وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالإنْسَ إِلا لِيَعْبُدُونِ

"Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku"

  • Radio Online

  • Larangan Fanatik Buta

    Al-Imam asy-Syafi’i (Madzhab Syafi'i) mengatakan:
    كل مسألة صح فيها الخبر عن رسول الله صلى الله عليه وسلم عند أهل النقل بخلاف ما قلت؛ فأنا راجع عنها في حياتي وبعد موتي
    “Semua permasalahan yang sudah disebutkan dalam hadits yang sahih dari Rasulullah dan berbeda dengan pendapat saya, maka saya rujuk dari pendapat itu ketika saya masih hidup ataupun sudah mati.”

    Al-Imam Malik (Madzhab Maliki) mengatakan:
    إنما أنا بشر أخطئ وأصيب، فانظروا في رأيي؛ فكل ما وافق الكتاب والسنة فخذوه، وكل ما لم يوافق الكتاب والسنة فاتركوه
    “Saya hanyalah manusia biasa, mungkin salah dan mungkin benar. Maka perhatikanlah pendapat saya, jika sesuai dengan Al-Qur’an dan As-Sunnah maka ambillah. Apabila tidak sesuai dengan keduanya maka tinggalkanlah.”

    Al-Imam Abu Hanifah (Madzhab Hanafi) mengatakan:
    لا يحل لأحد أن يأخذ بقولنا ما لم يعلم من أين أخذناه
    وفى رواية: «حرام على مَن لم يعرف دليلي أن يفتى بكلامي «فإننا بشر، نقول القول اليوم ونرجع عنه غدًا
    “Tidak halal bagi siapa pun mengambil pendapat kami tanpa mengetahui dari mana kami mengambilnya.” Dalam riwayat lain, beliau mengatakan, “Haram bagi siapa pun yang tidak mengetahui dalil yang saya pakai untuk berfatwa dengan pendapat saya. Karena sesungguhnya kami adalah manusia, perkataan yang sekarang kami ucapkan, mungkin besok kami rujuk (kami tinggalkan).”

    Al-Imam Ahmad Bin Hambal( Madzab Hambali mengatakan):
    لا تقلدني، ولا تقليد مالكًا ولا الشافعي ولا الأوزاعي ولا الثوري، وخذ من حيث أخذوا
    “Janganlah kalian taklid kepada saya dan jangan taklid kepada Malik, asy-Syafi’i, al-Auza’i, ataupun (Sufyan) ats-Tsauri. Tapi ambillah (dalil) dari mana mereka mengambilnya.”

  • Mutiara Alquran

    اعْلَمُوا أَنَّمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا لَعِبٌ وَلَهْوٌ وَزِينَةٌ وَتَفَاخُرٌ بَيْنَكُمْ وَتَكَاثُرٌ فِي الأمْوَالِ وَالأوْلادِ كَمَثَلِ غَيْثٍ أَعْجَبَ الْكُفَّارَ نَبَاتُهُ ثُمَّ يَهِيجُ فَتَرَاهُ مُصْفَرًّا ثُمَّ يَكُونُ حُطَامًا وَفِي الآخِرَةِ عَذَابٌ شَدِيدٌ وَمَغْفِرَةٌ مِنَ اللَّهِ وَرِضْوَانٌ وَمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلا مَتَاعُ الْغُرُورِ

    Ketahuilah, bahwa sesungguhnya kehidupan dunia itu hanyalah permainan dan suatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah-megah antara kamu serta berbangga-bangga tentang banyaknya harta dan anak, seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan para petani; kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur. Dan di akhirat (nanti) ada azab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridaan-Nya. Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu.

  • Admin Setting

  • Maaf Komentar Yang Dicurigai Bervirus Diblokir

  • Mutiara Sunnah

    وعن أبي العباس سهل بن سعد الساعدي رضي الله عنه قال جاء رجل إلى النبي صلى الله عليه وسلم فقال يا رسول الله دلني على عمل إذا عملته أحبني الله وأحبني الناس فقال ازهد في الدنيا يحبك الله وازهد فيما عند الناس يحبك الناس حديث حسن رواه ابن ماجه وغيره بأسانيد حسنة

    Dari Abu Abbas, yaitu Sahal bin Sa’ad as-Sa’idi Shallallahu ‘alaihi wa sallam , katanya: “Ada seorang lelaki datang kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam , lalu berkata: “Ya Rasulullah, tunjukkanlah padaku sesuatu amalan yang apabila amalan itu saya lakukan, maka saya akan dicintai oleh Allah dan juga dicintai oleh seluruh manusia.” Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Berzuhudlah di dunia, tentu engkau akan dicintai oleh Allah dan berzuhudlah dari apa yang dimiliki oleh para manusia, tentu engkau akan dicintai oleh para manusia.” Hadis hasan yang diriwayatkan oleh Ibnu Majah dan lain-lainnya dengan isnad-isnad yang baik.

    وعن أبي هريرة رضي الله عنه قال سمعت رسول الله صلى الله عليه وسلم يقول ألا إن الدنيا ملعونة ملعون ما فيها إلا ذكر الله تعالى وما والاه وعالما ومتعلما رواه الترمذي وقال حديث حسن

    Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu , katanya: “Saya mendengar Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:“Ingatlah, sesungguhnya dunia itu dilaknat, dilaknat pula segala sesuatu yang ada di dalamnya, melainkan berzikir kepada Allah dan apa-apa yang menyamainya, juga orang yang alim serta orang yang menuntut ilmu.”Diriwayatkan oleh Imam Termidzi dan ia mengatakan bahwa ini adalah Hadis hasan.

    وعن سهل بن سعد الساعدي رضي الله عنه قال قال رسول الله صلى الله عليه وسلم لو كانت الدنيا تعدل عند الله جناح بعوضة ما سقى كافرا منها شربة ماء رواه الترمذي وقال حديث حسن صحيح

    Dari Sahal bin Sa’ad as-Sa’idi Radhiyallahu ‘anhu , katanya: “Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda“Jika seandainya dunia ini di sisi Allah dianggap ada nilainya dengan selembar sayap nyamuk, niscaya Allah tidak akan memberi minum kepada orang kafir walaupun seteguk air darinya.” Diriwayatkan oleh Imam Termidzi

  • Mutiara Ulama Salaf’

    أَخِي لَنْ تَنَالَ العِلْمَ إِلاَّ بِسِتَّةٍ سَأُنْبِيْكَ عَنْ تَفْصِيْلِهَا بِبَيَانٍ: ذَكَاءٌ وَحِرْصٌ وَاجْتِهَادٌ وَدِرْهَمٌ وَصُحْبَةُ أُسْتَاذٍ وَطُوْلُ زَمَانٍ "Wahai Saudaraku Kalian Tidak Bisa Mendapatkan Ilmu Kecuali Dengan 6 Syarat Yang Akan Saya Beritahukan" 1.Dengan Kecerdasan, 2.Dengan Semangat , 3.Dengan Bersungguh-sungguh , 4.Dengan Memiliki bekal (biaya), 5.Dengan Bersama guru dan , 6.Dengan Waktu yang lama, (Imam Syafi'i Rahimahulloh)

Archive for the ‘Bahas Tuntas Bantahan’ Category

📛 NASIHAT BAGI MEREKA YANG MASIH MEMBACA TAFSIR FII ZHILALIL QURAN DAN KITAB KARYA SAYID QUTHUB

Posted by Admin Ma'had Annashihah Cepu pada Oktober 3, 2016

📢📂⭕📛 NASIHAT BAGI MEREKA YANG MASIH MEMBACA TAFSIR FII ZHILALIL QURAN KARYA SAYID QUTHUB

📑 Al-Allamah Abdul muhsin Al-Abbad hafizhahullah Ta’ala ditanya:

📪 Pertanyaan: Apa nasihat anda kepada kami tentang hukum membaca tafsir Azh-Zhilal?

🔓 Jawaban: Azh-Zhilal karya Syaikh Sayid Quthub rahimahullah padanya tercampur antara yang baik dan buruk. Dan dia (Sayid Quthub) itu hakikatnya adalah seorang penulis, bukan seorang ulama. Dan ilmu itu tidak bisa diraih dari semisal penulis ini. Bahkan mungkin seorang insan bisa mendapatkan bencana dari sesuatu yang ada pada penulis, atau terjadi perkara yang membahayakan dengan sebab apa yang ada pada penulis dari perkara-perkara yang tidak pantas, tidak semestinya.

🎙 Seorang insan umurnya tidak cukup untuk membaca segala sesuatu, di sana ada kitab-kitab yang bagus dan faedah-faedahnya besar. Itulah kitab-kitab ilmiyah, dan penulisnya dari kalangan ulama yang jadi rujukan. Sama saja apakah dari kalangan ulama terdahulu ataupun ulama sekarang. Maka seorang insan yang membaca tafsir semisal tafsir Ibnu Jarir, Tafsir Ibnu Katsir,  Tafsir Syaikh Abdurrahman bin Nashir As-Sa’di dari kalangan ulama zaman ini, ia akan mendapati kebaikan yang sangat banyak di dalamnya. Menemukan kalamnya para ulama, mendapati nafas ilmu dan ulama, lebih-lebih semisal Tafsir Ibnu As-Sa’di rahimahullah, maka itu adalah tafsir yang berharga bersamaan dengan ringkasnya tapi ungkapannya jelas beruntut. Di dalamnya terdapat pendalilan-pendalilan yang cermat. Kitab ini sangat cocok untuk penuntut ilmu ataupun awam, kalau dibacakan kepada orang awam di masjid-masjid niscaya akan diraih banyak faedah dan menjadikan mereka mengerti makna-makna Al-Quran.

⭕ Kalau penuntut ilmu menelaahnya niscaya mereka akan mendapatkan ilmu dan dalamnya pendalilan. Karena sang penulis dikaruniai pemahaman terhadap Kitabullah dan diberi taufiq memusatkan perhatian padanya. Maka barang siapa yang membaca kitab-kitab dan tafsir beliau dia akan mendapati ilmu yang berlimpah, mendapati ucapan seorang alim, dan dialeknya orang berilmu yang jelas dan gamblang.

📛 Adapun kitabnya Sayid Quthub, maka isinya musibah, maka seorang insan mesti menyibukkan dengan (kitab) yang lebih baik darinya, dengan (kitab) yang aman dari satu sisi. Dan dengan apa yang melindungi jiwanya dari akibat-akibat jelek dengan kitab-kitab yang bermanfaat. Adapun semisal kitab ini (Zhilal-pent) yang isinya tercampur, berisi sekumpulan fikrah (pemikiran) dan melepaskan pena dengan menulis perkara-perkara yang tidak pantas tidak layak, seperti mencela sebagian para Nabi. 

🔇 Dia (Sayid Quthub) mengatakan tentang Nabi Musa ‘alaihissalam :  

“Beliau itu seorang yang temperamental”.

🔇 Ia berkata tentang Utsman Bin Affan radhiallahu ‘anhu pada beberapa kitabnya: 

“Sesungguhnya kekhilafahannya itu adalah kekosongan.” 

✋🏻 Dan ini adalah pelecehan terhadap kedudukan Utsman radhiallahu ‘anhu pada sebagian kitab-kitabnya. Dan sesungguhnya pada kekhilafahan beliau, ” beliau sudah mengalami pikun, kekhilafahannya itu kekosongan. Ini adalah ucapan pelecehan yang tidak pantas dan tidak layak. 

🌺 Bahkan dalam kekhilafahan Utsman bin Affan radhiallahu ‘anhu terjadi kebaikan yang banyak di zaman beliau, terjadi penaklukan-penaklukan (negeri kafir), dan hingga penghujung kehidupan beliau pada akal, pemahaman dan ilmu beliau tidak terjadi sesuatu yang menjadikan orang ini (Sayid Quthub) mengatakan:  ” Beliau itu mengalami pikun dan kekhilafahan beliau itu adalah kekosongan.”

❌ Ini adalah ucapan merendahkan, menjadi jongos bagi musuh-musuh Islam dan muslimin yang menginginkan untuk mengambil dari orang -orang yang menisbahkan diri kepada sunnah sesuatu untuk menjatuhkan Ahlussunnah.

👎🏻 Kesimpulannya, sesungguhnya kitab semisal ini (Zhilal) tidak sepantasnya untuk dipelajari, sesungguhnya yang pantas dipelajari adalah kitab yang aman (dari penyimpangan) yang selamat, yang berisi ilmu, dan kitab yang memberikan manfaat dan keselamatan, yang seorang insan keluar (dari membacanya) membawa ilmu dan keselamatan. 

Adapun kitabnya Sayid Qutub maka tidak dihasilkan padanya ilmu dan terkadang mengeluarkan bencana. Dan adapun celaannya kepada Amr bin Al-Ash radhiallahu ‘anhu maka itu tercantum dalam kitab yang berjudul “Syakhshiyaat Islamiyyah.”

🔇 Dia mencela Amr bin Al-Ash dan Mu’awiyah radhiallahu ‘anhuma, ia mengatakan:  

“Kedua sahabat tadi itu adalah orang curang dan munafiq.” 

✊🏻 Ini Muawiyah bin Abi Sufyan penulis Wahyu memiliki kecurangan, maknanya:  Sesungguhnya ia (Muawiyah-pent) memasukan ke dalam Al-Quran sesuatu yang selain Qur’an, dalam keadaan beliau adalah penulis Wahyu. Dalam keadaan Rasulullah mempercayakan beliau untuk menulis Wahyu. Kita berlindung kepda Allah dari kehinaan.

📑 Abu Zur’ah Ar-Raazy rahimahullah berkata:  

💥 “Barang siapa yang merendahkan salah seorang dari sahabat Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam sesungguhnya dia adalah orang zindiq. Yang demikian itu karena sesungguhnya Rasulullah itu benar, Al-Kitab itu benar, sesungguhnya yang menyampaikan Al-Kitab kepada kita adalah para sahabat Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam. Dalam keadaan mereka menginginkan untuk menjarh saksi-saksi kita untuk membatalkan Al-Kitab dan As-Sunnah.  Maka menjarh mereka itu lebih pantas karena mereka itu adalah orang-orang zindiq.”

📂 Syarh Sunan Abi Dawud 170.

📚 Sumber : http://cutt.us/PC8W1

🌍 Kunjungi || http://forumsalafy.net/nasehat-bagi-mereka-yang-masih-membaca-tafsir-fii-zhilalil-quran-karya-sayid-quthub/

⚪ WhatsApp Salafy Indonesia

⏩ Channel Telegram || http://bit.lForumSalafy💎💎💎💎💎💎💎💎💎💎💎💎

Iklan

Posted in Bahas Tuntas Bantahan | Leave a Comment »

♻ *Bantahan Terhadap Tulisan Syubhat “Ajaran Tauhid ‘Wahabi’ Muhammad bin Abdul Wahab ajaran Islam Ekstrem dan Radikal”*

Posted by Admin Ma'had Annashihah Cepu pada September 26, 2016

♻ *Bantahan Terhadap Tulisan Syubhat “Ajaran Tauhid ‘Wahabi’ Muhammad bin Abdul Wahab ajaran Islam Ekstrem dan Radikal”*

✍🏼Oleh

Al-Ustadz Muhammad bin Umar As-Sewed _hafidzahullahu ta’ala_

*Syubhat*

🗓Pada tanggal 15 September 2016 pukul 14.30 WIB telah diperoleh informasi tentang adanya ajaran tauhid versi Wahabi Muhammad bin Abdul Wahhab (ajaran Islam Ekstremisme dan Radikalisme) yang ditemukan dalam buku Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti untuk SMA/MA/SMK/MAK Kelas XI halaman 170 yang menyebutkan 8 poin ajaran tauhid versi Muhammad bin Abdul Wahhab.

1⃣ Isi dari 8 poin tersebut diantaranya sebagai berikut :

a. Yang boleh dan harus disembah hanyalah Allah -Subhanahu wa Ta’ala-, dan orang yang menyembah selain Allah -Subhanahu wa Ta’ala-  telah menjadi musyrik dan boleh dibunuh.

b. Kebanyakan orang Islam bukan lagi penganut paham tauhid yang sebenarnya karena mereka meminta pertolongan bukan lagi dari Allah, tetapi dari syekh atau wali dari kekuatan gaib. Orang Islam demikian juga telah menjadi musyrik.

c. Menyebut nama nabi, syekh, atau malaikat sebagai perantara dalam doa juga merupakan syirik.

d. Meminta syafa’at selain dari kepada Allah -Subhanahu wa Ta’ala- adalah syirik.

e. Bernazar kepada selain dari Allah -Subhanahu wa Ta’ala- juga syirik.

f. Memperoleh pengetahuan selain dari al-Quran, hadis dan qias (analogi) merupakan kekufuran.

g. Tidak percaya kepada qada dan qadar Allah -Subhanahu wa Ta’ala- juga merupakan kekufuran.

h. Demikian pula menafsirkan al-Quran dengan ta’wil (interpretasi bebas) adalah kufur.

2⃣ Inti penyampaian dari 8 poin ajaran tauhid versi Muhammad bin Abdul Wahhab mengajarkan bahwa :    

a. Bahwa orang yang menyembah selain Allah atau orang musyrik adalah halal untuk dibunuh, mayoritas umat Islam menurut Wahabi Salafi adalah musyrik karena tidak mengikuti ajaran tauhid versi Muhammad bin Abdul Wahhab. Sementara yang tidak syirik hanya golongan yang sefaham dengan tauhid versi Wahabi Salafi saja.

b. Amaliah seperti tawasul yang dilakukan mayoritas umat Islam dikatakan sebagai perbuatan syirik, bahkan golongan Wahabi Salafi menuduh kafir kepada umat Islam yang menakwilkan Al-Qur’an dan lain sebagainya.

c. Jika orang menyembah selain Allah atau non muslim boleh dibunuh.

3⃣ Ajaran tersebut sejalan dengan Ideologi yang dianut oleh Kelompok Wahabi ISIS dan semua firqohnya, pada bagian lain dari buku tersebut juga terdapat materi yang mengarah intoleransi antar umat beragama.

4⃣ Adapun keterangan cetakan bukusebagai berikut :

a. Nama Buku : Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti.

b. Untuk  : SMA/MA7/SMK/ Kelas XI.

c. Kurikulum : Tahun 2013 (cetakan 2014).

d. Kontributor naskah : Mustahdi dan Mustakim.

e. Penelaah : Yusuf A. Hasan dan Moh. Saerozi.

f. Penerbitan : Pusat7 Kurikulum Perbukuan, Balitbang, Kemdikbud.

Mari kita share sebanyak-banyaknya agar anak-anak kita tidak terjerumus ke faham Wahabi salafi dan ISIS

◀▶ *Bantahan Al-Ustadz Muhammad bin Umar As-Sewed _hafidzahullah ta’ala_*

       🗯  *Ucapan di atas menunjukkan ketidakfahaman*

*Pertama,*

💬 Ucapan para ulama—tidak hanya Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab—ketika menerangkan prinsip-prinsip agama selalu demikian.

Untuk menjelaskan kepada umat, mana ajaran Islam dan mana yang bukan ajaran Islam.

Silakan tanya pada ulama manapun dari kalangan mazhab Syafi’i, Hambali, Hanafi, atau Maliki, bagaimana jika ada seseorang yang menyembah selain Allah, kafir atau tidak kafir? musyrik atau tidak musyrik?

Niscaya jawabannya akan sama.

Bahkan, jika ditanya apakah mereka halal darahnya? mereka akan menjawab sama.

Kita siap untuk membawakan referensi dari kitab-kitab mereka.

✔Sebagai contoh bisa dibaca kitab berikut:

📚 *_Aqidatus Salaf wa Ashhabul Hadits_*, oleh *Imam Abu Utsman Ash-Shabuni* dari *mazhab Syafi’i*

*_Aqidah Ath-Thahawiyyah_*, oleh *Abu Ja’far Ath-Thahawi*, dengan syarahnya oleh *Imam Ibnu Abil Izz* dari *mazhab Hanafi*.

*_Aqidah Al-Washithiyyah_*, oleh *Imam Ibnu Taimiyyah* dari *mazhab Hambali* dan *_Aqidah As-Safariniyyah_* oleh *Imam As-Safarini*.

⁉Apakah berarti mereka semua Wahabi?? Extremis?? Radikalis??

*Kedua,*

❌ Konsekuensi dari anggapan tersebut, apakah berarti  orang yang menyembah apapun masih tetap muslim??

Tidak boleh dikafirkan??

Yang berarti agama apapun masih tetap muslim??

Lantas apa makna Islam kalau begitu??

*Ketiga,*

✋🏼Para ulama tidak—seperti yang mereka tuduhkan—mengajarkan untuk membunuh siapa saja yang dianggap kafir.

Karena:

⏩ Mengkafirkan seorang muslim adalah perkara yang rinci sehingga perlu ketelitian dan ilmu.

⏩ Mendahulukan nasihat dan peringatan.

⏩ Memastikan kalau dia tidak terpaksa.

⏩ Memastikan kalau perbuatannya bukan karena kebodohan, dll.

💬 Oleh karena itu, jika para ulama mengatakan, “…kafir, halal darahnya…” maka itu hanyalah penegasan kalau perkara itu bukan dari prinsip-prinsip agama Islam, tetapi dari ajaran orang kafir yang diperangi.

*Keempat,*

✔ Para ulama mengucapkan kalimat-kalimat tersebut dalam rangka menasihati, bukan dalam rangka memusuhi.

Agar kaum muslimin meninggalkan perkara-perkara syirik dan ajaran yang berbahaya, tentunya perlu dijelaskan bahayanya. Oleh karena itu, para ulama menjelaskan bahayanya yang besar, yaitu menjadi kafir.

Dari sini kita lihat bahwa para ulama menebar rahmat dan kasih sayang,

bukan menebar tuduhan dan kebencian

      *Kelima*

◀▶ Perlu dibedakan ucapan “Barangsiapa yang berbuat begini maka ia kafir halal darahnya” dengan ucapan “kelompok fulan kafir halal darahnya” , “kiai fulan kafir halal darahnya” atau “si fulan kafir halal darahnya”….

Yang pertama menjelaskan bahayanya agar kaum muslimin segera menjauhi perbuatan tersebut ( *_Ta’mim_* )

Sedangkan yang kedua adalah tuduhan yang berbahaya ( *_Ta’yin_* )

*Keenam*

✋🏼 Para ulama Salaf—termasuk Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab—selalu memperingatkan dari bahaya _takfir_ (mengkafirkan) seorang muslim dan mengingatkan dengan hadits-hadits seperti:

 عَنْ ابْنِ عُمَرَ يَقُولُ قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : أَيُّمَا امْرِى ءٍ قَالَ لاخِيْهِ يَاكَافِرُ فَقَدْ بَاءَ بِهَاأَحَدُ هُمَا اِنْ كَانَ كَمَا قَالَ وَاِلا رَجَعَتْ عَلَيْهِ

Dari *Ibnu ‘Umar*  _radhiallahu ‘anhuma_ berkata, *Rasulullah* _shallallahu ‘alaihi wa salam_ bersabda,

 “Barangsiapa mengatakan kepada saudaranya ‘wahai kafir’ maka akan kembali kepada salah satunya”. Jika sesuai maka sebagaimana ucapannya, jika tidak, maka kekafiran itu berbalik kepada diri yang mengucapkannya.”( *_H.R. Muslim_* )

Yakni kalau ternyata dia tidak kafir maka akan kembali pada dirinya.

*Ketujuh,*

✋🏼 Para ulama Salaf—termasuk Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab—selalu memperingatkan umat dari bahaya pemikiran Khawarij yang mengkafirkan dan menghalalkan darah kaum muslimin dengan dosa-dosa, kemudian memerangi mereka.

Bagaimana mungkin akan disamakan dengan khawarij masa kini, yaitu ISIS??

*Kedelapan,*

✔ Lagi pula para ulama ketika mengatakan halal darahnya, bukan berarti sembarang orang boleh membunuhnya. Mereka selalu mengingatkan bahwa yang berhak menghukumi adalah penguasa, sehingga tidak terjadi kekacauan dan main hakim sendiri.

Para ulama membagi orang kafir menjadi beberapa jenis.

Yang asalnya mereka halal darahnya menjadi tidak boleh diperangi karena beberapa sebab:

⛔Kafir yang terikat perjanjian damai ( *_Mu’ahad_* )

⛔Kafir yang merupakan tamu-tamu negara ( *_Wufud_* )

⛔Kafir yang tunduk dibawah kekuasaan seorang muslim ( *_Dzimmi_* )

⛔Kafir yang meminta perlindungan kepada negara Islam ( *_Musthauthin_* )

dll.

                                                                                                               👉🏽💢 Dengan delapan poin ini, jelaslah ketidakpahaman penulis ketika mengatakan bahwa itu adalah ajaran Wahabi. Padahal, seluruh ulama Ahlus sunnah mengajarkan demikian.

👉🏽💢 Dan betapa tidak pahamnya penulis ketika mengatakan bahwa ucapan seperti itu adalah radikalisme.

💎Padahal, hanya sebuah nasihat yang berharga agar seluruh kaum muslimin selamat.

Apakah kalau seorang bapak mengatakan kepada anaknya, “Nak, kalau engkau berbuat seperti itu engkau akan menjadi penjahat,” berarti menuduh anaknya penjahat?? Kemudian menangkapnya dan memenjarakannya??

💎 Semoga Allah memberikan hidayah, ilmu, dan petunjuk-Nya kepada kita dan mereka serta seluruh kaum muslimin.

Semoga kita dipersatukan di atas kebenaran. Amin.

_Wallahu A’lam bisshawab,_

_Wa shallallahu ‘ala nabiyyina Muhammadin wa ‘ala aalihi wa shahbihi wa sallam._

🇮🇩 Cirebon, 23 Dzulhijjah 1437 H/25  September 2016 M

📱 http://www.salafycirebon.com/bantahan-terhadap-tulisan-syubhat-ajaran-tauhid-wahabi.htm

📲 Whatsapp Salafy Cirebon

Posted in Bahas Tuntas Bantahan | Leave a Comment »

🌷Tanya Jawab Ringkas ✅Pertanyaan: Assalamualaikum afwan Ustadz mhn jawabanya:siapakah tokoh2 ikhwanul muslimin dinegri ini,ana blm tahu dan blm bisa membedakan semuanya,pengajiannya seperti apa serta ciri2 khas mereka ?

Posted by Admin Ma'had Annashihah Cepu pada Juli 21, 2016

🌷Tanya Jawab Ringkas

 ✅Pertanyaan:

Assalamualaikum afwan Ustadz mhn jawabanya:siapakah tokoh2 ikhwanul muslimin dinegri ini,ana blm tahu dan blm bisa membedakan semuanya,pengajiannya seperti apa serta ciri2 khas mereka bagaimana.jazakallohu khairan.

✅Jawaban :

Bismillah.Sebelum kita masuk bahasan karena ada yg awam sekali mohon difahami bahwa agama ini nasehat maka wajibnya untuk   menegakan yg ma’ruf serta mencegah yg mungkar. 

 

Alloh Ta’ala Berfitman :

كُنتُمْ خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنكَرِ وَتُؤْمِنُونَ بِاللهِ وَلَوْءَامَنَ أَهْلُ الْكِتَابِ لَكَانَ خَيْرًا لَّهُمْ مِّنْهُمُ الْمُؤْمِنُونَ وَأَكْثَرَهُمُ الْفَاسِقُونَ

“Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf, dan mencegah dari yang mungkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya Ahli Kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka; di antara mereka ada yang beriman dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik”. (Ali Imron ayat 110)

Dan Juga firman-Nya.

وَلْتَكُن مِّنكُمْ أُمَّةُُ يَدْعُونَ إِلَى الْخَيْرِ وَيَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنكَرِ وَأُوْلاَئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ

“Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang mungkar; mereka adalah orang-orang yang beruntung”. [Ali Imron ayat 104]

✅Mayoritad Para ulama menjelaskan bahwa hukum memerintahkan kepada yg ma’ruf dan mencegah dari yg mungkar adalah fardhu kifayah, dan tidak sembarang orang  bisa melakukanya karena jika tanpa dasar ilmu yg kuat dia akan terjatuh dalam banyak kesalahan dan kerugian/ mudharat yg lebih besar.

  

✅Walaupun penyimpangan itu wajib diketahui dan boleh membicarakanya atas dasar kemaslahatan sebagaimana telah  Berkata Al imam An-Nawawi Asy Syafi’i Beliau Menerangkan Bahwa Kebolehan Ghibah Itu Pada Enam perkara yang tergabung dalam syair :

الـذَّمُّ لَيْـسَ بِغِيْبَةٍٍ فِيْ سِتـَّةٍ مُتَظَلِّمٍ وَ مـُعَرِّفٍ وَ مُـحَذَِّرٍ

وَ لِمُظْهِرٍ فِسـْقًا وَ مُسْتَفْـتٍ وَمَنْ طَلَبَ الإِعَانَةِ فِيْ إِزَالَةِ مُنْكَرٍ

“Celaan itu bukanlah ghibah pada enam kelompok Yaitu:

Pengadu, 

Orang yang mengenalkan, 

Orang Yang Memperingatkan

Dan untuk  memperingatkan

manusia terhadap pemyimpangan orang  yang menampakkan kefasikan (penyimpangan lainya)

Dan peminta fatwa

Dan orang yang mencari bantuan untuk menghilangkan kemungkaran”

( Kitab Aladzkar Imam Nawawiy Rahimahulloh)

✅Sehingga mengetahui kebathilan serta penyimpangan suatu kelompok/pemikiran individu adalah kewajiban bagi setiap muslim agar tidak terjatuh kedalamnya seperti kata penya’ir yg bijak:

 قال الشاعر : عرفت الشر لا للشر ولكن لتوقيه … ومن لا يعرف الشر من الخير يقع فيه

“Saya mengetahui kejelekan bukan untuk berbuat kejelekan akan tetapi agar terjaga dari terjatuh kedalamnya Dan Barang siapa yg tidak mengenal antara kejelekan/penyimpangan dari kebaikan maka dia akan terjerumus kedalamnya ” 

🍃Kemudian yg sangat penting untuk difahami adalah tokoh- tokoh indonesia yg terpengaruh dengan pemikiran-pemikiran  ikhwanul muslimin yg menyimpang seperti pengaruh  Hasan Al-Banna, Said Hawwa, Sayyid Quthub, Muhammad Al-Ghazali, Umar Tilimsani, Musthafa As-Siba`i, dan pengaruh pemikiran Jamaludin Al-Afghani serta tokoh lainya yg melanjutkanya hingga saat ini 

✅Mereka tokoh tokoh diindonesia ini banyak yg terpengaruh dengan prinsip pemikiran hasan albana serta penerusnya diatas, 

Dan diantara prinsip-prinsip itu adalah dalam masalah: Aqidah yg menyimpang,  pengkafiran umum/pengkafiran pemerintah , demonstrasi, mobilisasi massa, dan mengikat pengikut dengan imamah kepemimpinan yaitu janji setia kepada pemimpin kelompoknya, 

Juga mereka tokoh serta pengikutnya  memegangi kaidah emas mereka seperti :

 “نتعاون فيما اتفقنا عليه ويعذر بعضنا بعضا في ما اختلفنا فيه …”

“Kita saling bekerjasama dengan apa-apa yang telah kita sepakati dan kita saling memaafkan dengan apa-apa yang kita saling berbeda pendapat padanya”

Maka antum janganlah  heran apabila dalam barisan Ikhwanul Muslimin serta orang orang yg terpengaruh pemikiranya, mengkesampingkan amar ma’ruf dan nahi mungkar sehingga akan didapati dalam ikhwanul muslimin persatuan semu ( tipuan ) yaitu  banyak golongan berkumpul, ada Nashoro, Kuburiyin,Khawarij, Murji’ah, Syi’ah Rofidhoh, Asy’ariyyah, Maturidiyah,  Jama’ah Tabligh dan lainya semua boleh masuk jadi satu.

✅Bahkan juga sururi dan yg terpengaruh dg pemikiran muhammad bin surur masuk didalamnya serta memiliki prinsip- prinsip yg hampir sama dg ikhwanul muslimin, itu yg nampak darinya dan  ini semua dikarenakan kaidah- kaidah di atas.

✅Juga termasuk orang-orang yg tidak sabar kokoh menempuh diatas jalan salaf ini kemudian menyimpang umumnya karena mereka terpengaruh dg pemikiran serta kaidah-kaidah bathil diatas , wallohul musta’an

✅Dan Diantara Tokoh-Tokoh Ikhwanul Muslmin IM di Indonesia baik yg terlibat langsung atau yg terpengaruh pemikiran Hasan Albana adalah dibawah ini :

1⃣Partai Keadilan Sejahtera

✅حزب العدالة والرفاهية

حزب العدالة والرفاهية الإندونيسي

التأسيس

البلد إندونيسيا 

تاريخ  التأسيس 20 يونيو 1998 (حزب العدالة)،

20 أبريل 2002 بالاسم الجديد حزب العدالة والرفاهية

الشخصيات

قائد الحزب  

القادة لطفي حسن إسحاق،

محمد هدايت نور واحد،

تيفاتول سيمبيرنغ،

محمد أنيس ماتا

الأفكار

الإيديولوجيا الإخوان المسلمون

المشاركة في الحكم

المشاركة في الحكومة يشارك في الحكومة بأربع حقائب وزارية ليحل ثانيا

معلومات أخرى

الموقع الرسمي http://pks.or.id/

تعديل 

حزب العدالة والرفاهية حزب إسلامي في إندونيسيا ويمثل تيار الإخوان المسلمين في إندونيسيا[1][2]

يعتبر أكثر الأحزاب الإسلامية محافظة، والمعروف محليا، وحتى في مقالات ودراسات الباحثين الغربيين بأنه (الحزب النظيف)، في بلد يعج بالفساد، فهو الحزب الوحيد الذي لم توجه تهمة فساد إداري ومالي لأي من أعضائه، والذي يضع محاربة الفساد على رأس برنامجه.[3]

مشاركته السياسية…

أعلام الحزب…

رؤساء الحزب…

مصادر …

وصلات خارجية…

➡Untuk lebih detailnya silahkan kunjungi link dibawah ini :

 https://id.m.wikipedia.org/wiki/Partai_Keadilan_Sejahtera

2⃣Diantara Tokoh Tokoh Indonesia lainya yg terpengaruh pemikiran IM dan terlibat tidak langsung sangat banyak

✅Merujuklah kepada Penjelasan,  Tulisan dan Ceramah Assatidzah Ahlu Sunnah:

➡Al ustadz Muhammad umar Assed Hafidzahulloh

➡Al Ustadz Luqman Ba’abduh Hafidzahulloh

➡Dan Adsatidzah  Lainya Hafidzakumullohu Jami’an

📝Akhukum Fillah. Wallohu A’lam bishowab.

Posted in Bahas Tuntas Bantahan, Ringkasan Fatwa | Leave a Comment »

Bantahan Tuntas : Studi Kritis Menyorot Pergerakan ISIS

Posted by Admin Ma'had Annashihah Cepu pada Februari 1, 2015

Bismillah. Saudaraku kaum muslimin, belakangan ini kita dikejutkan dengan munculnya sebuah “negara” yang menamakan dirinya ISIS. Sebuah negara yang mengaku sebagai negara Islam. Mengaku menegakkan dan memperjuangkan Islam. Mengaku sebagi negara yang berhukum dengan hukum syariat Islam. Mengaku membela kaum muslimin. Mengaku memerangi kaum kuffar. Mengaku ini dan itu dengan berbagai pengakuan yang dilekatkan kepada Islam. Namun, kita melihat betapa yang mereka perbuat sangat jauh dari nilai-nilai Islam. Namun, kita melihat ternyata mereka membunuh dan membantai kaum muslimin. Namun, kita menyaksikan mereka menyerang dan merobohkan masjid-masjid. Namun, kita melihat mereka berbuat kerusakan dan menebarkan petaka di muka bumi. Namun, kita melihat sepak terjang mereka justru mengotori dan menodai kemuliaan Islam. Maka, tentu kita menjadi bertanya siapakah sesungguhnya mereka? Maka, tentu kita bertanya bagaimanakah wajah asli mereka? Untuk itu dengan mengharapkan pertolongan kepada Alloh Ta’ala semata, kami kumpulkan kajian-kajian ilmiah ahlus sunnah wal jamaah yang akan mengupas tuntas keberadaan mereka. Dengan harapan semoga ini menjadi bayan dan penjelas bagi kaum muslimin di Indonesia, supaya tahu hakekat ISIS sesungguhnya, kemudian benar dalam menyikapinya. Semoga bermanfaat untuk kita semua.

Silahkan download Kajiannya :

************************************************************************************

1. ISIS Dalam Timbangan Syariat

( Al Ustadz Muhammad Afifuddin as Sidawy Hafizhahullah )

Dauroh Wonogiri-rev1Sesi 1 ~ Download di Sini

Sesi 2 ~ Download di Sini

Sesi 2 TJ~ Download di Sini

*********************************************************************************

2. Sikap Seorang Muslim Terhadap Seruan Jihad dan Isu ISIS

Dauroh Madura# Sesi 1 – Sikap Seorang Muslim Terhadap Seruan Jihad dan Isu ISIS ~ Download Audio di Sini

# Sesi 2 – Sikap Seorang Muslim Terhadap Seruan Jihad dan Isu ISIS ~ Download Audio di Sini

 

*****************************************************************************

3. Bahaya ISIS dan Neo Khawarij Terhadap Negara & Kaum Mulimin

Daurah Slipi

Sesi 1 Ustadz Usamah Mahri Lc ~ Download Audio Di Sini

Pengarahan Lurah Kemanggisan ~ Download Audio Di Sini

Sesi 2 Ustadz Usamah Mahri Lc ~ Download Audio Di Sini

Pengarahan Kapolsek Palmerah ~ Download Audio Di Sini

Pengarahan Kanit Binmas Polsek Palmerah ~ Download Audio Di Sini

Sesi 3 Ustadz Usamah Mahri Lc ~ Download Audio Di Sini

************************************************************************************

4. Bahaya Penyimpangan Gerakan ISIS di Indonesia

Bersama: Al Ustadz Abu Mu’awiyah Askari Hafizhahullah

Pembukaan Dauroh ~ Download Audio Di Sini

Sambutan Dari Bapak Kapolda Sulawesi Tengah ~ Download Audio Di Sini

Sesi 1 ~ Download Audio Di Sini

Sesi 2 ~ Download Audio Di Sini

Sesi 3 ~ Download Audio Di Sini

Sesi 4 [Tanya Jawab] ~ Download Audio Di Sini

*******************************************************************************

5. Antisipasi Dari Gerakan ISIS Menurut Syariat Islam

Aceh

1. Sesi I ~ Download di Sini

2. Sesi II ~ Download di Sini

3. Sesi III!~ Download di Sini

*******************************************************************************

6. Mewaspadai Gerakan ISIS di Indonesia

 

Dauroh Semarang

 

Sesi 1 ~ Download Audio Di Sini

Sesi 2 ~ Download Audio Di Sini

 

 

***********************************************************************************************************

7. Bahaya ISIS Terhadap Kaum Muslimin dan Negara

Dauroh Depok_18Dzulqa'daSesi 1 ~ Download Audio Di Sini

Sesi 2 (Tanya Jawab) ~ Download Audio Di Sini

**************************************************************************************************

8. Mewaspadai Gerakan ISIS dan Yang Sejenis Mereka

Dauroh Ngawi_26Dzulqa'daBersama Al Ustadz Luqman Ba’abduh hafizhahullah

Sesi 1 ~ Download Audio Di Sini  atau  Download Audio Di Sini

Sesi 2 (tanya jawab) ~ Download Audio Di Sini  atau  Download Audio Di Sini

***************************************************************************

9. Bahaya ISIS untuk Negara dan Kaum Muslimin

Dauroh Pasuruan – Al Ustadz Usamah Mahri hafizhahullah

Sesi 1 ~ Download Audio Di Sini  atau  Download Audio Di Sini

Sesi 2 ~ Download Audio Di Sini  atau  Download Audio Di Sini

*****************************************************************************

10. Ketika ISIS Banyak di Perbincangkan/Mengenal Hakikat Gerakan ISIS

Dauroh Jember-19oktober20141. Sesi 1 Download

2. Sesi 2  Download

 

 

*****************************************************************************

11. Kekerasan Dalam Timbangan Syariat Islam

Dauroh Gresik-29oktober2014

1. Sesi 1 Download

2. Sesi 2 Download

3. Sesi Tanya Jawab Download

*****************************************************************************

Sumber file kajian : http://www.forumsalafy.net

Posted in Bahas Tuntas Bantahan | Leave a Comment »

Bahas dan Bantahan Tuntas ” Mewaspadai Bahaya Gerakan Syiah “ Pemecah Belah Agama Islam dan Tukang Adu Domba Dengan Bukti Dusta, Silahkan Timbang Dengan Ilmiah Yakni Sesuai Pemahaman Ahlu Sunnah Waljamaah

Posted by Admin Ma'had Annashihah Cepu pada Desember 9, 2014

” Mewaspadai Bahaya Gerakan Syiah “

Permasalahan Syiah, sungguh tak bisa dipisahkan dari agama. Bahkan, sangat bersentuhan dengan akidah yang merupakan fondasi agama. Maka dari itu, cara menilainya pun harus dengan timbangan agama. Hal-hal lain terkait dengan hukum, keamanan, dan ketertiban masyarakat harus disesuaikan dengannya. Lantas, bagaimanakah penilaian agama tentang Syiah?

Penilaian agama tentang Syiah sebenarnya sudah final. Para ulama yang mulia, sejak dahulu sudah melakukan kajian yang panjang dan cermat tentang Syiah. Hasilnya, Syiah adalah kelompok sesat yang telah menyimpang dari kebenaran. Mereka berambisi untuk menghancurkan Islam dengan cara menghujat al-Qur’an, menjatuhkan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam, dan mengafirkan para sahabat beliau yang mulia. Mereka beragama dengan perkataan dusta dan persaksian palsu (taqiyah). Simaklah keterangan para ulama berikut ini.

1. Al-Imam Amir asy-Sya’bi rahimahullah berkata, “Aku tidak pernah melihat kaum yang lebih dungu dari Syiah.” (as-Sunnah karya Abdullah bin al-Imam Ahmad 2/549)

2. Al-Imam Sufyan ats-Tsauri rahimahullah ketika ditanya tentang seseorang yang mencela Abu Bakr dan Umar (yakni Syiah, pen.) berkata, “Ia telah kafir kepada Allah Subhanahu wata’ala.” Kemudian ditanya, “Apakah kita menshalatinya (bila meninggal dunia)?” Beliau berkata, “Tidak, tiada kehormatan (baginya)….” (Siyar A’lamin Nubala karya al-Imam adz-Dzahabi 7/253)

3. Al-Imam Malik bin Anas rahimahullah berkata, “Mereka itu adalah suatu kaum yang berambisi untuk menjatuhkan Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam namun tidak mampu. Akhirnya, mereka mencela para sahabatnya agar kemudian dikatakan bahwa beliau (Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam) seorang yang jahat. Sebab, kalau memang beliau orang saleh, niscaya para sahabatnya adalah orangorang saleh.” (ash-Sharimul Maslul ‘ala Syatimirrasul karya Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah, hlm. 580)

4. Al-Imam asy-Syafi’i rahimahullah berkata, “Aku belum pernah tahu ada yang melebihi Rafidhah (Syiah) dalam persaksian palsu.” (Mizanul I’tidal karya al-Imam adz-Dzahabi 2/27—28)

5. Al-Imam Ahmad bin Hanbal rahimahullah berkata, “Aku tidak melihat dia (orang yang mencela Abu Bakr, Umar, dan Aisyah ) itu orang Islam.” (as- Sunnah karya al-Khallal 1/493)

6. Al-Imam al-Bukhari rahimahullah berkata, “Bagiku sama saja shalat di belakang Jahmi (seorang penganut akidah Jahmiyah) dan Rafidhi (Syiah) atau di belakang Yahudi dan Kristen. Mereka tidak boleh diberi salam, tidak boleh pula dikunjungi ketika sakit, dinikahkan, dijadikan saksi, dan dimakan sembelihannya.” (Khalqu Af’alil ‘Ibad, hlm. 125)

Bisa jadi, Anda berkata, “Itu kan versi ulama Sunni! Bagaimanakah keterangan ulama ahlul bait tentang mereka?” Baiklah, kalau begitu simaklah keterangan berikut ini.

1. Khalifah Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu berdoa, “Ya Allah, aku telah bosan dengan mereka (Syiah) dan mereka pun telah bosan denganku. Maka dari itu, gantikanlah untukku orang-orang yang lebih baik dari mereka, dan gantikan untuk mereka seorang yang lebih jelek dariku…” (Nahjul Balaghah, hlm. 66—67, dinukil dari asy-Syiah wa Ahlul Bait karya Dr. Ihsan Ilahi Zhahir, hlm. 300)

2. Hasan bin Ali radhiyallahu ‘anhuma berkata, “Demi Allah! Menurutku, Mu’awiyah lebih baik daripada orang-orang yang mengaku sebagai Syiah-ku, mereka berupaya untuk membunuhku dan mengambil hartaku.” (al-Ihtijaj, karya ath-Thabrisi hlm. 148, dinukil dari asy-Syiah Wa Ahlul Baitkarya Dr. Ihsan Ilahi Zhahir, hlm. 300)

3. Husain bin Ali radhiyallahu ‘anhu berdoa, “Ya Allah, jika Engkau memberi mereka (Syiah) kehidupan hingga saat ini, porakporandakan mereka dan jadikan mereka berkeping-keping. Janganlah Engkau jadikan para pemimpin (yang ada) ridha kepada mereka (Syiah) selama-lamanya. Sebab, kami diminta untuk membantu mereka, namun akhirnya mereka justru memusuhi kami dan menjadi sebab terbunuhnya kami.” (al-Irsyad, karya al-Mufid hlm. 341, dinukil dari asy- Syiah wa Ahlul Baitkarya Dr. Ihsan Ilahi Zhahir, hlm. 302)

4. Al-Imam Ali bin Husain Zainal Abidin rahimahullahberkata, “Mereka (Syiah) bukan dari kami, dan kami pun bukan dari mereka.” (Rijalul Kisysyi, hlm. 111, dinukil dari asy-Syiah wa Ahlul Bait karya Dr. Ihsan Ilahi Zhahir, hlm. 303)

5. Al-Imam Muhammad al-Baqir rahimahullah berkata, “Seandainya semua manusia ini Syiah, niscaya tiga perempatnya adalah orang-orang yang ragu dengan kami, dan seperempatnya adalah orang-orang dungu.” (Rijalul Kisysyi, hlm. 179, dinukil dari asy-Syiah wa Ahlul Bait karya Dr. Ihsan Ilahi Zhahir, hlm. 303)

6. Al-Imam Ja’far ash-Shadiq rahimahullah berkata, “Allah Subhanahu wata’ala berlepas diri dari orang-orang yang membenci Abu Bakr dan Umar radhiyallahu ‘anhuma.” (Siyar A’lamin Nubala’ karya al-Imam adz-Dzahabi 6/260) Bisa jadi, Anda heran terhadap kesimpulan para ulama terkemuka di atas. Sejauh itukah kesimpulan mereka? Apa yang melandasi berbagai kesimpulan itu? Mengapa Syiah bisa seperti itu? Dan berbagai pertanyaan lainnya yang menggelitik di hati Anda. Jawaban ringkasnya, karena Syiah adalah sekte (baca: agama) tersendiri yang sangat bertolak belakang dengan Islam. Mengapa demikian? Untuk lebih jelasnya ikutilah pembahasan berikut ini.

 

Kedekatan Syiah dengan Yahudi

Syiah sangat dekat dengan Yahudi. Kedekatan itu setidaknya dalam dua hal yang sangat prinsip:

1. Pendirinya

2. Prinsip keyakinannya (akidahnya).

Pendiri agama Syiah adalah seorang peranakan Yahudi kota Shan’a, Yaman. Dia bernama Abdullah bin Saba’ al- Yahudi al-Himyari.2 Ibunya seorang wanita yang berkulit hitam, sehingga dikenal pula dengan sebutan Ibnu Sauda’ (putra seorang wanita yang berkulit hitam). Layaknya keumuman bangsa Yahudi, Abdullah bin Saba’ berkarakter buruk, licik, dan penuh makar terhadap Islam dan umat Islam. Dia menyusup di tengah-tengah umat Islam untuk merusak tatanan agama dan masyarakat. Awal kemunculannya di akhir masa Khalifah Utsman bin Affan radhiyallahu ‘anhu. Dengan kedok keislaman, semangat amar ma’ruf nahi mungkar, dan bertopengkan tanassuk (giat beribadah) dia kemas berbagai misi jahatnya. Tak hanya akidah sesat yang dia tebarkan di tengah umat, gerakan provokasi massa pun dilakukannya untuk menggulingkan Khalifah Utsman bin Affan radhiyallahu ‘anhu hingga terbunuhlah beliau.

Di masa Khalifah Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu, dia menampakkan kecintaan dan loyalitas yang tinggi terhadap sang Khalifah dan ahlul bait. Dia dan komplotannya menamakan diri sebagai syi’atuAli (para pengikut Ali). Dengan kedok kecintaan dan loyalitas terhadap Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu dan ahlul bait itulah agama Syiah terus menggurita di tengah umat. (Lihat Minhajus Sunnahkarya Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah 8/479, Syarh al-Aqidah ath-Thahawiyyah karya al-Imam Ibnu Abil ‘Iz, hlm. 490, dan Kitab at-Tauhid karya asy-Syaikh Shalih bin Fauzan al-Fauzan, hlm. 123)

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah menegaskan, “Para ulama menyebutkan bahwa latar belakang Rafdh (Syiah) adalah dari seorang zindiq (Abdullah bin Saba’) yang menampakkan keislaman dan menyembunyikan identitas Yahudinya. Dia berupaya merusak Islam sebagaimana Paulus (seorang Yahudi, -pen.) yang menampakkan diri sebagai seorang kristiani untuk merusak agama Kristen.” (Majmu’ Fatawa 28/483)

Adapun prinsip keyakinan (akidah) Syiah, banyak kesamaannya dengan prinsip keyakinan (akidah) Yahudi. Hal ini tentu tidak aneh, sebab pendirinya adalah seorang Yahudi. Di antara prinsip keyakinan (akidah) mereka yang sama dengan Yahudi adalah sebagai berikut.

1. Tentang washiy

Washiy adalah seseorang yang mendapat wasiat untuk melanjutkan tugas atau misi si pemberi wasiat. Dalam agama Yahudi, adanya washiy adalah satu keharusan. Demikian pula dalam agama Syiah. Kalau washiy dalam agama Yahudi adalah Yusya’ bin Nun yang didaulat sebagai pengganti Nabi Musa ‘Alaihissalam, maka washiy dalam agama Syiah adalah Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhusebagai pengganti Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam. Jadi, dalam prinsip keyakinan (akidah) Syiah, para khalifah sebelum Ali bin Abi Thalib rahimahullah, yaitu Abu Bakr, Umar, dan Utsman g adalah perampas kekuasaan dan mereka telah kafir. (Untuk lebih rincinya, silakan lihatBadzlul Majhud fi Itsbat Musyabahatir Rafidhah lil Yahudi karya Abdullah al-Jumaili 1/169—197)

2. Tentang kepemimpinan umat

Dalam agama Yahudi, kepemimpinan umat hanya berada pada keturunan Nabi Dawud q. Dalam agama Syiah, kepemimpinan umat hanya berada pada keturunan Husain bin Ali bin Abi Thalibradhiyallahu ‘anhu. Demikianlah kondisi 12 imam mereka yang diyakini ma’shum (terlindungi dari dosa), termasuk Imam Mahdi yang akan muncul di akhir zaman. Dalam pandangan Islam, Imam Mahdi adalah keturunan Hasan bin Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhuma, bukan keturunan Husain bin Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhuma. (Untuk lebih rincinya, silakan lihat Badzlul Majhud fi Itsbat Musyabahatir Rafidhah lil Yahudi karya Abdullah al-Jumaili 1/201—224)

3. Tentang raj’ah

Raj’ah adalah hidup kembali setelah mati sebelum hari kiamat. Dalam agama Yahudi, orang yang sudah mati dapat hidup kembali. Demikian pula menurut agama Syiah. Mereka meyakini bahwa orang-orang yang sudah mati dan tinggi keimanannya akan dihidupkan kembali di masa Imam Mahdi (akhir zaman) untuk dimuliakan. Demikian pula orang-orang yang sudah mati dan tinggi tingkat kejahatannya akan dihidupkan kembali untuk dihinakan. (Untuk lebih rincinya, silakan lihat Badzlul Majhud fi Itsbat Musyabahatir Rafidhah lil Yahudi karya Abdullah al-Jumaili 1/275—312)

4. Tentang al-bada’

Al-bada’ adalah mengetahui sesuatu yang sebelumnya tidak diketahui. Dalam agama Yahudi, al-bada’terjadi pada Allah Subhanahu wata’ala. Demikian pula menurut agama Syiah. Bahkan, mereka menjadikannya bagian dari tauhid. Berbeda halnya dengan agama Islam, ilmu Allah Subhanahu wata’ala sangat luas, tak dibatasi oleh sesuatu pun. Ilmu Allah Subhanahu wata’ala bersifat azali (tak bermula dan berakhir). Tidak ada sesuatu pun yang terluput dari ilmu- Nya. (Untuk lebih rincinya, silakan lihat Badzlul Majhud fi Itsbat Musyabahatir Rafidhah lil Yahudi karya Abdullah al- Jumaili 1/317—352)

5. Tentang mengubah Kitab Suci

Mengubah Kitab Suci adalah sifat tercela yang melekat pada ulama Yahudi, sebagaimana yang disebutkan oleh Allah l dalam banyak ayat-Nya. Demikian pula halnya dengan kaum Syiah. Mereka mengubah al-Qur’an hingga berlipat jumlah ayatnya. Anehnya, mereka mengklaim bahwa al-Qur’an yang ada di tangan umat Islamlah yang telah mengalami pengubahan. Wallahul musta’an. (Lebih lanjut, lihat Badzlul Majhud fi Itsbat Musyabahatir Rafidhah lil Yahudi karya Abdullah al-Jumaili 1/355—438)

6. Tentang kecintaan dan kebencian

Kaum Yahudi berlebihan dalam hal mencintai sebagian nabi mereka dan membenci sebagian yang lainnya. Demikian pula sikap mereka terhadap para ulama yang membimbing mereka. Kaum Syiah tak jauh berbeda. Mereka berlebihan mencintai para imam mereka, bahkan memosisikan mereka di atas para malaikat dan para nabi. Di sisi lain, mereka membenci para sahabat , bahkan mengafirkan mereka. (Lebih lanjut, lihat Badzlul Majhud fi Itsbat Musyabahatir Rafidhah lil Yahudi karya Abdullah al-Jumaili 2/443—513)

7. Tentang pengagungan diri mereka

Kaum Yahudi meyakini bahwa mereka adalah manusia terbaik, bahkan mereka mengklaim sebagai anak-anak Allah Subhanahu wata’ala dan lebih mulia dari para malaikat. Demikian pula halnya dengan kaum Syiah. Mereka mengklaim sebagai orang-orang pilihan Allah Subhanahu wata’ala dan lebih mulia dari para malaikat. Kaum Yahudi mengklaim bahwa merekalah manusia yang seutuhnya, sedangkan selain mereka hina dina.

Demikian pula halnya dengan kaum Syiah, mereka mengklaim sebagai manusia yang seutuhnya, sedangkan selain mereka hina dina. (Lebih lanjut, lihat Badzlul Majhud fi Itsbat Musyabahatir Rafidhah lil Yahudi karya Abdullah al-Jumaili 2/517—554)

8. Tentang pengafiran selain mereka

Kaum Yahudi memvonis selain mereka sebagai orang kafir, halal darah dan hartanya. Demikian pula halnya kaum Syiah, memvonis selain mereka sebagai orang kafir, halal darah dan hartanya. (Lebih lanjut, lihat Badzlul Majhud fi Itsbat Musyabahatir Rafidhah lil Yahudi karya Abdullah al-Jumaili 2/559—597)

9. Tentang kedustaan yang ada pada mereka

Sifat dusta sudah menjadi karakter kaum Yahudi, baik dalam kehidupan beragama maupun keseharian. Tak beda jauh dengan kaum Syiah, mereka menjalankan kehidupan beragama dengan kedustaan yang mereka sebut dengan taqiyah. Oleh karena itu, al-Imam asy-Syafi’I rahimahullahberkata, “Aku belum pernah tahu ada yang melebihi Rafidhah (Syiah) dalam hal persaksian palsu.” (Untuk lebih rincinya, silakan lihat Badzlul Majhud fi Itsbat Musyabahatir Rafidhah lil Yahudi karya Abdullah al Jumaili 2/631—669)

Patut dicatat di sini bahwa semua yang telah disebutkan tentang kesamaan agama Syiah dengan agama Yahudi di atas, tak didapati pada umat Islam Ahlus Sunnah wal Jama’ah. Sebab, mereka meyakini kewajiban menyelisihi kaum Yahudi dalam kehidupan ini, baik dalam hal akidah, ibadah, akhlak, adab, dan muamalah. Anehnya, seiring dengan banyaknya kesamaan antara agama Syiah dengan agama Yahudi, sebanyak itu pula perbedaannya dengan agama Islam. Perbedaan itu bukan dalam hal yang kecil, melainkan dalam hal mendasar yang merupakan prinsip dalam kehidupan beragama. Cobalah perhatikan! Al-Qur’an mereka berbeda dengan al-Qur’an umat Islam, azan dan iqamat mereka berbeda dengan azan dan iqamat umat Islam, tata cara berwudhu mereka berbeda dengan tata cara berwudhu umat Islam, kaifiyah shalat mereka berbeda dengan kaifiyah shalat umat Islam, dan hari wukuf mereka di Arafah (ketika berhaji) pun berbeda dengan hari wukuf umat Islam. (Lihat VCD Bahaya Kesesatan Syiah dan VCD Ada Syiah di Indonesia)

Syiah Merobohkan Tiga Pilar Utama Umat Islam

Ada tiga pilar utama dalam agama Islam. Tanpa ketiganya agama seseorang menjadi rapuh dan sekejap akan runtuh. Tiga pilar utama itu adalah al-Qur’an, Sunnah Rasulullah n, dan pemahaman para sahabat (salaful ummah). Bagaimanakah upaya Syiah merobohkan tiga pilar itu? Al-Qur’an yang merupakan Kitab Suci umat Islam tak lagi dianggap suci oleh mereka, bahkan tidak sah dan kurang dari yang aslinya. Disebutkan dalam kitab al-Kafi (yang kedudukannya di sisi mereka seperti Shahih al-Bukhari di sisi kaum muslimin) karya Abu Ja’far Muhammad bin Ya’qub al-Kulaini (2/634) dari Abu Abdillah (Ja’far ash-Shadiq), dia berkata, “Sesungguhnya al-Qur’an yang dibawa Jibril kepada Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam itu (ada) 17.000 ayat.”

Disebutkan juga dari Abu Abdillah ( 1 / 2 3 9 — 2 4 0 ) , dia berkata , “Sesungguhnya di sisi kami ada mushaf Fatimah ‘alaihas salam, mereka tidak tahu apa mushaf Fatimah itu.” Abu Bashir bertanya, “Apa mushaf Fatimah itu?” Dia (Abu Abdillah) berkata, “Mushaf yang isinya tiga kali lipat dari yang ada di mushaf kalian. Demi Allah, tidak ada padanya satu huruf pun dari al-Qur’an kalian.” (Dinukil dari kitab asy-Syiah wal Qur’an karya Dr. Ihsan Ilahi zhahir, hlm. 31—32)

Bahkan, salah seorang “ahli hadits” mereka yang bernama Husain bin Muhammad at-Taqi an-Nuri ath- Thabrisi dalam kitabnya Fashlul Khithab Fii Itsbati Tahrifi Kitabi Rabbil Arbab mengumpulkan berbagai riwayat dari para imam mereka yang diyakini ma’shum (terjaga dari dosa), bahwa al-Qur’an yang ada di tangan umat Islam itu telah terjadi pengubahan dan penyimpangan. Adapun terhadap Sunnah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam mereka merobohkannya dengan berbagai cara. Di antaranya:

1. Mengklaim bahwa para istri Rasul Shallallahu ‘alaihi wasallam adalah pelacur, agar timbul kesan bahwa beliau Shallallahu ‘alaihi wasallam adalah orang yang tidak baik, sehingga sunnahnya tak bisa diamalkan. Disebutkan dalam kitab mereka, Ikhtiyar Ma’rifatir Rijal, karya ath-Thusi (hlm. 57—60), dinukilkan (secara dusta) perkataan sahabat Abdullah bin Abbas radhiyallahu ‘anhuma terhadap Ummul Mukminin Aisyah, “Kamu tidak lain adalah seorang pelacur dari sembilan pelacur yang ditinggalkan oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam.” (Dinukil dari kitab Daf’ul Kadzibil Mubin al-Muftara Minarrafidhati ‘ala Ummahatil Mukminin karya Dr. Abdul Qadir Muhammad ‘Atha, hlm. 11)

2. Mengafirkan para sahabat kecuali beberapa orang saja dari mereka. Tentu saja, dengan dikafirkannya para sahabat berarti gugur pula semua Sunnah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallamyang diriwayatkan melalui mereka. Disebutkan dalam kitab mereka Rijalul Kisysyi (hlm. 12—13) dari Abu Ja’far Muhammad al-Baqir, dia berkata, “Manusia (para sahabat) sepeninggal Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam dalam keadaan murtad kecuali tiga orang.” Aku (perawi) berkata, “Siapa tiga orang itu?” Dia (Abu Ja’far) berkata, “Al-Miqdad bin al-Aswad, Abu Dzar al-Ghifari, dan Salman al-Farisi….” kemudian dia menyebutkan surat Ali Imran ayat 144. (Dinukil dari asy- Syiah al-Imamiyah al-Itsna ‘Asyariyyah fi Mizanil Islam, hlm. 89)

Adapun sahabat Abu Bakr ash- Shiddiq dan Umar bin al-Khaththab radhiyallahu ‘anhuma, dua manusia terbaik setelah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam, mereka cela dan laknat. Bahkan, mereka berlepas diri dari keduanya adalah bagian dari prinsip agama mereka. Oleh karena itu, didapati dalam kitab bimbingan doa mereka (Miftahul Jinan, hlm. 114), wirid laknat untuk keduanya:

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلىَ مُحَمَّدٍ وَعَلىَ آلِ مُحَمَّدٍ، وَالْعَنْ صَنَمَيْ قُرَيْشٍ وَجِبْتَيْهِمَا وَطَاغُوْتَيْهِمَا وَابْنَتَيْهِمَا

“Ya Allah, semoga shalawat selalu tercurahkan kepada Muhammad dan keluarganya, laknatlah kedua berhala Quraisy (Abu Bakr dan Umar), setan dan thaghut keduanya, serta kedua putri mereka…. (yang dimaksud adalah Ummul Mukminin Aisyah dan Hafshah).” (Dinukil dari kitab al-Khuthuth al- ‘Aridhah karya as-Sayyid Muhibbuddin al-Khatib, hlm. 18)

Oleh karena itu, al-Imam Malik bin Anas rahimahullah berkata, “Mereka itu adalah suatu kaum yang berambisi untuk menjatuhkan Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam, namun tidak mmampu. Akhirnya, mereka mencela para sahabatnya agar kemudian dikatakan bahwa beliau (Nabi Muhammad) adalah seorang yang jahat. Sebab, kalau memang beliau orang saleh, niscaya para sahabatnya adalah orang-orang saleh.” (ash-Sharimul Maslul ‘ala Syatimir Rasul, hlm. 580)

Dengan robohnya pilar kepercayaan kepada para sahabat Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam, akan roboh pula pilar kepercayaan kepada al-Qur’an dan Sunnah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam. Al-Imam Abu Zur’ah ar-Razi rahimahullah berkata, “Jika engkau melihat orang yang mencela salah seorang sahabat Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam, ketahuilah bahwa ia zindiq (seorang yang menampakkan keislaman dan menyembunyikan kekafiran). Sebab, Rasul bagi kita adalah haq dan al-Qur’an adalah haq. Sesungguhnya yang menyampaikan al-Qur’an dan as-Sunnah adalah para sahabat Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam. Mereka mencela para saksi kita (para sahabat) dengan tujuan untuk meniadakan al-Qur’an dan as-Sunnah. Mereka (Syiah) lebih pantas untuk dicela dan mereka adalah orang-orang zindiq.” (al-Kifayah karya al-Khathib al-Baghdadi, hlm. 49)

Lebih dari itu, dengan robohnya pilar kepercayaan kepada para sahabat Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam, siapa pun akan kesulitan untuk memahami agama Islam dengan baik dan benar. Sebab, melalui merekalah ilmu Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam diwariskan dan melalui mereka pula pemahaman yang benar tentang agama ini didapatkan. Tanpa itu, kesesatanlah kesudahannya. Allah Subhanahu wata’ala berfirman,

وَمَن يُشَاقِقِ الرَّسُولَ مِن بَعْدِ مَا تَبَيَّنَ لَهُ الْهُدَىٰ وَيَتَّبِعْ غَيْرَ سَبِيلِ الْمُؤْمِنِينَ نُوَلِّهِ مَا تَوَلَّىٰ وَنُصْلِهِ جَهَنَّمَ ۖ وَسَاءَتْ مَصِيرًا

“Barang siapa menentang Rasul sesudah jelas kebenaran baginya, dan mengikuti jalan selain jalan orang-orang beriman, Kami biarkan ia leluasa terhadap kesesatan yang telah dikuasainya itu dan Kami masukkan ia ke dalam Jahannam, dan Jahannam itu seburuk-buruk tempat kembali.” (an-Nisa’: 115)

Al-Imam Ibnu Abi Jamrah al- Andalusi rahimahullah berkata, “Para ulama telah menjelaskan tentang makna firman Allah Subhanahu wata’ala (di atas) bahwa yang dimaksud orang-orang mukmin di sini adalah para sahabat Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam dan generasi pertama dari umat ini.” (al-Marqat fi Nahjis Salaf Sabilun Najah, hlm. 36—37)

Pengkhianatan Syiah Terhadap Umat Islam

Syiah tercatat kerap melakukan pengkhianatan terhadap umat Islam. Mereka telah berkhianat terhadap Khalifah Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu, Khalifah Hasan bin Ali radhiyallahu ‘anhuma, dan Husain bin Ali radhiyallahu ‘anhuma. (Lihat ungkapan kekecewaan mereka pada pembahasan sebelumnya)

Sejarah pun mencatat bahwa runtuhnya Daulah Abbasiyah (tahun 656 H) yang mengendalikan kepemimpinan umat Islam dalam skala internasional, adalah karena pengkhianatan sang Perdana Menteri, Muhammad Ibnul Alqami, yang beragama Syiah. Akibatnya, Khalifah Abdullah bin Manshur yang bergelar al-Musta’shim Billah dan para pejabat pentingnya tewas mengenaskan dibantai oleh pasukan Tartar yang dipimpin oleh Hulaghu Khan.

Kota Baghdad (ibu kota Daulah Abbasiyah) porak-poranda. Kebakaran terjadi di mana-mana. Umat Islam yang tinggal di Kota Baghdad dibantai secara massal; tua, muda, anak-anak, laki-laki, perempuan, orang awam, dan ulama. Selama 40 hari pembantaian terus menerus terjadi. Kota Baghdad bersimbah darah. Tumpukan mayat umat Islam berserakan di mana-mana. Bau mayat yang sudah membusuk semakin menambah duka nestapa. Nyaris sungai Tigris menjadi merah karena simbahan darah umat Islam. Sementara itu, sungai Dajlah nyaris menjadi hitam karena lunturan tinta kitab-kitab berharga umat Islam yang mereka buang ke dalamnya. Wallahul musta’an. (Untuk lebih rincinya, silakan membaca al- Bidayah wan Nihayah karya al-Imam Ibnu Katsir, 13/200—211, Tarikhul Islam wa Wafayatul Masyahir wal A’lam karya al-Imam adz-Dzahabi 48/33—40, dan Tarikhul Khulafa’karya al-Imam as-Suyuthi, hlm. 325—335)

Demikianlah sekelumit tentang agama Syiah, kesesatan, kejahatan, dan bahayanya terhadap umat Islam. Semoga menjadi pelita dalam kegelapan dan embun penyejuk bagi pencari kebenaran. Amin….

Untuk Lebih Lanjut Silahkan Telaah Penjelasan Ilmiah Dibawah Ini

panah bawah

http://asysyariah.com/manhaji-mewaspadai-bahaya-gerakan-syiah/

http://asysyariah.com/kajian-utama-syiah-dan-al-quran-al-karim/

http://asysyariah.com/pengantar-redaksi-syiah-berlumuran-darah/

http://asysyariah.com/kajian-utama-syirik-kaum-syiah/

http://asysyariah.com/kajian-utama-syiah-dan-imamah/

http://asysyariah.com/kajian-utama-syiah-dan-kemaksuman-para-imam/

http://asysyariah.com/kajian-utama-benarkah-syiah-mencintai-keluarga-nabi-shallallahu-alaihi-wasallam/

http://asysyariah.com/tafsir-beberapa-contoh-tafsir-ala-syiah/

http://asysyariah.com/kajian-utama-jejak-langkah-syiah-di-indonesia-1/

http://asysyariah.com/kajian-utama-syiah-dan-sahabat-nabi/

http://asysyariah.com/kajian-utama-syiah-dan-taqiyah/

http://asysyariah.com/kajian-utama-perkataan-ulama-ahlussunnah-tentang-agama-syiah/

http://asysyariah.com/hadist-membantah-hujah-praktik-mutah/

http://asysyariah.com/akidah-kepalsuan-doktrin-imamah-syiah/

 

Posted in Bahas Tuntas Bantahan | Leave a Comment »