sifat wudhu Nabi
    -Firqatun Najiyah, karya Asy-Syaikh Muhammad bin Jamil Zainu
    Pengajar : Al Ustadz Abu Marwan (pengajar ma’had Adhwa’us Salaf )
    Lokasi : Masjid Syamsul ‘Ulum, IT Telkom, Jl. Telekomunikasi no. 1, Bandung
    Peserta : Umum (Ikhwan/Laki-laki dan Akhwat/Perempuan)

    5. Fikih/Akidah
    Waktu : Senin dan Kamis, ba’da Dhuhur s.d. selesai
    Materi : – Subulus salam, karya Al Imam Ash-Shan’ani
    – Lum’atul I’tiqad, karya Al Imam Abdullah Ibnu Qudamah al Maqdisy
    Pengajar : Al Ustadz Abu Ibrahim Muhammad Mundzir
    Lokasi : Masjid Anwarus Salaf, Jelekong, Baleendah, Kab. Bandung
    Peserta : Umum (Ikhwan/Laki-laki dan Akhwat/Perempuan)

    6. Tafsir
    Waktu : Kamis, ba’da Maghrib s.d. Isya
    Materi : Tafsir Al Fatihah wa Al Baqarah wa Juz ’Amma , karya Asy-Syaikh Muhammad
    bin Shalih Al Utsaimin
    Pengajar : Al Ustadz Abu Hamzah Yusuf Al Atsary
    Lokasi : Masjid Al-Firdaus, Blok A Perum Manglayang Regency, Desa Cimekar,Cileunyi,
    Kab. Bandung
    Peserta : Umum (Ikhwan/Laki-laki dan Akhwat/Perempuan)

    7. Tafsir
    Waktu : Jum’at, Ba’da Maghrib s.d. Isya
    Materi : Tafsir Al Fatihah wa Al Baqarah wa Juz ’Amma , karya Asy-Syaikh Muhammad
    bin Shalih Al Utsaimin
    Pengajar : Al Ustadz Abu Hamzah Yusuf Al Atsary
    Lokasi : Masjid Baitullah, Blok E Perum Manglayang Regency
    Peserta : Umum (Ikhwan/Laki-laki dan Akhwat/Perempuan)

    8. Tahsin
    Waktu : Sabtu, Ba’da Maghrib s.d. Isya
    Materi : –
    Pengajar : Al Ustadz Abu Khaulah Rasyid (pengajar ma’had Adhwa’us Salaf)
    Lokasi : Masjid Baitullah, Blok E Perum Manglayang Regency
    Peserta : Umum (Ikhwan/Laki-laki dan Akhwat/Perempuan)

    9. Hadits
    Waktu : Setiap hari, ba’da Dhuhur s.d. selesai
    Materi : Syarah Arba’in Nawawi, karya Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin
    Pengajar : Al Ustadz Abu Marwan
    Lokasi : Masjid Imam Asy-Syafi’i, Ma’had Adhwa’us Salaf**, sebelah Perum Manglayang Regency. Peta lokasi bisa dilihat di http://adhwaus-salaf.or.id
    Peserta : Umum (Ikhwan/Laki-laki)

    10. Hadits
    Waktu : Senin-Sabtu, ba’da Ashar s.d. selesai
    Materi : Shahih Bukhari, karya Al-Imam Bukhari
    Pengajar : Al Ustadz Abu Hamzah Yusuf Al Atsary
    Lokasi : Masjid Imam Asy-Syafi’i, Ma’had Adhwa’us Salaf
    Peserta : Umum (Ikhwan/Laki-laki)

    11. Akidah
    Waktu : Senin, Selasa dan Sabtu, ba’da Maghrib s.d. ba’da ’Isya
    Materi : Qaulul Mufid Syarah Kitabu Tauhid, karya Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih Al
    Utsaimin
    Pengajar : Al Ustadz Abu Hamzah Yusuf Al Atsary
    Lokasi : Masjid Imam Asy-Syafi’i, Ma’had Adhwa’us Salaf
    Peserta : Umum (Ikhwan/Laki-laki)

    12. Hadits/Fikih
    Waktu : Ahad, Rabu dan Jum’at, ba’da Maghrib s.d. ba’da ’Isya
    Materi : – Shahih Muslim, karya Al Imam Muslim
    – ‘Umdatul Ahkam, karya Asy-Syaikh Abdul Ghani Al Maqdisi
    Pengajar : Al Ustadz Abu Ibrahim Muhammad Mundzir
    Lokasi : Masjid Imam Asy-Syafi’i, Ma’had Adhwa’us Salaf
    Peserta : Umum (Ikhwan/Laki-laki)

    13. Hadits
    Waktu : Kamis, ba’da Maghrib s.d. ba’da ’Isya
    Materi : Syarah Arba’in Nawawi, karya Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin
    Pengajar : Al Ustadz Abu Marwan
    Lokasi : Masjid Imam Asy-Syafi’i, Ma’had Adhwa’us Salaf
    Peserta : Umum (Ikhwan/Laki-laki)
    14. Tafsir
    Waktu : Senin, Rabu, Jum’at dan Sabtu, ba’da Shubuh s.d. selesai
    Materi : Taisir Karim ar-Rahman fi Tafsir Kalam al-Mannan, karya Syaikh Abdurrahman
    bin Nashir As Sa’di
    Pengajar : Al Ustadz Abu Hamzah Yusuf Al Atsary
    Lokasi : Masjid Imam Asy-Syafi’i, Ma’had Adhwa’us Salaf
    Peserta : Umum (Ikhwan/Laki-laki)

    15. Akidah
    Waktu : Ahad, Selasa dan Kamis, ba’da Shubuh s.d. selesai
    Materi : Al Fawaid, karya Al Imam Ibnu Qayyim Al Jauziyah
    Pengajar : Al Ustadz Abu Ibrahim Muhammad Mundzir
    Lokasi : Masjid Imam Asy-Syafi’i, Ma’had Adhwa’us Salaf
    Peserta : Umum (Ikhwan/Laki-laki)

    16. Nasihat
    Waktu : Setiap Jum’at, pukul 16.00 WIB s.d. selesai
    Materi : Nashihati lin Nisaa`, karya Ummu ’Abdillah Al Wadi’iyyah
    Pengajar : Al Ustadz Abu Ibrahim Muhammad Mundzir
    Lokasi : Aula akhawat, Ma’had Adhwa’us Salaf
    Peserta : Umum (Akhwat/Perempuan)

    17. Akidah dan Fiqih
    Waktu : Setiap Sabtu, pukul 10.00 WIB s.d. selesai
    Materi : –
    Pengajar : Al Ustadz Abu Hamzah Yusuf Al Atsary
    Lokasi : Aula akhawat, Ma’had Adhwa’us Salaf
    Peserta : Umum (Akhwat/Perempuan)

    (*) Rute Angkutan umum ke LIPI, Bandung :
    (i) Dari Terminal Cicaheum & Gasibu (Gedung Sate)
    Naik angkot jurusan Cicaheum-Ciroyom, turun di jalan Siliwangi. Jalan sedikit ke jalan Sangkuriang. Jalan terus sepanjang jalan Sangkuriang (-/+ 150 m) sampai kompleks LIPI, masjid LIPI ada di dalam
    (ii) Dari Terminal Leuwi Panjang
    Naik angkot jurusan Leuwi Panjang-Kalapa, kemudian naik angkot Kalapa-Dago turun di Simpang Dago. Jalan ke jalan Sangkuriang. Jalan terus sepanjang jalan Sangkuriang (-/+ 150 m) sampai kompleks LIPI, masjid LIPI ada di dalam
    (iii)Dari Stasiun KA Bandung
    Naik Angkot jurusan Stasiun-Dago, turun di Simpang Dago. Jalan ke jalan Sangkuriang. Jalan terus sepanjang jalan Sangkuriang (-/+ 150 m) sampai kompleks LIPI, masjid LIPI ada di dalam

    (**) Rute Angkutan umum ke ma’had Adhwa’us Salaf, Bandung :
    (i) Dari Terminal Cicaheum
    Naik angkot jurusan Cicaheum-Cileunyi, turun di jalan raya Cinunuk, ada plang Perum Manglayang Regency atau turun di Rumah Makan Suka Hati. Kemudian naik ojek ke ma’had Adhwa’us Salaf
    (ii) Dari arah Jakarta
    Naik bus jurusan Garut, Tasikmalaya, dll. turun di pasar Cileunyi atau di lampu merah setelah pintu tol Cileunyi. Kemudian naik ojek ke ma’had Adhwa’us Salaf
    (iii) Dari arah Sumedang, Garut, Tasikmalaya, dll.
    >Naik bus jurusan Bandung, turun di jalan raya Cinunuk, ada plang Perum
    Manglayang Regency atau turun di Rumah Makan Suka Hati. Kemudian naik
    ojek ke ma’had Adhwa’us Salaf
    >Naik bus jurusan Jakarta, turun di halte bus sebelum pintu tol Cileunyi
    Kemudian naik ojek ke ma’had Adhwa’us Salaf

    Penyelenggara :
    Ma’had Adhwa’us Salaf
    Desa Cimekar, Kecamatan Cileunyi, Kabupaten Bandung
    E-mail : info@adhwaus-salaf.or.id
    Kontak : Ma’had Adhwa’us Salaf, Telp.(022) 7026 9125
    Abu Fath, Telp.08127574608

  38. rio said

    Assalamu’alaikum wr wb..
    maaf,ada yang mau di tanyain lagi..
    kalau kita bernadzar, setelah hal yang di maksudkan tercapai, tentu harus dilakukan nadzar tersebut. sy bernadzar akan membeli sesuatu. setelah tercapai yg sy harapkan, sy kebingungan mencari barang yang saya maksud, karena jarang ditemui..
    jadi sy harus bagaimana…
    kalau dengan membeli barang yang laen,bukan yg di maksud tetapi memiliki fungsi yang agak berbeda sedikit bagaimana hukumnya…

    jzkmlh khrn….

    Waalaikumussalam Warahmatulloh,
    Bismillah,
    Didalam pembahasan nazar padanya dikembalikan kepada hukum asal dari urusan nazarnya, Jika nazarnya sesuatu yang mubah maka demikian hukumnya, Jika Sunnah demikian pula hukumnya, jika wajib makan harus ditunaikan sesuai dengan syarat-syarat kewajibanya, jika nazarnya sesuatu yang harom maka harom hukumnya ditunaikan dan Wajib bagi pelaku nadzar jenis ini untuk membatalkan nadzarnya dan membayar kaffarah sumpah sebagaimana sabdanya:

    لا وفاء لنذر في معصية

    “Tidak boleh menunaikan nadzar dalam rangka bermaksiat kepada Allah.” HR. Muslim nomor 1641,

    من نذر نذرا في معصية, فكفارته كفارة يمين

    “Barangsiapa yang bernadzar dalam rangka bermaksiat kepada Allah, maka (hendaknya dirinya membayar) kaffarah sumpah.”HR. Abu Dawud nomor 3322

    Untuk pertanyaan antum dikembalikan kepada apa yang mau dibeli, kalau barang itu sesuatu sebagai penyempurna kewajiban kepada Alloh maka wajib menunaikan,
    Apabila sesuatu yang akan dibeli bersifat sunnah maka insyalloh tak mengapa diganti barang yang setara dengan fungsinya, Dan demikian seterusnya sebagaimana penjelasan diatas.

    Akan tetapi sebagaimana firman Allah ta’alaa :
    “Mereka menunaikan nazar dan takut akan suatu hari yang azabnya merata di mana-mana.” Al Insaan ayat 7. ayat ini menunjukan perbuatan menunaikan nadzar merupakan sesuatu yang dipuji oleh Allah ta’laa maka jika itu suatu kebajikan maka ahksan ditunaikan semampunya.

    Dan Nazar antum termaksud nazar muqoyyad, maka bagi mereka yang sering bernadzar adalah hendaknya nadzar jangan dijadikan kebiasaannya, dikarenakan terkadang pelaku nadzar tidak mampu menunaikannya dengan sempurna dan dalam pelaksanaannya mengandung banyak kesalahan dan kekurangan, sehingga dirinya terjatuh dalam dosa, silahkan direnungkan sabda Shollohualaihi wa sallam dibawah ini,

    وَإِنَّمَا يُسْتَخْرَجُ بِهِ مِنْ الْبَخِيلِ

    “Sesungguhnya nadzar hanyalah berfungsi agar orang yang pelit beramal mau untuk beramal.”HR. Muslim nomor 3095.Allohu a’lam Bishowab

  39. ujang Uul said

    Alhamdulillah….. akhrnya dapet juga situs seperti ini, barakallahu fikum..

    Wallohul Muwaffiq Ya Ahki.

  40. rio said

    assalamu’alaikum wr wb..
    ada yg mau ditanyain lg soal shalat..
    sejak pindah kerja di bandung, shalatnya tidak bisa di masjid karena lokasinya jauh dari area kantor, jadi shalatnya berjamaah di salah satu ruangan yang di jadikan mushola,hukumnya bagaimana?
    kemudian saat kita makmum masbuk,misalnya berdua atau lebih, kebiasaan di kantor stlh imam salam,makmum masbuk itu menjadikan salah 1 nya imam. pada kondisi seperti itu, yang sesuai tuntunan shalat nabi saw bagaimana..?
    saya baru ikut bbrp kali kajian di salafy,kalau ada keinginan menikah dengan akhwat salafy itu bagaimana ya soalnya sy belom kenal dengan yang lain..

    1.Ahki Yang Budiman Lembaga Fatwa Ulama Saudi Arabia ketika ditanya bagaimana hukum shalat berjama’ah di kantor?
    Jawaban: Sudah menjadi ketetapan Rosul Alaihi Sholatu Wassalam baik berupa perbuatan maupun perkataan, bahwa beliau bersama sahabat menjalankan shalat jama’ah di masjid, bahkan beliau berniat akan membakar rumah orang yang tidak berjama’ah di masjid. (Lihat Fatawa Islamiyah)

    Demikian Pula Perintah Alloh untuk sholat bersama-sama kaum muslimin Sebagaimana FirmanNya:
    .وَأَقِيمُوا الصَّلاةَ وَآتُوا الزَّكَاةَ وَارْكَعُوا مَعَ الرَّاكِعِينَ
    Dan dirikanlah salat, tunaikanlah zakat dan rukuklah beserta orang-orang yang rukuk.Albaqoroh ayat 43.

    Untuk itu ahki hukumnya wajib bagi kaum pria muslim untuk sholat berjamaah di Masjid, Adapun Jika ada udzur syar’i yang dibolehkan maka tak mengapa tidak berjamaah dan sholat dikantor.
    Ahksan antum cari masjid yang masih terdengar adzan dekat kantor, Dan kemungkinanya kecil sekali untuk zaman sekarang ini tiada masjid yang dibangun pada pusat keramaian.
    Kalau tiada satupun masjid yang tak terdengar adzanya maka boleh antum sholat ditempat antum bekerja dan berjamaah dengan karyawan lainya serta akan lebih baik kalau perusahaan antum membuat Mushola untuk menghindari karyawan sholat secara sendiri-sendiri.Wallohu A’lam Bishowab.

    2.Tak Mengapa Sebagaimana Keumuman dalil Sholat berjamaah dan hal yang antum alami sebagaimana Sabda Nabi:
    أَنَّ رَجُلًا دَخَلَ الْمَسْجِدَ وَقَدْ صَلَّى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِأَصْحَابِهِ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ يَتَصَدَّقُ عَلَى هَذَا فَيُصَلِّيَ مَعَهُ فَقَامَ رَجُلٌ مِنْ الْقَوْمِ فَصَلَّى مَعَهُ
    “Seorang laki-laki masuk ke dalam masjid sedang Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dan para sahabatnya telah melakukan shalat, maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pun bersabda: “Barangsiapa ingin bersedekah kepada orang ini hendaklah dia shalat bersamanya, ” lalu berdirilah seorang laki-laki dan shalat bersamanya.” (HR. Ahmad no. 10980)

    Sebagai Catatan Jika ada yang terlambat shalat lalu mendapati seorang masbuk yang masih shalat,dan berjumlah lebih dari satu maka hendaknya mereka berjamaah sendiri dan tidak perlu mengikut kepada yang masbuk tadi. Wallahu a’lam Bishowab.

  41. faozi said

    assalamu’alaikum wr. wb.
    di mna bs dpatkan kitab “Al manhalun nadloh” fi iftilafil asyyah fil faqotul assafi’i(kitab karangan imam syafi’i)
    kitab-kitab karangan imam abu abdullah muhammad bin yusuf alsanusi ap saja.., di mana bs mndpatkannya?
    mohon infoya,trima kasih.
    wassalamu’alaikum wr. wb.

    Waalaikumussalam Warohmatulloh, Afwan Kami belum mengetahuinya.

  42. Someone said

    Nice info thanks for your effort, my english is not very good but i understand much, thanks again

    No Problem Ahki, Please keep this manhaj always, Barokallohufiekum.

  43. zey said

    bismillah, afwan ana udah donlod ebook mushaf, tapi hasil dari donlod bukan mushaf Al-Quran bahkan kitabnya ust.Abu Hamzah Bahasa Arab, ana mohon tuk bisa di donlod lagi mushafnya….

    Antum coba lagi ahki, insyalloh bisa.Wallohulmuwafiq

  44. Bismillah. Assalaamu’alaikum.
    Ada terjemah kitab Qaulul Sadid tidak? atau terjemahnya kitab Qaulul Mufidnya Syaikh al-‘Utsaimin.
    Jazaakallaahu khairan.

    Waalaikumussalam Warohmatulloh, Ana Tidak Punya, Coba antum cari di katalog penerbit Gema Ilmu.com dan link terkait.Wallohua’lam Bishowab

  45. Firman said

    Terjemahan shohih bukhori ada tdk? Klo ada tlong infony, atau kirim k e mail saya, sukran.

    Terjemah imam bukhari, ana memperhatikan ada saudara kita yang telah menterjemahkan dalam bentuk sofware, antum bisa cari ditoko cd sofware ini , coba antum ke Alilmu.com

  46. angka setiawan said

    asslamu’alaykum,
    ustdz sblumnya mksih ustadz untuk wktunya,
    ana sdkit bercrita nih ustadz, alhamdulillah ana sdah knal salaf, dan trasa skali dmpaknya mengamalkan yg haq, smkin hari ana smkin yakin akan manhaj ini, tpi smkin hari ana jga smkin mrasa bodoh tntang ilmu kbenaran, biasanya si ana mngambil ilmu dri buku yg ana pnjam dri tman ana mklum ustadz ana ada kndala dana, dan sya kira ini krang maksimal, kdang klo ana blum slesai bca udah dminta sma pmiliknya.
    Ustadz bisa ksih saran tntang mslah ini, ato ustadz bisa ga tunjukin ana tmpat tmpat kajian yg bermanhaj salaf?
    Syukron ya ustadz, jaazakallahu khoiron.

    Waalaikumussalam Warohmatulloh,
    Walhamdulillah ya ahki yang baik hati, Rosul memberikan suri tauladan terbaik tentang berbagai peristiwa yang kita alami diantaranya adalah apa yang antum alami ini, Rosul Bersabda dalam Rowahu Muslim :

    احرص على ما ينفعك واستعن بالله ولا تعجزن، وإن أصابك شيء فلا تقل : لو أني فعلت لكان كذا وكذا، ولكن قل : قدر الله وما شاء فعل، فإن ” لو ” تفتح عمل الشيطان

    “Bersungguh-sungguhlah dalam mencari apa yang bermanfaat bagimu, dan mohonlah pertolongan kepada Allah (dalam segala urusanmu), dan janganlah sekali-kali kamu bersikap lemah, dan jika kamu tertimpa suatu kegagalan, maka janganlah kamu mengatakan : “seandainya aku berbuat demikian, tentu tidak akan begini atau begitu’”, tetapi katakanlah : “ini telah ditentukan oleh Allah, dan Allah akan melakukan apa yang Ia kehendaki”, karena kata “seandainya” itu akan membuka pintu perbuatan syetan.”

    Jangan antum berlaku lemah, akan tetapi bersemangatlah karena niat dan semangan dalam kebenaran adalah awal terciptanya kebaikan dan kebenaran dalam diri, para ulama menyebutkan niat dan bersemangat denganya merupakan sepertiga bagain atasnya, perhatikanlah bagaimana Alloh memberikan hiburan kepada mereka yang dalam kekurangan dengan firmaNya:

    وَلا تَهِنُوا وَلا تَحْزَنُوا وَأَنْتُمُ الأعْلَوْنَ إِنْ كُنْتُمْ مُؤْمِنِينَ
    Janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah (pula) kamu bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi (derajatnya), jika kamu orang-orang yang beriman.(Qs.Ali imron 139)

    Insyalloh datangilah kajian kajian salaf disana, banyak ikhwah yang berkenan dengan kesulitan antum ini, karena muslim yang benar imanya adalah saling menguatkan satu dengan yang lainya,insyalloh. terlampir alamat kajian dikota kota mungkin antum butuhkan Wallohua’lam.

  47. bahtiar said

    saya nyari terjemah kitab kitab fiqh

    Antum, Bisa meliat toko online disana ada Mulahkos Figh 2 jilid syeikh Fauzan, kalau download ana belum mengetahuinya.

  48. bahtiar said

    terjemahan kitab fathul muinnya mana?????????????????????????????????????????????

    Wallohu a’lam. ana tidak mempunyainya

  49. miftahul said

    assalamu’alaikum,,,,, mohon ustadz ridloi aku dalam meng-copy file2 ini agar bermanfaat.. trimakasih banyak ustadz..

    Waalaikumusslam warohmatulloh, tafadzol ahki. Barokallohufiekum

  50. Yasin said

    ustadz, numpang download. Syukron

    Silahkan Ahki, Wallohulmuwafiq

  51. Muhammad Abdurrofi said

    Assalamu’alaikum…..
    Ana kepingin terjemah kitab maratus solihah…. dimana ana bisa dapat….
    Sukron…. Wassalamu’alaikum… wr wb..

    Waalaikumussalam Warohmatulloh, Afwan ana tidak faham dimana antum dapatkan ahki.Mungkin kalau terjemahan ahksan memilih di gemailmu.com tentang nasehat untuk wanita juga bagus,

  52. juand said

    Assalamu a’laikum warahmatullahi wabarakatuh.. ijin Download akhi.. ana pengen belajar.. moga smua ini menjadi ladang ibadah buat kita.. aamiin.. syukron akhi…barakallahu fiikum

  53. BUDI ANDRE BUDI said

    afwan jidan sebelomnya ana mengutip tulisan diatas Asslm.wr.wb ada e book pelajaran baca qur’an semisal iqro qiroati gak akh ? insyaAllah kalo antum bisa mengupayakan tentunya besar di sisi Allah, dan kalo ada mohon kirim ke imel saya di kusuma.andri@gmail.com jazakallah

  54. abu hudzaifah said

    jazakallahu khoiron
    atas link downloadnya syukron

    Waiyyakum ahkiy.

  55. abuerzha said

    Assalamualaykum..afwan yaa akhy ..ana mo ikut donlod..teruskan dakwah yg mulia ini..tegakkan Tauhid dan Sunnah..ana selalu mendukung perjuangan antum..

    salam ukhuwah..syukron wa Jazzakumulloh khayran
    wassalamualaykum..

    Waaliaykumussalam warohmatulloh, falyatafadzol ahki semoga bermanfaat.

  56. suranto.BP.mumtaz said

    sebenarnya ada apa g` sih . . . . . . . . . . . istilah pacaran dalam agama islam itu?

    Bismillah,
    Istilah pacaran adalah laisa minal islam jadi tidak disyariatkan dalam agama.Barokallohufikum.

  57. anti said

    assalam..wr.wb.
    syukran katsiran ya akhi ana udah download kitab dari sini,
    kalau masalah debatnya afwan ana g ngikuti,ana rasa tempatnya kurang tepat,coba kasih tempat khusus saja,dan ana mau mesan nih,kalau anta punya kitab takhbirut taysir fiqira ati imamil asyarah,tolong ana dikirimi,dan ana juga butuh kitab ushulut tafsir,nama kitabnya terserah aja deh,wassalam

    Waalaikumussalam Warohmatulloh,
    insyalloh homepage ini menghindari jidal tanpa faedah dan telah disaring perkataan yang kurang baik,ana tidak punya kitab tersebut, kalau ushul tafsir milik syeikh Utsaimin di link download kitab ada disana kumpulan karya syaikh utsaimin.Wallohu a’lam.

  58. budiman cilacap said

    bismillah,
    jazaakallahu khayran buat filenya akh, smoga bermanfaat.
    baarakallahu fiykum

    Waiyyakum Ahki.

  59. Angga said

    Assalamua’laikum

    Bang, ada yg punya terjemah kitab al umm ga, karangan imam syafi’i

    wassalam

    Abuamincepu: Afwan tidak punya.Ada Kitab Arobnya Ahkiy.

  60. rio said

    Assalamualaykum……..
    ada yg mau ane tanyain, di kantor ada bekas minyak yang udah tidak dipakai,menurut yang berwenang akan dibuang tapi tidak ada tempatnya jadi kl karyawan yang mau ambil boleh2 saja tapi tidak semua karyawan tahu. waktu mau pulang lewat security,karena security tidak tahu, kadang tidak bisa dibawa. jadi bagaimana ya hukumnya barang itu ustadz….
    Sukron…. Wassalamu’alaikum… wr wb..

    Abuamincepu:

    Waalaykumussalam Warohmatulloh, Saudara Rio yang budiman,
    Bismillah,
    Memanfaatkan barang milik perusahaan untuk kepentingan pribadi adalah satu hal yang terlarang karena benda-benda tersebut adalah milik perusahaan.
    Dalilnya adalah bahwa Nabi melarang ghulul. Ghulul adalah tindakan seorang yang memanfaatkan, untuk keperluan pribadinya, sebagian harta rampasan perang yang masih menjadi milik umum, seluruh tentara yang ikut perang.
    Jika Prusahaan meng izinkan dengan secara tertulis dan disetujui oleh pemilik perusaan maka boleh, akan tetapi jika yang mengizinkan hanya direktur/kepala kantor perusahaan yang tidak disahkan adanya keputusan pemiliknya maka tetap terlarang,karena kepala kantor tidak memiliki kewenangan terkait pemanfaatan barang perusahaan untuk pribadi. Wallohu A’lam, Maroji’ Liqa` Al-Bab Al-Maftuh,Syeikh Utsaimin dengan beberapa tambahan.

  61. abu kalya said

    assalamu’alaykum
    akh kariim, apa antum punya kitab tuhfatus tsaniyah versi terjemahan ?
    jazakallahu khoir

    Waaalikumussalam Warohmatulloh,
    Abu Kalya ana tidak mempunyainya setahu ana ada buku terjemahannya antum bisa kontak ihkwah di GEMAILMU Yogya linknya ada di toko salaf.

  62. Aldo Suejatmiko said

    Assalamu’alaikuuuuuuum Wr. Wb…???
    sebelumnya saya minta maaf kalu lancang bicaranya, semoga tidak menjadikan amal buruk pada saya termasuk dan orang2 islam lainnya. disini saya mau bertanya dan ingin sekali bersilaturrahmi kepada kawan-kawan se iman se perjuangan Aswaja…. dan semoga kita selalu dapat bimbingan serta inayahNya fiddini wadunya hattal akhiroh… amin..
    pertama saya mau menanyakan tentang perbedaan WAJIB FARDLU sama RUKUN, tolong jelaskan?

    kedua: Ada janda yang ditinggal mati suaminya lalu dinikahi sama orang lain, apakah pernikahan itu sah? lalu di di akhirat sana janda tersebut menjadi miliknya siapa? si suami pertama atau suami kedua.

    mohon kalu ada hadist atau kitab yang menyangkut hal ini di beritahukan nama kitab dan halamannya.
    trima kasih wassalamu’alaikum Wr. Wb

    Abu Amin Cepu
    Waalaikumusslam Warohmatulloh, Bismillah
    1. Pengertian Wajib ( الواجب ) secara bahasa : ( الساقط واللازم ) “yang jatuh dan harus”.
    Dan secara istilah :”Apa-apa yang diperintahkan oleh pembuat syari’at dengan bentuk
    keharusan”, seperti sholat lima waktu dan Kewajiban Lainya .

    Sedangkan Rukun menurut bahasa adalah sebagaimana yang disebutkan Ibnu Manzhur dalam kamus Lisan al-Arab. Ibnu Manzhur mengatakan,

    وَرُكْنُ الشَّيْءِ جَانِبُهُ الأَقوَى، والرُّكْنُ النَّاحِيَةُ الْقَوِيَّةُ وَمَا تَقَوَّى بِهِ مِنْ مَلِكٍ وجُنْدٍ وَغَيْرِهِ.
    “Rukun sesuatu artinya sisinya yang paling kuat. Rukun adalah bagian yang kokoh dan elemen-elemen yang memperkuat sesuatu (negara) berupa raja, pasukan dan lainnya.”Lisan al-Arab.

    Adapun rukun menurut istilah (Fuqaha dan Ushuliyyin) didefinisikan sebagai berikut.

    اَلرُّكْنُ: مَا لاَ بُدَّ لِلشَّيْءِ مِنْهُ فِيْ وُجُوْدِ صُوْرَتِهِ عَقْلاً، إِمَّا لِدُخُوْلِهِ فِيْ حَقِيْقَتِهِ، أَوْ لاِخْتِصَاصِهِ بِهِ.
    “Rukun adalah sesuatu yang menjadi keharusan sesuatu yang lain untuk bentuk wujudnya secara lahir. Adakalanya ia menjadi bagian dari hakikatnya atau ia menjadi kekhususannya.”al-Buhuts al-Islamiyah, 22/146

    Misal : Rukun “Laa ilaaha illallah” Laa ilaaha illallah mempunyai dua rukun:
    Pertama :An-Nafyu atau peniadaan: “Laa ilaha” membatalkan syirik dengan segala bentuknya dan mewajibkan kekafiran terhadap segala apa yang disembah selain Allah.
    Kedua :Al-Itsbat (penetapan): “illallah” menetapkan bahwa tidak ada yang berhak disembah kecuali Allah dan mewajibkan pengamalan sesuai dengan konsekuensinya.
    Makna dua rukun ini banyak disebut dalam ayat Al-Qur’an, seperti firman Allah Subhanahu wa Ta’ala
    “Artinya : Karena itu barangsiapa yang ingkar kepada thaghut dan beri-man kepada Allah, makasesungguhnya ia telah berpegang kepa-da buhul tali yang amat kuat …” [Al-Baqarah: 256]

    2.Jika pernikahanya memenuhi syarat sahnya nikah maka sah dan janda tersebut bersama suami teahkirnya.Rasulullah Shallallahu alaihi wa aalihi wasallam Bersabda :

    «المَرْأَةُ لآخِرِ أَزْوَاجِهَا»

    “seorang wanita bersama suami terakhirnya.”

    (Dikeluarkan Ath-Thabarani dalam “al-mu’jam al-ausath” (3/275),Hadits ini dishahihkan Al-Albani dalam silsilah Ash-shahihah (3/275). Wallohu A’lam Bishowab.

  63. ali pasha said

    ASSALAMU’ALAIKUM WAROHMATULLAI WABAROKATUH…
    KAMI UCAPKAN BANYAK TERIMA KASIH ,SEMOGA ALLAH SWT MEMBALAS AMAL IBADAH AFWAN….
    WASSALAMU’ALAIKUM WAROHMATULLAI WABAROKATUH.

    Waaalikumussalam Warohmatullohi Wabarokatuh, Walamdulillah, Waiyyakum Ahki.

  64. apa tidak ada kitab terjemahan fathul mu’in, taqrib, dll??
    Afwan Tidak Punya.

  65. Aldo Suejatmiko said

    Assalamualaikum, kang koirul terjemahannya kitab fathul mu’in atau taqrib dll kan banyak di toko-toko kitab to.

    oh iya saya sudah puas dengan jawabannya, tapi belum disebutkan FARDLU itu Apa? mohon dijelaskan ? dan adakah ketergantungan 1 sama lainnya antara WAJIB RUKUN sama FARDLU.

    trima kasih pak yai?

    wassalamu’alaikum Wr. Wb

    Abu Amin Cepu
    Waalaikumussalam Warohmatulloh,Bismillah
    فَرْض merupakan masdar dari kata فَرَضَ – يفْرض yang mempunyai makna :kewajiban. Jadi fardhu merupakan sinonim dari wajib,

    Keterkaitan anatar satu dengan yang lainya kita ambil Permisalan Puasa Ramadhan :

    1.Puasa Ramadhan : Fardhu Ain (Wajib bagi setiap muslim)
    2.Syarat Wajib Puasa: Beragama Islam, Baligh, Berakal sehat,Tidak dalam haid, nifas , Dst
    3.Rukun Puasa : Niat puasa pada tiap-tiap malam di bulan Ramadhan, Meninggalkan pembatal puasa mulai terbit fajar sampai terbenamnya matahari.

    Semoga Alloh mudahkan untuk antum dalam memahaminya.Walllohu A’lam.

  66. Aya said

    Assalamu’alaykum…
    afwan, ada ebook sirah nabawiyah yang karya syaikh Al-Mubarakfury gak???

    Afwan tidak punya,insyalloh ditoko salaf onloni dijual terjemahanya,Kalau Arobnya Disini http://www.archive.org/download/waq94123/94123.pdf

  67. kasyful humam said

    asslamu’alaikum warahmatullah, akhi kalau ada software untuk menerjemahkan bahasa arab ke bahasa indonesia, boleh dikirm he….he…syukran wassalam…

    Waalaikumussalam Warohmatulloh,
    Sepengetahuan kami belum ada sofware yang seperti itu, kalau kamus mungkin ada itupun terbatas perkata, dan harus faham ilmu shorf.Wallohua’lam

  68. Anonymous said

    ustadz sy mau tanya :
    1. seseorg menawarkan modal usaha, org tsb pegawai bank konvensional, menurut pengakuannya, modal tsb bukan milik bank tapi mlilk pribadinya, bolehkah sy menerima tawaran tsb ???

    2. seseorg juga pegawai bank konvensional menawarkan sy bekerja diperusahaan transport miliknya, bolehkah sy bekerja diperusahannya ??? tlng balas juga via email anak saya. abugria@yahoo.com TQ usatadz.

    Bismillah,
    Abu Amin Cepu (Ralat) :Bismillah,
    1 dan 2, Hukum asalnya adalah boleh, ada kaidah yang berbunyi: “Al-Itsmu ‘alal mubasyir” yang artinya: Dosa ditanggung oleh orang yang melakukannya secara langsung. Jadi dosa dari riba ditanggung oleh pelakunya tersebut dan tidak ditanggung oleh orang yang makan dari harta riba tersebut selain dirinya. Dalil dari kaidah ini adalah firman Allah Subhanahu wa Ta’ala:
    أَلا تَزِرُ وَازِرَةٌ وِزْرَ أُخْرَى. وَأَنْ لَيْسَ لِلإنْسَانِ إِلا مَا سَعَى
    “(Yaitu) bahwasanya seorang yang berdosa tidak akan memikul dosa orang lain, dan bahwasanya seorang manusia tiada memperoleh selain apa yang telah diusahakannya.” (QS. An-Najm: 38-39)
    Dan telah masyhur bahwa Rasulullah Shollallahu ‘alaihi wa ‘ala alihi wasallam mengadakan transaksi jual-beli dengan orang-orang Yahudi yang mereka ini terkenal berjual-beli dengan cara riba, dan terkadang beliau diundang makan oleh sebagian orang Yahudi lalu beliau memenuhi undangannya, bahkan beliau Shollallahu ‘alaihi wa ‘ala alihi wasallam wafat dalam keadaan baju besi beliau masih tergadaikan pada seorang Yahudi.
    , Wallohua’lam.

    Catatan : Kalau Modal dan perusahaan transport tersebut didirikan dengan uang riba hasil gajinya dibank itu atau pinjaman dari bank riba , akan lebih baik mencari nafkah dengan cara yang syar’i lainya jika dimungkinkan sebagai bentuk nasehat buat pemilik modal ini , insyalloh Alloh akan bukakan pintu rizki bagi mereka yang senantiasa bertakwa dari arah yang tidak disangka. Wallohua’lam.

  69. muslimah said

    ass,, ustadz sy mau tanya :
    1 ,. apakah sah ma’mum berjamaah di musholla tp tanpa ada penghubung antara imam dan ma’mum??

    2 ,. apa-apa saja syarat sah sholat ?

    sblmny, sya ucapkan terimakasih:)

    Walalaikumussalam Warohmatulloh Wabarokatuh:
    1.)Ana kurang memahami pertanyaan pertama kalau yang dimaksud tidak bisa melihat imam akan tetapi bisa melihat gerakan makmun lainya dan kalau yang dimaksud adalah shaf perempuan maka tak mengapa.Wallohu a’lam
    2.)Syarat-Syarat Sah Shalat ada sembilan: 1. Islam, 2. Berakal, 3. Tamyiz (dapat membedakan antara yang baik dan yang buruk), 4. Menghilangkan hadats, 5. Menghilangkan najis, 6. Menutup aurat, 7. Masuknya waktu, 8. Menghadap kiblat, 9. Niat.
    1. Islam
    Lawannya adalah kafir. Orang kafir amalannya tertolak walaupun dia banyak mengamalkan apa saja, dalilnya firman Allah ‘azza wa jalla, “Tidaklah pantas bagi orang-orang musyrik untuk memakmurkan masjid-masjid Allah padahal mereka menyaksikan atas diri mereka kekafiran. Mereka itu, amal-amalnya telah runtuh dan di dalam nerakalah mereka akan kekal.” (At-Taubah:17)
    Dan firman Allah ‘azza wa jalla, “Dan Kami hadapi segala amal yang mereka kerjakan, lalu Kami jadikan amal itu (bagaikan) debu yang berterbangan.” (Al-Furqan:23)
    Shalat tidak akan diterima selain dari seorang muslim, dalilnya firman Allah ‘azza wa jalla, “Barangsiapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu) daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi.” (Aali ‘Imraan:85)
    2. Berakal
    Lawannya adalah gila. Orang gila terangkat darinya pena (tidak dihisab amalannya) hingga dia sadar, dalilnya sabda Rasulullah,

    رُفِعَ الْقَلَمُ عَنْ ثَلاَثَةٍ: النَّائِمِ حَتَّى يَسْتَيْقِظَ، وَالْمَجْنُوْنِ حَتَّى يُفِيْقَ، وَالصَّغِيْرِ حَتَّى يَبْلُغَ. (رَوَاهُ أَحْمَدُ وَأَبُوْ دَاوُوْدَ وَالنَّسَائِيُّ وَابْنُ مَاجَه)
    “Diangkat pena dari tiga orang: 1. Orang tidur hingga dia bangun, 2. Orang gila hingga dia sadar, 3. Anak-anak sampai ia baligh.” (HR. Ahmad, Abu Dawud, An-Nasa-i, dan Ibnu Majah).
    3. Tamyiz
    Yaitu anak-anak yang sudah dapat membedakan antara yang baik dan yang buruk, dimulai dari umur sekitar tujuh tahun. Jika sudah berumur tujuh tahun maka mereka diperintahkan untuk melaksanakan shalat, berdasarkan sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,

    مُرُوْا أَبْنَاءَكُمْ بِالصَّلاَةِ لِسَبْعٍ وَاضْرِبُوْهُمْ عَلَيْهَا لِعَشْرٍ وَفَرِّقُوْا بَيْنَهُمْ فِى الْمَضَاجِعِ. (رَوَاهُ الْحَاكِمُ وَاْلإِمَامُ أَحْمَدُ وَأَبُوْ دَاوُوْدَ)
    “Perintahkanlah anak-anak kalian shalat ketika berumur tujuh tahun, dan pukullah mereka ketika berumur sepuluh tahun (jika mereka enggan untuk shalat) dan pisahkanlah mereka di tempat-tempat tidur mereka masing-masing.” (HR. Al-Hakim, Al-Imam Ahmad dan Abu Dawud)
    4. Menghilangkan Hadats (Thaharah)
    Hadats ada dua: hadats akbar (hadats besar) seperti janabat dan haidh, dihilangkan dengan mandi (yakni mandi janabah), dan hadats ashghar (hadats kecil) dihilangkan dengan wudhu`, sesuai sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam,
    “Allah tidak akan menerima shalat tanpa bersuci.” (HR. Muslim dan selainnya)
    Dan sabda Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Allah tidak akan menerima shalat orang yang berhadats hingga dia berwudlu`.” (Muttafaqun ‘alaih)
    5. Menghilangkan Najis
    Menghilangkan najis dari tiga hal: badan, pakaian dan tanah (lantai tempat shalat), dalilnya firman Allah ‘azza wa jalla, “Dan pakaianmu, maka sucikanlah.” (Al-Muddatstsir:4)
    Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

    تَنَزَّهُوْا مِنَ الْبَوْلِ فَإِنَّ عَامَّةَ عَذَابِ الْقَبْرِ مِنْهُ.
    “Bersucilah dari kencing, sebab kebanyakan adzab kubur disebabkan olehnya.”
    6. Menutup Aurat
    Menutupnya dengan apa yang tidak menampakkan kulit (dan bentuk tubuh), berdasarkan sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Allah tidak akan menerima shalat wanita yang telah haidh (yakni yang telah baligh) kecuali dengan khimar (pakaian yang menutup seluruh tubuh, seperti mukenah).” (HR. Abu Dawud)
    Para ulama sepakat atas batalnya orang yang shalat dalam keadaan terbuka auratnya padahal dia mampu mendapatkan penutup aurat. Batas aurat laki-laki dan budak wanita ialah dari pusar hingga ke lutut, sedangkan wanita merdeka maka seluruh tubuhnya aurat selain wajahnya selama tidak ada ajnaby (orang yang bukan mahramnya) yang melihatnya, namun jika ada ajnaby maka sudah tentu wajib atasnya menutup wajah juga.
    Di antara yang menunjukkan tentang mentutup aurat ialah hadits Salamah bin Al-Akwa` radhiyallahu ‘anhu, “Kancinglah ia (baju) walau dengan duri.”
    Dan firman Allah ‘azza wa jalla, “Wahai anak cucu Adam, pakailah pakaian kalian yang indah di setiap (memasuki) masjid.” (Al-A’raaf:31) Yakni tatkala shalat.
    7. Masuk Waktu
    Dalil dari As-Sunnah ialah hadits Jibril ‘alaihis salam bahwa dia mengimami Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam di awal waktu dan di akhir waktu (esok harinya), lalu dia berkata: “Wahai Muhammad, shalat itu antara dua waktu ini.”
    Dan firman Allah ‘azza wa jalla, “Sesungguhnya shalat itu adalah kewajiban yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman.” (An-Nisa`:103)
    Artinya diwajibkan dalam waktu-waktu yang telah tertentu. Dalil tentang waktu-waktu itu adalah firman Allah ‘azza wa jalla, “Dirikanlah shalat dari sesudah tergelincirnya matahari sampai gelap malam dan (dirikanlah pula shalat) Shubuh. Sesungguhnya shalat Shubuh itu disaksikan (oleh malaikat).” (Al-Israa`:78)
    8. Menghadap Kiblat
    Dalilnya firman Allah, “Sungguh Kami melihat wajahmu sering menengadah ke langit, maka sungguh Kami akan memalingkan kamu ke Kiblat yang kamu sukai. Palingkanlah wajahmu ke arah Masjidil-Haram, dan di mana saja kalian berada maka palingkanlah wajah kalian ke arahnya.” (Al-Baqarah:144)
    9. Niat
    Tempat niat ialah di dalam hati, sedangkan melafazhkannya adalah bid’ah (karena tidak ada dalilnya). Dalil wajibnya niat adalah hadits yang masyhur, “Sesungguhnya amal-amal itu didasari oleh niat dan sesungguhnya setiap orang akan diberi (balasan) sesuai niatnya.” (Muttafaqun ‘alaih dari ‘Umar Ibnul Khaththab)

    Sedangkan Rukun-Rukun Shalat
    Rukun-rukun shalat ada empat belas: 1. Berdiri bagi yang mampu, 2. Takbiiratul-Ihraam, 3. Membaca Al-Fatihah, 4. Ruku’, 5. I’tidal setelah ruku’, 6. Sujud dengan anggota tubuh yang tujuh, 7. Bangkit darinya, 8. Duduk di antara dua sujud, 9. Thuma’ninah (Tenang) dalam semua amalan, 10. Tertib rukun-rukunnya, 11. Tasyahhud Akhir, 12. Duduk untuk Tahiyyat Akhir, 13. Shalawat untuk Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, 14. Salam dua kali.

    Penjelasan Empat Belas Rukun Shalat
    1. Berdiri tegak pada shalat fardhu bagi yang mampu
    Dalilnya firman Allah ‘azza wa jalla, “Jagalah shalat-shalat dan shalat wustha (shalat ‘Ashar), serta berdirilah untuk Allah ‘azza wa jalla dengan khusyu’.” (Al-Baqarah:238)
    Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Shalatlah dengan berdiri…” (HR. Al-Bukhary)
    2. Takbiiratul-ihraam, yaitu ucapan: ‘Allahu Akbar’, tidak boleh dengan ucapan lain
    Dalilnya hadits, “Pembukaan (dimulainya) shalat dengan takbir dan penutupnya dengan salam.” (HR. Abu Dawud dan dishahihkan Al-Hakim)
    Juga hadits tentang orang yang salah shalatnya, “Jika kamu telah berdiri untuk shalat maka bertakbirlah.” (Idem)
    3. Membaca Al-Fatihah
    Membaca Al-Fatihah adalah rukun pada tiap raka’at, sebagaimana dalam hadits,

    لاَ صَلاَةَ لِمَنْ لَمْ يَقْرَأْ بِفَاتِحَةِ الْكِتَابِ.
    “Tidak ada shalat bagi orang yang tidak membaca Al-Fatihah.” (Muttafaqun ‘alaih)
    4. Ruku’
    5. I’tidal (Berdiri tegak) setelah ruku’
    6. Sujud dengan tujuh anggota tubuh
    7. Bangkit darinya
    8. Duduk di antara dua sujud
    Dalil dari rukun-rukun ini adalah firman Allah ‘azza wa jalla, “Wahai orang-orang yang beriman ruku’lah dan sujudlah.” (Al-Hajj:77)
    Sabda Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Saya telah diperintahkan untuk sujud dengan tujuh sendi.” (Muttafaqun ‘alaih)
    9. Thuma’ninah dalam semua amalan
    10. Tertib antara tiap rukun
    Dalil rukun-rukun ini adalah hadits musii` (orang yang salah shalatnya),
    “Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata: “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam masuk mesjid, lalu seseorang masuk dan melakukan shalat lalu ia datang memberi salam kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab salamnya dan bersabda: ‘Kembali! Ulangi shalatmu! Karena kamu belum shalat (dengan benar)!, … Orang itu melakukan lagi seperti shalatnya yang tadi, lalu ia datang memberi salam kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab salamnya dan bersabda: ‘Kembali! Ulangi shalatmu!t Karena kamu belum shalat (dengan benar)!, … sampai ia melakukannya tiga kali, lalu ia berkata: ‘Demi Dzat yang telah mengutusmu dengan kebenaran sebagai Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, saya tidak sanggup melakukan yang lebih baik dari ini maka ajarilah saya!’ Maka Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda kepadanya: ‘Jika kamu berdiri hendak melakukan shalat, takbirlah, baca apa yang mudah (yang kamu hafal) dari Al-Qur`an, kemudian ruku’lah hingga kamu tenang dalam ruku’, lalu bangkit hingga kamu tegak berdiri, sujudlah hingga kamu tenang dalam sujud, bangkitlah hingga kamu tenang dalam duduk, lalu lakukanlah hal itu pada semua shalatmu.” (HR. Abu Dawud dan dishahihkan Al-Hakim)
    11. Tasyahhud Akhir
    Tasyahhud akhir termasuk rukun shalat sesuai hadits dari Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, “Tadinya, sebelum diwajibkan tasyahhud atas kami, kami mengucapkan: ‘Assalaamu ‘alallaahi min ‘ibaadih, assalaamu ‘alaa Jibriil wa Miikaa`iil (Keselamatan atas Allah ‘azza wa jalla dari para hamba-Nya dan keselamatan atas Jibril ‘alaihis salam dan Mikail ‘alaihis salam)’, maka Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
    “Jangan kalian mengatakan, ‘Assalaamu ‘alallaahi min ‘ibaadih (Keselamatan atas Allah ‘azza wa jalla dari para hamba-Nya)’, sebab sesungguhnya Allah ‘azza wa jalla Dialah As-Salam (Dzat Yang Memberi Keselamatan) akan tetapi katakanlah, ‘Segala penghormatan bagi Allah, shalawat, dan kebaikan’, …” Lalu beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam menyebutkan hadits keseluruhannya. Lafazh tasyahhud bisa dilihat dalam kitab-kitab yang membahas tentang shalat seperti kitab Shifatu Shalaatin Nabiy, karya Asy-Syaikh Al-Albaniy dan kitab yang lainnya.
    12. Duduk Tasyahhud Akhir
    Sesuai sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Jika seseorang dari kalian duduk dalam shalat maka hendaklah ia mengucapkan At-Tahiyyat.” (Muttafaqun ‘alaih)
    13. Shalawat atas Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam
    Sebagaimana dalam sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Jika seseorang dari kalian shalat… (hingga ucapannya beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam) lalu hendaklah ia bershalawat atas Nabi.”
    Pada lafazh yang lain, “Hendaklah ia bershalawat atas Nabi lalu berdoa.” (HR. Ahmad dan Abu Dawud)
    14. Dua Kali Salam
    Sesuai sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, “… dan penutupnya (shalat) ialah salam.”

    Maroji’ Kitab Sifat Sholat Nabi Syeikh Nashirudin Albaniy
    Kitab Shohih Figh Sunnah Syaeikh Abu Malik Kamal, Kitab Alwajis Figh Sunnah.

  70. suprianto said

    assalamu’alaikum,ana minta izin download akhi,jazakumullohu khoiron wa barokallahu fiikum

    Waalaikumussalam Warohmatulloh Wabarokatuh, Tafadzol Ahki, Wafikum barokallohu.

  71. Khozan Al Ghifari said

    assalamualaikum…. afwan, dmna sya bsa mndapatkan kitab minkhotul muhist yg ad terjemahanya? syukron

    Waalaikumussalam Warohamtulloh Wallohu A’lam Antum bisa mencari menggunakan ketik arob ahki.Afwan kami waktunya terbatas.

  72. Gugum Gunawan said

    Boleh minta biografi kitab Tahdzibut Tahdzib?artikel tentang kitab tahdzibut tahdzib..kalau ada bisa kirim lewat email?minta konfirmasinya lewat sms aja 085794199287..jazakallah khair..

    Afwan belum sempat balas ahki karena kesibukan.

  73. aziz lubis/abu umar said

    jazakallahu khoiron atas ebooknya,semoga Allah membalas kebaikan antum,menambahkan ilmu dan mengokohkan manhaj kita as-salafiyyin.

    Amin Ya Robal Alamin, wa antum kadzalik ahki.

  74. Anonymous said

    assalamualaikum

    ustad saya mau tanya
    1. insyaAlloh beberapa minggu kedepan lahir anak kami yang pertama, mohon penjelasannya, sunnah-sunnah yang harus dilakukan ketika bayi lahir.
    2. mohon penjelasannya tentang aqiqah, kapan waktunya, hukumnya, dan bagaimana tata caranya, insyaAlloh dari hasil usg anak kami laki-laki.
    3. nama anak kami insyaAlloh abbad zahwan nabhan..penulisannya dan artinya ada yang keliru tidak ustad

    mohon nasehatnya dan balasan secepatnya ustad
    barakallahufik..

    Waalaikumussalam warohmatulloh,
    Semoga menjadi zuriyah yang sholeh,

    1.Melakukan Tahnik yaitu mengunyah sesuatu dan meletakkanya di mulut bayi.

    Dalil tentang tahnik ini disebutkan dalam beberapa hadits di antaranya:

    Dari Abu Musa al-Asy’ari Radhiyallahu ‘anhu berkata, “Lahir seorang anakku maka aku membawanya ke hadapan Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam maka beliau memberinya nama Ibrahim. Beliau mentahniknya dengan kurma dan mendo’akan barakah untuknya. Kemudian beliau menyerahkan bayi itu kepadaku.” [Dikeluarkan oleh Al-Bukhari (5467 Fathul Bari) Muslim (2145 Nawawi), Ahmad (4/399), Al-Baihaqi dalam Al-Kubra (9/305) dan Asy-Syu’ab karya beliau (8621, 8622)]

    2.Melakukan Aqiqah afdholnya pada hari ketujuh dan jika belum mampu bisa sampai baliqh, dan aqiqah ini hukumnya sunnah, setelah lahir boleh lansung diberi nama atau pada hari ketujuh,kemudian mencukur rambut.

    “Siapa yang ingin mengadakan nasikah untuk anaknya maka hendaklah ia lakukan, untuk anak laki-laki dua ekor kambing dan anak perempuan satu ekor”.

    3.Insyalloh sudah benar penulisanya, Wallohu A’lam.

  75. Mursalin Rapanoi said

    Alhamdulillah ana sudah download semua.Jazakumullahu khoiron

    Waiyyakum Ahki Mursalin

  76. Anonymous said

    Saya setuju dg Mas_kumambang yg berkata

    Desember 15, 2008 pada 8.18
    FIRQOH- Al Ikhwan Al Muslimun >> Kesesatan dan Penyimpangannya:

    Silakan baca buku memoar hasan al banna. mendingan terhadap sesama muslim saling berhusnudzon. bukan malah sebaliknya.
    Jadi…
    Jangan merasa diri paling benar karena kebenaran yg haq ada disisi Alloh,dan harap maklum mas kumambang, karena yg bikinya orang,

    “Antum belajar dulu yang jujur dan sungguh-sungguh jangan hanya ikut ikutan membawa fitnah dalam masalah ini, boleh jadi antum menginginkan kebaikan tapi yang datang kejelekan, Apa lagi jika antum belum mengetahui hakikat dari sesuatu itu, Wallohu A’lam”

  77. Bismillah…

    Berjuanglah akhina!
    Inilah bukti bahwa agama itu nasehat!
    Bagi :
    Allah swt
    Rasul saw
    Umat
    Dan diri kita

    Insyalloh.Bidua’ikum.

  78. Anonymous said

    semoga kita selalu dapat hidayah Allah….. dengan kebaikan pasti Allah akan mengganti kebaikan juga..

    Amin, jazakallohu khoiron ahkiy

  79. assamualaikum
    terima kasih atas ebook
    ada kitab kitab file chm lagi ga
    kalo ada
    kirim link ke email saya cerdas.alquran@gmail.com
    tapi jangan kasih sharing ziddu soalnya ziddu lelet downloadnya
    kasih linggnya google site aja biar kaga lelet downloadnya

    oh ya satu lagi
    file chm nya udah saya donload semua makasih ya
    terma kasih

    Admin Ma’had Cepu:
    Insyalloh, Semoga Bermanfaat.

  80. Anonymous said

    Assalamualaikum,
    Ustadz bisa bantu’ baru mencari ebook terjemahan kitab ini atau mp3 kajian nya
    Jazaakallahu khairan
    Mulakhos Qowa’idul Lughoh Al ‘Arobiyah,Fuad Ni’mah

    Waalaikumussaalam, Warohamtulloh, Insyalloh Ahkiy

  81. Anonymous said

    terjemahan kitab-kitab yang menjelaskan biografi para rawi seperti tahdzibu-tahdzib, tidak ada ya?

    Insyalloh ada antum download pada kumpulan ulumul hadits pada kolo, download kita arab.

  82. Bolehkah pembaca mengirim tulisan ke media ini, dan apa saja ketentuannya? Bilakah ada peraturan tertentu yang mesti dipenuhi oleh pengirim artikel?

    Atas kesempatannya kami ucapkan terimakasih.

    Silahkan, Yang terpenting ilmiah dan diatas pemahaman rosul sholollohualihi wassalam. Insyalloh

  83. abdul aziz said

    assalamua’alaikum wr. wb
    saya abdul aziz, ustadz ana minta izin mau dowmload …> mohon ridhonya

    Walaikumussalam Warohamatulloh, Ahki Abdul Aziz cilacap? silahkan ahki, semoga Alloh menambah keberkahan hidup antum serta amal sholehnya.

  84. Anonymous said

    assalamualaikum

    trimakasih ustadz, ane bersyukur dan mau ijin download,,

    semoga bermanfaat untuk sesama muslim :)

    Waalaikumussalam Warohmatulloh, Insyallohu Ahki Edi.

  85. Anonymous said

    Dimana terjemah menurut kitab fatqulkorib mujib

    Afwan, belum tau.

  86. Anonymous said

    assalamu’alaikum.
    terima kasih ustadz, ana telah nge-download kitab terjemahan. semoga Alloh swt memberikan barokah kepada kita untuk menyebarkan ajaran Islam kepada umat dan membela dienul islam yang Alloh ridhoi. dari Abu Fikri

    Dijawab Abu Amina Aljawiy
    Waalaikumussalam Ahki Abu Fikri Wa antum Kadzalik.

  87. Anonymous said

    Terima kasih banyak2 kerana telah kumpulkan kitab2 yang hanya untuk di sownload sahaja.

    Terima kasih banyak-banyak

    Waiyyakum, Walhamdulillah

  88. [...] Download Kitab Terjemah [...]

  89. Muhamad zainal abidin said

    Assalamualaikum.
    Saya mau tanya bah, kitab yang mengtafsirkan huruf hijaiyah, kitab apa ya?

    Bismillah, afwan mungkin bisa diperjelas pertanyaan, ana kurang memahaminya, kalau yang dimaksud menulis hijaiyah dan membacanya, bisa memakai pelajaran Khot dan qiro’ati.Insyalloh.

  90. Anonymous said

    terima kasih banyak ustad , izin kan mus ambil isi kitab di sini ………….semoga Allah memberikan rahmat…………..

    Bismillah,
    Tafadzol ahkiy mus(akan lebih bagus jika disebut namanya) , semoga keberkahan hidup beserta antum dan demikian juga keistiqomahan diatas ilmu yang haq.

    Abu Amina Aljawiy

  91. sifatullah salomo said

    assalamualaikum ustadz…
    izin doawload ustadz..

    Waalaikumussalam warohmatulloh, silahkan , Walhamdulillah, Semoga Alloh Ta’ala Berikan tambahan ilmu dan amal shalih kepada kita semua ahki.
    Abu Amina Aljawiy

  92. Anonymous said

    assalamu’alaikum.
    terima kasih ustadz, ana telah nge-download kitab terjemahan. semoga Alloh swt memberikan barokah kepada kita untuk menyebarkan ajaran Islam kepada umat dan membela dienul islam yang Alloh ridhoi. dari Totok Candi Sidoarjo

    Waalaikumusalam Warohmatulloh, Walhamdulillah, Semoga Alloh Ta’ala Berikan tambahan ilmu dan amal shalih kepada kita semua.
    Abu Amina Aljawiy

  93. siswandi said

    assalamuaalaikum..,
    terimakasih sebekumnya ustadz,

    ana mau tanya ada gak kitab terjemaha ushulussunnah krangan IMAM AHMAD BIN HAMBAL.,
    JIKA ada tolong di updatin ea.,.sukroon

    Waalaikum salam warohmatullloh, Afwan belum punya, insyalloh jika ada kesempatan kami terjemahkan, Semoga Alloh Ta’ala Berikan tambahan ilmu dan amal shalih kepada kita semua.
    Abu Amina Aljawiy

  94. moti said

    luar biasa…sangat bermanfaat..sering2 ditmbah ya bacaannya..eheh e ….makasih

    Walhamdulillah, Semoga sikap ilmiah senantiasa beserta kita semua, Dan Alloh Ta’ala Berikan tambahan ilmu dan amal kepada kita semua

    Abu Amina Aljawiy

  95. matur nuwun yg banyak geh,semoga bermanfaat …

  96. ansor said

    الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِين. Membantu saya untuk menambah ilmu.. Sukron

  97. rio said

    assalamualaikum wr wb ustadz
    ada yang mau ditanyain ..
    1. kita benrnadzar kepada seseorang dengan memberikan sesuatu barang, dan sudah terlaksana.. selang beberapa tahun kemudian karena suatu hal, orang itu mengembalikan lagi barang tersebut kepada saya, ini hukumnya bagaimana ustadz?
    2. di sekitar rumah atau di kantor, saat shalat berjamaah, ada makmum 2 orang atau lebih datang terlambat dan ikut shalat berjamaah, saat imam mengucapkan salam, 1 atau lebih orang mundur untuk menjadi makmum.bagitupun seterusnya apabila ada makmum yang datang lagi, ini hukumnya bagaimana ustadz?
    mohon penjelasannya..
    terimakasih
    wassalamualaikum wr wb

  98. kamiludin ibn duleh said

    assalamu’alaikum, akhi, ana butuh ebook bulughul maram arab-indonesia dan riyadhus sholihin arab-indonesia juga. bila berkenan, tolong kirimkan ke email ana. jazakalloh khoiron. barokallohu fiik.

  99. FA TA said

    Assalamu Alaikum wr wb. Saya mempunyai Keisykalan jika boleh saya ingin bertanya “Makmum Muwafiq yg ragu dalam bacaan fatihah nya Apa sudah baca atau belum Hal tsb Apa masih d katakan dalam berjama’ah atau tidak”?. Terima kasih ya kak.

    Dijawab Abu Amina Aljawiy:
    Waalaikumussalam Warohmatulloh,
    1.Ketika menjadi makmum maka baginya hendaknya mendengarkan bacaan imam.seagaimana firman-Nya :
    وَإِذَا قُرِئَ الْقُرْءَانُ فَاسْتَمِعُوا۟ لَهُۥ وَأَنصِتُوا۟ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ ﴿الأعراف:٢۰٤

    ﴾ Al A’raf:204 ﴿ Dan apabila dibacakan Al Quran, maka dengarkanlah baik-baik, dan perhatikanlah dengan tenang agar kamu mendapat rahmat.

    2.kemudian mengenai bacaan alfatihah, yang paling rojih (kuat) hukum membaca alfatihah bagi makmum adalah wajib membacanya disela- sela diamnya imam.
    Sebagaimana sabdanya :
    1. Hadits ‘Ubadah bin ash-Shamit radhiyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

    لاَ صَلاَةَ لِمَنْ لَمْ يَقْرَأْ بِفَاتِحَةِ الْكِتَابِ.

    “Tidak sah shalat orang yang tidak membaca al-Fatihah.” (Muttafaq ‘alaih)

    Hadits ini diriwayatkan pula oleh ad-Daraquthni dengan lafadz,

    لاَ تُجْزِئُ صَلاَةٌ لاَ يَقْرَأُ الرَّجُلُ فِيهَا بِفَاتِحَةِ الْكِتَابِ

    “Tidak sah shalat yang pelakunya tidak membaca al-Fatihah padanya.” Kata ad-Daraquthni, “Ini adalah sanad yang sahih.” Al-Albani juga menyatakannya sahih.

    2. Hadits Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu,

    مَنْ صَلَّى صَ ةَالً لَمْ يَقْرَأْ فِيهَا بِأُمِّ الْقُرْآنِ فَهِيَ خِدَاجٌ-ثَ ثَالًا-غَيْرُ تَمَامٍ. فَقِيلَ بِألَِي هُرَيْرَة:َ إِنَّا نَكُونُ وَرَاءَ الْإِمَامِ ؟ فَقَالَ: اقْرَأْ بِهَا فِي نَفْسِكَ

    “Barang siapa melaksanakan shalat tanpa membaca ummul Qur’an, shalatnya batal—tiga kali—, tidak sempurna.”

    Lantas dikatakan kepada Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, “Sesungguhnya kami biasa shalat di belakang imam (apa yang kami lakukan)?”

    Kata Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, “Bacalah ummul Qur’an pada dirimu sendiri (secara berbisik).” (HR. Muslim)

    Wallohu A’lam Bishowab

  100. terima kasih sangat bermanfaat

  101. Ipunk Priyono said

    Assalamu’alaikum wr.wb.
    terimakasih semua aplikasinya sangat bermanfaat
    oy kalo bisa, bikinin aplikasi surat yasin dan tahlil ya lengkap tek arab dan tfrjemahannya + doa tahlilnya………. dalam format PDF juga boleh
    terimakasih

  102. abu fathi said

    bismillah… afwan akhiy apa ana bisa minta kirimkan durusullughoh beserta artinya, karna untuk murojaah anak ana sendiri masih kurang mengerti artinya, atau kl ada format video durusullughoh. jazakallah khairan. abufathi wonosobo

  103. yadi said

    assalamu’alaikum….
    semua kitab disini bahasa tingkat tinggi :) bisakah kalo saya minta terjemahan yang masih belajar seperti saya safinah, tijan, jurumiyyah terima kasih sebelumnya. semoga Alloh memberkati apa-apa yang sudah dan sedang anda kerjakan dan Alloh memberikan balasan yang sedang dan sudah anda dikerjakan. amin…

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 184 pengikut lainnya.